Don’t Leave Me, Oppa ! – Part 1

Title                 : Don’t Leave Me, Oppa !

Author             : weejay a.k.a Kim Jin Ra a.k.a weejay_KeyShinee

Main Cast        : Choi Minho, Kim Minhee, Park Jaerin

Other Cast        : other SHINee member, Lee Yongri

Genre              : Sad, Family, Romance

Type/Length    : 2shoot

Rating             : P G -13

* * * * *

‘Tok… Tok… Tok..’seseorang mengetuk pintu rumah Minho. Jaerin yang saat itu sedang masak pun menghentikan pekerjaanya lalu membukakan pintu. Diliatnya ternyata Minho yg berdiri dihadapannya.

“eotteokhae,  kamu udah berhasil, keluar dr gangster?”tanya Jaerin hati-hati. Minho diam sejenak. ‘Bawa Jonghyun ke hadapan gue dlm keadaan hidup ato mati.’. Dia teringat ucapan ketua genk saat dia mengajukan pengunduran dirinya. Kata si ketua geng, Minho belom dan gak akan pernah dianggap keluar dr geng selama dia belom bawa Jonghyun ke hadapan ketua genk itu.Minho jadi bimbang. Meskipun selama ini Jonghyun selalu mempersulitnya, dia gak akan tega membawa Jonghyun ke bosnya itu. Dia tau persis apa yg akan dilakuin si bos terhadap Jonghyun yg gak lain adl anak dr ‘musuh’ masa lalu bosnya. Tapi kalo Minho gak memenuhi syarat itu, dia gak akan bisa lepas dr gangster. Mungkin dia bisa gak ikut balapan liar, street ball, tawuran ato jadi pembunuh bayaran. Namun resiko dr semua itu bakal ditanggung Minhee. Banyak kemungkinan buruk yg bisa terjadi pd adik tercintanya, sama seperti nasib keluarga anggota yg keluar sebelumnya. Dan tentunya, Minho gak akan rela adiknya menerima semua itu karenanya.

“oppa.”panggil Jaerin lagi.

“Aku? Aku udah keluar dr gengster. Kamu tenang aja.”bohongnya,”Minhee eodiseo?”

“Syukurlah. Minhee  pasti seneng denger ini. Dia baru aja dijemput cowoknya.”

“Gomapta, kamu udah jagain dia. Saranghae, jagiya.”Minho memeluk Jaerin. Cuman dgn begini dia bisa ngerasa tenang. Masalah gangster akan dipikirkannya kemudian. Dalam hal ini, dia gak boleh sedikitpun salah ngambil keputusan.

Jam masih menunjukan pukul 6. Masih ada satu setengah jam sebelum bel masuk berbunyi. Key sengaja ngajak Minhee datang lebih pagi karena dia mau ngajarin Minhee maen gitar. Sebenarnya dia udah lama berjanji ngajarin Minhee maen gitar, tapi berhubung selalu ada halangan, akhirnya janji itu baru terealisasi.

“Kamu ke kelas duluan ato nunggu aku?”tawar Key saat turun dr motor.

“Aku tunggu kamu disini, tapi cepetan.”kata Minhee. Pas lagi liat-liat sekeliling, Jonghyun dkk mendadak nongol di hadapannya. Minhee memalingkan muka.

“Jadi gini cara adik berandal ngasih salam?”sindir Yongri,”Mian..”ucapnya setelah Jonghyun meliriknya dgn lirikan tajam.

“Aku mau ngomong sama kamu.”ujar Onew dingin.

“Gak ada larangan kalo kamu mau ngomong disini. Aku mesti tetep disini, aku lagi nunggu Key.”. Onew mendekat pd Minhee lalu membisikkan sesuatu.

‘PLAK’ Minhee menampar Onew. Tepat setelah itu, Key balik dr tempat parkir. Dia sama sekali gak tau mengapa Minhee mendadak nampar Onew kayak barusan. Tapi saat ini, kayaknya lebih baik dia gak tanya-tanya dulu, keliatannya suasana hati Minhee masih buruk.

– – – – – – – – – – – – – – –

Beberapa hari ini kehidupan Minho dan Minhee berjalan normal seperti gak pernah terjadi sesuatu. Bahkan Minho hampir melupakan masalah persyaratan dr ketua gangster seminggu yg lalu. Sore itu, Minho melihat Minhee yg lagi ngelamun di deket jendela ruang tengah mereka. Didekatinya Minhee buat nyari tau apa masalah yg bikin adik kesayangannya itu ngelamun.

“eh, oppa.”Weejay membenarkan posisi duduknya.

“Ada masalah?”interogasi Minho.

“Yah..”Minhee mendesah,”Entah apa yg dipikirin anak itu. Dia tiba-tiba nembak aku dgn cara gak sopan. Padahal dia sendiri tau, aku udah punya cowok & dia punya cewek.”curhatnya.

“Yang kamu maksud ‘dia’ itu..?”

“Jonghyun. Dia nyuruh Onew bilang ke aku kalo Jonghyun suka aku.”

‘Deg’ Minho jadi teringat lagi akan gangster itu setelah mendengar nama Jonghyun disebut. Ringtone Hp Minho memecah sunyi. Dilihatnya nama penelfon yg tertera di layar hp-nya. Minho menatap Minhee sebelum keluar mengangkat telfon.

“Ini udah lewat dr seminggu, Minho. Pacar loe sekarang aman disini. Tapi kalo jam 12 malem nanti loe gak ambil keputusan, gue gak berani jamin kalo loe bisa ketemu dia lagi.”ancam penelfon yg gak lain adl ketua gangster. Tanpa memberi Minho kesempatan buat ngomong, ketua gangster itu langsung matiin telfonnya. Minho buru2 ngambil kunci motornya kemudian pergi. Saat itu yg ada dipikirannya cuman keselamatan Jaerin. Dia gak bisa bayangin kalo terjadi sesuatu sama Jaerin. Tapi ternyata, seperginya Minho, beberapa orang suruhan ketua gengster itu nyatronin rumah Minho. Apa yg dikatakan ketua gangster barusan cuman bualan buat bikin Minho keluar rumah & ninggalin adiknya sendirian. Sedangkan Minho, dia udah mutusin bakal bawa Jonghyun ke hadapan bosnya. Meski berat, dia terpaksa melakukan semua ini. Dia yg sudah biasa menyusun strategi pun berusaha meyakinkan Jonghyun  agar mau bertemu dengannya secepatnya. Pas dibilangin kalo Minho keluar dari gangster, Jonghyun gak percaya gitu aja. Daripada buang waktu, Minho datang sendirian ke markas Jonghyun. Puluhan anak buah Jonghyun berjaga-jaga di depan markas. Saat mereka hendak menghajar Minho, Jonghyun melarang mereka.

“Loe nekat juga, Minho.”ucap Jonghyun. Onew dan Yongri  ikutan keluar.

Minho berlutut,”Gue gak pernah sekalipun memohon sesuatu ama orang lain. Tapi kali ini, gue mohon, bantu gue. Loe boleh lakuin apapun ke gue, asal loe rela bantu gue.”

“YA, museun marhaeya? Ini pasti akal loe buat menjebak Jonghyun kan?”tuduh Yongri.

“Terserah kalian mau percaya ato gak. Yang jelas sekarang Minhee lagi kritis. Dia butuh donor darah sementara stok di RS gak ada. Yang gue tau, cuman Jonghyun yg golongan darahnya sama kayak Minhee.”Jaejin ngotot.

“Emangnya loe pikir Jonghyun itu peduli, hah? Mending sekarang..”

“Cukup, Yongri!”bentak Jonghyun,”gue peduli ama Minhee. Mulai saat ini, silahkan loe cari pengganti gue.”Jonghyun nyuruh Minho mengikutinya masuk mobil. Di tengah perjalanan, Minho membekap mulut Jonghyun hingga gak bisa bernafas. Mobil yg mereka kendarai pun nabrak pohon. Dengan tergesa, Minho menelfon anggota gangster supaya menjemputnya.

“Mian, Jonghyun. Gue harus ngelakuin semua ini.”sesal Minho seraya menatap Jonghyun yg masih pingsan.

* * * *

Sejak putus dr Jonghyun, Yongri jadi berubah total. Dia yg sekarang lebih pendiem. Dia juga jarang bareng ama Onew lagi. Siang itu pas selesai latihan basket, tanpa sengaja Taemin melihat Yongri duduk sendirian di bangku penonton.

Taemin duduk disamping Yongri,”Aku lihat ada yg berubah dr kamu.”

“Gak usah sok tau.”balas Yongri ketus.

“Aku gak sok tau. Tapi aku emang tau gimana rasanya jadi anak kayak kalian. Dulu, aku sering banget ikut tawuran ato street ball. Dari luar aku emang keliatan kayak anak lemah, tapi sebenernya, hati aku lebih rapuh dr penampilanku. Apalagi, setelah seseorang paling berharga yg aku miliki ninggalin aku.”cerita Taemin. Yongri ninggalin Taemin.Dia gak pengan larut dalam perasaannya. Pernyataan menyakitkan dr Jonghyun masih cukup jelas di ingatannya. Dan karena itu pulalah, Yongri gak mau deket dengan namja lain dalam beberapa waktu ini.

Di tempat lain alias di markas gangster Minho, Minhee dan Jonghyun disandera dlm satu ruangan. Sementara Minho sendiri mesti ngerasain pukulan-pukulan keras yg meremukkan tulangnya.

“Loe udah gue jadiin tangan kanan, Minho. Gue percayain semua ke loe. Tapi gue gak nyangka, loe malah lebih milih jalan kayak gini.”kata si ketua gangster.

“Gue lebih gak nyangka lagi, kalo loe bakal lakuin ini semua ke orang yg udah loe anggep tangan kanan. Loe nipu gue!”

“Ini bukan tipuan. Inilah dunia yg selama ini loe jalanin. Apa loe gak sadar atas semua ini?!!”si bos lagi-lagi menyuruh anak buahnya mukulin Minho. Setelah Minho tampak gak berdaya, dia pun dibawa ke ruangan yg lebih besar, mirip dengan aula yang lama tak terpakai. Samar-samar Minho melihat adiknya dan Jonghyun. Beberapa anak buah si bos melepas ikatan Jonghyun.

“Sijak !”Perintah si bos. Anak buahnya langsung nggebukin Jonghyun tanpa ampun. Minhee hanya  bisa menangis sambil berusaha menyembunyikan mukanya agar tidak melihat pemandangan mengerikan di hadapannya.

“Seharusnya bokap loe yg terhormat itu ngeliat semua ini. Mestinya dia ngeliat gimana gue ngancurin anaknya.”si bos tertawa.

“Apa.. apa maksud loe?”tanya Jonghyun, gak mengerti akan ucapan orang di hadapannya.

“Jadi loe gak tau? Loe gak tau ato gak mau tau? Bokap loe, Tuan Kim yg terhormat itu udah bikin Key kehilangan masa depannya!”. Semua kaget, terutama Minhee. Satu setengah tahun pacaran dengan Key, dia emang gak pernah tau siapa appa Key. Selama ini yg dikenalkan Key padanya hanya eommanya saja.

“Jadi kamu… Gak, gak mungkin kamu appanya Key.”gumam Minhee gak percaya.

“Kamu gak percaya, gadis manis? Kamu gak bisa percaya kalo orang ini adl appa kandung dr namjachingu yg selama ini kamu banggakan? Tapi mungkin kamu akan lebih gak percaya kalo aku menceritakan apa yg harus ditanggung Kibum karena ulah appa Jonghyun.”nada suara si bos meninggi.

“mwoya? Apa yg dilakuin papa gue?”tanya Jonghyun.

“Asal kalian tau, 4 tahun yg lalu, saat Kibum yg baru masuk SMP mengasah kemampuannya bermain basket, mendadak ada seorang pria berjas hitam mendekatinya & menawarinya masuk ke tim basket bentukannya. Jelas Kibum dgn senang hati menerima tawaran itu karena selama ini dia selalu berusaha mengasah kemampuannya. Tapi ternyata Kibum salah ambil keputusan. Selama bergabung dlm tim itu, dia sering dipaksa latihan yg gak wajar. Sampai pada suatu hari, dia harus masuk RS karena kakinya patah.”si bos menunduk, berusaha menyembunyikan wajah sedihnya.

“Kalian tau, apa vonis dokter waktu itu? Dokter bilang Kibum gak akan bisa bermain basket ataupun pekerjaan lain yg mengandalkan kekuatan otot kaki. Padahal impian terbesar Kibum adl jadi pemain basket handal. Dan impian itu harus kandas karena ulah appanya!”si bos menunjuk Jonghyun dg pistol yg dibawanya. Minho meronta hendak menolong Jonghyun. Sayangnya, anak buah si bos terlalu banyak. Gak ada yg bisa menahan si bos agar tdk menekan pelatuknya. Seandainya dulu appa Jonghyun bertanggung jawab atas apa yg menimpa Key & berusaha membuat Key bisa bermain basket lagi, pasti masalahnya gak akan serumit ini.

“Jangan lakuin itu, appa!”pinta Key. Semua yg ada di ruangan itu memandang ke arahnya. Dia berjalan mendekati Minhee. Ditatap yeojachingunya yang keliatan ketakutan itu.

“Key.”panggil Minhee dengan airmata yg membasahi pipinya.

Key melepas ikatan Minhee ,”Setelah ini kamu pasti minta putus dari aku.”

“Ania~.”ucap Minhee . Saat ikatan Minhee hampir berhasil dilepaskan Key, beberapa anak buah appa Key menyergap Key.

“Appa tidak akan bisa melupakan dendam ini sebelum appa membalaskannya.”Appa Key menarik pelatuk pistolnya.

‘DORR’suara ledakan pistol menggema di ruangan itu. Bersamaan dgn itu tubuh Minho terkulai berlumuran darah.

“OPPAAA!!!”Minhee histeris. Dia berlari ke arah Minho yang sudah tampak gak berdaya. Minho masih sempat menyunggingkan senyumnya saat Minhee berada di dekatnya. Dia berusaha memegang pipi Minhee yg basah karena airmata.

“Mianhae…”ucap Minho sambil menahan sakit,”Neon geureolsorok haengbokhaeadwae, neon itgeoseo saragajwo”

“oppa..”isak Minhee

“Mian, Jonghyun.. Harusnya gue gak bawa loe kesini… Key, gue mohon.. jangan pernah.. jangan pernah ninggalin Minhee, apapun yg terjadi.. saranghae, dongsaeng.. jal.. ga” perlahan Minho memejamkan matanya. Minhee tertunduk pasrah merelakan kepergian kakak yang sangat dicintainya. Key berdiri lalu berkelahi dg appanya. Dia gak peduli ama cerita anak durhaka. Baginya, appanya sekarang gak ubahnya pembunuh berdarah dingin yg udah ngambil seseorang paling berharga di hidup yeojachingunya.

=*=======*===========*=

Kepergian Minho membuat semua berubah. Setelah mendengar berita kematian anaknya, appa Minho langsung menjemput Minhee. Beliau menanyakan alasan Minho dan Minhee pergi dr rumah waktu itu. Minhee pun nyeritain semua tentang perlakuan ibu tirinya. Denger hal itu, tanpa pikir panjang appanya langsung mengajukan tuntutan cerai pada istrinya. Dengan begitu, Minhee bisa hidup tenang bareng appanya. Sementara itu hubungan Minhee dan Key tetap berjalan seusai insiden itu. Jonghyun pun sekarang seolah jadi pengganti Minho. Dia ngerasa berhutang besar pd Minhio yg rela menukar nyawa demi menyelamatkannya. Jonghyun janji bakal jagain Minhee sama seperti Minho menjaganya dulu.

Disamping itu, Taemin dan Yongri yg punya persamaan nasib mutusin buat jadian. Sayangnya, mereka juga ambil keputusan buat ngelanjutin kuliah di Australia selama beberapa tahun kedepan. Entah apa yg mendasari keputusan mereka, yang jelas itu bikin yg lain merasa kehilangan atas kepergian mereka.

Sore itu, Jaerin ziarah ke makam Minho. Ditaruhnya sebuket bunga mawar diatas makam namja yang hingga saat ini masih dicintainya.

“Eoddeohkae nal dugo ddeonani, oppa?”gumam Jaerin. Angin lembut berhembus meniup rerumputan. Jaerin memejamkan matanya.

“Mianhae, neo honja ireohkae bonaeseo.”bisik suara yg gak asing ditelinga Jaerin.

“Minho?”Jaerin membuka matanya. Gak ada apapun disekelilingnya selain batu nisan yg terjajar rapi. Mungkin suara Minho yg didengar Jaerin barusan hanya wujud dar irasa kangennya yang terlampau besar. Tapi, suara itu terasa begitu nyata.

“Saranghae, haneulosodo haengbokhaejwo. Keu goseseo gidryeojwo, naega gal ddaekkajiman.”ucap Jaerin. Seperginya Jaerin, bayangan Minho muncul, memandangi ceweknya yg menjauh. Minho menatap buket mawar yg ditaruh Jaerin..

“Neo hanaman gidarijanha.”ucapnya. Abis itu perlahan bayangan Minho bener-bener menghilang. Meski alamnya udah beda ama Jaerin, Minho yakin, suatu saat mereka pasti dipertemukan lagi.

THE END..

. nb : eotteokhae.. apakah aku kembali mbuat FF geje ?? jhongmal mianhae..*bow*

comment yah, chingu..  yg pedes sekalian aku terima kog.. kamsahamnida

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

9 thoughts on “Don’t Leave Me, Oppa ! – Part 1”

  1. Aaaaaa
    Parahparahhhhh
    Appanya keyy
    Segitu dendamnya
    Key aja udah mau maafin appanya jong
    Akhirnya minho kan yang kena
    Jongkey jagain minhee ya
    Daebak daebak!!

  2. yah kenapa jadi minho yang kena tembakannya appanya key? -_-
    padahal minho kan ga salah hua aku ga terima minho mati hiks *lebayhehe
    tapi ceritanya keren u,u

  3. yaaa appa key parah !!!!! bener2 parah … ajib bgt, dendam ape segitunya !!!!
    jdi minho yg kena kan …
    eh author… aku gx ngerti bhsa koreanya ,,, tuh…… kasih tau ya…. biar lebih jelas lagi … ok ….

    di kirain part satu itu bukan oneshott ….
    ini msih ad lanjutannya ???
    tapi tulisannya the end … terus bacaannya juga 2shott
    yg bener yg mna … ngebingungin … tolong jelasin ya thor …

  4. Minho baik banget aaaaaa!
    Loh katanya itu part 1, kok udah the end?
    Sedih banget minhonya matiiii
    Minho daebak(Y)
    Baik bangetttt

  5. appa key suetreeeessss ><
    minho,pahlawab dah dia~
    tp ksian jg itu sm minhee!
    untung ada key,trus jonghyun jg bagus'y udh sadar tu.
    yorin sm taem jadian?hehe,baguslah x)
    nice ff!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s