The Sins That We Make

Author: Kim Yeonrin

Cast: Lee Hyeri, Choi Minho, Lee Taemin

Rate: PG-15? NC 17? IDK -_-

Genre: Romance

Length: 9 pages

Ket: Mendaftar sebagai author tetap

The Sins That We Make

“Aah.. Uhh.. Oppa.. Cukuup..” kataku

“Sebentar chagy.. Aku mau..” kata Minho. Dan utk kesekian kalinya Minho-oppa menumpahkan cairannya di dalamku. “Gomawo chagy. Aku harus pergi sekarang. Annyeong!” kata Minho pamit setelah ia sudah berpakaian lengkap. Aku menghela nafas. Akhir-akhir ini ia selalu begitu. Aku merasa seperti budak dalam ‘permainannya’. Anehnya, sudah berkali-kali ia seperti itu tapi selalu kubiarkan. Aku bangkit dari tempat tidur dan mandi. Hari ini aku ada jadwal kuliah siang dan sepulang itu aku harus part-time di restoran milik temanku

“Hyeri-ah! Kau kelihatan lesu sekali. Tak biasanya kau seperti ini, waeyo? Ceritakanlah padaku” kata Hye-eun sewaktu kami istirahat

”Hmm.. Aku baik-baik saja” dustaku

”Jiinja? Matamu tak memperlihatkan kau baik-baik saja. Malah kau terlihat seperti ada masalah” kata Eunmi

”Sigh.. Aku ingin sekali menceritakan masalahku pada kalian, tetapi aku tak tau harus memulainya dari mana”

”Ya sudah, terserah kau ingin cerita dari mana. Memang soal apa sih?” tanya Eunmi. Aku menceritakan soal Minho yg akhir-akhir ini berubah. Dan juga fisikku yg lama-kelamaan makin melemah

”Harus kuakui, wajahmu terlihat sangat tua. Rasanya kau tak seperti ini sebelumnya, ya kan eonni?” kata Hye-eun

”Geurae. Apa mungkin kau hamil Hyeri-ah? Menurutku, bisa saja kau hamil gara-gara perlakuan Minho akhir-akhir ini” komentar Eunmi. Aku terkejut mendengar komentar Eunmi barusan

”Ha-hamil? Jangan bercanda Eunmi-ah!” kataku

”Aku kan baru bilang mungkin. Lagipula kemungkinan kau hamil atau tidak kan 1 banding 1. Lebih baik kau periksa dulu, atau perlu kubuatkan rujukan ke dokter kandungan yg kukenal?” saran Eunmi

”Aku tidak tau Eunmi-ah, aku masih bingung. Perlukah aku melakukan hal itu?”

”Aku rasa perlu sekali Hyeri-ah. Sejak awal aku sudah curiga kalau Minho itu namja tidak benar. Bisa saja kan ia hanya memanfaatkanmu sbg pelampiasan nafsunya?” kata Hye-eun

”Aku setuju dgn perkataan Hye-eun. Lebih baik kau periksa deh. Ini demi kebaikan kau juga” kata Eunmi. Istirahat pun berakhir, Eunmi kembali ke kelasnya sementara aku pulang lebih awal. Aku diberi kabar kalau dosen mata kuliah terakhir tidak masuk lantaran ada perlu. Sampai dirumah, aku mash memikirkan perkataan Eunmi dan Hye-eun. Perlukah aku melakukan tes kehamilan? Kalau aku hamil, bagaimana? Kalau tidak, bagaimana? Aishhh aku bingung meminta saran pada siapa. Mendadak perutku terasa mual, langsung saja aku ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutku. Aigoo ada apa dgnku?

”Noona? Kau sudah pulang? Waeyo?” tanya Taemin dongsaengku

”Ughh. Aku tidak enak badan Taemin-ah. Ughh…” ucapanku terputus karena perutku mual lagi

”Noona, aku telpon dokter Kim ya. Aku khawatir dgn Noona”

”Tidak perlu Taemin-ah. Aku baik-baik saja, jeongmal. Paling-paling aku hanya kelelahan”

”Aku tidak mau dengar penolakan noona. Pokoknya noona nurut aja ama aku, kali ini aja. Arasseo?” kata Taemin. Aku tak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perkataan Taemin. 30 menit kemudian dokter Kim datang sementara aku tergolek lemah di sofa

”Hyeri-agaesshi, tak biasanya anda sakit seperti ini. Biasanya dongsaeng anda yg sakit” komentar dokter Kim sewaktu beliau melihatku. Dokter Kim atau lengkapnya Dokter Kim Jonghyun merupakan dokter khusus keluargaku. Maklum, orangtua kami tak tinggal bersama kami, mereka tinggal di Paris karena urusan bisnis. Jadi kalau kami sakit atau apa, kami tinggal menghubungi dokter Kim

”Hyung jangan menghinaku dong. Itu kan waktu aku masih anak-anak” kata Taemin. Dokter Kim terkekeh

”Ne. Saya periksa dulu, agaesshi” kata Dokter Kim dan mulai memeriksaku. Setelah selesai diperiksa, raut wajah dokter Kim berubah jadi aneh. Seakan dokter Kim baru saja melihat hantu. ”Agaesshi, sudah berapa bulan anda seperti ini?” tanya Dokter Kim curiga

”Kalau lesu sudah dari 2 minggu yg lalu. Sedangkan mual-mual barusan. Ada apa dokter?” tanyaku

”Hasil analisaku, anda mengandung seorang bayi umur 2 minggu. Tapi saya tak percaya dgn hasil analisa saya barusan. Saya sarankan anda memeriksanya lebih lanjut ke dokter kandungan utk membuktikan kalau hasil analisa saya salah” tutor dokter Kim. Aku terkejut setengah mati. Aku mengandung? 2 minggu? Rasanya air mataku ingin pecah

“Ini saya buatkan rujukan periksa ke dokter kandungan kenalan saya. Tolong agaesshi lakukan pemeriksaan ini secepatnya” kata Dokter Kim. Taemin menerima surat rujukan dari Dokter Kim dgn raut wajah tak percaya. ”Saya permisi dulu agaesshi. Semoga anda lekas sembuh” kata Dokter Kim pamit. Taemin mengantar Dokter Kim sampai pintu depan. Sedangkan aku tetap terbaring di sofa, merenungi kesesalanku

”Noona jelaskan, siapa yg menghamili noona? Biar kuhajar dia!” kata Taemin marah. Aku hanya bisa menangis menangis dan menangis

”Sudahlah Taemin-ah… Tak perlu… Aku… Belum tentu… Hamil…” kataku sesegukan

”Itu kata dokter Kim kan? Sekarang kita ke rumah sakit dan periksa ke dokter kandungan rujukan Dokter Kim”

”Aku.. Tidak mau..”

”Aniyo. Noona harus mau!” paksa Taemin

”Aku tidak mau Taemin-ah… Tidak mau… Tolong jangan paksa aku… Jebal…” kataku sambil memeluk kakiku

”Mianhae noona. Aku hanya tak ingin melihat noona seperti ini” kata Taemin dan mengelus punggungku

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Akhirnya aku memutuskan utk mengurung diriku di kamar. Taemin sudah menelepon Yoonra bahwa aku hari ini tak masuk kerja. Malamnya aku tak mendapat satu telepon-pun dari Minho. Kuputuskan utk mencoba menghubunginya, tetapi tak diangkat. Berkali-kali kuhubungi Minho dan berkali-kali juga voice mailnya menjawab. Kuputuskan utk meninggalkan pesan utknya

”Oppa, kau dimana? Kalau sudah mendengar pesan ini, tolong telpon aku secepatnya. Ada yg ingin kubicarakan. Penting. Annyeong” kataku dan menutup ponselku. TOK TOK suara pintu kamarku diketuk

”Noona, makan dulu. Kubuatkan bubur utkmu” kata Taemin

”Ne. Chamkamman..” kataku dan membuka pintu kamarku. Taemin masuk membawa semangkuk bubur dan teh hangat. Aku menerimanya dan memakan bubur itu

”Noona, mian aku bukannya ingin merusak suasana hatimu. Tetapi aku ingin tau siapa yg sudah menghamili noona?”tanya Taemin. Aku diam sejenak dan mengambil nafas panjang sebelum mengatakan yg sebenarnya

”Sebelumnya kau harus janji tak akan mengatakan hal ini pada Appa dan Eomma” kataku

”Ne. Sudah katakan, siapa orangnya noona?”

”Orangnya adalah, Minho. Namjachinguku sendiri” akuku

”Jiinja? Aku tak percaya Minho-hyung seperti itu”

”Tapi kan aku belum tentu hamil, Taemin-ah. Itu baru analisa sementara dokter Kim, tapi chinguku juga mengatakan hal serupa sih” kataku dan meneguk tehku

”Ya sudah, besok noona periksa deh. Ya ya ya?”

“Ne~ Dasar dongsaeng cerewet” kataku. Setelah makan, aku memutuskan utk tidur dan berharap besok Minho-oppa akan menemaniku ke rumah sakit

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Paginya aku bersiap-siap ke rumah sakit ditemani Taemin. Nampaknya aku harus memupus harapanku utk ditemani oleh Minho-oppa. Diperjalanan aku melamun memikirkan nasibku kalau sampai aku benar-benar hamil. Apa aku akan mengurus anak itu sendiri sampai ia besar? Atau aku meminta pertanggung jawaban dari Minho-oppa, atau aku membuangnya saja? Ya tuhaaan aku benar-benar bingung, tapi aku bersumpah aku tak akan memilih pilihan yg ketiga. Sama saja aku menambah dosaku lebih banyak lagi

”Noona, noona. Sudah sampai noona” kata Taemin menyadarkanku

”Aah ne” kataku dan melepas seat belt. Setelah itu aku ke bagian informasi, beruntung aku bertemu dgn Dokter Kim jadi beliau yg akan membicarakannya pada dokter yg akan memeriksaku

”Hyeri-agaesshi, dokter yg akan memeriksamu adalah temanku yaitu Dokter Park, lebih lengkapnya Park Minhee” kata Dokter Kim

”Ne. Umm, dokter Kim. Bolehkah aku meminta tolong pada anda, kumohon sekali ini saja” pintaku

”Ada apa agaesshi?”

”Tolong rahasiakan soal ini pada Appa-Eommaku. Aku tak ingin mereka pulang kesini dan memarahiku habis-habisan. Dan aku khawatir dgn reputasi mereka”

”Saya mengerti agaesshi. Tentu saja saya akan merahasiakan soal ini pada Mr dan Mrs. Lee”

”Gansahamnida Dokter Kim” kataku. Kami sampai di ruangan Dokter Park. Tentu saja kami disambut hangat olehnya. Dokter yg ramah, pikirku

”Baiklah Agaesshi, mari ikuti saya. Kita akan memulai tes-nya” kata Dokter Park. Aku mengangguk dan mengikuti beliau. Tes urin kulakukan begitu pula dgn beberapa tes lainnya. Dokter Park mengatakan kalau hasil tes akan selesai dalam waktu satu jam, jadi aku memilih utk tetap di rumah sakit. Agak membosankan memang karena Dokter Kim tak bisa menemaniku lantaran ada jadwal operasi. Jadi aku menunggu di ruang tunggu bersama Taemin. Selama menunggu, aku terus-terusan mencoba menghubungi Minho-oppa dan hasilnya masih saja sama. Sedang apa sih dia? Apakah dia sesibuk itu sampai ia harus mematikan ponselnya? Pikirku. Aku memutar otakku utk bisa menghubungi Minho-oppa, ketika aku membongkar contact list-ku, aku menemukan nomor ponsel teman Minho-oppa. Langsung saja kuhubungi

”Yoboseyo.. Siapa ini?” jawab di seberang sana. Nampaknya baru bangun tidur

”Yoboseyo, Key-oppa? Ini aku Hyeri” kataku

”Hyeri? Yeojachingu-nya Minho? Apa kabar kau? Lama tak jumpa”

”Umm, tak terlalu baik oppa. Begini, apa oppa tau Minho-oppa dimana?”

”Eeh? Ani. Memangnya ada apa?”

“Nomornya sulit dihubungi. Aku khawatir ia kenapa-kenapa”

“Aah, kau memang yeojachingu yg baik. Tapi aku kasihan padamu Hyeri-ah”

”Wae oppa?”

”Aah sudahlah. Tak perlu kuceritakan. Nanti kau tau sendiri. Tapi aku berpesan padamu lebih baik kau akhiri hubunganmu dgn Minho”

”Mwo? Memangnya kenapa oppa? Marhaebwa, jebal~”

”Nanti kau tau sendiri. Aah mian, aku ada jadwal latihan. Mian Hyeri-ah, nanti disambung lagi. Annyeong!” dan.. KLIK! Telepon terputus. Nanti kau tau sendiri, apa maksudnya? Tiba-tiba seseorang menyentuh bahuku. Spontan aku menengok dan ternyata adalah Dokter Park

”Agaesshi, hasil tesmu sudah keluar. Mari ke ruangan saya. Akan saya jelaskan disana” kata Dokter Park. Aku mengangguk dan mengikuti beliau ke ruangannya diikuti oleh Taemin. Aneh, kemarin Taemin cerewet sekali, kenapa sekarang dia jadi diam? Sampai di ruangan, aku duduk di hadapan Dokter Park

”Chukkae Agaesshi! Anda akan menjadi seorang Eomma” kata Dokter Park riang

”M-maksud dokter?” tanyaku spontan

”Anda hamil 2 minggu. Chukkae Agaesshi” kata Dokter Park lagi. Kali ini aku tak mampu menyembunyikan kekagetanku. Tidak mungkin, aku tidak hamil. Hasil tes itu pasti salah, pikirku

”Selama anda hamil, tolong jaga asupan anda. Kesehatan anda juga perlu diperhatikan. Kalau perlu anda jangan terlalu banyak bergerak, karena kalau sampai anda lelah bisa berbahaya bagi janin….” Dokter Park mulai menjelaskan tips-tips menjaga kandungan. Tak ada satu kalimatpun yg sampai di otakku. Aku hanya bisa termenung dan menahan tangisku. Diperjalanan pulangpun aku masih tetap diam. Aku tak mungkin hamil. Tidak mungkin! Apa maksud perkataan Key-oppa tadi? Seseorang tolong katakan semua ini hanyalah mimpi!

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Sampai di rumah aku masih tetap diam. Taemin-pun tetap diam, sampai aku masuk ke kamarku, ia menerobos masuk dan mencengkram tanganku

”Benar Minho-hyung kan pelakunya?” tanya Taemin. Aku tetap diam menahan tangisku. ”Jawab Noona! Biar kuhajar dia!” kata Taemin marah. Kali ini aku tak mampu menahan tangisku

”Apa yg harus kulakukan sekarang… Apa… Seseorang tolong beritahu jawabannya…” kataku. Taemin melepas cengkramannya dan memelukku erat

”Mianhae noona. Aku tak menjaga noona dgn baik. Aku malah bersikap manja pada noona. Mianhae noona mianhae” kata Taemin

”Taemin-ah… Tolong aku…” kataku

”Apa yg bisa kulakukan noona?” tanya Taemin dan melepaskan pelukannya

”Cari Minho… Cari dia ada dimana… Aku ingin bertemu”

“Arasseo noona. Noona disini saja, aku pergi dan mencari tau” kata Taemin dan langsung berlari keluar dari kamarku. Aku terus-terusan menangis sambil memeluk kakiku. Kenapa hidupku jadi begini tuhan? Kenapa?

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Di tempat lain, Taemin berusaha mencari keberadaan Minho. Ia mendatangi tempat kerja Minho dan teman-teman Minho yg ia kenal. Taemin tau semua itu karena ia dekat dgn Minho, maka dari itu Taemin sangat marah mengetahui noona-nya hamil gara-gara orang yg dekat dgnnya. Setelah mendatangi satu orang ke orang yg lain, ia mengetahui dimana Minho berada. Langsung saja ia pulang dan menjemput Hyeri

”Noona, buka pintunya! Aku sudah tau dimana Minho-hyung berada” kata Taemin sambil menggedor-gedor pintu kamar Hyeri. Langsung saja Hyeri membuka pintunya, Taemin terkejut melihat mata Hyeri bengkak

”Aigoo noona. Kenapa matamu begini? Pasti habis menangis. Cepat cuci muka, aku sudah tau dimana Minho-hyung berada” kata Taemin. Hyeri mengangguk dan pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya. Setelah itu ia pergi mendatangi Minho ditemani Taemin. Tiba-tiba ponsel Hyeri bergetar tanda panggilan masuk

”Yoboseyo” kata Hyeri

”Hyeri-ah, ini aku Keybum” kata Key

”Key-oppa, waeyo?”

”Kau masih mau menemui Minho?”

”Ne. Aku ingin minta pertanggung jawabannya atas anak yg kukandung”

”Jadi kau benar hamil?”

”Ne” jawab Hyeri terpaksa sambil menghela napas

”Tapi kurasa sia-sia kau menemui dia, Minho bukan namja yg bisa diajak utk bertanggung jawab”

”Maksud oppa?”

”Kau masih belum paham? Minho itu namja tidak benar. Buktinya saja ia sudah menghamilimu begini dan hilang entah kemana. Aku berani jamin pasti dia cari sasaran baru lagi” keluh Key

”Sasaran baru? Maksud oppa? Oppa tolong jelaskan padaku. Jebal. Aku sangat perlu bantuanmu oppa, marhaebwa” pintaku. Aku ingin tau semuanya, semua yg tau kuketahui ttg Minho

”Bukan begitu, hanya saja aku tak memiliki kepentingan apapun utk menjelaskannya padamu. Lebih baik kau sendiri yg mencari tau” kata Key-oppa

”Sigh, baiklah oppa. Gansahamnida, annyeong” kataku dan menutup ponselku. Lagi-lagi aku memikirkan perkataan Key-oppa barusan. Apa mungkin Minho-oppa itu playboy?

”Noona, kita sudah sampai. Kajja” kata Taemin. Aku menatap pemandangan diluar jendela mobil. Sebuah tempat karaoke, dan rasanya aku pernah kesini entah waktu kapan. Taemin mengantarku ke sebuah ruangan karaoke. Dan katanya, di dalam ruangan itu ada Minho-oppa dan temannya. ”Noona, siapkan dirimu” kata Taemin memperingatkanku

”Ne. Apapun kenyataan dibalik pintu ini, aku akan berusaha menerimanya” kataku mantap. Aku hanya ingin mencari kebenaran dan tanggung jawab dari seorang Minho-oppa. Dgn takut, kuketuk pintu ruangan tsb. Dan benar saja, muncullah Minho-oppa telanjang dada. Aku terkejut, apa yg ia lakukan di dalam?

”H-Hyeri? Ngapain kau disini?” tanya Minho-oppa dgn wajah gugup

”Aku mencarimu oppa. Dgn siapa kau kesini?” tanyaku basa-basi dgn nada pedas

”Dgn teman tentu saja”

”Oh ya? Nugu?”

”Eung… Kau tak perlu tau”

”Chagiya, itu siapa? Cepat kembali ke dalam” terdengar suara yeoja di dalam sana. Rasanya aku kenal suara itu. Jangan-jangan…

”Yoonra-ah. Itu kau?” tanyaku sambil melongok ke dalam

”Hyeri-ah? Sedang apa kau disini?” kata Yoonra. Ternyata benar itu Yoonra, dan ia duduk di sofa sambil menutupi tubuhnya dgn pakaian. Otakku benar-benar tak bisa mencerna semua ini, mendadak amarahku meluap

”Jadi Oppa menghilang karena dia, temanku sendiri?” kataku

”Dengar aku bisa jelaskan” kata Minho-oppa mencoba berkilah

”Cukup oppa! Aku tak peduli lagi dgnmu. Awalnya aku kesini baik-baik utk meminta pertanggung jawabanmu atas anak yg telah kau tanamkan di rahimku”

”Kau.. Kau hamil Hyeri-ah?”

”Geurae! Dan kau tau, anak ini adalah anakmu!”

”Aku.. Aku..”

”Apa? Kau menyesal? Sudah terlambat Oppa, terlambat! Kau tau betapa sakitnya aku, betapa menderitanya aku, sekarang aku menemuimu dan mendapat kenyataan kau seperti ini? Terima kasih banyak oppa. Jeongmal Gansahamnida atas semua perlakuanmu padaku. Dan sekedar kau tau saja oppa, aku ini bukan budak seksmu” kataku meluapkan seluruh emosiku. Minho-oppa hanya bisa bengong menatapku

”Aku mengerti kau marah, tetapi kurasa lebih baik kita tidak usah bertemu lagi. Ada yg lebih membutuhkanku sekarang. Mianhae, hubungan kita cukup sampai disini saja” kata Minho-oppa. Aku tak percaya apa yg kudengar. PLAK! Dgn refleks aku menampar pipi Minho-oppa cukup keras

”Kau mau lepas tanggung jawab oppa? Aku kesini bukan utk main-main! Ini demi nasibku dan nasib anakmu!” kataku

”Aku tak bisa Hyeri-ah. Kumohon tinggalkan aku” kata Minho-oppa. Beraninya dia bicara seperti itu?

”Hyung tega bicara seperti itu pada Hyeri-noona? Selama ini aku percaya pada Hyung, ternyata Hyung sudah membuatku kecewa. Kajja noona, kita pergi. Sia-sia saja noona meminta belas kasihan dari orang tak berperasaan ini” kata Taemin seraya menggeret tanganku. Tak kusangka, orang yg sudah menjadi namjachinguku selama 1 tahun ini, orang yg telah merenggut keperawananku, bahkan menanamkan bayi di rahimku ini, tega berkata hal macam itu padaku. Kemana perasaannya? Kemana? Sekarang aku harus apa?

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Sampai di rumah, aku mengantar Hyeri-noona sampai ke kamarnya. Entah apa yg akan noona lakukan, tapi ada baiknya aku meninggalkan noona sendirian. Aku memutuskan utk pergi ke supermarket utk membeli beberapa bahan makanan. Masak apa ya yg enak? Pikirku. Aah aku membuat sup cream saja. Noona pasti suka, kekekek. Jadi aku membeli bahan-bahan yg diperlukan utk membuat sup cream dan tak terasa sekali aku disini selama satu jam. Pasti noona lapar. Jadi aku langsung pulang setelah membeli bahan terakhir. Sampai di rumah aku langsung sibuk memasak tanpa menengok keadaan Hyeri-noona di kamarnya

”Noona~ Sedang apa kau di kamar? Rasanya sepi sekali?” seruku. Berhubung kamar noona ada di lantai dua,aku berani jamin teriakanku tadi pasti di dengar noona. Benar-benar sepi. Sedang apa noona? Mungkin tidur, pikirku. Ya sudahlah, nanti kubangunkan. Jadi aku konsen memasak tanpa berniat utk ke kamar Noona

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Tuhan, ampuni aku melakukan hal ini. Aku sudah berlumuran dosa. Tolong jaga mereka Tuhan, khususnya Taemin dongsaengku, doaku dalam hati. Aku siap melakukannya, aku siap. Kuraih cutter yg tergeletak di dekat wastafel. Kubuka keran shower dan membasahi sekujur tubuhku, dgn mantap kutorehkan cutter yg tajam itu ke nadiku. Perlahan kesadaranku menurun, darah mulai menggenangi lantai shower room. Selamat tinggal semua. Selamat tinggal

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

”Noona~ Ayo makan malam~!” kataku sambil mengetuk pintu kamar Noona. Tak ada jawaban dari dalam. Kuputar kenop pintu kamar Hyeri-noona tetapi terkunci. Kugedor-gedor tetapi tak kunjung terbuka. Terpaksa aku harus mendobrak pintu kamar Noona. Setelah beberapa kali kucoba akhirnya terbuka. Kudengar ada suara shower dari kamar mandi. Mungkin noona sedang mandi, pikirku. Tak sengaja aku melihat sebuah surat tergeletak di meja belajar Hyeri-noona. Tertulis namaku di surat itu. Surat apa ini? Tanpa ragu kubaca surat itu

Taemin-ah annyeong. Mungkin ketika kau membaca surat ini aku sudah tiada di dunia ini. Mianhae aku pergi meninggalkanmu terlalu cepat, tetapi aku tak bisa membiarkan diriku terus menerus tersiksa seperti ini. Aku sudah membuat banyak kesalahan, termasuk hamil muda. Aku menyadari bahwa selama ini aku sangat pabo sudah percaya semua kata-kata Minho. Aku buta akan kata-kata dan perlakuannya. Sekarang aku sangat menyesal, sangat menyesal. Tak hanya padamu, tapi pada diriku dan bayi di rahimku. Aku telah mengajaknya mati bersamaku. Tetapi kalau aku membiarkan dia hidup, sama saja aku membiarkan dia menjadi bahan cemoohan orang. Aku minta maaf Taemin-ah, kalau kau sudah membaca surat ini, sampaikan pada Appa-Eomma. Selamat tinggal dongsaengku Lee Taemin. Semoga kita dapat bertemu lagi di alam lain. Annyeong!

Spontan aku berlari ke kamar mandi dan melihat Hyeri-noona terduduk di shower room tak sadarkan diri. Lantai shower room-pun diwarnai dgn warna darah

”Noona. Noona bangun. Kenapa noona seperti ini? Kenapa?” kataku dan menghampiri Hyeri-noona. Tubuh Hyeri-noona sangat dingin dan kaku. Tak kulihat tanda-tanda ia akan bangun. Dan aku tak dapat menahan air mataku. Ini semua karena Minho-hyung. Aku bersumpah atas kematian Hyeri-noona, aku akan menuntut Minho-hyung dan menjebloskannya ke penjara. Aku bersumpah noona, aku bersumpah

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Keesokan harinya, aku menjemput Appa dan Eomma di bandara. Hari ini adalah hari pemakaman Hyeri-noona. Setelah kutelpon kemarin, Appa dan Eomma sangat shock mendengar penjelasanku. Mereka langsung memutuskan utk kembali ke Seoul. Aku mengerti perasaan Appa dan Eomma sekarang. Tak mereka sangka anak pertama mereka, Noonaku, meninggal lebih dulu dari mereka. Belum lagi, noona meninggal di umurnya yg ke 20. Karena pemakaman berlangsung di gereja, kami langsung kesana. Banyak sekali teman-teman noona yg hadir. Key-hyung, Jonghyun-hyung, dan teman-teman Minho-hyung yg noona dan aku kenal pun datang. Kecuali Minho-hyung dan –siapa teman noona yg kami temui kemarin? Ah ya- Yoonra-noona. Ah tunggu, itu Yoonra-noona. Tak salah lagi, itu dia. Aku menghampiri dia dan kulihat wajah Yoonra-noona sangat bersalah

”Taemin-ah. Aku minta maaf atas kematian Hyeri. Sungguh aku hanya korban dari nafsu Minho-oppa. Aku juga sama seperti Hyeri” aku Yoonra-noona

”Gwenchana noona. Aku sudah paham semuanya” kataku singkat. Seusai pemakaman, aku membiarkan Appa dan Eomma beristirahat di rumah. Sementara aku berkeliling Seoul utk mencari bukti. Tepat saat aku bertemu Key-hyung, ia mengatakan bahwa ada yg ingin ia sampaikan

”Ada apa hyung? Apa ini ada hubungannya dgn Minho-hyung?” tanyaku

”Geurae. Selama ini, Minho mengidap penyakit HIV dan pecandu seks. Tetapi ia tak tau soal itu, aku diberi tau oleh Eommanya. Maka dari itu ia sering ’berhubungan’ dgn yeoja lain selain Hyeri noonamu” tutur Key-hyung. Aku terkejut mendengar pengakuan Key-hyung. Setelah kupikir-pikir, tak ada gunanya aku menuntut Minho-hyung karena ia mengidap HIV. Ada baiknya aku membiarkannya hidup dgn penyakit yg menggerogotinya. Semenjak kejadian itu, aku jadi sendirian di rumah. Jadi aku sering menyibukkan diriku tanpa terasa 7 bulan sudah berlalu sejak kematian Hyeri-noona. Tepat ketika aku sedang mengunjungi makam Hyeri-noona, seseorang menepuk pundakku

”Apa kabar Taemin-ah?” kata Jonghyun-hyung

”Hyung. Mengagetkanku saja. Kabar baik Hyung, hyung bagaimana?” tanyaku balik

”Aku juga baik. Sedang mengunjungi makam Hyeri?”

”Ne. Kalau hyung?”

”Menghadiri pemakaman salah satu chinguku. Yah, kau kenal dia lah”

”Nugu? Key-hyung?”

”Ani. Bukan dia. Tetapi Minho” kata Jonghyun-hyung. Anehnya aku tak kaget mendengar perkataan Jonghyun-hyung barusan. Akhirnya, kematian dibalas kematian. Aku hanya dapat berdoa semoga Minho-hyung mendapat tempat yg pantas baginya.

End~

P.S: Naaahh ini sebagai gantinya karena kemarin lupa publish oneshot ^^. Love ya SSF!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

50 thoughts on “The Sins That We Make”

  1. huwwa… temenku marah-marah nih gara-gara minho jadi orang jahatt…
    jadi pelampiasan kemarahannya deh…!!!
    keren… author daebakkk…

  2. aku juga ga kaget baca minho mati… * ga deh bcanda…* kekeke
    klo key yg mati aku shock..
    wahhh…! FF nya keren,, dadah minho..!! hiks

  3. Jiaahhh… Namaku nyangkut *nunjuk2 atas*
    minho~ah knp kamu disini jd nappeun namja???
    Huwaaa… Pengen punya dedek kya taemin…
    Author daebakkk

  4. Gyyaaa ,,,
    ksian jg cie ,,
    py gpp lah mreka be2 mninggal dri pd hidup py mendrita karna skit iiang gag bsa di sembuhin itu ,,,
    py minho jg tega pnya pnykit aids tpi msh za ttp nglkuin itu ,,
    hufth ,,,
    keren ffna ,

  5. huwaaaaaa very very very good thor~!!!
    kirain sequel,trnyata oneshot toh *oon,ga liat judul apa?
    bagus thor ceritanya bener2 detail dan ga bertele2.
    uda gitu banyak moral lessonya juga
    suka suka suka XD

  6. hoaaaah aku kira end nya gimana eh taunya minho punya penyakit HIV trus pecandu seks juga?
    oooh tidaaaak >< tampang2 kayak minho pecandu seks? haha
    ah chingu well done! ^^

  7. say no to free sex!
    cinta sama nafsu uda gabisa dibedain lg nih ceritanya ckck
    good job ching, sampe kebawa emosi bacanya hehe :d

  8. Minho paraaah.. sangat parah
    ngidap HIV lagi ckckckck…..
    FFnya bagus.. ada maknanya.. semoga reader disini nangkep makna nih FF
    GOOD JOB chingu…
    tapi kenapa minho perannya begitu ya?? .___.

  9. akhirnya tragis, aku kira setelah key ngomong gtu critanya selesai
    Hyeri bunuh dirinya serem bgt…
    Taem kau adik yang sangat perhatian *mian, ga penting

  10. taeem..ya ampun…coba aku punya saudara kayak kamu -_- syukurin tuh si minho! ternyata,author memang maha adil(?) ahahahaa ff nya keren chingu^^ aku suka.

  11. Tik! Knp gue disini perannya begitu coba?? Kasian amat gue, Ckk, gue masih innocent nih tik,
    eommaaaa malangnya nasib anakmuu,
    Tp ini cuma ff doang sih, keke
    Lagian lbh kasian si wawa a.k.a hyeri wkwk

  12. Tik! Knp gue disini perannya begitu coba?? Kasian amat gue, Ckk, gue masih innocent nih tik,
    eommaaaa malangnya nasib anakmuu,
    Tp ini cuma ff doang sih, keke
    Lagian lbh kasian si wawa a.k.a hyeri wkwk
    Btw, mino disini bejat banget, wkwk

  13. annyeong~ mian ya komennya ga kubales satu”. on dari hape soalnya. gomawo bgt admin udh publish nih ff, gomawo jg g udh baca ff dramatis ala sinetron ini hehe. sbnrnya sih aku ga kepikiran soal moral lessonnya *author pabo* tp trnyta ff ku ada manfaatnya, kekek. sekali lagi jeongmal gamsahamnida ^^v

  14. annyeong~ mian ya komennya ga kubales satu”. on dari hape soalnya. gomawo bgt admin udh publish nih ff, gomawo jg yg udh baca ff dramatis ala sinetron ini, dapet komen jg malah, hehe. sbnrnya sih aku ga kepikiran soal moral lessonnya *author pabo* tp trnyta ff ku ada manfaatnya jg, kekek. sekali lagi jeongmal gamsahamnida ^^v

  15. yahh~ padahal tadi ak udh mau komen : B U N U H M I N H O ! ! ! >.<
    tapi minhony keburu mati duluan ya ga jadi , kekekeke~

    Taemin , kau dongsaeng yg baik sekali~ ^^

  16. Waaa ..
    My Minho, tega nya dirimu berbuat seperti itu pada yeoja laeen ..
    Besok kita cerai .. (*PLAAAK readers GJ .. Abaikan)

    Keseluruhannya .. Good Job deh buat Author ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s