FAITHFUL

Title : Faithful

Main Cast : Kim SeRa,Kim KiBum,Lee JinKi

Length : OneShot

Genre : Romance,Sad

Author : Oki a.k.a woo~minki

A/N : Masih inget sama LOVE IN THE BUS? Aku kan pernah bilang kalau aku gak bisa nerusin Love in the bus bagian Key nya. Nah.. Sebagai gantinya aku publish ff Oneshot yang gak jelas begini.

Note : Jangan ada yang bingung yya jika baca ff ini. Aku aja yang bikin bingung. Hahaha.. Lia,setelah berbulan-bulan akhirnya aku bisa melunasi hutangku padamu. Maaf jika ff ini amat sangat mengecewakan.

Keterangan :

= = = : ganti latar

* * * : ganti hari,bulan maupun tahun

& & & : Flashback

Faithful


Apakah kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu,setiap hari aku selalu merindukanmu. Menunggu kedatanganmu yang akan menjemputku,menepati janjimu padaku. Sebelum kau pergi,kau bilang padaku.

“Jagi,walaupun kita terpisah. Aku pasti akan selalu merindukanmu. Saat aku kembali nanti,aku akan menepati janjiku yaitu menikahimu. Menikahi gadis yang aku cinta”

Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku,kata-kata itu yang selalu menguatkan aku. Aku selalu merasa ingin mundur,dan pergi.. Tapi setiap aku mengingat kata-kata yang kau ucapkan,aku selalu berusaha tegar. Menahan diriku untuk tidak pergi.

Kim Ki Bum.. Sebenarnya,kemana dirimu selama ini? Kenapa kau tidak memberi kabar padaku? Apakah aku sudah tidak berarti lagi untukmu?

+ + +

“SeRa-ya.. Sampai kapan kau akan menunggu Ki Bum? ” tanya ommaku.

”Aku akan selalu menunggunya omma. Tidak peduli berapa lama dia pergi ke Amerika untuk menuntut ilmu. Aku akan selalu menunggunya”

Kim KiBum,namja yang aku cintai. Meninggalkan aku ke Amerika untuk meneruskan kuliahnya disana. Dulu,aku sempat tidak menyetujuinya karena aku melihat keinginan yang kuat dari sorot matanya akhirnya aku mengijinkannya. Tapi bukankah kesabaran seseorang ada batasnya?

+  +  +

Januari,2007

”SeRa-ya,ayolah.. Aku mohon,ijinkan aku untuk menerima beasiswa ini. Ini merupakan kesempatan yang langka. Semua orang pasti ingin sekali meneruskan kuliahnya disana. Apakah aku tidak boleh?”

KiBum atau aku selalu memanggilnya Key,mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliahnya di Harvard Universty of America. Apakah aku bahagia? Ya,aku bahagia. Aku bahagia karena ia bisa mewujudkan impiannya,tetapi aku juga sedih. Aku tidak tau berapa lama dia akan berada disana. Aku ingin menolaknya,tapi aku tak sanggup saat melihat sorot matanya yang begitu bersemangat.

”Baiklah aku mengizinkanmu” kataku pada akhirnya.

Dan dia,dia langsung memelukku. Memberikan kecupan hangat di keningku.

”Gomawo telah mengizinkanKu. Aku pasti tidak akan mengecewakanmu”

* * *

Febuari 2007

Hari ini,Ki Bum berangkat ke Amerika. Aku dan keluarganya serta keluargaku pergi ke bandara,untuk mengantarkan kepergiannya. Aku ingin menangis,aku tidak rela melepasnya pergi,tetapi aku telah berjanji pada diriku untuk kuat dan untuk tidak menangis. Dengan segenap hatiku,aku akan merelakannya pergi untuk sesuatu yang ingin dia gapai.

KiBum sedang berpelukan dengan kedua orang tuanya,ibunya menangis dengan kencang dan KiBum hanya bisa mengusap pelan punggung ibunya. Ayahnya,memeluk bahu KiBum sembari memberikan sedikit wejangan sebelum KiBum pergi. Aku hanya bisa melihat pertunjukkan yang mengharukan ini sambil menahan air mataku agar tidak tumpah. Aku tidak mau menjadi beban baginya.

KiBum menghampiriku dan memelukku,akupun membalas pelukannya. Ini adalah pelukan perpisahan sebelum dia pergi,aku pasti akan merindukan pelukannya. Pelukan hangat dan sayang dari namja yang sangat aku cintai.

”Gomawo telah mengizinkanku. Aku tidak akan mengecewakanmu” katanya yang masih memelukku. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.

Dia melepas pelukannya dan berkata. ”Berjanjilah padaku.” katanya. ”Berjanjilah padaku,untuk setia menungguku. Berjanjilah padaku untuk tetap ada untukku.”

”Aku janji. Tapi kau juga harus janji” kataku.

”Apa itu?”

”Kau harus janji jangan lupa untuk menghubungiku. Jangan lupa untuk memberi kabar padaku,jangan lupa kalau di Seoul kau masih mempunyai yeojachingu yaitu aku. Jangan cari yeojachingu di Amerika sana.” kataku dan dia hanya terkekeh pelan.

”Ne,aku janji” katanya.

Pengumuman tentang keberangkatan pesawat KiBum telah terdengar. Kami berpelukan lagi,dia mencium keningku lembut seraya berkata “Jagi,walaupun kita terpisah. Aku pasti akan selalu merindukanmu. Saat aku kembali nanti,aku akan menepati janjiku yaitu menikahimu. Menikahi gadis yang aku cinta”

* * *

Maret 2007

Sudah sebulan KiBum pergi meninggalkan aku. Kami masih sering berhubungan lewat e-mail maupun surat. KiBum selalu menceritakan semua yang terjadi di sana. Dia bahkan berjanji padaku,akan membawaku ke Amerika.

Apakah kau bahagia disana? Jika kau bahagia,aku akan bahagia. Walaupun aku merasa sesak dan sulit untuk bernafas karena kau jauh dariku.

September,2007

Sudah 7 bulan KiBum tidak mengirimiku kabar. Sebenarnya,apa yang terjadi padanya? Aku merasa sangat khawatir. Kenapa dengannya? Apakah dia sedang sibuk hingga tidak sempat untuk mengirimiku kabar. Aku sangat khawatir.

Desember,2007

Haaah,,aku lega. Ternyata KiBum benar-benar sibuk makannya dia tidak sempat membalas e-mailku. Sebuah e-mail darinya saja,sudah mampu membuatku jingkrak-jingkrak tidak jelas. Bagaimana jika dia yang datang ke rumahku? Pasti,aku akan mati kesenangan.

Jagi,,,mianhae baru sempat membalas e-mailmu. Haaaah,,,aku benar-benar lelah. Biasanya jika aku lelah,kau akan membuatkan aku samgyetang. Tapi di sini tidak ada yang membuatkannya untukku. Aku merindukan masakannmu jagi. Ahh…tapi yang paling aku rindukan adalah dirimu. Aku rindu untuk mencubit pipimu yang chubby itu. Aku rindu dengan suara cemprengmu yang selalu memarahiku ketika aku lupa untuk menjemputmu. Jagi,apakah kau baik-baik saja? Aku benar-benar merindukanmu. Apakah kau menepati janjimu? Aku selalu berusaha untuk menepati janjiku,walau harus ku akui gadis di Amerika sangatlah cantik.kekeke.. Tapi tenang.. aku selalu mengingatmu,hanya ada dirimu di dalam hatiku.. Jagi,,tugasku banyak yang belum aku selesaikan. Mianhae,jika aku jarang sekali mengirimimu e-mail. Mianhae jika kau membalas e-mailku ini,belum tentu aku dapat membalasnya. Mianhae,,… Saranghaeyo Kim SeRa.

Satu paragraph e-mail darinya,mampu membuatku menangis sekaligus tertawa. Namja babo,aku akan selalu menepati janjiku.

Akupun membalas e-mailnya.

Kim Ki Bum,aku sangat merindukanmu. Haaah,,pipiku sudah tidak chubby lagi. Berat badanku turun karena aku sedang sakit. Haaah,,kapan kau akan kembali? Aku benar-benar merindukanmu. Heii,,harusnya aku yang bertanya padamu,apakah kau menepati janjimu? Aku selalu menepati janjiku untuk setia padamu. Saranghaeyo Kim KiBum. Aku akan selalu menunggumu.

* * *

Febuari 2008

Hari ini tepat satu tahun KiBum meninggalkan aku. Sepertinya KiBum benar-benar sibuk,sehingga tidak mampu membalasas e-mailku. Aku selalu mengiriminya e-mail tapi tidak pernah di balas.

Mulai dari e-mail sepele hingga e-mail tentang kedua orangtuaku yang memaksa diriku untuk melupakannya.

KiBum-ah,,kau dimana? Kenapa tak membalas e-mailku? Apakah kau sangat sibuk sehingga tidak mampu membalas e-mailku? KiBum-ah,bagaimana ini? Kedua orangtuaku memaksaku untuk meninggalkanmu,tapi aku selalu menolaknya. Aku tidak mungkin mengingkari janjiku padamu. KiBum-ah,jika sempat tolong balas e-mailku. Aku benar-benar membutuhkanmu.

Maret 2008

Eomma benar-benar keras kepala,sudah sering aku menolak ajakannya untuk mengikuti pertemuannya bersama teman-teman arisannya. Eomma tetep keukeuh memaksa aku untuk meninggalkan KiBum dan mencari namja lain yang lebih baik dari KiBum.

“Aku tidak akan meninggalkan KiBum,aku sudah berjanji padanya untuk setia padanya. Aku mohon,eomma mengerti” teriakku.

“Kau lihat keadaanmu,hah.. Sekarang kau kurus,kau seperti mayat hidup. Apa yang kau tunggu dari KiBum,hah? Percuma kau menepati janjimu,jika dia tidak menepati janjinya padamu. Lebih baik terima usulan eomma jika tidak,aku akan menghapus namamu dari daftar keluarga”

KiBum-ah,,aku kembali bertengkar dengan eomma. Kali ini eomma memaksaku untuk melupakanmu. Apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar bingung. Disatu sisi,aku tidak mau mengecewakan eomma tapi disisi lain aku masih menunggumu. Aku masih menepati janjiku,tapi apakah kau menepati janjimu padaku? Aku harap kau menepati janjimu padaku. Saranghaeyo Kim KiBum.

Juni,2008

Eomma berhasil menyeretku untuk ikut dengannya. Eomma tetap teguh pada pendiriannya menyuruhku untuk meninggalkan KiBum dan mengenalkanku pada anak-anak teman eomma.

Cafe Lachata. Eomma,mengajakku ke cafe lachata tempat dimana eomma telah berjanji pada temannya. Saat masuk ke cafe,kami berdua disambut dengan ramah oleh para pelayan yang ada.

”Silahkan,nyonya Lee telah menunggu anda ” kata seorang pelayan. Aku dan eomma mengikuti pelayan itu di belakang. Rasanya aku ingin kabur dan berlari.

Ternyata teman eomma telah tiba duluan,wajahnya benar-benar menampakkan keramahan tidak seperti eommaku yang kadang-kadang bisa berubah menjadi evil. Oopss,,sepertinya jika eomma mendengarnya,aku akan digantung di tiang bendera.

”Ah,MinJae ternyata kau telah datang. Ayo silahkan duduk” kata ahjumma itu mempersilahkan kami duduk. Aku dan eomma duduk berdampingan di kursi. Eomma duduk berhadapan dengan Lee Ahjumma sedangkan aku duduk berhadapan dengan seorang namja yang tidak aku kenal. Dari wajahnya,dia cukup tampan. Memiliki lekuk wajah yang sangat indaah.

”Apakah kau yang bernama SeRa? Wuaah,,ternyata kau benar-benar cantik ya” kata Lee ahjumma. Akupun hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

”SeRa-ya,kenalkan ini anak Lee Ahjumma. Namanya Lee JinKi” kata eomma sambil menunjuk anak dari Lee Ahjumma yang sedari tadi hanya diam.

”Annyeong Kim SeRa imnida. Bangaseupmnida JinK-ssi” kataku mengulurkan tangan.

”Ne,Lee JinKi imnida” katanya membalas jabatan tanganku. Hangat,tangannya sungguh hangat. Tapi bukan tangan ini yang aku mau,bukan tangan ini yang ingin aku genggam tapi aku ingin sekali menggenggam tangan KiBum.

”Waaah.. Lihat,sepertinya mereka berdua sangatlah cocok” kata Lee ahjumma diikuti dengan tawa renyah dari eomma. Aku langsung melepaskan jabatan tanganku.

= = =

Aku sudah tiba di rumah,sepanjang perjalanan pulang. Eomma selalu membahas tentang Lee JinKi. Eomma menggembar-gemborkan tentang perjodohan antara aku dan JinKi. Haaah,,andai kau disini KiBum.

”Sudahlah,,lebih baik kau menurut pada eomma. Eomma tidak akan mengecewakan anak kesayangan eomma. Lebih baik kau mengikutinya saja. Baik-baiklah pada JinKi.” kata eomma mengingatkan aku.

Ternyata pertemuan tadi siang,membahas tentang pertunanganku dengan JinKi. Aku ingin marah pada eomma. Tapi aku tidak mau dibilang anak durhaka. Andai KiBum ada disini.

Keyaaa… Hhhh… sepertinya aku sudah lama tidak memanggilmu dengan sebutan itu,kan? Aku benar-benar merindukanmu keya.. Keyaa,,tadi aku bertemu dengan anak dari teman eomma. Wajahnya cukup tampan tapi bagiku kau lebih tampan darinya. Tangannya saat menjabat tanganku sangatlah hangat dan lembut,tapi kehangatan itu tidak dapat menjalar hingga ke hatiku karena hanya dirimu yang bisa membuat hatiku yang beku dan dingin menjadi hangat. Keyyaa,,aku merasa marah pada eomma. Ternyata pertemuanku dengan anak teman eomma itu tadi sekalian membahas tentang pertunangan kami. Aku ingin menolaknya Keyaa,tapi aku tidak mau dianggap anak durhaka oleh eomma. Keyya… Sekali-kali sempatkanlah untuk membalas e-mail dariku. Aku selalu menunggu balasan darimu.

* * *

September,2008

Sudah tiga bulan aku mengenal Lee JinKi. Aku merasa nyaman saat berada di sampingnya,aku merasa nyaman saat dia bercerita padaku. Aku merasakan nyaman saat dia menghapus air mataku. Aku merasa aman dan tenang.. tapi aku merasa takut. Aku merasa takut tidak dapat menepati janjiku.

Kadang timbul perasaan untuk melupakan KiBum dan beralih pada JinKi. Tapi aku tidak bisa,sungguh aku tidak bisa. Memang aku merasa aman,nyaman dan tenang,tapi bukan JinKi orangnya yang aku mau. Aku mau KiBum,aku mau KiBum yang ada disisiku.

Aku dan JinKi sedang berjalan-jalan di sebuah taman yang terletak cukup jauh dari kota Seoul. Kami berencana untuk berpiknik bersama. Aku sudah menyiapkan berbagai peralatan dan bermacam-macam makanan.

”Apa kau tidak lelah?” tanyanya. Kami –aku dan JinKi- duduk di sebuah rerumputan beralaskan  tikar yang aku bawa dari rumah.

”Lelah untuk?” tanyaku balik

”Lelah untuk menunggu KiBum. Jika boleh aku  jujur,aku sangat lelah saat harus melihatmu menangisi KiBum. Aku lelah saat kau bercerita tentang KiBum. Aku merasa iri setiap melihat matamu yang berbinar saat bercerita tentang KiBum. Apakah,aku tidak pernah ada di matamu dan hatimu? Apakah tidak ada tempat di hatimu yang bisa aku singgahi?”

”Mianhae JinKi-ssi,,mianhae..” kataku bercucuran air mata. JinKi langsung menaruh kepalaku di dada.

”Izinkan aku untuk mengisi hatimu yang kosong SeRa-ssi”

= = =

Aku telah sampai rumah.. Selama perjalanan tadi,aku dan JinKi sama-sama terdiam. Aku tidak berani untuk memulai pembicaraan. Aku takut,yya aku takut.

Keya… Apakah kau tidak akan pernah membalas e-mailku? Apakah kau tidak mau membalas e-mailku lagi? Apakah aku mengganggumu? Apakah aku sebuah benalu bagimu? Keyaa… jawab aku.. Hh,,,sepertinya percuma jika aku memintamu untuk membalas e-mailku. Keya,,sepertinya ini akan menjadi e-mail terakhir yang aku kirim padamu. keya,,aku telah memutuskannya. Aku akan mengizinkan JinKi mengisi relung hatiku yang telah kau tinggalkan. Mianhae,mianhae aku tidak bisa menepati janjiku padamu untuk setia menunggumu. Tapi kau harus tau,hanya dirimu yang ada di hatiku. Aku tidak akan melupakanmu Keya. Maafkan aku.. Saranghaeyo Kim KiBum.

* * *

Desember,2008

Malam ini adalah malam natal,malam natal yang aku lalui tanpa KiBum untuk kedua kalinya. Tapi malam ini berbeda,jika tahun lalu aku menghabiskan malam natal sendirian,malam ini aku menghabiskan malam natalku bersama JinKi. JinKi,megajakku ke sungai Han untuk melihat pesta kembang api.

KiBum,apa yang sedang kau lakukan disana? Dengan siapa kau menghabiskan malam natalmu? Aku ingin sekali menghabiskan malam natalku bersamamu,tapi kau malah tidak ada.

”SeRa-ya,,apa yang kau pikirkan?” tanya JinKi menyadarkanku dari lamunanku.

”Anni,aku tidak berpikir apa-apa oppa.” kataku mengelak. JinKi oppa. Aku memanggilnya oppa,saat bersama KiBum aku tidak pernah mau memanggilnya oppa,walaupun umurnya 1 tahun lebih tua dariku tapi aku tidak mau memanggilnya oppa.

& & & & &

”Panggil aku oppa” pintanya saat itu.

”Anni,aku tidak mau” kataku lagi. Sedari tadi,ia selalu merengek padaku untuk memanggilnya oppa tapi aku tidak mau.

”Waeyo? Apakah kau tidak menyayangiku? Apakah kau tidak mencintaiku?” katanya merajuk. Wajahnya sangat lucu.

”Aku tidak mau memanggilmu oppa,menurutku itu sangatlah pasaran. Seorang yeoja memanggil namjachingunya dengan nama oppa itu sangat pasaran tidak kereeen” kataku.

”Lalu kau akan memanggilku apa?” tanyanya.

”Key.. Aku akan memanggilmu Key,karena kau adalah kunci hatiku. Hanya dirimu yang mampu membuka hatiku”

&  & &

= = =

”Lihat.. Kembang apinya sangat indah” kata JinKi oppa sambil menunjuk langit yang telah berhiaskan kembang api.

”Ne,sangat indaaah.” kataku menyetujuinya.

JinKi oppa membalikkan badanku menghadap dirinya.

”Aku tau,aku belum bisa mengisi hatimu. Tapi aku akan selalu berusaha untuk membuka hatimu. Dan aku akan memastikan hanya diriku yang ada dihatimu” kata JinKi oppa lalu mengecup keningku.

* * *

Febuari,2009

Ini adalah tahun kedua dimana aku menjalani hari-hariku tanpa KiBum. Ingin rasanya mengiriminya sebuah e-mail dan ingin rasanya mengecek e-mailku,tapi aku telah berjanji untuk tidak akan membukanya. Aku takut jika harus menelan sebuah kepahitan jika KiBum tidak membalas e-mailku.

Saat ini,aku dan JinKi pergi ke sebuah butik untuk mencari baju pengantin kami. Ya,aku telah memutuskan untuk menikah dengan JinKi. Apakah aku jahat padanya? Ya,aku merasa sangat jahat padanya karena belum bisa membalas perasaannya,tapi hanya dengan cara ini aku bisa membahagiakan eomma dan sedikit demi sedikit melupakan KiBum.

Kami telah selesai fitting baju dan kami memilih untuk pulang ke rumahku. JinKi oppa mengantarku dengan mobil porschenya,selama perjalanan aku selalu melihatnya tersenyum. Apakah dia begitu bahagia? Kami telah tiba di rumahku,aku telah menawarkan JinKi oppa untuk bertemu dengan eomma,tapi dia menolaknya dengan alasan ada urusan dengan kantornya. Aku tidak bisa memaksanya.

”Hati-hati yya oppa” kataku setelah turun dari mobilnya. Aku menunggu mobilnya menghilang dari jangkauanku. Aku membalikkan badanku berniat untuk masuk ke dalam rumah,tapi suara seseorang menahanku.

”Sera-ya..” kata seseorang. Suara ini,suara yang sangat aku rindukan. Suara ini merupakan suara seseorang yang sejak dulu aku nanti kedatangannya. Aku meneruskan langkahku,tapi sebuah tangan menahanku memutar badanku dan memelukku dengan erat.

”Sera-ya.. Kenapa? Kenapa kau tidak mengirimiku e-mail lagi? Taukah kau,aku sangat cemas,taukah kau jika aku sakit saat tidak membaca e-mail darimu?” katanya. Aku melepaskan pelukanku.

”KEMANA? KEMANA KAU SELAMA INI,HUH? TIDAK PERNAH MEMBALAS E-MAILKU. APAKAH KAU SANGAT SIBUK?” teriakku tak terasa air mata ini tumpah. Aku tidak tau,apakah ini merupakan air mata kebahagiaan atau apa. Bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengan KiBum tapi aku sedih kenapa dia baru datang di saat aku telah merencanakan masa depanku?

”Mianhae.. Mianhae.. Aku mohon dengarkan aku dulu”

”Hanya kata maaf yang bisa kau ucapkan,hah? Kau tahu? Aku tersiksa sangat tersiksa saat dirimu tidak pernah mengirimiku kabar. Aku sangat tersiksa saat harus menghadapi kenyataan bahwa kau tidak ada disampingku. Aku sangat tersiksa. Apa kau tahu itu? Setiap hari aku mengirimimu sebuah e-mail dengan harapan kau akan membalasnya. Tapi apa,TAPI APA? Kau sama sekali tidak pernah membalas e-mailku.”

”Aku selalu berusaha untuk bertahan KiBum,aku selalu berusaha untuk setia menunggumu. Aku selalu bersabar menantimu,menanti kabarmu tapi kesabaranku sudah habis. Aku akan menikah dengan anak teman eomma. Aku harap kau akan datang” kataku lalu mengeluarkan sebuah undangan dari dalam tasku lalu berbalik meninggalkannya.

Mianhae KiBum-ah,,aku sangat jahat. Aku sangat jahat.

* * *

April,2009

Hari ini merupakan hari yang sangat sakral. Dimana aku akan dipersunting oleh JinKi oppa. Apakah aku bahagia? Tidak,aku tidak bahagia. Aku merasa tidak pantas untuk menjadi pendampingnya. Aku merasa tidak pantas jika harus berdiri berdampingan di altar bersamanya mengucap janji sehidup semati.

Aku telah selesai dirias,ternyata gaun yang dipilihkan oleh JinKi oppa sangat cocok untukku. Pintu kamar rias terbuka dan nampaklah seorang namja yang sejak dulu sangat aku cintai. Air mataku tumpah.

”Kenapa kau menangis? Bukankah seharusnya kau bahagia?” tanyanya yang saat ini telah berdiri dihadapnku.

”Kau tahu? Bukan hanya dirimu yang tersiksa,aku juga sangat tersiksa. Maksud hatiku tidak membalas e-mailmu hanya ingin memberi kejutan padamu. Kau tau? Aku telah lulus dengan nilai terbaik. Apakah aku mengecewakanmu?” tanyanya. Aku hanya bisa diam dan diam.

”Maaf jika telah membuatmu tersiksa,maaf jika aku belum bisa menepati janjiku untuk menikahimu karena aku telah keduluan dengan orang lain. Aku akan duduk di kursi paling depan,aku ada disana untukmu” katanya mengusap pipiku,menghapus air mataku lalu mengecup bibirku lembut.

”Aku harap kau bahagia” katanya meninggalkanku.

= = =

Saat ini,aku telah berdiri di samping JinKi,berdiri di altar yang suci untuk mengucapkan kalimat sehidup semati.

”Lee JinKi,apakah kau bersedia menikah dengan Kim SeRa,mendampinginya hingga akhir hayat memisahkan kalian?” tanya sang pastur. JinKi oppa tak kunjung menjawabnya. Aku melirik JinKi oppa,sepertinya dia sedang berpikir sesuatu.

”Mianhae.. ” katanya lalu berbalik menghadap tamu undangan. ”Seharusnya ada orang yang lebih pantas untuk berdiri disini. Seharusnya,bukan aku yang berdiri disini. Ada orang yang lebih pantas tapi itu bukan aku.” katanya lalu berbalik menghadap ke arah diriku.

”Terimakasih selama ini kau telah menemaniku,mengizinkan aku untuk mengisi hatimu walau aku tau,aku tidak pernah ada di hatimu. Tapi aku sangat merasa bahagia saat bersamamu” katanya mengecup keningku.

Dia berbalik lalu berjalan ke arah kedua orang tuanya,aku dapat melihat raut kekecewaan dari kedua orang tuanya tapi kedua orang tua JinKi oppa tersenyum seraya memeluknya. Wajah kedua orangtuaku memancarkan kebingungan dengan keputusan JinKi oppa. JinKi oppa terlihat berbicara pada kedua orang tuaku. Lalu dia berjalan menghampiri seseorang.

”SeRa-ya,harusnya dia yang berdiri disana. Biarkan dia yang menggantikan aku” katanya lalu mendorong KiBum. KiBum nampak kebingungan tapi dengan langkah yang mantap dia menghampiriku yang masih berdiri di altar.

”Baiklah,apakah aku dapat meneruskannya?” tanya pastur itu lagi. Kami berdua mengangguk bersamaan.

”Kim KiBum,apakah kau bersedia menikah dengan Kim SeRa,mendampinginya hingga akhir hayat memisahkan kalian?” tanya pastur  itu. ”Ne,saya bersedia”

”Kim SeRa,apakah kau bersedia menikah dengan Kim KiBum,mendampinginya hingga akhir hayat memisahkan kalian?”

”Saya bersedia” kataku mantap. KiBum memutar badanku menghadap dirinya,membuka cadar yang menutupi wajahku dan mencium bibirku lembut.

Kisah penantianku telah berakhir membahagiakan. Penantian yang aku lalui selama ini tidak pernah sia-sia.

# # #

JinKi POV

Apakah aku telah berbuat suatu hal yang baik? Haah,,aku merasa menjadi malaikat saat ini. SeRa,aku harap kau bisa bahagia dengan KiBum. Karena hanya cara itu yang mampu membuatmu bahagia. Aku akan bahagia asal kau bahagia. Terimakasih selama ini kau telah mengizinkanku untuk mengisi hatimu,walaupun aku tahu sedetikpun aku tidak pernah ada di hatimu. Terimakasih untuk segalanya.

THE END

AKHIRNYA SELESAI JUGA.. HUTANGKU TELAH LUNAS PADA LIAA.. HAHA

MAAF KALAU INI JELEK DAN MENGECEWAKAN. KAYAKNYA AKU GAGAL LAGI YAA?? MAAFIN BANGET YYAA.

PS : Gimana?? Gimana?? Mengecewakan yya??? Hahaha.. Maaf-maaf kalau mengecewakan dan maaf kalau idenya ini terkesan pasaran karena aku lagi mampet ide. Ahh… Aku mau hiatus puanjaaang banget sampe aku dapet Universitas. Doain Aku masuk UI yya atau gak UNSOED jurusan akuntansi. hahaha.. Jangan kangen sama aku yya?? Bye..Bye..

~NOW OKI HIATUS ~


28 thoughts on “FAITHFUL”

  1. krenn bgt FFnya…!
    aq suka bgt jlan ceritax !!
    aq suka Endingnya..tp aq jg kasian sama jinki,cintax bertepuk sbelah tangan ,

  2. keren …. berhasil buat aku kaget pas sie sera mau nikah sama jinki
    hwaa akhir yg bahagia…

    jinki oppa tenang ajh msih byk yeoja disini .. termasuk onnie lana . tuh …
    *pletakk, * mianhae bawa2 admin .. heheheh

    jalan ceritanya bgus, gx begitu rumit ..

  3. jinki oppa.. sama aku aja ><
    hatiku selalu terbuka untukmu
    *gombal apadeh*
    bagus kok.. kerasa emosinya.
    cuma kurang panjangan dikit kkk~
    overall.. daebak!!

  4. Haaaaa
    Cinta banget sama jinki
    Baik banget
    Padahal awalnya udah pasrah
    Mana kibum berdiri di barisan paling depan
    Pasti nyesek banget
    Kalo ngeliat jinki yang nikah
    Daebakkkk!!!

  5. pas part nikah uda ketebak endingnya hehe
    tp aku beneran ganyangka kalo sera bakal ninggalin key *inget janji ser :p* tp akhirnya happy end kok yey!
    sabar ya jinki, kamu uda ngelakuin kebaikan besar :p
    keep fighting oki, selamat datang di dunia kampus *belooom* 😀

  6. ga gagal ko,bagus chingu-ya!
    mksud’y key gitu toh,tp malah bikin sera sdih tu jd’y,ckck.

    hhh,jinki,bnr2 dsni kya malaikat!hehehe xp

    nice ff chingu!
    hwaiting ne!moga bs masuk k’univ yg chingu pgn!

  7. keren banget ffnya
    tapi sedih pas bagian kibum ga bales e-mail dari sera padahal sera lagi butuh banget

  8. Wuaaaw.. Keren banget bo’! Sumpe…
    Krn aku cinta mati dan paling mengidolakan Onew d SHINee, aku rada kecewa jg nih klo idolaku d giniin.. Kan menyedihkan endingnya ~!! tpi mau gimana lg?! Sera dan key udah janjian, lagian mereka cocok jg (dr pd ama onew). Ya udaah, terima apa adanya aja!! Lee Jinki! Bareng aku aja yaaa..? XD

  9. Hwaaa !!~ Onew ku yg suci baik bgt …
    Rela memberikan cintanya agar org lain bahagia … ckckc #cium onew
    Hha , Unyu , kmu itu hanya pantes sma Sooyoung . Jangan sma org lain . Ingat itu . sama Sooyoung *ngancem unyu pke sapu lidi* Aku menagih janjimu chagi~ #apasih ? jdi ngelantur .

    Onew ku yg suci :*

  10. endingnya tak disangka, akhirnya kibum sama sera
    kasian jinki oppa, kalo gitu jinki buat aku aja *bawa kabur jinki* #dziig-dziig*dikroyok MVPs*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s