BLOODY 19th – Part 1

BLOODY 19th

PART 1

Author : Lynda a.k.a Lynmvpshyni, Lida a.k.a SHyning SoHee, Ia-chan a.k.a Eunbling-bling

Cast:  Choi Sulli (Sulli f(x)), Choi Minho (Minho SHINee), Lee Taemin (Taemin SHINee), Lee Jinki (Onew SHINee), Kang Jiyoung (Jiyoung KARA)

Genre: Thriller, Horror, Romance, Alternate Universe

Length: Chaptered

Rating: PG 16 – NC 17

Little Inspired: Drag Me to Hell, Haunted School

PS: Anggep umur Sulli Taemin Jiyoung itu 19, Minho 20, Onew 21 O.K.. kekekekeke~

Ratingnya kami pake NC, sebenarnya tidak ada unsur apa-apa yang berbau ‘itu’ cuman isi FF ini kebanyakan pembunuhan dan akkhh.. pokoknya gitulah… Yang niat baca.. baca aja… yang enggak ya enggak usah, kami enggak maksa kok 😀

****************************************************************

Venice, 1940

Seorang gadis muda tengah berlari disebuah labirin gelap. Napasnya terengah-engah, keringat mengalir dipelipisnya. Rambutnya yang pirang, agak berantakan dan mata birunya memancarkan ketakutan yang amat sangat. Dengan cepat, gadis itu masuk kesalah satu pintu tua yang didapatkannya disekitar situ, menutupnya lalu menahan pintu itu dengan kekuatan yang masih tersisa ditubuhnya. Gadis itu, menangis ketakutan saat pintu itu berusaha didobrak dari luar, hampir saja terbuka, untunglah gadis itu masih kuat menahannya. Beberapa menit berlalu, sepertinya sesuatu yang mendobrak itu sudah berlalu entah kemana, gadis itu melongsor kelantai dan menangis sambil memeleluk kakinya.

Your Afraid, Honey

Huh??” Gadis itu langsung mendongak kearah suara tersebut, Pupilnya membesar, bibirnya gemetaran. Sosok bertudung hitam dan membawa sabit ditangan kanannya itu semakin mendekat kearah gadis itu. Gadis muda itu, dengan cepat segera berdiri dan berusaha membuka pintu yang sekuat tenaga dia tahan tadi, tapi sayang pintu itu terkunci, digedor-gedornya tapi tetap saja tidak ada hasil.

you can’t go from this place” Sosok itu semakin mendekat dan bersiap mengayunkan sabitnya kearah gadis muda itu..

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriakan gadis muda itu membahana diseluruh labirin gelap, darah segar berhamburan diruangan itu, sosok bertudung itu berjalan mengambil potongan kepala gadis muda itu mengangkatnya dengan tangan kirinya dan kembali berjalan menghadap ketubuh gadis itu. Diayunkannya sabitnya kelengan kanan gadis itu, dan langsung terputus lalu jatuh kelantai yang dingin dan keras. Sosok itu tersenyum sinis, matanya menatap tajam lengan kanan gadis itu, lebih tepatnya menatap tajam sebuah tattoo yang terdapat disana.

*********************************************************

Seoul 2011

“Ya.. Sulli-ya” Teriak Jiyoung sambil mengarahkan telunjuknya kepipi Sulli, dan sukses mengenai Sulli saat dia memalingkan wajahnya kearah Jiyoung. Sulli mengaduh dan memasang wajah ketus ke Jiyoung lalu berbalik lagi

“Sulli-ya.. Kau marah ya” Rengek Jiyoung sambil menggoncang-goncang lengan Sulli. Sulli memalingkan wajahnya kearah Jiyoung dan berkata dengan ketus sambil melipat tangan didadanya

“Becandamu sama sekali enggak lucu tau”

“Sulli-ya~”Jiyoung memanyunkan bibirnya, Sulli melirik kearah Jiyoung

“Kena kau sekarang Jiyoungie.. Hohohoho” Ucap Sulli memasang pose piece

“Ah~ Sulli-ya.. kau mengerjaiku!!” Jiyoung menggelitik tubuh Sulli tanpa ampun

“Hey” Sapa seorang namja, Jiyoung dan Sulli langsung mendongak dan menatap namja berwajah yeppo itu..

“Taeminnie..” Ucap mereka serempak, sementara Taemin tersenyum, lalu menarik kursi dan duduk didepan kedua yeoja itu

“Seminggu lagi ulangtahunmu yang ke19 kan Sulli??” Tanya Taemin, namja itu tanpa babibu meneguk minuman yang terpampang didepan Sulli, Sulli langsung menjitak kepala Taemin dan mengambil minumannya dari genggaman Taemin.

“Errgh.. Taemin, tanya sih tanya, tapi enggak usah pake minum-minuman orang juga kali” Ucap Sulli ketus

“Huh, yeoja pelit” Taemin mengelus kepalanya yang sakit sambil memanyunkan bibirnya, Jiyoung tertawa terbahak-bahak, sementara Sulli menjulurkan lidahnya ke Taemin

“Eh~ Itu Minho seonbae bukan??” Jiyoung menunjuk kearah seorang namja tinggi bermata besar dengan rambut semi gondrong yang sedang berjalan kearah mereka sekarang. Taemin dan Sulli meluruskan pandangan mereka dengan telunjuk Jiyoung dan benar saja apa yang diucapkan Jiyoung

“Kyaa… Tampan sekali..” Bisik Jiyoung pada Sulli, tapi masih bisa didengar oleh Taemin

“Apaan sih, imutan juga aku..” Sahut Taemin sewot

“Omona~ Sulli-ya.. Minho seonbae berjalan kesini.. Oh~ Ottohke…” Jiyoung berpaling dan mengeluarkan cermin kecil dari dalam tasnya.

“Sulli, kau sudah selesai?? Mau pulang bareng?” Tawar Minho yang sudah berada tepat didepan mereka, Minho memamerkan senyum terbaiknya, sampai membuat wajah Sulli memerah karena malu.

“Sudah ikut saja” Celetuk Taemin sambil mencomot pancake Jiyoung lalu memasukannya kemulutnya. Sementara Jiyoung -yang sudah lepas dari kegiatan bercerminnya- satu alisnya terangkat, memandang heran kearah semuanya

“Kajja, kita pulang” Minho menggandeng tangan Sulli dan membawanya menjauh dari Jiyoung dan Taemin

“Taeminnie..” Rengek Jiyoung

“Mwo??” Ucap Taemin santai, dia masih sibuk menyikat habis seluruh pancake dan sandwich yang ada dimeja itu dan meminum minuman Sulli yang tadi sempat diminumnya

“Apa yang terjadi dengan Sulli dan Minho seonbae?? Kau pasti tahu sesuatu, katakan padaku Taeminnie”

“Mereka Jadian”

“OMO, Sejak kapan?? Siapa yang nembak?? Kenapa aku enggak tahu~~ Aisshh”

“Sejak dua hari yang lalu, Minho hyung yang nembak, Itu masalahmu, kenapa kau tidak update berita kampus.. P to the A to the Y to the A to the H” Jawab Taemin yang sejenak menghentikan ritual makannya dan menatap Jiyoung. Jiyoung memanyunkan bibirnya, Taemin mengamati yeoja itu sekilas lalu melanjutkan ritual makannya lagi yang hampir selesai.

“Taeminnie…”

“Apa lagi, Jiyoungie??”

“Kan Minho Seonbae udah sama Sulli..”

“Lalu…”

“Kita jadian yah” Pekik Jiyoung penuh harap, tangannya menyambar tangan Taemin.

“Memang aku mau??” Ucap Taemin sambil meneguk minuman terakhirnya dan meletakan gelas kosong itu didepannya dengan cepat

“Harus dong..” Ucap Jiyoung cepat

“Ah.. aku ada paper, dadah Jiyoung~ Aku duluan yaa~” Ucap Taemin sambil senyum-senyum mesem dan menarik tangannya dari gengaman Jiyoung lalu segera berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu

“Ah~ Dasar.. Siapa juga yang mau denganmu!! Dasar Taemin Jelek!!” Ucap Jiyoung cemberut *author 1: disambit Taemints baru tau rasa kau Jiyoung… hohoho PLUKK *dilempar bakiak ama Jiyoung**

***********************************************************

Seorang gadis muda tengah berlari didalam hutan, Napasnya tersengal-sengal. Yukatanya robek disana sini. Gadis itu terus berlari dan tidak sengaja kakinya tersandung akar pepohonan. Kepala gadis itu membentur batang pohon besar, hingga mengeluarkan darah didahinya. Gadis itu meringis kesakitan, dilihatnya telapak kakinya yang berdarah-darah akibat berlari dengan kaki telanjang. Gadis itu dikejutkan oleh suara dari semak-semak, diraihnya batu sebesar genggaman tangannya dan dilemparkan kearah semak-semak itu. Ternyata cuma seekor kelinci hutan, gadis itu memusut dadanya, menarik napas lega. Belum sempat dia merasa tenang, pohon dibelakang tubuhnya terbelah jadi dua, cepat-cepat gadis itu berpindah tempat. Sesosok orang bertudung hitam dengan sabit ditangan kanannya mendekat kearah gadis itu.

“de…nai” Ucap Gadis muda itu ketakutan, wajahnya memucat.

“Gomen..” Sabit itu membelah tubuh gadis itu jadi dua bagian, memamerkan segala isi perutnya, darah mengalir deras membasahi rerumputan kering dihutan itu.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Sulli terbangun dari mimpi buruknya, napasnya tersengal-sengal, keringat dingin mengalir deras dipelipisnya. Sulli meraih jam bekernya, dilihatnya masih jam 2 pagi, tapi dia terlalu takut untuk melanjutkan tidurnya. Sulli mendekap tubuhnya dan menangis diatas tempat tidurnya sampai pagi.

Jam bekernya berbunyi, dengan malas diraihnya jam beker itu lalu mematikan bunyinya. Sulli beranjak dari tempat tidurnya berdiri mengambil handuk dan berjalan kearah kamar mandi kamarnya. Sulli memutar kenop pintunya dan masuk kedalam, dilihatnya sekilas bayangannya dikaca wastafel.

“Kau terlihat seperti Infanteri, Sulli” Ucapnya pada dirinya sendiri dan segera berlalu dari kaca wastafel itu dan segera masuk ke bathup.

Sulli berjalan keluar dari kamar mandi, handuk masih melilit dibadannya yang mungil. Sulli berjalan kearah lemari pakaian lalu dibukanya, tangannya mengambil celana jeans bermodel skinny, baju kain tanpa lengan berwarna cream, dan sepatu bertali model androgini dari rak sepatunya. Setelah selesai, Sulli berjalan kemeja riasnya sambil menenteng sepatunya dan meletakannya di dekat pintu. Sulli menatap dirinya dicermin, pandangannya tiba-tiba terfokus pada lengan kanannya.

“Apa ini.. Kenapa ada disini.. Sejak kapan” Ucap Sulli bingung, tangan kirinya memegang lengan kanannya. Sulli berusaha menghilangkan sesuatu yang menempel dilengan kanannya tapi tidak bisa

“Benda ini benar-benar menggangu..” Desahnya, Ia kemudian berjalan lagi kearah lemari pakaiannya dan mengeluarkan turtle neck berwarna plum dari lemarinya dan bergegas mengganti pakaiannya itu. Setidaknya ini bisa menutupi tanda berbentuk garis horizontal yang tiba-tiba muncul dilengan kanannya itu, pikir Sulli. Segera disambarnya sepatu androgini yang diletakannya didekat pintu, dipakaikannya ke kakinya dan Sulli segera keluar dari kamarnya sambil menenteng tas.

——————————————————————————–

Sulli menuruni tangga rumahnya yang bergaya ala Eropa tersebut. Dilihatnya amma dan appanya yang sedang melahap sarapan paginya, diruang makan yang tepat bersebelahan dengan tangga utama dirumah tersebut.

“Hai, honey~… Breakfast?”

Come-on amma! Berhenti deh, memakai bahasa inggris, seolah-olah kita ini orang berketurunan barat.”

“Ya! Sulli, kau tidak sopan dengan amma mu!”

“Tenang appa!” Ucap ammanya menenangkan.

Teet.. teet… suara klakson yang begitu familiar di dengarnya.

“Ha! Itu sinyalku! Waktunya berangkat kekampus!” Ucap Sulli sambil mengecup pipi amma dan appanya, dan segera berlalu meninggalkan mereka.

“Ya! Sulli, kau melupak…. Hah sudahlah, dia sudah pergi.”

“Hei! Mian sudah lama menunggu!” Sulli mengagetkan Minho yang masih berada di dalam mobil Red Ferrari-nya.

“A… gwaenchana!”

“Yo! Sulli!” Teriak seorang gadis dari arah belakang mereka. Sulli reflek menoleh kearah sumber suara tersebut. Ya… kini ada dua orang yang menjemputnya . Minho dan Jiyoung.

“Tunggu sebentar.” Bisik Sulli kepada Minho. Ia berjalan kearah Jiyoung yang kini berada di dalam mobil Mazda-nya. Ia tersenyum kecil ketika melihat Sulli yang ternyata lebih memilih ikut ke kampus dengannya.

“Oh My God! Aku lupa mengirimimu sms, sekarang kau tidak usah repot-repot lagi menjemputku, Jiyoungie!” Ucap Sulli sambil menepuk dahinya. Senyum kecil Jiyoung kini memudar.

“Baiklah! Bersenang-senanglah dengan pacar barumu! Dan lupakan teman baikmu ini!” Ucap Jiyoung sambil menggas mobilnya dengan kencang dan berlalu meninggalkan Sulli.

“Bagus! Aku dapat satu masalah lagi!”

“Sulli! Ayo kita berangkat!”

“O.K! O.K! Tuan tidak sabaran!” Ucap Sulli sambil membuka pintu mobil Minho, dan segera masuk.

“Hey, apa yang kau katakan barusan?”

“Aa……. Lupakan! Teruskanlah mengemudi. Kita mengejar waktu, bukan?”

—————————————————————————

“Well… aku ke kelasku dulu.” Ucap Sulli yang tiba-tiba mengecup pipinya Minho, dan membuka pintu mobil red Ferarri-nya untuk keluar.

“Hey!”

“Annyoeng!!” Ia tersenyum kecil dan melambaikan tangannya.

Sulli bergegas menuju kelasnya dengan membawa tumpukan buku yang begitu berat. Sebelum menuju kelas ia harus menuju lokernya untuk menaruh semua buku-bukunya, agar ia tidak repot nantinya membawa buku-buku tersebut. Tetapi sebelum menuju loker ia melihat Jiyoung. Ia bertekad untuk menemui Jiyoung dan menjelaskan segala sesuatu yang belum diketahuinya.

“Jiyoung… Jiyoungie!” Ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan.

Jiyoung tetap tidak menoleh kearahnya.

“Omo~ Sepertinya ia marah padaku!!”

“Hey! Perlu bantuan?”

“Waaa….!” Kejut Sulli. Untung saja semua buku-buku yang ia pegang tidak jatuh berserakan. Kalau tidak, wajahnya hendak dikemanakan?”

“Taemin! Omo~ Kau mengagetkanku!” Ucap Sulli seraya memukul perutnya Taemin.

“Auw!! Hahaha… Sakit tahu! Ada apa? Kau punya masalah dengan Jiyoung?”

Sulli mengangguk.

“Well… well… uri princess ternyata bisa punya masalah juga.”

“Hey, kau kira aku ini perfect, gitu?”

“Ahahaha… ya sudah, nanti kalian bakalan baikan juga. Kita mending ke kelas saja!”

“Ne… Ne…!! Hey, bawakan ini untukku!” Sulli menyerahkan semua buku-buku besarnya kepada Taemin.

“Ya! Ini tidak adil!” Protes Taemin.

“Ini juga tidak adil apabila kau membiarkanku kencing dicelana, hahaha…!”

“Errr—baiklah, mau kau apakan buku ini?” Tanyanya.

“Erm—tunggu saja di depan lokerku. Aku tidak tahan lagi!”

Sulli berlenggang menuju toilet wanita yang tepat bersebelahan dengan ruangan kelas yang tidak pernah dipakai. Sebelum ia masuk toilet ia bisa mendengar seseorang berteriak histeris sambil menangis-nangis menyebut nama Minho.

“Hiks… INI SUNGGUH TIDAK ADIL!!! KENAPA IA YANG MENDAPATKAN MINHO? Hiks….!”

Sulli perlahan memasuki toilet tersebut, ia tidak mau orang yang mengamuk itu mengetahui bahwa yang sekarang gadis itu teriaki ada di sampingnya, tepat di sebelahnya. Sulli membuka westafelnya, dan duduk diatasnya. Ketika ia sudah menyelesaikan hajatnya, ia masih bersetegang untuk berdiam di dalam toilet itu. Gadis yang berada disebelahnya masih saja berteriak-teriak tak karuan. Matanya mulai berat, agak melelahkan, kemarin malam ia hanya tidur beberapa jam saja. Sesekali ia menguap. Teriakan gadis itu nampak mengabur dari pendengerannya. Lalu suasana menjadi  gelap.

Gadis muda berambut kecoklatan dengan mata teduh dan kulit putih, berlari menaiki undakan tangga sebuah Mercusuar. Ia terus berlari, napasnya kepayahan..

DBUKK

Gadis itu terjatuh dan badannya sukses menggelincir ditangga itu, untunglah tangan gadis muda itu bisa memegang sesuatu yang kuat sehingga tubuhnya berhenti menggelincir. Dilihatnya kebawah, sosok bertudung hitam itu sudah berada didekatnya dan ia membawa sabit ditangan kanannya. Tangannya yang bebas meraih ujung kaki gadis malang itu dan berusaha menariknya. Gadis itu meronta dan dengan cepat dilepasnya sepatunya dari kakinya, gadis itu segera berdiri dan berlari lagi menaiki undakan tangga itu. Dilihatnya pintu besi putih, segera dia membuka pintu itu dan betapa kagetnya dia melihat sosok bertudung hitam itu sudah ada didepannya, Gadis itu hendak melarikan diri lagi, tapi dengan cepat tangannya dicengkram oleh sosok itu, Ia melemparkan gadis itu tepat dipagar pembatasnya. Gadis itu terbatuk, mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya, kemudian dia mendongak dan menatap sosok bertudung hitam itu yang sekarang berjalan mendekatinya sambil mengangkat sabitnya dengan tatapan nanar. Merasa usahanya sia-sia, gadis itu mencoba bangkit, dengan langkah pasti dinaikinya pagar pembatas Mercusuar itu, tapi sayang.. sabit sosok bertudung hitam itu, sudah lebih dahulu membelah tubuhnya secara horizontal, potongan sebelah kiri gadis itu, terjun bebas ketebing pantai, membentur batu.. jantung, ginjal, paru-paru kiri serta usus-ususnya tercerai berai. Sosok bertudung hitam itu mengamati sisa tubuh sebelah kanan gadis itu.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~…….!” Teriak Sulli dan satu semburan air ternyata bisa membangunkannya.

“Eee… Sulli, gwaenchanayo?” Ucap seorang gadis yang membangunkannya dengan menyemburnya.

“Jiyoung, kenapa kau ada disini?”

“Aku mendengar seseorang sedang berteriak, di sebelah toilet yang sedang kugunakan, dan ternyata itu kau!”

“Euw… bagaimana ini, aku tidak bawa baju ganti.”

“Tenang Sulli, aku bawa. Tunggu…. Ini!!” Ucap Jiyoung seraya memberikan sebuah baju hem berlengan panjang dan sebuah Jeans masih bermodelkan sama seperti yang ia pakai sekarang.

“Gomawo!! Aku ganti baju dulu!”

“Ne! Kutunggu didepan!”

Sulli mengangguk. Dan benar… ketika Sulli melihat wajah Jiyoung. Ia nampak menyembunyikan sesuatu. Sepertinya ia malu dengan teriakan-teriakan histerisnya di toilet, dan Sulli mengetahuinya, tetapi ia hanya bisa menyembunyikannya dari Jiyoung apabila ia ingin berbaikan dengan Jiyoung. Ia melepaskan turtel neck dan celana jeans-nya yang kini basah kuyup akibat perbuatan Jiyoung yang menyiramnya dengan seember air. Ketika ia dihadapan kaca, pandangannya terfokus pada sebuah tanda horizontal yang awal mulanya hanya garis horizontal yang biasa saja. Kini nampak jelas, bertambah panjang dan menghitam. Tanda itu menorehkan angka satu pada lengan kanannya.

Knock… Knock…

“Sulli, gwaenchanayo?” Jiyoung mengetuk pintu toilet itu.

“Ne, Gwaenchana, Jiyoung-ah!!”

——————————————————————————–

“Kalian semua buka halaman 560, baca dan kemudian jawab pertanyaan yang tertera di buku itu, saya beri waktu 5 menit untuk membaca, arraseo?”

“Ne….!” Jawab mahasiswa itu dengan serempak.

“Pssst… Sulli! Tadi kau kemana saja, huh?”

“Sudahlah Taemin!” Cela Jiyoung.

“Memangnya kenapa?”

“Sulli sedang mengalami hari-hari yang berat.” Bisik Jiyoung.

“Wae?” Taemin agak terkejut.

“Hey, kalian! Kalian tidak dengar apa yang dikatakan dosen Kim barusan?” Sulli menegur Jiyoung dan Taemin yang asyik menggosip tentang dirinya.

“An.. anu itu Sul…”

“Ne! Kami denger kok!” Sambung Taemin.

“Baguslah!”

“Anak-anak, sekarang waktu untuk membaca sudah habis. Silahkan jawab pertanyaan tersebut, dan jangan melihat teks yang sudah kalian baca, arraseo?”

“Ne!…”

“Hari ini begitu berat, hah~ kenapa akhir-akhir ini tidurku selalu diganggu dengan mimpi buruk, dan… mimpi itu sungguh mengerikan!! Bahkan tanda… tanda itu… tanda yang menggoreskan lengan kananku, sungguh aneh. Pertanda apa ini?” Batin Sulli.

“Sulli, gwaenchanayo?” Tanya dosen Kim.

“Aaa… Gwaenchanyo dosen Kim!”

“O.K! Lanjutkan menjawab pertanyaannya!”

“Ne!”

——————————————————————————————

“Hey, ada apa Sulli? Apa kau sakit?” Tanya Taemin di sore hari ketika mereka pulang dari kampus.

“Na molla! Aku hanya merasa kepalaku sangat berat, dan akhir-akhir ini tidurku selalu tidak nyenyak.”

“Apa kau sudah kedokter?” Tanya Jiyoung yang kini sudah mau berbicara secara personal dengannya.

“Hah~ belum! Tapi sepertinya penyakit ini biasa-biasa saja. O.K! Annyoeng, sepertinya Minho Soenbae sudah menungguku.”

“Ne! Annyoeng!” ucap Jiyoung dan Taemin hampir bersamaan.

Jiyoung menoleh kearah Taemin yang masih melihat kepergian Sulli. Taemin yang merasa diperhatikan langsung menoleh ke arah Jiyoung.

“Mwo?”

Jiyoung langsung memamerkan sederetan gigi-gigi putihnya. “antar kan aku ya?”

“Sireo! Kau kan bawa mobil!” ucap Taemin acuh seraya berjalan meninggalkan Jiyoung.

“Ya! Taeminnie! Kau tega sekali padaku!” ucap Jiyoung setengah berteriak. Tapi yang diteriakinya malah acuh tak acuh sambil terus berjalan menjauh darinya.

———————————————————————————————

Sulli nampak sedang memikirkan mimpi-mimpi yang akhir-akhir ini selalu menganggu tidurnya.

‘Ah~ pasti ada sebuah penjelasan! Yah aku yakin!’ batinnya sambil memandang kosong kedepan.

“Sulli! Bagaimana kalau malam ini kita pergi menonton? Aku punya film bagus!” ucap Minho tanpa mengurangi konsentrasi menyetirnya. Yang ditanya malah bengong.

Minho menoleh kearah sulli yang masih memandang kedepan. ‘sepertinya sedang melamun’ batin Minho.

“Sulli! Gwanchana?” tanya Minho seraya menepuk pelan bahu Sulli.

“Ah! Ne?” ucap sulli seperti baru tersadar dari lamunannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Sepertinya serius sekali!”

“Ah! ani! Hanya seputar tugas-tugas kuliah!” bohong sulli. Ia enggan menceritannya pada Minho. Memang apa yang mau ia ceritakan? Seputar mimpi-mimpi horornya? Paling-paling ia akan berkomentar ‘hanya mimpi! Tidak usah terlalu dipikirkan!’

“Mau kubantu?” tawar Minho.

“ani! Aku akan berusaha untuk menyelesaikannya sendiri!”

“Kalau kau perlu bantuanku! Aku akan selalu stand by 24 jam!”

“Ne! Gomawo Sunbae!” ucap sulli seraya membuka pintu mobil minho.

Minho segera menahan tangan sulli.

“Kau sepertinya melupakan sesuatu!” ucap minho seraya tertawa nakal.

“Mwo?” tanya sulli menunjukkan muka –tidak-taunya-

“popo!” ucap minho seraya menepuk-nepuk pipinya dengan jari telunjuknya.

*author 3 : eheheehhehe…. otak OBOk mulai beraksi…wakakkakaakkakkaa….gak jadi degh!!

“aissshh… Sunbae!”

“Hanya bercanda!” ucap Minho seraya melepaskan tangan sulli.

Sulli menampakkan wajah leganya dan keluar dari mobil Minho tapi dengan cepat ia kembali masuk. Dikecupnya bibir Minho lalu segera keluar lagi dan berlari kedalam rumahnya.

“hisss… dasar!” gumam Minho yang masih memandang Sulli hingga Sulli masuk kedalam rumahnya.

********************************************************

Seorang gadis muda tengah berlari disebuah labirin gelap. Napasnya terengah-engah, keringat mengalir dipelipisnya. Rambutnya yang pirang, agak berantakan dan mata birunya memancarkan ketakutan yang amat sangat. Dengan cepat, gadis itu masuk kesalah satu pintu tua yang didapatkannya disekitar situ, menutupnya lalu menahan pintu itu dengan kekuatan yang masih tersisa ditubuhnya. Gadis itu, menangis ketakutan saat pintu itu berusaha didobrak dari luar, hampir saja terbuka, untunglah gadis itu masih kuat menahannya. Beberapa menit berlalu, sepertinya sesuatu yang mendobrak itu sudah berlalu entah kemana, gadis itu melongsor kelantai dan menangis sambil memeleluk kakinya. Sulli melihat dengan jelas apa yang terjadi dengan gadis itu, dengan takut-takut dihampirinya gadis malang itu, Sulli mengusap rambut pirang gadis itu, berusaha menenangkannya tapi tidak berpengaruh.

“Your Afraid, Honey”

Sulli mendengar sebuah suara, dengan cepat dia membalikan badannya, Sulli ternganga, wajahnya menampakan ketakutan yang amat sangat. Dilihatnya gadis itu juga ketakutan sama sepertinya, dengan cepat tangan gadis itu meraih gagang pintu tua itu, berusaha membukanya tapi tidak bisa, Sulli berusaha membantunya juga, tapi mereka tetap tidak bisa membuka pintu itu

“you can’t go from this place” Sosok itu semakin mendekat dan bersiap mengayunkan sabitnya kearah mereka berdua..

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Gadis itu dan Sulli berteriak sekencang-kencangnya saat sabit itu menyentuh leher mereka berdua.

JRASSS

Darah segar mengalir membasahi ruangan itu dan juga muka dan tubuh Sulli, Sulli berusaha membuka matanya yang tadi ditutupnya, dan dia hampir kehilangan akal melihat potongan kepala gadis muda itu tergeletak tidak jauh dari Sulli berada, Sulli membekap mulutnya, ia meringis pelan. Dilihatnya sosok bertudung hitam itu mengangkat potongan kepala gadis malang itu dan membawanya dengan tangan kirinya. Sosok itu kini berjalan mendekat kearah Sulli, Sulli semakin gemetar keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya, ingin sekali rasanya dia berlari tapi kakinya sudah tidak sanggup untuk berdiri. Sekarang sosok bertudung hitam itu, mengayunkan sabitnya kearah Sulli dan..

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Sulli terpelonjak bangun.

“hhh…hhhh….hhhh… mimpi seperti itu lagi!” gumamnya seraya mengelap keringat  didahinya dengan punggung tangannya.

Ia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamarnya. Dituruninya tangga menuju lantai bawah dan segera menuju kedapur. Ia membuka salah satu pintu lemari es dua  pintu dihadapannya, mengambil sebotol air mineral lalu meneguknya.

Diliriknya jam dinding yang tergantung sempurna diatas pintu, menunjukkan pukul 03.00 KST. Dikembalikannya botol air mineral yang dipegangnya dan berjalan kembali kekamarnya. Ketika kakinya akan melangkah menaiki anak tangga pertama, matanya tertuju pada sebuah cairan berwarna merah pekat tercecer dianak tangga tersebut. Disentuhnya cairan itu dan menciumnya.

“Akh! Baunya sangat amis. Tidak salah lagi! ini darah” batinya. Diikutinya bercak-bercak darah tadi hingga  bercak darah itu menghilang tepat didepan kamarnya. Yah… bercak darah tadi berakhir dikamarnya.

“sebenarnya ada apa ini? Mengapa bercak darah ini menuju kamarku?” batinnya. Dengan ragu dibukanya pintu kamarnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” ia menjerit histeris. Ketika tiba-tiba sesosok mayat yang ia yakini adalah mayat Appanya tergantung terbalik dipintu tersebut, kepala mayat tersebut kini tepat didepan wajahnya. Ia segera bergerak mundur sambil terus mengamati tanpa kedip mayat didepannya. Mayat itu hampir tak berbentuk, wajah tampan appanya kini telah rusak parah, salah satu matanya hampir terlepas jika tidak ditahan oleh urat matanya, tulang hidungnya remuk hingga darah terus mengalir dari sana.

“Appa!” ucapnya lirih sambil menatap nanar kearah mayat itu. Ia membungkam mulutnya, kakinya lemas, tubuhnya terasa tak bertulang hingga ia tak sanggup menahan bobot tubuhnya dan terjatuh. Air matanya mulai keluar dan tubuhnya bergetar hebat.

“Sebenarnya siapa yang tega melakukan hal ini!” pikirnya.

Matanya membelalak dan tangisnya bertambah keras saat kepala Appanya terpotong dan jatuh menggelinding kearahnya. Dilihatnya orang yang menebas kelapa Appanya,  seseorang dengan tudung hitam serta pakaian yang serba hitam dengan sabit panjang ditangannya.

“dia….dia… dia yang selalu ada dimimpiku! Dia yang telah membunuh gadis-gadis itu dan juga…… Appa!” pikirnya sambil terus memperhatikan sosok didepannya.

“KAU! KENAPA KAU MEMBUNUH APPAKU?” teriak Sulli pada sosok itu.

Sosok itu tidak menjawab hanya menyeringai kearahnya. Sosok itu kini mendekat kearahnya dan akan menghujamnya dengan sabit yang digenggamnya. Sulli segera bangkit dan berlari menuruni tangga.

“EOMMA!” teriak sulli berharap eommanya dapat mendengar teriakannya. Tapi hanya keheningan yang ia dengar.

Ia berusaha menuruni tangga dengan cepat. Tujuannya sekarang adalah kamar eommanya. Ia dengan cepat membuka pintu kamar eommanya.

“KYAAAAAAAAAAAAAA!” ia kembali berteriak histeris saat melihat tubuh eommanya terbelah menjadi beberapa bagian. Kedua kakinya entah kenapa masuk kedalam bak sampah. Tangannya tergantung pada pada gantungan baju layaknya kaos tangan. Badan bagian atasnya terbelah-belah lagi menjadi bagian-bagian kecil yang berceceran di atas tempat tidur. Badan bagian bawahnya berhamburan dilantai, nasibnya sama seperti tubuh bagian atas. Darah mengalir disetiap potongan-potongan tubuh tersebut. Dan yang paling membuatnya shock, kepala eommanya dengan mata yang masih terbuka tergantung pada lampu hias yang terdapat dikamar tersebut.

Sulli terduduk lemas. Kepalanya mulai berdenyut tak karuan dan membuat pandangannya berbayang. Ia mulai menangis kembali dengan tangisan yang lebih keras.

“don’t cry, Baby!”

Sulli melihat kearah sumber suara tersebut. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha memperjelas pandangannya. Kini terlihat jelas sosok bertudung hitam dengan sabit ditangannya mendekat kearahnya.

Sulli bergerak kebelakang berusaha menjauh dari sosok mengerikan itu dan sosok itupun semakin mendekat.

“hey! Don’t move! I’ll not hurt you! But I want to kill you!” ucap sosok itu seraya terkekeh.

Sulli terpojok saat tubuhnya menyentuh dinding dibelakangnya. Sosok bertudung hitam itupun kini berdiri tepat didepannya. Sosok itu kemudian berjongkok. Ia memegang dagu Sulli. Hingga Sulli memandang langsung mata sendu sosok didepannya. Mata itu tidak asing baginya. Ia seperti pernah melihat mata itu disuatu tempat entah dimana.

Keringat dingin mulai bercucuran deras membasahi piyama yang melekat pada tubuh Sulli. Ia memandang takut sosok bertudung hitam dihadapannya.

Sosok itu menempelkan sabitnya keleher mulus Sulli. Glek! Sulli tampak menelan ludahnya saat sosok itu mulai menekan sabitnya. Sosok itu terlihat menyeringai dan sedetik kemudian ia dengan cepat menggerakkan sabitnya.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


33 thoughts on “BLOODY 19th – Part 1”

  1. wouahhh…keren!!!1 daebak…spa ya..pembunuhnya…?? jgan2 minho??,, taem?? jinki??? ato jiyoung??*reader sarap*

  2. hwaaaaaa!!,,, spa itu pmbunuhX sadis amat??..

    ngeriiii bcaX tp kereen…

    slam kenal author…
    dtunggu part slnjutX,,,

  3. wah keren !!! ehh… author aku bloh baca gx ???
    umur ku di bwh 16 tapi emng suka thriler …..
    boleh ya ?? *pupy eyes*

    wahhh!! keren itu yg bunuh siapa ?? ishh penasaran !! parah bgt !!! kayaknya konsepnya pembunuhan berantai gitu ya, pembunuhnya bkl bunuh org2 yg punya tanda itu ya ?? #pletak!! sotoy!!#
    siapa sih pembunuhnya !! udah kayak algojo !!

  4. itu sosok hitam”nya minho, ya? atau jinki? atau taemin?
    ih…masa umma sama appanya jga dibunuh.
    trus hubunganya ama angka 19 apaan?
    ditunggu jawabannya di part” selanjutnya…..gomawo..

  5. KEREN KEREN KEREN… aku emang suka ff kayak begini ><
    serem, apalagi aku bacanya jam 12 malem (gak ada yang nanya)

    penasaraaaaaan, tatto itu kenapa diincer? terus kenapa sulli yang kena? terus di mimpinya tahun1940 kan, kokbisaaa? terus siapa aja itu cewek-cewek yang kena? *digulinginkejurangkarnacerewet*

    mata sendu? :O jangan2 taem? *sotoy lagi-_-*

    LANJUTANNYAAAA AUTHOOOOR *gaknyante

  6. Bagiku nggak sadis kok ~.~ /PLETAK
    Sadis deng tapi gak ngeffect apa-apa ke aku-_- tumben nih nggak ketakutan baca ff sadis begini heheheheheh
    Alur ceritanya jelas, keren nih. Apalagi yang angka satunya mulai kebentuk ditangan sulli~
    Jangan bilang nanti puncaknya angka 19 ya yang terbentuk? WUAHHHHHH

    Nanti identitas cowok bertudung itu kebongkar gak? terus gadis2 dalam mimpinya sulli juga? Akhirnya sulli kebunuh apa selamat? kekekekek banyak nanya nih..maap yak author. *author: manggut-manggut*-__-
    Part 2 kapan? Jangan total NC ya? hehehehhe
    Apapun kelanjutannya, pasti DAEBAK deh kayak part 1nya 😀
    Ditungguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu~

  7. annyeong.. ffx keren, sadis, bagus bget lah intix.. aplgi blakangan ini lagi suka thriller.. kekekeKey.. tpi tpi, rada ga’ suka klo sulli dket” bang mino/plak.. biarin deh, yg pnting aq suka ffx.. lgsung lnjut part 2 ya, slam kenal.. 🙂

  8. pasti penjahatnya *si tudung item* salah satu org dekat Sulli…
    tp sopo?
    alasananya apa?
    kok dai kyk bunuhin cwek2 dr ebrbagai negara..
    yakk..
    lanjut ke part berikutnya
    *malam jumat baca horror.. asoyyyy*

  9. beuh keren kali…….
    serem nya dapat….
    horor abis…

    aku kayak pernah nonton film yang alur nya kayak gini tapi gak semuanya cuman ada moment yang sama aja… biasa lah ” hanya kebetulan” hehehehe….

    yang penting…
    suka ceritanya….

  10. permisee…
    kak aku mau ijin yaa ..
    ini FF bagus bangett
    ini FF boleh aku Re-Post ke page aku di Facebook gak ? please ..
    gomawo

  11. Woaaahhhh! ini keren!!
    Terlepas dari kesalahan secara tata bahasa dll nya, saya suka ff ini.
    hemm, penasaran sama sosok bertudung itu. Apa jangan2 itu Minho kah?
    Terus aku curiga bagian akhirs itu sulli ternyata masih mimpi juga.
    oKEY, ga banyak bacot. Langsung cuss ke part selanjutnya b^^d

  12. kyaaaaaaaaaaaaaaaaa T.T
    sumpah ini bikin disko jantung.
    jantung gueeeee Щ(ºДºщ)
    itu siapa sih yg bertudung? jahat jahaaaat! itu juga kenapa sulli yg harus ngalamiiin T.T
    tapi keren thor! bentar, biar aku lanjutin dulu bacanya muehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s