BLOODY 19th – PART 4 (END)

BLOODY 19th

LAST PART

Author : Lynda a.k.a Lynmvpshyni, Lida a.k.a SHyning SoHee, Ia-chan a.k.a Eunbling-bling

Cast:  Choi Sulli (Sulli f(x)), Choi Minho (Minho SHINee), Lee Taemin (Taemin SHINee), Lee Jinki (Onew SHINee), Lucia Bannert, Edmund Bannert, Stund Baron, Shin Dongho (Dongho U-Kiss)

Genre: Thriller, Horror, Romance, Alternate Universe

Length: Chaptered

Rating: PG 16

Little Inspired: Drag Me to Hell, Haunted School

PS: Anggep umur Sulli Taemin Jiyoung itu 19, Minho 20, Onew 21 O.K.. kekekekeke~

****************************************************************

Taemin, Sulli, dan Minho sampai didepan rumah bercat putih, rumah dengan gaya klasik eropa berlantai pualam itu. Dengan ragu Sulli mengikuti langkah kedua namja yang berjalan terlebih dahulu didepannya. Jari tangan Minho menekan bel rumah itu. Terdengar suara langkah kaki mendekat kearah depan, tidak berapa lama pintu depan rumah itu yang terbuat dari pohon ek terbuka dan muncul sesosok namja, dengan rambut kecoklatan yang apabila dia tersenyum kau bisa melihat gigi kelinci yang menjadi ciri khasnya.

“Eh? Kalian!!” Serunya

“Jinki-ssi.. Ini aku Sulli..”

“Eh? Ada apa ini? Kenapa kalian bisa sampai kemari?” Tanya Jinki

“Ceritanya panjang Jinki” Sahut Minho

“Ehm.. Maaf, bisakah kau membiarkan kami masuk. Tidak enak terus berdiri diluar seperti ini” Celetuk Taemin

“Eh.. Oh.. Ne, Silahkan masuk” Jinki menyuruh ketiga tamunya itu duduk disofa besar bermotif merah marun.

“Jadi, apa tujuan kalian kesini?”

“Tolong aku Jinki-ssi” Ucap Sulli

“Apa yang bisa kubantu memang?”

“Aku tahu kau bisa Jinki-ssi, aku percaya padamu” Sulli meletakan tangannya didadanya dan tersenyum kearah Jinki.

Jinki mengerutkan keningnya, hening beberapa saat. Sebuah tarikan nafas yang panjang dan dalam mampu mengakhiri keheningan itu. Jinki menatap ketiga orang didepannya itu bergantian.

“Baiklah.. aku akan menolongmu, Sulli-ssi” Jinki berdiri dan mengajak ketiga orang itu berjalan memasuki sebuah ruangan yang agak suram. Ditengah ruangan itu terdapat meja bundar dan empat buah kursi yang mengelilinginya, ditengah tengah meja bundar tersebut, terdapat lilin merah yang menyala.

“Duduklah..” Seru Jinki

Mereka bertiga menuruti perintah Jinki, Sulli duduk tepat berhadapan dengan Jinki sementara Taemin dan Minho disamping kiri kanannya.

“Letakan tangan kalian diatas telapak tangan satu sama lain, lalu pejamkan mata. Jangan bersuara, protes, atau apapun itu selama kalian mendengar aku mengucapkan sesuatu nanti.. Arraso!!”

Beberapa saat keadaan hening, Sulli memejamkan matanya erat, keringat dingin mengucur deras ditubuhnya saat ia mendengar Jinki merapalkan sesuatu yang aneh. Tiba-tiba Sulli merasa ada sesuatu yang berpendar hebat diotaknya, dan sekejap semuanya berubah silau..

Scotlandia, 1900

Seorang gadis muda tengah menyisir rambut blondenya yang panjang. Ia menatap cermin didepannya. Terdengar suara undakan kaki menaiki anak tangga, dan beberapa saat kemudian, kenop pintu kamar gadis muda itu berputar, dan pintupun terbuka, muncul sesosok lelaki muda yang tampan, rambutnya pirang kecoklatan, tatapan matanya teduh. Ia tersenyum kearah gadis muda itu, lalu berjalan mendekat dan menyentuh pundaknya

“Lucia, you have ready to??” Ucapnya, ia menatap bayangan gadis bernama Lucia itu di cermin, wajah Lucia, terlihat tidak bersemangat. Tangan Lucia yang tidak memegang sisir lalu memegang tangan lelaki itu, yang berada diatas pundaknya

“I’m afraid, Ed.. I can’t do that” Ucap Lucia tertahan, Edmund memalingkan tubuh Lucia dan dia berjongkok, menatap mata biru gadis itu.

“You must Lucia.. For the shake of our countryside”

“But Ed”

Edmund tersenyum, mengecup kening Lucia dan berjalan meninggalkan kamar Lucia. Lucia terisak, air mata mengalir deras dan membasahi pipinya yang putih itu. Bagaimanapun juga, dia masih tidak bisa menerima pertunangan ini. Apalagi itu untuk menyelamatkan desanya, seluruh desanya bertumpu nyawa padanya. Sangat pahit bagi Lucia, apalagi dia mencintai Edmund, kakak angkatnya itu, err.. maksudnya mereka berdua saling mencintai. Andai saja ayahnya tidak membawa keluarga Baron, yang ternyata adalah keluarga penyihir, dan mereka membunuh Ayah Lucia dan membuat gila Ibu Lucia juga. Dan sekarang keluarga Baron memaksa Lucia untuk menikah dengan anak mereka, Stud. Kalau tidak keluarga Baron akan memusnahkan seluruh penduduk desa.

*********************************************************

“C’mon Lucia, quickly go up there” Bisik Mrz. Baron tajam tepat ditelinga Lucia, wanita tua itu mendorong dengan kuat tubuh kecil Lucia. Ia berjalan tergopoh-gopoh, sekilas Lucia melihat kearah Edmund yang duduk dibangku deret ketiga kanan, Edmund tersenyum getir. Lucia berjalan kealtar dengan tergopoh-gopoh,didepannya sudah berdiri seorang pendeta Vodoo, sementara Stund tengah berdiri menanti Lucia dengan wajah sumringah. Saat Upacara mereka selesai, tinggal Stund melingkarkan cincin di jari manis Lucia maka lengkaplah sudah, tapi tiba-tiba Lucia menarik tangannya dari genggaman Stund dan segera berlari meninggalkan tempat itu, Lucia berlari kehutan yang didalamnya terdapat sungai. Lucia berhenti berlari, ia menundukan badannya memandang bayangan dirinya yang terpantul di permukaan sungai itu, tiba-tiba Lucia melihat bayangan lain selain bayangannya, ia segera berbalik dan memeluk lelaki itu erat.

“Edmund.. I can’t do this.. I can’t” Isak Lucia

“LUCIA!!” Teriak Stund, wajahnya memerah menahan amarah

“St..tund” Ucap Lucia gemetar, Edmund menyuruh Lucia berpindah kebelakang badannya

“Lucia, what are you doing huh.. Edmund…

Hey, Lucia, he is your Brother, isn’t he??” Stund menatap mereka berdua tajam

“No, he isn’t……– I love him so much” Ucap Lucia

“Huh, Both of you make me corny” Stund menarik pedang dari sarungnya dan mengacungkannya tinggi-tinggi ia berlari kearah Edmund dan Lucia, Melihat itu Edmund lalu mendorong tubuh Lucia kearah pepohonan.

“EDMUND!!” Teriak Lucia kencang, saat mendapati Edmund sudah tertusuk pedang tajam Stund tepat dijantungnya. Stund terengah-engah, dia menatap Lucia dan berjalan kearahnya..

“You know, Lucia.. Since first time I meet you, I fallin’ in love with you, but why Lucia.. WHY”

“St.. Stund.. You kill Edmund”

“But you kill my feeling..”

“Lucia, you must feel what I feel”

“Today is your birthday, isn’t it?? I will give a special gift for you Lucia, and you will never forget it forever” Stund dengan paksa mengambil beberapa helai rambut Lucia dengan belati yang diambilnya dari balik jasnya dan menggoreskan belati itu lagi  kepipi Lucia, hingga darah merembes keluar dari sana. Ia mengambil darah Lucia menjilatnya dengan lidahnya lalu rambut Lucia ia lapkan pada belati yang berlumur darah Lucia.

“For Lord which master the darkness, give lesson to this girl. Don’t let her soul piece. Inform to her, how likely pain” Angin kencang berhembus, petir bergelegar saat Stund mengucapkan itu. Lucia semakin ketakutan, tiba-tiba dirasakannya ada sesuatu yang seperti membakar dilengan kanannya, disibakkan lengan pakaiannya dan benar saja, sesuatu yang magic sedang mengores kulitnya dan meninggalkan bekas berupa angka 19 di lengan kanannya. Melihat itu Stund tertawa mengerikan

“Your soul will never peace, Lucia. She will always look for place for life. And each your that new life, always there’s me. Remember this, Lucia. I will come and make you feel illness

“and this, feel for the first time” Stund mengarahkan belati tadi tepat kejantung Lucia dan seketika, roh Lucia melayang, lepas dari tubuhnya

“HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH” Seru Sulli panjang, napasnya terengah-engah.. ia menatap ketiga namja didepannya bergantian.

“Apa itu tadi? Aku tidak mengerti..” Ucap Taemin

“Pembunuhan yang mengerikan..” Sahut Minho sambil tangannya menyeka keringat dipelipisnya

“Jinki-ssi.. itu.. masa lalu benda inikan??” Sulli menyingsing lengan bajunya, memperlihatkan dengan jelas tattoo yang sama seperti Lucia, angka 19.

“Sulli..” Ucap Minho dan Taemin bersamaan

“Sekarang aku mengerti. Kenapa aku selalu mengalami mimpi buruk. Hal itu karena kutukan ini..” Sulli mencengkram erat lengan kanannya.’

“Jinki-ssi, apa nasibku akan sama seperti Lucia? Sama seperti gadis-gadis lainnya..”

“Aku tidak tahu, Sulli-ssi” Jawab Jinki

“Pembunuh itu benar-benar akan membunuhku…” Tanpa sadar air mata Sulli keluar, Ia terisak. Semua yang ada diruangan itu untuk beberapa saat sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“Boleh aku bicara empat mata dengan Sulli-ssi” Seru Jinki memecah keheningan

“Eh?”

“Ne, kami akan keluar..” Minho dan Taemin berjalan keluar dari ruangan gelap itu. Meninggalkan Sulli dan Jinki berdua.

“Sulli-ssi.. ada satu hal yang harus kubicarakan padamu…

Apa kau mengerti arti kehidupan mereka, awal kutukan beruntun itu??”

“Yang aku bisa terima dengan akal sehatku, Stund membunuh Lucia dan Ed karena cemburu. Dan juga ia mengutuk Lucia bukan begitu?”

“Kau masih ingat apa yang dikatakan Stund diakhir tadi…”

“Ngg.. Stund bilang kalau dia akan selalu mengejar Lucia. Sampai kapanpun..”

“Kau tahu Sulli-ssi, itu berarti tidak hanya roh Lucia yang berenkarnasi, tapi Stund juga.. dia hidup untuk melenyapkan roh Lucia..”

“Jadi!! Yang menerorku selama ini roh Stund!!”

“Mungkin, aku juga tidak tahu pasti.. tapi yang kutahu, cara satu-satunya menghentikan kutukan itu adalah membunuh reinkarnasi Stund.. dengan begitu, lingkaran akan terputus bukan…”

“Lalu Jinki-ssi.. siapa reinkarnasi Stund itu?”

“Aku tidak tahu Sulli-ssi.. Yang pasti dia bisa siapa saja.. Dan pastinya, dia ada didekatmu.. Bisa keluargamu, saudaramu, teman, sahabat atau mungkin orang yang kaucintai..”

Sulli terkesiap, Jinki melanjutkan lagi kata-katanya, matanya menatap Sulli tajam

“Hukum rimba berlaku, siapa yang kuat dia yang menang, tidak perduli kawan atau lawan. Sekarang pilihlah Sulli-ssi, dibunuh atau membunuh.. Pilihlah dengan bijak”

—————————————————————————

“Sulli-ya.. apa yang dikatakan Jinki didalam??” Tanya Taemin tanpa babibu begitu melihat Sulli keluar dari ruangan itu, yang ditanya hanya menggeleng lemah.

“Sulli, kau tidak apa-apa kan??” Sambung Minho kemudian

Tidak ada respon dari Sulli, dia sepertinya sibuk dengan pikirannya sendiri. Melihat itu, Taemin dan Minho hanya bisa pasrah, menunggu jawaban keluar dari mulut Sulli.

“Dia bilang, aku harus membunuhnya!!” Ucap Sulli kemudian, Taemin dan Minho langsung terkesiap

“Membunuh apa??” Respon Taemin

“Mem-bu-nuh? Hah?” Eja Minho

“Jinki-ssi bilang aku harus membunuh Stund, agar kutukanku bisa hilang..”

“Dia pasti bercanda Sulli-ya, Stund sudah lama mati bukan?” Ucap Taemin

“Jinki bilang aku harus membunuh reinkarnasi Stund..”

“Reinkarnasi Stund?” Ucap Minho, Sulli mengangguk

“Kalian berdua ingat kata-kata terakhir Stund tadi?…. Jinki-ssi bilang kalau Stund akan membalas dendam dengan cara membunuh reinkarnasi roh Lucia, dan untuk melaksanakan tugasnya itu, diperlukan wadah baru untuk penampungan rohnya.. Jadi kalau aku bisa memutuskan rantai reinkarnasi Stund, kutukanku akan berakhir dan tidak akan ada korban jiwa lagi selanjutnya..”

“Lalu.. dimana kita bisa menemukan reinkarnasi Stund itu?”

“Apa Jinki tahu orangnya?”

Sulli menggeleng pasrah.. Ketiga orang itu kini terdiam.

“Hey, mau berapa lama kalian berdiri seperti itu..” Seru Jinki yang tiba-tiba muncul, mengagetkan semuanya.

“Kalian mau menginap dirumahku? Tidak baik pulang ke Seoul sekarang.. Istirahatlah dulu, tenangkan pikiran”

Mereka bertiga menyetujui usul Jinki, tanpa banyak pikir panjang..

—————————————————————————–

Entah mengapa, malam itu Jinki susah sekali memejamkan matanya, ia tampak gelisah.. Akhirnya diputuskannya untuk terjaga. Matanya yang terbuka menatap langit-langit kamarnya yang berwarna coklat. Firasatnya benar-benar tidak enak, ada suatu bencanya yang akan menimpanya nanti. Apa ada kaitannya dengan kutukan Sulli? Pikir Jinki menerka-nerka.

Tiba-tiba Jinki terkejut, dilihatnya sepintas bayangan melewati jendela kamarnya. Jinki langsung berdiri dan berjalan kearah Jendelanya, disingkapnya tirai berwarna coklat gelap itu tapi tidak ada siapapun diluar sana, yang tampak hanya taman belakang rumah Jinki.

Jinki kembali menutup tirainya lagi dan berjalan ketempat tidurnya, tapi sebuah suara berhasil mengubah pikirannya. Jinki dengan pasti melangkah keluar dari kamarnya..

TAP..TAP

Ia tidak salah dengar, dengan jelas ia mendengar suara langkah kaki berjalan diatas loteng rumahnya yang sengaja dia kosongkan. Jinki dengan berani berjalan keloteng itu.

“Hey~ Siapa itu!!” Seru Jinki sembari mengedarkan pandangannya kesekeliling

“Hey!! JANGAN BERSEMBUNYI! KELUAR KALAU BERANI!!” Tantangnya

SREEKK

Didengarnya ada sebuah bunyi benda terseret dari arah belakangnya, Jinki spontan berbalik. Dilihatnya sesosok orang bertudung hitam menyeret sebuah sabit besar dengan tangan kanannya. Ia berjalan mendekati Jinki.

“Mau apa kau??” Seru Jinki

“Kau sudah terlalu banyak ikut campur tuan.. Penghalang harus dilenyapkan!!” Ucap orang itu dingin

Orang itu melayangkan sabitnya kearah Jinki, untungnya Jinki sempat menghindar dan ia sempat memukul tengkuk orang bertudung hitam itu, dengan cepat Jinki menyambar pedang yang ia pajang didinding loteng itu.

Orang bertudung hitam itu bangkit lagi dan bersiap menyerang Jinki, tapi kali ini Jinki sudah bisa mengimbanginya. Suara dentuman sabit dan pedang menggema diloteng teratas rumah besar Jinki yang bergaya eropa itu. Sabit orang itu berhasil membengkokan pedang Jinki, Jinki refleks menghindar dan melepaskan pedangnya saat sabit orang bertudung hitam itu menekan semakin dalam bagian pedang Jinki.

Saat menghindar itu, tidak sengaja kepala Jinki membentur dinding loteng yang bercat cream. Ia mengerang sambil memegangi kepalanya yang serasa berdenyut-denyut. Melihat ada kesempatan, orang bertudung itu segera menendang punggung Jinki hingga ia jatuh tersungkur, membalikan badannya dan dengan cepat menginjak injak perut mulus Jinki. Jinki mengerang kesakitan.

“Huh.. akan kuberitahu kau satu rahasia kecil..” Orang itu menarik tudung hitamnya, dan kini menampakan wajah orang itu yang ternyata seorang pria.. Jinki terbelalak melihat siapa sebenarnya orang itu..

“K..kau.. Apa yang kau pikirkan hah!! Kau sudah gila apa, membunuh orang yang kausayangi hanya untuk dendam tidak berguna itu!!” Bentak Jinki

“DIAM KAU” Pria itu menginjak perut Jinki lagi, kali ini lebih kasar

“TAHU APA KAU TENTANGKU HAH!! KAU TIDAK PERNAH MENGERTI DAN TIDAK AKAN MENGERTI!! SEBAIKNYA TUTUP MULUTMU!!”

“KAU BENAR BENAR ORANG TERBODOH YANG PERNAH KUTEMUI!!” Ucap Jinki terbatuk batuk, pria itu menatap Jinki sinis.

“Aku mencintai Sulli.. Dan karena itu aku harus membunuhnya!! Dan satu hal lagi, anggap saja hadiah dariku.. Jiyoung.. Sepupumu itu, aku yang telah membunuhnya!!”

“KURANG AJAR KA— “ Jinki berusaha bangkit sambil melayangkan tinjunya kearah pria itu. Tapi, usahanya sia-sia dengan pasti sabit pria itu melayang kearah Jinki dan

ARRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!

—————————————————————————————-

Sulli mendekap kakinya dan memeluk erat tubuhnya diatas tempat tidur. Ia masih memikirkan soal kutukan gila yang menimpanya.. Tiba-tiba dirasanya ada sesuatu yang berjalan didepan kamarnya. Dengan ragu dia melangkah kearah pintu itu meraih gagangnya dan membukanya, tapi kosong.. tidak ada siapapun disana.. Sulli membalikan badannya lagi bersiap masuk kekamarnya tapi langkahnya terhenti dan dengan cepat dia menatap kearah depan.. Beberapa meter darinya, Sulli melihat sesosok orang bertudung hitam lengkap dengan sabit ditangan kanannya. Sulli terhenyak, dengan cepat dia berlari menghindari tapi sial orang itu tetap mengejarnya dibelakang.

Sulli berbelok ditikungan, ia ingat didekat sana ada kamar Minho, namjachingunya.. Sulli berlari kesana dan berusaha menggedor-gedor pintu kamar Minho, sembari menyebut-nyebut nama kekasihnya itu.

“MINHO!! MINHO!! MINHO!! BUKA PINTUNYA!! CEPAT!! MINHOO!!”

“Sulli.. Sulli.. Sulli… Ada apa? Tenanglah….” Minho mendekap erat kekasihnya itu, Sulli terisak dipelukan Minho

“Minho Oppa…  Orang itu, benar-benar ada.. orang dimimpiku itu.. dia.. dia.. tadi ada didekat kamarku… dia benar-benar berniat membunuhku.. Oppa.. apa yang harus kulakukan.. Aku takut.. Tolong aku!!”

“Sssssttttt… Tenanglah..” Minho berusaha menenangkan tubuh kekasihnya itu yang terus bergeter hebat..

“Ya!! Apa yang sedang terjadi??” Ucap Taemin yang tiba-tiba muncul..

“Taeminnie..” Seru Sulli

“Sulli.. Ada apa denganmu, hey?” Tanya Taemin khawatir

“Dia melihat pembunuh itu, tepat didepan kamarnya…” Jawab Minho

“Hah? Aku merasa ada yang tidak beres dengan rumah ini.. tadi saat aku ingin keluar untuk ketoilet, aku mendengar suara teriakan dari atas, dan saat aku ingin kembali kekamarku lagi, aku mendengar teriakan lagi dan segera kesini..”

“Apa Jinki-ssi tahu sesuatu..” Ucap Sulli

“Lebih baik kita temui dia..” Usul Minho yang dijawab anggukan mantap oleh keduanya..

TOK… TOK..

“Jinki.. “ Seru Minho, tangannya mengetuk daun pintu kamar Jinki, tapi tidak ada respon dari orang yang berada didalam

“Biar aku yang coba..” Taemin segera menggantikan posisi Minho dan mulai mengetuk pintu kamar Jinki, tapi tetap nihil. Dengan kesal, Taemin menggenggam kenop pintu kamar Jinki

CKRET

“Eh.. tidak dikunci..” Taemin membuka pintunya lebar-lebar, tapi mereka tidak menemukan apapun didalam kamar Jinki, kemana sosok namja bergigi kelinci yang manis itu pergi?

“Kita harus mencarinya..” Ucap Minho

JLEEB

“Hey.. apa-apaan ini!! Kenapa listriknya padam!!” Cerca Taemin

“Huh.. untunglah aku membawa senter, cepat temukan ranselku..” Seru Minho

“Ah.. Oppa.. ini dia, aku mendapatkannya..” Sulli segera menyalakan senter itu, kedua namja itu segera mendekat kearah Sulli.

“Aku rasa sekringnya longgar, seseorang harus keluar..” Ucap Minho

“Dan harus ada yang mencari Jinki-ssi..” Timpal Sulli

“Biar aku yang keluar..” Ucap Taemin

“Kalau begitu aku yang mencari Jinki” Sambung Minho

“Kunci pintunya Sulli saat kami keluar, jangan biarkan seorangpun masuk kecuali aku dan Taemin”

“Ne” Sulli mengaguk mantap

“Kalau begitu aku duluan, nanti aku akan bantu mencari Jinki juga.. kemarikan senternya” Taemin bergegas keluar setelah menerima senter dari Sulli

Tidak lama kemudian, penerangan dirumah itu kembali menyala.

“Taemin berhasil” Pekik Sulli

“Ne, dan sekarang giliranku, Ingat jangan buka pintu untuk siapapun kecuali aku dan Taemin”

“Dan bila terjadi sesuatu… Ambil belati didalam ranselku.. Jaga dirimu baik-baik..” Minho mengecup kening Sulli dan beranjak pergi dari tempat itu..

—————————————————————————————-

“Jinki!! Jinki!!” Seru seorang namja, ia meneliti sekelilingnya sembari mencari-cari keberadaan orang yang bernama Jinki itu.

Indra penciumannya kembang kempis, membaui bau anyir yang menyengat.. Dengan langkah pasti dia menaiki tangga dan sepertinya sampai disebuah ruangan lain.

“Apa itu??” Ia berjalan mendekati sosok lain dipojok ruangan dan terkesiap melihat siapa itu..

“Jinki…” Ucapnya lirih, melihat tubuh atau sekarang bisa disebut potongan tubuh Jinki yang terbagi-bagi. Benar-benar mengerikan, bahkan matanya ditarik lepas dari tempatnya, memperlihatkan semua urat dan otot mata Jinki..

“Siapa yang melakukan ini padamu!!”

“AKH.. Sulli.. Dia sendirian, aku harus cepat kesana”

Belum sempat pria itu turun, seseorang menghentikan langkahnya..

“Mau kemana kau hah!!” Orang itu melayangkan sabitnya kearah pria itu.

Pria itu berhasil menghindar, sabit orang bertudung hitam menancap keras dilantai kayu. Melihat ada kesempatan, pria itu segera berlari menjauhi orang yang mencoba membunuhnya.

Pria itu berlari menuruni tangga, dan sialnya orang tadi mengikutinya sekarang orang itu tidak membawa sabit lagi, ia mengacungkan tinggi-tinggi belati berwarna perak ditangan kanannya. Dengan sekali lemparan, berhasil mengenai lengan kanan pria itu. Gerakan lari pria yang dikejar semakin melambat, dilihatnya ada sebuah kamar yang terbuka segera dimasukinya mengunci pintunya dan diam disitu untuk beberapa saat..

——————————————————————————

Sulli merasa tidak tenang sendirian didalam kamar Jinki, ia tidak bisa membiarkan orang-orang yang disayanginya mempertaruhkan nyawa diluar demi dirinya. Dengan pasti, Sulli mengobrak-abrik ransel Minho dan menemukan belati perak didalamnya. Diambilnya dan digenggamnya erat-erat, Sulli berjalan kearah pintu dan membuka kunci dan menarik kenopnya.

Sesaat dia terdiam diambang pintu, sepertinya ia masih ragu-ragu untuk keluar. Langkah pertama, tapi tidak terjadi apa-apa, beberapa langkah menjauhi kamar, pikiran Sulli mulai stabil ia sudah berani berjalan bebas..

“Tidak perlu takut Sulli” Ucapnya berusaha menyemangati dirinya sendiri

SREEEK

“HAH!!”

SREEEKK

“Siapa itu??”

SREEEEEKKK

“Taemin??”

SREEEKK

“Minho Oppa??”

Perasaan Sulli mulai tidak enak, beberapa detik kemudian sesosok orang bertudung hitam keluar dari balik dinding kamar lain diruangan itu. Sulli terhenyak, cepat-cepat dia berlari tapi sayang tangannya keburu dicengkram oleh orang itu. Dengan pasti Sulli menikamkan belati itu tepat dilengan kanan orang itu. Cengkramannya terlepas dan Sulli segera berlari menyelamatkan dirinya dari kejaran pembunuhnya itu.

———————————————————————————

Pria yang berada didalam kamar tadi berjalan keluar dari tempat itu, dirasanya keadaan cukup aman. Segera ia berjalan mengendap-endap untuk mencari Sulli. Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti dan buru-buru menyembunyikan badannya dibalik dinding. Ia shok melihat sosok asli pembunuh itu, pembunuh yang selama ini meneror Sulli tengah menyingkap tudungnya dan melepaskan pakaian resminya untuk membunuh. Si pembunuh mengeluarkan sesuatu daribalik kulkas, yang entah apa itu. Pria yang bersembunyi tadi, secepatnya pergi dan mencari Sulli untuk membawanya keluar dari lingkaran setan ini.

————————————————————————————

HAAH

HAAH

Sulli terengah-engah sehabis berlari menghindari kejaran dari si pembunuh bertudung hitam.

“Sulli…” Rintih seseorang

Merasa ada yang menyebut namanya, Sulli berjalan kearah ruangan tempat suara itu berasal. Ia terkesiap begitu melihat siapa orang yang memanggilnya itu.

“Taemin.. Apa yang terjadi denganmu??” Tanya Sulli khawatir, dia berjalan mendekati Taemin yang bersandar didinding.

“Kenapa dengan perutmu??” Tanya Sulli lagi

“Ukh.. Pembunuh itu berhasil melukaiku Sulli.. DAMN!!” Umpat Taemin sambil memegangi perutnya yang mengeluarkan cairan merah pekat.

“Taemin.. bertahanlah.. kita pasti akan selamat” Sulli berusaha menenangkan keadaan, padahal dia sendiri tengah panik. Dilihatnya sekujur tubuh Taemin, pandangannya berhenti dilengan kanan Taemin yang terluka..

“Kenapa lenganmu??”

Taemin tidak menjawab, ia mengambil sebuah belati perak yang berlumuran darah dari balik bajunya dan menyerahkannya pada Sulli

“Pembunuh itu melukaiku dengan ini..” Ucap Taemin

Sulli kaget, belati itu persis seperti belati milik Minho yang ia pakai untuk melukai pembunuh tadi. Jangan-jangan pembunuh itu menggunakan belati yang sama seperti milik Minho.. itu berarti.. ah tidak..tidak.. Mungkin itu hanya kebetulan, Pikir Sulli dalam hati.

“Sulli!!” Seru seseorang, Sulli kaget dan menoleh kearah orang itu..

“Minho Oppa…” Sulli berjalan mendekat kearah Minho

“Jangan dekati Taemin, Sulli!!” Ucap Minho, matanya menatap tajam kearah Taemin

“Apa maksud Oppa??”

“Dia pembunuhnya Sulli!! Taeminlah pembunuhnya!!” Seru Minho sambil melayangkan telunjuknya kearah Taemin

“Oppa.. apa yang kau katakan.. tidak mungkin Taemin pembunuhnya…”

“Berhenti tidak percaya padaku Sulli.. Ayo pergi dari tempat ini” Minho dengan kasar menarik tangan Sulli agar menjauh dari Taemin, tapi Sulli berontak, gadis itu berusaha kuat melepaskan cengkraman tangan Minho dari lengannya..

“Lepas” Akhirnya Sulli bisa melepaskan dirinya, dia mundur beberapa langkah. Sulli menatap Minho dengan pandangan yang entah apa itu.. Tiba-tiba pandangannya terfokus pada lengan kanan Minho yang terluka..

“Apa yang terjadi dengan lenganmu?”

“Taemin yang melukai lenganku!!”

Sulli terdiam, ia menatap Minho dan Taemin bergantian..

“Sekarang pilih Choi Sulli.. Pulang denganku, atau mati bersamanya hah!”

“Oppa…” Sulli sekilas menatap Taemin, Taemin balas menatapnya lalu tersenyum simpul. Sulli meneguk ludahnya, memejamkan matanya sekilas lalu berjalan kearah Minho..

“Ayo kita pulang, Sulli” Minho berujar dengan senyum yang menghiasi wajahnya, dia sangat yakin Sulli akan memilihnya.

Sulli semakin mendekat dan sekarang dia berlari dan JREEBBBB… Belati perak tepat mengenai jantung Minho.. Minho membelalakan matanya, tidak menyangka apa yang dilakukan Sulli sekarang padanya. Dan runtuh seketika, Minho meregang nyawanya dan pergi untuk selamanya.. Belati perak masih tertancap jelas dijantungnya. Sulli terisak pelan

“Mianne Oppa..”

Sulli berjalan mendekat kearah Taemin, Taemin yang sedari terduduk sekarang sudah berdiri, dia tercengang dengan apa yang Sulli lakukan.

“Sulli.. kau membunuh.. Minho…”

“Aku yakin Minho orangnya, Minho adalah reinkarnasi Stund”

Taemin memeluk tubuh Sulli, Ia memeluknya erat.

“Sulli.. bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”

“Katakanlah Taeminnie..”

Taemin melonggarkan pelukannya, dia menatap mata bening Sulli..

“Bolehkah aku menciummu, Sulli?”

Tanpa menunggu jawaban Sulli, Taemin langsung mengecup bibir Sulli. Ia mengecupnya lembut, sangat nyaman bagi Sulli, sepertinya berbeda dengan apa yang dilakukan Minho padanya selama ini. Perlahan Sulli memejamkan matanya, menikmati ciuman Taemin..

“AKKKHHHHHHHHHHHH” Sulli mengerang begitu sesuatu yang tajam dan dingin menembus kulitnya, menusuk dari belakang.

Taemin melepaskan ciumannya dari Sulli, dan menatap tubuh gadis itu yang tergeletak dilantai sambil merintih kesakitan.. Mata Sulli menatap Taemin tidak percaya apa yang akan dilakukannya.. Ternyata Taeminlah pembunuhnya, Sulli benar-benar salah, kenapa dia begitu bodoh tidak percaya dengan Minho, namjachingunya sendiri.. Tapi penyesalannya sudah terlambat.. Sekarang dia harus rela berakhir seperti ini, berakhir sama seperti dengan pendahulunya..

Taemin terus menatap Sulli, setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya..

“Sarangeyo Choi Sulli.. Mianne.. Mianne…”Ucap Taemin lirih

Perlahan dia menyentuh perutnya yang berlumuran cairan merah pekat.. Diusapkannya tangannya lalu menjilat sedikit jemarinya yang berlumuran cairan merah itu..

“Huh.. Sepertinya tomat ini memang berguna..” Ucapnya kemudian..

Sekali lagi Taemin memandangi Sulli, sedikit menoleh kearah Minho lalu tersenyum sinis. Dia melenggang pergi meninggalkan rumah Jinki.

************************************************

Seorang namja berusia sekitar 7 tahunan berdiri dikejauhan, menatap anak-anak kecil lainnya yang sedang bermain dengan riang.

“Tidak ikut bermain?” Ucap seseorang

“Tidak..” Ucapnya dingin dan datar

“Kau tampak sakit, siapa namamu heh?”

“Dongho… Shin Dongho..”

“Oh.. Dongho.. kau mau kuberitahu sesuatu yang menarik?”

Dongho memandang namja yang duduk disampingnya itu sambil menarik satu alisnya keatas

“Apa?”

“Sebelumnya, boleh aku melihat lengan kirimu?”

“Heh.. untuk apa?”

“Hanya memastikan..” Dengan ragu Dongho menyibakan lengan t-shirt putih bergambar Mickey Mousenya.

“Hn.. benar kau orangnya..Dengarkan aku Dongho, kau harus melaksanakan perintah ini.. Kau sudah dipilih untuk ini.. Kau harus memusnahkan reinkarnasi Lucia”

“Apa maksudmu??” Tanya Dongho

“Nanti dia akan menjelaskannya padamu secara rinci, Dongho..”

“Siapa?”

“Stund..”

“Hah? Siapa dia? Dan bagaimana aku harus memusnahkan reinkarnasi Lucia?”

“Nanti Stund akan datang kalau saatnya tiba.. Mengenai itu..” Orang itu menghela nafas berat

“Musnahkan gadis yang membuatmu jatuh cinta saat kau pertama kali melihatnya.. Gadis itu yang harus kau musnahkan..”

“Apa? Lalu apa yang aku lakukan setelah dia lenyap?”

“Itu urusanmu.. tetap melanjutkan hidupmu atau memilih seperti kebanyakan pendahulu kita, menyusul gadis itu..”

“Kau.. apa yang akan kau lakukan..”

Orang itu tersenyum lalu menatap langit biru didepannya..

“Aku akan mencoba hidup sedikit lebih lama.. mencari apa yang hilang dariku..”

“Kalau kau sudah menemukannya apa yang kau lakukan?” Tanya Dongho lagi

“Aku akan pergi menyusul mereka, pergi menyusul semua orang yang kusayangi.. dan kami bisa berkumpul lagi..” Orang itu mengakhiri penjelasannya dengan tersenyum.

“Ah~ aku hampir lupa.. ini untukmu..” Orang itu menyerahkan sebuah kotak hitam pada Dongho, dengan girang Dongho menerima dan membukanya

“Eh? Apa ini? Jubah Superman ya? Kok warnanya item?”

“Bukan Dongho.. Suatu saat kau akan memerlukannya.. Percayalah..”

Dongho menatap malas kotak itu sambil memanyunkan bibirnya.

“Hey, aku harus pergi.. sampai bertemu lagi Dongho..” Orang itu beranjak pergi menjauh meninggalkan Dongho..

“Hey.. Tunggu!! Siapa namamu?” Teriak Dongho

Orang itu menghentikan langkahnya, dan berkata

“Lee Taemin.. Namaku Lee Taemin..”

“Oh~ Taemin-ssi.. Gomawo pemberianmu~”

“Ne” Taemin tersenyum lalu melangkah pergi dari tempat itu. Meninggalkan tugas baru untuk penerusnya, Shin Dongho.

-THE END-

 

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


50 thoughts on “BLOODY 19th – PART 4 (END)”

  1. Taeminnnn
    Kenapa jadi pembunuh
    Sulli gimana siii
    Kenapa ga milih minho
    Pembunuhnya tuh taemin!!!
    Ternyata terornya masih berlanjut
    Kerennn!!

  2. iya!! Setuju!! Sulli!! Hiks, Minho jadi korban deh….!
    Akhir ceritanya gantung Thor…! Aq maunya si jubah hitam itu mati, #plakk!
    Tapi keren!! Daebak!! Daebaaaaakkk!

  3. Aaaaaakh,bner khan tbakan gw…
    pasti taemin yg jd reinkarnasi lucia soalnya taemin gelagapan pas di ajak k rumah jinki,
    Tapi kok taemin tega sih bunuh sulli,jd hancur image taemin yg polos n innocent t,T_T #plak
    Kira2 first love Donghoo t syp y?
    Great ff,daebak…
    I like this ff,^^v

  4. Aaaaaaaaa!!!!!
    Kenapa minho yang dibunuuuuuuh?
    Woiwoiwoi minho baik banget idih sulli ya-_-
    pas yang minho bilang “percayalah padaku kali ini” aaaaaa minho mati padahal dia baik bgt
    Gila taemin gak nyangka ya…………..

  5. KYAAAAAAA !! TEBAKANKU BENER KAN ???
    OMG ><
    SULLI , WAE ?? WAE ??
    OH TAEMIN ,, KENAPA KAMU JD MURDER EOH ??? HUEEEEE X(
    SULLI BABO !! KENAPA GA PERCAYA MENONG ??? HUEEEEE X(
    OMG !! KUTUKAN'Y MASIH JALAN X( DAN NANTI DONGHO YANG JADI PEMBUNUH'Y ?? OH GOD ,, KEREN BANGET INI SUMPAHAN DEH !!
    SAYANG UDAH END ya -_-
    #mian,capslock jebol ehehehe xp

    seriously,salut sama ide2 author'y!
    good job author,daebak x(

    walopun pengen nangis,soal'y jinki sm menong mati x( hueeeeeee x(

  6. Wah sulli pabo knp minho yg dibunuh orng tae min malah min ho,

    wah taemin oppa mengapa oh, mengapa kau jhat bgt sieh!

    Akhir.A slesai jg ni ff. Kren chingu!

  7. Whaaa , daebak author , keren bgt ., tega bgt taem oppa bunuh sulli pas lg kissue lg .. Gx nyangka taem oppa jahat .,
    Tpi bneran keren chingu ..

  8. udah aku duga kalo tamin oppa pelakunya
    soalnya pas adegan ‘pria itu’ dikejar-kejar sama pria bertudung hitam, gak ada adegan menikam perut
    eh tapi tiba-tiba sulli udah nemuin taemin oppa dalam keadaan perut berdarah dan ngaku kalo dia abis ditusuk si pria bertudung hitam itu
    dari situ aku udah mulai curiga sama taemin oppa
    tapi sumpah ni ff daebak beud mbk author!
    O iya salam kenal ya..
    aku reader baru di sini dan sebelumnya aku cuma silent reader, tapi skarang udah enggak lagi, terbukti aku disini lagi ngoment ff ni
    skali lagi daebak buat author sama ff ni
    aduh kabur…! *ditimpukin sendal sama author n reader laen gara-gara kebanyakan ngomentnya*

  9. astaga!!! taemin !!!! gx nyangka dy yang membunuh semua org !!!
    ckckck….. bisa-bisanya ! nyesek gila!!! nyesek bgt ….
    apa lagi di bagian taemin nyium suli,…. astaga…….
    semuanya terungkap,….. susah di tebak nih ….
    great !!!!

  10. wah ternyata taemin pembunuhnya, aku kira minho
    kasian banget minho dibunuh sama yeojachingunya sendiri
    taemin licik banget disini

  11. Huaa,, nyesel baru baca nih FF!! keren!!
    Yeii,, tebakanku bener,, Taemin pembunuhnya,, Tp, yang aku heran, kenapa Sulii ngira kalo’ pembunuhnya itu Minho? Masa’ cuma gara-gara belati itu doank?
    Dan yang sangat disayangkan, kok sad ending?? 😦
    Biasanya kan the brightness(?) win again the darkness,,
    Kan kasian Minho ama Sulli… 😦

  12. sebenarnya aku juga udah nebak itu taemin tapi aku gak mau percaya kali aja satu keajaiban yang mengubah itu semua. *lebay*
    ah~~ taemin oppa kenapa kau jadi pembunuh? *stress*
    gak tau kenapa baca bagian terakhir ngebuat aku sedih kayaknya taemin itu sebenarnya gak mau jadi pembunuh tapi karena sudah takdir. hiks hiks hiks…
    aigo, aku jadi ngawur ngomongnya gara2 shock O.O
    100 jempol deh buat authornya 🙂

  13. omo………!!!
    taemin yg cute napa bisa jadi p’bunuh sadis gtu ceh??
    uhuhu..(ga nyangka)..
    wah..wah..wah..
    daebak banget ceritanya ne…
    salut deh buat chingu!!!
    Onew-Minho….kasian banget xan..

  14. Ternyata teamin yaaa ckckck
    Tapi ini ff keren deh ceritanya menegangkan sampe akhir
    Ffnya beda kalo biasanya happy ending ini malah sad ending.
    Kasian minho oppa

  15. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………!!!!!!!!!!!
    tebakanku bener, ternyata Taemin pembunuhnyaaaaa…………!!!!!!!!!!!
    author daebak, ni ff bikin aku penasaran sampe endingnya……
    sad endingnya keren deh…suka lah pokoknya…

  16. aigoo.. ribet banget masalahnyaaa…
    Tapi tebakanku bener! hehe 😀
    Keren thor, sulit ditebak!
    yang jelas kan mereka bersama di dunia selanjutnyaa.. hoho..
    Ditunggu ff-ff selanjutnya yaa…:)

  17. DAEBAAK!!
    asal usulnya keren, tapi kasian reinkarnasi stund-nya
    pas denger ceritanya jinki aku yakin kalo….taemin pembunuhnya
    tapi aku ga nyangka minho dibunuh ama sulli!!!
    aku baru nyadar kenapa sulli milih ngebunuh minho *loading dulu
    dongho cocok jadi penerus taemin, soalnya mreka banyak kemiripannya….
    great ff, choahae…

  18. mian ya~ aku cuma bisa ngebales komen kalian dalam satu kotak u.u
    aku sama kedua author yg lainnya ngucapin terimakasih banyak udah mau baca FF abal bin aneh kayak gini dari awal sampai akhir~
    ada yang ngira Minho? aku baca di komen part-part sebelumnya ada yg ngira Jinki atau Jiyoung~ sumpah aku ketawa lo~ gg nyaka aja ada yg ngira mereka berdua~ padahal modus kami bertiga mau ngebuat semua reader nyangka si pembunuh ntuh Minho~ kekekeke~
    terus ada yg komen Taem gg cocok jadi pembunuhnya, ehm~ awalnya aku ini just pikiran aku ya~ kalau Taemin jadi pembunuhnya itu malah seru, soalnya tampangnya kan watados gitu ya~ dan itulah yg buat dia menarik jadinya aku kepikiran~ hoo~
    pokoknya JONGMAL GOMAWO udah Baca dan Komen~ Terus yg ngelike juga~ makasih ya ^^

  19. Thor, bguz bnget!
    Tp sy mw tanya nc. Truz nenek2 yg d part sblumx thu sapa? Ap hbunganx ma mreka? Truz,knapa taemin cm nusuk sulli aja? Knp ga bunuh dy sesadis yg sblumx? Msalx nyungkil matax? Truz apa sih yg ada d lengan anak kcil itu sampe taemin bza tw anak itu adlh penerusx?

    Pliz djawab y thor. Penasaran bnget soalx hehe

  20. trus author…kenapa bisa stundnya reoinkarnasi lagi ke dong pdhal si taemin masih idup? emang bisa ya reinkarnasi lagi kalo si pendahulunya masih idup?? itu juga yg bikin saya bingung, thor. mohon penjelasannya ya ^^ *walo pun saya tetap juga bingung, soal…emang reinkarnasi musti sesama genre yah? Mislanya si stund cowok, emang harus reinkarnasinya cowok juga?*

    1. owh! itu karena satu orang reinkarnasi stund cuma bisa ngebunuh satu orang reinkarnasi si Lucia, kalo tugasnya udah selesai ya dia bakal bebas 😀
      pan si Stundnya udah modar, jadi dia cuma pindah-pindah tubuh doang (kasihan yg kena)
      huo~ si stundnya milihnya cowok doang, dia katanya gg suka cewek -.-‘

  21. Omo akhirannya kayak gini berarti masih berlanjut lanjut lagi dong? OAO

    Aaaaaaa kereeeen xD
    Lanjut ya author-author daebak ! XD
    Lanjut buat bikin cerita yg lebih daebak daripada ini! Haha xD

  22. …Fuh… Fic ini berhasil membuatku menjadi benar benar cemburu dan tidak belajar b.indo untuk UN besok selama beberapa jam… Ne, Taeminnie. Aku masih tetap cinta padamu. Minho oppa juga. Onew Appa juga. …dan Dongho juga. (Eh ini kok ngomong ngomong yg jadi reinkarnasinya si Stund biasku semua yak-_- yg jadi pacar si sulli juga biasku -read: minho- wk-_-)

  23. overall, daebak bgt thornim! jinjja!
    tapiiiiii…..
    gaaahhhh~!!!!
    gak bisa, gak bisa!!!!
    aku gak bisa bayangin taemin sama sulli kisseu kisseu, thornim~!!!
    huweeeee…..
    uri baby taemin koq jd kayak gini sih thor..?!!
    gak rela, gak relaaa~!!
    hiks~
    kenapa?kenapaaa…..?!
    awalnya emank curiga ke taemin, tapi sama skali ga bisa ngebayangin tampang polos nan imut kea gitu tiba” pake jubah hitam, bawa sabit pula…
    trus, trus, si sulli pabo ihh, minho baek bgt, malah d bunuh..
    buat lg yg kea gini yak thornim, yg thriller”..hehe
    tapi jgn taemin lg yg jaad <–maksa *author:like like i dunk!

  24. dgn sgt berat hati ..saya like hehe (ga ding *ditendang author keluar blog*) ..knp oh knp? sedih sekali endingnya ;_______;
    tp bagus banget deh sukaaaaa huhuhu sulli oon nih bunuh minho ..huhuhuu *masih nangis dipelukan key*

  25. wah…
    sempat ketipu aku…
    kirain minho ternyata taemin…
    gila ceritanya, banyak menduga-duga…

    buat lagi yaa,,,
    aku tunggu ff selanjutnya…
    ^_^

  26. huh… huh… knp taemin nya jadi pembunuh hati nya busuk sementara mukanya babyface hiks… hiks…. hiks… oppa minho nya mati knp sulli gak pilih minho namjachimgunya sendiri

  27. Maaf ya thor dr part atu komennya sekata dua kata, penasaran soalnya~
    Huaaaaaaaa~ aku suka baget sama ff nyaaaa~ daebak! Seremnya oke, pengeeeen lanjutannya !!! Keren deh pokoknya !

  28. waaaaahhh keren banget ffnya sumpah suka bangett!! hhe

    aku dari pertama udah nyangka banget minho pembunuhnya..

    ehh taunya waktu dibaca lagi tameni pembunuhnya..

    keren banget endingnya 😀

  29. SUDAH kuduga kan?! Pasti taem! Tuh kan! Hyaaaaaa jinjja, ga rela banget ini mah!? Mana authornya, mana authornya?! Aku mau protes! Kenapa duo choi itu begitu babbo kalian buat hah?! #digamparsamauthornya
    wkwkwkwk. Daebak bngt, gila. Aku nunggu di ffindo, tp cuma 1 part ehhh nemu di sini. Kesel akhirna sad ending. Astaganagajim (?) si taem….

    Trus berkarya authordeul!! 😀

  30. ahhh bener tebakanku kLo si taeminie pmbunhny,coz wkt suLLi bru nemuin jinki
    si minho lgsg tnya: gwenchana?
    sdngkan taem tnya: ap yg jinki katakan?
    dr stu aj kLhatan si minho Lbh mntingin keadaan suLLi..d bnding prktaan jinki..
    AKHHHH!! pkknya gitu dech!#dasar reader g jeLas! PLakk!!
    tp daebak chingu!

  31. Benerkan dugaanku, kalo taemin itu si jubah hitam. terlepas dari fakta kalo motifnya adalah dendam dan dia merupakan reinkarnasi stund.
    ckckck! pokonya ff ini keren deh!!!

    Oh yh, ada beberapa kalimat dalam b.Inggris yg bkin ngrasa krg enk bacanya.
    Kaya –> “And each your that new life, always there’s me”
    Msih ada ksalahan dlm sisi grammar dn yg pastinya b.inggris yg dipake itu trlalu b.Indonesia.

    oKEY deh, sekian dariku. Nice FF b^^d

  32. aaaaaaaaaaaaaa kenapa harus taemiiiiiiiiiiiin T.T
    taeminkuuuuuuuu kau. ….. sungguh teganya teganya #abaikan :””
    pas pertengahan cerita udah ngsrti kalo itu taemin! tapi kenapaaa :”
    eh terus halmeoninya kmana yah? ‘A’)?
    aku kira si halmeoninya ada hubungan sama ceritanya, kali aja dia sapanya Lucia generation gitu (?) #lukiragirlsgeneration #abaikan -_-
    authors jjang!!!!!!!!!!!!! ini kereeeeeeeewn

  33. Annyeong bongkar2 ff lama ni
    Jadi komen di last part aja.

    Yang buat 3 author ya
    Hebat bisa menyatukan ide

    Daebak eon

  34. aaaaaa ga nyangka ternyata Taemin T.T
    huwaaaa ssul unni kau mebuat pilihan yg salah..
    Minho oppaaa hiks hiksss
    Keren FF nya.. Ngeri dan seterusnya(?)
    Huahh My MinSul di bunuh uri taemin

  35. Oalahhh ni ff buat aku kyak detektif lahhh.. Tapi tetep ja aku bener,, hanya aj kok Onew die sih??
    What ever kasian Taemin terpaksa negebunuh sulli first love nya.. NI SEMUA KARNA STUND!! *nimpuk stund pake cabe (?)* Taemin: maksih~ terharuu
    keren authooorrr love buat ketiga author! Udah yahh Key oppa dah nungguin nihh *ditimpuk locket pake uang (?)

Leave a Reply to LeeShin91 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s