We’re One – Part 1

We’re One

Part 1

Author             :           Seo Hyunjin a.k.a dubusangtae

Main Cast        :           Lee Jinki a.k.a Onew

Kim Kibum a.k.a Key

Kim Jonghyun

Song Yun Hae

Support Cast   :          Choi Minho

Lee Taemin

Genre              :          Brother ship, Romance, Tragedy.

Length              :          Twoshot

Rating             :          General

Disclaimer        :          Cerita ni milikku, SHINee juga milikku *reader : pala lu peang* tidak SHINee milik SMEnt, klo Song Yunhae baru milikku. Eh maksudku OC-ku. Hahai. Sorry for de gajeness, miss typo and ke-lebay-an kata-kata yang lain yang tidak berstandar nasional maupun internasional, dan mungkin ini tradisional. Hahaha..sooooooooooooo gaje….no yaoi no NC…

MuBank Studio

Sore hari yang sangat melelahkan bagi orang-orang yang sangat sibuk tentunya. Bagi mereka, ini sangat melelahkan. Jadwal yang sangat padat dan kurangnya istirahat. Kau tahu siapa mereka yang sedang dibicarakan saat ini? SHINee. Mereka yang tengah sibuk-sibuknya latihan untuk konser goodbye stage Lucifer untuk nanti malam. Gerakan yang sedikit berbeda dari sebelumnya untuk lebih memeriahkan MuBank nantinya.

Tampak Taemin, the maknae itu semangat sekali dengan semua gerakan dance Lucifer-nya. Tapi tidak untuk Onew, the leader yang sangat tidak konsentrasi dengan semua gerakannya. Dan sama sekali tidak bersemangat. Seperti sedang terjadi sesuatu yang rumit dalam pikirannya.

Key yang merasa telah terjadi sesuatu pada leadernya itu pun menjadi sedikit gemas dengan semua gerakannya yang salah. Akhirnya ia angkat bicara.

“Hyung, kau kenapa sih? Dari tadi gerakanmu salah terus. Ini sudah jadi makanan kita sehari-hari. Kenapa kau menari seperti sama sekali tak mengenal Lucifer!” oceh Key yang sudah terlanjur gemas dengan sikap Onew. Onew yang sedang tidak konsen itu hanya diam mendengar ocehan Key yang kali ini didengarnya lebih membuatnya pusing belasan keliling.

Raut wajahnya berubah menjadi seperti menahan sesuatu. “Mian!” hanya itu yang mampu ia keluarkan untuk menebus kesalahannya yang menurutnya tidak terlalu fatal. Tapi fatal untuk pikirannya.  Jawaban singkat itu membuat mereka diam. Dan Onew menunggu respon dari Key. Tapi sudah tak ada waktu lagi untuk menunggu respon itu. Ia ingin pergi.

Tanpa aba-aba apapun, Onew membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan mereka. Jjong yang sedari tadi diam pun mulai gelisah. Begitu juga Minho. Taemin yang polos itu hanya mengatup rahangnya kuat. Belum pernah ia melihat Hyungnya, Onew hyung, sangat diam dan sangat kosong. Key yang merasa hanya digubris sedikit pun mulai membara.

“Ya! Hyung!” teriaknya sedikit keras membuat gerakan Onew terhenti sebentar tapi ia melanjutkannya kembali. Meninggalkan mereka menuju backstage. “Kau mau kemana, hyung!” teriak Key lagi. Ia ingin mengejar Onew, tapi tangan kekar seseorang menghadangnya. Pemilik tangan itu adalah si badan jangkung,  membuka mulutnya yang sedari tadi hanya terkatup.

“Sudahlah Key, sepertinya Onew hyung sedang tidak sehat hari ini. Biar dia break sebentar!” ujar Minho menahan Key untuk pergi dan berniat melanjutkan latihan tanpa leadernya itu. Tapi sesuatu menarik perhatian Key yang tatapan matanya itu sedang menatap pintu backstage. Kerumunan para staf konser yang memasang wajah cemas dan bingung dengan apa yang terjadi. Terbesit perasaan aneh dalam diri Key. Dengan cepat ia berlari meninggalkan Minho yang berdiri mematung dengan tatapan bingung kearah staf-staf tersebut. Tanpa berfikir panjang Jjong dan Taemin mengikuti Key. Dan akhirnya Minho juga mengikuti mereka.

Key penasaran dengan apa yang terjadi. Dia pun berusaha mencari informasi dengan bertanya kepada salah satu staf yang berada dekat jangkauannya. Dan yang pastinya melihat kejadian yang mereka tidak tahu itu.

“Permisi Ahjussi, apa yang terjadi. Kenapa mereka semua panik ?” Tanya Key kepada salah seorang staf yang diketahui bekerja sebagai lighter.

“Onew-sshi. Dia pingsan. Dengan banyak darah keluar dari hidungnya!” jawab lighter itu sambil memegang hidungnya. Key dan yang lainnya terkejut.

“Mweo? Andwae!”

Tanpa menanyakan info lebih lanjut pada lighter itu, Key langsung berlari mencari jejak para staf yang membawa Onew entah kemana. Pikirannya kosong. Sampai-sampai ia tak bertanya dimana Onew dibawa.

“Kemana?” gumam Key ditengah pernapasannya yang tak stabil karena berlari menuju backstage. Tapi Jjong langsung menarik tangannya menuju sebuah ruangan yang mereka kenal sekali dengan ruang ganti pakaian untuk para artis. Dan disusul oleh kedua rekannya.

Perasaan bersalah meliputi Key, dibayangi dengan sikapnya tadi. Memarahi hyungnya yang ternyata berakhir seperti ini. Kini mereka telah sampai di pintu masuk ruangan tersebut. Sekarang hati Key merasa was-was untuk melanjutkan niatnya. Tapi Jjong menggantikan posisinya.

Akhirnya mereka masuk, disana tertidur pulas Onew di sebuah sofa yang kini hanya di temani seorang yeoja yang tidak mereka kenal berdiri diam memandang Onew dengan pandangan berbeda, menurut mereka. Yeoja itu tidak menyadari kehadiran mereka.

“Hyung!” panggil Key dengan nada yang mungkin hanya terdengar oleh Jjong yang berada di sampingnya. Mereka pun berjalan menuju sofa yang terletak di sudut ruangan. Onew masih tertidur dengan selimut tipis yang menyelimuti tubuhnya. Tampak wajah yang sangat letih dan raut yang menunjukkan ia menahan sesuatu. Dan sangat pucat.

“Dia sedang istirahat sebentar!” ujar yeoja itu yang akhirnya buka mulut karena dia terlihat sangat diam. Dengan nada bicara yang datar dan tanpa memperlihatkan banyak ekspresi. Dan tanpa mengalihkan pandangannya dari Onew. Seperti focus melihat makhluk Tuhan yang satu itu.

“Kau siapa?” Tanya Minho kepada yeoja itu dengan karismatik dinginnya. Merasa ditanya, ia pun mengalihkan pandangannya dari Onew ke salah satu dari mereka yang diketahui sebagai pemilik suara baritone tersebut.

“Aku dokternya Tuan Lee!” jawabnya dengan nada datar yang mungkin menjadi ciri khas yeoja itu. Ia membungkukkan sedikit badannya sebagai penghormatan kepada orang asing atau orang yang baru ia kenal. “ Song Yunhae imnida!” tambah yeoja itu tanpa senyum sedikit pun. SHINee hanya bisa membuka mata lebar melihat ice princess satu ini. Mereka terdiam dan membalas dengan sedikit bungkukan pula.

“Engggg…noona. Kenapa Onew hyung tidak dibawa ke rumah sakit saja?” Tanya Taemin dengan wajah polosnya kepada yeoja yang merasa lebih tua darinya.

“Jangan panggil aku noona. Aku seumuran denganmu, Taemin!” jawabnya sambil memandang datar kepada Taemin. Yeoja ini penuh dengan kedataran. *lupakan. “ Untuk apa ada dokter pribadi disini jika pasiennya pergi ke dokter lain. Separah apapun penyakitnya, aku akan mengatasinya sendiri. Dan lagi pula, apa kau ingin para fans tahu tentang keadaan Onew setelah kejadian tadi ?” jelasnya MASIH dengan wajah datar dan dinginnya.

Key yang merasa sebuah panah tertusuk ke dadanya tertunduk lemas karena perkataan yeoja tadi. “Apa karena aku dia jadi begini?” gumamnya dengan nada bergetar untungnya Jjong berada disampingnya dan menenangkan Key yang hampir terisak. Yang lainnya tertunduk lemas dengan melihat keadaan hyungnya saat ini. Pada saat itu juga ruangan itu terasa sangat sunyi. Karena Taemin membenci hal ini, ia kembali membuka mulutnya.

“Yunhae-ssi, sebenarnya apa yang terjadi pada Onew hyung?” tanya namja imut itu dengan hati-hati, takut-takut melihat yeoja dingin itu. Yeoja itu menghembuskan napas panjang dengan raut wajah yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. ‘Haruskah kuberitahu yang sebenarnya, Onew-oppa?’ batin Yunhae. Dengan sabar Taemin menunggu jawaban dari bibir kecil yeoja dingin itu.  Yunhae masih berkutat dengan pikirannya, alasan apa yang tepat untuk menyembunyikan sebuah kenyataan pahit bagi keempat namja yang sedang berdiri menunggu jawaban darinya. Tampak Key makin gelisah dengan jawaban apa yang akan diberi oleh yeoja ini. Jjong harap-harap cemas dan Minho masih tenang dengan karisma tersendirinya itu, tapi jauh dalam hatinya. Ia sangat cemas pada hyung tersayangnya.

“Dia hanya kelelahan!” jawabnya sangat singkat, tapi sebuah jawaban itu sangat singkat untuk ukuran dokter seperti dia. ‘Sesingkat itu? Sesingkat itukah ia mengeluarkan suaranya. Hanya kelelahan? Mimisan itu?’ batin Minho bergejolak. Kini tampang karismanya berubah cepat dengan kecemasan dan sedikit marah. “Mimisan itu terjadi karena tubuhnya terlalu panas di dalam. Tapi ia sudah agak baikan!” tambahnya tepat sasaran dalam pemikiran Minho, seperti bisa membaca pikirannya saat itu.

Semuanya mengaangguk mengerti, tapi kecemasan dan KECURIGAAN masih menghantui mereka. Apakah hanya kelelahan? Merasa telah selesai dengan urusannya. Yunhae beranjank pergi dan pamitan kepada SHINee.

“Mianhae, aku ada keperluan lain. Tolong jaga dia selagi aku tidak ada. Sillyehamnida, Gomawo!” ujar Yunhae pergi meninggalkan mereka yang masih dengan tanda tanya.

Yunhae POV

Pintu itu terbuka dengan sangat cepat. Membuatku hampir terlonjak dari tempatku. Tapi aku segera memasang wajah stoic-ku seperti biasanya. Terdengar langkah kaki mendekati tempatku berdiri dan lebih tepatnya tempat Onew oppa terlelap dalam dunianya. Aku berusaha untuk tidak mengalihkan pandanganku, karena ini hari terakhirku untuk melihat wajahnya walaupun hari ini Oppa terlihat sangat lelah. Seperti anak kecil, seperti malaikat yang sangat polos. Dan seputih kapas tanpa noda. Begitulah isi pikiranku saat ini. Hari terakhirku.

“Dia sedang istirahat sebentar!” ujarku yang akhirnya buka mulut karena mereka melihatku sangat diam saat itu. Dengan nada bicara yang datar dan tanpa memperlihatkan banyak ekspresi. Dan tanpa mengalihkan pandangannya dari Onew oppa. Seperti focus melihat makhluk Tuhan yang satu itu. Lamunanku benar-benar buyar saat pemilik suara bariton membawaku kembali ke alam nyata.

“Kau siapa?” tanya pemilik suara baritone itu yang ku ketahui sebagai Choi Minho, anggota SHINee yang sering diceritakan oppa padaku, yang berwajah tampan dan benar-benar memiliki karismatik. Tapi karismatiknya saat ini, dingin.

“Aku dokternya Tuan Lee!” jawabku datar dan membungkukkan badanku untuk sebagai pengenalan agar terlihat sedikit sopan, walaupun tidak sampai 90 derajat. “Song Yunhae imnida!” tambahku itu tanpa senyum sedikit pun. SHINee hanya bisa membuka mata lebar melihatku sebagai orang yang dingin. Mereka terdiam dan membalas dengan sedikit bungkukan pula. Kali ini sepertinya maknae itu yang akan buka mulut.

“Engggg…noona. Kenapa Onew hyung tidak dibawa ke rumah sakit saja?” Tanya Taemin dengan memanggilku dengan sebutan noona. Apakah aku setua itu. Aku hampir kesal dengan perkataannya tadi tapi aku masih tetap mencoba untuk memasang tampang stoic.

“Jangan panggil aku noona. Aku seumuran denganmu, Taemin!” jawabku sambil memandang datar kepada Taemin.

“Untuk apa ada dokter pribadi disini jika pasiennya pergi ke dokter lain. Separah apapun penyakitnya, aku akan mengatasinya sendiri. Dan lagi pula, apa kau ingin para fans tahu tentang keadaan Onew setelah kejadian tadi ?” jelasnya MASIH dengan wajah datar dan dingin. Sesuai dengan tipeku.

Aku merasakan salah seorang dari mereka yang setahuku bernama Key itu terkejut. Seperti panah yang aku tusukkan tepat di jantungnya. Dia menunduk dan mulai terisak dan teman sebelahnya yang ku ketahui sebagai Jonghyun membantunya untuk tenang. Seketika tempat ini sunyi seberti baru dilalui oleh seorang malaikat.

“Yunhae-ssi, sebenarnya apa yang terjadi pada Onew hyung?” tanya namja imut itu kepadaku dengan sedikit takut. Aku tidak akan memakanmu Taemin. Dengan sangat susahnya aku menghembuskan napas panjang. Haruskah kuberitahu yang sebenarnya, Onew-oppa? Dengan sabar Taemin menunggu jawaban dariku. Apa yang harus kulakukan. Aku sangat susah untuk berbohong. Dan juga tidak tega melihat dongsaengnya yang sangat cemas ini. Aigooo…Otoke? Tapi aku sudah berjanji padanya. Dan aku harus menepati janji itu.

“Dia hanya kelelahan!” aishh.. jawaban apa ini. Sepertinya sama sekali kurang mendukung dengan kejadian mimisannya Onew oppa. Pasti mereka akan bertanya-tanya dengan kejadian mimisan itu. Dengan cepat aku membalas “Mimisan itu terjadi karena tubuhnya terlalu panas di dalam. Tapi ia sudah agak baikan!” dan jawaban apa pula ini. Aku benar-benar kalut mau menjawab apa. Tapi mudah-mudah mereka mengerti maksudku sebenarnya. Lidahku benar-benar kaku untuk berbohong. Sepertinya aku harus belajar berbohong. Dan UNTUNGNYA mereka dapat mengerti dan tidak macam-macam lagi. Sebaiknya aku pergi meninggalkan mereka, sebelum mereka bertanya yang macam-macam.

“Mianhae, aku ada keperluan lain. Tolong jaga dia selagi aku tidak ada. Sillyehamnida, Gomawo!” secepatnya aku pergi dari keempat namja itu. Mudah-mudahan oppa tidak apa-apa. Aku yakini kepada mereka.

End of Yunhae POV

***

Key POV

Aku memadangi wajah dubu sang leader yang terbaring letih di sofa ruang ganti ini. Aku merasa sangat bersalah tadi. Itu pertama kalinya aku membentaknya. Mungkin karena factor lelah aku pun bersifat demikian. Tapi setelah melihatnya begini, aku merasa sangat sangat sangat bersalah. Aku tahu kami sama-sama sibuk, dan sebagai leader mungkin dialah yang paling merasakan letih karena kesibukkan itu. Aishhh…kenapa semuanya jadi begini.

“Nggg…!” aku mendengar suara Onew-hyung terbangun dari tidurnya. Ia memegangi kepala dan dadanya. Napasnya masih belum teratur, dan matanya masih terpejam seperti menahan sakit.

“Hyung..!” panggilku lambat hampir tak bersuara sama sekali mendekat ke sofanya. Dia menatapku lama dan mulai tersenyum walaupun masih terlihat raut wajah menahan sakit. Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Apakah ia hanya kelelahan, tetapi kenapa ia tampak sangat pucat setelah yeoja bernama Yunhae itu pamit. “Gwaenchana, hyung?” tanyaku sedikit lambat padanya. Ia belum membalas pertanyaanku, dan langsung saja Jjong hyung memberinya segelas air. Mungkin itu yang dia butuhkan sekarang. Ia pun bangun untuk meminum habis air itu dan tersenyum lagi padaku.

“Ne! Gwaenchana!” jawabnya dengan suara sedikit serak. Dia celingak-celinguk seperti mencari seseorang, pasti yeoja itu.

“Kau mencari Yunhae, hyung?” ia menangguk pertanda kalau pertanyaanku benar.

“Dia sudah pamit duluan tadi, katanya ada keperluan mendadak!” jawab Jjong hyung berlutut di dekat sofa Onew-hyung. Raut wajahnya langsung berubah menjadi raut wajah kecewa. Sepertinya ia tak ingin yeoja itu pergi duluan. “Onew hyung, sebenarnya dia siapa?” tanya Jjong hyung dengan sedikit hati-hati. Onew hyung langsung menarik napas dalam dan menghembuskannya keras.

“Dia teman kecilku sekalian dokter pribadiku!” jawabnya tenang dan seperti sedang menerawang sesuatu. Lalu dia tersenyum dan mulai menggelenggkan kepalanya. “Bukankah dia sangat cantik?” tanya Onew hyung tiba-tiba. Ada apa ini, ini sebuah keajaiban dunia. Onew hyung sedang jatuh cinta. Pria sibuk ini sedang jatuh cinta. Aku hampir tertawa mendengar hal itu keluar dari mulut namja polos seperti dia. Dan sepertinya Jjong hyung mulai tertarik dengan jalur pembicaraan ini.

“Ne, tapi kelihatannya dia sangat dingin!” jawab namja ini blak-blakan dan mengangguk-angguk sendiri sambil meletakkan dua jarinya di bawah dagu. Dengan satu jitakanku mendarat di kepalanya. Dengan spontan ia terlonjak dan memegangi kepalanya yang kurasa terasa berdenyut itu.

“Aisshhh…apa yang kau lakukan, babo!” teriak Jjong hyung marah. Aku hanya acuh tak acuh dengan tatapan death glare yang ia berikan. Minho hanya geleng-geleng kepala sedangkan si hipertaktif Taemin memilih untuk diam. Tak biasanya bocah ini diam, apa yang sedang ia pikirkan? Tapi dengan terkaget-kagetnya aku mendengar suara tawa yang begitu puas dari orang sebelahku, Onew hyung. Ia begitu bahagia melihat Jjong hyung kesakitan.  Apa boleh aku coba lagi?

‘Pletak….

“Apo…Kim Kibum. Aku bisa geger otak nanti dan satu hal untuk kau ketahui KIM KIBUM. Aku ini hyungmu, H.Y.U.N.G-mu, babo!” teriak Jjong hyung lagi dengan menekankan kata Kim Kibum dan Hyungmu agar memperjelas kalau dia benar-benar marah dan lagi-lagi Onew hyung tertawa makin menjadi-jadi.

“Geumanhae…kalian berdua ini seperti pasangan suami istri yang dililit hutang dan akhirnya saling menyalahkan karena sama-sama babo!” ujar Onew hyung plus dengan Onew sangtae-nya. Huft…ternyata ia tak berubah. Kukira sangking banyaknya kesibukan di otaknya, dia tidak akan terpikir lagi untuk mengaktifkan sangtae-nya. Mendengar ucapan itu semuanya ikutan tertawa dan ruangan ini penuh dengan tawaan mereka, tapi aku juga ingin ikutan tertawa lepas, tapi hatiku masih belum bisa melakukan hal tersebut.

“Key, Waeyo?” tanya Onew hyung berhenti dari tertawanya. Karena merasa ditanya akupun menoleh kearah Onew hyung yang terlihat sedikit cemas. Aku menggeleng pelan dan mengeluarkan senyuman khasku.

“Hyung, Mianhaeyo!”

Saat itu semuanya kembali sunyi, namun secepat kilat suasana itu berganti dengan sebuah kehangatan. Onew hyung memelukku erat dan akupun membalasnya. Ia tak menjawab permintaan maafanku tadi. Aku sedikit takut atas jawaban yang akan ia beri. Kami masih dalam posisi berpelukan. Jujur, ini hangat sekali sampai-sampai aku berpikiran untuk tidak melepas pelukan ini. “Hwanasseo?” tanyaku untuk lebih memastikan.

“Nado mianhaeyo, Kibum-ah. Hwa annasseo!” jawabannya kali ini membuatku sangat lega, karena masih diliputi rasa bersalah. Aku pun memeluknya lebih erat dan benar-benar tak ingin melepaskannya. Dan aku hampir menangis di dadanya saat itu.

“Ya! Kalian ini seperti istri yang akan di tinggal jauh karena sang suami akan pergi merantau untuk membayar hutang !” lelucon itu meluncur sempurna dari mulut sang maknae yang sedari tadi hanya diam, duduk tenang diatas meja rias. “Cepat hentikan, atau kami akan ikutan!”

Aku merasakan kehangatan lain di belakangku, mereka memelukku dan Onew hyung. Lengkap sudah kami ini sebagai Telletubies baru. Dan kami menikmati kebersamaan yang terasa sangat jarang ini. Semoga ini tidak berakhir.

“Nggg…sesak!” rintihan itu terdengar sayup-sayup di telingaku, Minho memeluk Onew hyung terlalu kuat. “Lepaskan aku, belo!” lah mulai lagi. Akhirnya kami melepaskan free hug ini. Semuanya terlihat mengatur napas, apalagi Onew hyung yang di peluk kuat oleh si besar Minho.

“Besok-besok jika kau kurang enak badan, bilang pada kami. Supaya kami tidak cemas nantinya hyung!” ujar Jjong hyung. Aku mengangguk setuju.

“Aku hanya tak ingin merepotkan kalian!” hah jawaban apa itu. Aku tidak suka.

“Merepotkan bagaimana, kami ini dongsaengmu. Dan kami pasti membantumu. Karena kita adalah satu, Onew hyung. Arrachi?” aku mulai bernasehat, berceramah singkat tanpa teks. Atau mungkin karena aku sudah hafal naskahnya. Onew hyung mengagguk ceria diikuti dengan senyuman indahnya.

“Ne..ne ..Arrasso, Eomma!” jawabnya masih dengan senyuman yang membuat hatiku tenang dan lega.

“Onew hyung. Kau jatuh cinta pada Yunhae ya?” tanya Taemin dengan wajah polosnya yang sangat menggemaskan itu. Wajah Onew hyung berubah merah, seperti baju yang sedang kukenakan ini. Sepertinya dia ingin berkilah.

“Anio, dia hanya teman kecilku saja!” jawabnya masih dengan wajah merah seperti kepiting rebus. “Sebenarnya ia menggantikan posisi ayahnya sebagai dokter pribadi keluargaku!”

“Kenapa muda sekali ia menjadi dokter!” tanyaku sedikit penasaran.

“Ya, dia anak aksel. Jadi selalu loncat-loncat. Hehe!”

Kami mengangguk paham. Tak heran, diumur 18 tahun ia telah menjadi seorang dokter. Berhubung kesehatan Onew hyung kurang baik hari ini, manager memberikan kami istirahat dan sedikit latihan di dorm. Dan kami memutuskan pulang secepatnya karena melihat kondisi Onew hyung yang masih belum baik. Huft,,,semoga esok lebih baik dari pada sekarang. Ku harap!

End of Key POV

Onew POV

Ku harap mereka tidak mengetahui rahasia ini. Biarlah aku yang menanggungnya sendiri karena ini hidupku. Aku tak sanggup melihat mereka sedih. Pasti ada masanya aku memberitahu mereka yang sebenarnya tentang diriku. Pasti. Dan takkan pernah ku sia-siakan itu.

Untuk kali ini, Mianhaeyo naui namdongsaeng!

End of Onew POV

-tbc-

Klo ada kata2 yang tidak tahu artinya.  Nih ada kamus….

Geumanhae = sudahlah….

Hwanasseo = apakah kau marah?

Hwa annasseo = aku tidak marah.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

13 thoughts on “We’re One – Part 1”

  1. huaaa, lanjut! Taemin bisa juga ya ngebanyol kaya gitu? suami istri yang mau pisah karena suaminya mau bayar utang. hahahahaha.

  2. hwaaa….. onew oppa knapa ?? jgn bikin dagdigdug dong thor !!!
    …..
    ditunggu lanjutannya ya … gomawo untuk kamusnya … heheh bisa belajar bhsa baru …

  3. nampyeon!!
    waegeuraeyo..?
    jangan sakit nyu.. ak blm mau menjanda XD
    bagusnyaaa~ lanjutkan ya secepatnya author yg unyu *sksd*

  4. mianhada, yorobun…
    baru reply skrng…sibbbbuuuukkk bgt..
    hahaha…secepatnya We’re One ke 2..
    tunggu ya…bocoran…
    ad pengorbanan nantinya…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s