Kids Become Teens? – Part 2

Kids Become Teens?  [2]

Main Cast :

Kim Hye Sa

Kim Hye San

Lee Jin Ki

Lee Tae Min

And Other Cast that you will find in here 😉

———————————————————————————————————————————————————-

“Lee… Lee Jinki?”, ujar Hyesan terbata-bata.

“Iya ini aku, kenapa? Aku makin ganteng ya?”, tanya Jinki sambil tertawa dengan tawanya yang khas.

“Eh… Eng… Enggak, kamu ngapain disini sih?”, tanya Hyesan dengan judesnya.

“Eng, ceritanya panjang…”, kata Jinki.

Hyesa lalu mendekati Hyesan dan Jinki yang masih tampak canggung…

“Onnie, aku dijodohkan dengan Jinki oppa”, ujar Hyesa. Serasa disambar petir (?) Hyesan langsung terpaku.

“Oh, selamat ya”, ujar Hyesan kaku.

“Onnie kau bicara apa? Kau pikir aku menyukai Jinki oppa? Tidak onnie, aku justru ingin membantu kalian. Aku tau kalian masih saling menyukai jadi….”, ujar Hyesa sebelum akhirnya Hyesan memotong perkataannya.

“Aku lelah, aku mau istirahat”, ujar Hyesan dingin.

“Onnie, aku kan belum selesai bicara”, ujar Hyesa berusaha memanggil onnienya.

“Sudahlah, biarkan ia istirahat. Mukanya pucat, mungkin dia sakit.”, ujar Jinki.

“Hah, yasudahlah. Eh ini sudah jam 3 sore!! Aku harus ketaman oppa, daaaah~~”, ujar Hyesa sambil berlalu. Jinki hanya melongo melihat kepergian Hyesa.

Karena bingung harus apa, akhirnya Jinki bermaksud menjenguk Hyesan sekaligus menjelaskan apa yang telah terjadi. Jinki lalu berjalan menuju kamar Hyesan. Diketuknya pintu tersebut, hingga ada jawaban dari dalam.

“Nugu?”, tanya Hyesan dari dalam kamar.

“Ini aku. Boleh masuk?”, tanya Jinki ragu. Hening seketika, tak lama suara dari dalam kamar itu pun menjawab permintaan Jinki.

“Ne”, ujar Hyesan singkat. Jinki membuka pintu kamar Hyesan, ia masuk kedalam. Ia melihat Hyesan tengah duduk di sisi tempat tidur.

“Boleh duduk, disebelahmu?”, tanya Jinki lagi.

“Ne”, jawab Hyesan. Lagi-lagi singkat.

“Aku mau menjelaskan sesuatu, sebenarnya aku dan adikmu memang dijodohkan. Tapi…”, ujar Jinki yang tiba-tiba dipotong oleh Hyesan.

“Tapi kau bingung, mau memilih adikku atau Soojin, iya kan?”, tebak Hyesan dengan raut muka sebalnya.

“Aku tidak begitu, Hyesan. Aku hanya mencintai kamu. Dari dulu, sampai sekarang itu nggak akan berubah”, jelas Jinki.

“Pintar, sudah berapa banyak yeoja yang termakan rayuanmu wahai Lee Jinki?”, kata Hyesan menyindir.

“Hyesan, seperti apapun aku dimatamu, seperti apapun kamu menganggapku, seperti apapun kamu mengataiku, aku tetaplah aku yang dulu. Aku tetaplah aku yang dulu mencintaimu, dari dulu sampai sekarang takkan pernah berubah. Aku tidak bohong, aku jujur.”, jelas Jinki.

“Terus?”, tanya Hyesan sinis.

“Apapun yang mau kau lakukan terhadapku, lakukanlah. Apapun yang mau kau katakan terhadapku, katakanlah. Aku tidak marah. Sekarang istirahatlah, kau pasti lelah.”, ujar Jinki. Ia lalu meninggalkan kamar Hyesan, meninggalkan Hyesan yang masih terpaku di sisi tempat tidur.

‘Benarkah?’, batin Hyesan.

—————————————————————————————————————————————————-

Ditempat lain…..

Ada seorang yeoja imut yang manis, tengah memakan gulalinya di bangku sungai Han. Ia memandang sungai Han dengan tatapan polosnya. Rambutnya dikuncir satu, pipinya putih merah merona, matanya coklat terang, wajahnya yang sangat imut seperti anak kecil menambah pesonanya sore itu.

Sebenarnya, yeoja ini tengah menatap namja yang tengah berlari-lari dengan anjingnya di pinggir sungai Han. Ya, yeoja ini adalah Hyesa, dan namja yang tengah berlari-lari dengan anjingnya ini adalah Taemin. Lee Taemin. Namja yang sangat disukai oleh Hyesa. Tapi, saking seriusnya Hyesa menatap Taemin, ia tidak menyadari bahwa ada bola kasti yang mengarah kepadanya.

“Awas!!!”, teriak Taemin yang kebetulan melihat arah bola tersebut. Hyesa tidak mendengar, karena ia terlanjur melamun dan… Duak!!!

“Aaaa…. Aaawwww… Sakittttttttt!!!!!!!!!!!!!”, teriak Hyesa. Taemin buru-buru mendekati Hyesa.

“Kamu gapapa Hyesa?”, tanya Taemin lembut kepada Hyesa, saat Hyesa mengadahkan kepalanya, ia pun terkejut. Didepannya ada Taemin, namja yang ia suka tengah mengusap kepalanya lembut. Jujur Hyesa sangat gugup. Dekat dengan Taemin saja tidak pernah, tapi sekarang….

“Hyesa? Kamu gapapa?”, tanya Taemin lagi.

“Ha? Ah gapapa kok, aku gapapa hehehe”, jawab Hyesa sambil cengengesan.

“Syukurlah, mau aku antar pulang? Sepertinya kepalamu sakit”, kata Taemin.

“Eh? Ya terserah sih asal gak merepotkan hehehe, eh tapi kamu tau namaku dari mana?”, tanya Hyesa.

“Hyesa dan Hyesan, siapapun mengenal kalian berdua. Dua yeoja kembar yang populer sejak SMP sampai sekarang”, jawab Taemin. Hyesa mencerna perkataan Taemin. Berarti… Kalo gitu Taemin juga memperhatikan Hyesa dong??? Wiiiiiih senangnya hati Hyesa.

“Hyesa?”, panggil Taemin.

“Ha? Apa?”, tanya Hyesa dengan polosnya. Taemin hanya tersenyum menatap Hyesa.

“Ayo, aku antar pulang”, kata Taemin. Ia mengulurkan tangan kanannya. Hyesa menjabatnya dengan riang. Mereka bertiga, dengan anjing Taemin pergi dari sungai Han menuju rumah Hyesa.

One love, one love,

The memories are beautiful,

I don’t wanna ever say goodbye…

————————————————————————————————————————————————– <— (lagu SJ KRY nyelip=)))

Sepanjang perjalanan, Hyesa benar-benar senang. Ia bahkan tidak bisa berhenti tersenyum. Sepanjang jalan mereka bercanda tawa, tersenyum tak ada henti. Pitt, anjing Taemin pun turut senang seakan ia mengerti perasaan cinta Hyesa kepada Taemin. Angin sejuk menerpa wajah mereka. Daun-daun berguguran menghujani mereka. Langit berwarna merah oranye pun menambah keceriaan mereka. Hyesa benar-benar berharap akan terus selamanya begini. Tapi apakah Taemin juga berpikir begitu?

“Nah. Sudah sampai.“., ujar Taemin seakan memecah kebahagiaan Hyesa. ‘Ayolah, aku ingin lebih lama lagi!’, batin Hyesa.

“Eng… Gomawoyo, mau mampir?”, ujar Hyesa berharap.

“Cheonmanneyo, gausah aku langsung pulang aja. Annyeong!”, ujar Taemin sambil melambaikan tangannya, ia lalu berlari dengan anjingnya. Meninggalkan Hyesa yang masih terpaku di depan gerbang rumahnya.

“Semoga….. Jadi kenyataan! Aaaaaaa maluuuuuu!! >.<”, ujar Hyesa sambil berlari masuk ke dalam rumahnya.

—————————————————————————————————————————————————-

Semua yang berlalu
Telah menjadi kenangan
Dan seakan kulupakan
Karena ku tak sejalan

Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia

Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua

Dan tak mungkin ku bertahan
Meski telah ku coba
Semuanya tak berguna
Terbuang sia-sia

Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua

Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua

Dirimu dihatiku sudah terlalu lama
Dan biarlah ku mencoba untuk tinggalkan semua

‘Ting….’

Hyesan mengakhiri permainan pianonya. Air matanya mengalir pelan membasahi pipi putihnya. Ia menunduk dan menggigit bibirnya. Tangisnya tidak berhenti, tapi bertambah deras. Air matanya mengalir, bukan berarti ia lemah. Ia, hanya tidak kuat menyembunyikan rasa ini lagi. Mata bening itu tidak sanggup menghentikan air matanya. Rasa ini, terlalu menyakitkan untuknya.

Hyesan beranjak dari kursinya. Meninggalkan ruangan yang mempunyai kaca besar yang bening di satu sisi temboknya dan jendela kaca yang besar. Ruangan ini adalah ruangan tempat Hyesan biasa menyendiri. Diruangan ini hanya ada sebuah grand piano putih, piano kesayangan Hyesan sejak kecil.

Keluar dari ruangan itu, ia melihat adiknya masuk kedalam rumah sambil berlari-lari. Ekspresi wajah adiknya jelas sangat senang. Ia lalu mendekati adiknya.

“Hyesa? Kamu darimana?”, tanya Hyesan.

“Eh onnie, aku dari taman. Hehehe”, jawab Hyesa sambil cengar-cengir.

“Hem? Ngapain? Sama siapa? Jinki?”, tanya Hyesan to-the-point.

“Onnie. Makanya dengerin dulu. Aku itu sukanya cuma sama Taemin. Onnie juga tau kan? Aku emang di jodohin sama Jinki oppa, tapi aku gak mau. Aku malah mau menjodohkan kalian”, jelas Hyesa.

Air mata Hyesan rasanya ingin mengalir lagi mendengar perkataan polos dongsaengnya. Ia menggigit bibirnya kuat-kuat demi menahan tangisnya. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan dongsaengnya.

“Onnie, aku masuk kamar dulu ya?”, ujar Hyesa memecah keheningan. Hyesan hanya bisa mengangguk pelan. Setelah adiknya pergi ke kamar, ia pun pergi ke taman belakang rumahnya. Ia duduk di bawah pohon rindang di belakang rumahnya.

“Apa aku masih bisa mendapatkan Jinki?”, ujar Hyesan pelan.

Dari jauh, Jinki mengamati Hyesan. Ia memperhatikan setiap omongan Hyesan. Memperhatikan gerak-geriknya, memperhatikan tingkahnya. Hyesan terlihat resah, dan…. Air mata Hyesan menetes lagi. Jinki mendekatinya, ia ingin berada di samping Hyesan.

“Eng, Hyesan?”, tegur Jinki kepada Hyesan. Hyesan kaget. Ia cepat-cepat menghapus air matanya dan bersikap dingin.

“Wae?”, tanya Hyesan, dingin.

“Justru aku yang mau nanya”, ujar Jinki sambil mengambil posisi disebelah Hyesan. “Kamu tuh kenapa?”, sambung Jinki.

“Ani. Ah aku mau ke kamar”, ujar Hyesan sambil berusaha bangkit. Namun Jinki dengan cepat menahan tangan Hyesan.

“Jangan pergi. Duduklah.”, pinta Jinki. Hyesan akhirnya melunak dan kembali duduk disamping Jinki.

“Ada apa?”, tanya Hyesan.

“Kamu kenapa? Cerita sama aku, mungkin aku bisa bantu”, tawar Jinki lembut. Hyesan semakin ingin menangis.

“Ani.”, jawab Hyesan singkat.

“Aku tau. Meskipun kamu adalah sosok yeoja yang kuat dan tegar dari luar, sebenarnya kamu sangat rapuh dan lemah dari dalam. Aku tau kamu punya masalah. Apapun itu, ceritakan padaku. Aku akan membantumu sebisa mungkin.”, ujar Jinki lembut.

“Kau benar ingin tau Jinki? Coba kau bayangkan. Aku, benar-benar membenci orang yang aku cintai. Sekarang tinggal kamu bayangkan bagaimana perasaanku.”, ujar Hyesan setengah menyindir, namun Jinki tidak merasa.

Angin lembut menerpa mereka, daun-daun berwarna kekuningan jatuh berguguran. Seolah mengerti perasaan hati Hyesan. Suasana kali ini diam. Sunyi senyap. Baik Hyesan atau Jinki pun tidak ada yang berbicara.

“Aku mengerti. Rasanya pasti sakit”, ujar Jinki memecah keheningan.

“Ya. Sangat.”, tambah Hyesan seolah menjelaskan penderitaan dirinya.

“Well… Open your eyes, girl. Bukan hanya dia namja di dunia ini.”, kata Jinki bijak.

“Ya, memang. Tetapi hanya dia yang aku cinta”, ujar Hyesan dengan tatapan kosong.

“Mungkin kamu harus melupakannya. Dan lihatlah orang yang mencintaimu”, saran Jinki.

“Ya. Mungkin.”, ujar Hyesan.

“Kalau begitu pergilah ke kamarmu. Cuci muka, matamu terlihat sembab.”, ujar Jinki. Hyesan mengangguk dan tersenyum. Senyum manis yang lama tidak dilihat oleh Jinki. Setelah Hyesan pergi, Jinki tetap terduduk di bawah pohon tersebut.

‘Andai kau tau Hyesan, harusnya kau melihat aku. Bukan orang yang kau ceritakan tadi’, batin Jinki.

Sementara itu, Hyesan yang sama sekali belum jauh dari tempat Jinki pun menoleh ke arah Jinki. Ia menatap dalam-dalam punggung Jinki yang masih terduduk di bawah pohon.

‘Andai kau tau Jinki, kau lah orang yang aku maksud. Aku takkan pernah bisa berhenti mencintaimu, aku takkan pernah bisa melupakanmu.’, batin Hyesan.

TBC—

©2010 SF3SI, Alya.

This post/FF has written by Alya, and has claim by Alya signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


18 thoughts on “Kids Become Teens? – Part 2”

  1. Huaaaaaaa
    Jinki sama hyesan
    Sadarrrr!!!
    Coba jujur
    Pasti balikan lagi
    Btw si hyesa bahagia banget pasti
    Bisa dianter pulang *ngiri
    Bercanda lagi aduh
    Stress ngebayanginnya
    Lanjutt!!!

  2. aduhhhh hyesan ma jinki gx nyadar2!!! disiram pke air es dulu gitu baru sadar .. *byurr!!disiramairpanas*
    hwaaa… hyesa ma taemin… ahahahah aku mau anjingnya ajah … *diplototin taemin*

    author nyanyian yg dinyanyiin hyesan pke piano, emng ada ??
    judulnya apa ?? pengen denger …..

    hwaaa cepet bgt tbcnya ….
    di tunggu-ditunggu…..

  3. Aduhhh…. Jinki sama Hyesan kok ga mau jujur sih ?*ditabok sama jinki-hyesan*. Hyesanya sama taemin aja…. Alurnya buat aku gregettan nihhh….
    Next part jangan lama-lama yaa….

    Hwaithing !! 😉 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s