FAITHFUL

Title : Faithful

Main Cast : Kim SeRa,Kim KiBum,Lee JinKi

Length : OneShot

Genre : Romance,Sad

Author : Oki a.k.a woo~minki

A/N : Masih inget sama LOVE IN THE BUS? Aku kan pernah bilang kalau aku gak bisa nerusin Love in the bus bagian Key nya. Nah.. Sebagai gantinya aku publish ff Oneshot yang gak jelas begini.

Note : Jangan ada yang bingung yya jika baca ff ini. Aku aja yang bikin bingung. Hahaha.. Lia,setelah berbulan-bulan akhirnya aku bisa melunasi hutangku padamu. Maaf jika ff ini amat sangat mengecewakan.

Keterangan :

= = = : ganti latar

* * * : ganti hari,bulan maupun tahun

& & & : Flashback

Faithful Continue reading FAITHFUL

Don’t Leave Me, Oppa ! – Part 1

Title                 : Don’t Leave Me, Oppa !

Author             : weejay a.k.a Kim Jin Ra a.k.a weejay_KeyShinee

Main Cast        : Choi Minho, Kim Minhee, Park Jaerin

Other Cast        : other SHINee member, Lee Yongri

Genre              : Sad, Family, Romance

Type/Length    : 2shoot

Rating             : P G -13

* * * * *

‘Tok… Tok… Tok..’seseorang mengetuk pintu rumah Minho. Jaerin yang saat itu sedang masak pun menghentikan pekerjaanya lalu membukakan pintu. Diliatnya ternyata Minho yg berdiri dihadapannya.

“eotteokhae,  kamu udah berhasil, keluar dr gangster?”tanya Jaerin hati-hati. Minho diam sejenak. ‘Bawa Jonghyun ke hadapan gue dlm keadaan hidup ato mati.’. Dia teringat ucapan ketua genk saat dia mengajukan pengunduran dirinya. Kata si ketua geng, Minho belom dan gak akan pernah dianggap keluar dr geng selama dia belom bawa Jonghyun ke hadapan ketua genk itu.Minho jadi bimbang. Meskipun selama ini Jonghyun selalu mempersulitnya, dia gak akan tega membawa Jonghyun ke bosnya itu. Dia tau persis apa yg akan dilakuin si bos terhadap Jonghyun yg gak lain adl anak dr ‘musuh’ masa lalu bosnya. Tapi kalo Minho gak memenuhi syarat itu, dia gak akan bisa lepas dr gangster. Mungkin dia bisa gak ikut balapan liar, street ball, tawuran ato jadi pembunuh bayaran. Namun resiko dr semua itu bakal ditanggung Minhee. Banyak kemungkinan buruk yg bisa terjadi pd adik tercintanya, sama seperti nasib keluarga anggota yg keluar sebelumnya. Dan tentunya, Minho gak akan rela adiknya menerima semua itu karenanya.

“oppa.”panggil Jaerin lagi.

“Aku? Aku udah keluar dr gengster. Kamu tenang aja.”bohongnya,”Minhee eodiseo?”

“Syukurlah. Minhee  pasti seneng denger ini. Dia baru aja dijemput cowoknya.”

“Gomapta, kamu udah jagain dia. Saranghae, jagiya.”Minho memeluk Jaerin. Cuman dgn begini dia bisa ngerasa tenang. Masalah gangster akan dipikirkannya kemudian. Dalam hal ini, dia gak boleh sedikitpun salah ngambil keputusan.

Jam masih menunjukan pukul 6. Masih ada satu setengah jam sebelum bel masuk berbunyi. Key sengaja ngajak Minhee datang lebih pagi karena dia mau ngajarin Minhee maen gitar. Sebenarnya dia udah lama berjanji ngajarin Minhee maen gitar, tapi berhubung selalu ada halangan, akhirnya janji itu baru terealisasi.

“Kamu ke kelas duluan ato nunggu aku?”tawar Key saat turun dr motor.

“Aku tunggu kamu disini, tapi cepetan.”kata Minhee. Pas lagi liat-liat sekeliling, Jonghyun dkk mendadak nongol di hadapannya. Minhee memalingkan muka.

“Jadi gini cara adik berandal ngasih salam?”sindir Yongri,”Mian..”ucapnya setelah Jonghyun meliriknya dgn lirikan tajam.

“Aku mau ngomong sama kamu.”ujar Onew dingin.

“Gak ada larangan kalo kamu mau ngomong disini. Aku mesti tetep disini, aku lagi nunggu Key.”. Onew mendekat pd Minhee lalu membisikkan sesuatu.

‘PLAK’ Minhee menampar Onew. Tepat setelah itu, Key balik dr tempat parkir. Dia sama sekali gak tau mengapa Minhee mendadak nampar Onew kayak barusan. Tapi saat ini, kayaknya lebih baik dia gak tanya-tanya dulu, keliatannya suasana hati Minhee masih buruk.

– – – – – – – – – – – – – – –

Beberapa hari ini kehidupan Minho dan Minhee berjalan normal seperti gak pernah terjadi sesuatu. Bahkan Minho hampir melupakan masalah persyaratan dr ketua gangster seminggu yg lalu. Sore itu, Minho melihat Minhee yg lagi ngelamun di deket jendela ruang tengah mereka. Didekatinya Minhee buat nyari tau apa masalah yg bikin adik kesayangannya itu ngelamun.

“eh, oppa.”Weejay membenarkan posisi duduknya.

“Ada masalah?”interogasi Minho.

“Yah..”Minhee mendesah,”Entah apa yg dipikirin anak itu. Dia tiba-tiba nembak aku dgn cara gak sopan. Padahal dia sendiri tau, aku udah punya cowok & dia punya cewek.”curhatnya.

“Yang kamu maksud ‘dia’ itu..?”

“Jonghyun. Dia nyuruh Onew bilang ke aku kalo Jonghyun suka aku.”

‘Deg’ Minho jadi teringat lagi akan gangster itu setelah mendengar nama Jonghyun disebut. Ringtone Hp Minho memecah sunyi. Dilihatnya nama penelfon yg tertera di layar hp-nya. Minho menatap Minhee sebelum keluar mengangkat telfon.

“Ini udah lewat dr seminggu, Minho. Pacar loe sekarang aman disini. Tapi kalo jam 12 malem nanti loe gak ambil keputusan, gue gak berani jamin kalo loe bisa ketemu dia lagi.”ancam penelfon yg gak lain adl ketua gangster. Tanpa memberi Minho kesempatan buat ngomong, ketua gangster itu langsung matiin telfonnya. Minho buru2 ngambil kunci motornya kemudian pergi. Saat itu yg ada dipikirannya cuman keselamatan Jaerin. Dia gak bisa bayangin kalo terjadi sesuatu sama Jaerin. Tapi ternyata, seperginya Minho, beberapa orang suruhan ketua gengster itu nyatronin rumah Minho. Apa yg dikatakan ketua gangster barusan cuman bualan buat bikin Minho keluar rumah & ninggalin adiknya sendirian. Sedangkan Minho, dia udah mutusin bakal bawa Jonghyun ke hadapan bosnya. Meski berat, dia terpaksa melakukan semua ini. Dia yg sudah biasa menyusun strategi pun berusaha meyakinkan Jonghyun  agar mau bertemu dengannya secepatnya. Pas dibilangin kalo Minho keluar dari gangster, Jonghyun gak percaya gitu aja. Daripada buang waktu, Minho datang sendirian ke markas Jonghyun. Puluhan anak buah Jonghyun berjaga-jaga di depan markas. Saat mereka hendak menghajar Minho, Jonghyun melarang mereka.

“Loe nekat juga, Minho.”ucap Jonghyun. Onew dan Yongri  ikutan keluar.

Minho berlutut,”Gue gak pernah sekalipun memohon sesuatu ama orang lain. Tapi kali ini, gue mohon, bantu gue. Loe boleh lakuin apapun ke gue, asal loe rela bantu gue.”

“YA, museun marhaeya? Ini pasti akal loe buat menjebak Jonghyun kan?”tuduh Yongri.

“Terserah kalian mau percaya ato gak. Yang jelas sekarang Minhee lagi kritis. Dia butuh donor darah sementara stok di RS gak ada. Yang gue tau, cuman Jonghyun yg golongan darahnya sama kayak Minhee.”Jaejin ngotot.

“Emangnya loe pikir Jonghyun itu peduli, hah? Mending sekarang..”

“Cukup, Yongri!”bentak Jonghyun,”gue peduli ama Minhee. Mulai saat ini, silahkan loe cari pengganti gue.”Jonghyun nyuruh Minho mengikutinya masuk mobil. Di tengah perjalanan, Minho membekap mulut Jonghyun hingga gak bisa bernafas. Mobil yg mereka kendarai pun nabrak pohon. Dengan tergesa, Minho menelfon anggota gangster supaya menjemputnya.

“Mian, Jonghyun. Gue harus ngelakuin semua ini.”sesal Minho seraya menatap Jonghyun yg masih pingsan.

* * * *

Sejak putus dr Jonghyun, Yongri jadi berubah total. Dia yg sekarang lebih pendiem. Dia juga jarang bareng ama Onew lagi. Siang itu pas selesai latihan basket, tanpa sengaja Taemin melihat Yongri duduk sendirian di bangku penonton.

Taemin duduk disamping Yongri,”Aku lihat ada yg berubah dr kamu.”

“Gak usah sok tau.”balas Yongri ketus.

“Aku gak sok tau. Tapi aku emang tau gimana rasanya jadi anak kayak kalian. Dulu, aku sering banget ikut tawuran ato street ball. Dari luar aku emang keliatan kayak anak lemah, tapi sebenernya, hati aku lebih rapuh dr penampilanku. Apalagi, setelah seseorang paling berharga yg aku miliki ninggalin aku.”cerita Taemin. Yongri ninggalin Taemin.Dia gak pengan larut dalam perasaannya. Pernyataan menyakitkan dr Jonghyun masih cukup jelas di ingatannya. Dan karena itu pulalah, Yongri gak mau deket dengan namja lain dalam beberapa waktu ini.

Di tempat lain alias di markas gangster Minho, Minhee dan Jonghyun disandera dlm satu ruangan. Sementara Minho sendiri mesti ngerasain pukulan-pukulan keras yg meremukkan tulangnya.

“Loe udah gue jadiin tangan kanan, Minho. Gue percayain semua ke loe. Tapi gue gak nyangka, loe malah lebih milih jalan kayak gini.”kata si ketua gangster.

“Gue lebih gak nyangka lagi, kalo loe bakal lakuin ini semua ke orang yg udah loe anggep tangan kanan. Loe nipu gue!”

“Ini bukan tipuan. Inilah dunia yg selama ini loe jalanin. Apa loe gak sadar atas semua ini?!!”si bos lagi-lagi menyuruh anak buahnya mukulin Minho. Setelah Minho tampak gak berdaya, dia pun dibawa ke ruangan yg lebih besar, mirip dengan aula yang lama tak terpakai. Samar-samar Minho melihat adiknya dan Jonghyun. Beberapa anak buah si bos melepas ikatan Jonghyun.

“Sijak !”Perintah si bos. Anak buahnya langsung nggebukin Jonghyun tanpa ampun. Minhee hanya  bisa menangis sambil berusaha menyembunyikan mukanya agar tidak melihat pemandangan mengerikan di hadapannya.

“Seharusnya bokap loe yg terhormat itu ngeliat semua ini. Mestinya dia ngeliat gimana gue ngancurin anaknya.”si bos tertawa.

“Apa.. apa maksud loe?”tanya Jonghyun, gak mengerti akan ucapan orang di hadapannya.

“Jadi loe gak tau? Loe gak tau ato gak mau tau? Bokap loe, Tuan Kim yg terhormat itu udah bikin Key kehilangan masa depannya!”. Semua kaget, terutama Minhee. Satu setengah tahun pacaran dengan Key, dia emang gak pernah tau siapa appa Key. Selama ini yg dikenalkan Key padanya hanya eommanya saja.

“Jadi kamu… Gak, gak mungkin kamu appanya Key.”gumam Minhee gak percaya.

“Kamu gak percaya, gadis manis? Kamu gak bisa percaya kalo orang ini adl appa kandung dr namjachingu yg selama ini kamu banggakan? Tapi mungkin kamu akan lebih gak percaya kalo aku menceritakan apa yg harus ditanggung Kibum karena ulah appa Jonghyun.”nada suara si bos meninggi.

“mwoya? Apa yg dilakuin papa gue?”tanya Jonghyun.

“Asal kalian tau, 4 tahun yg lalu, saat Kibum yg baru masuk SMP mengasah kemampuannya bermain basket, mendadak ada seorang pria berjas hitam mendekatinya & menawarinya masuk ke tim basket bentukannya. Jelas Kibum dgn senang hati menerima tawaran itu karena selama ini dia selalu berusaha mengasah kemampuannya. Tapi ternyata Kibum salah ambil keputusan. Selama bergabung dlm tim itu, dia sering dipaksa latihan yg gak wajar. Sampai pada suatu hari, dia harus masuk RS karena kakinya patah.”si bos menunduk, berusaha menyembunyikan wajah sedihnya.

“Kalian tau, apa vonis dokter waktu itu? Dokter bilang Kibum gak akan bisa bermain basket ataupun pekerjaan lain yg mengandalkan kekuatan otot kaki. Padahal impian terbesar Kibum adl jadi pemain basket handal. Dan impian itu harus kandas karena ulah appanya!”si bos menunjuk Jonghyun dg pistol yg dibawanya. Minho meronta hendak menolong Jonghyun. Sayangnya, anak buah si bos terlalu banyak. Gak ada yg bisa menahan si bos agar tdk menekan pelatuknya. Seandainya dulu appa Jonghyun bertanggung jawab atas apa yg menimpa Key & berusaha membuat Key bisa bermain basket lagi, pasti masalahnya gak akan serumit ini.

“Jangan lakuin itu, appa!”pinta Key. Semua yg ada di ruangan itu memandang ke arahnya. Dia berjalan mendekati Minhee. Ditatap yeojachingunya yang keliatan ketakutan itu.

“Key.”panggil Minhee dengan airmata yg membasahi pipinya.

Key melepas ikatan Minhee ,”Setelah ini kamu pasti minta putus dari aku.”

“Ania~.”ucap Minhee . Saat ikatan Minhee hampir berhasil dilepaskan Key, beberapa anak buah appa Key menyergap Key.

“Appa tidak akan bisa melupakan dendam ini sebelum appa membalaskannya.”Appa Key menarik pelatuk pistolnya.

‘DORR’suara ledakan pistol menggema di ruangan itu. Bersamaan dgn itu tubuh Minho terkulai berlumuran darah.

“OPPAAA!!!”Minhee histeris. Dia berlari ke arah Minho yang sudah tampak gak berdaya. Minho masih sempat menyunggingkan senyumnya saat Minhee berada di dekatnya. Dia berusaha memegang pipi Minhee yg basah karena airmata.

“Mianhae…”ucap Minho sambil menahan sakit,”Neon geureolsorok haengbokhaeadwae, neon itgeoseo saragajwo”

“oppa..”isak Minhee

“Mian, Jonghyun.. Harusnya gue gak bawa loe kesini… Key, gue mohon.. jangan pernah.. jangan pernah ninggalin Minhee, apapun yg terjadi.. saranghae, dongsaeng.. jal.. ga” perlahan Minho memejamkan matanya. Minhee tertunduk pasrah merelakan kepergian kakak yang sangat dicintainya. Key berdiri lalu berkelahi dg appanya. Dia gak peduli ama cerita anak durhaka. Baginya, appanya sekarang gak ubahnya pembunuh berdarah dingin yg udah ngambil seseorang paling berharga di hidup yeojachingunya.

=*=======*===========*=

Kepergian Minho membuat semua berubah. Setelah mendengar berita kematian anaknya, appa Minho langsung menjemput Minhee. Beliau menanyakan alasan Minho dan Minhee pergi dr rumah waktu itu. Minhee pun nyeritain semua tentang perlakuan ibu tirinya. Denger hal itu, tanpa pikir panjang appanya langsung mengajukan tuntutan cerai pada istrinya. Dengan begitu, Minhee bisa hidup tenang bareng appanya. Sementara itu hubungan Minhee dan Key tetap berjalan seusai insiden itu. Jonghyun pun sekarang seolah jadi pengganti Minho. Dia ngerasa berhutang besar pd Minhio yg rela menukar nyawa demi menyelamatkannya. Jonghyun janji bakal jagain Minhee sama seperti Minho menjaganya dulu.

Disamping itu, Taemin dan Yongri yg punya persamaan nasib mutusin buat jadian. Sayangnya, mereka juga ambil keputusan buat ngelanjutin kuliah di Australia selama beberapa tahun kedepan. Entah apa yg mendasari keputusan mereka, yang jelas itu bikin yg lain merasa kehilangan atas kepergian mereka.

Sore itu, Jaerin ziarah ke makam Minho. Ditaruhnya sebuket bunga mawar diatas makam namja yang hingga saat ini masih dicintainya.

“Eoddeohkae nal dugo ddeonani, oppa?”gumam Jaerin. Angin lembut berhembus meniup rerumputan. Jaerin memejamkan matanya.

“Mianhae, neo honja ireohkae bonaeseo.”bisik suara yg gak asing ditelinga Jaerin.

“Minho?”Jaerin membuka matanya. Gak ada apapun disekelilingnya selain batu nisan yg terjajar rapi. Mungkin suara Minho yg didengar Jaerin barusan hanya wujud dar irasa kangennya yang terlampau besar. Tapi, suara itu terasa begitu nyata.

“Saranghae, haneulosodo haengbokhaejwo. Keu goseseo gidryeojwo, naega gal ddaekkajiman.”ucap Jaerin. Seperginya Jaerin, bayangan Minho muncul, memandangi ceweknya yg menjauh. Minho menatap buket mawar yg ditaruh Jaerin..

“Neo hanaman gidarijanha.”ucapnya. Abis itu perlahan bayangan Minho bener-bener menghilang. Meski alamnya udah beda ama Jaerin, Minho yakin, suatu saat mereka pasti dipertemukan lagi.

THE END..

. nb : eotteokhae.. apakah aku kembali mbuat FF geje ?? jhongmal mianhae..*bow*

comment yah, chingu..  yg pedes sekalian aku terima kog.. kamsahamnida

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Chat versi SHINEE !

Title: Chat versi SHINEE !

Author: Lee Jace

Genre: Comedy

Rated: LANSIA MANULA Semua umur boleh baca deh *kasiann #plak

Casts: All member of SHINEE + HUDSON

#NB: Ini fanfiction kubikin dengan pikiran ga jelas . Makanya, hasilnya juga ga jelas . XD wkwkwk

JANGAN DIBACA KALO GA MAU MENYESAL

Di suatu pagi yang cerah . Pada saat semua anggota SHINEE lagi asik liburan ke Jakarta.

Mereka iseng iseng ber-chat ria . Nah, loh, padahal mereka tuh satu kamar , satu lantai pula, jarak ga sampe 10 meter tapi, malah saling chat . wakakak .. kenapa ga ngomong langsung aja yaa ~

T [taemin] : Eh, besok enaknya kita ngapain ?

J [jonghyun] : Ke ANCOL aja yuk . Bosen nih ! Ada wahana yang belum pernah aku coba sih . Pengen , cuman daridulu ga pernah berani nyoba. Hikss TT_TT

T [Taemin] : Mang wahana apaan ? Pasti ngeri banget ya ~ Tornado? Kora- kora?

J [jonghyun] : Bukann!

T [ taemin ] : Lalu ?

J [jonghyun] : Istana boneka T^T

T [taemin] : Loh, kenapa ga berani ?

J [jonghyun] : Katanya, istana boneka tuh boneka- bonekanya terasuki jin jin botol (?)

T [taemin] : kata siapee emangnya itu ?

J [jonghyun] : kata adek aku

T [taemin]: #plak . JONGHYUN BODOH ! Adek kamu kan masih 5tahun. Mana ngerti yang begituan . AH~ adeknya pinter banget percayain kakaknya tentang hal bodoh macam ini eh , kakaknya malah bodo’ banget , GAMPANG BANGET DIBODOHIN sama anak kecil pula . wkwkwkw~

O [onew] : eh, sudah sudah . Taemin , ingat ! Kamu kan sedang puasa ~ Ga baik marah marah . Eh, besok kita makan ayam goreng aja. Mmmm… Yummy ~ Gimana?

T [taemin] : DODOL lu! Orang lagi puasa, malah ngomong ayam goreng lagi. Husshhh ~ huffttt .. Taemin HWAITING . sabar sabar sabar

M [minho] : Ah ~ Dipikiranmu tuh ayam mulu ,Onew. Lama lama kamu jadi botak kayak upin ipin loh soalnya demen banget makan ayam goreng.

O [onew] : bwekk :p terserah aku dong. Yeoja chinguku (baca: yang bikin fanfic ini) aja nggak marah .

K [Key] : Aku usulin , gimana kalo kita cari yeoja chingu baru . Pasti banyak tuh yang mau sama kita kita yang ganteng , cool, macho ini .

T : Ahh ~ Si Key mah . Tampang playboy+bejat macam kamu tuh ga pantes punya yeoja chingu banyak banyak.

K : Ihh .. Aa’ Taemin ini . Kamu mau satu . Noh ambil sono . Aku masih punya banyak cadangan .

M : Ssssttt~ Ingat kata Aa’ Gym , ga boleh tuh ada yang namanya poligami dan perselingkuhan .

K : Tapi, orang bijak mengatakan bahwa selingkuh itu indah .

M : Weqs, orang bijak darimana tuh ? Ngaco kamuu ~

O : Eh, eh, aku punya kabar spektakuler nih . Mungkin bisa jadi trending topic di Twitter nih.

T : Hah ? Mang kamu punya kabar apaan ?

M : Iya. Kabar apaan ? *penasaran*

K : Ahh~ Paling soal ayam lagi. Garing ahh!

O : AKU CHAT SAMA HUDSON TAU ! *capslock jebol

M : Sumpeehh loh

T : Ihh~ Onew tukang ngibul. HUDSON, si bintang hebat itu yang dipuja puja yeoja yeoja sedunia (?) itu ga mungkin chat-an sama kamu . Kecuali, chatnya dalam mimpi.

K : Terlalu berharap.

O : *nampar si Key* enak aja , gue ga segitunya juga ya . HELLOWW~ Ini beneran ! Masa’ kalian ga percaya.

K : Selama ini belum kiamat, HUDSON ga mungkin chat sama kamu, dodol! Intinya, GA PERCAYA !

M : Saya jugaa ! Dia kan superstar ~ Dikagumi smua orang, primadona smua orang di seluruh penjuru dunia (?) , jadi , dia ga mungkinlah CHAT SAMA KAMU , SI PENCINTA AYAM .

T : Aku golput aja deh *tampang ga semangat soal berdebat*

O : Loh? Tapi………. Buktinya ini dia chat-an sama aku .

M : MANAAAAAAAA BUKTINYAAA ?

J : Aiss~ Sabar Minho . Aku tau kok kamu ini fans beratnya Hudson.

K : HAHAHAHA~ aku masih ingat waktu Minho pengen meluk Hudson tapi, ga kesampean makanya meluk meluk poster nya doang . Pas tidur lagi . Jadi, ilernya masih nempel tuh . WAKAKAKAK

T : HAHAAHAHA ~ Oh yang waktu itu . O,o Si jonghyun bukannya fotoin Minho pas itu ya . .

M : HAHHHHHHHH ? JONGHYUNNNNNNNNNNN ! Tega banget sih lu . Aku kan pas lagi jelek jeleknya disitu .

K : Yaeyalah . ~ Orang lagi ngiler , meluk dan cium poster HUDSON di dinding , pas pake kolor spongebob juga lagi, gimana bisa dibilang TAMPAN sih . HAHAHA

J : Loh? Sudah sudah . Tadi kan kita bahas si Onew yang di-chat sama Hudson , kok malah bahas soal Minho yang idiot+ aneh ini sih *plak #langsung ditabok Minho*

K : oh iya yaaa ~ Sampai lupa aku .. ONEWW, I’m coming !

Key, Minho, Jonghyun, dan si Taemin langsung mendekat ke Onew yang jarangnya cuma selisih 5 meter doang  dari mereka berempat.

Onew,” tuh , liat aja. Aku kebelet , mau pipis , byeeeee”

Si Onew langsung cepet cepet keluar kamar . Status: MENCURIGAKANNNNNNNNNNN!

Semua member SHINEE kecuali si Onew langsung saling berpandangan . Menatap curiga ke handphone Onew.

“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, dodol lu Onew” teriak mereka berempat .

WHY  ??

Karena ternyata, si Hudson ga chat sama Onew . Melainkan, Onew bilang Annyeonghaseyo cuman ga dibalas sama si Hudson . Si Hudson malah offline gara-gara “sepertinya” gangerti apa yang diucapin si Onew ,  nah dikira si Onew yang polos ini si Hudson nya balas chat dia. Ternyataaaaaaaaaaaaa ~ TT_TT cuman pemberitahuan doang dari pihak chat kalo si Hudson sudah offline. Dasar si Onew dodoll !!

THE END !

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


BLOODY 19th – PART 3

BLOODY 19th

PART 3

Author : Lynda a.k.a Lynmvpshyni, Lida a.k.a SHyning SoHee, Ia-chan a.k.a Eunbling-bling

Cast:  Choi Sulli (Sulli f(x)), Choi Minho (Minho SHINee), Lee Taemin (Taemin SHINee), Park Heamin, Choi Sohee, Choi Eunhee.

Genre: Thriller, Horror, Romance, Alternate Universe

Length: Chaptered

Rating: PG 15 * ratingnya turun kekekeke

Little Inspired: Drag Me to Hell, Haunted School

PS: Anggep umur Sulli Taemin Jiyoung itu 19, Minho 20, Onew 21 O.K.. kekekekeke~

****************************************************************

“Tentu saja! Setiap musim dingin aku selalu sendirian menunggu seseorang. Mungkin bisa dibilang selama-lamanya aku akan kesepian.”

“Ehehe~ tidak mungkin, pasti anda bergurau. Di dunia ini walaupun anda kehilangan seseorang anda masih mempunyai seseorang yang akan menghibur anda sehingga tidak kesepian lagi.”

Halmony itu tersenyum lebar, ia menyeringai kearah Sulli sehingga membuat Sulli bergidik ngeri.

“Aku bukan sepertimu nak! Aku selalu kesepian! Dan aku suka hal ini! Aku bisa melihat dari ekspresi wajahmu, kau kehilangan seseorang yang sangat berharga! Sebaiknya kau jangan selalu mempercayai semua orang! Lebih baik kau kesepian seperti ku! Karna nantinya kau tidak ingin kan melihat semua orang yang kau sayangi terbunuh oleh sebuah kutukan mengerikan?”

Halmony tua itu beranjak pergi dari tempat itu, ia membuatnya bingung. Ia mengatakan hal yang hampir sama seperti yang dikatakan Jinki-ssi. Dan mimpi itu… mimpi-mimpi itu, ia telah melihat kedua orang tuanya dan Jiyoung meninggal dengan tragis, mereka orang-orang yang sangat berharga untuknya. Dan satu hal lagi, kutukan? Kutukan apa yang ia maksud. Ini diluar dari logikanya. Ia terus saja memikirkan hal tersebut, sehingga ia tidak menyadari ponselnya berdering. Ia melihat kearah layarnya, ternyata Taemin yang menelpon. Ia menekan tombol penjawab.

Tuts…

“Yeoboseyo?”

“Sekarang kau ada dimana?”

“Aku di pertigaan jalan menunggu bus! Memangnya kenapa?”

“Bukankah kau bilang, kau dijemput Minho Seonbae? Lebih baik, kau telpon Minho Seonbae untuk menjemputmu, lalu pergilah kerumah Jiyoung, arraseo?”

“Hey.. tunggu.. tunggu dulu! Memangnya ada apa dengan Jiyoung apakah dia sudah pu…”

Teet… teet…

Taemin telah memutus telponnya. Sulli penasaran, ia bergegas mencari kontak Minho yang ada di ponselnya.

“Yeoboseyo??”

“Ne, Yeoboseyo! Kenapa jam segini baru pulang?”

“Tak usah bertanya-tanya Oppa, cepat jemput aku di pertigaan jalan di dekat kampus”

Sulli segera mengakhiri telponnya, dan menunggu tidak sabar. Teet… Teet… sebuah klaskson mobil berbunyi, Sulli menoleh kearah sumber suara klakson mobil itu. Red-Ferrari yang begitu familiar muncul dihadapannya. Seseorang yang berada di dalam mobil itu membuka kaca jendela mobil tersebut.

“Sulli, ayo cepat masuk, diluar dingin sekali.”

Sulli mengangguk, dan bergegas membuka pintu mobil itu.

“Oppa, kau tahu kan rumah Jiyoung. Nah! Kita harus cepat kerumahnya!”

“Ah! Memangnya ada apa?”

“Jangan bertanya padaku, aku juga tidak tahu!”

“O.K!”

*******************************************

Sulli heran kenapa banyak polisi, dan orang-orang di depan rumah Jiyoung. Ia dapat melihat Jinki-ssi menangis di depan pintu ek yang berukirkan dedaunan.

Knock… Knock…

Sesorang mengetuk kaca mobil red-Ferarri. Minho membukakan kaca mobil itu, terlihat Taemin dengan raut wajah yang begitu sedih. Sulli membuka perlahan pintu mobil, dan menutup pintunya kembali.

“ADA APA? ADA APA?” Teriaknya.

Sulli dapat melihat Taemin menitikkan air matanya. (*Author 2 sambil nahan sakit TT^TT : Cengeng ternyata Taemin, ekekekeke.. *Plakk*)

“Jiyoung! Hiks… Jiyoung telah meninggal!”

“A… APA? KAU BERCANDA?? PASTI KAU BERCANDA TAEMIN!!!”

Sulli mengamuk, Taemin mencoba menenangkannya. Taemin hendak memeluknya, tapi Minho reflek menarik Sulli dan memeluknya. Minho dapat mendengar Sulli terisak di pelukannya.

“Hiks… Kenapa ia meninggal?? KENAPA, Oppa!!”

“Sudahlah Sulli, mungkin kecelakaan. Setiap manusia tak akan luput dari kecelakaan, bukan?”

Sulli tak dapat berbicara lagi. Ia terus menangis di pelukan Minho, matanya sembab oleh air matanya.

*********************************

“Semoga arwahnya tenang di alam sana, amin!!” Ucap seorang pendeta di siang hari  yang begitu mendung.

Orang-orang meletakkan sebuket bunga di pusaranya. Sebuah potret-nya yang sedang tersenyum gembira bersandar di nisan yang bertuliskan RIP Kang Jiyoung 05 Januari 2011. Sulli tak kuat menopang tubuhnya. Ia berlutut di pusaranya.

“Ji…yo…ung!! Kenapa kau pergi secepat ini!! Hiks…!!” Isaknya.

Minho yang sedari tadi dibelakang Sulli, mencoba berjalan kearah Sulli yang terkapar dengan lemah di pusara Jiyoung.

“Sudahlah Sulli, ayo kita pulang. Hujan akan segera turun.”

Minho menopang tubuh Sulli. Sulli agak kaget, ia melihat sesosok yang begitu familiar. Sosok itu sedang duduk disebuah tempat duduk yang dikelilingi oleh pohon-pohon rindang. Itu halmony yang ia temui di halte bus kemarin. Ia tersenyum kearahnya, Sulli bergidik ngeri, ia melirik Minho kemudian mencoba mengintip halmony tadi, tetapi halmony itu sudah menghilang. Sulli memutar Kepalanya kearah pusara Jiyoung, raut wajahnya berubah sedih lagi. Mimpi itu ternyata benar-benar terjadi. Apa mungkin orang tuanya juga akan meninggal secara tragis seperti yang ia lihat di dalam mimpinya?

“Sulli!” Sapa seseorang.

Minho dan Sulli menoleh kearah sumber suara itu.

“Jinki-ssi?” Sapa Sulli.

“Hati-hati! Jangan sampai seperti Jiyoung!”

mereka berdua heran dan saling menatap.

“Apa maksudmu?” Ucap Minho emosi.

“Dan kau juga harus hati-hati.” Jinki menatap tajam mata Minho dengan lekat, seakan-akan ia bisa membaca masa depan yang akan datang.

Jinki meninggalkan mereka berdua. Taemin dan Jinki saling berselisih. Tak sengaja Jinki menatap matanya Taemin, nampaknya ia bisa membaca pergerakan tatapan mata Taemin. Tiba-tiba Taemin melirik kearah Jinki. Jinki tetap saja menatap Taemin dengan tajam. Taemin mengerutkan alisnya, ia agak heran dengan sifat sepupu Jiyoung tersebut. Tetapi ia mengacuhkannya.

“Hey, kalian. Cepatlah pulang. Hujan akan turun!!” Teriak Taemin.

“O.K!” Jawab Minho.

“Ayo Sulli kita pulang. Kau sepertinya harus banyak istirahat.” Minho tersenyum kearah Sulli.

***********************************

Sudah beberapa hari sejak kematian Jiyoung,  namun sulli masih saja dalam keadaan berkabung. Tak berselera untuk melakukan apapun bahkan hanya untuk sekedar berjalan. Kakinya terasa lumpuh dan sulit untuk digerakkan. Ia terus mengurung dirinya dikamar, duduk memeluk lututnya dan menangis sesekali ketika mengingat kenangannya bersama sahabatnya itu.

Knock..knock….

Seseorang mengetuk pintu kamarnya dan sulli tau pasti siapa sipengetuk pintu. Dia tidak lain adalah namjachingunya ‘Choi Minho’ sekaligus pemilik resmi kamar yang sedang ditempatinya. Yap.. ia masih berada diapartemen Minho karna Eomma dan Appanya yang belum juga kembali dari rumah Halmoninya. Sulli bahkan tidak mengetahui mengapa Appa dan Eommanya masih belum kembali juga, yang sekarang memenuhi pikirannya hanya kenangan-kenangan manis yang ia jalani dengan sahabatnya itu.

“Sulli… kajja! Makan malam!” ajak Minho dari luar kamar.

Sulli hanya diam tak memberikan respon apapun, bahkan ia terlihat seperti tidak mendengar apa yang Minho katakan. Untuk beberapa saat keadaan hening, hingga akhirnya terdengar desahan nafas panjang dari namja bertubuh jangkung itu. entah untuk kesekian kalinya ia membuang makanan, hasil penolakan Sulli.

Sulli masih dalam posisinya sejak beberapa hari yang lalu, duduk meringkuk  dan memandang kosong dinding bercat biru didepannya. Miris melihat keadaannya, matanya yang bengkak dan timbul lingkaran hitam dibawah kelopak matanya, rambut yang tak terurus  serta baju yang terlihat kumuh dan kusut. Ia bahkan tidak terganggu dengan mimpi-mimpi yang selalu saja menenornya kemarin-kemarin karna ia hampir tidak tidur setiap malam.

Ekspresi raut wajah sulli berubah ketika sesuatu terjadi pada kandung kemihnya, yah kejadian alam yang wajar terjadi pada manusia. Tangannya memeluk perutnya, sebenarnya ia tidak mau menurunkan kakinya dari ranjang yang selama beberapa hari selalu hangat karna kehadirannya tapi ia juga tidak bisa membiarkan dirinya membuang kotoran hasil pencernaannya diatas tempat tidur yang jelas-jelas ia ketahui milik Minho. Hasil pencernaan? Padahal tak satupun makanan yang masuk kedalam perut mungilnya tapi kenapa harus membuang hasil yang jelas-jelas tidak diketahui asal usulnya. Dengan sangat terpaksa ia bergegas membuka handle pintu dan berlari menuju toilet.

Selesai dengan ritual pembuangan sampah dari dalam tubuhnya ia berencana untuk kembali kedalam kamar yang ia sebut ‘kamarnya’. Diurungkannya niatnya itu ketika melihat Minho tidur diatas sofa yang jelas-jelas lebih pendek dari tinggi badannya yang terkenal jangkung. Ia mendekat kearah Minho, menatap bersalah Minho yang tidur sangat tidak nyenyak disofa kecil itu. Sulli berjongkok disamping Minho menatap wajah tampan bermata belo didepannya. Diangkatnya tangan kanannya, dengan ragu diusapnya perlahan rambut Minho.

Ditariknya kembali tangannya ketika namja belo itu merubah posisi tidurnya. Tak berapa lama kemudian Minho menganti lagi posisi tidurnya.

“auw.. appu!” gumam Minho masih dengan mata terpejam seraya memegangi bahu sebelah kanannya. Terlihat jelas bahwa minho tidak nyaman dengan tidurnya.

“sofa yang begini kecil mana bisa kau jadikan tempat tidur! Bukannya merasa nyaman tapi malah menambah sakit dan pegal-pegal! Bapo!” ucap Sulli lirih sambil mengusap air matanya yang sedari tadi terus mengalir deras.

Ia baru menyadari bahwa selama ini ia terlalu egois, mengurung diri dikamar yang jelas-jelas bukan kamarnya. Menolak untuk makan maupun bicara. Tidak menyadari bahwa orang yang ia cintai merasa khawatir dan dibuatnya susah.

Sulli meraih tangan Minho dan mengenggamnya kuat.

“mi..anhae!” ucapnya terisak. Minho yang menyadari ada seseorang yang mengenggam tanganya lantas bangun dan menoleh kesampingnya. Dilihatnya yeoja yang selama beberapa hari yang lalu selalu mengurung diri dan menolak untuk berbicara, kini ada disampingnya. Ia meraih puncak kepala yeoja itu.

“gwanchana!” ucapnya lembut.

Sulli lantas mendongakkan kepalanya menghadap kearah Minho yang sedang tersenyum manis kearahnya. Senyuman yang selalu membuat hatinya tenang dan berdebar-debar. Ia segera memeluk Minho yang kini sudah dalam posisi duduk.

“oppa! Mianhae! Aku selalu membuatmu susah!” ucap Sulli ditengah-tengah tangisnya.

“cup..cup.. uljima! Gwanchana!”

Minho melepaskan pelukan Sulli dan menatap lekat yeoja itu. Dihapusnya air mata yang terus mengalir deras dari mata sipit Sulli dengan jari telunjuknya yang ramping. Tangannya turun keleher Sulli dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sulli. Ia mencium bibir mungil Sulli dan berharap yeoja itu membalas ciumannya. Tapi Sulli hanya diam, namun mata sipitnya tertutup rapat seperti menikmati ciuman yang Minho berikan. (aduh.. author 3 nggak bisa kalo bikin FF nggak ada kissunya!! Kyaaaaa…. #ogah tobat!!).

**********************************************************

Are you ready?” tanya Minho yang melihat yeoja manisnya tengah sibuk memakai Safety Beltnya.

“Memang kita mau kemana, Oppa?” tanya Sulli yang sudah sukses memasang Safety Beltnya.

“kau akan tau nanti!” ucap Minho seraya menancap gas mobil Red-Ferarri-nya.

Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah bangunan yang terlihat tua dengan beberapa anak-anak yang sedang bermain didepan bangunan itu. sulli masih berdiri mematung didepan mobil Minho sambil mengedarkan pandangannya kesekelilingnya hingga Minho menarik tangannya dan membuatnya berjalan mengikuti Minho.

Minho menghentikan langkahnya didepan tiga orang yeoja yang usianya sekitar  7 – 9 tahunan. Sulli nampak menautkan kedua alisnya ‘apa ini anak-anak Minho?’ pikirnya seraya terkekeh.

“Jangan kau pikir ini anakku!” ucap Minho yang jelas saja membuat Sulli tercekat.

Sulli hanya menjawab pernyataan Minho dengan sebuah senyuman simpul.

“Minho-ssi! Waeyo?” Seorang yeoja berambut pendek berkuncir dua dengan hiasan pita biru menatap Minho dengan ekspresi -yang entah apaitu-

what happen!” Sambung yeoja lain yang memakai pakaian serba pink lengkap dengan sebuah bando pink dikepalanya

“ada apa?” Ucap yeoja kecil yang terakhir, berambut pendek dan terlihat lebih manly(?) diantara kedua yeoja kecil yang lainnya (author1: gue bener-bener ngakak, auhtor 3 ada-ada aja dah, maaf yee gue perbaikin sedikit nih scene, fufufu~)

“tumben!”

“sekali”

“kau datang kesini?” ucap mereka secara bergantian tapi membentuk satu pertanyaan.

“aku-hanya-kangen-pada-kalian!” eja Minho seraya menatap bergantian yeoja kecil didepannya. Ia kemudian berjongkok didepan ketiga yeoja kecil itu dan memeluk mereka. Ketiga yeoja kecil itupun tersenyum senang. Sedangkan Sulli hanya memilih diam seraya mengamati mereka.

Minho menoleh kearah sulli. “perkenalkan!! mereka adalah anak angkatku! Kajja perkenalkan diri kalian!” ucap Minho seraya menatap kembali kearah ketiga yeoja kecil itu.

“Park Heamin imnida!” ucap yeoja kecil dengan pita biru itu, menatap Sulli tanpa ekspresi yang jelas.

“Choi Sohee imnida.. Mannaseo bangapseumnida” ucap yeoja kecil yang serba pink, berdiri ditengah-tengah seraya membungkuk dan tersenyum kearah Sulli.

“Naneun Choi Eunhee imnida..” ucap yeoja yang terlihat paling manly, agak sedikit risih menatap Sulli, tapi berusaha disembunyikannya…

(* author 3 : buat para author.. mian yee… namanye aye pinjem ekekeekekke… udah terima aja! Bayangin kalean masih kecil and imut-imut! Apalagi gue!! Ekekekeke… #koplak)

“Choi Sulli imnida!” ucap sulli, sedikit membungkukkan badannya.

“dia siapamu Minho-ssi?” tanya Heamin to-the-point seraya menunjuk kearah Sulli.

“ya! kenapa kau memanggilku ‘Minho-ssi’? panggil aku appa!”

“tapi aku lebih suka memanggilmu ‘Minho-ssi’!”

“waeyo?”

“kau masih terlalu muda untuk menjadi uri appa!” ucap Sohee menjawab pertanyaan Minho yang jelas-jelas ditujukan kepada Heamin.

“jadi dia siapamu Minho-ssi?” tanya Eunhee yang terlihat penasaran.

“dia eomma kalian!”

“uri…eomma?” tanya ketiga yeoja itu berbarengan.

“ne?” Sulli lantas menunjukkan ekspresi bingungnya.

“bukankah kalian harus pergi kesekolah? Ini sudah jam 7! Ppalli berangkat! Nanti kalian terlambat!” ucap minho setelah melihat jam tangannya.

“ah! ne kau benar! Annyeong Minho-ssi! Upss Appa~” ucap heamin seraya mengandeng kedua dongsaengnya.

“annyeong Appa!” ucap Sohee seraya melambaikan tangannya.

“annyeong Appa! Sulli-ssi!” ucap Eunhee sambil melakukan hal yang sama seperti sohee.

“annyeong!” ucap Sulli sambil melambaikan tangannya kearah ketiga yeoja kecil yang baru saja berjalan meninggalkan mereka.

“menurutmu bagaimana mereka?” tanya Minho tanpa menoleh kearah Sulli, matanya masih focus memandang ketiga anak angkatnya.

Sulli lantas menoleh dan menaikkan salah satu alisnya. “maksudmu?”

“menurutmu mereka bagaimana?”

Sulli kembali melihat kearah ketiga yeoja kecil tadi. “mereka lucu dan terlihat bahagia!”

“kau tau! Sebulan yang lalu semua keluarga mereka meninggal karna tabrakan beruntun! Hanya mereka yang berhasil selamat!”

“mworago?” tanya Sulli dengan cepat menolehkan kepalanya kearah Minho.

“dan bisa kau lihat! Mereka bisa menjalani kehidupan mereka walau harus menyandang status ‘anak yatim piatu’ dan harus tinggal dipanti asuhan!”

Sulli diam, dia tau bahwa Minho belum menyelesaikan kata-katanya.

“jadi, aku ingin kau juga sama seperti mereka! Walau baru saja ditinggalkan oleh orang yang kau sayangi tapi waktu terus berputar! Tidak seharusnya kau selalu melihat kebelakang! Mulai sekarang cobalah untuk melihat kedepan! Masih banyak orang-orang yang lebih menderita dan kehilangan banyak orang yang mereka sayangi dari pada kau! Kau mengertikan apa maksudku?” ucap minho seraya menoleh kearah sulli.

Sulli mengangguk. “ne! Aku akan berusaha untuk melihat kedepan!”

Minho tersenyum seraya mengusak puncak kepala sulli.

********************************************************

“KYAAAAAAAAAAAAAAA!” Sulli berteriak sekeras yang ia bisa. Lagi-lagi mimpi-mimpi itu menerornya.

“Sulli! Gwanchana?” tanya minho yang sudah berada disamping Sulli.

“oppa!” Sulli langsung memeluk namja belo itu.

“ada apa? Apa kau bermimpi buruk lagi?” tanya Minho seraya mengusap punggung sulli yang berada dipelukannya.

Sulli mengangguk dalam pelukan Minho.

Beberapa menit kemudian tangis sulli mereda dan ia terlihat agak tenang. Minho mulai mengendurkan pelukannya.

“sepertinya kita harus cari solusi untuk mengatasi mimpi-mimpimu itu!” ucap Minho seraya melepaskan pelukannya dan memegang bahu sulli.

Sulli hanya mengangguk lemah.

**********************************************************

“oppa… bukankah ini….” pandangan Sulli terpaku pada sebuah bangunan rumah didepannya yang ia tau pasti bahwa itu adalah rumah Jiyoung.

“ne! Rumah Jiyoung! Tapi aku membawamu kesini bukan untuk mengingatkanmu kepada Jiyoung!”

“lalu?”

“kita akan bertemu dengan Jinki! Aku rasa dia tau sesuatu untuk mengatasi masalah mimpi-mimpimu!”

Sulli mengangguk lalu mulai melepaskan Safety Belt yang melilit tubuh mungilnya. Ia juga berpikir bahwa jinki mengetahui cara untuk menghilangkan mimpi-mimpi itu atau paling tidak ia bisa menjelaskan kenapa mimpi-mimpi itu terus menerornya.

Ting Tong….

Telunjuk ramping Minho tampak menekan tombol bell yang tertempel horizontal pada tempok pagar didepan mereka.

Sepi…. tak ada sahutan atau reaksi dari sipemilik rumah.

Ting….Tong….

Sekali lagi telunjuk Minho menekan bell. Tapi tetap tak ada respon.

Ting…Tong….

Minho masih mencoba menekan bell, berharap si pemilik rumah keluar dan mempersilakan mereka masuk. Tapi tak ada satupun tanda-tanda bahwa sipemilik rumah akan keluar. Minho menoleh kearah Sulli, pandangannya seperti meminta sebuah ide.

Sulli menoleh kearah bangunan disebelah rumah jiyoung. Pandangannya mendapati seorang ajumma yang sedang asyik menyiram kebun bunganya. Sulli berjalan menghampiri rumah itu.

“annyoeng haseyo!” sapa Sulli ramah.

“annyoeng!” ucap ajumma itu seraya menghampiri Sulli.

“ajumma! Apa aku boleh bertanya sesuatu?”

“mworagoyo?” tanya ajumma itu ramah.

“ajumma tau kemana perginya pemilik rumah itu?” tanya sulli seraya menunjuk rumah jiyoung.

“maksudmu Jinki?”

“ne! Apa ajumma tau kemana Jinki-ssi pergi?”

“kemarin dia pulang ke daegu!”

“daegu? Umm… boleh kutau dimana alamatnya?”

“ah! sebentar aku catatkan!”

“ne!”

Ajumma itu lantas masuk kedalam rumahnya, tak berapa lama kemudian ia keluar kembali dengan membawa secarik kertas ditangannya.

“yeogi!”

“gamsahamnida ajumma!” ucap Sulli seraya mengambil kertas tersebut dan membungkuk.

“ne!”

**********************************************************

“Daegu??”

“Ne, Oppa.. Jinki-ssi tinggal di Daegu.. ini alamatnya, tapi cuma nama jalannya yang tertulis. Kita tidak tahu tepat dimana letak rumahnya” Ucap Sulli.

“Hn.. Kalau begitu, biar aku yang mencari alamatnya, kuantar kau ketempat Taemin. Biar dia yang menjagamu selama aku mencari Jinki.. Bagaimana??” Tawar Minho.

Sulli menggangguk lemah, Minho tersenyum menatap yeojachingunya itu, kemudian menarik parsnelingnya dan segera melaju kearah apartemen Taemin.

*********************************************************

“Sulli..” Taemin mengibas-ngibaskan tangannya kemuka Sulli, berusaha membuyarkan lamunan Sulli. Sulli menanggapinya dengan ekspresi datar. Merasa diacuhkan, Taemin menghela nafas panjang, kemudian memegangi pundak Sulli, berusaha mengalihkan pandangan Sulli kedirinya. Taemin menatap lekat mata bening Sulli.

“Kau tidak boleh seperti ini terus. Percayalah, Minho Seonbae akan baik-baik saja” Ucapnya berusaha menenangkan pikiran-pirikan negatif Sulli.

“Tapi Taemin, aku takut. Hal yang buruk akan menimpa Minho Oppa, aku takut kehilangannya seperti aku kehilangan Jiyoung.”

“Sudahlah… Tenangkan dirimu Sulli.. Yakinlah kalau Minho Seonbae akan selamat..”

Sulli terisak pelan. Taemin melonggarkan cengkramannya pada pundak Sulli. Ia menaruh tangan kanannya tepat didada kirinya -letak jantungnya- lalu tersenyum kearah Sulli.

“Apapun yang kau lakukan, percayalah kau pasti bisa melakukan itu. Sekuat apapun kau berusaha kalau tidak didasari atas keyakinan semuanya akan sia-sia Sulli. Kau harus yakin kalau Minho akan selamat, jangan sampai kau termakan oleh pikiran negatifmu Sulli. Percayalah~”

Sulli semakin terisak, kemudian ia menghamburkan pelukannya kearah Taemin. Sulli memeluk Taemin erat, ia menangis dipelukan Taemin. Taemin tersenyum dan membelai-belai puncak kepala Sulli dengan tangannya yang lembut.

“Kau mau jalan-jalan Sulli?” Tawar Taemin, begitu merasa tubuh gadis itu berhenti bergetar dipelukannya. Sulli menggaguk lemah dan berusaha tersenyum -meski agak dipaksakan- kearah Taemin.

————————————————————————————–

“Dimana ini Taeminnie??” Ucap Sulli heran. Taemin membawa Sulli kesebuah tempat yang dikelilingi bukit dan hamparan padang ilalang yang tumbuh tinggi dan subur(?). Taemin menggandeng tangan Sulli dan menuntunnya kearah sebuah pohon err atau bisa disebut batang pohon yang telah mati. Didahannya yang menjuntai serta paling besar terlilit dua buah ayunan tua yang berdebu. Sulli mengeryitkan dahinya, heran mengapa Taemin membawanya ketempat sepi seperti ini.

Taemin terus tersenyum, yang entahlah apa artinya, dia mendudukan tubuh Sulli disalah satu ayunan dan mendorongkannya untuk Sulli. Lalu dia sendiri, segera duduk di ayunan sebelahnya dan mengayunkan ayunan itu dengan kakinya. Taemin tampak menikmati hal itu, berbeda dengan yeoja yang berada disebelahnya, Sulli menatap kebawah dengan ekspresi datar.

“Hey, kau tahu, dulu aku sering kesini dengan Hyungku…” Ucap Taemin, entah kenapa Sulli merasa nada bicara Taemin terdengar pilu, seperti ada perasaan bersalah didalamnya. Sulli memandangi sosok Taemin yang kini menengadah keatas langit biru, mengamati kumpulan awan-awan putih. Ada sebuah senyum terlukis diwajah Taemin, sangat indah bagi siapapun yang melihatnya, termasuk Sulli.

“Taeminnie??” Akhirnya Sulli angkat bicara saat melihat cairan bening menetes dari mata indah Taemin.

“Hn..”

“Err.. Maaf Taemin, kalau boleh tahu, dimana Hyungmu sekarang??” Sulli bertanya hati-hati, dia takut menyinggung perasaan Taemin.

Taemin tersenyum kearah Sulli, menatapnya sebentar lalu berpaling lagi dan menengada kelangit. “Taesun Hyung…. Dia.. Dia sudah pergi menemui Eomma dan Appa disurga.. Suatu saat aku pasti akan menyusul mereka juga, dan kami bisa berkumpul lagi”

“Eh? Aku tidak bermaksud..—“

“Sudahlah, tidak apa.. “

Suasanana Hening, hanya terdengar gesekan kaki yang beradu dengan tanah, tali yang berdecit akibat terayun.

“Sulli..”

“Ne?”

Taemin menyodorkan jari kelingkingnya kearah Sulli, Sulli menatap Taemin heran.

“Janji, kau tidak akan memberitahukan tempat ini pada siapapun.. Ini rahasia kita berdua..”

“Janji” Sulli menautkan kelingking mereka berdua, sembari tersenyum kearah Taemin.

—————————————————————————————–

“Mau ikut memasak??” Tawar Taemin

“Hah? Aku baru tahu kalau kau bisa memasak Taemin..” Ucap Sulli keheranan.

“YA!! Jangan meremehkanku ya! Kalau aku tidak bisa memasak aku tidak akan bertahan hidup sampai sekarang.. Pabo!!” Gerutu Taemin

“Ne..Ne.. Dasar Sensian.. hahaha” Kekeh Sulli

“Akhirnya kau tidak seperti zombie lagi, baguslah. Aku lebih suka kau yang seperti ini Sulli-ya” Taemin berjalan menuju dapur, tidak menyadari akibat kata-katanya itu yang sukses biarpun sedikit membuat pipi Sulli merona merah.

“Taeminnie!! Tunggu! Aku ikut!!” Sulli bergegas berlari menyusul Taemin

“Pakai ini” Ucap Taemin sembari menyodorkan celemek putih kearah Sulli. Sulli menggangguk dan menerimanya lalu memasangnya dibadannya.

“Kita masak apa Taeminnie?” Tanya Sulli

“Hn.. gimana kalau Bibimbap…”

“Aku tidak berselara makan itu Taeminnie..”

“Hmm… kimchi? Bulbogi? Atau…—“

“Ah~ Lupakan kita buat Chiken Milk Roasted saja..”

“Hah!!”

“Wae…”

“Tidak ada daging ayam difreezer Sulli-ya…”

“Huh! Payah kau” Sulli berjalan mendekati kulkas didapur Taemin dan membuka pintunya.

“Kepiting hah? Daging asap…hn.. kau menyimpan sekaleng Asparagus tidak Taeminnie” Seru Sulli

“Ne, ada didalam sana” Tunjuk Taemin keatas lemari dapur (author: aah~ pokoknya lemari yang biasanya ada diatas tempat masak itu lah, yang diisi bumbu dapur piring apasajalah.. ckck ketahuan jarang kedapur -.-‘)

“Bagus.. Kita buat Sup Kepiting Asparagus saja, Taeminnie…”

“Hmm.. tidak buruk juga.. Kajja!!”

>>Skip Adegan memasak<<

Author 1, tidak bisa dan tidak mau tau nih adegan panci kompor wajan dsb.. Soalnya author kagak bisa dan kagak hobi cooking mengcooking -.-‘. Jadi untuk kebaikan (??) bersama, mending diskip aja deh daripada mual-mual liat imajinasi anak autis(?) *naujubillah.. Kalau author maksa buat adegannya bisa jadi adegan panas.. (maksudnya dapurnya bisa kebakaran -.-‘)wokokokok

“Selamat makan..”

Sulli dan Taemin menyantap semangkuk sup kepiting Asparagus -tentu saja satu orang satu- yang baru mereka masak tadi. Keduanya makan dalam diam. Tiba-tiba ponsel Sulli bergetar, Sulli dengan sangat terpaksa menghentikan makannya yang tengah ia nikmati untuk menjawab telepon yang entah dari siapa.

“Yeoboseyo??”

“Yeoboseyo.. Sulli”

“Ne.. Minho Oppa?”

“Sulli kau masih diapartemen Taemin kan??”

“Ne.. Oppa..”

“Bagus, aku sudah menemukan rumah Jinki, aku akan menjemputmu segera.. Kau tunggu saja disana.. sebentar lagi aku akan sampai..”

Pip

“Waeyo??” Tanya Taemin dengan mulut penuh Sup, sehingga kata-katanya terdengar tidak jelas..

“Hn.. Minho Oppa sudah menemukan rumah Jinki-ssi, sekarang dia sedang kesini untuk menjemputku menemui Jinki-ssi..”

“Oh..” Reaksi Taemin, tangannya lalu mengambil gelas yang terletak disampingnya dan meminum isinya.

Ting Tong

“Eh? Itu sepertinya Minho seonbae.. Cepatnya…” Ucap Taemin. Sulli segera berdiri dan berlari kearah pintu depan dan membukakannya, benar saja apa yang dikatakan Taemin. Didepan pintu apartement Taemin, berdiri sesosok namja jangkung dengan mata bulat dan besar tersenyum kearah Sulli. Sulli langsung menghambur kepelukan Minho. Minho mendekap erat tubuh gadis itu.

“EHEM” Dehem Taemin, sambil melipat tangan didadanya, berdiri dibelakang Sulli, Lantas membuat Sulli dan Minho melepaskan pelukannya.

“Seonbae sudah menemukan rumahnya??”

“Ne, Taemin.. Secepatnya kita harus membawa Sulli kesana..”

“Hn..”

“Taeminnie, kau ikut kan?” Tanya Sulli

“Eh? Aku?? Aku…”

“Ikut saja Taemin, ayo kita pergi ke Daegu” Ucap Minho

Mereka bertiga lalu turun dari apartemen Taemin dan masuk kedalam Red Ferrari-nya Minho dan melaju ke Daegu menembus gelapnya malam.

TBC

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF