Of Eternity, Soulmate, and Evocative

Title : Of Eternity, Soulmate, and Evocative

Cast :

Lee Jinki      (SHINee) Kim Ki Bum (Key) (SHINee)

Other Cast :

Choi Minho (SHINee) Lee Taemin (SHINee)

Kim Jonghyun (SHINee) Choi Jinho (Jino) (SM The Ballad)

Jung Jessica (SNSD) Cho Kyuhyun (Super Junior)

Genre : Fantasy,Yaoi,Romance

Rating : PG13

Disclaim : they belong to god, I jut have the plot, the story,and 2min *slap

Ps : Imagine Minho and Taemin at RDD era, Jinki and key at hello era, jonghyun at Lucifer era.Jessica at Hoot. Kyuhyun and Jino at Hot Times.

WARNING! Boy x Boy don’t like?Leave this ff

Berabad-abad mungkin melenium, mereka sudah hadir di dunia ini.

Menjadi salah satu di antara kalian.

Dengan sempurna menyembunyikan diri mereka dari sinar matahari.

Dan dengan sempurna menyembunyikan maksud mereka menjadi salah satu dari kalian.

Satu tujuan mereka di sini.Mereka ingin menjadikan semua manusia di dunia ini menjadi seperti mereka.

Tanpa terkecuali.

Seseorang dengan jas hitamnya berdiri di antara kerumunan orang.

Kali ini, bangsa mereka mengadakan pesta besar besaran.

Mereka telah berhasil menaklukan beberapa orang senat dan petinggi di daerah itu.

Menjadikan mereka semua boneka hidup.

Seseorang itu sedari tadi hanya menghela nafasnya berkali kali.

Mungkin merasa bosan akan pestanya.

‘Nikmati pestanya Jinki’ temannya menepuk keras pundak seseorang bernama Jinki itu.

‘Hem…kucoba, lagipula kau tahu kan Minho, aku benci keramaian’

‘Kalau begitu kita keluar saja’

‘Tunggu, mana Jonghyun?’

‘Tidak tahu…mungkin dengan beberapa wanita’

Setelahnya mereka tertawa kecil.

Bunyi suara berdecit memekakkan telinga mereka.

Seseorang telah berdiri di atas podium, dengan gagahnya laki-laki itu tersenyum.

Membuat beberapa wanita di kelompok mereka berbisik mengaguminya.

‘Dia saudaramu kan Minho?’

Minho memutar bola matanya.

Dia enggan mengakui orang yang ada di tengah podium itu saudaranya.

‘Ukh, yeah, dan jangan tanyakan tentang dia lagi’

Saudara Minho, Jino, mulai berbicara.

‘Kita sudah berjalan terlalu jauh, dan sebentar lagi, keinginan para leluhur kita akan tercapai, dunia ini akan menjadi milik kita, mereka manusia diluar sana, akan menjadi boneka hidup kita, sekarang nikmatilah pestanya.Besok kita akan melakukan keajaiban lagi, Avrah Kadabra!’

Teriaknya pada bagian akhir, dan semua orang kecuali Minho mengangkat gelas  mereka lalu berteriak  ‘Avrah Kadabra’ kata kata yang sekarang sering kau temui dalam acara televisi, sering kau dengar dari anak anak kecil yang berharap ada keajaiban.

Minho mendesah, dan Jinki tertawa renyah.

‘Dia terlihat seperti orang yang sudah berumur seratus tahun, walaupun aku tahu dia sudah berabad-abad lamanya hidup, tapi hei dia seperti ayahmu!’ tawa Jinki semakin membesar.

‘Oh ayolah! Dia memang selalu begitu, merasa dirinya pemimpin, bicaranya saja sok bijak!’ gerutu Minho yang Jinki tahu itu bentuk tanda cemburu.

‘Bukankah dia adikmu? Kenapa bukan kau yang meneruskan kepemimpinan ayahmu?’

‘Aku tidak mau! Biar saja Jino yang melakukan semuanya, aku mau bebas!’

Jinki tertawa kecil lagi.

‘Oke, sepertinya kita harus pergi mencari Jonghyun’

Mereka melewati lorong lorong besar yang tiap sudut pasti ada satu atau dua orang yang berdiri.

Dan mereka berhenti tepat di tepi lantai dansa, di sana Jonghyun dengan tiga atau empat wanita di sampingnya.

‘Hei, kalian menikmati pestanya bukan?’ sapa Jonghyun.

Minho mendecak kesal, ‘Apa hidupmu kurang sempurna kalau tidak bersama wanita?’

‘Entahlah..aku hanya senang bersama mereka, aku seperti baru hidup kemarin!’

Para wanita yang ada di samping Jonghyun tertawa kecil.

‘Menyebalkan!Aku pergi dulu!’ Minho memutar badannya menjauhi Jonghyun dan Jinki.

Minho berjalan cepat dan tidak sengaja dia menubruk seseorang.

‘Akh! Kau memperburuk mood ku!’ bentaknya.

‘Sorry’ si penubruk berdiri perlahan, menepuk celana hitamnya dan menatap Minho.

Minho memperhatikan si penubruk itu, matanya coklat terang, beda seperti dirinya.

Warna kulitnya pucat dan benar benar membuat perasaan Minho bergejolak.

Apapun yang ada dalam perasaannya sekarang, dia sedang berusaha mengingat sesuatu.

‘Lee Taemin?’ dan kata kata itu keluar saja dari mulutnya.

‘Bagaimana kau bisa tahu?’

Minho baru akan menjawab dan segera di sela Taemin.

‘Ah, aku ingat, kau si anak pemimpin kelompok ternama dalam pembunuhan besar besaran itu kan?Dengan trademark ‘Avrah Kadabra’?Trademark yang lumayan aneh’ laki-laki penubruk itu tertawa kecil.

‘Em..kau baru di sini?’

‘Yah, aku di temukan di jalanan’

‘Oh, jadi kau murni kan?’

‘Tentu saja!’

Minho tersenyum, dia menyodorkan tangannya.

‘Aku Choi Minho, dan aku hanya anak angkat dari si pemimpin, dan Avrah Kadabra itu tidak aneh’

Laki-laki di hadapannya menjabat tangan Minho.

‘Aku Lee Taemin, dan kau sudah tahu itu bukan? Avrah Kadabra, apa artinya?’

Minho tersenyum puas, dia sangat ingin menjelaskan ini, ketika dia ingin menjelaskan pada teman-temannya, mereka semua sudah tahu.

‘Avrah Kadabra, bahasa yang sangat lama, ketika aku masih manusia normal, aku sering mengucapkannya, dan kau pasti tahu Adacadabra eh?Itu revolusi dari Avrah Kadabra.Ketika berbicara, aku menciptakan’

Taemin menyipitkan matanya dan tersenyum lebar.

‘Wow!Avrah Kadabra!’

Minho seperti pernah melihat senyum itu, tapi sudah lama sekali, dia bahkan hanya mengingat samar samar.

‘Ayo kita keluar, aku bosan di sini’

‘Aku juga, Ayo’ Minho menarik tangan Taemin.

Dan sama seperti Minho, Taemin merasakan perasaannya meledak ledak.Perutnya berguncang hebat.

*

Minho mengusap matanya untuk kesekian kalinya, dia tersenyum lembut.

Malam itu sangat indah, bukan pestanya, tapi moment di mana dia berdua dengan Taemin.

Membicarakan banyak hal, bermain di taman, menatap langit.

Minho semakin mengenali perasaan itu, sesaat dia teringat wajah seseorang, seperti Taemin, hanya saja potongan rambut dan garis wajahnya lebih dewasa dari pada Taemin yang baru di kenalnya tadi malam.

‘Kau sudah bangun pangeran?’ Jinki dan Jonghyun tertawa.

‘Ah ya, Jino memanggilmu’ Jonghyun merubah air mukanya menjadi serius.

‘Jino?Mau apa dia?’

‘Entahlah, mungkin dia menanyakan strategi penyerangan yang baik bagaimana, setelah itu mengakui strategi itu miliknya, murni idenya’ Jinki tertawa licik.

‘Seperti kau tidak tahu saja, dia itu haus perhatian, dia plagiators sejati’ seru Minho di ikuti tawa mereka bertiga.

‘Aku akan ke tempat Jino dulu, kita bertemu di tempat biasanya, bye’

*

‘Hai! Minho! Bagaimana tidurmu semalam? Kau tidak mabuk berat kan?’

‘Hentikan, katakan saja yang ingin kau katakan’

Jino berhenti tersenyum. ‘Ukh, oke, kenalkan ini Jessica pemimpin bagian district timur, lalu ini Kyuhyun yang akan bertugas di district barat, mereka akan membantumu’

‘Membantu?’

‘Ya, kau, Jinki, Jonghyun akan ditugaskan di district barat’

Minho membulatkan matanya ‘Shoot!Siapa yang menyuruhmu?!’

‘Ayah’ jawab Jino singkat.

‘Tolong kau urus Kyu, bye Minho’ Jino melambai dan meninggalkan mereka bertiga.

*

Jinki, Jonghyun, dan Minho adalah tiga orang yang anti penumpasan seperti ini.

Mereka lebih memilih bermain dan menghabiskan waktu dengan bersenang senang.

‘Aku harap kalian tidak merepotkan, tidak melakukan semacam pemberontakan, tidak kabur dari latihan, dan tidak menyelak saat aku berbicara!’ bentak Jessica sambil menepuk nepukkan cambuk di yang terlipat di tangannya.

Mereka mengangguk.

‘Aku butuh jawaban!’

‘Ya!’ teriak mereka bersama sama.

Kyuhyun yang melihat mereka hanya tersenyum kecil.

‘Dengar!Satu district terbagi lagi menjadi tiga daerah, kalian akan ditugaskan dengan Jino, Kyuhyun, dan si anak baru Taemin’

Ketika Jessica mengatakan Taemin, Minho beringsut dari tempat duduknya dan malah asik memikirkan Taemin.

‘Minho dengan Taemin, Kyu dengan Jino, Jonghyun dengan Jinki, Mengerti!?’

‘Tunggu, si anak baru mana?’ selak Jinki.

‘Tidak usah mengkhawatirkannya, dia sudah tidak perlu melaksanakan latihan seperti kalian’ Kyuhyun menjawab dengan santai.

‘Kenapa begitu!Itu tidak adil!’ Jonghyun membalas dengan teriakan juga.

‘Dia itu terlalu kuat’ Jessica menatap mata Jonghyun dengan tatapan dingin.

Minho semakin merasakan perasaan kuat, seseorang yang dulu dia kenal. Seseorang

Yang dia pikir lemah, butuh perlindungan, lembut, dan terkadang seseorang itu sangat kuat. Seseorang yang mirip dengan Taemin.

‘Minho kau kenal dengan Taemin?’ Jinki berbisik di telinga Minho membuyarkan semua ingatannya.

‘Tidak’

‘Masa? Tapi kenapa namanya sangat aku kenal ya?’

Minho mengendikkan bahunya.

‘Dengarkan aku lagi! Perburuan dimulai jam sepuluh malam sampai jam dua pagi, kalau kalian memulai kurang dari itu atau melebihi batas waktu…kalian akan dibuang. Tidak boleh mengatakan apapun pada korban! Tidak melakukan kontak mata, dan jangan sampai kau jatuh cinta pada korban’

Terang Jessica panjang lebar.

‘Jatuh cinta?’ ulang Jonghyun.

‘Yeah, beberapa orang merelakan mereka dibuang dan pergi dari kelompok ini, bersama dengan orang yang dicintai, kemudian orang yang dicintai meninggal, dan mereka menjadi gila..tragis’

Jessica memiringkan kepalanya sedikit dan melanjutkan kata-katanya. ‘Kau tidak akan seperti itu kan?’

‘Berdoa saja’ jawab Jonghyun sambil tertawa kecil.

*

‘Hei’ Minho menghentikan kegiatan Taemin memandangi patung para petinggi mereka di tengah-tengah district barat dan utara.

‘Hai, kau akan satu tim denganku kan?’ Minho mengangguk cepat.

‘Semoga berhasil nanti’ Taemin menatap Minho dengan lembut, membuat Minho merasa pusing dan panas.

‘Minho’

‘Ya?’

‘Apa kau pernah mengenalku dulu?Dulu sekali…’

Minho tersenyum, ini pertanyann yang sama dengan dirinya saat ini.

Apakah dia mengenal Taemin?

Kenapa dia merasa sudah mengenal Taemin sejak lama?

Dan semacamnya.

‘Kau tahu, aku seperti pernah melihat wajahmu Minho, apalagi matamu’

Minho mengangguk.

*

Jinki duduk di atas dinding dinding tua.

Dia dan Jonghyun membagi tugas, satu daerah sangat luas, jadi dia di sini menunggu seseorang yang mungkin lewat. Meskipun sudah tengah malam, tapi kota itu masih saja ramai dengan orang, dan cahaya bertebaran di mana mana.

Jinki menelengkan kepalanya sedikit.Dia mendengar langkah kaki yang ringan dan lembut.

Ketenangan dalam langkah kaki itu, Jinki menurunkan pandangannya ke bawah dan menemukan laki-laki yang berjalan. Tanpa menunggu sesuatu lagi, Jinki melompat ke hadapan orang itu.

Dia tersenyum, dan membuka hoodienya.

Tanpa sengaja Jinki sudah memperlihatkan wajahnya.

Dia menatap laki-laki itu dan, ‘Key?’

‘Ukh..apa kau mengenalku?’ jawab si laki-laki itu agak terkejut.

Jinki menghela nafas dengan keras.

‘Tidak, hanya saja kau mengingatkan aku dengan seseorang’

‘Oh…kau juga seperti seseorang yang sangat kukenal, apa mungkin kita pernah bertemu di kehidupan sebelumnya?’

Key ternsenyum manis.

Jinki tersentak ‘Kehidupan sebelumnya’ dia belum pernah merasakan kematian, jauh lima abad yang lalu, dia pernah hampir merasakan hal itu, dia sudah lupa kenapa dan bagaimana, tapi Jinki rasa itu ada hubungannya dengan seseorang yang bernama Key itu.

*

Taemin mendesah hebat, dia menyandarkan tubuhnya pada dinding.

‘Ah! Tidak ada siapa pun!’

‘Berhentilah mengeluh Taemin, kita pasti akan mendapatkan sesuatu’

‘Hem…’

Minho melirik ke arah Taemin yang mengelus elus tangannya yang kedinginan.

‘Kemari’ Minho menarik tangan Taemin dan mendekapnya dalam pelukannya.

‘Em..Minho…’

‘BIarkan seperti ini, sebentar saja’

Dan Minho harap anginnya akan tetap dingin, atau setidaknya waktu berhenti sebentar saja.

Dia menginginkan Taemin, terus di dekatnya.Seperti sekarang ini.

Perasaan itu semakin kuat dan membuat Minho semakin mendekap Taemin ke dalam pelukannya.

‘Minho..aku kepanasan’

Minho melepas dekapannya perlahan

‘Sorry’

*

Sudah lama hal itu berlalu, mengalir begitu saja, Jinki memang merubah beberapa orang, tapi ketika Key lewat di hadapannya, mereka saling mengembangkan senyum mereka. Dan Jinki membiarkan Key lewat begitu saja.

*

Dan minggu selanjutnya seperti itu lagi, sampai Key berhenti di depan Jinki.

‘Kenapa kau selalu ada di sini?’

Jinki tertawa kecil.

‘Bagaimana kalau aku bilang, aku di sini menunggumu?’

Key menatap Jinki dengan tatapan yang sulit di jelaskan, tapi wajahnya mulai memerah.

‘Apa kau percaya?’ tanya Jinki lagi.

‘Kau pikir?’ Key bertanya balik dan tertawa.

‘Entahlah, mungkin kau pikir aku orang aneh yang sama sekali kau tidak kenal menunggumu dan hanya tersenyum’ jelas Jinki panjang lebar.

‘Aku percaya’ jawab Key cepat.

*

Minho menggumamkan sesuatu dan memejamkan matanya.

Malam ini mereka di beri waktu sehari untuk tidak melakukan pemburuan, lagipula sudah terlalu banyak orang yang mereka ubah menjadi boneka hidup.

‘Minho!Minho!’ Minho membuka matanya menatap Taemin yang berlari di sepanjang lorong, melambai lambaikan tangannya seperti anak kecil.

‘Kenapa?’

Taemin tertawa senang, dan membuat Minho berguncang hebat.

‘Aku menemukan caranya!’

‘Huh?’

‘Kau pasti akan mengingatku!’

‘A..apa maksudmu?’

Taemin menarik nafas dan tersenyum semakin lebar.

Dia menarik kerah baju Minho, mengecup bibir Minho dengan lembut, menjalarkan semua kehangatannya ke tubuh Minho.

Dan semua ingatan tentang Dia, Taemin, Jinki, Jonghyun, dan seseorang lagi mengalir dengan sempurna, dia pernah merasakan kehangatan seperti ini,lama sekali…Dia melihat Taemin yang berbeda sedang tertawa padanya, menangis padanya, memohon pada dirinya agar lebih baik mati daripada dia harus menua bersama Minho yang abadi. Dan itu artinya Taemin di kehiudpan sebelumnya adalah manusia normal.

Meskipun Taemin yang berbeda ada di atas ‘sana’ dan mungkin sudah berbahagia, tapi dulu saat kehilangan Taemin, Minho seperti mayat hidup, kali ini ciuman lembut itu mengingatkannya lagi pada perasaan sakit yang sudah di kuburnya berabad-abad lalu.

Taemin tersenyum lembut, dia mengendurkan cengkramannya pada kerah Minho dan melepas bibirnya.

Taemin mendekatkan bibirnya pada telinga Minho dan membisikkan sesuatu dengan sangat pelan.

‘Avrah Kadabra’.

Minho tersenyum dan memeluk Taemin lagi dan lagi, kali ini, Minho akan menjaga Taemin, dan tidak akan melepaskan Taemin lagi dari hidupnya.

*

Jinki keluar dari markas besarnya. Dia berjalan pelan menuju district bagian barat. Tempat dia dan Key biasa bertemu. Harusnya hari ini dia tidak melakukan apapun, hanya saja tadi di lorong ketika da bertemu Taemin dan Minho, dia rasa dia harus membuka memori tentang dia dan Key. Perasaan itu mendorongnya dengan sangat kuat.

‘Hei Key’

‘Ah kau Jinki!Biasanya kau akan duduk di atas sana kan?’ Key menunjuk pada dinding tinggi yang sudah tua.

‘Yeah, hei bagaimana kalau kita ke tempatku?’

‘Tempatmu?Di mana?’

‘Dekat sini kok, ayo’ Jinki menarik tangan Key dengan lembut dan menuntun Key ke markasnya.

Mungkin itu adalah hal terbodoh yang pernah Jinki katakan. Seharusnya dia tahu, dia vampire dan Key manusia normal. Mereka berbeda, Key akan mengalami kematian, Jinki, tidak tahu akan jangka waktu hidupnya.

*

‘Hei Jinki, temanmu?’ Taemin berlari mendekati Jinki dan Key.

‘Key’ jawab Key singkat.

‘Apa dia seperti ki..umph umph..’ Jinki segera menutup mulut Taemin.

‘Bukan sekarang, dan dia manusia normal’ bisik Jinki, setelahnya Taemin membulatkan matanya.

‘Bye…ayo Key’ Jinki menarik Key, tapi Key masih bisa mendengar Taemin dan Minho.

‘Kenapa dia?’

‘Mereka bukan seperti kita!’

Key hanya mengangkat salah satu alisnya, dugaannya tentang Jinki belum sampai sana.

‘Jinki!Hati-hati dengan Jino!’ teriak Minho segera. Jinki menghentikan langkahnya, dia baru saja mengingat saudara Minho, yang gila akan kesempurnaan. Key dalam bahaya.

‘Jinki, bisa jelaskan sesuatu?’ tanya Key dengan sangat pelan.

‘Kita harus keluar dulu dari sini’ jawab Jinki cepat, menarik tangan Key dengan kasar.

Jinki tidak peduli nantinya Key akan membencinya setelah tahu kebenarannya. Kalau dia berbeda.

*

‘Apa mereka akan baik-baik saja?’ tanya Taemin.

‘Entahlah, hei Taemin…bagaimana kalau kita pergi dari sini?’

Taemin tersentak.

‘Maksudmu?’

‘Kita keluar menyamar sebagai  salah satu manusi biasa, kita bisa cari pekerjaan di malam hari, dan yang terpenting, kita bebas dari sini’ usul Minho.

‘Aku…aku takut’

Minho tersenyum, mengingat bagaimana Taemin dulu juga pernah merasakan ketakutan seperti ini.

‘Aku tidak akan melepaskanmu’ Taemin mengangguk, menggenggam tangan Minho, setelah ini, mereka akan bersama, di dunia ini, dan di ‘sana’ nanti.

*

Jinki menunduk ketika mereka melewati bagian sekumpulan boneka hidup yang di antaranya senat dan pejabat tinggi.

Boneka hidup biasanya punya pencuman yang tajam terhadap darah manusia.

Key mengeratkan genggamannya pada Jinki, dia merasa aneh akan orang orang yang memperhatikan mereka.

‘HEY!Dia manusia normal!’

‘Sialan!’ umpat Jinki dalam hati dan melindungi Key dari serangan-serangan boneka hidup itu.

‘Ya!Jinki..kenapa ini?!’ Key berteriak dalam pelukan Jinki.

‘Diam saja,dan berlarilah ke depan gerbang, kalau kau masih mau, temui aku di tempat biasanya’ Jinki segera membanting tubuh salah satu di antara mereka.

Ketika Jinki tengah melawan mereka, dengan tangan yang kuat, salah satu senat yang berpakaian kebangsaan meraih tangan Key dan mencakarnya hingga mengeluarkan banyak darah.

Boneka hidup itu semakin ganas dan meraung raung tanpa henti.

Jinki tidak sengaja mengalihkan pandangannya pada menara teratas.

Jino sedang tersenyum ke arahnya, senyum yang sangat menyebalkan.

Jinki mematahkan tulang leher senat yang mencakar Key tadi.Key yang ketakutan berlari tanpa arah. Darah terus saja mengalir deras dari tangannya, dia tersenyum lelah, sebentar lagi gerbang bisa diraihnya.

‘YA!’ teriakan Key memecahkan keheningan saat tubuhnya seperti tertarik.

‘sst’ bisik orang itu pelan dan membawa Key ke balik pepohonan taman.

Key menatap nanar orang yang menggagalkan pelariannya, dia berharap orang itu bukan salah satu dari mereka.

‘Biar aku bersihkan darahmu, aku Jonghyun, teman Jinki, dan salah satu dari mereka.’ Terang orang itu dengan cepat.

Jonghyun menarik tangan Key hingga di hadapannya, dia mulai menjalarkan lidahnya ke luka Key.

‘Akh!Kenapa..kau menjilatinya?’

Tidak ada jawaban, Jonghyun terus menjilati tangan Key dengan seduktif.

Membersihkan tangan Key dari darahnya.

Jonghyun merobek pakaiannya dan membalut tangan Key dengan itu.

‘Thanks’

‘Ayo ikut aku, di depan gerbang, ada sekitar dua ratus yang seperti tadi melukai mu’

Key menelan ludahnya, membayangkan dua ratus boneka hidup.

Jonghyun mengantar Key dengan selamat sampai district bagian Jinki.

‘Aku akan mengantarkan Jinki, kau tunggulah sebentar lagi’

‘Um..Jonghyun, sekali lagi terima kasih’

‘Terkadang punya sahabat seperti Jinki sangat menyusahkan, jadi aku bisa maklumi’

Jonghyun tertawa kecil dan berlari cepat.

*

‘JINKI!’ teriak Jonghyun ketika dia menemukan Jinki di depan gerbang dengan luka di mana mana. Meskipun Jonghyun tahu kalau mereka akan sembuh lagi, dan tidak akan mati.

‘Antarkan aku ke laki-laki itu’

Katanya singkat.

Jonghyun mau tak mau mengantarkan Jinki ke laki-laki yang baru di tolongnya.

‘Thanks Jonghyun’

‘Tidak perlu, pergilah, dan jangan ke sini lagi’

‘Kenapa?’

‘Kau akan mendapat siksaan dari Jessica, kau harus melawan Kyuhyun dan beberapa pasukannya, jadi pergilah. Hiduplah dengan bebas’ Jonghyun melambai ke arah Jinki, dan mungkin mereka akan bertemu lama lagi…mungkin beberapa abad lagi.

*

Jinki berjalan pelan, meremas perutnya, terkadang menyeka darah yang terus turun dari mulutnya.

‘Jinki…’

Jinki berhenti melangkah dan menatap Key.

‘Sorry Key’

‘Jadi….sebenarnya..kau ini apa?Vampire?’ Jinki tersenyum kecut.

‘Bagaimana kau bisa tahu?’

‘Dugaan’

‘Dan..aku..Akh!Akh…’ Jinki mengerang keras, melenguh, dan terjatuh.

‘Jinki…kau kenapa…?’

‘Aku..Akh!’ Jinki lagi lagi berhenti berbicara. Key semakin panic dibuatnya.

Key berfikir keras, tapi Jinki melenguh lebih keras lagi.

Key melepas kain yang melindungi lukanya, lalu dia menekan keras tangannya sehingga mengeluarkan darah lagi.

Mengarahkan tumpahan darah itu ke mulut Jinki yang terbuka sedikit.

Key tetap melakukan itu, sambil terus menangis dalam gelap.

*

Darah Key terus mengalir ke seluruh tubuh Jinki, membuatnya tenang kembali.

Ingatannya jauh lama sekali bangkit kembali bersamaan darah Key yang menjalar dengan cepat ke otaknya. Tentang dia saat pertama kali bertemu dengan Key, kemudian dia melindungi Key dari Jonghyun yang sangat buas ketika itu.

Jinki segera mengerjapkan matanya, menunggu sampai semuanya menjadi jelas di matanya.

Key menghampiri Jinki dan tersenyum.

Seperti berabad-abad sebelumnya, ketika Key meninggalkannya, Jinki terus mempertanyakan soal reinkarnasi Key. Seperti apa wajahnya, jadi apa dia di kemudian hari.

Dan semua itu terjawab sekarang.

Makhluk yang ada di hadapannya ini reinkarnasi Key.

*

Jinki memandang langit malam dari tempat yang sama, udaranya sama, tidak ada yang berbeda.

Hanya saja hidupnya sekarang lebih hidup, tidak lagi membosankan, tapi dia sedikit merindukan Minho dan Jonghyun.

‘Jinki…apa yang akan kau lakukan ketika aku pergi, maksudku, aku akan menghadapi kematian kan?’

Jinki mendesah,akhirnya pertanyaan yang dia hindari datang juga.

‘Bukan kah aku juga akan menghadapi kematian?’

‘Tapi cara matimu dengan menyiksa dirimu, dan aku tidak memperbolehkan hal itu padamu!’

‘Hei, nanti ketika Apocalypse akan datang, hidupku juga akan berakhir kan?’

‘Um..hari kiamat?’ Jinki mengangguk, lalu dia menarik kepala Key agar bersandar di pundaknya.

‘Setelahnya perubahan terjadi…’

‘Keabadian datang…’ lanjut Key dengan senyum di wajahnya.

‘Dan kita akan selamanya bersama’ lanjut Jinki lagi.

‘Karena kita soulmate’ ucap mereka berdua bersamaan.

Malam itu, Jinki dan Key menatap langit, merasakan kehangatan yang menjalar di tubuh mereka.

Jinki menyadari, dia akan hidup abadi dengan Key setelah ini.

Kalaupun Key akan meninggalkannya, dia tidak akan takut lagi. Menunggu datangnya kematian itu sangatlah mudah, nikmati saja masa masa di mana Jinki bersama dengan Key, berdua.

Jinki merasakan perasaan yang meledak-ledak jauh di dalam tubuhnya.Itu perasaan yang tidak pernah di rasakannya sejak berabad abad yang lalu.

Dan sekarang dia akan merasakannya lagi, kemudian dia akan merasakan lagi, secara abadi.

FIN

Fanfic yang paling menguras energy, menguras tenaga,

menguras air mata dan menguras bak mandi (?).Tapi yah..ini lah hasilnya.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

17 thoughts on “Of Eternity, Soulmate, and Evocative”

  1. First?
    Hoho,ptamana ak gak ngrti.
    Kupikir mereka makhluk luar angkasa yg mw nguasain bumi *kyk crta drag0n ball gtu*
    eh,rupa.na vampire toh.
    Bgus k0k crta.na.
    Cuma ak rada aneh aj emg kalw bCa yg YAOI.
    Hehe

  2. ga tau knapa pas aku baca FF ini,,
    jadi ngerasa sakit hati + sedih..hiks..? (ga nymbung ya..), tapi bener kok
    bagus ceritanya…!! 😀

  3. wah yaoi nih!aq jg yaoi shipper hahahaha xD
    cerita’y bagus deh,wlopun awal’y ga ngerti.
    tp pas baca lbih seksama,oh ternyata mereka itu vampire toh.

    sdih jg itu jinki jd pisah sm jjong+minho jg.
    jino’y jahat -_-

    nice ff!aq suka x)

  4. Wah.. 😮
    OnKey.. 😮
    ckckckckk.. *cuma bs geleng2 pala liat kemesraan mereka b’2*
    *asli.a cemburu buta tuh, karena Key ngerebut suami saiia.. TToTT
    huks.. huks..*
    #pletakk

    Bagus kok, chingu! =)
    Tapi maaf, boleh saiia tw Author.a siapa? 😮
    Coz jujur aja, saiia pernah baca fanfic yg persis kaya’ ff ini di blog seenakwon.wordpress.com ..
    Tapi kok, postingan di atas g ada credit atas nama Seena Eonni, y? o__Oa #binun

    Mohon maaf klo komen saiia di atas mengganggu kenyamanan di sini.. *deep bowing*
    Saiia g nuduh Author.a plagiat, kok! Cuma mastiin aja! :p
    ehehehe.. ^/////^a #ketawagaje
    Btw, lam kenal bwt Author.a.. ^^

  5. hwaaa keren…. minho ganti ajh ma aku, .. !!!*pletak!!*
    ya minho buang, yg jadi pasangan taemin itu aku !!! *digorok taemints se RT*

    hwaaa ffnya keren, cinta antar vampir dan cinta antar vampire san manusia,…..
    aku suka critanya key ma onew…. tapi klo di inget main castnya…. ????

    bener2 keren,… di tunggu ff yg lain ya …..

  6. Itu aku authornya 🙂
    Tapi aku lupa tulis
    Aku emang yang buat juga di blognya onnie seena :))

    Haha…aku lupa nulis soalnya
    makasih ya :))

  7. awalnya saia rada ga ngerti, hehe
    mreka vampire toh….
    jadi taemin n key itu reinkarnasinya taekey yg dulu yah?
    agak susah juga ngebayangin setting tempatnya, hehe…
    2min!!waw, so sweet~ngebayangin kisseu” kk~
    ff yg unik, hoho~ ^^d

  8. ah sumpah, ane sebenernya lebih demen ke OnTae daripada OnKey. Tapi sumpah demi apaa! Aaaah *bentar ane tarik napas dulu*

    Aaaah~ gila adegan terakhir Onew ama Key sumpah so sweet banget ><
    Aaah~ berharap Jjong ngerelain Key buat Onew (?)
    Buat lagi dong yang OnKey ya ya ya ?
    #abaikan
    pisyooo~ .__.V

  9. Yang dimaksud TaeMin itu kuat apa?
    Hehehe JongHyun yang malang harus sendirian.
    Cra Onew ingat Key beda banget dengan cara 2Min.
    2Min forever.
    Hahahaha

  10. pas mbaca ‘akan meninggalkan’ itu nusuk banget thor…
    tp aq suka ff ini,pertamany sih bingung tapi akhirny ngerti juga…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s