Become A Reality

Title                            : Become a reality

Author                        : Philiar (Lee Shadow)

Main cast                    : Nata, SHINee

Support casts              : Umma, Hanna

Type                            : One shot

Rating                         : PG-13

Genre                          : ?

Summary                   : Apakah hal itu akan terulang kembali padaku?

“Naataaaaaaa!” Pekik Umma dari luar kamar, sepertinya ini yang ketiga kali ia memanggil namaku.

Karena risih mendengarnya, aku langsung membenamkan kepala dibawah bantal. Dan tak beberapa lama kemudian, terdengar lagi suara Umma meneriaki namaku dengan nada memohon.  Akhirnya aku pun bangkit dari ranjang untuk membuka pintu.

“Ada apa sih Umma….? Ini kan hari Minggu…” Dengusku kesal sambil mengusap mata saat pintu sudah terbuka.

Kulihat Umma sudah berpakaian rapih dengan dress merahnya. Lalu ia berkacak pinggang saat melihatku menguap lebar.

“Kau ini yeoja. Jangan jadi pemalas! Dasar kebo.” Bentak Umma didepan mukaku.

Refleks aku mendongak melihat jam di dinding kamar.

“Kau lihat? Ini sudah jam 1 siang!” Serunya lagi sembari menjewer kupingku.

“Ah… lagipula aku tak ada aktivitas hari ini.” Aku mengenyahkan tangan Umma dengan cuek sambil berjalan lunglai ke arah tempat tidur.

“Tentu saja kau punya. Hari ini kau harus menjaga rumah sampai tengah malam. Umma dan Appa ingin pergi reuni SMA.”

“Apa?! Yang benar saja?! tengah malam?! Aku tidak terima! Ini diskriminasi sosial!” Jeritku histeris.

“Ne, dan jangan lupa beri Hanna makan malam.”Kata Umma lalu menutup pintu.

“Hanna?” Batinku dengan pikiran kosong. Sejurus kemudian aku pingsan di tempat.

***

Haaaaaaaaaaah, apa-apaan ini? Kurasa Umma sudah kelewat batas memberiku perintah. Bukankah Umma sudah tahu kalau aku takut sendiri?

“Argh!” Erangku sambil mengacak-acak rambut.

Lalu aku menoleh kepada sesosok makhluk kecil yang sedang bermain dengan remote televisi diatas sofa.

Yah, walaupun aku terkurung di rumah dengan bedebah kecil itu sekarang, tetap saja semua itu tidak akan merubah keadaan. Ia takkan pernah ku anggap ada untuk hari ini. Dia hanya mengganggu pemandanganku saja.

“Kyaa…” Hanna berceloteh kegirangan. Kulihat ia berhasil mengeluarkan baterai dari remote itu. Sedetik kemudian aku menyadari monster kecil itu sedang mengunyah sesuatu.

“YAA! Keluarkan itu sekarang juga dari mulutmu!” Kataku murka sambil menepuk tengkuknya agar ia mau mengeluarkan baterai yang ia kunyah tersebut.

“Akh, kau hanya menyusahkanku saja! Cepat muntahkan baterainya!” Sekarang aku membalikkan tubuhnya dengan kepala di bawah sambil memegang kedua kakinya yang mungil.

Setengah jam kemudian, setelah aku berhasil mendesaknya, akhirnya ia mau mengeluarkan baterai itu dari mulutnya.

“Iuuuh…” Aku bergidik jiji saat menyentuh benda yang penuh dengan liur itu.

***

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kulihat Hanna telah terlelap diatas lantai dengan jari kelingking di hidungnya. Mungkin orang akan mengira ia sedang mengupil, tetapi itulah kebiasaannya saat tidur. Dia memang makhluk aneh.

Hhhh, dengan kesal aku menekan tombol remote tv menggunakan jempol kaki. Ini semua gara-gara dia, andai saja ia tidak mencoba menelan baterai itu pasti remote ini akan berfungsi dengan baik. Berkali-kali aku mengganti siaran, dan akhirnya aku menemukan siaran yang sesuai dengan keinginanku.

Di dalam acara itu, terdapat lima orang yang sudah sejak lama kukagumi sedang bercakap-cakap dengan sang MC. Mereka tertawa saat sebuah lelucon dilemparkan kepada mereka.

“Aaaah… Manis sekali mereka…” Gumamku terkesima saat melihat layar televisi. “Shinee… Bersinar… Ya, mereka sangat bersinar dan tampan…” Timpalku lagi berbicara sendiri. Otakku benar-benar sudah tidak waras sekarang.

Tak lama kemudian, kamera di layar televisi tersebut difokuskan kepada Minho dan Key yang sedang tersenyum.

“Omooo… Key tampan sekali…”

***

Saat sedang asyik menonton acara itu, tiba-tiba aku baru menyadari bahwa diluar sedang hujan sejak tadi. Aku melihat ke arah jam, sudah pukul 9 malam.

Yang benar saja, sampai kapan aku terus menganggur seperti ini sampai Umma dan Appa pulang? Mereka benar-benar…

TingTong. Bel pintu berbunyi.

“Apakah itu Umma? Ah, untung saja ia pulang cepat. Aku tidak tahan lagi berdua terus dengan monster mematikan ini.”

Dengan langkah cepat aku menghampiri pintu depan. Lalu membukakan pintu sambil tersenyum bahagia.

“Akhirnya, kalian pul…” Belum selesai aku menyambut mereka, tiba-tiba aku terperangah kaget. Tak bisa berkata-kata.

“Annyeong.” Sapa orang yang berada di hadapanku. Ia memakai jaket dan berambut pirang.

Aku tetap diam. Masih terlalu kaget dengan kehadiran mereka di rumahku.

“Bolehkah kami menumpang di rumahmu sebentar hingga hujan reda? Mobil kami mogok. Kami tidak bisa membetulkannya dalam cuaca seperti ini.” Ujar seorang namja yang berambut coklat.

“Aah, ne, silahkan… masuk…”

***

“Huah, diluar dingin sekali ya Onew-hyung…” Kata orang yang berambut pirang tersebut sambil menggosok kedua telapak tangannya.

“Hm, dan aku yakin kita pasti akan telat menuju gedung KBS. Hah…” Sahut si rambut coklat yang sekarang duduk diatas sofa.

Aku telah memindahkan Hanna sebelumnya ke dalam kamarku supaya tidak mengganggu. Dan… sungguh aku pasti terlihat sangat kaku saat ini dihadapan mereka. Setelah bergumam tak jelas sendiri, kulirikkan mataku pada seorang namja berambut hitam kecoklatan yang sedang duduk diatas lantai sembari membetulkan rambutnya. Ia begitu… cool. Ya, itu Key.

“Mianhaeyo, boleh kami tahu namamu? Dan… umurmu?” Tiba-tiba seorang namja yang kutahu bernama Minho menegurku halus. Dia sedikit membuatku terlonjak kaget.

“Mmm… Nata Imnida. 17 tahun.” Aku memperkenalkan diri dengan gugup.

“Dan kalian… pasti Shinee…” Lanjutku pelan kemudian.

“Ne, Kau sudah tau nama kami masing-masing, kan?” Tanya Taemin dengan senyum terukir di wajahnya.

Aku mengangguk lalu menunduk karena tersipu. Senyumannya membuatku kehilangan nyawa sesaat. Lalu aku menoleh lagi ke arah Key, ia masih sibuk membetulkan rambutnya yang berantakkan dan basah.

“Mmmm… Apa perlu kubuatkan cokelat panas… Oppa?” Tanyaku pada Key. Aku baru ingat kalau mereka ini lebih tua dariku, kecuali Taemin. Kami seumuran.

“Andwae… Tidak usah repot-repot. Kami hanya menumpang sebentar.” Balasnya sopan.

“Ne, kami tidak ingin membuatmu repot. Kami hanya ingin menumpang sebentar.” Timpal Jonghyun.

Namun aku tak mempedulikan penolakannya, aku langsung berdiri menuju dapur membuatkan cokelat panas untuk mereka semua.

***

Yang benar saja, ini pasti hanya mimpi. Umpatku dalam hati, sambil mengaduk cangkir ketiga.

Dan saat ingin meraih cangkir ke empat, sebuah tangan terulur merebut cangkir tersebut.

“Biar kubantu ya.” Katanya mengalihkan pandanganku. Itu Taemin.

“Ah, tidak perlu, biar aku saja.”

“Tapi aku ingin membantu, ayolah…”

“Ne, terserahmu saja kalau begitu.” Akhirnya aku membiarkan ia berbuat sesuka hatinya.

Taemin membantuku mengaduk isi cangkir dan menaruhnya di atas nampan. Setelah itu, ia membawa nampan tersebut di atas tangannya.

“Ya!” Tegurku tak sengaja setengah berteriak. “Itu… biar aku saja yang bawakan…” Sambungku lagi dengan memelankan suara saat sudah menyadari perbuatanku yang tidak sopan barusan.

“Waeyo? Kau marah? Mianhae…” Ucapnya kemudian sambil menatap mataku.

“Aniyo… Aku hanya… hanya… tak tahu harus memanggilmu apa…” Aku mengaku.

Lalu ia menyeringai manis dan terkekeh.

“Haha, kau ini… panggil saja aku Taemin. Kita ini seumuran kan?” Katanya masih sambil tertawa kecil.

“Ne, baiklah… mmm… Taemin, biarkan aku saja yang membawanya…”

“Tidak mau, biar aku saja.” Ujarnya dengan sedikit sentakan sambil melangkah keluar dapur meninggalkanku yang terdiam seribu bahasa.

***

“Aigooo… kau ini baik sekali, sudah kubilang kan tak usah.” Celetuk Key saat aku dan Taemin membagikan cangkir-cangkir tersebut diatas meja.

“Itu… aku dibantu oleh Taemin kok.” Responku pelan.

“Mwo? Taemin? Ahahaha kau ini caper sekali maknae.” Ejek Jonghyun mengacak rambut Taemin.

“Waeyo? Aku hanya ingin berterimakasih padanya karena telah memberikan tempat berteduh pada kita.” Taemin memanyunkan bibirnya.

Aissshhh… Aku yang mendengar perkataan Taemin barusan langsung mematung. Ternyata ia membantuku karena hal itu, bukan karena ketulusannya.

20 menit berlalu, aku hanya terdiam di atas lantai sedangkan yang lainnya berbincang-bincang soal fans mereka. Entah kenapa aku merasa diabaikan disini. Ya… memang mungkin aku terlalu berharap banyak, tetapi mengapa mereka sampai meniadakan keberadaanku?

“Yaa… Mengapa kau diam saja, Nata? Kau sakit?” Tiba-tiba Minho mengibas-ngibaskan tangannya didepan mataku.

“Ah, aniyo… gwenchana.” Aku berusaha terdengar tegar.

“Wah, sepertinya hujan diluar sudah reda. Sebaiknya kami cepat pergi sebelum kami merepotkanmu lebih jauh lagi.” Kata Onew tiba-tiba, lalu ia tersenyum sekilas.

Deg. Serasa peluru menancap masuk ke jantungku. Apakah akan berakhir seperti ini saja? Padahal aku ingin berlama-lama dengan mereka…

“Hah, Onew-hyung! Kau juga tebar pesona sekali padanya! Terbukti kan kau juga caper, bukan aku saja!” Taemin menjulurkan lidahnya pada Onew.

“Aniyo… aku kan cuma…”

“Ne, pergilah kalian. Nanti kalau tidak cepat pasti akan terlambat sampai tujuan.” Sergahku memotong celotehan Onew.

“Eh?” Key kebingungan melihat tingkahku yang berubah drastis.

Mau bagaimana lagi, aku terlanjur sakit hati tidak dihargai perasaannya. Malah mereka saja baru menyadari aku diam setelah beberapa lama, huft yang benar saja… Aku ini pemilik rumah ini tau! Savior kalian! Rrrghhh -_- Hargain dooong x(

“Pergilah.” Usirku lagi. “Maaf, bukannya aku mau kurang ajar kepada kalian, tapi ini sudah malam, dan kulihat kalian memang sepertinya terburu-buru.”

“Oke, baiklah … mianhae telah banyak merepotkanmu, Nata.” Taemin membungkuk 90 derajat saat sudah berada didepan pintu untuk melanjutkan perjalanan.

Hah… Memang ternyata berakhir seperti ini… Tak ada kesan sama sekali.

“Kamsahamnida atas cokelat panasnya.” Kali ini Minho yang berkoar, diikuti member lainnya yang berterimakasih juga padaku.

“Hm, yak, sampai jumpa kalau begitu.” Ucapku sambil memalingkan wajah kemudian menarik pintu agar segera tertutup. Aku benar-benar tak ingin melihat mereka lagi.

Tetapi sebelum aku berhasil menutup pintu, sebuah tangan mencegahku lalu menarikku kedalam pelukannya.

“Mwo?” Aku bertanya-tanya dalam pelukan biasku yang secara tiba-tiba itu.

“Kamsahamnida… Kami tidak akan melupakan kebaikanmu” Ia berbisik ditelingaku. “Dan mianhae telah mengabaikanmu tadi…”

Huwa? Apa dia memperhatikanku sejak tadi?

Kemudian ia melepaskan pelukannya, dan mencium pipiku sekilas.

KRIIIIIIIIIINNNNNNGG!!!!!!!

Suara telepon berdenging di telingaku. Aku langsung membuka kelopak mata dengan berat. Kulihat si monster kecil masih berada diatas lantai. Dan tanpa basa-basi aku langsung mengangkat telepon yang berdering tadi disebelahku.

“Annyeong. Yeoboseyo?” Sapaku pertama kepada si penelpon.

“Kau ini kemana saja hah?! Sudah Umma telpon 7 kali sejak jam 8 tadi!” Umma mengomel diseberang sana.

“Ah… Mianhae, waeyo Umma?” Tanyaku datar tanpa rasa bersalah.

“Hah, kau ini! Umma sekarang berada di tengah jalan, tapi kami sedang terjebak macet. Terus jaga rumah ya sampai kami pulang.”

“Ne, bye.” Kataku sambil mematikan telpon, kesal.

Ku tengok jam di dinding, pukul 9 malam. Dan saat kuintip dari balik jendela, diluar memang sedang hujan.

Ternyata semua kejadian tadi hanya mimpi… Huaaah, ya terang saja, mana mungkin seorang ‘Key’ mengecup pipiku? Hahaha lebay sekali.

Kupandangi televisi yang masih terus menyala, siaran yang ku tonton tadi ternyata telah berakhir.

Ting Tong. Suara bel pintu berbunyi.

Aku segera melangkah cepat membuka pintu, lalu tercengang kembali. Perasaan ini sama seperti dalam mimpiku tadi.

“Annyeong.” sapa Taemin.

“Mobil kami sedang mogok, bolehkah kami menumpang disini sementara sampai hujan reda?” Pinta Onew, matanya terlihat memohon.

“Kalian lagi?! Tidak mungkin! Ini sulit di percaya…” Nadaku terdengar syok.

“Lagi? Apa… maksudmu? Memangnya kami pernah kesini ya?” Sahut Key sambil membetulkan rambutnya yang basah.

Ke empat orang disebelahnya hanya menggaruk-garuk kepala, kebingungan.

Huweee? Mimpiku barusan jadi kenyataan… Lalu… apakah hal itu akan terulang kembali padaku?

-FIN-

Aaaah, jeongmal mianhae ceritanya ga jelaaaas >.<

Ini fan fiction pertama, jelek ya? Mianhae T^T

Sebenernya aku msh punya ide cerita yang lain, tp berhubung cerita ini yang paling pendek dan paling simple, jadinya bikin yang ini dulu deh~

Mohon kritikannya ya J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

26 thoughts on “Become A Reality”

  1. Wuadooooohhh, mau banget jadi Nata!! Hueee
    Bagus ceritanya, author! (Y) 😀
    Jadi pengen ditamuin shinee *mupeng*

  2. waaah . . daebak daebak !
    mau donk jd Nata . .
    sini Shinee k rmh gw aja, ntar gw kasih ayam goreng (?)
    (onew : boleh2 🙂 (smbl ngiler) ) *plaak
    haha,, ngarep bgd . .
    next ff’a jgn lm2 y, thor . .
    Hwaiting ! 😀

  3. D-A-E-B-A-K FOR THE AUTHORRR!!!

    INI FANFIK YANG PALING AKU TUNGGU2!!!! XDDD

    KEREEEN dan GAK PERCAYA KALO BARU PERTAMA KALI?? *batu&ngatak* XDDD

    bikin lagiiiiiiiii yang kayak giniiiiiiiiiii yaaaaaaa :Dd

  4. Huaaaa mau banget dipeluk keyyy
    Itu sebenernya mimpi ato bukan si?
    Taemin bantuin gakaya hyungnya ngobrol
    Hehe
    Keren (y)

  5. huaaaaaa >< ahahaha 😀
    itu taem caper bener kekeke~
    aduh,ngeliat senyum onew,bisa pingsan dah -_-
    kyaaaa!key main cium pipi aja huahaha 😀
    eh tak tau'y itu mimpi,tp enak bnr jd nyata!

    ide'y unik 😀
    simple tp brkesan~
    nice ff author : )

  6. UWAAAAAAAA SHOCK! *sing: everyday i SHOCK XD ekeke
    aaah kereeen ini ff debut? kok bagus siih? bagus author ^^
    aku suka kata2nya enak dibaca. terus ceritanya juga seru ko seru >o<
    fighting for your next fanfict yaa! ^^

  7. What??? di datengin Shinee?? MAUU,,, apalagi sampe’ dipeluk ama Keyy,,,
    gak jelek kok,, Alurnya ringan,, dan kesannya dalemm,,, *soalnya aku jadi mbayangin kalo itu terjadi sama aku,,, hihhi,,, ^^*
    tpi,, endingnya kok cuma gitu?? pasti leih seru kalo ini dijadikan sequel,,,

  8. Aku mau dong jadi nataaa,
    tapi dipeluknya ama minho,,

    ceritanya menarik!
    Itu yang namanya dejavu, kekeke

  9. huwaaaaa…….. Seneng banget,,, mimpi.a kejadian beneran… d peluk + dicium Key….:P
    *anggap Nata itu aQ…
    Ngeliat senyum.a Onew,,, bakal mimisan deh…
    kereeeeeeen,,,,,,
    😛
    bikin lagi….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s