IF TOMORROW NEVER COMES

IF TOMORROW NEVER COMES

Title: if tomorrow never comes

Author: chota aka vita J

Main cast: kim kibum and hyo yoo

Support cast: eddie, shinee and seon hyo

Genre: romance and life

Length: one shoot

Rating: general

A.N : halo…halo…ff ini aku pake lagunya ronan keating judulnya if tomorrow never comes. Kesalahanku adalah membuat ff ini baru mencari lagunya. Jadi kalo lagu sama jalan ceritanya agak ga nyambung maafkan saya. Don’t forget I need your oxygen J

Hyoyoo POV

Drap..drap..drap… aku berlari ke lantai yang paling tinggi di gedung ini.

hup!  Aku benarkan gitar yang sedang kubawa supaya tidak jatuh saat ku berlari.

“hosh..hosh…hosh… akhirnya sampai juga.”. ya sekarang jam tanganku menunjukan pukul  18.00. seperti biasanya aku mengeluarkan gitarku dari tas dan mengambil beberapa kertas yang ada didalamnya. Aku mulai memetik gitarku dan mulai menyanyikan lagu yang sudah kutulis diatas kertas ini.

Setelah aku selesai menyanyikan lagu itu, aku kembali memasukkan gitarku ke dalam tas dan menuju ke tepi gedung. Kertas yang berisikan text laguku,ku lipat menjadi sebuah pesawat dan kuterbangkannya di angkasa. Ya itulah rutinitasku sehari-hari. Setiap aku selesai menciptakan sebuah lagu pasti akan kuterbangkan ke angkasa. Entah apa yang sedang kucari.

“besok akan kuciptakan lagu yang lebih bagus dari ini!” kataku sambil tersenyum sendu.

Key POV

PLUK!!

“aduh! Apaan nih? Sebuah pesawat? Lagi? ini sudah kelima kalinya aku terkena pesawat kertas. Hyung!!!” aku memanggil jinki hyung ada diasrama.

“wae?” jinki menatapku jengkel. Aku segera menyerahkan pesawat kertas itu padanya.

“lagi hyung. Dan dijam yang sama. Kau tau, lama-lama badanku bisa sakit semua terkena pesawat-pesawat itu.”

Kulihat onew hyung membuka pesawat itu dan membaca isinya. Yup! Seperti yang kuduga isinya selalu sama. Text lagu.

“siapa sih hyung yang melakukan ini? Masa dia tidak bangga dengan hasil karyanya sendiri! Padahalkan lagu-lagu yang ia tulis bagus-bagus. Hyung, apa ada nama penciptanya disitu?” tanyaku antusias.

“molla. Tidak ada nama penciptanya. Seperti biasa hanya syair lagu yang ehm… menyayat hati.”

“HYUNG!KEY! kami pulang.”,taemin, minho dan jonghyun hyung baru saja pulang dari jadwal syuting mereka.

“hyung kau sedang apa? Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau sudah memasakkan kami  makanan?”

“YA!!taemin kau membuatku pusing saja. Tidak ada makanan untuk malam ini. Kalian semua makan ramen saja. Dan seduh ramen itu sendiri. ARASO?!” aku pun meninggalkan mereka semua diruang tv. Aku berjalan menuju kamarku. Kubuka laci meja belajarku dan kukeluarkan kertas-kertas yang datang padaku akhir-akhir ini.

“sebenarnya lagu yang kau ciptakan sangat bagus. Siapa sebenarnya kau?” tanyaku penasaraan.

Author POV

“hyung apa yang terjadi pada kibum?”,jonghyun khawatir melihat kibum marah seperti itu.

Onew tidak menjawab pertanyaan jonghyun. Ia hanya menyerahkan kertas yang baru saja diributkan oleh kibum.

“lagu? Key membuat lagu? Bagus sekali liriknya. Tapi kenapa kertasnya lecek begini hyung?”,,Tanya minho

“aish! Itu bukan key yang membuat. Seperti biasa lirik itu berasal dari pesawat kertas yang selalu mengenai key. Tadi lirik itu baru sampai disini. taemin, anakku buatkan appa ramen ya.gomawo taemin”,jawab jinki.

Taemin pun beranjak ke dapur dan mulai menyeduh ramen untuk hyung-hyungnya.minus key.

“padahal lagu yang ia tulis bagus sekali. Tapi kenapa ia selalu membuangnya begitu saja? Sayang sekali. Hyung apakah lagu ini boleh kita hak patenkan? Aku ingin menyanyikannya.” Kata jonghyun

“sepertinya tidak bisa hyung. Karena harus ada izin dari penciptanya. Sedangkan kita tidak tau siapa penciptanya.” Jawab minho.

“ramen matang. Ayo kita makan!”,taemin menyediakan ramen dan sumpit untuk hyung-hyungnya.

Mereka langsung berlari ke dapur dan menyantap ramennya. Dalam sekejap mereka sudah lupa dengan pencipta lagu itu.

Hyoyoo POV

“aku pulang.”. aku melihat rumah sepi sekali. Seperti biasa selalu sepi. Seperti tidak ada kehidupan disini. aku masuk kekamarku. Meletakkan gitarku dan segera ganti baju dan mandi. Setelah itu aku segera pergi ke rumah seonhyo.

“seonhyo annyong.”

“hyoyoo. Masuklah. Apa kau akan menginap lagi disini?”

“mungkin. Aku tidak tau. Dirumah sangat sepi. Aku tidak betah disana.”. semenjak kepergian haraboji , kehidupan berubah drastis. Hanya kesepian yang kurasakan. Terlalu banyak kenangan manis yang ada di rumah itu. Makanya aku malas sekali untuk pulang. Tapi aku juga tidak bisa terus-menerus menginap di rumah seon hyo.

“apa kau tadi habis melakukan rutinitasmu? Sampai kapan kau membuang-buang hasil karyamu sendiri ?”

Selalu ini yng diucapkan seonhyo setiap aku melakukan rutinitasku. “ya. Tadi aku baru saja menerbangkannya di tempat biasa. Aku selalu berharap apa yang kutulis itu bisa sampai ke haraboji dan eonni. Entah sampai kapan aku akan melakukan itu. Tapi yang jelas kau taukan? Selama ini aku bermusik hanya demi haraboji dan eonni. Sekarang mereka sudah tidak ada. Jadi untuk apa lagi aku bermusik? Tidak akan ada yang mendengarkan karyaku. Hanya haraboji, eddie dan kau yang selalu mendengarkan dan menghargai hasil karyaku.”

Kulihat seonhyo hanya menggelengkan kepalanya.

“seonhyo aku balik dulu ya! Terima kasih sudah mau memberiku makan dan mendengarkanku.”

Author POV

Hyoyoo pergi meninggalkan rumah seonhyo. Ia berjalan sendirian ditengah malam yang dingin ini.

“aish! Kenapa tadi aku tidak membawa sarung tangan?dingin sekali cuaca malam ini.” Kata hyoyoo sambil terus mengosok-gosokkan kedua tangannya.

saat perjalanan pulang, hyoyoo melihat sebuah taman bermain yang tidak jauh dari rumahnya. Ingatannya pun melambung pada beberapa tahun yang lalu. Tanpa ia sadari kakinya sudah beranjak memasuki taman tersebut. Ia duduk diayunan yang berada di depan kotak pasir.

Ia mulai mengenang masa-masa kecilnya bersama haraboji. Hyoyoo adalah gadis yang tegar. Tapi kalau sudah menyangkut masalah haraboji, ia pasti akan menjadi rapuh. Haraboji satu-satunya keluarga yang sayang padanya dan mau merawatnya. Sebelum dia tinggal bersama haraboji, ia selalu disiksa oleh kedua orangtuanya. Bahkan kakak semata wayangnya pernah bunuh diri gara-gara sudah tidak kuat lagi tinggal dirumah itu. Haraboji yang mengajarkannya bermain musik. Pertama kali hyoyoo diajarkan bermain musik adalah ditaman bermain seperti ini. Haraboji menggambar beberapa not balok di pasir dan menyuruh hyoyoo menebak not-not tersebut.

Key POv

“hyung aku mencari makan diluar ya!” teriakku pada hyungku.

“ya. Hati-hati. Gunakan masker, topi, jaket dan sarungtangan.”, teriak onew hyung.

Aku menuju supermarket yang ada di dekat apartmen kami. Begitu aku pulang, aku melihat ada taman bermain disana.

“ah aku kesana dulu. Menghabiskan kopiku ini. Kalau dibawa ke dorm bisa gawat. Aku hanya beli satu.”

Saat aku masuk ke taman bermain, aku langsung melirik ayunan yang kosong. Aku segera duduk disitu.

“OMO?!”, jeritku kaget. kenapa bisa ada yeoja disini. pikiranku mulai bercampur aduk.

“annyong. Apakah kau yeoja atau ‘yeoja’?” tanyaku takut. Aku mulai gemetar saat itu. Untung kopi yang kubawa tidak tumpah. Tidak ada jawaban dari yeoja itu. Umma…otokhe??

Aku menepuk pundak yeoja itu. Yang kudengar hanya suara isakan darinya. Aduh ini semakin meyakinkanku bahwa ia adalah ‘yeoja’. Aku ingin sekali kabur dari tempat ini, tapi entah mengapa kakiku sama sekali tidak bisa di gerakkan.

Hyoyoo POV

“hiks..hiks..haraboji. tidakkah kau menerima curahan hatiku? Aku mencurahkan semuanya melalui sebuah lagu yang aku buat dan aku selalu mengirimkannya kepadamu. Hikss..hiksss…” isakku.

“annyong. Apakah kau yeoja atau ‘yeoja’?”. Aku seperti mendengar suara seseorang. Ah pasti aku sedang berhalusinasi lagi. tidak mungkin ada orang disini. aku mulai melanjutkan tangisku. Sampai kurasakan sebuah tangan menepuk bahuku.

“KYA!!!!”. Aku sangat kaget dan segera kulayangkan tinjuku pada orang yang menepuk bahuku tadi. Sepertinya orang tersebut bisa menghindari dari tinjuku tadi.

“wow wow..calm down. Huff.. syukurlah ternyata kau yeoja. Apa yang kau lakukan disini? udara malam ini sangat dingin. Kenapa kau tidak balik ke rumahmu? Dimana rumahmu? Biar aku antar.” Ujar namja yang ada didepanku ini. Sekilas aku melihat mukanya. Kulihat ia tersenyum. Deg..deg.. ada apa ini? Aku suka melihat senyum namja ini. Senyum yang sama seperti senyum haraboji.

Cepat-cepat ku tepis tangan namja ini dari bahuku. aku takut air mataku mengalir lagi saat melihat senyum namja ini. “tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Gomawo.” Kubungkukkan badanku padanya dan berlari menuju rumahku.

Key POV

Aku melihat wajahnya sekilas. Tapi tak begitu jelas. Matanya sangat sembab dan hidungnya memerah.mungkin karena kebanyakan menangis. Tapi aku rasa ia terlihat cantik, meskipun tampangnya sedang seperti itu. Oh iya aku lupa.

“hei! Siapa namamu?”.teriakku padanya. Sepertinya ia tidak mendengar pertanyaanku. Karena tidak ada jawaban darinya.

@ larossa negra café

“hey eddie! Buatkan aku oreo frost 1.”

“hey key! Oreo frost as usual. Sendirian?”Tanya eddie padaku. Eddie adalah teman baikku di korea, selain shinee.

“iya sendirian. Aku sedang tidak ada jadwal. Sedangkan yang lain sangat penuh jadwalnya.thanks for oreo frost”

Aku suka sekali datang kesini. Karena café ini bisa dibilang café privat. Yang datang ke café ini sangat sedikit ,jadi aku tidak perlu repot-repot menggunakan perlengkapan menyamar, dan suasana disini sangat cozy. Membuatku nyaman disini. aku membawa minumanku ke tempat yang biasa aku duduki. Aku mulai mengeluarkan 5 kertas yang sudah lusuh. Aku baca satu persatu isi dari kertas itu. Aku tidak pernah bosen untuk membaca isi dari kertas- kertas ini.

Saat aku mulai membaca surat kedua, aku mendengar seorang penyanyi yang sudah mulai bernyanyi. Kubaca kembali isi kertas itu. Tapi suara penyanyi itu lebih menyita perhatiaanku.

“bagus sekali suara penyanyi itu. Dan petikkan gitarnya bagus sekali. Tunggu! Sepertinya aku mengenal suara itu.” Cepat- cepat kudongkakkan kepalaku dan melihat siapa yang menyanyi tadi. Ternyata gadis yang semalam. Segera aku menghampiri eddie.

“eddie siapa penyanyi itu?”,tanyaku tergesa-gesa.

“wowowo..wae key? Namanya hyoyoo.”

“anni. Aku hanya penasaran.”

Aku menunggu café ini tutup. Niatku hanya satu, yaitu berkenalan dengan yeoja itu.

“hai!” sapaku pada yeoja itu. Sepertinya ia agak sedikit kaget.

“nugu?”. Tanya yeoja itu bingung. Aigoo tampangnya lucu sekali. Polos. Ingin aku cubit pipinya.

“kau tidak ingat aku?” yang ditanya hanya menggelengkan kepala.

“kenalkan aku key!” kataku sambil menjulurkan tangan dan tersenyum.

Hyoyoo POV

“OMO?  Kau yang semalam ditaman bermainkan? Aku hyoyoo.” Jawabku sambil menjabat tangannya. Ya tuhan! Aku bertemu lagi dengan orang ini. Terima kasih ya tuhan. Mungkin dia adalah pengganti haraboji.

“syukurlah kau masih mengingatku. Kali ini kau tidak bisa menolakku untuk tidak mengantarkanmu ke rumahmu.”

“tida..” belum selesai aku menjawab, key sudah mengambil gitarku dan menarik tanganku.

“memang kau tidak malu dengan dress seperti itu kau membawa-bawa gitar yang besar ini?”

Oh iya aku baru ingat kalau aku pulang membawa gitar. Dengan penampilan seperti ini aku bisa jadi tontonan yang lain. “ gomawo key-ssi.” Kataku tersenyum. Aduh aku merasakannya lagi. perasaan damai dan seperti tersengat listrik setiap ada key didekatku.

“nah sudah sampai. Ini gitarmu. Permainan gitar dan suaramu sangat bagus. Dan lagu yang kau nyanyikan tadi sepertinya kau belum pernah dengar. Apa itu lagu buatanmu? Apa kau tidak mau menjadi artis?” aku memandang key jengkel. Baru kali ini ada yang mengatakan hal ini padaku.

“aku tidak pernah berniat untuk jadi artis dan aku tidak suka mempertontonkan kemahiran bermusikku pada khalayak banyak. Aku menyanyi di café itu juga karena eddie yang memintanya. Kalau bukan dia, aku tidak akan mau bermusik.”

“apa ada yang salah dengan musikmu?” Tanya key. Sepertinya ia sudah mulai penasaraan. Tapi aku bukan orang yang terbuka. Maka aku tidak akan menceritakan haraboji padanya. Cukup seonhyo dan eddie yang tau.

“sudah malam. Lebih baik kau pulang. Terimakasih telah mengantarku.” Aku masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikannya.

~~~

Drap…drap…drap… aku kembali ke lantai tertinggi yang ada di gedung ini. Kali ini aku tidak akan menyanyikan lagu ini. Karena lagu ini bukanlah lagu yang kutujukkan untuk haraboji. Lagu ini aku tunjukkan pada key. Aku berjalan ke tepi gedung dan menerbangkannya.

Key POV @shinee dorm

“hyung! Lihat ada pesawat kertas lagi.” kata taemin padaku.

Tanpa memperdulikan taemin, akupun langsung berlari ke tempat orang itu berada. Aku sangat penasaran. Siapa orang yang tidak menghargai karyanya sendiri.

“hosh..hosh..hosh… hei..kau..siapa kau yang disana?”. Aish silau sekali matahari terbenam ini. Aku bahkan tidak bisa melihat orang itu.

“key?! Apa yang kau lakukan disini?”. aku membelakakkan mataku. Hyoyoo. Jadi selama ini dia yang selalu membuang-buang hasil ciptaannya sendiri.

“hyoyoo, berhentilah kau berbuat seperti itu.” Kulihat yeoja ini kebingungan dengan kata-kataku. “jangan kau membuang karyamu sendiri. Tidakkah itu hasil karya yang bagus? Kau tahu, selama ini lirik-lirik lagu yang kau terbangkan itu selalu mengenai dormku yang ada disana. Dan tidak pernah lirikmu itu sampai pada haraboji.” Kataku lantang. Kulihat hyoyoo kaget dengan kata-kataku barusan. Mimik mukanya berubah menjadi seseorang yang tak kukenal.

“dengar key! Ini bukan urusanmu. Dan bagaimana kau bisa tau masalahku? Ah.. aku tau pasti kau menanyakannya pada eddie.”

Hyoyoo POV

Kuambil jaketku dan segera aku meninggalkan key yang terus meneriaki namaku. Pikiranku kalut. Aku sangat tidak suka jika kehidupan pribadiku diketahui oleh oranglain. Apalagi dia adalah namja yang kusuka ,kurasa. Aku mulai meneteskan air mataku. Aku pergi ke rumah seonhyo untuk menenangkan diriku. Begitu aku datang kesana, seonhyo bingung melihat keadaanku. Tapi ia tidak menanyakan apa-apa dan terus memelukku yang terus menangis.

“kau tahu kondisimu saat kesini tadi sangat membuatku cemas. Kau sama seperti saat kematian haraboji. Kalut dan tidak bisa didekati. Ada apa denganmu?” Ujar seonhyo padaku.

“jinja? Kau tau key-kan? Namja yang waktu itu aku ceritakan padamu. Sekarang ia tau semua masa laluku yang menyebalkan itu. Kau tau siapa yang memberitaunya? Eddie memberitaukan semuanya. Aku malu seonhyo. Dia namja yang kusuka tapi dia malah mengetahui hal yang aku tidak ingin ia mengetahuinya.” Ujarku berapi-api.

“hyoyoo. Sudah hentikan sikapmu yang seperti ini. Kau harus terbiasa dengan ini semua. Dengarkan aku, bukankah kau tidak ingin menyesal lagi? katakan hal yang ingin kau katakan padanya selagi kau ada dan bisa!”

Kata-kata seonhyo terus terngiang didalam kepalaku. Aku merenung didalam kamarku. Aku tidak ingin menyesal untuk ketiga kalinya. Pertama aku menyesal mengetahui bahwa eonniku harus meninggal dengan cara yang tidak sewajarnya. Bahkan aku belum sempat bilang bahwa aku sayang sekali padanya. Kedua, ini adalah penyesalanku yang sangat dalam, aku harus kehilangan harabojiku. Aku sangat sayang padanya. Dan aku tak mau hal ini terjadi untuk ketiga kalinya. Aku tak mau kehilangan key. Aku sayang padanya. Ia bisa membuatku nyaman seperti yang kurasakan saat bersama haraboji. Dengan segera aku menuju balkon, mengambil gitar, kertas dan pensilku. Setelah beberapa jam aku berkarya, aku mengambil hpku dan langsung menelpon eddie untuk menanyakan no.ponsel key.

~~~

“yobsaeo? Nugu? Ah..hyoyoo. wae? Ne..ne.. chagaman. Aku akan segera kesana.”

Key POV

Hah! Malas sekali. Hari ini aku tidak ada jadwal. Kira-kira hyoyoo lagi apa ya? Aish! Aku kangen sekali ddengannya. Tiba-tiba kurasakan hpku bergetar.

“yobsaeo? Nugu? Ah..hyoyoo. wae? Ne..ne.. chagaman. Aku akan segera kesana.”. segeraku ambil jaketku dan menuju gedung tersebut. Hyoyoo bogoshipo.. kenapa dia menelponku? Apa ada hal yang ingin ia sampaikan padaku.

Saat aku sampai di lantai atas, aku mencari sosok hyoyoo. Tapi aku tak menemukannya sama sekali. Aku mendengar petikan gitar dari tepi gedung ini. Hyoyoo?

Cause I’ve lost loved ones in my life (karna aku telah kehilangan orang terkasih dalam hidupku)

Who never knew how much I love them (yg tak pernah tau betapa mrkku cintai)

Now I live with the regret (kini aku hidup penuh sesal)

That my true feelings for them never were revealed (bahwa perasaanku pd mrk tak pernah terucap)

So I made a promise to myself (maka kuberjanji pd diri sendirr)

To say each day how much she means to me (utk setiap hari kuucapkan betapa berartinya dia bgku)

And avoid that circumstance (dan menghindari keadaan)

Where there’s no second chance to tell her how I feel (dmn tdk ada kesempatan ke2 utk memberitahunya ttg perasaanku)

If tomorrow never comes (jika tdk ada hari esok)

Will she know how much I loved her (akankah ia tau betapa aku mencintainya)

Did I try in everyway to show her everyday (apakah tlah kulakukan sgala cara utk menunjukkan pdnya setiap harinya)

That she’s my only one (bahwa dialah satu-satunya)

And if my time on earth were through (dan jk wktku didunia tlah habis)

And she must face this world without me (dan dia harus menghadapi hdp ini tanpaku)

Is the love I gave her in the past (apakah cinta yg kuberikan pdnya di masa lalu)

Gonna be enough to last (akan trs abadi)

If tomorrow never comes (jk tak ada hari esok)

So tell that someone that you love (maka katakanlah pd org yg kau cintai)

Just what you’re thinking about (apa yg ada dlm pikiranmu)

*ronan keating-if tomorrow never comes. Ps: she/her-nya diganti jadi he/him*

Author POV

“hai key!hehehe.. apa aku terlihat aneh?” Tanya hyoyoo pada key.

“anni. Kenapa tiba-tiba kau menyanyi?” key semakin penasaraan dengan kelakuan hyoyoo.

“ehm.. aku mau minta maaf padamu. Aku sadar bahwa yang kulakukan selama ini salah besar. Aku tak mau menyesal lagi. Aku akan mulai bermusik kembali. Kurasa haraboji akan sangat menyukainya. Hey! Maukah kau mengajarkanku semua tentang music?” Tanyaku terbata-bata.

“tentu saja hyoyoo. Bogoshipo.”.ujar key sambil memeluk hyoyoo.

Hyoyoo POV

“Aku harap kalian setuju dengan keputusanku ini. Eonni, haraboji saranghae. Aku sayang kalian dan bahagialah disana.” Aku menerbangkan lirik terakhirku dari atas gedung ini.

Fin ~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

21 thoughts on “IF TOMORROW NEVER COMES”

  1. Huaaaaaaaa
    Akhirnya sama key
    Kasian banget tapi
    Si key kena pesawat pesawatan mulu
    Dan taeminn anak yang berbakti
    Mau bikinin ramen buat appanya
    Heheheheh

  2. “if tomorrow never come”,kirain sad ending pas bc judulnya,tyt happy ending,kereen…
    daebak… ^^v
    Hebhat bgt y,pesawatnya slalu mendarat d dorm shinee…,
    o y,critanya ada lanjutannya khan?

  3. hiks T.T cemburu menguras sumur.
    Key ajarin aku musik juga, jangan Hyoyoo aja *nendang Hyoyoo /PLAAK
    Vita eonie romantis ya .. hahay !

    excelent !

  4. hwaaa…. romantis…
    kasian key, kena mulu, ahahahah
    taemin anak yang baik, tapi jgn mau lain kali ya… ckckckkc
    aku suka jalan critannya.
    di tunggu karya-karya yang lain ya … 🙂

  5. aigoo,aq kira bakal sad end,soal’y ngeliat dr judul’y sih hehe xp
    lagu’y enakkah?
    aq mau donlod ah,hihi xp

    nice cerita’y,wlopun agak sebel soal’y hyoyoo’y jd nutup diri gitu -_-
    tp baguslah,untung ada key,hehe xp

  6. Ronan Keating…. Kya…. (maaf nggak nyambung).
    Temanya keren.
    Pesawat kertas ya? Kok jadi inget Daesung…, dia juga suka nerbangin pesawat kertas dari dormnya -katanya sih- hehehe….

  7. kasian Key umma kena pesawat2an mulu,,,,,, jdi marah2 gak jelas,,,, n member SHINee yg lain kena imbas.a……=P
    Pertemuan yg unik….
    Awal.a Key ngira Hyo itu hantu iia…??????
    Lagu.a kereeen,,, ff.a juga D A E B A K…..
    Good job thooorrrr…:P
    rajin2 iia buat ff….

  8. Hohoho pikirnya sad end untung dh happy,, end hyohyo snang bner bsa sama key, ntar curhatnya gga lagi pke psawat2 terbang tpi sama key,, nice FF 😀

  9. FF ini Kereeen !
    Tp ttrlalu singkat padat jelas … Sma alur ny trlalu trburu ==’
    Mnurut aku sih.
    Ehehehe.
    Tpii…
    Serius !
    Keren 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s