Say It! [1.2]

Title     :  Say It! {1/2}

Cast     : Yuna, Lee Jinki

Other   : Soo Seok, Kyuhyun, Kim Sera, Kim Kibum, Ryui (Kekeke~~)

Genre : failed Romance =.=’’

Rating : T

Summary : ‘Sa…sa..ungh..sa..Argh!Ada apa dengan ku sih!?’

‘ Tidak apa apa, tapi kau bisa mengatakan suka kah?Choaeyo?’

Author             : Joe

Disclaim : They’re belong to God, I just have the plot and kyuhyun *slap.

Special for Unnie Lana, aaand Unnie Lia, sorry use your Korean name.

Ps        : Mau comedy gagal, mau romance gak romantic, semoga suka.Terus sambil denger lagu

Again ya!Awas loh #maksa

{Soo Seok POV}

Dia temanku, Yuna, dia cool dengan rambut nya yang sebahu, jam tangan hitam yang selalu melingkar di tangannya, gaya nya yang cuek dan segala ada pada dirinya.

Dia queen of charisma kelasku, oke Cuma aku yang menyebutnya seperti itu. Dan kalau Yuna sudah mengobrol dengan Choi Minho….mereka akan menjadi sedikit aneh.

Seperti minggu lalu, kami mendapat tugas kelompok dan aku sekelompok dengan Minho dan Yuna.

‘Kau dengan ku?’ aku lihat Minho mengangguk.

Dan Minho menyerahkan selembar kertas ke Yuna.

‘Kerjakan sendiri sendiri dan satukan’ ucap Minho pelan dan kau tahu selanjutnya?!

Ya!!Mereka TIDAK berbicara sedikit pun!God!

Songsaenim salah memasukkan aku dalam kelompok ini!

{Sera POV}

“Yuna, kau tidak ke kantin?”

BLAK

Seperti biasa tanpa ba-bi-bu lagi dia mengeluarkan kotak bekalnya.

“Cih!Kau tahu, kau belum mengucapkan apa apa dari tadi pagi”

Terkadang Yuna keterlaluan…

“Kau tahu, kau belum berhenti berbicara dari pagi” jawabnya datar.

“YA!ukh…aku pergi ke ruangan Kibum songsaenim saja!” gerutuku dan meninggalkannya.

Tapi aku masih bisa dengar dia berbisik “Aku tidak peduli”.

AAARGGGHHH!!!HOLYCRAP!Kenapa aku bisa berteman dengan si ‘Ratu Es’?!

“Songsaenim!” sapaku dan berjalan perlahan memasuki ruangannya.

“Kenapa Sera?”

“Ehmm….kau mau ke kantin bersama ku tidak?”

“Mian, aku membawa bekal, tapi kita bisa makan berdua kalau kau mau”

Ah…songsaenim ini pandai meluluhkan hatiku….melupakan si ‘Jelek’ Yuna itu…

{Soo Seok POV}

“Jeongmal?Romantis sekali….” Desisiku.

“hehe” Aku melirik sebentar kearah Yuna. Dia asik mendengarkan music dari ipod nya.

Sedangkan temanku Sera ini malah asik berceloteh tidak jelas soal Kibum songsaenim pujaannya.

Memang sih Kibum songsaenim itu keren, tapi kalah keren dari namjachinguku, kalau Sera bisa mendengar isi hatiku mungkin dia akan mengeluarkan semburan apinya.

{Author POV}

Yuna menatap kosong punggung Lee Jinki, yang berada di depannya.

Dia menerawang jauh sebelum dia menjadi seperti ini. Tepat saat dia masih duduk di kelas dua smp.

‘Yuna, kau itu heboh sekali sih, memalukan!Lebih baik aku dengan Jessica saja, kita putus oke?!Bye’

Kata kata itu masih sangat di hafalnya sampai detik ini.

Meskipun dia melupakannya sesaat, tapi kalau dia menerawang soal ingatannya yang dulu, pasti yang akan teringat adalah hari di mana dia di putuskan oleh pacar pertamanya.

Pernah dia mencoba berpacaran dengan Donghae, kakak kelasnya sewaktu smp. Dan hasilnya dia malah akan di tiduri dengan namja sialan itu.

Setelah masuk semester pertama sma, dia berpacaran dengan Siwon, sunbae yang selalu menolongnya. Yuna sempat luluh dengan perlakuan Siwon, dan lagi lagi akhirnya gagal. Dengan kasus yang sama : Siwon ingin meniduri Yuna sewaktu pesta ulang tahun Yuna.

Dan hal itu membuatnya menjadi aneh. Dia menggunting rambut panjangnya, merombak semua isi kamarnya dan segala yang ada dalam hidupnya.

“Saranghae” Yuna sontak bergidik dan menatap ke arah suara itu. “Nado saranghae”

Yuna sudah tidak bisa menahannya, dia menggebrak mejanya dan pergi keluar.

“Yuna!” panggil Soo seok dan Sera, tapi percuma, gadis itu harus ke kamar mandi.

Yuna berlari cepat, dia mendobrak pintu kamar mandi dan memuntahkan semua isi di dalam perutnya. Percuma dengan makan siangnya, sudah berakhir di wastafel itu.

Dia menatap pantulan dirinya di cermin yang besar. Sedetik kemudian, matanya panas dan benar benar tidak terelakkan kalau dia sekarang menangis.

Dia benci, dia benci ketika dia tidak normal seperti orang orang lainnya.

Ketika teman temannya mengatakan cinta dengan mudah. Bahkan untuk memikirkannya Yuna tidak bisa.

“Sa…sa..ungh..sa..argh!Ada apa dengan ku sih!?” dia mengacak rambutnya dan keluar dari kamar mandi wanita.

**

“Yuna saranghaeyo!” teriak adik kelas Yuna di depan meja Yuna ketika bel sekolah menandakan kepulangan siswa.

Soo seok yang berada di sebelah Yuna segera menatap Yuna.

Yuna hanya menunduk dan menggaruk tangannya. “Noona, jawablah” rayu adik kelas di hadapannya.

Soo seok bisa melihat mata Yuna yang hampir mengeluarkan air mata. Soo seok sangat menyukai Yuna ketika dia menjaga imagenya, berusaha menjadi cool untuk menutupi rasa malunya.

“ehm, maaf, temanku sedang tidak enak badan, mungkin dia akan menjawabnya nanti” Soo seok tersenyum meyakinkan adik kelas itu.

“benarkah Noona?”

Bahkan Yuna benci ketika seseorang memanggilnya Noona.

“Yasudah, besok jawab ya noona, sarang—“

BUK

Tepat di wajah adik kelas itu kepalan tangan Yuna mendarat dengan mulusnya.

“Yu..yuna..” bisik Soo Seok. “Dengar ya BOCAH!Apa itu sa.. sa..apa itu!CIH!PERGI SANA!” bentak Yuna.

Adik kelasnya berlari dan keluar, tidak mengatak apa apa, Soo seok hanya berharap anak itu tidak mengadukan masalah ini ke siapa siapa.

**

“Aku malu soo”

“Malu kenapa?”

“Aku alergi kalau ada orang yang mengatakan sa..sar..eng..sa”

“saranghae?” Yuna segera bergidik, mukanya merah dan tangannya mengepal kuat.

“Tidak apa apa, tapi kau bisa mengatakan suka kah?Choaeyo?”

“Unghh…ber..hh..berhenti..aku..tidak kuat…”

“Masa kau tidak bisa mengatakan choaeyo sih?”  tanya Soo seok santai.

Yuna yang sudah berkeringat menahan tangannya yang sebentar lagi akan melayang.

“Coba ucapkan…Cho-ae-yo”

“Soo..hh..kumohon..” Yuna sebenarnya ingin bangkit dari duduknya dan berlari keluar dari café itu. Hanya saja badannya sudah kaku semua.

“Kalau I love y—“

DUAK

“GYA!Soo mianhae mianhae…” Yuna berdiri dan mengambil tangan soo seok agar yeoja itu bangkit dari jatuh duduknya. “Yuna, kau mengerikan” lirih soo seok sambil mengelus hidungnya yang berdarah.

“Habisnya kau berkata hal hal menjijikan seperti itu terus sih!”

“Kau harus membiasakannya tahu”

“Hh..sudahlah, kita pulang saja” Yuna menyendokkan ice creamnya untuk terakhir kali dan bangkit.

**

“Kau alergi terhadap yang berbau romantic tidak?” tanya Soo seok ke Sera.

“Kau demam?Pertanyaan macam apa itu?”

“Oke, aku salah orang”

“Heh, tunggu” Sera menarik kerah belakang soo seok.

“Untuk apa kau bertanya seperti itu?”

Soo seok meneguk ludahnya, dia tidak mungkin memberitahu hal aneh yang Yuna alami.

“Ehm…kau tahu kan Kyuhyun sangat tidak romantic, jadi kupikir itu seperti alergi”

“Haha….kupikir apa, lagian bukannya namja chingu mu memang seperti itu?” tanya Sera polos, tanpa di buat buat.

“Cih!Pikirkan saja kibum cintamu yang tidak tergapai..!” Soo seok melepaskan kerahnya dan berjalan ke arah Jinki.

“Jinki ya…”

“ne”

“Kau kenal Kangin sunbae tidak?”
“Memang kenapa?” jawabnya datar masih tetap memandang bukunya.

“Dia kan suka menyebar rahasia dan semacamnya, kemudian aku bertanya padanya, benarkan kalau kau suka Yuna?”

Jinki membulatkan matanya, pandangannya kini beralih pada gadis di sampingnya.

“Dari mana gossip murahan seperti itu!?”

“Mengakulah…” goda soo seok sambil menaik turunkan alisnya.

“Ekh…kalau iya kenapa?” sebenarnya tidak ada yang tahu soal Jinki menyukai siapa, dan dia tidak ingin memberi tahukan soal itu. Hanya saja Jinki bukan tipe pembohong.

“Untung Yuna sedang sakit…kalau tidak aku akan memberi tahukannya” celetuk Sera yang ternyata sudah ada di meja Yuna mencuri dengar semua perkataan mereka.

“YA!Mengagetkan saja!Sera jangan beritahukan dia ya?” Jinki mengatupkan kedua tangannya seolah memohon dengan sangat.

“Bagaimana ya…oh ya kudengar kau tetangga kibum songsaenim kan?Beri aku nomor ponselnya dan kau bebas”

Jinki mencibir dan mengeluarkan ponselnya, mencari nomor kibum songsaenim.

“Nih!” Jinki menyodorkan ponselnya, dengan semangat Sera mencatat nomornya dan berteriak histeris.

“GYA SONGSAENIM!AKU PADAMU!!!!” membuat anak anak di kelas mereka melirik ke arah mereka bertiga.

“Jangan membuat kita berdua malu!Paboya!” Soo seok menarik Sera agar duduk kembali.

“Nah Jinki, sepulang sekolah temui aku di depan gerbang, aku punya misi untukmu”

“Kenapa tidak sekarang saja?”

Dan tanpa sepengetahuan Sera yang asik menatap ponselnya, mata soo seok menunjuk Sera seolah berkata pada Jinki kau-tahu-kan-anak-ini-penyebabnya.

**

“Kenapa?”

“Pokoknya hari ini tidak bisa”

“Lalu tanding games nya?”

“Cho Kyuhyun yang bodoh, aku tidak bisa, aku ada urusan, pokoknya hari ini tidak bisa”

“Cih, kau juga bodoh Han Soo Seok!Ya sudah, jangan merindukan aku ya”

“Tidak akan” Soo seok mencibir dan turun ke bawah, berlari menemui Jinki yang sudah menunggunya.

“Ya Jinki!” teriaknya.

“Ne..”

“jangan bicara di sini, di kedai ice cream ahjussi Ahn saja” saran Soo seok.

Awalnya sebagai siasat Soo seok memulai pembicaraan yang ringan.

Baru saja Soo seok akan mengawali niat kenapa dia meminta Jinki berbicara dengannya.

“Soo Seok…” Soo seok menoleh ke belakangnya. Cho Kyuhyun berdiri di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan benci?Marah?Envy?

“Hai Kyu..”

“Kau tidak bisa pulang denganku karena berkencan dengan namja ini?”

“Bukan..aku—“

KLANG

Cho Kyuhyun keluar begitu saja.

“Nah Jinki kembali ke pembicaraan kita”

“Kau tidak menjelaskan sesuatu pada pacarmu?”

“dia akan membaik dengan sendirinya, lagian tanpanya semua akan baik baik saja”

Jinki mengangguk pelan, matanya masih menatap Kyuhyun yang masih berdiri di depan pintu, menunggu soo seok menjelaskan sesuatu, tapi nihil jadi Kyuhyun pergi dan benar benar menghilang.

Soo seok menjelaskan semuanya, kenapa mereka di sini, kenapa Yuna tidak masuk hari ini. Dan soal alergi Yuna.

“Aku mohon, Yuna sangat membutuhkanmu” Soo seok mengatupkan tangannya, benar benar membutuhkan pertolongan Jinki.

“Kenapa harus aku?”

“Karena kau menyukai Yuna!Dan sepertinya Yuna punya rasa denganmu”

“Mana mungkin”

“Tolonglah…”

“Baiklah”

**

Yuna melepas headsetnya dan menatap kelasnya yang masih kosong. Dia bangun terlalu pagi, sekarang masih jam 06.12 dan Yuna masih sangat punya banyak waktu, karena jam pelajaran pertamanya adalah belajar sendiri, yang di mulai jam 8.

Yuna beranjak dan memutuskan akan mengelilingi sekolahnya. Lama sekali, dia tidak berjalan jalan di tengah keheningan ini. Dia terlalu takut, mengingat semua kejadian buruknya.

Yuna menatap dua pintu di hadapannya, di atasnya bertuliskan Ball Room.

Dulu Yuna adalah anak teater, tapi dia berhenti, dan sekarang menjadi ketua klub footsal yeoja.

Yuna membuka salah satu pintunya perlahan. Dan semua ingatannya tentang Siwon keluar begitu saja. Mengalir dan tidak mau berhenti.

Bahkan air matanya sekarang ikut mengalir. Dia sangat menyukai Siwon, namja itu membuat Yuna percaya akan semua yang ada di dunia ini.

Kenapa waktu itu, saat Yuna ulang tahun, Jong Woon membawa soju! Dan Yuna tidak tahu akan hal itu. Kalau saja Siwon tidak mabuk, kalau saja orang mabuk itu tidak berbicara melantur dan mengungkapkan sesuatu yang di pendamnya.

Tanpa Siwon sadari dia mengucapkan hal fatal pada Yuna

‘Kau tahu, aku sepertinya mulai bosan padamu, kelihatannya temanmu Sera lumayan’

Dan Siwon merebut first kiss Yuna.Dan..umh..bagian yang paling di benci Yuna adalah, ketika namja itu hampir ‘memangsanya’.

“Yuna?” Yuna menoleh, Kyuhyun menutup pintu Ball Room.

“Kau menangis?”

Yuna mengangguk pelan, dia berjalan mengikuti Kyuhyun, menuruni tangga, dan duduk di kursi paling depan.

Kyuhyun naik ke atas panggung dan tertawa.

“Kenapa tertawa?!” protes Yuna.

“Kau lucu, kata Soo seok kau Queen of charisma..”

“Itu kan katanya!Lagian aku ini normal!”

“Ne, ne, ne” Kyuhyun duduk bangku dan memainkan cello yang ada di sana.

Lembut dan menggetarkan, itu yang terdengar sekarang di telinga Yuna.

“Kyuhyun ah…berhenti” ucap Yuna menahan tangisnya.

Kenapa aku jadi cengeng begini!’ umpatnya dalam hati.

Kyuhyun tersenyum dan terus memainkan cello nya tanpa berhenti, dia memainkan lagu Joy Of Love, padahal hatinya sedang menangis.

**

“Kau habis dari mana sih?” gerutu Sera, Yuna hanya tersenyum dan mengambil ipod nya.

“Dia jadi kelihatan lembut ya?” bisik Sera di telinga Soo seok. Mereka hanya memperhatikan Yuna yang mendengarkan ipod sambil terus membaca novelnya.

“Ne..” Soo seok mengalihkan perhatian pada ponselnya, dan sama sekali tidak ada dering dari ponselnya.

“Yuna ah, tolong ajarkan aku matriks ya” Jinki menyodorkan buku matematikanya di hadapan Yuna.

Soo seok segera mengalihkan pandangannya dan berharap semoga Jinki berhasil.

Sera kembali menekan sederet keypad di ponselnya, yah hanya e-mail basa basi untuk songsaenimnya.

**

“Annyeon Yuna!” seru Jinki memasuki lapangan footsal mereka.

“Kenapa kau ada di sini?”

“Aku?Aku kan juga masuk klub ini” jawab Jinki mempertahankan senyumnya.

“JINKI YA!” teriak pelatih mereka dari lapangan sebelah khusus putra.

“Ne, ne, sudah dulu ya” Jinki melambai dan berlari.

Yuna masih memperhatikan Jinki, meskipun hanya punggung namja itu, entah kenapa Yuna sangat menyukai punggung namja itu dari sejak dia duduk di belakang Jinki.

“Yuna yah!Ayo mulai”

“Ah, ne” Yuna berlari ke tengah lapangan tapi matanya tetap berada di belakang punggung Jinki.

**

“Do..double..date?Apa itu?” Soo seok menepuk keningnya.

“Ya!Kenapa aku tidak di ajak?” protes Sera, Soo seok menarik telinga perempuan itu dan membisikkan sesuatu.

Sera menganggu dan tersenyum, Yuna mengangkat sebelah alisnya.

“Aku tidak usah ikut, aku baru sadar, Kibum songsaenim pasti tidak akan mau”

“Tunggu!Aku juga tidak ikut!” elak Yuna.

“Apa?Kau ikut!Aku memaksa!”

“Ungh…dengan siapa?”

Jinki berjalan ke arah mereka berdua dan tersenyum “Aku”

0.0

“Muka mu aneh Yuna”

“Eng…kenapa Jinki?”

“Karena Jinki dan Kyuhyun berteman, dan Jinki wakil ketua OSIS”

Yuna menarik Soo seok jauh dari jangkauan pendengaran Jinki.

“Kau gila ya?!”

“Aku dan Jinki akan membuatmu berubah Yuna, saranghae yeongwonhi” setelahnya Soo seok terkikik atas perkataannya sendiri.

Yuna menggaruk tangan kanannya yang gatal atas perkataan Soo seok.

“Jadi?” tanya Jinki.

“Sekalian kita penyegaran sebelum ulangan semester” tambah Soo seok.

“Kau aneh, penyegaran kan sehabis ulangan” celetuk Yuna.

“Yaaah…Kyuhyun mengajarkan ku seperti itu sih”

“Oke kumpul di rumahku jam sepuluh” Jinki dan Yuna mengangguk.

Apa Jinki akan berhasil?Tahan dengan tinju Yuna dan tendangan Yuna?

**

“Kyu ah…”

“Ne?”

“Kau akan ikut double date kan?”

“Itu bukan double date nyonya Cho!Kita akan berpisah dengan mereka berdua kan?Kemudian kau akan mematai mereka, apakah Jinki berhasil atau tidak?”

“Wow, seratus!Dan aku tidak suka dengan panggilanmu, nyonya Cho?Marga ku ‘HAN’”

“Terserah, lalu kenapa harus dengan ku?Kenapa tidak dengan Jinki?!”

Soo seok terdiam dan setelahnya mengangguk.

“Ah….kau cemburu ne?”

“Up to you girl”

**

Dan di sinilah mereka, di tengah taman bermain yang padat karena hari libur.

“ya!Kita sungguh akan bermain?!” teriak Yuna lebih terdengar seperti bisikan.

DRT DRT

Soo seok mengangkat ponselnya tertera phone ID ‘Que Sera seraya~’

“YOBO?!…NE…NE CUKHAE…NE…ANNYEONG”

“wae?”  tanya Yuna.

“Sera dan ‘kau tahu’ baru saja jadian”

“Jeongmal?!” dua namja –Kyuhyun dan Jinki—melirik mereka dengan pandangan aneh.

“Ne, sudahlah, kajja!Kalian duluan saja” senyum Soo seok tenang.

Mereka bertiga jalan di tengah padatnya orang orang. Dan secara sengaja, setelah Soo seok memaksa Kyuhyun, akhirnya namja itu berhenti berjalan bersama Jinki dan Yuna, membiarkan mereka di telan lautan manusia.

“Kyu ah!” teriak Soo seok di belakangnya.

“Kita berhasil!” seru Soo seok semangat. Kyu hanya mengangguk dan tersenyum terpaksa.

“Nah ayo kita pulang” ajak Soo seok.

Kyuhyun membulatkan matanya. “MWO!!?Aku kesini pagi pagi menemani mu merencanakan hal gilamu dan kemudian baru kita sepuluh menit di sini kau mengajak pu..pulang?!Kau gila Soo seok!”

Soo seok menggaruk kepalanya. “Memangnya kita mau apa lagi?”

Kyuhyun mendecak kesal dan meninggalkan Soo seok.

“Ya!Kyuhyun ah!”

**

“Kemana Soo seok?” tanya Yuna di tengah jalan ketika mereka menyadari kalau mereka hanya berdua. Jinki yang sudah tahu hanya berpura pura tidak tahu, mengendikkan bahunya.

“Kita naik kincir angin itu saja yuk” ajak Jinki.

“Aniya..kita jangan langsung ke puncak permainan, ayo naik roller coaster” ajak Yuna menarik tangan Jinki tanpa dia sadari. Jinki hanya membiarkannya.

**

“Jinki, mukamu merah sekali!” panic Yuna, sebenarnya Jinki memang alergi ketinggian, tapi dia memaksakannya hanya untuk Yuna.

“Nah kita ke rumah hantu setelah kau merubah warna mukamu” Yuna tertawa kecil. Jinki menatap Yuna lekat, yeoja itu, padahal dia tidak imut seperti Seung Yeon lead cheers sekolahnya, dia tidak feminine seperti Goo Hara teman satu kelasnya, dia tidak memiliki kaki jenjang Soo young, tidak memiliki suara indah Taeyeon, tidak godess seperti Gyuri, tapi kenapa Jinki menyukainya?Yeoja yang blak blakkan dengan suara datarnya ketika menyinggung orang, tawanya yang selalu di sembunyikan, gengsi yang selalu di agungkan yeoja ini, kenapa?

Dan Jinki sekarang percaya kalau ‘Cinta itu Buta’.

**

Mereka menyantap ice cream mereka di tengah terik nya matahari.

Yuna berkali kali menelpon Soo seok, tapi malah masuk ke Mail box, Jinki juga menelpon Kyuhyun, dan sama saja.

Jadi mereka asumsikan, kalau dua pasangan itu sedang berkencan dan tidak ingin di ganggu.

Padahal asumsian mereka jauh dari kenyataan.

“Sudah jam tiga sore, kau mau pulang?” tanya Jinki mengecek jam tangannya.

Yuna menggeleng pelan. “Rumahku tidak ada siapa siapa, aku malas pulang”

Jinki tertawa renyah, “Kalau begitu kajja, kita akan ada di sini sampai malam”

Yuna mengangguk semangat, setelah hampir tiga tahun mengenal Yuna, baru kali ini gadis itu menunjukkan mata bersinarnya pada Jinki. Dan lagi lagi Jinki menyukainya.

**

Yuna menatap jendela yang besar, sebuah ruangan kecil berbentuk apel melayang setinggi enam belas meter, dan di dalamnya, Jinki serta Yuna sedang tenggelam dalam pikiran masing masing.

“Kau tahu Yuna yah, kalau sepasang kekasih berada di puncak kincir angin jam enam sore lewat tiga puluh tiga menit, mereka akan bahagia selamanya”

“Legenda yang memuakkan” bisik Yuna.

“Yah, tapi siapa tahu kita akan seperti apa yang di katakan legenda.” Jinki tertawa.

Yuna membulatkan matanya, dia menatap tajam Jinki, “Maksudmu?”

Jinki tersenyum penuh arti dan menoleh ke arah jendela.

“Lihat!mataharinya tenggelam!” seru Jinki dia menatap jam tangannya.

“Dua menit lagi jam enam tiga puluh tiga!”

Dan dua menit lagi mereka akan mencapai puncak kincir angin.

Jinki segera berlutut di hadapan Yuna.

“Aku..ingin kau jadi yeochinguku” katanya, yang membuat takjub Yuna, dia tidak mengatakan ‘Saranghae’ ataupun ‘Choaeyo’, apa mungkin Jinki sudah tahu soal alergiku? Bisiknya dalam hati.

GRAK

Tepat di puncak kincir angin itu, semua berhenti, termasuk ‘apel’ yang Yuna dan Jinki tempati.

“Jinki ya…kenapa berhenti?”

“Molla…Ah bagaimana jawabanm—“

GRAK

Lampu mulai menyala lagi dan ada guncangan yang kuat, membuat Yuna terjatuh dan secara tidak sengaja menyentuh lembut bibir Jinki.

Yuna segera bangkit, “Mi..mian..”

“Ne” jawab Jinki gugup dan duduk kembali.

“Ah..Jinki..apa jawabannya boleh besok?” tanya Yuna malu sambil menggaruk tangannya yang sudah gatal dan merah.

“N..ne..” jawab Jinki lemah.

Dia kembali memandang langit yang sudah gelap.

Berharap besok jawabannya tidak segelap langit itu.

Dan sekali lagi dia bertanya ‘Apa dia sanggup dengan Yuna?’

To Be Continue

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


15 thoughts on “Say It! [1.2]”

  1. ya ampuun ada orang yg alergi ama kata cinta hahaha, idenya kreatif ^^b
    ditunggu part selanjutnya

  2. wah…… keren2 ….
    iya juga sih, klom pikiran kita membenci sesuatu pasti akan beralih ke tubuh,
    wah…. di terima gx ya ?? mudah2an di terima …

    di tunggu lanjutannya ya …

  3. Aku kok agak gk nyambung ya,,,
    Jinki itu mantannya Yuna trus masi suka sama Yuna gitu ta??
    Tapi,, kok dulu mutusinnya gitu ya??
    Aku gk nyambung,,,, Author,, tolong jelasin,,, #maklum reder stress#,,, 😦

  4. Huaaa
    Jinki nembaknya sweet bangett
    Yuna mudah mudahan bisa sembuh
    siwon sama dongha jahat
    Kenapa yuna bisa sial begitu ya
    Lanjutt!!

  5. aku agak bingung di awal, tp dibaca balik (akhirnya) ngerti jg
    yuna alergi krn kbanyakan ngalamin pgalaman buruk? *soktau*
    oke, keep fighting!

  6. rempong juga kalo punya cewek alergi ma romantisme…
    tp bukan salah yuna… dia begini krn dia trauma sm pengalaman pribadinya
    ni tantangan buat jinki…. kalo bs ngerubah yuna, dua jempol buat jinki…
    aku mndukungmu…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s