Doger In Love

AUTHOR: RoomofSHINee

CAST : Adinda and Kim Jonghyun

GENRE:ROMANCE, Parental Guidance

LENGTH: One Shot

Maaf ini FF pertama kami. ENJOY ! 🙂


Adinda POV”HAHAHA!”

Tawaku sudah tak tertahankan lagi. Dasar aku ini memang tidak hebat dalam bersandiwara. Pura-pura ngambek dengan Jonghyun saja sudah tidak tahan -,- huh sebal. Ya aku memang pura-pura marah kepadanya karna dia ingkar janji ingin metraktirku es doger.

“Princess, maaf ya. Aku kehabisan uang sangu nih” katanya merayuku.

“Dasar kau! Pokonya kamu harus nraktir aku hari ini. Kan memang jatahmu!” Jawabku yang masih pura-pura ngambek.

“Besok saja lah aku traktir dua kali bagaimana? Ayolah jangan marah.” Oh no! Dia mulai mengeluarkan puppy eyes nya >.<

“Kau ini! Lucu banget sih. Aku ga bakalan pernah marah sama pacarku sendiri ko.” Jawabku tersenyum.

“Benarkah? Terimakasih ya! Kau memang pacar terbaiku.” Tiba-tiba ia langsung menggendongku.

“Hey! Ingat banyak orang disini Jonghyun, kita juga masih pakai seragam sekolah!” Bentakku padanya.

“Yah jagi~ cuma sebentar saja ko.” Lalu dia menurunkanku dan langsung memelukku.

“Aigoo~ Liat orang-orang mulai memperhatikan kita Jonghyun.” Dia tidak memedulikanya dan masih memelukku.

“Kumohon jangan lepaskan dulu, aku rindu padamu.” Bisiknya lembut padaku.

Ia mulai menyandarkan dagunya di pundaku. Aku pun juga mulai tenggelam dalam pelukanya, tak kupedulikan orang-orang di sekitarku yang mulai mengira kami melakukan hal mesum.

Tak lama kemudian iya melepaskan pelukanya dan mengajakku untuk pulang bersama.

“Pulanglah bersamaku!” Ucapnya bersemangat.

“Biar kuantar kau pulang sampai depan rumahmu.” Lanjutnya.

“Ya Jonghyun~ ayolah kalo begitu.” Langsung kugandeng tanganya dan 5 menit kemudian kami sudah berboncengan mesra.

FLASHBACK«
Jonghyun POV

“Pah, kenapa kita harus pindah sih?” Tanyaku kepada appa.

“Jonghyun ah~ appa kan memang ditugaskan untuk pindah kesana.” Jawab appa.

“Ya bukan itu maksud Jonghyun pah. Kenapa mesti ke Balikpapan? Kenapa ga ke Jakarta atau Bali?” Tanyaku dengan wajah kesal.

“Jonghyun ah~..” Appa memegang pundakku dan menatapku dalam.

“Appa yakin kamu akan senang disana, kamu sudah besar Jonghyun. Sudah 2 SMP, Korea sudah tidak aman. Jadi appa sengaja minta ke kantor appa supaya memindahkan kita ke Indonesia.” Kata appa serius dan mulai merangkul ku.

“Iya appa, Jonghyun mengerti.” Aku langsung memutarkan badan dan kembali ke kamarku.
******
“Jonghyun ayo cepat. 30 menit lagi kita harus sudah masuk pesawat!” Teriak umma-ku dari lantai bawah.

“Iya umma. Tunggu sebentar.” Aku masih menyisir rambutku dan memandangi seluruh isi ruangan. Ya aku tidak akan melihat ruangan ini lagi selamanya.

Cepat-cepat aku menghapus air mataku dan cepat-cepat juga aku menuruni tangga.

“Jonghyun ayo cepat.” Umma langsung menggandeng tanganku dan berlari menuju mobil. Ternyata appaku sudah ada di mobil duluan.

“Ayo jalan pak.” Kata appaku ke supir taksi tersebut.
******
“Bagi para penumpang yang akan mengadakan penerbangan ke Indonesia, silahkan melewati gate A2. Pintu akan ditutup 5 menit lagi.”

Suara pengumuman keberangkatan itu sungguh menggangguku. Aku disini bersama umma dan appaku tercinta yang sedang terburu-buru menuju gate A2. Airport ramai sekali hari ini.

“Byebye Seoul, byebye Korea. Aku akan kembali lagi.” Ucapku lirih ketika aku akan memasuki pintu pesawat.

Pesawat ini cukup besar dan sangat padat, untung appa memesan kursi eksekutif untuk kami. Ya karna kelas bisnis sudah sangat ramai dan berdesakan.

Aku duduk di sebelah umma, dekat dengan jendela. Ya dari dulu aku memang sangat suka duduk di dekat jendela. Entah mengapa.

“Jonghyun, kau tidak apa-apa kan?” Tanya umma-ku khawatir dan langsung memegang dahi ku.

“Ne umma, aku baik-baik saja.” Jawabku sambil tersenyum.

“BYE SEOUL!” Ucapku sekali lagi dalam hati. Aku harap aku bisa kembali kesini lagi.
******
Setelah 8 jam perjalanan aku hanya tertidur pulas, ya kali ini aku sungguh lelah. Kuharap dirumah baru kami, appa sudah menyiapkan kasur karna aku masih ingin melanjutkan tidurku.

“Mulai sekarang belajarlah bahasa Indonesia yaa.” Kata appa menjelaskan.

“Iya appa, aku ngantuk. Aku tidur lagi ya.” Jawabku lemas.

“Iya yeobo, biarkanlah dia istirahat dulu.” Umma-ku membela.

Appa-ku hanya bisa menurutiku dan setelah 1 jam perjalanan di mobil akhirnya aku dan keluargaku sampai dirumah baru kami.

“Besar sekali rumahnya appa.” Kata umma-ku yang sepertinya terkejut.

“Anio umma, ini memang sudah standar kantor. Jadi terpaksa kita harus menerimanya.”

“Kita kan hanya bertiga pa? Apa kalau aku sekolah umma tidak kesepian dirumah yang sebesar ini?” Tanyaku pada appa.

Umma langsung memeluk dan mengacak-ngacak rambutku.

“Ne ne Jonghyun anakku yang bawel..” Jawab appa menggodaku.

“Makanya kau cepat-cepatlah punya istri biar umma ada yang menemani.” Kata appa-ku sambil tertawa.

“Mwo? Aku masih 2 SMP appa.”

“HAHA!” Appa dan umma-ku tertawa. Ya akhirnya aku juga jadi ikut tertawa.

Setelah sampai di depan pintu rumah baru kami, appa langsung membukanya dan ternyata semua isinya sudah lengkap. Ada sofa, tv, rak buku, dan banyak lainya. WAW! Ini sangat berbeda dengan rumah lamaku di Korea.

“Pah, nama komplek perumahan kita ini apa?” Tanyaku pada appa.

“Balikpapan Baru, hmm bagaimana rumahnya? Kau suka?” Kata appa-ku memastikan.

“Ne ne, rumahnya mewah sekali appa.”

“Terima sajalah Jonghyun.” Kata appa sambil menepuk pundakku.

Aku pun tersenyum kecil. Umma?! Dimana umma-ku?!

“Umma?!” Dimana umma, sahutku dalam hati.

“Ne Jonghyun, ada apa? Kamarmu sudah bisa ditiduri diatas. Ayo umma antar.” Fiuh itu umma, terimakasih umma.
******
“Terimakasih ya umma. Umma cepat tidur, beres-beresnya besok pagi saja. Jonghyun tidak mau nanti umma sakit.” Kataku khawatir. Umma mengangguk iya, menyelimutiku dan mematikan lampu kamarku dan berjalan keluar.

“Tidur yang nyenyak ya Jonghyun.” Kata umma berbisik dari kejauhan.

Tak sampai 5 menit aku sudah sampai di alam bawah sadarku. Yap, alam mimpi.
******
“HOAM!” Aku sudah bangun, bangun lebih awal dari umma dan appa-ku. Tak apalah, aku rasa mereka lebih lelah daripada aku. Biarkan mereka tidur dulu.

Segera aku menuju kamar mandi. Mencuci muka dan menggosok gigiku. Berganti pakaian dan kuputuskan untuk berkeliling sebentar pagi itu. Aku harus memiliki teman hari ini! Ucapku kekeuh dalam hati.

Kubuka pintu rumah perlahan-lahan agar umma dan appa-ku tidak terbangun.

Aku memulai jalan pagiku dengan menyusuri komplek depan, sepi sekali. Apa belum ada yang bangun? Padahal sudah jam 6 begini.

Aku mulai menyusuri jalan dengan memperhatikan sekelilingku. LIHAT! Ada seorang yeoja disana. Anio anio Jonghyun, kau sudah di Indonesia. Gunakan bahasa Indonesiamu. Ya bahasa Indonesiaku memang sudah cukup fasih.

Aku memberanikan diri untuk menyapa gadis yang sepertinya seumuran denganku tersebut. Kebetulan ia sedang beristirahat dan ia sepertinya sedang memakan sesuatu. AIGO! Aku lapar sekali!

“Selamat pagi..” Sapaku memberanikan diri.

Yeoja itu menoleh dan AIGO! Cantik sekali dia! Ia menoleh kepadaku lalu tersenyum lebar.

“Selamat pagi.” Sapanya ramah. Lucu sekali senyumnya, ketika ia tersenyum matanya yang bulat langsung berubah menjadi garis lurus yang berpotongan dengan sumbu y dan x (?)

“TAK!” Yeoja itu menjentik-jentikan jarinya didepan wajahku, tidak! Aku terlalu banyak melamun tadi. Jonghyun PABO!

“Kamu gapapa?” Tanya gadis itu padaku. Sepertinya ia khawatir padaku kekekeke ;P

“Aku gapapa hehe aku hanya lapar.” Jawabku reflek.

“Hmm kalau begitu kita makan bareng saja, ini nasi kuningku kebanyakan.” Katanya sambil menyodorkan tempat makan miliknya. Nasi kuning? Makanan apa itu?

“Tidak usah, aku bisa kembali kerumah lagi untuk makan.”

“Sudah jangan sungkan, ini makan saja. Apa mau ku suapi?”

Belum sempat aku menjawab sesendok nasi itu sudah ia jejalkan kedalam mulutku, aku menoleh dan ia tersenyum padaku.

“Enak?” Katanya memastikan.

Aku hanya mengangguk dan mengunyah nasi kuning ini. Ternyata lezat sekali rasanya.

“Sepertinya kamu memang kelaparan ya haha.” Katanya tertawa. Lihat matanya menghilang lagi! Aigo lucunya.

“Iya aku memang dari tadi malam belum sempat makan.”

“Kasian.” Jawabnya sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Oiya, aku harus pulang nih. Semoga kita bisa bertemu lagi. Bawa saja nasi kuningnya hehe.” Ia lalu melambaikan tangan dan lari sekuat tenaga kembali kerumahnya.

Aku ingin sekali menahanya. NEH! Siapa namanya! PABO JONGHYUN! Kau bahkan lupa menanyakan namanya. Grr!

Aku berjalan kembali untuk pulang kerumah, dan tiba-tiba didepan gerbang sudah ada appa yang menyambutku dengan ekspresi marah diwajahnya.

“Habis darimana? Itu makanan siapa? Dapat darimana?” Appa mulai menjejalkan ku dengan berbagai macam pertanyaan.

“Mianhae appa.. Jeongmal mianhae..”

“Kita sudah di Indonesia, gunakan bahasa Indonesiamu Jonghyun” bentak appa ku.

“Maaf appa, Jonghyun sangat minta maaf. Aku hanya habis berjalan-jalan dan mendapat nasi kuning ini dari seorang gadis.”

“Gadis?” Appa-ku mengerutkan alisnya.

“Cantik?” Lalu appa-ku tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku.

“Kau hanya pura-pura marah appa?” Tanyaku kesal.

“Iya Jonghyun, appa senang kamu mau berkenalan dengan tetangga baru kita.” Kata appa-ku sambil tersenyum dan mengajakku masuk.

“Appa! Aku sudah keringat dingin tau.” Kesal sekali aku, pagi-pagi sudah dikerjain appa-ku.

“Iya iya maafkan appa. Oiya Jonghyun, besok kau sudah mulai masuk sekolah loh.”

“Mwo? Sekolah? Aku sekolah dimana pa?” Tanyaku kaget.

“Di SMP 1, itu standar internasional dan katanya itu SMP terbagus di kota ini.” Kata appa meyakinkanku.

“Aku sudah tidak sabar pa.”

“Iya appa tau, ayo sarapan. Umma sudah menunggumu daritadi.”

Sesampainya di meja makan aku segera meminta maaf ke umma, lalu kami bertiga pun memulai sarapan kami.
******
Sebelum tidur seperti biasa aku mengecek handphone ku terlebih dahulu. Hmm sepi sekali, tidak ada satupun sms masuk -,-

Aku pun mulai menutupi seluruh badanku dan mulai memejamkan mata. 5 menit kemudian aku sudah tiba di alam mimpi.
******
“Jonghyun cepat sarapan!” Teriak umma-ku dari bawah.

“Iya umma sebentar.”

Aku bergegas mengambil tas dan sepatuku lalu berlari ke meja makan. Selagi umma menyiapkan makanan aku buru-buru memakai sepatuku.

15 menit kemudian aku dan appa sudah bersiap-siap untuk berangkat. Lalu aku berpamitan kepada umma. Appa dan aku menuju mobil. Appa melaju dengan kecepatan konstan dan tak sampai 30 menit aku sudah berada di gerbang sekolah baruku.

“Jonghyun ah~..” Kata appa-ku.

“Jaga diri baik-baik, cari teman yang banyak dan jangan nakal yaa.”

“Iya appa. Aku pergi dulu ya.” Setelah berpamitan aku langsung bergegas masuk ke sekolah.

Kulangkahkan kakiku dengan pasti. Semua orang disekitarku menatapku dengan pandangan heran. Ya mungkin karna aku bukan orang Indonesia.

Ada sekumpulan gadis-gadis yang senyam-senyum padaku sedari tadi. Dan ada juga segerombolan lelaki berbadan besar menatapku heran. Blah apa-apaan sih mereka ini. Sahutku dalam hati.

Kata appa kelasku berada di lantai paling atas, kalau tidak salah VIII SBI 3 namanya. Nah itu dia gedungnya, aku pun langsung menuju kelantai atas. Kulihat papan di atas pintu menunjukkan kelas VIII SBI 3. Kuambil nafas lalu memasuki ruang kelasku.

Oops! Ternyata sudah ada guru di dalam kelas itu. Aku kembali memundurkan langkahku tapi guru itu memanggilku..

“Kamu Jonghyun yaa?” Tanyanya ramah padaku.

“Ii-yya-bbu..” Jawabku dengan nada yang sedikit bergetar.

“Masuklah, perkenalkan dirimu.”

“Baik bu.”

Aku pun mulai memperkenalkan diri.

“Selamat pagi semua..”

“PAGI !” Jawab seisi kelas.

“Perkenalkan, nama saya Kim Jonghyun. Saya baru saja pindah dari Seoul kemarin. Saya lahir tanggal 8 April 1997. Ada yang mau ditanyakan?”

Semua diam dan hening.

“Perkenalan yang bagus Jonghyun. Kau bisa duduk di samping Adinda”

“Baik bu. Terimakasih.”

Adinda POV

“…ada yang mau ditanyakan?” Tanyanya pada seisi kelas.

Sebenarnya aku ingin bertanya. Tapi aku malu. PABO DINDA! Hmm ternyata namanya Jonghyun. Baguslah~

AIGO! Dia kan cowo yang pernah kutemui dan kusuapi di komplek itu -,-
Dan sekarang dia duduk disampingku. Tuhan! Kenapa kau pasangakan aku dengan lelaki tampan seperti dia? Terimakasih Tuhan!

Ia berjalan kearahku, lalu meletakkan tasnya dan duduk disebelahku. Hmm sepertinya ia tak menyadari kalau ia pernah bertemu denganku sebelumnya.

Jonghyun POV

AIGO! Itu kan yeoja, oops itu kan gadis yang pernah menyuapiku itu. Kenapa dia bisa berada disini?! TUHAN! Aku terlalu lemas untuk bisa duduk sampingnya.

Aku beranikan diri. Aku berjalan, menaruh tasku lebih dahulu lalu duduk disampingnya. Ia terlihat biasa saja, apa dia lupa kalau kami bertemu kemarin? AIGO! Kakiku lemas sekali.

“Kamu yang kemarin itu ya?” Tanyaku memberanikan diri.

“Kamu masih ingat rupanya? Iya perkenalkan namaku Adinda.” Sambil mengulurkan tanganya padaku. Ternyata dia ramah sekali, lihat senyumnya. AIGO! Lucu sekali dia.

“Perkenalkan juga, aku Jonghyun.” Jawabku sambil menerima uluran tanganya juga. Omoo~ kami berpegangan tangan.

Terimakasih Tuhan.
******
“The time is 9.30. Its breaking-time.”

“Ini waktunya istirahat.” Kata Dinda memberitahuku.

Kulihat anak-anak sudah berhamburan keluar tak terkecuali Dinda.

“Jonghyun. Aku istirahat dulu ya.” Ia melambaikan tanganya padaku dan langsung menghilang didepan kelas.

Jangan tinggalkan aku~ AIGO! Aku hanya kenal dia disini.

“BRAK!” Tiba-tiba ada segerombol anak laki-laki mendatangi mejaku.

Satunya berbadan sangat tinggi, satunya bermata sipit, satu lagi berukuran sedang dan berambut pirang dan satu lagi berbibir sensual (?)

“Heh! Anak baru ya?!” Sahut si tinggi.

“Iya, emangnya kenapa? Kau ada perlu?” Jawabku santai.

“Eh anak baru udah belagu lo!” Bentak si mata sipit.

“Aku ga belagu, aku cuma berusaha ngajak kenalan.”

“Ohyaa, sebelumnya kenalin dulu nih. Nama gw Minho. Ketua kelas disini. Kalo lo ada apa-apa panggil aja gw.” Jawab si badan tinggi.

“Buset dah boss udah kaya ibu peri aja lo!” Sahut si bibir sensual.

“Heh diem lo!” Kata Minho.

“Terus yang ini, ini, ini siapa?” Tanyaku sambil menunjuk kearah si sipit, si bibir sensual dan si pirang.

“Kenalin, gw Jinki. Lo bisa panggil gw Onew” Kata si sipit.

“Aku Taemin, senang bisa berkenalan.” Jawab si pirang ramah.

“Dan aku Kibum. Panggil saja aku Key” Jawab si bibir sensual.

“Kau bisa panggil kami kalau kau butuh.” sahut Minho sambil menepuk pundakku dan bergegas pergi bersama ketiga kawanya.

“Terimakasih!” Sahutku pada Minho.

Aku lalu kembali duduk dan memandang seisi kelas. Huff~ bete.

Adinda POV

Aku pergi meninggalkan nya sendirian di kelas, kuharap Minho and the gang tidak menggangunya.

“DOR!” Jessica menganggetkanku dari belakang.

“Hmm, apasih?” Jawabku kesal.

“Kamu ko tumben sih diem aja? Apa lagi mikirin si Jonghyun itu yaa?”

“Hah ga ah, biasa aja.” Neh! Aku tidak pandai berbohong.

“Gausah bohong Dinda, tuh liat pipi langsung merah. HAHA!” Jessica tertawa diikuti juga dengan teman-temanku yang lain.

“Dinda. Dia ganteng ko. Wajar kalo kamu naksir.” Sambung Tiffany.

“Tuh, Tiffany aja bilang ganteng woo.”

“Iyaiya, ayo cari tempat keburu penuh kantinya.” Jawabku mengalihkan topik permbicaraan.

“NGALIHIN TOPIK !!!” Jawab teman-temanku serentak -_-
******
Bel masukan sudah berbunyi, aku dan teman-temanku segera berlari menuju kelasku yang terletak dilantai 3.

Fiuhh~ belum ada guru ternyata. Segera aku duduk di mejaku dan mempersiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya.

“Dinda~..” Jonghyun menepuk pundakku.

“Mwo?!” Aku kaget, benar-benar kaget.

“Maaf maaf, aku hanya bosan.” Katanya lemas.

“Kau tidak usah bosan, kan ada aku hehehe.”

“Hehe, terimakasih yaa.” Dia lalu tersenyum padaku. MANISNYA !

“Hmm, bagaimana sebagai tanda perkenalanku kamu kutraktir es doger nanti pulangan?” Tanyaku padanya.

“Mwo? Es doger? Apa itu?”

“Makanya tunggu saja nanti ya pulangan.”

Semoga dia senang dengan tawaranku ini. Katakku dalam hati.

Jonghyun POV

“Mwo? Es doger? Apa itu?” Tanyaku heran, makanan apa lagi itu -,-

“Makanya tunggu saja nanti pulangan.”

Yap! Pasti aku akan menunggu dengan senang hati.
******
“Jonghyun! Ayo cepat! Udah pulangan nih.” Ia menarikku dan buru-buru mengajakku keluar kelas.

“Tunggu dong!”

“Sica, Fanny semuanya aku duluan.” Ia menarik tanganku lalu kami berduasegera buru-buru menuruni tangga.

“Kenapa mesti buru-buru sih?” Tanyaku padanya.

“Aku kan sudah janji mau nraktir kamu doger, kamu mau kehabisan?”

“Lagian aku juga gatau doger itu apaan!”

“Makanya sekarang dicobain.” Dasar Dinda!

Tak lama kemudian aku dan Dinda sudah ada di depan gerobak doger.

“Pak, dogernya dua ya. Kaya biasa.”

“Kamu jangan khawatir, sudah kupesankan ko.” Dia masih memegang tanganku. Kenapa rasanya berbeda ya? Hmm -_-

“Nih satu kamu, satu aku. Kita duduk situ yuk.” Ajaknya.

“Makanya gimana nih?” Tanyaku bingung.

“Ya tinggal dimasukkin ke mulut lah, gini nih.” Dinda lalu memasukkan sesendok es dogernya ke mulutnya. Oh begitu toh. Lalu aku mencobanya. Hmm~ rasanya enak, manis.

“Gimana enak?” Tanya Dinda.

“Ne ne, gomawo Dinda.”

“Choenmayo Jonghyun” hah?! Dia bisa bahasa korea juga.

“Kau bisa bahasa korea din?” Tanyaku penasaran.

“Bisa tapi cuma dikiiit hehe” lucu sekali mukanya.

“Waktu itu kan kamu pernah nyuapin aku, sekarang aku yang nyuapin kamu ya.” Jonghyun! Berani sekali kau!

“Ha?” Tanyanya bingung.

“Ayo buka mulutmu.”

Ia membuka mulutnya dan aku menyuapinya, kulihat orang-orang disekitar kami sedang memperhatikanku dan Dinda. Terserah apa kata mereka.

Doger ini manis, semanis kamu Dinda. Kataku dalam hati. Dan aku pun tersenyum.

Doger kami berdua sudah habis. Dan appa-ku belum datang juga. Untung ada Dinda yang masih menemaniku disini.

“Eh aku udah dijemput nih Jong.” Katanya sambil menepuk pundakku.

“Jangan, aku disini sama siapa?” Kukeluarkan jurus puppy eyes-ku HAHAHA.

“Maaf tapi aku harus pulang. Sampai jumpa besok yaa.” Ia berlalu dan tersenyum padaku. SIAL! Jurus puppy eyes-ku tidak mempan.

Dari kejauhan kulihat ia melambaikan tanganya, namun aku hanya tersenyum pahit.

Adinda POV

“Jangan~ aku sama siapa?” Lihat puppy eyes nya Tuhan!

“Maaf aku harus pulang. Sampai jumpa besok yaa.” Jawabku dengan berat hati.

Aku berlalu sambil tersenyum padanya. Namun dia hanya membalas dengan senyuman pahit.

Ketika aku sudah diatas motor aku melambaikan tangan. Tetapi ia hanya membalas dengan tatapan dingin dan senyum pahit. Maafkan aku Jonghyun~

Jonghyun POV

“Bagaimana sekolahmu hari ini?”
Tanya appa-ku

“Aku ditraktir doger oleh seorang gadis pa, doger itu manis. Seperti gadis itu..” Oops! Aku keceplosan.

“HAHA! Kau jatuh cinta ya?” Goda appa-ku.

“Aino aino, tidak appa. Dia hanya temanku.” Jawabku mengelak.

“Iyaiya, umma-mu mesti tau ini haha.” Appa masih tertawa.

“Yasudah sekarang lebih baik kamu tidur, supaya nanti malem ga ngantuk belajarnya.”

“Iya, Jonghyun tidur dulu ya appa.”

Lalu aku berlari menuju kamarku. Membuka seragam sekolahku, membasuh mukaku lalu pergi tidur. Hari yang melelahkan.
******
Aku tidak konsen belajar malam ini, lebih baik aku main dengan hp-ku sajalah.

Aku lalu duduk di tepi kasur sambil melihat layar handphone-ku. Dinda sedang apa ya sekarang? Besok aku akan menraktirnya es doger ah.

Adinda POV

Pelajaran fisika ini sungguh tidak masuk di otakku~ ya mungkin karna keadaanku yang belum benar-benar sembuh. Sekarang kepalaku benar-benar pusing, badanku lemas dan sepertinya aku demam lagi.

Hmm. Aku menghempaskan badanku ke kasur, kupegang dan ku utak-atik isi handphone-ku. Hmm, Jonghyun sedang apa ya sekarang? Apa besok aku traktir dia doger lagi?

Gatau deh, aku ingin pergi tidur sekarang. Semoga besok aku bisa bertemu denganya.

Jonghyun POV

Tumben dinda belum datang jam segini, kemarin ia datang lebih dulu daripada aku. Kemana ya dia?

Aku berjalan menuju meja Minho.

“Minho, Dinda ga masuk ya?” Tanyaku yang masih berdiri.

“Iya, penyakitnya kambuh lagi.”

Penyakit? Penyakit apa? Tanyaku dalam hati.

“Dia sakit apa memang? Sudah dari kapan?” Aku memutuskan untuk duduk dibangku yang ada di depan Minho.

“Ginjal.”

“Serius?!” Aku langsung berdiri dan memukul meja Minho.

“Iya, apa kamu mau kuantar kerumahnya nanti pulangan?”

“Iyaiya aku mau! Terimakasih ya ketua kelas.” Lalu aku berlalu sambil menepuk pundaknya.
******
Akhirnya lonceng tanda pulangan berbunyi, aku dan Minho segera bergegas keluar kelas.

“Kita naik apa?” Tanyaku pada Minho.

“Angkot saja, lebih cepat.” Jawab Minho.

Kami berdua pun bergegas mencari angkot. Singkat cerita, 15 menit kemudian kami sudah tiba didepan rumah Dinda.

“Jonghyun, kamu masuk sendiri saja ya. Aku ada latian basket sebentar lagi.”

“Iya, terimakasih ya ketua kelas.”

Minho pun kembali dan aku masih berdiri diluar menyiapkan mental untuk masuk kerumah Dinda.

Kuketuk pintunya, dan yang membukakan dalah adiknya.

“Temenya kak Dinda ya? Ayo saya antar ke kamarnya.” Jawab anak kecil ini.

“Terimakasih dik.” Aku dan adiknya lalu segera menuju kamar Dinda. Sesampainya di depan pintu kamar aku ditinggal oleh adiknya dan aku masuk sendirian.

Perlahan kubuka pintunya, dan kulihat Dinda. Wajah dan bibirnya pucat sekali, kenapa Dinda-ku Tuhan? Jangan ambil dia.

Kupegang tanganya, kugenggam. Dan aku berbisik padanya ,”Jeongmal saranghaeyo Dinda..”

Tak ada jawaban darinya.

Dan sampai aku mendengar suara parau ,”Nado.. Nado saranghaeyo Jonghyun”

Itu! Itu suara Dinda. Kulihat matanya masih tertutup, kembali kugenggam tanganya dan berkata ,”Would you be mine?”

“I’m yours..” Jawabnya lirih. Kupeluk dirinya dan kukecup keningnya.

Aku sudah cinta padamu semenjak kau menunjukan senyummu Dinda.
******
“Apa?! Dinda kritis?!” Sontak aku terbangun dari kursiku.

“Iya, pulangan kau bisa segera ke rumah sakit.” Jawab ketua kelas.

“Gomawo Minho.”

Dinda kritis? Tuhan, apa lagi yang terjadi? Jangan ambil dia dariku Tuhan. Aku ingin ia bersamaku selamanya.
*******
“Permisi sus, dimana ya kamarnya Adinda Putri?” Tanyaku pada suster penjaga tersebut.

“Di kamar 105 dek.”

“Terimakasih sus.”

Aku bergegas menuju lift dan langsung berlari ketika pintu lift terbuka. Ini dia, 105.

Kubuka pintunya perlahan-lahan, itu Dinda. Aku lalu duduk disampingnya. Ia masih tertidur pulas, jangan tidur selamanya Dinda. Aku ,”Jeongmal Saranghaeyo..”

Jawab Dinda! “JEONGMAL SARANGHAE!”

“Bangun Dinda! Jangan bercanda.”
Aku hampir menangis, air mata sudah membendung di pelupuk mataku. Jangan pergi Dinda.

“Aino Jonghyun, aku disini. Nado.. Saranghae..” Lirih Dinda.

Ia bangun.
******
“Syukurlah kamu sudah baikan, besok masuk sekolah yaa? Kita beli doger lagi.” Tanyaku pada yeojachingu-ku yang bawel ini HAHA.

“iya, kamu yang traktir aku yaa jelek.”

“Jelek-jelek suka juga :p” rayuku padanya.

“Iyaiya, sudah dulu ya. Sampai jumpa besok. Saranghae.”

“Nado jeongmal saranghae Dinda.. Bye.”

Tut..tut..tut..

FLASHBACK END«
Jonghyun POV

Iya inilah aku dan Dinda sekarang, menjalani hari-hari bersama dan cinta kami bersemi setiap kami saling bersuapan es doger. Doger itu manis, dingin diluar tapi manis didalam 🙂

“Jeongmal saranghae Dinda..”

“Nado jeongmal saranghae Jonghyun.”

“Yaa, sudah sampai dirumahmu putri cantikku” jawabku sambil menggodanya.

“Terimakasih pangeran-ku” jawabnya tersenyum sambil bergaya ala putri-putri kerajaan. HAHA

Aku pun turun dari motorku dan langsung memeluknya.

“Eits! Lepas-lepas!” Ia memukul mukul lenganku. Tidak akan kulepaskan Dinda.

“Eh.. Lepas Jong…”

CUP! Aku mencium bibirnya. Ia terdiam namun masih saja meronta dalam pelukanku. Tapi kemudian ia terdiam dan balas memelukku.

Ia melepaskan bibirnya perlahan dari kecupanku.

“Aino aino Jonghyun.” Katanya sambil menggoyang-goyangakn jari telunjuknya.

“Mwo? Apa mau kucium lagi?” Godaku pelan.

“Ah sudah, aku banyak PR nih. Sampai jumpa besok yaa.” Ia lalu mencium kedua pipiku dan bergegas masuk kerumah.

She will be my first and last kiss. Bisikku dalam hati dan kembali menaikki motorku dan bergegas pulang.

Adinda POV

Jonghyun! Kau first kiss-ku ! Ku harap kau bakal jadi yang terakhir juga.

-THE END-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Doger In Love”

  1. first? oke (?)
    itu jjong masi smp? omaigat, aku kira uda sma, pantes kesannya imut gitu *kicked*
    agak bingung sama alurnya *reader babo* but it’s ok kok (ngerti sendiri)
    ini ff debut ya? uda bagus kok ini 🙂
    keep fighting and share us more 😀

  2. keren …..
    kira aku doger2 apaan ??? taunya es doger toh ….
    oh iya kurang rada lengkap, …
    tapi segini untuk ff pertama, daebak bgt !!! keren2…..

    di tungggu ff yg laennya ya ……

  3. MUAHAHAHAHAHAHA XD
    awal baca judul’y bikin ngakak dah!aigoo~

    jjong jd anak SMP?hihi xp
    cocok dah!imut’y dapat ><

    nice bgt!aq jd kangen masa SMA,hehe xp

  4. ***gubrakkkk!!!!
    nie ff sokil bangeddh..hehehe
    dr judulnya ntu lhoh….indonesia bangedhhh…hahahahahay 😀
    daebakk thorr!!!

  5. kereen…. Kereen…..
    Lucu,,,, ngakak pas Jjong belum kenalan sama Minho and the gank (?)….. Si ‘tinggi’, si ‘sipit’, si ‘pirang yg ramah’, si ‘bibir sensual’…… Jjong ngasih gelar (?) seenak jidat.a aja…..
    *di tabok Blingers*
    Xixixixixixixixixi……..:P
    rajin2 buat ff kayak gini thooorrr….:P

  6. hahaha, ga ngangka ada ff jjong di balikpapan. smp 1 pula!
    jadi pengen beneran jjong ke bppn, terus yg jadi ceweknya aku :p

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s