Because it’s YOU and ME – Part 5

Because it’s YOU and ME

(Part 5)

Author :           Nekochan

Main Cast :      Choi Minho, Kim Eun Soo

Support cast :  Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Jinki aka Onew

Length :           Series

Genre :                        Romantic, Friendship

Rating :           PG-15

Songquotes:    Coldplay-Yellow, James Blunt-You’re Beautiful

”Kau,” dia memulai. ”Kau tidak bertemu orang lain kan dengan memakai baju itu?” ia mengernyitkan keningnya. Aku mengerjap bingung. Kupandangi baju yang sedang kupakai saat itu. Ya tuhan! Aku memakai lingerie tidur!!!

Aku menatapnya sesaat dan kurasa jantungku akan meledak. Astaga! Aku malu sekali. Kulihat dia mengalihkan pandangannya ke arah lukisan Bali di kanannya. Wajahnya merah padam. Aku segera bangkit dari tempat dudukku dan terburu-buru ke kamar. Kupandangi bayanganku sendiri. Lingerie tidur berwarna putih. Untung saja tidak berkerah rendah, namun dengan bahu terbuka dan celana sutra tiga jengkal di atas lutut. Wah. Dan yang paling membuatku kaget adalah wajahku sudah seperti kepiting rebus. Aku menarik nafas dalam-dalam, berusaha menenangkan jantungku yang sepertinya akan loncat keluar.

Aku mengambil silk-coat-ku yang bertengger manis di kepala tempat tidur dan segera memakainya. Kulangkahkan kakiku menuju ruang depan, dan ia sedang menghadap ke jendela. Lama aku memandangi punggungnya. Butuh 7 langkah saja untuk meraihnya, tetapi perasaan itu muncul lagi. Ketakutan itu, bagaimana jika keyakinan ini salah? Bagaimana kalau kenyataan memang kejam? Bagaimana… Semua yang diyakinkan Onew-oppa tadi siang mendadak musnah. Sungguh. Aku tidak siap. Tidak… Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menghambur ke pintu dan membukanya dengan kalut. Aku harus harus pergi. Tidak. Aku belum siap. Aku tidak akan siap.

”Eun Soo?” Minho memanggilku dengan nada kaget. Sekilas aku melihatnya dan aku segera menutup pintu. Berlari secepat-cepatnya menelusuri lorong. Terdengar olehku pintu menjeblak terbuka, dan langkah kaki Minho di belakangku. Aku tidak bisa menggunakan lift sekarang, pasti akan terkejar olehnya.

”YA KIM EUN SOO!!! BERHENTI!!!”

Aku mempercepat lariku, dan menuruni tangga darurat seperti orang kesetanan. Demi Tuhan! Rekor lari yang kupegang waktu itu semoga masih bisa kuandalkan sekarang. 10 lantai. Sial. Masih dengan kecepatan yang entah bisa kudapat darimana, aku terus berlari. Langkah kaki di atasku makin terdengar nyaring. Bisakah aku mengalahkan Ace Dream Team? Lega melihat tulisan 1st Floor terpampang di dinding bawahku, aku melompati 7 anak tangga sekaligus, dan merenggut pintu yang menuju lobi. Aku mulai berlari lagi dan kurasakan banyak mata melihat ke arahku. Pasti aku dikira orang gila atau apa. Ditambah lagi Minho ikut mengejarku di belakang.

Nekat aku menyebrang jalan tanpa lihat kanan-kiri dan beruntung tidak tertabrak mobil yang melintas. Minho memaki di belakangku dan nyaris jarak kami semakin dekat. Astaga! Tuhan jangan sampai aku terkejar! Jebal.

“KIM EUN SOO! KAU MAU MATI, YA!!! YA! BAJUMU ITU! ORANG-ORANG MELIHAAAT!!!”

Suara itu lantang sekali terdengar. Ya Tuhan, dia semakin dekat! Aku tidak peduli jika orang-orang melihatku berlari dengan pakaian tidur. Yang kupedulikan sekarang adalah bagaimana kaki ini bisa terus berlari.

”KENAPA KAU TERUS BERLARI, EUN  SOO? KAU HARUS MENDENGAR KATA-KATAKU DULU!!!”

Aku tidak memedulikan kata-katanya. Tidak. Aku takut mendengar kata-katanya. Aku takut karena itu adalah final judgement yang menentukan apakah kenyataan lebih kejam dari yang bisa kubayangkan. Dadaku mulai sakit, dan tenggorokanku tersedak. Aku terus memaksakan kakiku untuk berlari. Ayo, Eun Soo. Ayo!

”YAISHHH!!! GOTCHA!!!!”

Minho mengerang di belakangku, dan sebelum aku sadar tiba-tiba sepasang tangan sudah melingkari perutku dan aku terhentak kebelakang. Ia menangkapku. Aku berontak dengan tenaga yang ada dan kurasakan ia mengencangkan pelukannya. Aku tersedak.

”Uhuk.. uhukkk… yaish Choi Minho… lepaskan!”

Ia menenggelamkan wajahnya di leherku, dan berbisik, ”Aku… tidak akan membiarkan kau lepas lagi. Tidak akan membiarkan kau lari lagi seperti waktu itu. Kau pergi selama 3 hari tanpa kabar, kau membuatku sekarat! Kau pergi tanpa aku bisa menjelaskan padamu! Kau… kenapa kau terus berlari, Eun Soo…”

Nafasnya berhembus di leherku, aku bisa merasakan bulu kudukku meremang karenanya. Aku segera menampik tangan yang memelukku itu dan maju beberapa langkah.  Dan tangan itu dengan sigap memegang lengan kiriku, dan memaksaku untuk berbalik.

”Apa?” aku menatap matanya dengan sorot perih. Dan kedua bola mata itu menatapku dengan tatapan nelangsa yang amat sangat. ”Kau berharap aku tidak lari?” aku menanyakan hal itu dengan sinis. ”Apakah menyelamatkan diri dari kenyataan paling kejam itu tidak boleh!?”

Ia memejamkan matanya dan menghela nafas. Wajahnya membuat ekspresi terluka yang amat sangat. Kemudian ia menatapku dengan garang dan aku membalasnya dengan tatapan sinis. ”Kau… jangan pernah menganggap apa yang kau lihat itu sama dengan apa yang kau ketahui!”

”Jelas-jelas apa yang kulihat itu adalah penjelasan dari semua yang kuketahui akhir-akhir ini——AKU TIDAK AKAN PERNAH MELAKUKAN ITU KEPADAMU!”

Ia berteriak. Teriakan itu seketika membuatku terdiam. Sungguh aku tidak pernah melihatnya berteriak seperti itu.

”KAU JANGAN PERNAH BERPIKIR SEKALIPUN, KALAU AKU MENGHIANATIMU! AKU… AKU TAKKAN PERNAH SANGGUP MELAKUKANNYA!”

”KENAPA KAU TIDAK SANGGUP? KENAPA!?” aku balas berteriak. ”KAU BILANG KAU TIDAK SANGGUP, TAPI KENAPA KAU MENGHINDARIKU KEMARIN INI!? KAU BAHKAN SANGGUP MENDEKAP YEOJA LAIN SEDANGKAN AKU…AKU…” belum aku menyelesaikan kata-kataku kurasakan bibirnya membungkam bibirku. Bibirnya yang basah kini melumat bibirku dengan kasar. Aku meronta sebisaku dan menjambak rambutnya dengan sia-sia. Sebelah tangannya kini memerangkap wajahku dan sebelah tangannya yang lain memeluk pinggangku dengan erat. Sebelum pertahananku goyah, aku harus bisa melepaskan diri.

Aku menggigit bibir bawahnya kuat-kuat dan kudengar ia mengeluh kesakitan. Dengan segera aku melepaskan diri, dan kukecap rasa asin yang familiar di bibirku. Darah. Aku menggigitnya sampai berdarah. Kau hebat, Eun Soo. Calon vampir kesasar yang menggigit bibir orang yang dicintainya sampai berdarah.

Nafasku masih terengah-engah dan tenggorokanku perih karena berteriak di luar batas. Darah menetes dari bibirnya, dan ia mengelapnya. ”Hari itu, Krystal…” tanpa sadar aku mengepalkan tanganku begitu mendengar nama Krystal. Dan final judgement itu telah dimulai tanpa aku mengurusnya ke pengadilan. ”Dia putus dengan Hong Ki, dan aku memergokinya sedang menangis di ruang latihan F(x). Aku mencoba menenangkan dia, karena aku takut melihat dia histeris memanggil-manggil nama Hong Ki. Sepertinya mereka putus tidak baik-baik. Aku… jelas aku tahu itu salah. Tapi aku memeluknya untuk meredam tangisnya, dan kau… kau…” ia meremas jari-jarinya dan menolehkan kepalanya ke arahku. Ia mengernyitkan wajahnya dengan tersiksa. ”Aku… tidak akan pernah sanggup pergi darimu. Aku akan mati, Eun Soo.” kini ia mencengkram dada kirinya. ” Aku tidak akan pernah melakukannya…Geudae…nae jombunikka… mengertikah kau?”

Aku menatap sepasang mata itu, mata yang keindahannya melebihi apapun. Dan aku bisa melihat kejujuran yang terpancar di dalamnya. Selama ini kau yang bodoh, Kim Eun Soo. Kebenaran selama ini selalu mencoba melompat keluar untuk menamparku sekeras-kerasnya. Menyadarkanku. Membangunkanku. Akan tetapi, ketakutan itu lebih menguasaimu, kau sendiri yang meragukan hatimu.  Kau sendiri yang membuat dirimu dan orang yang paling penting untukmu menderita. Karena kau begitu pengecut, karena kau takut terluka sendiri, kau membuat orang lain juga terluka.

Namun aku hanya mampu berdiri diam, aku tidak sanggup memandangnya. Aku terlalu rapuh dan masygul untuk mengerti apa itu mempercayai. Aku terlalu mencintainya, hingga akhirnya benih-benih keegoisan pun tumbuh demi melindungi perasaanku sendiri. Ingin rasanya aku memeluknya dan mengatakan maaf atas kerapuhanku. Namun kakiku tak sanggup bergerak, aku hanya diam memandang hamparan pasir di bawah kakiku. Kurasakan jari-jari yang halus membelai pipiku, dan aku semakin tak sanggup melihat pemilik tangan itu.

”Bisakah kau tidak menundukkan wajah seperti itu?” suara itu berdesir dengan sedih. ”Kumohon Eun Soo, jangan seperti ini. Bicaralah.”

”Taemin?”

Jari-jari itu berhenti mengelus pipiku.

”Apa?”

”Taemin?” ulangku.

”Makdongi.” akhirnya ia menjawab. Kutatap wajahnya dan matanya memancarkan sorot penuh tanya.

”Jinki?”

Ia mengernyitkan keningnya. ”Dubu”

”Kibum?”

”Ajumma”

”Jonghyun?”

”MJ”

”Krystal?” aku menaikkan sebelah alisku.

”Dongsaeng” ia mengeraskan suaranya.

”Yuri?”

”Noona. Kenapa kau seperti ini——Aku minta maaf.”

Akhirnya kata-kata itu keluar. kata-kata yang harusnya kukatakan sejak tadi. Maaf. Minho mengerjap kaget.

”Aku bahkan tidak yakin padamu. Aku bahkan meragukanmu. Aku terlalu pengecut. Aku…”

Kurasakan tubuhku terangkat dan bibirku kembali dibungkam. Ia menciumku dengan lembut perlahan. Cukup membuat kupu-kupu beterbangan di perutku. Air mata menetes deras dari mataku. Ia menggigit bibir bawahku dengan pelan. ”Jangan Eun Soo…” nafasnya berhembus di daguku. Lalu ia memelukku dengan erat. ”Jangan katakan maaf. Aku yang salah, aku tahu itu.”

”Aku yang salah…”

”Kau tidak pernah salah. Tidak ada satupun yang salah dari seorang Kim Eun Soo. Aku yang salah, aku membuatmu salah paham, membuat hubungan kita hampir hancur, membuat kau harus pergi, membuat kau menangis, membuat kau menderita, membuat kau menghela nafas, membuat hatimu sakit, membuat orang-orang melihatmu hanya dengan pakaian tidur. Aku minta maaf.”

Inilah dia. Choi Minho. Sosok yang memiliki hati paling baik dan paling menggetarkan yang pernah ada. Bagaimana mungkin kau bisa meragukannya, Eun Soo? Jelas tidak ada satupun orang yang bisa mencintaimu seperti ini. Tuhan, maafkan aku karena sudah meragukan ciptaanmu yang paling indah ini. ”Aku tetap bersalah. Aku yang seharusnya minta maaf. Kau jangan mengatakan yang seharusnya kukatakan…” aku terisak

Ia menurunkanku dan memegang wajahku dengan kedua tangannya. Ibu jarinya menghapus sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mataku.

”Jangan menangis, Eun Soo. Tolong. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku karena ini. Dan sungguh tidak ada yang perlu dimaafkan, kau tidak salah. Tidak pernah.” ia mengecup mata kiriku. Wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajahku.

”Aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terulang. Kumohon, kau harus percaya padaku Eun Soo. Hanya itu yang perlu kau lakukan. Dan aku harus minta maaf satu hal lagi… aku minta maaf karena terlalu mencintaimu. Maafkan aku.” ia tersenyum pedih dan meletakkan tanganku di pipinya.

Hatiku terbang entah kemana saat ia mengatakan hal itu. Kurasakan sudut-sudut bibirku terangkat, ia membelai sudut bibirku dengan jari-jarinya.

”Dan kumohon, jangan pernah berlari seperti itu lagi. Dan jangan pernah keluar dengan baju seperti ini lagi…”

Aku hanya bisa tersenyum  mendengarnya. ”Kim Eun Soo?”

”Jantungku” dan bibirnya menempel di bibirku.

•••

Aku terbangun nyaris dengan keadaan setengah tidak percaya. Jelas ini semua bukan mimpi kan? Ia menggendongku hingga ke tempat tidur, dan menyanyikan Quasimodo untukku hingga aku tertidur. Dan nyaris membuatku ingin menyembunyikan wajahku di tumpukan bantal mengingat apa yang terjadi semalam. Ia menciumku sampai kurasa jantungku akan meledak, dan ia juga berkata bahwa hanya dia yang boleh melihatku dengan pakaian tidur. Apakah ada maksud lain? Tapi ia terlalu sopan dan tetap kalem dengan semua ini, nyaris dengan gairah yang membuncah disana-sini.

Aku hanya bisa tersenyum malu mengingatnya. Dan  baru kusadari kalau aku sendirian di kamarku, sisi tempat tidurku yang ditidurinya kosong. Hanya ada bantal dan sejumput kelopak mawar merah. Aku hanya bisa ternganga melihatnya. Indra penciumanku baru berfungsi normal sesaat kemudian, harum mawar jelas memenuhi kamarku. Apakah dia…?

Karpet mawar terbentang membentuk jalan tertentu, aku berjalan diatasnya dan kurasakan lembutnya kelopak-kelopak itu di telapak kakiku. Aku mengikutinya dan kulihat sosoknya di balkon, dan jalan mawar ini mengarah ke dirinya. Aku menatap takjub dirinya, ia mengenakan tux dengan warna hitam. Ia kelihatan tampan sekali.Ia megulurkan tangannya dan meraihku. Kemudian ia berlutut dengan sebelah kaki dan hampir membuatku jantungan. Ia menengadahkan kepalanya dan menatapku. Matanya memancarkan keyakinan dan kesungguhan.

”Minho-hyung, kau… ayo dong berdiri, jangan seperti ini.” kurasakan wajahku memanas. Ia tidak mungkin melakukannya kan?

Masih menatapku, ia mulai berdiri dengan perlahan.

Your skin, oh yeah your skin and bones turn into something beautiful. Do you know for you I bleed myself dry? You’re beautiful, you’re beautiful, you’re beautiful it’s true. There must be an angel with the smile on your face, and thought that i should be with you…

Ia menyanyikan lagu-lagu itu dengan suara bass-nya, sungguh membuat air mataku kembali menggenang. Cepat-cepat ku usap dengan jari telunjukku. Kemudian ia meraih jari-jariku.

“Kemarin ini aku bertindak bodoh dengan menghindarimu, tapi itu kulakukan karena ini,” ia mengeluarkan sebuah boks beludru, jantungku serasa berhenti waktu ia membuka isinya. “Aku menyiapkan diri sebaik mungkin demi momen ini, aku merangkai kata demi kata. Tapi aku tahu yang sebenarnya, hatiku terlalu kerdil Eun Soo. Aku takut kau akan menolakku, aku takut bahwa aku tidak pantas untukmu. Sampai akhirnya yang kulakukan adalah menghindar dan menghindar. Dan itu menyakitimu, aku minta maaf. Sampai belum cukup salah paham itu muncul memperkeruh suasana. Dan sebelum ada meteor atau entah apa yang menuju kesini. Aku akan mengatakannya.” ia menarik nafas dalam-dalam. ”Aku tidak akan pernah bisa bernafas tanpa kau, jantungku akan selalu berdetak dengan kau terpompakan di aliran darahku, dan aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu. I always know that you’re my lost ribs, would you be mine forever?

Sosoknya begitu cemerlang dan tak tergantikan. Sorot matanya yang sarat akan ketulusan dan kehangatan membuatku sadar, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa memisahkan kami. Tidak ada satu penderitaanpun yang bisa mengoyak cinta ini. Dan tidak ada satu orangpun yang bisa kucintai selain dia.

I do…” jawabku lirih. Ia tersenyum bahagia dan melingkarkan cincin itu di jari manis tangan kiriku.

Seoul

“SHINee-Onew and actION-Eun Soo? Romance in the same company? Spotted, Mr. O and Ms. E having an intimate-holding-hands-running in Bali. Looks like SM don’t lose their heart yet.”

—————————–tbc——————————–

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

11 thoughts on “Because it’s YOU and ME – Part 5”

  1. Huaaaaaa
    Akhirnya selama ini
    Usaha minho behasil!! Yess
    Itu cuma salah paham !!
    Tapi manggilnya masih hyung aja nih
    Oppa donggg

  2. hwaaa…..
    dari dulu aku nunggu ini knapa lama bgt di publishnya ???
    tapi tak apa yg penting dah publish sekarang …
    itu kok eun soo nyebut nama2 …. ???
    n kok eun soo manggil hyung ?? pas sih minho berlutut???
    wahh…. akhir bahagia aku suka ….

  3. huwaa T.T
    Onew ! liat deh ! Minho romantis ya, akhirnya dia ngelamar Eun So juga. Kamu kapan ngelamar aku ?

    Iih, sedih banget sih..
    yang penting happy ending, yey !

    Eonie, FFnya bagus LUAR BIASA.
    buat lagi yak!

  4. akhir.a Minho ngelamar Eunso juga….:P
    tpi,,, knp Eunso manggil hyung….??? Seharus.a oppa atau jagya…???
    Itu d scane t’akhir knp ada berita Onew sama Eunso..???? Skandal baru…????? Gimana reaksi Minho…???? Trus,,, knp mesti tbc…?????
    Penasaran…>.<
    next part…. Next part…..*teriak2 pake TOA*
    #digantung author

  5. wahhh… kren ff,a…
    aq ska saat adegan saling kejar,,,seru bgt,,,,
    mw dong dikejar am minho..kkkkkk

    bwt author…DAEBAK

  6. Kok hyung sih-_-
    sumpahsumpah parah minho!!!!!!
    Minho swwwweeet banget2an disini gilaaaaa
    Aaaaaaa minho sama eun soo daebak lah udah
    Waduh waduh apa apaan lagi tuh gossip
    Onew sama eunsoo ?????? Hahhhhh
    Entar salah paham lagi…..
    Author kereeeen!!!!!
    Katakatanya minho dalem semuaaaaa
    Part 6 nya buruuuu kekekekek

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s