Say It! [2.2]

Title     :  Say It! {2/2}

Cast     : Yuna, Lee Jinki

Other   : Soo Seok, Kyuhyun, Kim Sera, Kim Kibum, Ryui (Kekeke~~)

Genre : failed Romance =.=’’

Rating : T

Summary : Percayalah, kau dan cintamu.Entah apa yang akan terjadi nanti, biarkanlah

Mengalir dengan sendirinya. Setidaknya kau sudah berusaha mepercayai arti cinta

Author  : Joe

Backsound : Super Junior K.R.Y- Just You

Disclaim : They’re belong to God, I just have the plot and kyuhyun *slap.

Special for Unnie Lana, aaand Unnie Lia, sorry use your Korean name.

Yuna berjalan ke sekolah seperti biasanya, tidak ada yang berubah, pagi tetap cemerlang.

Hanya saja, Yuna merasakan detak jantungnya lebih keras, dan setiap dia melangkah menuju sekolahnya, dia merasakan panas di kepalanya.

Yuna berhenti di depan gerbang, meragukan apakah hari ini dia akan masuk sekolah apa tidak.

“Ya!apa yang kaulakukan?Ayo sebentar lagi bel” Sera mengajak Yuna, dan akhirnya Yuna harus sekolah.

Yuna hanya menunduk, sementara Sera tidak menyadari  perubahan pada gadis itu, karena memang biasanya Yuna tidak akan mengucapkan sepatah kata pun kalau tidak Sera yang memulainya.

“Kau aneh, semakin aneh Yuna”

“Eh?”

Sera memutar bola matanya, “Meski aku tidak terlalu memperhatikanmu, tapi look kau memakain jepitan?Pink pastel?!What freakin out with you?!” Sera menunjuk jepitan yang bertengger manis di rambut Yuna.

“Eh, i..ini..” Yuna juga bingung, akan menjelaskan apa pada Sera, soalnya dia sama sekali tidak tahu, hanya ingin memakai saja. Atau menunjukkannya pada seseorang?

“Aku hanya ingin menunjukkan sisi perempuanku,memang tidak boleh?”

“Terserah” jawab Sera memasuki kelas.

“Soo Seok!!~~Pinjam buku tugasmu, aku belum mengerjakan Matematika~” teriak Sera, Soo seok mendesah dan mengeluarkan buku tugasnya.

“Kembalikan secepatnya, ara!?”

Sera mengangguk cepat dan segera duduk untuk menyalin.

“Bagaimana?Kau sudah memikirkannya?” tanya Jinki.

“Eh?” Yuna menunduk malu, mukanya mengeluarkan semburat merah. Jinki tertawa kecil.

“Kau cantik Yuna, harusnya kau sering sering memakai jepitan” bisik Jinki dan segera membalikkan badannya, sama seperti Yuna, dia juga mengeluarkan semburat merahnya saat mengatakan hal itu.

Yuna segera menggeleng dan berdiri. “Ya!Soo seok!Kemana kau kemarin!?”

“Aku tidak enak badan, Kyu juga ada urusan, mian” soo seok tersenyum hampa.

Yuna mengangguk. “Bagaimana kencan mu dengan Jinki?”

“Ya!Itu bukan kencan!”

“Ah..mukamu memerah Yuna” goda Soo seok, menaik turunkan alisnya.

“Ish!Sudahlah!” bentak Yuna kembali pada tempat duduknya,

“Sera, bibirmu merah sekali” kata Soo seok memperhatikan Sera.

“Iya, ini digigit serangga bernama Kibum”

“Dasar mesum!”

Yuna dengan tiba tiba mengingat accident di kincir angin itu bersama Jinki.

Meskipun hanya menyentuh sedikit saja, tapi tetap itu berarti buat Yuna.

“Yuna ya!Kau sak—“ setelahnya Yuna tidak mendengar apa apa, dan semua gelap.

**

“Akh!” Yuna mengerang, secara perlahan dia membuka kelopak matanya dan menatap Jinki yang sedang khawatir.

“Sedang apa kau?” tanya Yuna.

“Menunggumu sadar, sekarang sudah istirahat, kau mau apa?Aku mau ke kantin”

“jjajangmyeon saja” Jinki mengangguk dan keluar dari uks.

**

“Ayo pulang bersama” ajak Jinki.

“Kita satu arah?”

“Ne”

Jinki dan Yuna berjalan beriringan, diam satu sama lain.

Tidak ada yang di bicarakan, dan apa yang harus di bicarakan?

“Kau Yuna kan?” seseorang menahannya di depan pertokoan.

Yuna menatap orang itu dengan lekat. “Ryui?”

“Ah!Kau mengenalku, siapa dia?Namjachingu mu?” Ryui menunjuk Jinki, Yuna segera menggeleng cepat. “Animda, dia teman kelasku”. Ryui mengangguk dan menatap tajam Jinki, membuat Jinki agak resah.

“Eh, sorry, aku mau pulang ya, senang bertemu denganmu, bye” Yuna berkata cepat, melambaikan tangannya, memaksakan tersenyum dan menarik tangan Jinki.

Setelah agak jauh dari tempat tadi, Jinki memberanikan dirinya untuk bertanya.

“Kenapa dengannya?”

Yuna menunduk dan menggigit bibir bawahnya. “Dia..cinta pertamaku, haha” Yuna menghapus air matanya dengan cepat, kembali tersenyum meski Jinki mungkin tahu itu hanya kepalsuan.

“Yuna ya..saranghae” Yuna kembali bergidik. “Meski aku tahu kau alergi dengan kata kata itu, tapi dengarkanlah, aku menyukaimu, ah tidak, aku mencintaimu, sejak lama, sebelum kita saling mengenal, dan aku berharap, kau menyukaiku, setidaknya seperti itu.” Jinki menggaruk belakang kepalanya. Yuna terdiam, kenapa gatal di tubuhnya tiba tiba menghilang?

Dan kenapa dengan jantung Yuna?

[Yuna POV]

“setidaknya seperti itu” tadinya aku mau meninjunya, tapi kenapa badanku kaku semua?

Dan kenapa dengan alergiku?Kenapa tidak gatal lagi?Kenapa dengan jantungku?

Rasanya sudah lama aku tidak merasakan debaran ini, sejak Siwon oppa dan aku berpacaran.

Aku merindukan perasaan ini, perasaan yang aneh, sedikit menyakitkan, tapi menyenangkan.

“Yuna ya?”

Aku menggeleng cepat. “Mianhae Jinki, ya,”

Dia tertawa, manis. “Aku tahu”

Aku menunduk terdiam. “ Bye, sampai besok ya”

Aku mengangguk pelan, menunggunya sampai berbelok ke tikungan.

Astaga!Dia menyukaiku?Benar dan itu bukan mimpi kan?

Kenapa alergiku tidak muncul?Kenapa aku tidak meninju Jinki?!Apa benar aku menyukainya?Ukh… “Waaa~~!” teriakkku kacau.

Sungguh, it’s really hard and I really don’t know what must I do!

**

Seikka High Scool

XII-1

“Kau yakin?”

“Ne”

“Ya sudah…semoga berhasil” Sera mendesah, menepuk pundak Soo seok yang masih bergetar hebat. “Pagi” sapa Yuna, dia melirik kearah Soo Seok yang menangis pelan.

“Kau kenapa?” tanyanya pelan.

“Ani…hei” Soo Seok menghapus air matanya dan tersenyum. “Kudengar dari adik kelas kalau kau pulang dengan Jinki?” Yuna terdiam. “Ayo mengakulah…wajahmu merah” goda Soo seok menaik turunkan alisnya. “Jangan sering sering menaik turunkan alismu seperti itu, mengerikan” jawab Yuna datar menyembunyikan kegugupannya.

“Cih, tapi kau senang kan?Lagipula alergi mu hilang kan dengannya?Sarang—“

DUAK

“Akh…akh..” Soo seok merintih menahan pipinya.

“Kau gila Yuna ya!”

“Kau” jawab Yuna datar dan balik ke tempat duduknya.

“Cish” gerutu Soo seok menyentuh pipinya. “Kau itu manislah sedikit!Jinki akan membencimu” ucap Soo seok.

“Aku mana peduli!” bentak Yuna, tepat setelah dia melakukan hal itu, Jinki duduk di depan Yuna, dan tidak menyapanya seperti biasa.

Aish!Gara gara Soo seok, Jinki mendengar semuanya ya?’

Apapun yang Yuna lakukan, akhirnya dia harus menangis.

**

Yuna mengerenyitkan alisnya. ‘Kenapa pria busuk itu ada di sekolahku?!’

“Ah!Yuna!Annyeong~” Pria yang di bilang busuk itu menghampiri Yuna dan memeluknya, siswa siswa yang baru keluar memperhatikan mereka, seolah itu tontonan menarik.

“Ya!Ryui!Hentikan!” Yuna melepas pelukan Ryui.

“Kau ada acara tidak?Tidak kan?!Ayo jalan” Ryui menyeretnya ke mobil yang terparkir dengan baik di depan gerbang seokolahnya.

“Ya itu pemaksaan!!Akh..sakit” Yuna merengek.

“Diamlah, kita kan sudah lama tidak jalan jalan”

Sejak kau memintaku putus’ Lanjut Yuna dalam hati, lagi lagi hatinya mencelos mendengar setiap perkataan Ryui. Dia sudah berusaha melupakan pria itu, tapi kenapa sekarang malah pria itu ada di hadapannya?!

Sesampainya di dalam mobil mereka hanya terdiam. Untuk beberapa saat.

“Maaf” Ucap Ryui pelan, seperti bisikan. Yuna menoleh kearahnya dengan pandangan heran.

“Maaf untuk beberapa tahun lalu, aku membedakanmu dengan Jessica”

Yuna mengerenyitkan alisnya ‘Dia mau apa sih?!’

“Aku dengar dari temanmu kau sakit setelahnya”

“Tentu saja gila!Aku alergi sekarang terhadap berbau bau romantic!”

Ryui menatapnya secara intensif “Jinjjayo?”

Yuna mengangguk dengan malas.

“Tolong ya, kalau kau tidak ada perlu denganku keluarkan aku dari mobilmu!”

Ryui tertawa kecil

“Kau tahu, kau banyak berubah”

“Tentu saja!Siapa lagi kalau bukan karena kau!Babo gateun!”

“Ah, bagaimana kalau kita ke game center?Kita sudah lama tidak kesana kan?”

“Hanya saja sebelum jam enam kau harus mengantarkanku ke rumah”

Ryui mengangguk semangat dan menggas mobilnya.

**

“Kenapa Jinki?”

“Yuna tidak ada”

“Oh..mungkin dia sudah pulang duluan, sudah ya bye”

Sera melambai dan menggandeng pacar barunya itu, ya guru muda bernama kim kibum.

Terkadang Jinki iri melihat pasangan yang kian hari makin banyak di sekolahnya.

“Kau kenapa?” seseorang menepuk pundak Jinki.

“Oh” Jinki tertawa kecil.

“Wae?”

“Sudah dua orang menanyakan aku kenapa, apa penampilanku aneh?”

Soo seok memutar bola matanya. “Tentu saja, ini sudah jam setengah tiga, dan kau masih di depan gerbang”

“Ah, Soo seok kau mau menemaniku ke game center?”

“Untuk apa?Aku harus pulang”

“Aku hanya ingin kesana saja”

“Hanya satu atau dua permainan, ara?”

**

Game Center District Kyungsan

“Jinki?”

“Yuna?”

“Loh, ini kan namja yang waktu itu pulang denganmu kan?”

Yuna mengangguk pelan.”Sedang apa kau disini dengan…Soo seok?”

“Hanya bermain sebentar, kau?”

“Paksaan” bisik Yuna, tapi Ryui mendengarnya.

“YA!Jangan membuat seolah aku orang jahat yang kesepian dan memaksamu menemaniku”

“Memang itu keadaannya, haha” Ryui menjitaknya kecil.

Jinki hanya menatap mereka berdua dengan sayu.

Dia merasa dia adalah batu, mereka berdua asik dan membiarkan Jinki, “Yuna, aku harus pulang, Jinki kau mau pulang atau tidak?”

“Ah..ne” Jinki dan Soo seok melambai.

**

“Gomawo”

“Ne”

“Kau tahu, aku seperti orang bodoh tadi untuk sesaat”

“Aku sering merasakannya, jadi aku tahu”

“Jinjja?”

Soo seok menolehkan pandangannya ke jendela Bus.

“Yuna bilang dia akan melupakan Ryui selamanya, jadi tenang saja”

“Ah..ne..,hei!Kau mengalihkan pembicaraan!”

“Apa?”

“Baiklah, aku tahu itu hal pribadi”

“Heh Jinki, dengar ya, jaga Yuna dan jangan sampai kau seperti mantan mantannya. Aku akan mencincangmu kalau kau begitu”

“Tenang saja, ah aku harus turun, bye”

Soo seok melambai dengan malas.

**

Seikka High School

XII-1

“Pagi Yuna!” teriak Sera.

“Ne”

“Kau tidak semangat, ah memang biasanya kau seperti itu ya” Jawab Sera dan menaruh tasnya. Lalu mengerjakan ritualnya : Mengerjakan Tugas.

“Pagi Jinki” Yuna melambai.

Jinki untuk sesaat merasa aneh. Hei Yuna tidak pernah menegurnya. Bahkan dia tidak akan berbicara kalau tidak di ajak berbicara.

“Kau sakit?”

“Hah?”

“Kau lebih ceria”

“Hehe” Yuna tersenyum manis.

**

Yuna’s House

05.00 p.m

DRT DRRT

>>From : Jinki

Yuna bisa kita bertemu di sekolah?

“Hah?”

>>To : Jinki

Untuk apa?Aku malas =3=

DRT DRT

>>From : Jinki

Cepatlah!

Dan dengan malas Yuna mengambil jaketnya.

Mengunci rumahnya.

**

Seikka High School

“Ada apa Jinki?”

Jinki mengusap tangannya yang dingin. Inilah akibat global warming.

Padahal kemarin cuaca sangat cerah.

“Em..bi..bisa kau beri jawaban soal yang pernyataan ku?”

Yuna membeku seketika. Dia melupakan soal ini.

Bahkan perlu persekian detik dirinya mengingat kalau Jinki pernah mengajaknya berpacaran.

“Aku tahu ini sangat menjijikan untukmu, tapi..saranghae”

Yuna terlonjak seketika.

“Aku tidak akan bosan mengatakannya ketika kau sudah menjawab pernyataan ku Yuna. Meskipun kau akan meninju ku sama seperti yang kau lakukan pada Soo seok.”

Yuna merasakan pipinya hangat, air itu keluar saja.

“Kau..menangis” bisik Jinki.

Yuna benci air mata itu, menurutnya air mata adalah kekalahan.

Dia benci menjadi wanita cengeng.

Jinki melepaskan tangannya untuk melakukan itu, menghapus air mata Yuna.

“Jangan takut, aku tidak akan menganggapmu yeoja cengeng, kau takut soal itu kan?”

Jinki tersenyum. “Kau tidak aneh Yuna, kau hanya takut, kau takut akan masa lalumu”

Yuna menunduk, tangisnya makin deras. Kini Jinki sudah tidak bisa mengontrol badannya.

Dia biarkan badan itu menghangatkan tubuh Yuna. Dia memeluknya sangat erat.

Seolah Yuna dan dirinya akan berpisah.

“Dan aku akan menepis ketakutanmu itu, promise”

“Nado..”

Jinki berhenti mengusap kepala Yuna.

“Nado…sa..ngh..Jinki..”

“Ya” Jinki mengusap kepala Yuna lebih lembut lagi.

“Aku tahu apa isi hatimu, jadi jangan paksakan”

Yuna dengan ragu mengangkat tangannya, membalas pelukan Jinki.

“Suatu saat nanti, alergi mu akan hilang, dan saat itu tiba, aku akan segera melamarmu sarang—“

DUK

“Auch!” Jinki mengerang, Yuna memukul pundaknya dengan sangat hebat. Sekarang dia tahu bagaimana perasaan Soo seok.

**

Soo Seok’s House

Sunday, 11.12 a.m

“Oh Yuna, my princess, my everything, my world”

“YA!Jangan melebih lebihkan!” Yuna melempar wajah Sera dengan bantal.

“Cukhae” ucap Soo seo lemas.

“Ah..Soo, aku mendengarnya, maaf ya” Yuna menunduk.

“Untuk apa minta maaf?”

“Soal kau dan kyuhyun…” Soo seok tertawa kecil

“It’s okay”

“Yuna, would you be my girl?Saranghae saranghae yeongwon—“

DUAK

“Ouch..Yuna..ekh..” Soo seok mengelap hidungnya yang berdarah.

“Jangan begitu chagi, Jinki mu ini akan sedih” Goda Sera seolah dia adalah Jinki.

“YA!KALIAN INI SUKA SEKALI MENGGODA ORANG!”

“Jinki mu akan marah Yuna sayan—“

BUK

“Wa~~Akh..Yuna!Pukulanmu seperti batu bata jatuh” ringis Sera mengelus kepalanya.

“Kau ini, nanti Jinki akan langsung memutuskanmu”

“Jinki pengecualian” celetuk Soo seok.

**

Seikka High Scool

Library

“Oppa apa benar kau akan pindah setelah lulus?!”

“Haha, yah, doakan aku berhasil”

Yuna menahan dadanya agar tidak lebih hancur lagi.

Bagaimana bisa, adik kelasnya lebih tahu bahwa Jinki akan pindah?!

Dan dia yang sekarang notabane yeochingu Jinki, malah tidak tahu menahu.

Yuna berjalan pelan.

“Bisa kita ke kantin?” tanyanya.

“Ah Yuna…ayo, kau lapar chagi?”

**

“Jadi itu alsanmu memaksaku menjawabnya dengan segera?” tanya Yuna dingin sesampainya mereka di kantin.

“Maksudmu?”

“Kau dan kepindahanmu!”

Jinki tersenyum “Ne, aku ingin menghilangkan alergimu sebelum aku pindah”

Yuan menggebrak meja, membuat semua siswi menghentikan aktivitasnya dan menatap mereka.

“Jadi kau pikir aku apa?!Kenapa aku tidak tahu sama sekali!?Dan kemana kau akan pindah?”

Sekarang benar benar mereka menjadi pusat perhatian.

“London” jawab Jinki pelan.

Yuna mengerang pelan dan meninggalkannya.

**

“Kau ikut tidak Yuna?”

“Dimana?”

“Di apartemen Jinki”

“Good!Nope”

“Why?Cause Jinki not tell you?Oh please Yuna, don’t like this, childish” gerutu Sera.

“Of course I mad!If you in my position what you feel?happy?”

“Yuna, anak anak sekelas akan merayakan kelulusannya di apartemen Jinki, setidaknya hadir”

“Soo seok, I believe him, for a long time I try to avoid every boys, and now, I don’t know anything?Micheyo!”

“Kumohon Yuna” dan itu bukan suara Sera ataupun Soo seok, itu suara namja yang sedang di hindarinya.

“Ukh..”

“Yuna ya, aku tidak ingin memberitahukan soal kepindahanmu,karena aku tidak ingin mengejutkanmu”

“Kau sudah cukup mengejutkan ku Lee Jinki!”

Yuna mengambil tasnya dan keluar dari kelas itu.

Berlari secepat mungkin, tidak peduli dengan guru pembimbing yang memarahinya.

Dia sudah berusaha keras percaya pada Jinki, dia sudah mengubur jauh jauh semua kenangan buruknya.

“Hei”

Yuna menaiki mobil Ryui.

Ingatannya segera melambung jauh.

[Flashback]

“Yuna, terima kasih ya mau menemaniku bermain” Ryui membungkuk.

“Ne…”

“Yuna ya~Are you still mad with me?Once again, sorry”

“Sudahlah”

“Aku sadar Yuna, aku mencintai Jessica karena dia cantik, aku masih mencintaimu Yuna, makanya aku mencarimu dan mengajakmu ke game center”

Yuna membulatkan matanya, apa dia tidak salah dengar?Apa ini mimpi?

Dua orang, Jinki dan Ryui, namja yang Yuna sedang hindari agar tidak jatuh cinta lagi.

Kini namja itu, mereka berdua, malah menyatakan perasaannya.

[Flashback end]

“Kenapa kau ada disini?Bukankah ini masih jam pelajaran?”

Ryui tertawa “Kau sendiri?Kabur?Dan apa itu?Kau menangis?”

Yuna mengusap matanya cepat. “Cih, ayo jalan”

“kemana?”

“Kau ini!Tentu saja ke rumahku”

**

Yuna menatap ponselnya lagi.

>>From : SooSoo

Come’on baby nutty Yuna ya~

Jinki akan pergi ke bandara jam empat sore, kau harus ikut!

Yuna menutup ponselnya, dia menatap jam dindingnya, jam empat tiga puluh, sebentar lagi.

Dia menutup matanya, semua melayang di pikirannya tanpa henti.

Yuna yah, percayalah padaku’ itu Ryui

‘Yuna!Aku mencintaimu!’ itu Donghae

‘Yuna..jangan bersedih lagi oke?Kau punya aku’ dan itu Siwon.

Lagi, kali ini Jinki ‘Dan aku akan menepis ketakutanmu itu, promise’

Yuna mengusap dengan lembut air matanya yang jatuh. Sekuat apapun wanita, sebenarnya dia adalah makhluk rapuh yang benci akan pengkhianatan.

Yuna mengambil jaket light green nya dan keluar.

Kali ini biarkan hatinya memberi kesempatan pada Jinki.

**

Yuna berlari kearah kumpulan teman teman kelasnya yang mengantar kepergian Jinki.

“Jinki ya” teriak Yuna.

Jinki menoleh kearah Yuna yang mengambil nafas banyak banyak.

“Jangan pergi!Jangan pergi!” kata Yuna sambil terus mengatur nafasnya.

“Aniya, aku tetap harus pergi Babo Yuna” jawab Jinki senang karena orang yang dari sejak awal bangun dia tunggu.

“Tapi..”

“Kau telat Yuna!” celetuk Sera.

Yuna mengerang sebentar dan tersenyum ke Jinki.

“Ya Jinki ya!Jangan kecewakan kepercayaan ku ini!Kau tidak boleh tergoda oleh wanita London yang cantik cantik itu!” baru kali ini Jinki benar benar merasa sangat senang.

Yuna tersenyum, sangat hangat, dan perasaannya meledak ledak.

“Bye” Jinki mengangkat kopernya dan berbisik ke telinga Yuna “Saranghae”

Dan sekarang, alergi itu pergi di telan angin.

Yuna tersenyum malu “Nado”

‘Jangan kecewakan aku Jinki’

End

—Epilog—

Percayalah padaku!Aku tidak melirik siapapun dalam dunia ini.

Hana ada kau di dalam pantulan mata ini.

Yuna mendesah berkali kali, kadang dia berguling ke kanan dan ke kiri.

“Kau ini bisa diam tidak sih?” tanya Soo seok.

Yuna berhenti dan menatap Soo seok.

“Soo…aku Jinki…”

“Apa?”

**

Dan setelah penjelasan itu, Soo seok menarik Yuna ke Salon, meski pun Yuna sangat sangat tidak ingin ke sana. Tempat terlarang Yuna adalah : Salon

“Gya!Aku tidak mau!Andwae!Andwae!”

“Diam!” Soo seok menjatuhkan Yuna ke kursi hitam.

“Berubah dia secara total”

**

“Yuna?”

Yuna mengangguk dengan ragu.

“Aku tahu itu kau!Ah kau cantik!” Jinki segera menarik Yuna kedalam pelukannya.

“YA!Aku masih alergi!” Yuna mendorong Jinki.

“Masa?Kenapa waktu itu kau mengatakan Nado kepadaku?Dan bukan meninju ku?”

Yuna meremas ujung sweaternya. “Itu..itu, aku hanya mengucapkan Nado, bukan sarang..ekh..sa..” Jinki memutar bola matanya.

“Lima tahun berjalan dan kau sama sekali tidak berubah”

Yuna mengangkat alisnya.

“Biarkan aku menyembuhkanmu dengan ini—“

Setelahnya, adegan ini akan diganti dengan orang orang berjalan lalu lalang menutupi adegan mereka itu. You Know what?

Jinki melepaskan pagutannya, matanya menatap Yuna dengan tajam.

“Marry me..” bisiknya.

“Ukh, kau sangat aneh!Ini kan bandara” gerutu Yuna.

“Karena habis ini, kita akan ke London, kita akan tinggal di sana, barang barang mu akan di pindahkan”

“MWOYA!?”

—Say It End—

Terrible Horrible and bla bla bla, but still need your comment.

And after Love Power end, I think I’m out…

Thanks reader

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


14 thoughts on “Say It! [2.2]”

  1. Akhirnya
    Walaupun belum sembuh
    Tapi alerginya berkurang
    Jangan sampe deh yuna balikan lagi
    Sama. Ryui
    Jelas jelas dia jahat banget
    Tapi jinki
    Aaaaaahhhh ngiri
    Kerenn!!

  2. akhirnya … yuna dah gx alergi….
    wahh….. keren …..
    aku kira bakal berakhir pas yuna bilng nado …
    ahhhkkk mau …. tapi sma taemin … *plakk!!di tampol taemints*

    ngiri juga sih …. jepitan pink .. oh tidak !!! warna yg bener2 aku hindari !!

  3. ending.a kereeeen…
    Like it….
    Tapi,,, aQ mau kritik dikit iia…
    Ada beberapa kesalahan penulisan,,, cont..
    >>from : SooSoo
    Came’on baby nutty Yuna ya~
    Jinki akan berangkat ke bandara jam ’empat’ sore,, kau harus ikut.

    Yuna menutup ponselnya, dia menatap jam dindingnya, jam ’empat tigapuluh’. Sebentar lagi…
    —>seharus.a sms dari Soo itu jam ‘lima’….

    Truss,, waktu di salon….
    Soo ngomong k pekerja salon.a “Berubah dia secara total”—> maksud kata.a jdi aneh
    Harus.a Soo ngomong “Ubah dia secara total”…
    *mian iia kalau aQ kritik2 sembarangan,,, padahal sebenar.a aQ gak bisa ngarang ff*

    Tapi keseluruhan.a tetap daebak…..
    d^^b

  4. sweet ><

    aigoo,aku makin suka sm jinki,uahahaha xD
    aduh itu pemaksaan dsruh pindah k'london,haha xD
    nice ff chinguya x)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s