Business Kingdom Princess

Business Kingdom Princess

Author             : I-el

Main Cast        : Lee Jinki, Kim Hara (= semua reader)

Support Cast   : Goo Joon Seuk

Length             : One shot

Genre              : Romance, Life (?)

Rating             : PG-15

Summary         : Hidup ini, antara adil dan tidak adil. Bergantung dari bagaimana kau melihatnya.

Happy reading dan selamat berimajinasi, ya?! ^^

“Nona muda, mobil jemputan sudah menunggu di depan.” Kata salah seorang pengawalku yang berdiri dengan setia di depan pintu ruanganku.

Akupun bangkit dari tempat dudukku, mengambil mantelku, dan segera mengikutinya ke lapangan parkir. Sambil sesekali merapikan rambut sebahuku, aku berjalan cepat menyusuri koridor gedung yang sudah dimatikan beberapa lampunya.

Saat tiba di depan, langkah kami dihentikan oleh seseorang yang sudah bersujud sejak tadi pagi dengan mata yang tak hentinya menatap tanah. Aku perhatikan dia sesaat, lalu aku lanjutkan lagi jalanku.

“Ya!!” katanya memanggil aku. Sungguh tidak sopan sekali orang ini. ”Kaukah cucu pemilik SM Entertainment yang dikirim dari New York itu?” wah, padahal aku sendiri bahkan tidak tahu siapa dan apa hubungannya orang ini dengan kakekku.

Akupun memberikan isyarat pada semua pengawalku untuk meninggalkan kami. Setelah aku rasa tidak ada lagi orang yang berpotensi mendengar pembicaraan kami, aku putuskan untuk angkat suara.

”Gwencanayo? Apa yang kau inginkan?” tanyaku tanpa basa-basi. Jujur saja ya, sekarang angin musim dingin berhembus sangat kencang dan aku mulai membeku sekarang.

”Biarkan kami tetap menjadi sebagaimana diri kami sebelum anda datang.” kata namja yang bahkan belum memperkenalkan namanya itu.

”Kami?? Nugu?” tanyaku dengan memutar mataku ke segala arah, mungkin ada orang lain yang menemaninya kesini?!

”Saya Onew SHINee. Kami itu SHINee.”

”shiny katanya? Bersinar? Siapa yang dia maksud dengan ’kami itu bersinar’?” akupun membentuk bibirku menjadi lebih mancung dari hidungku.

”Biarkan kami tetap ada dalam dunia entertainment. Biarkan kami terus berkarya untuk shawol. Tolong jangan korbankan kami karena perusahaan ini diambang krisis keuangan! Biarkan kami tetap menjadi SHINee yang bisa memulihkan keadaan perusahaan ini. Kami yakin bisa.” kedengarannya seperti nada meyakinkan, bukan meminta tolong.

Akupun melangkah turun satu anak tangga. Dengan berkacak pinggang, aku menatapnya dengan tatapan mata khasku yang tajam.

”Heh.. kau pikir perusahaan ini panti sosial apa? Seenaknya memohon seperti itu. Apa kau pikir dengan bersujud seharian bisa menghasilkan separuh dari dana yang kami perlukan untuk produksi?”

”Ara. Hajiman, maksudku biarkan kami yang bekerja untuk memulihkan kondisi ini. Jangan membuat keputusan pemotongan waktu kontrak seperti ini.” katanya masih dengan posisi bersujud.

”Kau tahu apa? Kalau orang-orang penting sebelum aku sudah membuat keputusan seperti itu, berarti memang inilah yang terbaik. Jangan sembarangan meminta apa yang belum kau ketahui.”

”Ta-tapi…” kata-katanya terpotong

”Hah.. sudahlah. Hari ini aku pusing, jangan membuat pikiranku tambah mumet. Kembalilah ke dorm.” kataku memberi perintah padanya.

Akupun menepuk tanganku pelan dan beberapa pengawalku menghampiri aku.

”Ada apa nona muda?” tanya salah seorang dari pengawalku.

”Mich… cepat-cepat singkirkan namja ini. Antarkan dia ke dormnya, aku pikir dia bahkan tidak bisa berdiri sama sekali.”

Dan benar saja, kaki namja bernama Onew itu menjadi kaku. Bagaimana tidak? Bulan ini masih dinyatakan musim salju. Siapapun akan membeku diluar ruangan tanpa mantel yang tebal. Setelah melihatnya masuk ke dalam mobil pengawalku, akupun masuk dalam mobil pribadi yang menjemputku dan melaju menuju rumahku yang hangat.

*          I-el       *

Inilah rumahku, setidaknya selama aku ada di Korea. Oh ya, apa tadi aku bilang rumahku hangat? Ya, kalau dari suhu, 26 derajat memang sudah cukup hangat dibanding dengan suhu diluar yang siang hari saja mencapai 15 derajat celcius. Tapi kalau kehangatan yang kumaksud dilihat dari sisi kekeluargaan, rumah ini terlalu membeku.

Kalian tahu rasanya harus terpisah dari orangtua sejak umur 10 tahun? Begitulah nasibku. Aku dikirim ke New York dengan harapan cucu perempuan satu-satunya ini bisa mewarisi kerajaan bisnis keluarga. Mungkin kalian bertanya kenapa begitu. Tapi, memang beginilah hidup yang harus aku jalani karena takdirku sebagai anak tunggal. Kemana semua sepupuku? Mereka sama sekali tidak bisa diharapkan.

Aku terus saja berjalan-jalan disekitar kamarku. Mondar-mandir kesana kemari seperti setrikaan laundry. Otakku sedang berputar masalah perusahaan. Aish.. aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran kakekku itu. Apa yang sebenarnya Ia harapkan dariku? Apa sumbangsih yang bisa aku berikan pada keluarga?

”Apa yang bisa gadis berumur 19 tahun ini lakukan untuk perusahaan yang hampir bobrok ini?” kataku dengan keras sambil memukul tempat tidurku yang empuk. ”apa eomma dan appa menginginkan aku menjadi gila?” kataku lagi. Kali ini sambil merebahkan tubuhku yang terasa pegal semua karena lelah seharian memeriksa arsip-arsip perusahaan. Besok aku harus refreshing.

*          I-el       *

Aku keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih setengah basah. Aku sibuk memilah-milah baju apa yang enak aku pakai untuk keluar rumah pagi ini.

”Yang ini? Ahh.. tidak” kataku sambil melempar sepasang baju yang memang baru sekali saja aku pakai, ke tempat tidur. ”apa yang ini saja, ya? Ahh.. kayaknya enggak deh. Ini keluaran musim dingin tahun lalu.” kataku lagi sambil melempar sepasang baju lainnya.

Dengan handuk yang masih melilit tubuh, aku duduk pasrah di atas tempat tidurku sambil menatap lemariku. Masa aku tidak punya baju apapun?

”Aa~ pakai yang itu saja. Simple.” kataku hampir melonjak kegirangan ketika menemukan sepasang pakaian yang kurasa pas. Akupun segera memakai kaos helter neck putih, stocking tebal berwarna hitam, hot pants coklat, dan mantel wol sepinggang warna hitam itu, kemudian aku padu-padankan dengan boot sebetis berwarna coklat.

Lalu aku turun kebawah, menghampiri sarapanku. Aku duduk sendiri di meja makan ini. Tak ada satupun dari pengawal ataupun pembantu dirumahku yang mau aku ajak makan bersamaku di atas meja makan ini. Alasannyapun konyol, yaitu karena mereka merasa tidak sepadan denganku. Memang aku ini siapa? Tuhan? Sampai-sampai mereka merendahkan diri seperti itu.

”Mobilnya sudah siap, nona muda.” kata supir pribadiku tiba-tiba, membuat aku kaget dan hampir tersedak.

”Ohookk.. ouhook.” cepat-cepat aku meminum segelas air di depanku. Akupun bangkit, menyudahi sarapanku sambil berjalan menuju pintu depan. ”memangnya siapa yang bilang hari ini aku naik mobil?” kataku sambil menyengir. Aku melihat tatapan tidak percaya dari semua pegawai yang bekerja dirumahku. Ahaha.. sekarang mereka pasti bingung.

Dengan earphone yang bertengger ditelinga dan tangan yang kumasukan ke dalam saku mantel, Aku melangkah santai menuju pagar depan. Belum juga sampai di seberang gerbang, mataku sudah menangkap sosok namja yang sedang berlutut. Aigo!! Mau apa lagi dia ini?

”Pulanglah, tidak ada gunanya kau kesini. Palli!! Pulanglah.” kataku dengan maksud mengusir. Tapi tidak ada tanda-tanda dia akan pergi, bahkan tak ada suara jawaban dari pita suaranya. Jadi, aku tinggalkan saja dia sendiri. Lagipula, mana ada orang yang ingin mati konyol karena kedinginan? Nanti dia juga pulang.

*          I-el       *

Baiklah, kupikir sudah cukup jalan-jalannya. Masih banyak berkas-berkas yang harus aku pelajari. Lagipula aku tertarik untuk membaca arsip mengenai Boyband bernama shiny itu. Memangnya apa sih yang sudah mereka kerjakan sampai sebegitu yakinnya kalau keberadaan Boyband mereka itu dapat mengisi pundi-pundi kami lagi?

Dengan mobil yang menjemputku sesegera mungkin setelah aku menelpon, aku melesat ke kantor. Sesampainya disana, aku kembali dikejutkan dengan kemunculan namja keras kepala yang bersujud. Dia ini gigih atau apa sih?

Dengan tidak mempedulikannya, aku berlari ke dalam gedung dan memasuki ruang kantor kakek yang diamanatkan padaku. Segera aku buka lemari arsip, tapi aku tidak menemukan file mengenai boyband bernama shiny. Akupun meminta sekretaris kakek mencarikannya, tapi yang diberikan padaku adalah sebuah file penuh map bertuliskan SHINee. Dengan kening yang mengkerut, aku buka file itu.

Name       : SHINee (read: shiny)

Debut     : 25 May 2008, KBS

Member : – Lee Jinki (stage name: Onew), 14 December 1989, Leader SHINee

– Kim Jonghyun (stage name: Jonghyun), 8 April 1990, Lead Vocal

– Kim Kibum (stage name: Key), 23 September 1991

– Choi Minho (stage name: Minho), 9 December 1991, Lead Rapper

– Lee Taemin (stage name: Taemin), 18 April 1993,  Lead Dancer

Achievement : * 2008  : Mnet 20’s Choice Awards; Best New Artist, Asia Song Festival; Best     Male Newcomer, Golden Disk Awards

* 2009  : Best Newcomer Award Melon; Best Newcomer, Seoul Music Awards

* 2010 : Bonsang Award, Seoul Music Award; New Artist Geberation, Singapore Entertainment Award.

Woww, satu kata itulah yang terlintas dibenakku. Hampir semua penghargaan mereka embat setiap tahunnya. Ckck… memang benar yang namja di depan tadi katakan. Mereka bisa membantu masalah financial kami. Aku bingung, sebenarnya apa yang kakek inginkan, sudah ada potensi besar disini, tapi malah disia-siakan. Aku memang harus melakukan sesuatu, tapi apa?!

Aku berpikir sambil berjalan mondar-mandir di ruanganku. Kebiasaanku saat sedang bingung dan tidak ada yang bisa merubah kebiasaan konyolku ini. Tiba-tiba telepon dalam kantor berdering, sebelum orang seberang sana terlalu lama menunggu, sebaiknya segera aku angkat.

Ternyata kakekku yang menelpon, dia memintaku datang ke sebuah restaurant Jepang dekat gedung SM Office ini untuk menemui seseorang yang katanya dapat membuka jalan keluar bagi masalah yang kami hadapi. Memangnya dengan aku bertemu dengan orang ini, masalah kami dapat selesai secara ajaib? Betulkah begitu? Kerajaan bisnis itu memang hebat sekali. Semua selesai seperti membalikkan telapak tangan.

*          I-el       *

Aku duduk manis selama berjam-jam dalam restaurant yang dimaksud kakek bersama dengan seorang namja yang katanya bisa menyelamatkan kami. Tapi, memangnya apa yang bisa dilakukan namja bernama Goo Joon Seuk yang umurnya tidak berbeda jauh denganku ini? Apa dia pengusaha muda?

”Menikahlah denganku, maka masalah perusahaan kalian selesai.”

”Hah?!” seruku melonjak kaget. Aku tahu apa yang ada dipikirannya dan rawut wajahnya memang tidak main-main. Apa begini caranya menyelesaikan krisis yang kami alami? Apa inikah yang pada akhirnya harus aku korbankan sebagai putri tunggal pewaris kerajaan bisnis ini? Beginikah hidup yang harus aku alami sebagai Kim Hara? Seperti inikah?

Aku menyuruhnya memberi waktu bagiku untuk berpikir. Bagaimana tidak?! Ini masalah masa depanku dan aku tidak bisa main-main. Tuhan, beginikah caranya agar tidak ada satupun dari artis di bawah naungan kami yang harus dikorbankan, dengan mengorbankan diriku sendiri? Beri aku petunjuk. Inilah satu-satunya yang aku butuhkan.

Aku memutuskan untuk berkeliling sebentar ke semua dormitory yang artis kami tempati. Kebetulan mereka semua diliburkan dari semua aktivitas. Dari dalam mobil, aku bisa mendengar dan merasakan dengan jelas kalau mereka begitu senang berkumpul bersama, tinggal bersama, dan bekerja bersama-sama. Dorm terakhir yang aku kunjungi adalah milik SHINee. Pintu balkonnya terbuka dan aku bisa melihat seseorang berdiri dengan wajah murung di atas sana. Itu Onew. Ya, leader SHINee. Pantas saja dia rela bersujud selama beberapa hari di depan kantor bahkan di depan rumah. Setelah melakukan survey singkat, aku putuskan untuk pulang agar aku bebas berpikir.

*          I-el       *

”Di atas mimbar ini, mereka telah mengikrarkan janji sehidup-semati. Mari kita berdoa bersama untuk kedua mempelai agar pernikahan mereka senantiasa diberkati.” kata pendeta yang ada dihadapanku sekarang ini. Aku melirik ke arah suamiku sekarang. Aku menatapnya nanar, aku meratapi nasibku, aku mengutuk statusku. Ini hidup yang tidak adil.

Aku menikah dengan namja yang sama sekali tidak peduli dengan kehadiranku. Kami sama-sama terpuruk oleh nasib sebagai anak tunggal yang dilimpahkan tanggung jawab menyedihkan. Beginilah hidup, memilih untuk memakan atau dimakan. Kalau kau tidak sanggup bertahan, kau akan ditelan oleh keterpurukan dan penyesalan.

Malam ini, aku putuskan untuk keluar rumah. Joon Seuk harus pergi 1 minggu ke Jepang untuk urusan bisnis keluarga kami berdua. Dia tidak mengizinkanku untuk bekerja lagi. Dia itu terlalu baik atau ada maksud lain?

Aku menendang semua yang aku lihat. Botol bekas air mineral, kertas bahkan batu.

”Aya!!” kataku sambil berjingkat dengan satu kaki, sementara aku mengelus kakiku yang lain karena aku menendang pot beton yang ada di trotoar.

”Kau baik-baik saja?” kata seseorang dengan suara berat khas pria dari belakangku.

”Kau ini bodoh atau apa sih, sudah tahu kalau aku… ” kataku sambil menoleh ke arahnya, tapi sayangnya kalimatku terhenti. ”O.. Onew-ssi”

”Kau ini sedang berpikir tentang apa?” tanyanya sambil menyengir dan menuntunku duduk di bangku yang ada di sepanjang trotoar itu.

”A-apa yang kau lakukan malam-malam begini?”

”Kau sendiri? Menurutmu apa yang aku lakukan?” katanya malah balik bertanya. ”ya, sudah pasti mengikutimu. Ini jadi rutinitas baruku sekarang, mengikuti yeoja yang menarik perhatianku.” aku terbatuk mendengarnya.

”A-apa..?” tanyaku terbata-bata.

“Sebenarnya apa sih yang ada di otakmu?” tanyanya seraya melihat ke langit yang penuh bintang. “kenapa kau masih saja melanjutkan pernikahan ini kalau kau memang tidak suka? Kenapa? Padahal disini ada namja yang lebih baik yang bisa menjagamu tanpa pamrih.” siapa yang dia maksud? Sepertinya tidak ada namja lain dalam kehidupanku selama aku di Korea.

Aku berdiri dari bangku yang kami duduki. Otakku bekerja mencari jawaban yang paling tepat yang dapat mendasari alasan aku melakukan hal ini.

”Molla. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan untuk menyelamatkan perusahaan.” kataku dengan entengnya, padahal nafasku begitu berat ketika lidahku mengucapkannya.

”Apa kau pikir pernikahan konyol ini bisa menyelesaikan semuanya?” pertanyaan itulah yang dari dulu ingin aku tanyakan pada dunia.

”Ne. Buktinya sekarang kau dan teman-temanmu bisa hidup sebagaimana SHINee sebelum kemunculan aku disini, kan?”

”Tapi, bukankah sekarang batinmu tersiksa?” tanyanya sambil berdiri, mendekat padaku.

”Memang. Aku tersiksa karena merasa hidup ini tidak adil, aku lahir hanya untuk menyelamatkan sesuatu yang gak akan selamanya ada di dalam pengaruh tangan manusia.”

”Kenapa kau tidak lari?”

”Lari? Aku harus lari dari apa? Apa alasanku untuk berlari? Apa ada tempat bagiku untuk berlari lalu bersembunyi?” tanyaku dengan menghadapkan wajahku kepadanya sambil menyeringai remeh.

“Lari dari kehidupan yang kau anggap tidak adil ini dan bersembunyi dibalik tubuhku yang dengan setia akan melindungimu.” Mwoe? Hhh.. dunia ini bertambah gila, semua yang punya otak tiba-tiba kehilangan akal mereka. Termasuk namja ini.

Aku berlari meninggalkannya sambil menyeka airmataku yang berjatuhan ke tanah. Aku sendiri bingung, kenapa aku menangis? Apa yang aku tangisi? Kenapa aku membuang-buang waktuku dengan pembicaraan konyol ini? Aku… aku.. ARGHHHHH!!!

*          I-el       *

Beberapa tahun kemudian…

”Nyonya, tadi tuan menelpon. Katanya nyonya jangan banyak berpikir masalah kantor dulu.” kata Pak Jang, orang kepercayaan suamiku yang dititipkan selama dia pergi.

”Ne. Ne.” kataku menganggap remeh.

Akupun berjalan menuju lemari arsip. Aku ingin mengambil arsip SHINee yang diletakkan oleh suamiku di loker paling atas, katanya agar aku tidak bisa mengambilnya. Kita liat saja siapa yang akhirnya menyerah.

”Huwaa… ”aku terpeleset ketika sedang berjinjit untuk menggapai arsip itu.

”Happ…” seru seseorang yang sepertinya berhasil menangkap tubuhku sebelum terjatuh dan membahayakan kami berdua. Aku dan janinku.

”Tuan Lee.” panggil Pak Jang. Akupun membuka mataku yang sejak tadi aku tutup karena takut. Ternyata Onew yang tadi menyelamatkanku. Astaga!!

Akupun segera berdiri, melepaskan lilitan tangannya dipinggangku. Aku tersenyum memamerkan deretan gigiku yang berbaris rapi. Tapi, tetap saja senyumanku tidak bisa membuatnya tidak menjitakku seperti setiap kali aku melakukan hal-hal yang membahayakan aku dan calon anak kami.

”Sudah berapa kali aku melarangmu untuk membuka arsip itu, hahh?!” Onew memasang tampang menyeramkan. ”Sudah berapa kali?” katanya dengan nada yang meninggi lagi, tapi aku tahu itu hanya gertakan. Dia kan tidak bisa marah padaku, apalagi pada anaknya yang masih berenang-renang dalam perutku ini.

”Sudah sering sih.” kataku sambil memiringkan bibirku. ”Tapi anakmu ini meminta aku untuk melihat foto appanya ketika masih remaja tahu.” kataku tak kalah keras sambil menunjuk-nunjuk perutku yang sudah memasuki masanya.

Akhirnya, Onew mengizinkan aku melihat lagi arsip itu. Aku dan dia tertawa melihat foto-foto SHINee, koleksi pribadinya yang sengaja ia letakkan di file itu agar tidak hilang katanya. Ada foto mereka ketika memakai masker bersama-sama, foto dirinya sedang tidur, foto Minho ketika disuruh pose aneh, foto Key saat dia ditantang terjun dari atas, dan bahkan ada foto Jonghyun bertampang kesal karena suamiku membuat lirik bagiannya terdengar aneh. Sambil tertawa, aku kembali pada masa lalu yang membuat keadaan berputar seperti ini.

Waktu itu aku berlari meninggalkannya sambil menyeka airmataku yang berjatuhan ke tanah. Aku yang bingung, bertanya-tanya dalam hati kenapa dan apa yang aku tangisi, serta kenapa aku mau berbicara dengannya. Tapi,  ternyata Onew tidak diam saja, waktu itu dia mengejarku. Dia menangkap tubuhku dan menarikku dalam pelukannya. Spontan aku meronta, tapi sebesar apa sih tenaga seorang yeoja berumur 19 tahun jika dibandingkan dengan namja berumur 22 tahun? Bukan saingannya.

’Tunggu aku, Hara! Mohon tunggu aku, sementara ini jagalah dirimu dari suamimu sampai tiba waktunya aku menjemputmu.’

Saat itu aku bingung apa maksudnya, aku coba mengartikan semuanya. Dan saat aku mengerti, kamipun memutuskan menjalani kisah cinta terlarang secara diam-diam. Tanpa sepengetahuan Joon Seuk, kami selalu betemu disela-sela waktu break latihan ataupun ketika SHINee konser ataupun show-show lainnya. Salah siapa dia meninggalkanku terus? Sampai akhirnya, lima tahun sudah aku menjalani hubungan merepotkan ini, menjaga diriku agar sama sekali tidak tersentuh oleh Joon Seuk dengan bermacam-macam alasan, dan sampai Joon Seuk mengetahui hubungan antara kami. Dan pada saat-saat menegangkan itulah, Onew datang dengan gagahnya, menjemputku dari kerajaan maut. Meminangku didepan mata Joon Seuk dan menjelaskan semuanya. Aku terperangah, ternyata dia merancang semuanya sudah sampai sejauh ini.

Onew menyuruhku menunggunya sampai Ia berumur 27 tahun, hingga perusahaan daging turun-temurun milik keluarganya jatuh ketangannya. Dan saat itulah dia siap untuk menyuntikan dana bagi perusahaan keluargaku. Untung waktu itu Joon Seuk mengerti dan merelakan aku bersama Onew. Ternyata, Joon Seukpun mempunyai yeoja idaman lain yang bisa Ia sayang sepenuh hati. Dan ternyata Joon Seuk begitu menyadari bahwa dirinya bukanlah yang terbaik untukku.

Saat itu aku merasa dunia menjadi adil, karena tanpa sepengetahuanku, aku hidup dengan dikelilingi orang-orang yang mengerti aku. Aku saja yang mati rasa. Dan sekarang kami menikah, SM kembali seperti sedia kala, bahkan sebentar lagi kami dikaruniai penerus.

”Aya!! Aya!!” aku menjerit kesakitan, tangan kiriku memegangi punggungku yang terasa pegal, sedangkan tangan kananku menahan perutku yang terasa seperti akan jatuh.

”Jagi! Jagi, kau kenapa?” seru Onew tak kalah panik sambil memegang perutku yang sakit. ”Pak Jang!!! PAK JANG!!” panggil Onew dengan suara yang lantang.

”Jangan teriak-teriak!!! Telingaku sakit tahu.” kataku sambil tak hentinya menarik dan menghembuskan nafas dengan gusar.

”Ne. Ne. Mian. Aku kan panik. Kau pasti akan melahirkan, jadi…”

”Sudah tahu aku mau melahirkan, tapi kau masih tetap disini. Cepat lakukan sesuatu!!!!”

”Ada apa, tuan?” tanya Pak Jang yang masuk tiba-tiba dengan nada yang sopan. ”Aigo!! Nyonya!!” serunya ketika melihat kondisiku.

”Cepat bantu aku membawanya kerumah sakit.” Onewpun mengangkatku ke dalam mobil.

”Aya!! Arghh…..” teriakku selama di perjalanan, membuatnya menyetir kalang kabut. Biar saja, biar dia tahu penderitaanku menjaga anaknya selama 9 bulan ini. Haha… adil, kan?!

FIN

N.B.

Ini karya oneshotku yang lainnya. Gimana? Gimana? Garing ya? Maaf ya!!! *deep bow. Protes? Komplain? (protes sama komplain bukannya sama aja?), masukkan? Pujiannya? Kolom comment terpampang lebar-lebar kok dibawah. Silahkan dicomment deh. Comment anda=suara anda dan cara bagaimana anda berkomunikasi dengan saya (alah!! Formal banget ya?!)

Hahaha….

Pkoknya begitu deh. Jangan segan-segan kalau mau demo masalah castnya sama saya, tapi bukan bashing juga sih. Kekeke….

Oh ya, aku juga gak maksud tuh menyindir pihak-pihak tertentu loh!! Tahu sendiri, kan SHINee itu ada di entertainment mana? Ya, jadi buat mendukung FF ini, aku terpaksa (sangat terpaksa) memakai nama perusahaannya. Bukan unsur kesengajaan, tapi biar gak terlihat aneh aja kali ya?! Tak apa, kan?!! Mohon dimaafkan!! ^_^”

Oh ya, ada lg. Sbenarnya sih ga begitu penting, tp aku rasa aku harus bilang. Mungkin ini FF terakhirku di semester ini. Soalnya aku kan kls 12, jadi… ya begitulah. Mengerti, kan?!! Aku takutnya pada kangen gitu sama aku

*plakk…

Bukan FF terakhir dlm hidupku kok. Enggak. Cuma mau istirahat aja dulu. Semoga aku datang kembali lagi dgn membawa kabar bahagia bahwa aku diterima di PTN dan Fakultas pilihanku. Semoga yg lainnya juga begitu. Yg mau masuk SMA, ya smoga dpt skolah yg trbaik. Yang mau naik kls 11, ya.. smoga dpt IPA (bgi yg berminat). Dan yg udh kuliah, smoga lulus smua mata kuliahnya (AMIIIINNNNN)

Sincerely,

Author : Ji I-el

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

36 thoughts on “Business Kingdom Princess”

  1. Huaaaaaa
    Tarkhirnya
    Gatau kenapa
    Ngebayangin jinki bingung jadi ngakak
    Hahahahahah
    Padahal dikirain sama joonseok soalnya
    Abis nikah langsung beberapa bulang kemudian
    Kereennnn
    Seruuuu
    Terus jinkinya lucu pas ngomel garagara
    Anaknya minta liat foto appanya waktu remaja
    Hahahahaha

  2. Jjiah, onew nikah ma cucunya soo man ?? Idenya lucu tuh,
    aigoo.. Onew kalo jd nampyeon kya pa y ??
    Q jg kls 12 lho.. *ga nanya
    a-yo bwt yg sma2 kls 12 hwaiting !!
    Over all good job !

  3. Wah~ so sweet bgt♥
    ceritanya bagus dan gak bertele-tele☺

    p.s: semoga sukses ujiannya dan keterima di ptn pilihan kakak☺

  4. Keren chingu..
    Aku ketawa ni baca yg pas onew panik..
    Haha

    Waah., aku jga kelas 12..
    Ada tman seperjuangan trnyata..
    Fighting bwt kita.!

  5. Kereen… Kereeen….:P
    onew memeng leader yg ‘the best’….

    Jdi pengen liad gimana ekspresi Onew kalau lagi panik….
    Trusss aQ suka bgt baca.a yg d scane trakhir…
    “Aya!! Arrgh…” teriak ku selama di perjalanan, membuatnya menyetir kalang kabut. Biar saja, biar dia tahu penderitaan ku menjaga anaknya selama 9 bulan ini. Haha… adil, kan??!

  6. so sweet story…
    daebak…^^v
    O y,smoga impianmu tuk kuliah d kampus favoritmu terwujud,amin…
    Satu lagi,d tgg ff brikutnya… 🙂

  7. salut banget ma perjuangan onew sampe nunggu warisan dari perusahaan dagingnya. wkwkwk 🙂
    SHINee memang DAEBAK di SM ent. *ditimpukartisSMlain*
    AMINNNNNNNN…. semoga aku masuk IPA yeah. FIGHTING!!!
    AMINNNNNNNN juga buat authornya semoga bisa diterima di fakultas pilihannya ato di PTN…
    ayo semuanya kita berjuang dan bersemangat. FIGHTING!!! *kayakorangdemo*
    100 jempol buat FF nya 🙂

  8. nice ff chingu~

    gigih banget dah onew buat bs dpt kepercayaan hara!hehe.
    ngmg2 awal’y aq kaget itu hara tiba2 udh ada janin’y,kirain itu anak’y si pria itu,eh tau’y anak’y onew!
    jd pas ending’y umur onew udh 27?huahahaha xD
    udh jd ahjussi nih,kekekeke xp

    ending’y unik,beda dr yg lain,ahahaha xD

    nice dh pko’y.

    oya,mo UAN y?
    hwaiting y x)
    moga nnti jg dpt PTN yg d’idamkan x)
    hwaiting!

    dtggu karya lain’y!

    1. Authornya disini ^^
      Seperti biasa klo sdang terburu”, aku balesnya dijadiin satu ya?!! Aku harap reader tdk kecewa

      @ Myeee: wah, dirimu slalu jd yg pertama. clap.. clap.. clap.. ^^
      Gamsahapnida sudah memberi comment ya

      @ Hannataemin: Thanks yo!! ^^

      @ nikitaemin: Bkn di FFku aja kok, Onew-ssi kan emg orangnya bingungan
      Eum.. abisnya klo Hara tetep lanjut sama Jeun Sook, readernya psti kecewa berat deh. Oh ya, sbenernya Onew itu ngomel” gr” Hara mau jatuh n.n
      Thanks for ur time and comment ^^

      @ Majdinashawol: Biar kutebak, namamu Dina ya?!
      Eum,, cucunya bkn ya? ya, anggep aja bgitu deh ^^
      Ok. FIGHTING YO!!!!!!! (semangat ’45)

      sementara sgitu dulu

      Sincerely,

      Author: Ji I-el

    2. Ngebayangin gapapa kok, gratis ini ^^
      Key?? entahlah, aku tdk prnah mnyuruh oppaku itu bertampang panik jd aku tdk tahu, eonni ^^
      OK. FIGHTING for all!!!

  9. Ok. aku lanjut lg ya?!

    @ Shawoliquers: Wah, commentnya sampe 2 n.n
    Thanks for ur comment
    FIGHTING buat kita!!!! ^_^

    @ Fairuz Kim: wah, dirimu namja atau yeoja, saeng? ^^
    Thanks utk pujiannya
    n.b: Ne.semoga harapanku dan harapanmu tercapai, ya?! (bisik” mode: on)

    @ Nai: Aku yg authornya aja ketawa klo ngebyangin Onew-ssi nyetir kalang kabut. Pasti seru ^^
    Wah, FIGHTING juga ya!!! ^____^

    @ YeojanyaKeYesung: Aku yeojanya Minho, dong!!! (diamuk massa)
    Eum.. kamu poliandri,ya?! (gak penting)
    Onew emg daebak deh. haha.. scene yg trakhir itu adlh bgian yg plng seru jg mnurutku ^^
    Thanks for ur comment

    @ hye onew: Wah, kita berjuang ya, chingu?!!
    FIGHTING!!! FIGHTING!!!!
    Mau nikah sama Onew?? ya minta dilamarlah 😀
    (dibacok para istrinya yg lain)

    @ Dhikae: hehehe… aku ingat, kamu jg baca HM, kan?!!
    Thanks ya udah baca, comment+suka lagi ^_^

    @ Khairina_ilhami: Wah, kamu jg comment 2 kali??
    Thanks utk pujiannya&comment
    Amiiiiiinnn…..
    Semoga pada akhirnya kita semua sukses
    Ok. Tunggu FFku ya?!! Numpuk tuh ide ceritnya di gudang memori. ahhaha 😀
    (knp klo nginget plajaran memorinya berkurang, ya?!)

    @ Reader: Gamsahapnida *deep bow
    Aku jg sering melihat commentmu di HM ^^
    Sebenernya sih bkn buru”, tp dikejar target batas halaman maksimal utk oneshot
    Ini aja kelebihan halaman.
    Tp maksud ceritanya sampai, kan?!

    @Hwang Min Hyo: Heum…. wah ada kritikan 😀
    Ini yg kutunggu”. Ok lain kali konfliknya akan lebih kompleks lg.
    Gamsahapnida utk comment dan senyumannya ^___^

    @ agitaraka: Gamsahapnida n___n
    Iya nih mau hiatus dulu
    Ok. Somoga kamu jg sukses, ya?!

    @ icha: Minta dilamarlah, kan bs jd istrinya tuh
    *digorok sma MVP
    Thank you, thank you ^^

    @ Kangeun cajin: Commentmu jg simple+bermakna
    Thank you ^^

    @ hanjia: aku jg jd bangga gtu sma Onew-ssi (lah??!!)
    psst…. SHINee emg neomu daebak kok. aku jf stuju (bisik” mode: on)
    Wah, slamat berjuang ya. smoga readernya bnyak ank IPA smacam aku.hehe (abaikan)
    FIGHTING!!!!
    100 x tepuk tangan buatmu

    @ sika 920909: wah, sika eonni, ya??? ^^
    Thanks yo!
    Gigih bgt tuh jalanin hbungan terlarang. ahaha…
    Lah? umur 22 jg udh ahjussi” mnurutku
    Aku jd terharu T.T
    Aminn… tunggu ya?!

    @ Michelle: namamu mengngatkanku pd tmn lamaku
    Keren? ma achi >.<
    Eum klo sampe anaknya lahir, bisa jd 2 shots.kekeke
    Ok. namanya, eum…. Lee Rajin (haRA-JINki)
    Bisa??? ^^

    Nah, aku jawab segini lagi aja dulu ^^
    Dagh….

    Sincerely,

    Author: Ji I-el

  10. kalo gapake flashback psti konflikny dapet, agk kurag greget sih hehe
    tp lucu tuh endingny, bneran ngakak sma tingkah onew haha
    keep fighting yak 😀

    1. Mianhaeyo ^^
      Aku pengennya bikin alur campuran sih, soalnya aku seneng bikin org pusing dan bikin reader harus baca bolak-balik (iseng+nyusahin ya?)
      OK.
      Thanks for your comment

  11. Baca FF ini sambil senyam-senyum gue 😀 hahaha….
    Author pinter deh! Pas baca-baca bagian awalnya agak bosen sih, eh nggak taunya ada kejutan di bagian ahir 🙂

    Sukses ya buat Author 😀

  12. awalnya berasa kasian bgt ama hara…
    dia ngerelain dirinya buat kelangsungan sm town…
    hara daebak!

    suka bgt ama akhirnya~
    berasa perjuangannya hara ngga sia-sia…
    daebak~

  13. Mau ninggalin jejak hehehe…. Ceritanya bagus, so sweet banget pas ngebayangin Onew jemput calon nyonya Lee dirumah suaminya so manly  (^O^)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s