She’s My (Ex)Wife – Part 24

She’s My (Ex)Wife

Part 24

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

 

Oktober 2010 ©SF3SI

 

~Hyeo So POV~

 

Aku mengerang sambil meregangkan otot-otot kakiku.. aaaahh nyamaaannn. Tungu! TUNGGU!! Hah? Ini Key? Serius ini Key?! Aku.. aku tidur sama Key?!

Mataku langsung terbelalak dan aku langsung menjauhkan diri dari pelukan Key. TIDAK!!! Kami tidak melakukan apa-apa kan?!! Aku memeriksa bajuku.. lengkap! Fiuuuhh~

Jadi semalam itu… Key benar-benar menciumku? Aaahh tidaaakkk!!! Minho maaaaaffff!!! Perlahan-lahan aku turun dari sofa, tidak ingin membuat Key terbangun lalu berjalan masuk ke kamar mandi. Aku membasuh wajahku dengan air lalu memandangi wajahku melalui pantulan cermin, dan sesuatu berwarna merah kembali membuat mataku terbelalak. AAAAAAAAHHHHH !!! KENAPA BISA ADA KISSMARK DI LEHERKU???!!!!!! Sekarang aku harus bagaimana?? Apa kissmark ini bisa di hapus? Bagaimana caranya??? Tuhaaaannn turunkan bantuaaaannn.. hwuuuaaaaa~!

Setelah mandi akhirnya aku mendapat ide untuk menutupi kissmark ini dengan plaster luka. Jadi bisa sedikit berdusta, tapi masalahnya sekarang nanti pas ketemu Key aku harus bagaimana?? Pasti sangat memalukan!! Aku membuka pintu kamar mandi dengan hati-hati, fiuuhhh.. Key masih tidur, biasanya jam 7 dia langsung bangun dan sekarang 5 menit menuju jam 7. Aku memutuskan untuk langsung memasak sarapan.

Dan kini aku duduk bersila di depan lemari es yang terbuka, tidak ada bahan apapun yang bisa di masak. Hanya ada botol-botol minuman yang sudah kosong dan bahan-bahan mentah yang membusuk. Biasanya aku selalu memasakan bahan makanan setengah jadi sehingga tidak akan ada bahan makanan mentah yang membusuk. Sepertinya pagi ini aku harus beres-beres, aku mulai mengeluarkan isi kulkas dan membuang yang sudah tidak berguna lagi, mencuci bagian kulkas yang bisa di lepas.

“So!” aku langsung tersentak kaget begitu Key menyebut namaku. “Maaf maaf, kaget yah? Kekeke~.” Aku mengerucutkan bibirku sambil kembali mencuci. “Wah iya, aku lupa belanja. Ayo kita ke supermarket hari ini, kasian nanti anak-anak kalau ke sini gak ada makanan. Cepetan ganti baju So, aku juga mau ganti baju dulu.” Diam-diam aku menghela nafas lega begitu Key kembali menaiki tangga. Tapi tetap sajaaaaaa… pagi ini aku ke supermarket bareng Key. Tenang Hyeo So! Anggap saja tidak terjadi apa-apa semalem. Tenang!

Aku mengambil mantelku yang sejak semalam masih di sofa. Tidak lama Key turun sudah rapih dengan celana jeans panjang hitam, t-shirt biru muda dan hoodie pink. Aduh aduuhhh laki-laki yang satu ini, terlalu anak muda deh gayanya.

“Kamu yakin mau pake baju gitu ke depan?” aku memandangi pakaianku, apa yang salah? Biasa saja. Aku mengangguk yakin lalu kami berdua berjalan keluar, tapi begitu aku membuka pintu angin yang sangat dingin sukses membuat kaki ku kedinginan. “Mau kemana?” tanya Key begitu aku berbalik dan setengah berlari masuk ke dalam. “Ganti baju!” seruku lalu berlari menaiki tangga, mengganti hot pants yang tadi aku kenakan dengan celana panjang. Hampir lupa! Dompet!

“Makanya, kalau aku suruh ganti baju yah ganti. Tadi pas fajar tuh hujan, jadi pagi ini dingin.” Aku cuma bisa garuk-garuk kepala sambil memakai boots ku yang 5 cm lebih tinggi dari mata kaki.

“Jalan aja yah, kalau naik sepeda malah ribet.” Aku hanya bisa mengangguk menurut saja. Key berjalan di depan sedangkan aku berjalan sambil menunduk di belakang, masih canggung. Oke, ini memang bukan pertama kalinya kami berciuman tapi maksudku suasana yang semalam itu sangat berbeda!

“Ayo cepetan! Udah jam 8 ini!” Key menarik tanganku agar berjalan menyeimbanginya lalu menautkan jemari kanannya dengan jemari kiriku. Aaaaahh tuhaaaannn!!! Jantungku.. tidak tidak! Hyeo So! Tidak!

“Eoseo Oseoyo!” Kami berdua -yang masih bergandengan- tersenyum ke pelayan di kasir. Key mengambil keranjang dan kami pun mulai berbelanja, menu pagi di supermarket ini sup. Kami –aku dan member SHINee yang lain– pasti membeli makanan siap saji di supermarket ini kalau bangun kesiangan.

“Sayur-sayuran?” aku mengangguk. “Siang ini mau masak apa?” aku berfikir sejenak, aku sih ingin memasak nasi tim daging asap tapi aku kan pura-pura masih lupa ingatan. “Pasta saja ya, aku kurang mahir masak.” Jawabku sekenanya. “Ya sudah, nanti kita masak berdua. Ambilkan pastanya, aku mau ambil daging dan ayam.” Baru saja satu kali melangkah aku langsung menahannya. “Jangan babi, aku tidak suka.” Ia mengacungkan jempolnya lalu aku mulai mengambil bahan-bahan lain.

“Sampo, susu, sabun, tissue, lotion, pembersih kamar mandi dan lantai, sabun cuci piring, ditergen, sudah semua kan? Gak ada lagi yang kelupaan?” aku berfikir sebentar. “Roti?” Key ikut berfikir. “Ah Jonghyun hyung tidak suka roti, percuma tidak akan ada yang makan.” Ya ampun Key, kau ini tidak tahu ya kalau aku suka roti? Taemin juga, kami selalu rebutan roti terakhir tauk! Siapa bilang tidak akan ada yang makan? “Itu, mau ambil sup yang mana So?” aku berfikir sejenak dan memilih sup jagung dan sup daging. Setelah membayar Key menyerahkan kantong plastic yang berisi sayuran dan sup sedangkan plastic yang berisi botol-botol atau barang berat lainnya ia yang bawa.

“Sini aku bantuin satu.”

“Gak usah, cewek yang enteng aja. Ayo, udah mau jam 9 ini.” Ia kembali menggandengku dengan tangan kirinya karena tangan kanannya menenteng 3 plastik berat sekaligus. Aku jadi teringat waktu aku baru pindah aprtement dan Minho adalah satu-satunya orang yang membantuku memindahkan barang-barang berat. Tapi waktu itu Minho malah memaksaku untuk duduk di kursi dan membiarkannya mengangkat barang-barang tersebut sendirian dari lantai satu ke lantai 5, pengecualian untuk barang seperti sofa, kursi atau semacamnya karena untuk barang itu pegawai toko yang membawa. Yang aku maksud di sini kardus-kardus barang-barang seperti baju, buku, peralatan makan yaahh semacam itu lah.

 

***

 

Pagi ini aku memilih untuk kesekolah sendiri dengan bus seperti anak-anak sekolahan lain, habisnya pagi ini untuk mengantarku saja pakai rebutan segala. Bukan.. bukan mereka ingin mengantarku tapi karena mereka sedang malas jalan sendiri jadi mereka ingin nebeng satu mobil denganku. Tapi mobilku dan Key kan sedan, jadi tidak muat kalau mengangkut mereka semua apalagi di tambah supir jadi aku memutuskan supaya kami semua berangkat sendiri-sendiri.

“Pagi!!” aku menoleh dan langsung tersenyum pada pegawai supermarket di dekat halte yang selalu dapat sift hari senin itu. “Hyeo So ada hot news!” kalau dia sudah bilang begitu berarti hot news nya berhubungan dengan ku atau Key atau SHINee. Aku menyebrang lalu menghampiri supermarketnya, ia langsung menyodorkan sebuah surat kabar yang memajang foto seorang laki-laki dan perempuan di headline.

“Kamu kemarin belanja bareng Key kan?” aku mengangguk sambil berusaha konsen membaca koran tersebut. “Itu, kalian ngebersihin gossip yang kemarin sempet muncul.”

“Hah?”

“Iya.. waktu kamu masuk rumah sakit itu, sempet ada berita heboh. Aduh siapa ya.. Shina namanya, dia di tuduh ngelakuin macem-macem ke kamu dan orang-orang banyak yang berasumsi dia orang ketiga di antara kalian. Apalagi kalian berdua belakangan ini jarang keliatan berdua, orang-orang semakin berasumsi yang aneh-aneh jadi begitu ada foto itu kemarin kesebar di internet citizen langsung percaya kalau hubungan kamu sama Key tetep baik-baik aja.” Oke oke.. sejauh ini aku belum bisa menangkap dengan jelas ada apa sebenarnya, tapi ya sudahlah gossip nya kan sudah bersih.

 

&&&

 

“Shina! Kamu ini kenapa sih?” Key menahan lengkah Shina. “Bukan urusan kamu!” Shina mendorong Key yang menghalangi jalannya. “Tunggu! Jelas urusanku dong! Aku sapa kamu melengos, aku ajak ngobrol kamu cuek. Aku salah apa? Marah sama aku?”

“Kenapa juga harus marah?”

“Makanya jawab, kamu kenapa?”

“Di bilang bukan urusan kamu!”

“Sekarang ini jadi urusanku!”

“Jadi urusan kamu? Atas dasar?” Shina menaikkan alis kirinya. “Atas.. engh… ya karena aku perduli sama kamu!” Shina memicingkan matanya. “Kamu gak pantes perduli sama aku! Emang kamu siapa?” Key menelan ludah bingung ingin menjawab apa. “Kenapa? Bingung? Bagus!” Shina mendorong Key lalu meninggalkan Key yang semakin bingung harus melakukan apa.

“Ck! Shina! Tunggu!!” Key mengejar Shina lalu menarik lengannya, tapi ternyata Key masuk perangkap Shina. Shina mencium bibir Key di depan murid-murid, tapi berkat otak pintar Shina semua orang mengira Key menarik lengan Shina dan menciumnya.

Dengan penuh emosi Key menyentakan tubuh Shina ke belakang. “AKU PUNYA ISTRI! KAMU ITU APA-APAAN SIH?!” bentak Key geram. Murid-murid yang sedari tadi memperhatikan dengan mata terbelalak kini semakin terbelalak begitu mendengar Key membentak dengan suara sangat lantang untuk pertama kalinya. Tanpa bicara dan tanpa perduli dengan anak-anak lain yang mulai berkasak-kusuk Key menarik Shina dan menyeretnya ke tempat sepi.

“Sekarang jelasin maksud kamu ngelakuin hal tadi di depan anak-anak apa?” tanya Key dengan nada menahan marah, rahangnya mengertak dan kedua tangannya mengepal keras. Bukannya menjawab, Shina justru menangis dan membuat kepalan tangan Key perlahan melunak.

“Aku capek kayak gini terus Key! Aku itu pacar kamu, dan kenapa sekarang aku malah terkesan sebagai orang ketiga? Harusnya Hyeo So yang orang ketiga. Aku tahu dia cewek baik-baik! Aku tahu dia ramah sama semua orang, bersahabat, mandiri, dewasa, aku tahu dia cewek idaman kamu. Dibandingkan aku, cewek ke kanak-kanakan yang manja, gampang ngambek, labil, nyebelin! Tapi aku pacar kamu! Dan dia cuma istri yang nikah sama kamu tanpa cinta! Kenapa sekarang kamu lebih menghargai dia? Kenapa? Kamu suka sama dia? Kamu cinta sama dia? Terus aku? Aku apa?! Aku ini kamu anggep apa?! Mainan?! Harusnya Hyeo So yang ada di posisiku, tapi kenapa jadi aku yang harus ngerasain semua ini?! Kenapa harus aku yang ngalamin semua ini Key?!” tangis Shina semakin menjadi-jadi, dan sukses membuat Key jadi merasa sangat bersalah sekarang.

“Hhhh.. aku…hhh… mianhaeyo.”

“Maaf terus! Aku udah bosen denger kata maaf dari kamu! Gak ada guna! Kamu gak pernah berubah! Aku butuh Key yang dulu selalu setia sama aku! Aku gak butuh Key yang sekarang! Banyak tingkah! Sekarang pilih, Aku atau Hyeo So?!” Key terdiam, kenapa wanita selalu memaksanya untuk memilih. Ia tahu bahwa kedua gadis ini ada di hatinya, dia masih belum bisa memilih satu di antaranya. Tidak, tidak sekarang.

“Jawab Key!!! Aku atau Hyeo So?!”

“Hyeo So. Kamu yang minta aku milih sekarang.” Key berbalik dan berlalu sedangkan Shina kembali menangis meraung-raung. ‘Shina.. kalau aja kamu tahu, aku juga sakit nyakitin kalian berdua kayak gini. Tapi aku bersumpah aku belum bisa mutusin satu di antara kalian berdua, belum bisa dan sepertinya gak akan pernah bisa. Tapi hari ini kamu maksa, dan Hyeo So lah yang saat ini ada di hati aku.’ Key membatin, berusaha tetap berjalan tegap meninggalkan gadis yang kini menjadi mantan kekasihnya itu. Hubungan yang mereka jalin selama 4 tahun, kini berakhir sudah.

Cinta itu tidak mudah.

 

***

 

“So?” panggil Key sambil mengenakan sandal rumahnya. “So~? Hello? So kamu belum pulang?” Key celingukan mencari sosok istrinya, ia naik ke lantai dua masih berusaha mencari Hyeo So. Tiba-tiba pintu toilet terbuka dan Hyeo So keluar dengan mata sembab.

“Hey Hyeo So wagureoyo?” Hyeo So menatap Key nanar selama beberapa detik lalu mengacuhkannya. “So ada apa? Kamu kenapa? Nangis?” tanya Key khawatir lalu memegang pundak Hyeo So. “Menurut kamu?!” tuding Hyeo So. “Nangis kenapa?” tanya Key lagi masih dengan nada khawatir. “Kamu nanya?” Hyeo So menaikkan alis kirinya membuat Key jadi menaikan alis dengan bingung. “Kamu gak sadar?!”

“Oke, kali ini aku bener-bener gak ngerti. Kenapa tiba-tiba kamu kayak gini padahal tadi pagi kita fine. Kenapa kamu nangis dan kenapa kamu nyalahin aku atas air mata kamu?”

“Pikir aja sendiri!” Hyeo So menepis tangan Key dan langsung berjalan masuk ke kamarnya, membanting pintu dan menguncinya. “So! Sumpah aku gak ngerti kamu kenapa, Hyeo So! Hyeo So buka pintunya! So!” seru Key sambil menggedor-gedor pintu. “Hyeo So kalau kamu diem aja aku gak akan ngerti kesalahan aku apa, Hyeo So please! We just need a better communication! Hyeo So!” tiba-tiba pintu di buka, Hyeo So sudah rapih dengan mantel melekat di tubuhnya.

“Minggir!” Hyeo So mendorong keras tubuh Key lalu keluar dari kamar sambil menyeret koper. “Bagus! Sekarang apa lagi?” Key memutar bola matanya. “Hyeo So tunggu!” Key mengejar Hyeo So yang menuruni tangga dengan terburu-buru. “Hyeo So!”

“Lepas! Aku udah capek hidup sama kamu!”

“Hah? Hyeo So jelasin dulu!” Key berkeras menahan Hyeo So. “Harusnya tuh kamu yang ngejelasin! Apa maksud semua perlakuan kamu, kamu mau mainin aku?! Iya? Bilang! Aku harus bilang berapa kali? Aku capek kayak gini terus, mau kamu itu apa?! Kalau kamu memang bersikeras untuk tetap jadi pacar Shina silahkan! Kalau kamu memang mau kita cerai, oke! Dalam waktu dekat aku akan menggugat cerai kamu, atau kalau kamu gak sabar aku bisa kok ke pengadilan dan ngajuin perceraian besok!”

“Hyeo So! Aku sama..-”

“Cinta? Kamu bilang kamu cinta sama aku? Cih! Semua kata dan kalimat yang keluar dari mulut kamu itu dusta doang! Aku nyesel ngotorin bibir aku dengan nerima ciuman dari kamu! Detik pertama kamu bilang cinta aku detik berikutnya kamu lari ke Shina bilang cinta dia. Detik pertama kamu nyium aku dan detik berikutnya kamu nyium Shina. WOW! Hidup kamu kayaknya penuh kenikmatan, bergelimpangan cewek di mana-mana!”

“Demi tuhan Hyeo So! Kamu ini apa-apaan sih?!”

“Kamu yang apa-apaan! Mendingan sekarang kamu lepasin aku, kamu puas kan ngeliat aku pergi dari sini? Aku juga udah muak tinggal serumah sama manusia yang gak punya rasa menghargai sama sekali kayak kamu! Dan demi tuhan aku nyesel nyium kamu!” sejurus kemudian sebuah tamparan untuk pertama kali seumur hidup mendarat di pipi mulus Key dan kini memberikan bercak merah.

“Oke kalau itu mau kamu! Sana pergi dari sini sejauh mungkin! Aku sama sekali gak akan pernah mengharapkan kamu balik ke rumah ini lagi! Jangan pernah ngijakin kaki di sini! Dan bahkan aku akan ngajuin perceraian detik ini juga!”

BRAK!

 

***

 

“Ya Kibum! Ya Kim Kibum berhenti!!” Onew langsung berlari dan menahan Key yang hendak menghancurkan perabotan di atas meja. “Micheoso?! Key sadar!”

“Lepas hyung! Rasanya hidupku benar-benar tidak berguna hyung! Kenapa terlalu banyak cobaan di dunia?!” Key merancau dengan air mata yang berlinang deras, emosinya labil.

“Kibum tenang dulu! Membanting barang-barang gak akan nyelsain masalah, sekarang kamu duduk dulu!” dengan paksa Onew mendudukkan Key di sofa, Onew jadi ikut merasa tersakiti melihat member SHINee yang sudah di anggapnya adik ini frustasi. “Aku bisa gila kalau terus kayak gini hyung, emangnya mereka pikir cuma mereka berdua yang stress? Aku juga hyung!”

“Ada masalah apalagi sih sama kalian bertiga?” Key berusaha menenangkan diri. “Damn hyung! Tadi begitu aku pulang tiba-tiba aja So marah, dia ngamuk dan nuduh aku sebagai penyebabnya. Aku udah berusaha sabar nanyain masalahnya apa, tapi dia malah masuk ke kamar dan ngunci pintu. Beberapa menit kemudian dia keluar sambil nyeret koper, aku berani sumpah aku gak tahu kesalahan ku kali ini apa. Tapi yang pasti dia nampar aku dan bilang mau cerai! Bayangin dong hyung, bahkan umma ku belum pernah nampar aku! Brengsek! Siapa sih yang gak marah di tampar tanpa tahu salah apa? Akhirnya aku kelepasan ngusir dia, aku tahu harusnya aku nahan dia tapi aku juga kesel!”

“Terus?” Key menarik napas dan kembali melanjutkan. “Dan semua jadi jauh lebih brengsek begitu aku ngeliat foto-foto berserakan di lantai dekat sofa ini!” Onew yang penasaran langsung celingak-celinguk mencari foto-foto yang di maksud. “Hah?! Gila! Pantesan aja Hyeo So marah.” Pekik Onew kaget begitu melihat foto tersebut.

“Aku bersumpah hyung bahkan itu bukan kemauan aku nyium Shina, demi tuhan! Itu lebih kayak jebakan dari Shina, dia marah sama aku dan aku cuma berniat nahan dia dan tiba-tiba aja dia nyium aku. Kalau dalam foto emang terkesan aku narik tangan dia dan nyium dia dengan sengaja. Tapi sumpah enggak! Dan sekarang aku bener-bener ngerasa bersalah sama Hyeo So, bukan atas foto ini tapi karena ngusir dia dan bilang akan cerai dia detik ini juga. Andaikan aku sadar ini salahku aku pasti rela dia mau nampar atau bahkan nusuk aku pakai pisau. Argh damn it!” Key memukul kepalanya dan bulir air mata kembali mengalir.

“Key~.” Onew menghela nafas, merasa bersalah tidak bisa membantu adiknya yang ia bisa lakukan saat ini hanya mencoba menenangkan Key yang sedang labil dengan merangkulnya sebagai seorang kakak. “Coba berfikir dengan kepala dingin, bukannya nyalahin yang udah berlalu tapi kamu harusnya cari jalan keluar nya. Apa yang bakal kamu lakuin setelah ini.”

“Aku akan cari tahu siapa orang yang ngirim foto ini, dan aku bakal ngehajar dia habis-habisan. Berani-beraninya dia ngehancurin hubungan kita!” tutur Key yakin. “Gimana kalau ternyata itu orang deket kita?” Key menatap Onew sejenak. “Maksud hyung Minho?”

“Ya enggak lah! Yang ada Minho bakalan ngehajar kamu habis-habisan kalau sampe dia tahu kamu nyakitin Hyeo lagi. Cara semacem ini gak akan terlintas di otak dia deh, dia itu tipikal yang langsung nyelsain secara jelas dan terbuka. Kalau dia tahu kamu nyium Shina setelah nyium Hyeo So gak perduli latar belakangnya dia pasti langsung nyamperin kamu dan ngehajar kamu di tempat. Untung-untung cuma masuk UGD atau koma 2 bulan, kalau sampe mati? Maksudku tuh bukan nuduh orang deket tapi gimana kalau ternyata orang deket yang kita kenal yang ngelakuin ini?”

“Ya tetep aku hajar lah! Tapi gimana cara aku cari tahu ya?”

“Kerahin lah itu orang-orang appa mu, suruh mereka cari tahu kalau perlu sewa detektif.” Keduanya saling bertatapan selama beberapa detik lalu Key menyeringai. “Tapi tunggu, kamu harus jelasin ke aku hubungan kamu sama Shina gimana sekarang.” Aaahh mendengar pertanyaan Onew rasanya beban Key bertambah sekarang. “Kita udah putus, baru aja tadi putus. Rencananya aku mau bilang ke Hyeo So kalau aku sama Shina udah putus tapi dia keburu marah. Dan sekarang aku bakalan jadi cowok paling sial sedunia kalau sampai Hyeo So gak mau balik sama aku dan Shina juga sama. Aku gak dapet salah satu dari mereka berdua.”

“Itulah balasan buat orang yang serakah Key. Aku gak nyalahin kamu, kalau aku ada di posisi kamu sih aku juga pasti bingung. Gimana enggak? Mereka berdua sama-sama cewek baik, cuma Shina emang lebih ambisius sedangkan Hyeo So pekerja keras. Shina perduli sama orang-orang, Hyeo So rajin, Shina pinter, Hyeo So berwawasan luas. Aku juga pasti berharap mereka adalah satu orang yang sama. Jadi kalau misalkan sekarang mereka berdua bener-bener ninggalin kamu, ya udah terima aja ini sebagai takdir kamu.”

“Tapi..-“

“Sekarang tentuin dulu mana yang mau kamu ajak bicara, maksudku untuk balikan?” Key terdiam. “Masih gak bisa milih juga? Ya ampun Key!!!! Dasar playboy cap ketek!”

 

&&&

 

“Cuma ini?” Kira dan Jo Shi mengangguk serempak. “Waktu itu dia cerita kalau habis acara pementasan dia, Key nyatain cinta nya. Awalnya dia marah karena Key gak nepatin janjinya ngajak dia ke Thailand tapi begitu Key nyatain cinta Hyeo bilang ke kita sih di hari dia cerita dia mau ngasih jawaban ke Key.”

“Iya, dia udah yakin sama jawabannya. Dan tiba-tiba pas dia buka loker ada amplop ini, awalnya kita gak tahu ini apa tapi yang pasti itu bikin Hyeo So lepas control. Dia jalan keluar sambil penuh emosi dan begitu dia satu langkah keluar dari gerbang sekolah… Hyeo So ketabrak mobil, jedanya mungkin gak sampe satu detik begitu Hyeo So keluar dari gerbang.” Sambung Jo Shi.

“Kok aneh ya?”

“Kita juga ngerasa aneh, tapi emang yang kita berdua temuin cuma foto ini. Lecek dan rusak karena di remas terus di injek sama Hyeo So. Kita juga bingung apa yang salah sama foto ini sampe bikin Hyeo So semarah itu.” Timbal Kira. “Eunhyuk hyung tahu soal ini?” Jo Shi langsung mengangguk yakin. “Justru Eunhyuk oppa duluan yang ngajakin kita nyari tahu ada apa. Begitu nemu foto ini dia cuma bilang jangan bilang ke Minho, pokoknya jangan sampe Minho tahu soal ini dan segala macamnya.” Jawab Jo Shi. “Tunggu! Jadi sekarang yang tahu tentang hubungan mereka berempat itu kalian berdua, aku sama Eunhyuk hyung?”

“Iya, terus kata Eunhyuk oppa dia ada di pihak Minho. Kalau kita berdua kan emang udah jelas ada di pihak Hyeo So. Berarti Jonghyun oppa pihak tengah yah?” Jonghyun mengangkat bahu menanggapi pertanyaan Kira. “Tapi… eh gak jadi deh.”

“Kalian berdua kenal Jun?” keduanya mengangguk serentak lagi. “Nah itu, aku tadi mau ngomong. Aku agak-agak mencurigai Jun, gak tahu karena apa tapi insting aku selalu bilang untuk waspada terhadap Jun.”

“Curiga sama Jun?” dan untuk kesekian kalinya keduanya mengangguk bersamaan.

 

&&&

 

“Hyeo So… ini udah satu jam, berhenti nangis nanti mata kamu semakin bengkak.” Hyeo So masih tetap meringkuk di atas jok mobil Jun sambil menangis. “Hyeo, aku emang tidak ngerti apa yang kamu rasain sekarang. Tapi tolong berhenti nyiksa diri sendiri kayak gini, aku jadi ikut merasa bersalah.”

“Enggak, ini b-bukan hh.. salah k-kamu.” Ucap Hyeo So terisak. “Sekarang kamu cerita ke aku apa masalahnya, setidaknya beban kamu jadi sedikit terbagi.”

“A-aku… aku terlalu kecewa sama Key, aku bener-bener capek jadi istri Key aku mau semuanya berakhir sekarang. Aku mau cerai sama Key! Aku muak hidup sama Key.”

“Jangan!” seru Jun reflek. “Kenapa? Apa iya aku harus terus menerus jadi boneka Key?”

“Bukan, bukan gitu. Tapi… tapi kalian itu pasangan muda terbaik, bukan bukan… apa kata media massa dan masyarakat terutama shawol kalau kalian berdua cerai. Kamu yakin siap menghadapi reaksi dari para shawol anarkis? Gimana kalau kamu di hajar mereka? Gak! Gak akan aku biarin kamu kenapa-kenapa. Dan lagi, kamu gak punya bukti untuk menuntut cerai Key. Apa alasan kamu cerai sama dia? Persidangan juga gak sembarangan, harus ada bukti konkret supaya kasus kamu di setujui pihak pengadilan.”

“Ada! Aku punya bukti, foto-foto Key sama cewek lain!”

“Mana?” Hyeo So terdiam. “Sial! Ketinggalan di rumah!” gerutu Hyeo So. “Seberapa kuat buktinya? Kita bisa ambil nanti.” Hyeo So menghelas nafas. “Sangat kuat! Itu foto Key ciuman sama cewek lain.” Jun tersentak tapi ia memilih untuk diam di banding membuat Hyeo So semakin sedih. “Aku anterin pulang yuk, udah sore banget nih.”

“Aku mau ke apartement aja.”

“Ok.” Mobil Jun pun mulai melaju menyusuri jalan-jalan besar kota Seoul. “Itu, apartement ku 2 blok di depan.” Mobil Jun memasuki lahan parkir apartement yang lebih seperti kavling tersebut. “Aku bantuin kamu bawa koper ya.” Hyeo So mengangguk, lalu keduanya berjalan masuk dan naik ke lantai 5. “Wow, masih rapih yah.”

“Kadang aku mampir ke sini buat beres-beres. Taruh aja mantel kamu di sofa, aku mau ke toilet dulu ya.” Hyeo So melepas mantelnya, meletakkan tas dan ponselnya di meja.

*Drrtt dddrrrttt…*

 

From : ♥Kiki Bummie♥

We have to talk.

Oh pleaseeeee… Hyeo So, aku tahu aku salah. Kita bener-bener harus bicara. Ne-il shee-gahn issuh-yo? *besok kamu ada waktu?*

 

Reply

 

To : ♥Kiki Bummie♥

Up-suh-yo. 5 hari lagi, Gwangan bride. 07.00 pm.

 

Message sent

 

From : ♥Kiki Bummie♥

Hah?! Gak kurang jauh?

 

To : ♥Kiki Bummie♥

Take it or leave it?

.

To : ♥Kiki Bummie♥

Ok ok jam 7 ya? Sip!

Saranghae~

 

Mark Several

 

Delete All Marked Conversation

 

TBC

***

P.S: Oke, mungkin part ini agak2 apa banget yah? Sorry. Makasih sebelumnya atas komen kalian, lagi lagi aku minta maaf gak bisa bales satu-satu. Aku bales komen mayoritas aja ya? Ada yang bilang ceritaku jadi terkesan konfilknya di panjangin? Iya! Iya banget! Tapi aku gak sengajaaaaaa… konflik utama itu Jun tapi aku malah jadi konsen ke konflik Minho – Hyeo So – Key. Ada yang bilang FF ku kayak sinetron? Setuju! Banget! Kepanjangaaaaannnn >.<!! Aku aja capek yang bikin, aku rada gak konsen bikinnya karena focus sama UN jadi malah makin acak-acakan T.T. Tapi aku janji sumpah deh ya, part 30 TAMAT! Konflik Jun selesai part 26-27 kalo gak salah. Ada juga yang bilang FF ku berantakan, ada bagian-bagian yang gak jelas dll. Yaaa gimana ya? Aku pikir ada beberapa bagian yang kalian tanyain yang kalau kalian baca ulang tuh jawabannya terisrat (halah). Seriusan, tapi kalau ternyata kalian kurang bisa ngeliat sesuatu yang terseriat itu aku usahain bikin yang jelas aja deh. Maaf ya teman-teman~ T.T

Ada juga yang bilang part 16 – 23 ngebingungin, oke aku setuju! Memang aku sendiri aja bingung L. Ada yang nanya nih kenapa tiap ada apa-apa sama Hyeo So curhatnya ke Jonghyun terus? Yang Hyeo So tahu itu kan, di SHINee yang tahu tentang hubungan dia sama Minho cuma Jonghyun. Kenapa gak curhatnya sama Key atau Minho aja? Gimana dia bisa curhat ke Key atau Minho kalau yang mau di omongin justru mereka berdua? Sama aja kayak kamu naksir cowok, gak mungkin dong kamu curhat sama cowok itu kalau kamu suka sama dia? Ya kan?? Udah kejawab belum sekarang ^^, kalau belum coba aku cari alasan lain yanglebih bisa di terima dan lebih terkait dalam FF ini.

Sekali lagi, jangan bilang FF ku keren karena nyatanya FF ku sangat berantakan. Aku malu >///<, lebih baik kalian jadi flame yang membangun deh ya J jangan jadi flame yang memancing flame war. Aku gampang panas soalnya hahaha jadi mood2an, kalau baca komennya pas gak mood bisa bête sampe 2 hari oohohohoho. Tapi makasih banyak yang udah rela bilang FF ku bagus supaya aku gak sakit hati, aku menghargai itu. Bahkan yang mujinya tulus juga, makasih banyak teman-teman. ILU !!!

111 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 24

  1. Annyeong~ sya reader baru d sini~ ^^, hehe aq bca dr part 1 ampe skarang,, t’kadang agak bgung, lucu, gemes, bagus…bgt,,*heleh…* daebak dech bwt author nya,, te2p lanjut yah~ sm0ga endingnya sama key~

  2. Wuaaaaaah ~ part selanjutnya ~!! i need next chapter! *excited kyk orgil*
    Bwt authorny, bagus banget lhoo ff ny! Aku ngefans! ff ini bagus d jadiin drama aja.. :3
    trs lanjutin dan beri yg terbaik utk reader ya! Fighting..!!! ;D

  3. Ehmm.. ngomong apa yah?? bingung aku..

    FF nya terlalu panjang, ditambah aku cenderung bingung apalagi pas perjanjiannya itu lho.. sumpah bingung banget sebingung-bingungnya.. (ngomong apa aku ini??)

    tapi aku suka sama alur ceritanya, meski panjang tapi enggak ngebosenin..

    keep writing author!! ^^,,

  4. Lanjud lanjud lanjud
    hmm,aq mhon mhon dgn sgt,HYEO SO JDI NA MA KEY jgn ma minho ^_^
    cz dr awl crta aq dah co2k ma krktr key dbndg minho
    hehehe #plak
    next chap jgn lma2 yua ^_^

  5. author, maaf sebelum’x. ak rasa sdkt mbingungi, bikin bingung. trs, bwt kata2’x jgn terlalu sulit author, biar nggak bingung. hehe🙂
    tp jgn trll serius buat ff ini author, kata sampean –a kata author sendiri, bentar lg mw ngadepi UN. fighting deh ^^
    ak bkn reader baru, udh lama. tp baru berani komen skrg. takut’x nanti sedikit nyinggung perasaan🙂 maafkan saya

  6. hai hai, saya reader lama tp baru komen skrg. maaf kan saya, hehe ^^
    ak udh bc dari part 1 sampe part ini. bagus author cerita’x. ak suka. ada sedikit saran, buat kata2’x jgn susah2. coz ak ini org yg gampang bingung (apa hubungan’x, coba?), hehe. trs tanda baca’x juga mungkin yg sedikit bikin bingung. gomawo mw membaca komen saya yang super panjang ini, hoho😀

  7. JUN sm SHINA itu APA APAAN sih??
    Aarrrggggghhhh ┌П┐(►_◄)┌П┐
    Ngacaaauuu !
    Mampusin aja tu 2 org !
    Wkwkwkkaa.
    Mian..mumet nih :p

    Sbnrny yg drtd yg rada bingung pas bca FF ini adlh…… Gmna Jonghyun bsa tau klo Minho sm Hyeo So pcaran? =_=”a
    Halaaahh”~~ =o=/

    Tp…
    Tak apa!!
    Ttp DAEBAK !! xD

  8. waduuh..
    makin berantakan aja hubungan key sama hyeo so

    aku yakin, pasti yang selama ini ngirim foto foto itu Jun
    bener gak tu thor?

    apa ni rencana Jun selanjutnya?
    Pake ngajak key ketemuan lagi
    semoga aja key gak diapa-apain

  9. apa bkl sesuai rencana jun ya?
    tp lucu jg sama kata2 onew: dasar playboy cap ketek! haha
    itu eunhyuk bantu nyelidikin kah?
    aaa, kaya benang kusut perasaan, pengen cepet lanjut!

  10. duh…ceritanya kurang panjang nih……?????
    aku baca dari part 1 lho *bangga*
    untung,ceritanya rame…..sama konfliknya ga ngebosenin
    lanjut ah..ga sabar endingnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s