Taeminnie Love Story – Part 2

Title                             :           [Sequel #2 Taeminnie Love Story] Taemin Hilang!

Author                         :           Achiiey_Linda

Main Cast                    :           Taemin SHINee – Hyorin

Support Cast               :           Jonghyun SHINee, Minho SHINee

Length                         :           Sequel OneShot

Genre                          :           Fluff, Friendship, Romance

Rating                         :           General aja lah…

Summary                     :           Babyku… Menghilang tiba-tiba… Kalian melihatnya??

A.N                             :           Udah pernah di post di wonderfanfiction.wordpress.com dengan judul yg sama dan author yang sama… mungkin ada yang udah pernah baca?? Yang belum pernah… Hayuk di baca dulu… Trus komen!^^

[sequel #2 Taeminnie Love Story]

Taemin Hilang!

By : Achiiey_Linda

Aku merasa dia sedang memikirkanku. Tetapi mengapa tidak menghubungiku? Ah, tidak. Ini hanya pikiranku saja. Hanya pikiran bodohku saja. Kim Hyorin, sebaiknya kau selesaikan pekerjaan rumahmu, dan pergi tidur! Ini sudah malam!

***

Sudah pukul 8 pagi, dan dia belum muncul juga? Apa dia bangun kesiangan lagi? Atau dia sedang sakit? Tuhan… Jangan sampai terjadi sesuatu dengan Taemin… Jaga dia, aku mohon…

***

Aku mencari ke kelasnya. Tetapi dia tidak ada. Aku menanyakan kepada temannya, mereka bilang Taemin hari ini tidak masuk sekolah tanpa surat ijin. Dimana dia? Aku semakin tidak tenang. Lee Taemin, kau dimana?

***

Kata Jonghyun dia tidak datang training hari ini. Oh Tuhan… Mengapa hari ini dia tiba-tiba menghilang? Ponselnya tidak aktif. Aku sudah mencarinya di ruang kesenian, tidak ada. Di atap, tidak ada. Jangan tanyakan dimana lagi, karena aku sudah mencari ke semua tempat yang sering didatanginya. Kami sudah menjadi teman sejak kecil, kau ingat?

Terkadang aku bingung dengan Taemin. Memang benar dia lebih muda dariku, tetapi kadang dia seperti seorang kakek-kakek. “Noona, kau akan ke sekolah menggunakan sepatu kotor itu? Cepat ganti!” atau “Noona tidak pandai memadukan warna. Lihat, biru muda dengan hijau muda? Aish… Darimana kau dapat ilmu itu?” atau “Noona, masakanmu tidak enak. Bagaimana aku bisa betah di rumah jika nanti kita menikah?” sebenarnya dia pacarku atau kakekku sih?

Kadang, dia terlihat seperti anak kecil berumur delapan tahun. Jika aku sedang marah, dia akan segera memamerkan tampang aegyo-nya kepadaku. Jika aku sedang kesal, dia akan segera menyanyikan ‘Gom se mari’, menirukan Song Hye Kyo di drama Full House. Gom se mari ga han chibeyiso~ appa gom, omma gom, aegi gom~ Appa gommun tungtunghae~ omma gommun nalshinhae~ aegi gommun na bulgwiyowo~ hishuk hishuk charhanda~

Dia menirukan beserta tariannya juga. Bagaimana aku bisa tetap kesal? Dia sungguh menggemaskan. Seketika itu juga aku akan tertawa, melupakan kekesalanku.

Dan sekarang, Taemin yang sering membuatku tertawa itu, menghilang. Tanpa kabar. Entah kemana.

***

Ibu Taemin bilang sejak kemarin dia tidak pulang ke rumah. Beliau terlihat sangat khawatir. Bayangkan. Jika kau dianugerahi buah hati seperti Taemin dan tiba-tiba menghilang, tidak pulang ke rumah. Seperti itulah kurang lebih keadaan ibu Taemin saat ini.

Aku pulang ke rumah dengan tangan hampa. Informasi satu pun tentang Taemin tidak ku dapatkan. Ku coba menghubungi ponselnya lagi, nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar servis area. Cobalah beberapa saat lagi. Aku merebahkan tubuhku ke kasur. Menutup wajahku dengan bantal. Berharap ketika aku bangun nanti, Taemin sudah berada di sebelahku, memelukku yang sedang tertidur.

Taemin-ah, mianhae. Bukan karena aku tidak khawatir. Aku sangat-sangat khawatir! Tetapi aku mengantuk. Badanku pegal-pegal karena pelajaran olahraga tadi aku harus bertanding melawan Minho yang jago basket itu… Aish… menyebalkan! Kami bertanding basket man to man. Jelas saja aku yang kalah! Berjanjilah kepadaku, Taemin-ah. Saat aku terbangun, kau sudah berada di sampingku. Arasseo?

***

Gedebug!

“A..aaaaaa…. omma~ appayo…” Aish… aku terjatuh dari atas kasur. Tanganku mengusap-usap kepalaku yang terbentur lantai kamarku. Ada benjol kecil ~.~

“Omo! Jam berapa sekarang?” aku segera bangun dan melihat jam.

“Mwo?? 23.55?? TAEMIN!!” aku melihat kamarnya dari jendela kamarku. Kebetulan sekali (atau sengaja dibuat kebetulan?) jendela kamarku lurus dengan jendela kamar Taemin. Hal ini memudahkanku berkomunikasi dengannya. Cuma membuka jendela kamarku saja, kemudian melemparnya dengan kerikil kecil yang sudah kusiapkan untuk hal-hal darurat. Kami sering melakukannya hingga larut malam.

Lampu kamarnya menyala! Apakah Taemin sudah pulang?

Aku mengambil kerikil persediaanku, lalu melemparkan ke jendela kamar Taemin. “Ya, Taemin-ah… Buka jendelanya…” suaraku pelan, hampir tak terdengar. Ini sudah malam, aku tau itu.

Lama sekali, tidak ada jawaban. Aku mengambil kerikil lagi.

Pletak!

“Aaaaaaaa…..”

Ups….

“Noona, tidak cukupkah kau memukul kepalaku setiap hari? Sekarang kau melempar kepalaku dengan kerikil! Besok, apa lagi?”

Aku meringis. “Kekeke~ salah siapa kau tidak segera membuka jendelamu!”

“Aku mengantuk, noona. Ini sudah malam. Tidurlah.”

Dia hampir menutup jendelanya.

“Chamkkan! Taemin-ah! Darimana saja? Kau membuatku khawatir!”

Taemin hanya menangguk. “Besok saja ya? Aku mohon, noona. Aku mengantuk sekali.” Dia hampir menutup jendelanya lagi.

“Ya! Taemin-ah!” tanpa ku sadari aku berteriak.

“Sssssstttttttttt….. omma dan appa ku bisa terbangun mendengar suaramu itu!”

Aku menutup mulutku. “Mianhae…”

“Sudahlah, tidur saja, noona. Tidak baik seorang perempuan tidur malam-malam! Mempengaruhi kecantikanmu… Jika kau tidak cantik lagi, aku tidak mau menikah denganmu!”

Aish… Sifat Taemin yang seperti kakek-kakek muncul lagi. “Ne, haraboji…”

Sebenarnya aku ingin memberinya pertanyaan yang bertubi-tubi, tetapi ini sudah malam dan aku juga masih mengantuk. Besok saja. Setidaknya Taeminku sudah kembali dengan keadaan sehat wal afiat tanpa kekurangan suatu apa pun. Tapi, tunggu. Taeminku? Kekeke~

***

Ddok… ddok… ddok…

Aku mengetuk pintu kamar Taemin. Kata Ibu Taemin, dia pulang sekitar pukul delapan malam.

Dia membukakan pintunya. “Masuklah, noona…”

Aku diam saja. Dia tersenyum, tetapi aku tidak membalas senyumannya. Sebenarnya aku ingin sekali memeluknya dan berkata bahwa aku mengkhawatirkannya, aku merindukannya, aku tidak mau dia menghilang tiba-tiba seperti kemarin, tetapi aku malu….

“Mengapa cemberut? Ya, noona marah? Jangan terlalu sering marah. Bisa cepat tua.”

Lagi-lagi sifat itu muncul…

“Apa pedulimu jika aku cepat tua?” kataku sinis.

“Reader tidak akan menyukai kita, karena kau lebih tua dariku dan sudah terlihat tua, sedangkan aku masih sangat muda dan berjiwa muda. Mereka akan menyuruh achie_miina untuk menggantimu, dan kita tidak akan menjadi pasangan lagi. Ara?”

Aku menyipitkan mata. “Kuraeyo?”

Dia tersenyum lagi. “Apa perlu aku menyanyi ‘Gom se Mari’ dulu baru kau akan tersenyum? Kemarilah, noona. Kajja!”

Taemin menarikku. Dia duduk di depan meja belajarrnya, sedangkan aku berdiri di sebelahnya. Dia membuka laci meja belajarnya, mengeluarkan sebuah benda putih, dan memberikannya kepadaku. Benda itu lucu sekali. Aku menerimanya. Tunggu. Ini khan sama persis seperti yang ku lihat di MV Hello milik SHINee, boyband favoritku?

“Saengil Chukkahamnida… Saengil Chukkahamnida… Saranghae Kim Hyorin, Saengil Chukkahamnida… Saengil Chukkahamnida, noona…”

Aku menatapnya yang sekarang berdiri di depanku. “Kau… menyiapkan ini semua?”

Dia mengangguk.

“Karena ini… kau menghilang seharian?”

Dia mengangguk lagi.

“Andwae… Lee Taemin… kau tidak berbakat membolos sekolah hanya demi ini…”

“Siapa bilang aku membolos? Aku tidak membolos… hanya menghindarimu saja…”

Aku tidak mengerti apa yang dikatakan Taemin. “Maksudmu?”

Taemin mencubit pipiku gemas. “Aku bingung sekali ketika ingat sekarang adalah hari ulang tahunmu sedangkan aku belum menyiapkan kado. Aku sengaja mengurung diri di kamar, memikirkan kado untukmu. Aku teringat kau sangat menginginkan benda yang dipegang siapa itu? Di MV SHINee? Jadi aku berusaha membuatnya.

Pagi-pagi sekali sebelum kau bangun aku sudah berangkat ke sekolah. Ketika kau mencariku ke kelas, aku bersembunyi di bawah bangku. Aku meminta temanku bilang aku tidak masuk sekolah. Setelah itu, aku langsung pulang ke rumah. Aku tidak pergi ke tempat training karena harus menyelesaikan benda ini. Sengaja tidak ijin, karena pasti kau akan menelepon Jonghyun hyung. Kau tau, noona? Sulit sekali membuatnya sama persis seperti benda yang kau inginkan itu. Tadi malam aku begadang hingga jam setengah dua belas, baru beberapa menit tidur kau sudah membangunkanku…”

Benarkah apa yang dia katakan itu? “Bagaimana dengan omma mu?”

Dia tertawa kecil. “Ya, noona! Bisakah kau sedikit bertambah pintar? Darimana aku mendapatkan bakat entertain ini jika bukan dari omma?”

Begitu rupanya. Aku mengerti sekarang. “Jadi kalian semua membohongiku…”

“Aniyo, Jonghyun hyung tidak berbohong.”

Aku memukul pundaknya. “Kau jahat, Taemin-ah! Taukah kau aku mengkhawatirkanmu? Kau menghilang tiba-tiba! Ponselmu juga tidak aktif! Kau jahat!”

Dia menggenggam tanganku yang memukul pundaknya tadi. “Jahat, tapi kau suka kan, noona?” kemudian dia menarikku dalam pelukannya. “Mianhae, telah membuatmu khawatir.”

Aku membalas pelukan Taemin. “Gomawo, Taemin-ah. Kau ingat hari ulang tahunku rupanya. Aku akan menyimpan benda ini. Ini kado pertama darimu selama hampir 10 tahun kita bersama.”

Dia melepaskan pelukannya. “Keure? Bukankah aku sering memberikan kado?”

“Ya! Kau bilang angsa dari kertas itu kado? Kau bilang kancing bajumu itu kado? Kau bilang lolipop vanila itu kado? Aish…”

“Kekeke~ Saat itu kan aku masih kecil, noona… Sekarang aku sudah besar!”

“Benar. Sudah besar seperti seorang haraboji…”

“Ya! Apa maksudmu?”

Aku menggeleng. “Aniyo, lupakan saja.” Aku senang sekali hari ini. Taemin sudah kembali. Dia kembali dengan kado terindah darinya. Aku sangat menyukai benda yang dipegang oleh idolaku di MV Hello SHINee itu. Aku ingat pernah merengek kepada Taemin, memintanya membelikan yang seperti itu. Ternyata dia membuatnya sendiri, dan sama persis. Kau tau? Aku tidak akan menjual ataupun membuang benda ini, karena ‘harga’nya mahal sekali!

Aku sampai lupa sekarang hari ulang tahunku, aku terlalu mengkhawatirkan Taemin!

“Taemin-ah, jangan lakukan lagi…”

“Mwo? Lakukan apa?”

“Menghilang tanpa kabar. Jangan lakukan lagi…”

Dia tersenyum nakal. “Shiro! Aku suka melihatmu khawatir!”

Aku memukul kepalanya. Gemas sekali melihatnya.

“Ya! Noona, kau memukul kepalaku lagi! Kalau begitu aku juga akan melakukannya lagi!” dia terlihat kesal.

Aku mengerutkan dahi. Bingung. Dia akan menghilang lagi, begitukah? “Melakukan apa?”

“Ini…”

Cup.

[sequel #2 Taeminnie Love Story] TAEMIN HILANG! // END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


33 thoughts on “Taeminnie Love Story – Part 2”

  1. Huaaa parrah
    Taemin jail bangettt
    sampe rela relain ngumpet dikolong meja sama begadang sampe malem
    Lanjut thor !!

  2. q mau jga kdonya…
    pa lgi d ksh Taemin.. hehehehe*PLAKK..

    FF bgus…
    Lanjutkan!!*MAKSA..!!hehehe..

  3. Wah, di kirain taemin ilang beneran d culik,
    ternyata dia ngebohong toh….
    Taeminie udh gede ya, bs ngebohong demi hyorin…..
    Nice ff 🙂

  4. ga bakal Minta ganti koq Taemin….kecuali si Hyorin beneran jadi nenek-nenek, hehehe!
    Astaga! Si Taemin berani amat ya! Nyium orang ga pake pemberitahuan dulu! Langsung nyosor!! Yah, ga pa-pa deh Taeminnie…yg jelas FF-nya seru!! ;-D

  5. kereeeennn….
    Jadi pengen punya pacar kayak taemin,,,,,,,:P *dijitak key==”

    next chap.a thooorrr…:P

  6. yaelah taem,bkin cemas aja haha 😀
    tapi so sweet jg tu usaha bkinin itu mati2n buat noona’y,kekeke~

    cie cieeee~
    apaan tu taem main nyosor2 waeeee huahaha 😀

    nice author : )

  7. waaah mw mw pnya pacar kyak taemin,,
    .mw jga dksih kdo yg kyak gt dong!!,,, mw jga dcium taemin…*readerstrees
    .taemin kakek2 imut dong… hehehe

    ff.X bgus author…
    slam kenal ya…

  8. uhuuuy!!
    iri!!!
    aku mau juga dong dibikinin kayak gituan sama Taemin bonus kissing lagi,,*_*
    *yadong*

  9. kadonya bikin sendiri ya?wahh bener2 sweet nih taemin..
    Btw, ‘cup’ itu dicium kan?ckckk anak kecil jugaa udh berani cium2 hahaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s