What If – Part 5

Author             : Storm

Casts               : Yoora, Minho, Jonghyun, Yesung

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Sequel

Rating             : General

Summary         : “Ya! Choi Minho! Serendah itukah kau memandangku?”

What If

Part 5

I choose his poison

Yoora POV

“Oppa..bagaimana kalau ternyata Romeo-nya sudah punya Juliet?” tanyaku pada Yesung oppa di suatu siang di sebuah restaurant yang biasa kami kunjungi.

“Taunya sudah punya Juliet?” tanyanya sambil tetap menyantap makanan didepannya.

“Akhir-akhir ini aku sering melihatnya bersama gadis lain. Terkadang tangannya merangkul pundak gadis itu” jawabku sambil memperhatikan oppa-ku yang akhir-akhir ini jika kuperhatikan nafsu makannya terlihat lebih besar dari biasanya.

“Minho atau Jonghyun?” tanyanya langsung. Mulutnya kini sudah berhenti mengunyah.

“Ehm..Minho.” jawabku lirih.

“Aku dan kau juga sering bersama kan? Tapi apa kita berpacaran?” kugerakkan kepalaku ke kanan dan kiri dengan lambatnya.

“Aku juga sering merangkulmu. Tapi apa kita berpacaran?” gerakan serupa kuberikan pada oppaku untuk menjawabnya.

“Sekarang makanlah. Kau sudah tau jawabannya kan?” aku mengangguk tidak yakin.

“Tenanglah Yoora. Belum tentu kenyataannya seperti yang kita bayangkan. Kisah cinta memang seperti ini. Akan selalu ada salah paham. Akan selalu ada kabut yang menyamarkan hubungan kalian. Terutama jika menyangkut salah satu pihak yang kita sayangi. Mengerti?” jelasnya panjang lebar setelah melihat ketidakyakinan padaku.

“Mengerti?” aku langsung menganggukkan kepalaku. Kali ini dengan keyakinan. “Bagus! Sekarang makanlah spaghetti-nya sebelum aku yang habiskan” ujarnya sambil bersiap mengambil spaghetti di piringku.

“ihh..oppa..tambah chubby loh pipinya” godaku.

“itukan memang daya tarikku hehehe” dan jawabannya berhasil membuatku tertawa dengan lepasnya. “bwahahaha daya tarik darimana oppaaaa?? hahahaha”

***

“Kenyataannya sering tidak seperti yang kita bayangkan” biarpun perkataan Yesung oppa itu ada benarnya, tapi tetap saja hati ini menangis melihatnya bersama gadis lain. Walaupun aku tau aku tidak berhak. Tapi.. tetap saja melihatnya bersama dengan gadis lain..membuatku ingin mencincang laki-laki itu! Heuhh!!

Seperti kemarin, kulihat ia sedang makan siang bersama dengan gadis berambut pirang itu. Tertawa bersama. Bercanda bersama. Heuhhhhh!!!

Belum lagi hari ini, pagi-pagi sudah melihat pemandangan yang benar-benar menimbulkan niat dalam diriku untuk mencincang laki-laki bermarga Choi itu! Seharusnya ya, playboy jelek itu menyelesaikan masalahnya denganku dulu. Baru boleh jalan sama gadis lain. Dan kau tau, hal terakhir yang kulakukan apa? Selalu menghindarinya. Aku yang menghindar. Dia sih enak saja tetap ketawa-ketiwi. Tetap senyam-senyum.

“ARGHHHH DASAR MARGA CHOI JELEKKKKK!!!!!” teriakku di atap gedung tempatku bekerja ini.

“Apa kau bilang? Marga Choi kenapa??” aku langsung menengok ke arah suara yang datang tiba-tiba.

Kurasa mataku terbuka cukup lebar saat melihat asal suara tadi. Terlihat di pandanganku ini seorang laki-laki dengan tubuh tinggi menjulang dengan kaos polo putih yang tampak memamerkan tubuhnya yang sudah terbentuk itu.

“Anni..aku tidak mengatakan apa-apa!” jawabku sambil segera berlalu dari hadapannya.

“Mau kemana? Duduklah!” ujar Minho padaku sambil merebahkan tubuhnya tegak pada sebuah kursi kayu yang panjang di atap gedung ini. Tapi entah kenapa kakiku ini terus melangkah. Aku tidak menghiraukan perkataannya. Untuk apa duduk bersamanya? Hah! Mau dikatawain kodok aku? Duduk bersama orang yang jelas-jelas sudah berjalan dengan gadis lain. Aku tidak sebodoh itu!

“Han Yoora! Jangan terus menghindariku!” kaki yang tadi sudah bergerak cepat menjauhi laki-laki ini langsung tertancap kuat di suatu lantai ketika mendengar perkataannya itu. “Menghindar?? Hah! Yang benar saja” ujarku dalam hati. Walau iya ku akui, aku terus menghindarinya. Tapi gengsiku ini terlalu tinggi untuk mengakuinya.

“Menghindar? Bukannya kau yang menghindariku?” jawabku sinis masih dari tempatku berdiri sekarang.

“Anni..Kau yang menghindariku. Kau juga yang mulai acara jauh-menjauhkan diri ini”

“Aku?”

“Ya. Kau. Aku tidak akan pernah menjauhimu jika kau tidak memulainya lebih dulu.” Kukerutkan keningku.

“Ck..masih tidak mengerti?” tanyanya.

“Jika kau tidak seenaknya berpelukan dengan lelaki lain. Aku tidak akan menjauhimu lebih dulu. Lagipula gampang sekali kau mengingkari janjimu sendiri. Kau kan yang menganggukkan kepalamu ketika kuminta kau menutup hatimu. Tapi kenyataannya kau..cih!”

“Ya! Choi Minho! Serendah itukah kau memandangku?” Aku tidak suka orang menyebutku sebagai orang yang mengingkari janji. Dengan segera kulangkahkan lagi kakiku meninggalkannya. Percuma bicara dengan orang yang secara tidak langsung menyebutmu pembohong.

“Han Yoora! Berhenti melangkahkan kakimu!” teriaknya yang kemudian menghampiriku. “Kau mau kita seperti ini terus? Menjadi musuh bebuyutan. Setidaknya katakan padaku kalau kau masih mencintai hyung-ku itu. Jangan sembunyi-sembunyi seperti kemarin.”

“Apa kau bilang? Tuan Choi dengar baik-baik. Jonghyun memang memelukku. Tapi apa kau melihatku memeluknya balik?” pria dihadapanku ini terdiam. “Tidak kan?” kulihat pria ini menggelengkan kepalanya.

“Hah! Aku yakin sekali kau bahkan tidak memperhatikannya. Ya kan?” dan sekali lagi lelaki dihadapanku ini terdiam. Terdiam bagai patung yang jika terkena badai saja tidak akan bergerak.

“Dan apakah kau tau apa yang ia katakan padaku?” Minho menggeleng.

“Jonghyun memintaku untuk menjauhimu. Karena ia sangat mencintaiku. Kau bahkan tidak tau aku menjawab apa!” pandangku sinis pada lelaki yang tepat berdiri didepanku ini. Langsung kulangkahkan kakiku cepat meninggalkannya.

“Yoora! Apa jawabanmu?” tangannya menahan kakiku melangkah lebih jauh.

“Kubilang padanya bahwa hatiku ini sudah terbuka untukmu. Puas kau?” kuhempaskan tangannya yang menahanku itu. Ia benar-benar terdiam sekarang. Tapi kau tau? Aku sudah tidak perduli lagi dengannya.

***

Minho POV

“Kubilang padanya bahwa hati ini sudah terbuka untukmu. Puas kau?” jawabannya itu benar-benar membuatku tersentak. Benarkah? Benarkah ia mengatakan itu pada hyung?

“Yoora! Hentikan melangkahkan kakimu terus. Kau pikir aku tidak lelah selalu mencegahmu pergi.” Ujarku pada saat ia menghempaskan tanganku dan melangkahkan kakinya cepat.

“Apa lagi?” tanyanya sinis ketika kutahan lagi langkahnya.

“Kenapa tidak mengatakannya padaku?”

“Bukannya kau yang tidak mau mendengarkanku?” tangannya kini terlipat didadanya. Aku benar-benar terdiam. Aku memang tidak mau mendengarkannya waktu itu. Cemburu yang sudah berada di level 100 waktu itu benar-benar membutakanku. Benar-benar membuatku tidak ingin mendengarkan apapun darinya.

“Maaf..” ujarku sambil menggenggam tangannya erat. “Waktu itu..aku benar-benar cemburu melihatmu dan hyung.” Aku tidak berani menatapnya. Pandanganku ini terus menuju ke lantai atap gedung ini.

“Makanya..kalo gadisnya mau ngejelasin tuh didengerin. Jangan asal pergi gitu aja. Cemburunya tuh dikurangin” aku hanya menunduk mendengar omelan kecil darinya. Tapi entah kenapa hati ini senang mendengar omelannya itu.

“Maaf..”

“Ahh..kamu sih bisanya minta maaf terus. Giliran aku minta maaf ga mau dimaafin! Malah jalan sama gadis lain. Masalah belum selesai, udah aja gitu pergi sama gadis lain. Rangkulan lagi!” aku langsung mendongakkan kepalaku menatapnya.

“Gadis yang mana?”

“Memangnya kamu sudah jalan sama berapa gadis?”

“Aku ga pernah jalan sama gadis lain Yoora.”

“Ihh..gimana bisa ga? Jelas-jelas kamu ngerangkul gadis itu di depan aku. Inget ga? Waktu aku mau jatuh itu..kamu kan lang..”

“Oh..Ya Tuhannnnn..itu sih Luna. Anak management kita juga sayang..kamu mau aku kenalin?”

“Ishh! Ga usah!” jawabnya sambil menggembungkan pipinya.

“Ayolah..yang harusnya kamu cemburuin itu Hye Jin. Gadis yang waktu itu ketemu di Cinema. Inget?”

“Jadi kamu juga jalan sama Hye Jin itu?”

Anni..Anni..” aku langsung menggelengkan kepalaku cepat.  “Bukan begitu..tadi itu cu..”

“Ahh..Terserahlah! Mau kau jalan dengan siapa. Aku tidak perduli!” ujarnya sambil berlalu meninggalkanku.

“Ya! Yoora! Yoora!” biar berapa kalipun aku memanggilnya. Tetap saja ia tidak perduli. “Ish!! Gadis ini!  kenapa tidak percaya kalau aku hanya berteman saja dengan Luna?”

“Ahhh…bagaimana ini? aku benar-benar tidak sanggup jika harus bertengkar lagi dengannya” Ku ambil ponsel dari kantongku. Segera kuketikkan pesan yang menurutku lumayan panjang. Benar-benar berharap ia membacanya. Aku benar-benar tidak mau bertengkar lagi dengannya ={

***

Yoora POV

“Ahh…lelaki itu! Bagaimana bisa ia melakukan ini padaku? Arghh!!” geramku dalam hati sambil tetap pergi meninggalkannya di atap.

Ddrrrttt…ddrrtttt…

1 message? Kubaca pesan yang baru saja kuterima itu.

From: Playboy Jelek!

Hey..gadis cantik! =}
Katanya tadi harus mendengarkan penjelasan kekasihnya dulu?
Katanya tadi cemburunya harus dikurangi?
Kenapa sekarang jadi kau yang tidak mau mendengarkan? Hmm? =]
Kembalilah..biar kujelaskan semua..Ok? ^^

-Minho- *takut kau membuang nomorku he.. ^^

Aku benar-benar terdiam membaca sms darinya. Huff… segera kulangkahkan kakiku kembali ke atap gedung ini. Terpaksa karena aku yang sudah mengatakan apa yang ia tulis dipesannya itu..Arghh! -_-!

*KRIEKK

Kubuka pintu atap gedung ini. Kulangkahkan kakiku ke arah seorang pria yang sedang duduk di sebuah kursi panjang.

“Minho..” Ah..dia pasti senang sekali melihatku seperti ini..heuhh -_-!

***

Minho POV

“Minho..” panggil seorang gadis padaku. Kulihat ia kembali walau dengan wajah cemberut. Tetapi tetap kusambut wajah cemberutnya itu dengan senyuman.

“Duduklah..” pintaku padanya. Tapi gadisku ini sama sekali tidak mendengarkanku. Ia tetap berdiri di samping kursi putih yang sedang kududuki ini.

“Duduk sayangg..” kali ini kutarik tangannya untuk duduk bersamaku. Matanya hanya melihatku tanpa ada gerakan dari bibirnya.

“Hff..” hanya tarikan nafas yang agak sedikit panjang yang kudengar darinya. Sebelum akhirnya ia duduk di sampingku. Ehm..tidak tepat disampingku sih. Ia duduk agak jauh dariku. Walau kami duduk satu bangku..tapi..tetap saja tidak wajar menurutku.

“Mendekatlah..” pintaku lagi padanya. Tetapi gadis manis ini tetap saja tidak menggerakkan badannya satu centipun.

“Baiklah..kalau begitu..aku yang mendekatimu.” Ujarku sambil mendekati dirinya. Kulingkarkan tanganku dibahunya. Membuatnya berdelik dan melepaskan rangkulanku padanya. Sepertinya ia masih marah padaku. Aku tidak tau harus senang atau justru kesal. Senang karena ia cemburu. Dan kesal karena ia tetap saja tidak percaya kalau aku dan Luna hanya berteman saja.

“Jangan seperti ini Yoora. Berjauhan denganmu walau hanya beberapa centi, tetap saja membuatku sesak” kataku yang kali ini  menggenggam tangannya erat.

“Kau kan bisa berdekatan dengan gadis lain.”

“Sudah kubilang aku dan Luna hanya berteman.”

“Aku tidak ma…”

*CUP seketika kukecup pipinya. Membuat matanya membesar dan mendelik tajam kearahku.

“Ya! Choi Minhhhmmpp..” langsung kukecup bibirnya. Membuatnya menghentikan teriakannya padaku. Kurasakan bibirnya tidak meresponsku. Kuhentikan kecupanku.

“Aku mencintaimu. Aku menyayangimu. Kau tau itu.” Kutatap matanya pada saat mengatakannya.

Tapi matanya tidak berani menatapku. Ku angkat dagunya dan kutatap lagi matanya. Kukecup lagi bibirnya. Kembali tidak ada response darinya. Tapi tidak kulepaskan bibirku ini darinya.

Tidak lama, kurasakan bibir kecilnya mulai bergerak mengikuti gerakan bibirku. Kedua tangannya mulai menyentuh kedua pipiku. Aku tidak tau berapa lama kami melakukan ini. Sebentar mungkin atau lama? Entahlah…aku tidak sadar akan waktu. Tapi aku sadar bahwa ada rindu yang sangat besar menyelimuti dirinya akan diriku. Dapat kurasakan itu. Karena seakan rasa rinduku padanya menyatu dengan rindunya padaku (*apalah perumpamaan ini? saya sedang buntu -_-!)

Kubuka mataku setelah beberapa saat mengecupnya. Ya beberapa saat. Hanya itu yang bisa kukatakan karena aku tidak menghitung waktu. Yang kuhitung adalah detakan jantungku pada saat mengecup bibirnya.

Kulihat wajahnya memerah. Jantung ini terasa berdetak dengan kencangnya. Dan aliran darahku seolah mengalir dengan derasnya hanya melihat wajahnya memerah. Aku bahkan merasakan wajahku ikut memerah melihatnya memerah sebelum akhirnya aku tersenyum. Yoora segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Kutarik badannya dalam pelukanku. Tangannya kemudian melingkar dipinggangku.

“Bagaimana? Sudah yakin kalau aku tidak berbohong? Masih tidak perduli aku mau jalan dengan siapa? Masih mau berjauhan denganku?” tanyaku padanya. Kurasakan pelukannya semakin erat padaku.

“Kenapa tidak jujur padaku? Aku tau dadamu ini sesakkan melihatku jalan dengan wanita lain?” kurasakan kepalanya mengangguk didadaku.

“Padahal aku selalu menunggumu mengatakan, Minho aku tidak suka melihatmu berjalan dengan wanita lain selain diriku.” Yoora melepaskan pelukannya dariku. Dan menatapku.

“Seharusnya kau tau aku tidak suka.” Mukanya cemberut pada saat mengatakannya.

“Kau pikir aku cenayang?” dia terdiam dan menatapku “aku..tidak suka kau jalan dengan wanita lain” aku tertawa mendengarnya. Kembali ku tarik tubuhnya dalam pelukanku.

“Kau merindukanku?” sekali lagi kurasakan kepalanya mengangguk.

“Kau?” tanyanya padaku.

“Sangat. Sangat merindukanmu” jawabku cepat. Kurasakan tangannya semakin erat di pinggangku.

“Jangan bertengkar lagi ya?” pintaku padanya. Gadisku ini langsung melepaskan tangannya dan berkata,“Yang mulai pertengkaran ini kan kamu..bukan aku..”

“Benarkah?” Yoora mengangguk menjawabnya.

“baiklah..aku minta maafffff..” Yoora tertawa mendengarnya sambil merebahkan kepalanya ke pundakku.

We are okay now, right?” tanyaku lagi yang langsung dijawab “We are” olehnya. Aku cukup menarik nafas lega karena masalah yang menyesakkan dadaku ini sudah berakhir.

“Yoora, you have no idea how mess I was for these 3 weeks. I almost killed myself when I saw you with Jonghyun hyung.

Isn’t it too dramatic Minho? Kill yourself? Ahaha..”

Seriously, I almost did.” Yoora terdiam mendengarku mengatakannya sekali lagi.

I promise you. Never will I do that again.” Ujarnya sambil menatap mataku. Seolah ingin mengatakan bahwa ia serius. Tanganku merebahkan lagi kepalanya dipundakku.

“Oh ya, kenapa tadi kau teriak Marga Choi jelek”

“ahahaha..kau tidak tau saja aku mengganti namamu dari Minho menjadi ‘playboy jelek’ di ponselku”

“mwo??”

“makanya jangan centil. Rangkul-rangkul gadis-gadis lain huuuu..” ledeknya padaku. Ish..ingin sekali kucubit pipinya.

“yang centil siapa??”

“kau lah..masa aku..” jawabnya masih dengan nada meledek. Aku hanya tertawa mendengarnya.

“oh ya Yoora berarti kau sudah mencintaiku sebagai seorang pria kan?”

“eh?” kepalanya terangkat dari pundakku dan menatapku.

“Jawablah..kau sudah mencintaiku atau belum?”

“Kau pikir kenapa aku mau menerima kecupanmu? Kau pikir kenapa aku marah-marah tidak jelas tadi? Kau pikir apa arti ucapanku pada Jonghyun yang bilang kalau hati ini sudah terbuka untukmu?”

Molla..” jawabku. Sengaja ku jawab seperti itu. Aku hanya ingin mendengarnya mengucapkan 1 kalimat itu.

“Ish..itu karena aku……”

“Yoora?” Sebuah suara berat tiba-tiba memanggil nama gadisku ini. Membuatku merasakan Déjà vu. Membuat gadisku ini menghentikan kalimat yang ingin kudengar. Dan kembali membuat diri ini diliputi rasa kesal dan cemburu.

“Jonghyun?” Ya. Jonghyun hyung. Siapa lagi yang bisa membuatku merasakan Déjà vu? Hadir di saat yang tidak diinginkan. Kulihat Yoora langsung berdiri melihat hyungku ini.

“Ikut denganku.” Katanya sambil menarik tangan gadisku. Dan membawanya pergi. Apa-apaan ini? Tidak cukup ia membuatku bertengkar dengan Yoora?

“Tapi Jjong aku..”

“Hentikan hyung!”

***

TBC

P.S: Author ini hiatus untuk beberapa bulan JADI MOHON MAAF YA KALAU KOMENNYA GAK DI BALES SAMA AUTHOR NYA 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

38 thoughts on “What If – Part 5”

  1. wah…. aku blom lihat capther sebelumnya ….
    lihat dulu deh .. 🙂

    cerita nya seru,… aahahah “playboy jelek” yakin tuh gx nyesel, klo minho oppa segitu jelek, yg cakep segimna ya ??

    huaaaa…. di tunggu lanjutannya, ishh jonghyun oppa mengganggu !!!

  2. 1. aku berfikir sejenak.. ini ff storm yg mana..
    2. baru ngerti ini ff yg mana
    3. aku udah ke tinggalan banyak ya?? perasaan wktu itu baru baca ampe part 2 .___.
    4. Protest=> kok TBC?? itu jong mau ngapain??
    5. Lanjutiiinnn >.<

    Daebak lah hohoho

  3. Gatau kenapa
    Jong disini nyebelin banget
    Dulu aja dia nyuruh yoora ama minho
    Giliran udah
    Eh dia suka ama yoora
    Minhooo ama yoora daebak!!!

  4. buseetttttt….
    Gw makin cemburu tingkat dewa inie dg yoora….
    Mesra bgt kissu.a yg di atap gdung…..
    Hiks…hiks…air mata bahagia….
    pdhal nyaris si yoora bilang aishiteru ke minho…eh dtang pula si ojjong…..
    Aishhhhh….pke narik2 sgala lgi…..
    ckckckkckckck….

    Author jgn klamaan ya smbng.a…
    Note:ky.a mkin lma part.a mkin sikit deh…

    1. Ahhhaahahaha masa? mesra? aheyyyyy sukses dong akuu bikinnya hahaha

      iya ya makin pendek? nanti kupanjangin lagi deh..

      Thank you for reading and leaving me comment yaaa ^^

    1. Asekkkk sukses aku bikinnya..
      akhirnya ada yang bilang juga mereka kayak anak-anak hahaha

      thank you for reading and leaving me comment yaaa hyun_ae ^^

  5. annyeong… reader bru nie nmpang komen yah??…

    hahaha minho dibilang playboy jelek!!!,,,

    I like this ff… lnjutanX jngn lma2 ya…??..

  6. WHAT?AUTHOR HIATUS??
    trs lanjutan ffnya gmn??
    ceritanya bagussss….msh penasaran nih!!blm ada titik cerahnya bakal milih siapa.ayolah part selanjutnya jgn lama’ *puppyeyes*

    1. Iyaaa hiatuss tapi minggu ini aku udah agak senggang..
      jadi bisa balesan komen satu-satu hehehe..

      lanjutannya tetap dikirim. yang jadi masalah mungkin aku ga bisa balas komen langsung..
      itu aja sih chotaaa hehehe..

      thank youuuuuuuuuuuuuuuu chota for always reading this FF.. ^^
      *kecuppeluk

  7. Daebak
    ceritanya keliatan remaja bnget deh! Bahasanya,kata2nya… Keren
    minpa so sweet bnget cieh! Aku cemburu nih
    aish jjong itu ngerusak suasana aja deh

    kelanjutanya jngan lama2 ya eon! Hwaiting^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s