Taemin Love Story – Part 3

Title                             :           [Sequel #3 Taeminnie Love Story] Taemin-ah, Comeback to Me!

Author             :           Achiiey_Linda

Main Cast        :           Taemin SHINee – Hyorin

Support Cast   :           Minho SHINee, Kibum SHINee

Length             :           Sequel OneShot

Genre              :           Fluff, Friendship, Romance, Parental Guidance

Rating             :           kalo yang ini, PG-15, yakin!

Summary         :           Cuma kamu! NGGAK MAU YANG LAIN! Tapi, tetap jadi Taeminnie, oke?

A.N                 :           Belum tau enaknya lanjut apa udahan nih Taeminnie Love Story nya? Kasi saran dong… Terus… Mian yak kalo yang ini bikin readers geregetan #plaks soalnya Hyorin Cuma mau sama Taemin, nggak tergoda Minho sama sekali^^

[sequel #3 Taeminnie Love Story]

Taemin-ah, Comeback to Me!

By : Achiiey_Linda

“Choi Minho…”

Dia menatap Minho tajam.

“Taemin-ah…”

***

Kejadian itu sudah satu minggu yang lalu, tapi aku tetap tidak bisa melupakannya. Gara-gara kejadian itu, sekarang Taemin marah padaku. Ponselnya tidak aktif. Tidak menjemputku berangkat sekolah, tidak menyapaku, aku harus bagaimana??

“Minho-ya, kita harus bicara!” aku menyeret Minho keluar menuju ruang kesehatan.

“Mwoya? Kim Hyorin, lepaskan tanganmu! Banyak yang memperhatikan kita!”

Aku tidak mempedulikannya. “Kau diam saja, Choi Minho! Diam dan tetap berjalan mengikutiku!” Sebenarnya dia berat sekali. Tetapi karena aku sedang marah, tenagaku jadi berlebihan. Aku bisa menyeret Minho dengan mudah.

Aku menutup pintu ruang kesehatan. “Minho-ya! Kau harus bertanggung jawab! Sekarang Taemin marah padaku, dan itu semua gara-gara kau!”

“Mwo? Apa yang harus aku pertanggungjawabkan?”

“Ya! Kau lupa melakukan itu di depan Taemin?”

Minho tersenyum. “Jadi karena itu? Kau menikmatinya, bukan? Kau ingin lagi?” dia mendekat.

“Ya! Ya! Mundur lima langkah, Choi Minho!” aku mundur beberapa langkah. Aish… Kim Hyorin! Mengapa kau takut? Mana nyali besarmu menyeret seorang cowok populer tadi?

“Hyorin-ah, kau akan jadi mahasiswi yang cantik sebentar lagi. Bagaimana bisa kau mempunyai pacar anak SMU? Jadi pacarku saja, oke?”

“Shiro!” bentakku. Minho diam. “Kubilang mundur lima langkah, Choi Minho!” Minho melakukan apa yang kukatakan. “Kau tau mengapa aku tidak mau menjadi pacarmu? Karena Taemin tidak pernah membuatku mengulangi perkataanku, ara?”

Aku keluar, meninggalkan Minho di ruang kesehatan. Sebenarnya aku menyuruhnya meminta maaf kepada Taemin. Tetapi mengapa aku meninggalkannya? Sekarang, bagaimana caranya aku meminta maaf kepada Taemin? Aku belum sempat menceritakan kejadian yang sebenarnya, karena bertemu denganku saja Taemin tidak mau. Susahnya memiliki pacar yang masih kecil…

***

“Kibum-ah, bisa bertukar tempat duduk?” aku bertanya kepada Kibum, teman sebangku Minho. Aku akan membujuk Minho lagi. Kali ini aku harus bisa menahan emosi.

“Tidak biasanya. Kalian ada hubungan? Kulihat tadi kau menarik Minho masuk ruang kesehatan. Apa yang kalian lakukan? Bukankah kau berpacaran dengan Taemin? Hyorin-ah, apa kau tidak malu memiliki pacar seorang murid SMU? Sebentar lagi kita akan menjadi mahasiswa!”

Aku hanya tersenyum kilat. Kibum-ah! Tutup mulutmu! “Bisa bertukar tempat duduk, kan?” Tanpa menunggu jawaban dari Kibum, aku segera menariknya berdiri, dan duduk di tempatnya. “Gomawo, Kibum-ah. Kau bisa duduk dengan Yi En sekarang.”

Kibum menggembungkan pipinya, tanda keberatan sekali. Tetapi aku tidak peduli. Kali ini aku harus berhasil membujuk Minho!

Minho masuk ke kelas, berjalan mendekatiku. Hatiku berdebar. Kuakui dia tampan sekali. Dulu aku pernah menyukainya, tetapi aku mengalah karena Yi En menyukainya juga.

“Hyorin-ah, apa yang kau lakukan di tempat duduk Kibum?”

Aku menarik tangan Minho agar duduk di tempatnya. “Urusan kita belum selesai!” Aku kemudian mengeluarkan kertas, menuliskan sesuatu. Setelah itu menyerahkan kepada Minho.

‘Hyorin : Minho-ya, jebal. Minta maaflah karena telah menciumku!’

‘Minho : Shiro! Kau yang menciumku, jadi minta maaflah sendiri!’

‘Hyorin : Ya, aku tidak menciummu! Kau yang menciumku!’

‘Minho : Aniyo, kau! Bukan seperti itu ciumanku! Lebih basah~’

‘Hyorin : Tapi saat itu kau yang menciumku, Choi Minho!’

‘Minho : Ani!’

Aku memandang Minho dengan tatapan memelas. “Minho-ya, jebal…”

Dia menggeleng. “Aku tidak bersalah, Kim Hyorin! Berhenti memelas seperti itu!”

Aku menyerah. Susah sekali membujuk cowok populer ini!

“Aa, ada satu syarat, Hyorin-ah. Jika kau mau…”

Belum sempat Minho melanjutkan perkataannya, aku segera memotong. “Aku mau Minho-ya! Katakan apa?”

“Benar kau mau?”

Aku mengangguk. “Cepat katakan!”

“Kita berkencan, Minggu besok. Ku tunggu di taman. Berdandanlah yang cantik.”

Aku menelan ludah.

***

Seperti yang sudah dijanjikan, hari ini kami akan kencan. Tapi, Minho mana? Aku sudah menunggu hampir setengah jam di sini, dia belum muncul juga. Ponselnya tidak aktif.

Taemin-ah, kau lihat? Aku terpaksa berkencan dengan Minho. Aku terkejut dengan syarat yang diberikannya, tetapi aku sudah terlanjut mengiyakan. Taemin-ah, mianhae. Sehari ini aku akan berkencan dengan Minho.

“Hyorin-ah, kau sudah menungguku lama?”

Aku menoleh. “Min…Ho…” Omo, dia tampan sekali (bayangkan Minho di MV Gee-SNSD Japan ver.)! Aku mengamatinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Aigo… Apa ini yang namanya surga dunia?

“Ya, Hyorin-ah!”

Suara Minho membuyarkan lamunanku. “Aa, Ne, Minho-ya… Kita akan kemana?”

Minho menarik tanganku. “Kencan seperti seorang mahasiswa. Kajja!”

***

Kami pergi ke sebuah taman yang indah. Minho menggandeng tanganku, membuat jantungku berdegup kencang.

“Minho-ya, bisa kau lepaskan tanganmu?”

Minho tertawa. “Mahasiswa selalu menggandeng tangan pasangannya ketika berkencan, Hyorin-ah!”

“Tapi, kita kan tidak benar-benar berkencan dan belum menjadi seorang mahasiswa…”

“Sebentar lagi, Kim Hyorin. Menurut saja padaku!”

Setelah berjalan-jalan di taman, Minho mengajakku makan, kemudian pergi ke bioskop. Tangannya masih menggandengku. Aku sudah terbiasa, jadi sudah tidak mempermasalahkannya lagi.

“Gomawo, Hyorin-ah.” Kata Minho sebelum aku turun dari mobilnya. Aku memintanya mengantarkanku sampai taman. Karena jika sampai rumah, bisa-bisa ketahuan Taemin. Kau ingat kan kami ini tetangga?

“Jangan lupa janjimu. Minta maaf kepada Taemin!”

Minho tersenyum. “Aku tidak akan ingkar janji. Tapi, Hyorin-ah, apa kau tidak malu memiliki pacar seorang anak SMU? Sebentar lagi kau menjadi seorang mahasiswi.”

Aku menggeleng. “Aniyo, aku tidak akan malu. Taemin itu haraboji yang terjebak dalam tubuh anak SMU, kau tahu? Aku sering dimarahi olehnya. Aku tidak mengerti, Minho-ya, mengapa aku bisa menyukainya. Mungkin karena aku dan dia sudah bersama-sama selama sepuluh tahun? Tanpa ku sadari aku tidak bisa lepas darinya.”

“Arraseo.”

Aku tersenyum. “Baiklah, aku pulang ya!” aku hampir membuka pintu mobil ketika tiba-tiba tangan Minho mencegahku.

“Chamkkanman! Kau bilang waktu itu aku yang menciummu, kan?”

Aku berbalik. “Ya! Memang kau yang menciumku!”

“Akan kubuktikan kalau kau salah!”

Sedetik kemudian aku merasakan bibir Minho menciumku lembut, lama sekali. Tapi ciumannya semakin lama semakin dalam. Dan aku merasakan itu. Ya. Aku merasakan bibirku basah~

***

Aku menunggu Taemin di atap sekolah. Minho sudah menepati janjinya. Taemin setuju menemuiku di atap.

“Noona…”

“Taemin-ah! Duduk disini!” aku menepuk kursi di sebelahku, menyuruh Taemin duduk. Berpacaran dengan anak kecil seperti Taemin terkadang membuatmu menjadi anak kecil juga.

Taemin duduk. “Noona, aku…”

“Chamkkan! Kau harus mendengar ceritaku dulu…”

Flashback~

“Tinggi sekali sih raknya… aaa…” Aku mengulurkan tanganku setinggi-tingginya, tetapi tetap saja tidak bisa menggapai buku itu. Aku menyerah, kemudian melihat sekitarku. Minho! Kurasa dia bisa membantuku.

“Minho-ya, sini…” Aku melambai kepada Minho.

Minho mendekat. “Ada apa?”

Aku menunjuk ke atas. “Ambilkan buku itu…”

“Shiro!”

“Minho-ya… Jebal… Aku tidak sampai…”

“Salah sendiri kau pendek!”

“Ya! Apa gunanya kau yang bertubuh tinggi? Minho-ya, tolong ambilkan…”

“Shiro! Naik kursi saja!” Minho mendorong salah satu kursi perpustakaan.

Aku menatapnya tajam. Aish… Choi Minho! Aku bersumpah akan lebih tinggi darimu beberapa tahun lagi!

“Ya, ya, Minho-ya!” Aku terjatuh. Karena menatap Minho pijakanku di kursi jadi tidak tepat dan akhirnya terjatuh. Beruntung Minho dengan cekatan menangkapku. Tapi, tunggu. Apa ini di bibirku? Mengapa rasanya hangat?

Aku membuka mataku. Andwae. Aku menindih Minho! Dan, kami berciuman!

Minho menatapku. Aku tidak tau apa arti tatapannya itu. Tetapi beberapa detik kemudian dia memejamkan matanya, dan aku juga.

“Choi Minho…”

Kami segera berdiri mendengar suara seseorang. Aku berbalik menatap siapa yang memanggil Minho tadi.

“Taemin-ah…”

END~

“Kami tidak sengaja berciuman, Taemin-ah! Sungguh!”

Taemin menunduk. “Arasseo, noona. Aku sudah mendengar dari Minho hyung.”

“Kuraeyo? Kau sudah tidak marah?” aku bersemangat. Minho-ya, gomawo!!

“Siapa yang marah? Aku tidak marah padamu, noona.”

Aku menatap Taemin. “Mwo? Lantas mengapa menghindariku akhir-akhir ini?”

“Aku… Tidak percaya diri…” Taemin diam sebentar. “Setelah melihatmu dan Minho hyung berciuman, aku jadi sadar. Kau sebentar lagi menjadi mahasiswi, noona. Apa kau tidak malu mempunyai pacar seorang murid SMU sepertiku? Bagaimana jika teman-temanmu menertawakanmu? Noona, sepertinya kau harus mencari namja lain. Dengan Minho hyung, misalnya. Mungkin akan lebih baik.”

“Kau, bercanda?”

“Aniyo, noona. Aku tidak sedang bercanda. Akan lebih baik jika kau mempunyai pacar yang seumuran, bukan murid SMU sepertiku!”

“Lee Taemin, jangan terbiasa mengatakan sesuatu tanpa kau pikir dulu!” Aku menariknya agar menghadap kearahku. “Tatap mataku, dan katakan lagi apa yang kau katakan tadi!”

“Aku… kau…” Taemin gugup. Wajahnya memerah. Lucu sekali. Ini pasti karena dia masih kecil! Melihatnya seperti itu aku jadi ingin menggodanya!

“Baiklah. Sehari saja, kuajarkan kau bagaimana mahasiswa itu berkencan.”

***

“Noona, apa mahasiswa itu berkencan di tempat seperti ini?” Taemin memegang pundakku. Sepertinya dia takut. Maklum saja taman ini sepi sekali, dan sedikit gelap karena sudah sore.

Aku tersenyum. “Wae? Kau takut?”

Taemin melepaskan tangannya. “A, ani. Aku kan seorang namja!” Kekeke~ Taeminnie… “Kau tau dari mana tempat ini, noona? Kau pernah ke sini sebelumnya?”

Aku menelan ludah. Tidak mungkin mengatakan pernah kencan bersama Minho disini! “A, ani. Aku hanya mendengar cerita dari teman sekelasku…” untuk mengalihkan perhatian Taemin aku segera menggandeng tangannya.

“Ya! Ya! Noona lepaskan tanganmu!”

“Taemin-ah! Jika mahasiswa berkencan mereka juga bergandengan tangan!”

“Kuraeyo?”

Aku mengangguk. Aigo, dia polos sekali~ Tetapi aku suka…

Setelah itu kami jalan-jalan ke tempat yang pernah ditunjukkan Minho kepadaku. Dan tetap bergandengan tangan. Sepertinya aku harus berterimakasih kepada Minho! Ternyata kencan sehari kami berguna juga… kekeke~

Setelah hampir seharian berkencan, aku segera mengajak Taemin duduk di taman dekat rumah kami.

“Sekarang kau tau kan bagaimana kencan seorang mahasiswa?”

Taemin mengangguk. “Pergi ke tempat yang sepi, bergandengan tangan, makan bersama di restoran romantis, nonton bioskop.” Taemin menyebutkannya dengan menggunakan tangan untuk menghitung. Seperti seorang anak kecil!

“Jadi, kau tidak perlu malu. Meskipun kau masih SMU, kita bisa berkencan seperti seorang mahasiswa. Arasseo?”

“Arasseo. Gomawo, noona. Kau memang yang terbaik!” kata Taemin sambil mencubit pipiku.

“Ya! Singkirkan tanganmu!” Taemin melepas tangannya. “Jangan pernah berpikir untuk menyuruhku berkencan dengan namja lain!”

“Ne, noona…”

Aku tersenyum. Lega sekali rasanya. Akhirnya kami baikan. Memang sebentar lagi aku akan menjadi mahasiswa, tetapi apakah seorang mahasiswa tidak boleh berkencan dengan murid SMU? Jika ada yang tidak membolehkan, aku orang pertama yang akan membunuhnya!

“Noona, kau lupa mengajarkanku satu hal lagi!”

Aku menoleh. Sepertinya sudah semua. Seperti yang kulakukan bersama Minho. Apa aku melupakan sesuatu? “Aniyo, Taemin-ah. Aku sudah mengajarkan semuanya padamu.”

Tiba-tiba Taemin mendekat. “Kalau begitu, aku yang akan mengajarkanmu!” Taemin semakin dekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang teratur. Hatiku berdegup kencang sekali. Apa dia akan menciumku?

Cup.

Ternyata benar. Sedetik kemudian aku merasakan bibirku hangat.

Tapi, Tunggu.

Kali ini ciuman Taemin tidak lembut. Dan tidak sebentar. Dia menciumku lama sekali. Dan kasar. Ini seperti ciuman Minho. Basah. Tapi Minho lebih lembut. Tangan kanannya menekan kepalaku, memaksaku agar membalas ciuman kasarnya. Tangan kirinya memeluk pinggangku, memaksaku merapat ke tubuhnya. Dia belajar dari mana? Sebelumnya ciumannya tidak seperti ini! Aku bahkan hampir kehabisan nafas!

Plak!

“Mwoya? Seperti itu kan ciuman seorang mahasiswa?”

“Lee Taemin! KAU TIDAK BOLEH DEWASA SEBELUM WAKTUNYA!”

[sequel #3 Taeminnie Love Story] Taemin-ah! Comeback to Me! // END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


Advertisements

26 thoughts on “Taemin Love Story – Part 3”

  1. lanjut ajaaaaa!
    Aigoo taeminnie, para hyungmu mengajarkan apa saja padamu? Pasti pengaruh dari komik juga ckck.
    Ceritanya rame nih. Pgn ngeliat taemin sedikit demi sedikit jadi dewasa dan lebih jantan.

  2. omo…
    taemin oppa sekarang udah besar. wkwkwkwk
    aigo jadi tambah iri ma hyorin dicium 2min >.>>
    kalo perlulanjut sampe mereka kakek-nenek. wkwkwkwk *abaikan*

  3. hwa… daebak thor ….
    yakin jdi mahasiswa?? *plak !!*
    taemin oppa, lompat kelas ajh …
    kan bisa … ???

    hwaaa, taemin oppa kayak anak kecil … 😦
    di tunggu lanjutannya ya ……..

  4. @all

    this’ Achiiey_L aka L~

    thx for reading my geje FF mulai part 1-3 yak…

    kayaknya pada pengen lanjut ya?? yaudah deh, ntar L~ lanjutin ke part2 berikutnya…
    tunggu yak… kkk~

    sankyuu all ^^

  5. Taemin oppa…..
    Kamu gak boleh dewasa sebelum waktu.a…:P
    hyorin beruntung bgt…. D kissu 2MIN,,,*mupeng
    kncan Minho sama Hyorin trnyata brmanfaat juga….:D
    next chap….next chap….:P

  6. wah taemin udah gede…omooo~~
    maen cup aja seh ???? *jitakkepalataemin*

    admin cpet pos lanjutannya ya !!!

  7. yaaaaaaaaaaaaaaa
    taemin berani banget
    udah baru ngoba……ditampar lagi……..
    HHH…ckckck…….kasian…kasian….kasian
    tapi aku sika ffx
    lanjut

  8. Okaiiii okaiii
    berdasarkan voting dr readers yg budiman.. L~ putuskan untuk melanjutkan ff geje ini..

    Tunggu yak?? L~ sibuk nyiapin uas nih.. Doakan 🙂

  9. hari ini kencan sm minho, bsk kencan sm taemin…enaj bgt nih sih hyo rin hahaha…
    Daebaaakkk….ini ada lanjutanya thor??

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s