Flawless Brother – Part 1

Title:  Flawless Brother

Author: Maulida KimKeyong

Cast: kim kibum,  (key shinee), Kim Hye Jin,  (You),

Other cast: Chunji (Teen Top), Soo Yun (Fiksi)

Type: Chapter

Genre: romance, friendship

Rating: 15

Ini FF sebenarnya di buat secara iseng karena libur kuliah, maklum kalau kurang dari sempurna. ^^

FLAWLESS BROTHER

(PART 1)

“Hye Jin, ppali…..”. Ucap seorang wanita setengah baya yang tidak lain adalah Ibu Hye Jin, Yang sudah menunggu anaknya di luar bersama dengan Appa Hye Jin.

“Ne….Omma Jankaman gidaresoyo”.

Teriak seorang gadis dari dalam rumah. Gadis ini bernama Kim Hye Jin, dia berumur 18 tahun, dan masih bersekolah di Gungnam High school, dia duduk di bangku kelas 3. Hye Jin merupakan gadis yang ceria dan berbakat dalam bidang olahraga Tenis. Sering kali dia mendapat juara di tingkat Nasional antar pelajar SMA di seoul. Karena bakatnya ini banyak sekali club tenis ternama di seoul untuk menjadikannya salah satu atlet mereka tapi sayang untuk saat ini dia menolaknya karena dia ingin lebih konsentrasi dengan sekolahnya. Hye Jin lari-lari kecil menuju omma dan appanya yang sudah ada di dalam mobil.

“Kau ini lama sekali Hye Jin”. Tanya appa Hye Jin.

“Jesonghamnida appa ….”. Hye Jin menunduk 90 derajatt.

Perlahan mesin mobil berjalan dan meninggalkan rumah yang mewah dan bagus itu. Keluarga Kim akan ke sebuah panti asuhan untuk menjemput anak asuh mereka. Hye Jin sangat senang karena dia akan mempunyai saudara, sejauh ini Hye Jin tidak tahu saudaranya laki-laki atau perempuan. Yang jelas Hye Jin tidak mempedulikannya, sudah cukup bagi Hye Jin hidup sendirian selama 18 tahun. Dia benci ketika harus sendirian dirumah karena appa dan ommanya pergi untuk urusan pekerjaan. Memang di akui semua yang diinginkan olehnya pasti akan dituruti oleh kedua orangtuanya, tapi bagi Hye Jin itu semua tidak cukup, dia ingin ada orang yang menemaninya setiap waktu dirumah. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit. Sampailah Keluarga Kim di sebuah panti asuhan. Mata Hye Jin jelalatan melihat-lihat seluruh bagian dari panti asuhan itu, panti asuhan ini agak tua tapi bangunannya masih terlihat kuat. Hye Jin menyunggingkan seyumannya ketika melihat anak kecil yang menghampirinya. Hye Jin duduk mensejajarkan tinggi badannya dengan anak itu.

“Annyong….siapa namamu???”. Namun anak kecil itu tidak mengatakan apa-apa. Appa dan Omma Hye Jin sedang berbicara dengan kepala panti asuhan ini. Detik kemudian Hye Jin berinisiatif untuk menghampiri omma dan appanya.

“Iya, tuan nyonya semuanya sudah siap. Sebentar lagi dia akan datang”.

Otak Hye Jin masih berfikir keras, anak yang ingin di jadikan anak angkat oleh omma dan appanya itu laki-laki atau perempuan. Tiap Hye Jin bertanya kedua orang tuanya tidak mau memberitahunya, yang Jelas kata omma dan appa dia tidak kalah pintarnya dengan aku dan dia juga jago olahraga tenis juga kata appanya dia sering mendapat juara. Tanpa di duga munculah seorang namja beralis tebal, bermata tajam, hidung yang mancung, serta bibir seksi datang dari salah satu sudut ruangan di situ.  Apakah anak ini yang akan menjadi kakaknya kelak. Batinnya.

“Annyonghaseo…Omma, appa…”. Namja itu membungkuk 90 derajat. Hye Jin hanya bisa memandang dan meneliti dari setiap penampilan namja itu. Ternyata anak ini yang akan menjadi Oppaku nanti. Ganteng juga. Hye Jin menggelengkan kepalanya, untuk membuyarkan pikran yang sudah mulai nglantur di otaknya. Ingat Hye Jin dia adalah kakakmu.

“Kibum, Kenalkan dia adalah anakku, dan dia akan menjadi adikmu sekarang”. Kata Appa sambil melihat dan menunjuk ke arah Hye Jin. Key dan Hye Jin lahir di tahun yang sama Key sepetember sedangkan Hye Jin desember.

“Annyonghaseo Kim Kibum Imnida. Panggil aku Key.”. Dia membungkuk lagi. Namun tidak ada satupun senyuman di bibir Kibum.

“Ne…Annyonghaseo aku Kim Hye Jin imnida”. Hye Jin juga membungkukan badan dan tersenyum manis pada oppanya itu, tapi lagi-lagi ekspersi wajah Oppanya itu dingin sekali. Sepertinya proses penyesuaian dia dan oppa barunya akan sulit. Kata Hye Jin dalam hati.

*******

Hye Jin dan keluarga dalam perjalanan pulang. Suasana di mobil sangat sunyi tidak ada satupun kata yang terucap dari mereka. Key duduk di belakang bersama Hye Jin sedangkan Omma dan appa Hye Jin di depannya. Hye Jin melirik Key sekilas yang sedari tadi asyik memandang pemnadangan di luar jendela mobil. Ibu Hye Jin yang tidak suka dengan suasana seperti ini, langsung mulai berbicara.

“Kibum-a”Sontak Key melihat kearah ibu Hye Jin “mulai besok kau akan bersekolah di tempat adikmu bersekolah. Jadi lebih baik kalian berangkat bersama agar kau tidak tersesat”. Ibu Hye Jin tersenyum hangat padanya.

“Ne…algessimnida”. Key membungkukan tubuhnya dan sekilas melihat Hye Jin. Gadis yang ada disampingnya itu tersenyum tapi Key sama sekali tidak membalasnya. Hye Jin kesal dan mengumpat pelan. Kalau punya kakak seperti ini apa bedanya dengan tidak punya saudara. Tidak ada yang bisa di harapkan dari kakak angkatnya ini. tapi walaupun begitu Hye Jin sangatlah senang punya saudara. Setelah menempuh perjalanan selema puluhan menit sampailah di sebuah rumah yang mewah dan besar.

“Beginilah rumah Kami Kibum, aku harap kau betah tinggal disini”. Appa Hye Jin tersenyum senang, tak di duga Key juga tersenyum. Manis sekali dia kalau tersenyum. Batin Hye Jin. Key membawa banyak barang kali ini tentu saja itu semua baju-bajunya. Hye Jin berusaha untuk membantu membawakan tas Key tapi dia menolak tanpa sepatah katapun namun hanya dengan tatapan dingin. Tentu saja Hye Jin mengurungkan niatnya.

“Hye Jin, tolong antarkan oppamu ke kamarnya. Mandilah terlebih dahulu, nanti turun untuk makan malam”. Senyum hangat ibu Hye Jin kepada anak angkatnya itu, dan lagi-lagi Key membalas senyuman itu, anehnya kenapa dia sama sekali tidak pernah tersenyum padanya. Gerutu Hye Jin dalam hati. Hye Jin berjalan ragu untuk mengantarkan kakaknya ke lantai atas.

“Ikut denganku oppa…”. Perlahan namun pasti Hye Jin mengantarkan oppanya ke kamarnya. Ketika sampai di depan kamar, Hye Jin membukakan pintunya “Oppa Kalau butuh bantuan, panggil aku. Aku akan datang tepat waktu”. Key hanya diam, melihat-lihat setiap senti kamarnya. Sedangkan  Hye Jin diam mematung di depan pintu, sambil terus melihat Kakak angkat itu berharap agar oppanya membalas perkataannya. Key merasa risih di lihat seperti itu.

“Baiklah aku nanti akan memanggilmu”. Kata Key dingin. Walaupun dingin tapi Hye Jin sangat senang mendengar perkataan oppanya itu. Tidak peduli sedingin apapun Key terhadapnya yang jelas dia benar-benar menyayangi kakak angkatnya ini. dia ingin sekali merasakan belaian seorang kakak.

“Jongmal…Oke Oppa aku pergi dulu membantu omma menyiapkan makan malam hehehe”. Walaupun hanya kalimat pendek seperti itu, namun itu membuat hati Hye Jin tenang dan sangat bahagia. ^^

******

Keesokan harinya……

Hye Jin berdandan dengan rapi di depan cermin. Hari ini adalah hari dimana dia akan berangkat sekolah dengan kakaknya. Akhirnya impian dia selama ini akan terwujud. Bercanda bersama dalam perjalanan berangkat dan pulang sekolah, dan tertawa adalah impiannya dari kecil. Setelah melihat puas dirinya di depan kaca. Hye Jin segera kebawah. Ketika keluar dari kamar dia sudah melihat kamar oppanya sedikit terbuka, Hye Jin memberanikan diri untuk mengintip sbentar. Aigoo….berantakan sekali. Selama hidupnya belum pernah melihat kamar yang begitu berantakan seperti ini. Hye Jin menutup pelan pintunya dan pergi untuk memakai sepatu.

“Hye Jin….apa kau sudah siap??? Dari tadi kakakmu sudah menunggumu”. Teriak Omma.

“Ne Omma…jankaman aku lagi memakai sepatu”.

Hye Jin gugup sekali, takut kakaknya menunggu lama. Duk….duk…duk…Langkah kaki Hye Jin terdengar di seluruh rumah. Ommanya memarahinya karena membuat suara berisik. Ketika sesampainya di lantai bawah, Hye Jin sudah melihat oppanya berdiri di pintu. Ya Tuhan dia tampan sekali kalau memakai seragam sekolah seperti ini. Omo…tidak ada waktu untuk memuji kakakku kali ini.

“Oppa…apa kau sudah menunggu lama?”. Key tidak menjawab pertanyaanya. “Ayo berangkat, Oppa”.

Selama perjalanan Key hanya membuntutinya dari belakang. Ketika Hye Jin berhenti Key ikutan berhenti, ketika Hye Jin berjalan Key juga kembali berjalan. Dia mulai kesal dengan sikap oppanya itu, bukankah dia saudaraku, kenapa bertingkah seperti penguntit . Apakah saudara memang seperti ini??aku rasa tidak. Seharusnya kakak adik itu berjalan beriringan dan ngobrol bukan malah berjauh-jauhan seperti ini. Hye Jin menoleh ke Key, memandangya tajam, Key tertegun melihat tatapan mata adiknya yang tidak bersahabat itu. Dengan cepat Hye Jin mendekati Key dan berdiri tepat di depannya.

“Oppa..!!! apa yang sedang kau lakukan?”. Tanya Hye Jin Ketus.

“Memangnya aku melakukan apa??” Jawabnya polos.

“Oppa kenapa membuntutiku seperti itu. Kau tahu oppa seperti ajeossi yang sedang menguntit seorang gadis. Bukankah kita saudara?? Seharusnya kita berjalan beriringan”. Key mengerjapkan mata dan mengerutkan keningnya, otaknya mencerna perkataan adiknya itu. Ajoessi?? Lancang sekali dia mengatakan dia seperti ajoessi batin Key agak kesal.

Hye Jin melingkarkan tangannya di lengan Key “Seharusnya kita seperti ini hehehehe”. Hye Jin tersenyum riang. Tapi apa yang diterima Hye Jin, Key melepaskan tangannya dari lengannya dengan kasar dan meninggalkan adiknya sendirian. “Ya!!! Oppa…Gidareyo…”.

*******

Di sekolah……..

Kelas 3-5 itu adalah Kelas Hye Jin. Suasana kelas saat ini sangatlah ramai. Sebenarnya sudah masuk dari tadi tapi Gurunya belum datang. Tingkah semua murid disini tidak tahu aturan, ada yang berdiri di atas meja, ada yang kejar-kejaran di dalam kelas, bahkan ada juga yang tidur di kelas.  Hye Jin duduk di antara sahabat-sahabatnya yang bernama Soo Yun dan Chunji. Soo Yun adalah seorang gadis yang berperawakan tinggi, badannya tidak kurus, bahkan terkesan seksi, dia adalah gadis yang manis. Untuk Chunji dia adalah seorang namja yang populer di kalangan gadis di sekolah, Wajah Chunji sangatlah tampan, imut bahkan bahkan terkadang juga terlihat cantik, dia juga pemain tenis seperti Hye Jin. Banyak cewek di sekolahnya yang salah paham tentang hubungan Hye Jin dan Chunji, bahkan ada cewek yang sengaja meneror Hye Jin karena dia dekat dengan Chunji. Percaya atau tidak walaupun dia pria yang tampan tapi sampai sekarang belum pernah punya pacar.

“Ibu guru datang………….!!!”. seru salah seorang murid yang habis dari toilet. Sontak bunyi decitan kursi dan meja menggema di dalam kelas. Karena tersentuh oleh meja tubuh mereka yang gugup untuk duduk di bangku masing-masing. Semua murid sudah duduk dengan tenang.

“Annyonghaseo…. Pagi ini merupakan pagi yang lain dari biasanya karena kalian akan kedatangan murid baru”. Semua siswa saling berbisik dengan teman sebangkunya. Soo Yun pun kaget dan ikutan berbisik-bisik kepada Hye Jin, namun Hye Jin hanya membalasnya dengan senyuman. Hye Jin merasa tidak perlu mengumbar pada semua orang kalau siswa baru itu adalah kakaknya. “Murid baru masuklah….”.

Perlahan dengan wajah Dinginnya Key masuk kedalam kelas. Semua yeoja di kelas itu terpana dan terpesona dengan ketampanan Key. Tak terkecuali Soo Yun sahabatnya yang juga ikutan bengong meliha siswa baru itu. Hye Jin memperhatikan tingkah teman-teman sekelasnya, dia hanya bisa tertawa kecil. Tidak hanya dia yang merasa kalau kakaknya itu tampan tapi orang lain juga.

“Annyonghaseo…Je ireumeun Kibumyeyo, kalian bisa memanggilku Key. Mohon bimbingannya”. Key membungkuk 90 derajat.  Tahun ajaran ini merupakan tahun ajaran terindah bagi Hye Jin karena dia punya seorang kakak yang akan selalu melindunginya selama-lamanya.

Soo Yun tiba-tiba membisikan sesuatu kepada Hye Jin “Omo…Hye Jin, perfect!!! Dia benar-benar sangat tampan”. Hye Jin Cuma cekikikan.  Setelah mengenalkan diri Key melangkahkan kakinya di bangku kosong yang letaknya di pojok kelas. Semua pasang mata yeoja mengikuti kemana arah Key bergerak, dan kelihatannya para namja tidak begitu suka dengan hal ini.

“Kibum-ssi, benarkah kau kakaknya Hye Jin”. Pertanyaanya ibu guru itu membuat semua siswa shock karena setahu mereka Hye Jin adalah anak tunggal. Semua melihatnya, sekilas mata Key melihat kearah Hye Jin. dalam hatinya Hye Jin berharap Key mengakuinya. “Ne…aku adalah kakaknya Hye Jin. orang tua Hye Jin mengadopsiku”. Senyum kebahagiaan terpancar di wajah Hye Jin.

“Omo…benarkah itu Hye Jin?”. Tanya Chunji.

“Ne…itu semua benar ^^”

Begitulah kehebohan yang terjadi dikelas 3-5 karena datang seorang pangeran yang tampan. Selama proses pembelajaran, Hye Jin selalu melihat ke arahn oppanya karena dia tidak percaya kalau dia benar-benar mempunyai seorang kakak yang sudah dia idam-idamkan dari dulu. Tuhan memang sangat menyayanginya, dia memiliki orang tua yang baik, menganugerahi dia otak yang encer, bakat dalam bidang tenis dan sekarang dia di berikan seorang kakak. Hidup itu memang indah baginya.

*******

Saat istirahat………

“Hye Jin…..Ini semua untukmu!!!!”. Seru Soo Yun sahabatnya yang membawa banyak sekali snack untuknya. Hye Jin memiringkan kepalanya dan mulai berpikir tumben Soo Yun seperti ini padanya. Walaupun sahabat dia termasuk orang yang lumayan pelit pasti ada maunya. Pikirnya.  Tidak hanya Hye Jin yang heran tapi Chunji juga.

“Tumben sekali kau membelikanku banyak snack”. Tanya Hye Jin penuh curiga.

“Iya Soo Yun, tidak biasanya kau seperti ini, pada Hye Jin. apa lagi padaku”. Chunji mengambil satu snack tapi sayang Soo Yun merebutnya kembali, chunji memonyongkan bibirnya kesal.

“Aigoo, kalian ini bagaimana??kalian ini sahabatku jadi wajar aku seprti ini”. Chunji dan Hye Jin Cuma manggut-manggut. “Ehm Hye Jin-a….bisa tidak kau mengenalkan aku dengan kakakmu iya”. Soo Yun pasang tampang puppy eyes. Chunji dan Hye Jin melenguh panjang.

“Ya!!! Sudah aku duga kalau kau memang ada maunya”. Kata Hye Jin singkat. Soo Yun terus berusaha merengek-rengek pada Hye Jin dengan cara menarik-narik bajunya. “Iya akan aku usahakan”.

“Kiaaa…….Gomawo Hye Jin-a”.

“Hye Jin, apa kau tinggal satu rumah dengannya?”. Tanya Chunji was-was.

“Tentu saja, dia kan kakakku memangnya ada yang salah”.

“Tapi dia adalah kakak angkatmu, bahkan mungkin orang asing. Jadi berhati-hatilah, kalau perlu kunci kamarmu saat kau tidur siapa tahu dia masuk kekamarmu secara tiba-tiba”PLAAAK!!! Soo Yun menjitak kepala Chunji keras. Chunji meringis dan mengusap-ngusap kepalanya. “Soo Yun apa yang kau lakukan?Sakit tahu”.

“Ya!!! Apa kau itu bodoh, mana mungkin dia berbuat seperti itu”. Seru Soo Yun

“Itu mungkin saja terjadi, pikiran laki-laki siapa tahu”.

Hye Jin menggelengkan kepala dan tertawa kecil melihat dua sahabatnya yang bertengkar seperti itu. Mata Hye Jin tanpa di duga melihat sosok Kakaknya sedang mengantri makanan. Senyum simpul tercipta di bibirnya, tanpa ragu lagi Hye Jin berlari mendekatkan dirinya ke Oppanya itu.

“Oppa….kau mau makan apa?”. Key masih saja diam tidak bicara satu katapun dengannya. Hye Jin melihat nampan oppanya itu. Lebih banyak kimchi dari pada Nasi. Kalau terlalu banyak makan Kimchi nanti bisa-bisa sakit perut. Dengan agak sedikit lancang Hye Jin mengurangi porsi kimchi oppanya dan berkata “Jangan terlalu banyak kimchi nanti perut oppa sakit”. Lagi-lagi Key tidak menghiraukannya dan hanya menatapnya. Sabar..sabar…batinya. Key melihat seisi kantin tapi sayang tidak ada satupun yang kosong.

“Oppa duduk dengan kami saja, ada yang masih kosong”. Tanpa menunggu persetujuan Key, dia sudah menggandeng tangan kakaknya itu dan mendudukan dia dengan paksa. Kalau nggak begini mana bisa dia dekat dengan Oppanya. Soo Yun yang tahu Hye Jin membawa oppanya menuju mereka, sibuk menyisir rambutnya dan melihat wajahnya di cermin sakunya.

“Annyonghaseo…..”. Sapa Soo Yun sok imut. Key diam dan langsung makan makan siangnya. Anehnya bukannya marah karena tidak di hiraukan Soo Yun malah senang dan merasa kalau Key itu cool banget. Dasar orang aneh. Aku Cuma bisa menarik nafas dalam-dalam. Kenapa sekali punya kakak, harus pendiam seperti ini. benar-benar di luar perkiraanku T______T.

 

TBC

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

29 thoughts on “Flawless Brother – Part 1”

  1. Keyy dingin banget
    Ga ngomong kalo ga perlu
    Padahal baru 1 hari tinggal dirumahnya hyejin
    Kamarnya udah berantakan
    Lanjuttt

  2. Ya ampun key knp dingin bgt si?? Smga part slnjtny dy mau ngmng..hehe
    di tunggu selanjutny ya 🙂 *ga sabar deh!

  3. key ny super cool…
    asik ny hyejin dpt oppa yg gnteng gtu..
    tp lbh asik lg klo bkn cm jd oppa tp jg jd nmjachingu ny..

  4. ngek ngok!
    key,knpa sih ko jutek’y ga ktulungan sm hyejin?kan kasian -_-
    huaaa,jgn2 snyum yg dikasih k’ortu’y hyejim itu palsu pula?huaaa,key!tp jutek2 gtu jg ksan’y cool!haha 😀

    lanjut thor!penasaran dah ><

  5. Uwaaa!!! Lanjuuuttt!!!
    Keren bgt! Tapi aku jadi ingat Orphan…hehe! key ga bakal kayak itu kan tapinya?
    Ya ampun!! Si Key itu dingin!! Terlalu dingin! Tapi ttp aja keren….! 😀
    next partnya jgn lama-lama ya Thor…!

  6. sumpah key dingiiiinnnnnnnn bannnnnngggggggggggggggeeeeeeetttttttttt,,,,,,,,, hehhehe
    lagi seru-seru bacanya ehh ternyata tbc…
    ditunggu lanjutannya chingu….^^
    salam kenal..^^

  7. key dingiin bgt… Kayak es (?)….
    Jdi kasian sama Hye Jin….. Dia kn pengen bgt punya sodara yg bisa d ajak sharing…..

    Thooorrr,,, jgn bilang (?) kalau sikap dingin key itu krn dia suka sama hye jin….
    Huwaaaa…..:( gak rela….
    Lanjuuut next chap….:P

  8. hehehehe Gomawo semuanya dah baca. ternyata yang koment banyak juga ya kekeke. Part selanjutnya udah aku kirim kok tinggal tunggu kapan admin postnya ^^

    1. Love way?? bukan kok, lagi pula aku juga belum pernah bikin cerita yang judulnya Love way chingu hehehehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s