My Love Story is Gone in My Bedroom’s Window – Part 1

My Love Story is Gone in My Bedroom’s Window

(Part 1)

Author                                                                  : Jung Young Rin (kiyacake)

Main Cast                                                            : Lee Kyung Ahn akka Ahn-Ahn

Kim Jong Hyun akka Ong-Ong

Support Cast                                                      : Han So Eun sebagai Guru TK Hello Kids

Lee Jin Shin akka Im Jin Ahn akka Nyonya Lee akka Eommanya Kyung Ahn

Length                                                                  : Sequel

Genre                                                                   : Friendship with Little Humor^^

Rating                                                                   : General

NG eh maksudku NB : Cerita ini terinspirasi dari curcolan teman-temanku. Ceritanya rambut JongHyun tuh keriting *dikroyok blingers*. Tapi jangan khawatir, akan aku sulap rambutnya seperti JongHyun yang kalian kenal^^ Selamat membaca…..

Aku duduk di jendela dan menatap keluar. Aku menghemuskan nafas dan memulai memikirkan dia yang tak kunjung datang menemuiku di sini. Aku ingin menagih janjinya 13 tahun yang lalu. Ya, di jendela ini ia berjanji untuk menemaniku setiap siang. Dan inilah awal ceritaku…

When this passing life withers away, you come to me
The moment I touch your frozen heart, my life begins

Lee Kyung Ahn POV

Sewaktu TK, 13 tahun yang lalu saat aku berumur 4 tahun…

Eomma belum selesai membacakan dongeng sebelum tidur tetapi  aku sudah menutup kedua mataku dan terlihat nyaman tertidur di ranjangku yang empuk.

‘’Ahh… anak ini sudah kelelahan rupanya. Dia bersih keras tidak mau tidur siang! Akhirnya dia tidur siang juga. Dasar anak-anak^^ Tidur yang nyenyak ya nak…’’ omma menyecup keningku dan berlalu.

Setelah eomma menutup pintu kamarku, aku sedikit membuka  sebelah mataku memastikan apakah eomma benar-benar sudah meninggalkan kamarku atau belum. Sepertinya sudah pergi.

Fiuh! Aku benar-benar bosan mendengarkan dongeng eomma. Agar eomma menghentikan dongengnya yang berkepanjangan, aku berpura-pura tidur. Sepertinya dari aku berbakat menjadi pemain sinetron, haha…

Aku duduk dan bermain dengan bonekaku yang terdapat di samping ranjang. Eommaku selalu saja menyuruhku untuk istirahat. MENYEBALKAN! Aku jadi jarang bermain di luar. Eomma melarangku sering-sering bermain di luar. Dia selalu saja mengkhawatirkanku. Dia sering mengatur ini itu, makanan, pakaian, semuanya. Eommaku adalah pemilik toko daging dan appaku bekerja di pemerintahan. Tapi karena ingin membangun usaha bersama eomma, appaku mengundurkan diri. Harabeoji, alias kakekku adalah seorang pianist terkenal tidak heran aku dan oppa ku sejak dini sudah bisa bermain piano. Oppa ku??? Tak usah diragukan. Dia bintang kelas, ahh tidak. Oppaku adalah bintang sekolah di SD nya. Dia selalu mendapat rangking 3 besar di sekolahnya. Aku?? Entahlah… aku tidak mau membahas tentang diriku yang menyedihkan ini.

‘’ Plak!!!’’ suatu bunyi membuatku kaget. bunyi apa itu???

“ Plak!!!” suara itu terdengar lagi, sepertinya sumber bunyinya dari jendela. Ku buka jendela, terlihat seorang namja tersenyum dengan senyuman bling-blingnya di luar rumahku. Iya, Kim Jong Hyun ah maksudku Ong-Ong. Dia adalah sahabatku. Dia sekelas denganku di tk, aku tak tahu di mana rumahnya. Teman-teman di kelas bahkan guru-guru pun tidak tau. Dia begitu misterius dan susah ditebak.

Sebelum orang itu memulai aksinya lagi aku berteriak,

“ Ong-ong!!!! Berhenti!!!!! Kenapa kamu ngelempari jendelaku dengan kerikil???  Dasar keritring jelek!!! Hueek! (mehrong ) Ntar aku aduin ke eomma ku baru tau rasa loh!” kataku sambil memehrongkan lidahku.

“Ya!!! Ahn-Ahn!!! Ternyata kamu belum tidur ya??? Dan siapa yang kamu bilang jelek?? Aku kan ganteng kayak Ben Joshua!!!!” kata namja yang biasa aku panggil Ong-Ong itu.

“Ben jo..  ben.. jo… apa itu??? Nama makanan???” aku bingung. Nama ben jo-ben jo itu mirip dengan bubur kacang hijau yang biasanya eomma berikan padaku.

“Maksud Ahn-Ahn burjo??? Ben Joshua itu nama aktor!!! Ahhh,, udahlah!!” jawabnya.

Tiba-tiba dia menyerobot memanjat pagar rumahku dan menghampiri jendela kamarku.

“OMO!!! Ong-ong, itu perbuatan yang tidak baik!!!!! Sebagai tamu, seharusnya Ong-Ong mengetuk pintu bukan nya pake manjat-manjat pager segala. Nanti…, nanti kamu disangka penjahat terus ditangkep polisi terus dimasukin penjara loh!!!” Jawabku polos.

“ Tapi gayaku tadi kerenkan kayak bruce lee???”

“Aigoo…,, nama makanan apa lagi itu??? BRUSLI?? Nama odol ya???” tanyaku kebingungan.

Diapun tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataanku.

“Hahaha…hahaa…!!! Aegyoo, kamu kyupta banget sih!!!” nyubitin  pipi aku.

“YAAA!!! Sakit!!! Ong-ong jahat!!! Ntar aku adu in oppa aku biar kamu tau rasa!!!!’’ kataku kesakitan sambil cemberut mengelus-ngelus pipiku

“ Trus sebenernya Ong-Ong ngapain ke sini???” tanya ku yang dari tadi kebingungan karena tingkahnya.

Ong-Ong terdiam sejenak. Dia tidak mau memberikan tujuan yang  sebenarnya kepada Ahn-Ahn. Dia menopangkan dagunya di jendela kamarku. Sunyi sejenak. Tiba-tiba Ia tersenyum, berdiri tegak dan berkata dengan tegas,

“Aku ke sini untuk melakukan apa aja yang Ahn-Ahn mau”

“Apa aja?? Yang aku mau??” tanyaku bingung.

“ Yup! Aaaapa aja yang kamu mau” memberikan senyum termanisnya.

Aku bingung. Apa maksudnya itu. Ku lihat rambutnya dan tersenyum,

“ Baiklah! Aku mau rambut Ong-Ong yang keriting itu bisa dilurusin!!!”

Dia terbelalak dengan permintaanku “Mwo???!!”  serunya.

“Kenapa Mwo?? Emang rambutmu benar-benar tidak bisa dilurusin???”

“ YA! Ahn-ahn!! Butuh waktu 13 tahun buat ngelurusin rambut Ong-Ong tauk!!!” katanya sambil memegangi rambutnya yang keriting itu.

“ 13 tahun??? Gapapa, Ahn-Ahn tunggu 13 tahun lagi. Kalau 13 tahun lagi rambut Ong-Ong ngga bisa lurus-lurus, ntar Ahn-Ahn potong jadi gaya rambut SULE! Arrachi??”tanyaku.

Akhirnya Ong-Ong menyerah “Arraso! Pasti rambutku bisa dilurusin 13 tahun lagi!! Ong-ong yakin itu!! Lagian, Ong-Ong ngga mau rambutku dipotong ala Sule apa lagi Ahn-Ahn yang motong. Ong-Ong juga ngga mau senasib sama semua boneka barbie Ahn-Ahn yang rambutnya dipotong dengan gaya ala sule prikitiew itu!”

“Biarin!!! Huek… (mehrong)”

“ Jangan mehrong-mehrong terus, ntar di neraka lidahmu dipotong loh!”
“ Ong-Ong pikirannya sadis banget!!! Pake dimutilais-mutilasi segala!!! Emang kamu gayus?? Lagian kita kan masih TK enol kecil”

“Gayus itu kasusnya korupsi bukan mutilasi”

“Owh…,” jawabku polos. Ong-Ong hanya bisa tersenyum melihat tingkahku. Sepi sejenak.

Aku mengambil suara,” Ong-Ong”

“Ne….Ahn-Ahn”

“Aku ada permintaan lagi”

“Mwo??? Apa lagi???”

“Setiap siang, bisakah kau ke jendela ini untuk menemaniku??? Ahn-Ahn benci tidur siang,, SHIRO!!!”

“Baik Princess Ahn-Ahn, pantes aja pertumbuhan kamu lambat. Jarang minum susu dan tidur siang sih!!!”

“Huwaa…!!!! Ong-Ong kejam!!! Kamu juga bentet kayak aku!!!  Kamu janji ya mau gatengin Anh-Anh setiap siang??” mengacungkan kelingkingku.

“Aishh, Ahn-Ahn jangan ungkit-ungkit tinggi badanku aku tersinggung nih! Iya, iya aku J-A-N-J-I” kelingking Ong-Ong menyambut kelingking Ahn-Ahn.

“Tapi… jangan sampai ketahuan eomma ya, ntar eomma bisa ngamuk…” bisik Ahn-Ahn.

“Ne…”

Tiba-tiba suara orang yang kutakutkan terdengar, “Kyung Ahn!!! Kamu belum tidur ya nak???”

Aku tersentak dan menyuruh Ong-Ong bergegas pergi,

“ Ong-Ong ppalli!!! Pergi dari sini!!! Ibuku mau datang!!!”

“OMO!!! Chinca??? Kalau gitu, aku pergi dulu ya Ahn-Ahn. Annyeong!” Ong-Ong melesat memanjat pagar rumahku dan pergi.

Aku mengambil posisi dan perpura-pura tidur.

Sejak saat itu Ong-Ong sering ke rumah ku. Tepatnya ‘Jendela Kamarku’. Ahhh…, saat-saat itu sungguh menyenangkan. Tapi suatu saat nanti, aku menyia-nyiakannya.  Aku terlalu bodoh melepaskannya pergi.

__________________

Author POV

“Putri Salju, cobalah makan apel merah ini” kata eoma Kyung Ahn sambil menirukan suara nenek sihir. Belum selesai eoma menceritakan dongengnya, Kyung Ahn sudah terlihat larut dalam mimpi yang saaangat indah. ‘Anak ini pasti telah menunggu pangeran dalam mimpinya’ kata Nyonya Lee  dalam hati. Nyonya Lee menutup pintu kamar Kyung Ahn dan berlalu.

End of Author POV

Lee Kyung Ahn POV

“Plak… Plak…” Ong-Ong melemparkan batu dari luar pagar. Aku tersenyum.

“Ahhh…, Ong-Ong sudah datang”

Aku buru-buru melepas selimutnya dan bergegas membuka jendela. Aku melambai-lambaikan tangan kepada namja itu  dan tersenyum.
“Ong-Ong! Cepat ke sini”

“Ne, baiklah putri salju!” kata Ong-Ong.

Ong-Ong langsung melesat memanjat pagar dan menghampiri jendela kamar ku.

“Ong-Ong, di luar dingin sekali. Ada salju turun! Lebih baik kamu masuk saja ke kamarku saja” Kata ku khawatir.

Ong-Ong menggeleng dan memanjat duduk di jendela kamarku yang cukup lebar itu.

“Ya!!! Ahn-Ahn menyuruh Ong-Ong duduk di dalam kamar bukan di jendela kamar!!!” kataku memarahinya.

“Entah kenapa Ong-Ong lebih suka duduk di jendela Ahn-Ahn dibandingkan masuk ke kamar Ahn-Ahn” kata Ong-Ong sambil menghapus ingusnya dengan sapu tangannya dan meletakkan sapu tangannya di mulut jendela.

“Tapi udaranya dingin sekali, ntar Ong-Ong masuk angin terus masuk rumas sakit loh kayak…” kalimat ku tiba-tiba terpotong. Ahn-Ahn pabo! Kalau ketahuan dia gimana???

“Kayak?” tanya Ong-Ong bingung.

“Emm.. e.. kaya temen aku! Iya, kayak temen aku!” kataku berbohong. Hampir aja ketahuan batin ku. Aku terdiam sejenak. Ong-Ong tersenyum lalu ia menatap langit yang terus saja menurun kan salju.

“Aku tidak mau beranjak dari sini! Aku akan mempertaruhkan seluruh jiwa ragaku demi Ahn-Ahn.”

Aku diam sejenak. Tiba-tiba…

“Hahaha….!!!” Akupun tertawa keras sampai-sampai mengeluarkan air mata dan duduk di sampingnya.

“YA! Kenapa kau duduk di sini??? Nanti kamu masuk angin loh!! Kenapa kau tertawa???” tanya namja yang duduk di sebelahku dengan ekspresi bingung.

Melihat ekspresinya itu aku tertawa lagi. “Hahaha…, hentikan! Ekspresimu membuatku geli!”

“Huh! Kau ini. Cepat kembali masuk!!! Ppalli!!!!!” teriak Ong-Ong sambil cemberut.

“Tidak mau! Aku mau di sini duduk sama Ong-Ong!!!” rengekku tak mau beranjak dari tempat yang aku duduki sekalrang.

Namja yang duduk di sebelahku malah masuk ke kamarku.

“YA!!!!! ONG-ONG NGIKNGOK!!!! Katanya ngga mau masuk ke kamarku??? Kok sekarang malah masuk???!!!” teriak ku yang masih terduduk di jendela.

“AHN-AHN!!!! Jangan panggil aku dengan sebutan Ong-Ong NgikNgok!!!! SHIRO!!!! Aku ke dalam mau mengambil ini tau!” jawab Ong-Ong sambil membawa selimut tebal.

Ia membungkus badanku dengan selimut tebal yang ia bawa.

“Kau ini benar-benar, kau ini kan tidak menggunakan jaket!” serunya sambil duduk di sampingku.

“Ne.., Gomawoyo” senyumku.

“Ne, Chonmaneyo. Hampir lupa!” Ong-Ong terlihat sibuk mengubek-ubek tasnya.

“Ini dia! TARA!” sambil mengangkat barang ditangannya.

“Igeo mwo???” tanyaku bingung melihat barang yang Ong-Ong bawa.

“Ini namanya termos. T-E-R-M-O-S. Isinya coklat panas. Eomeoni ku sendiri yang membuatkannya”

“Whoa! Cinca???”

“Ne” senyumnya sambil menuangkan segelas coklat hangat dan memberikannya padaku.

“Ini, diminum”

Aku tersenyum dan menerimanya. Kemudian aku menyeruputnya.

“Hmmm… Massisda! ”

“Siapa dulu yang buat, eomeoni ku!” sambil menepuk-nepuk dadanya.

“Ahn-Ahn jadi pingin ketemu eomeoninya Ong-Ong, pasti eomeoninya Ong-Ong pintar masak ya???”

Ong-Ong tersentak dengan ucapan ku. Dia terdiam.

“YA! Ong-Ong gwenchana???” tanyaku

“N..n..ne, gwenchana. Aku juga punya noona, dia anak SD loh!” katanya buru-buru mengalihkan pembicaraan sambil menuang coklat hangat untuknya.

“Sama dong! Tapi aku punyanya oppa bukan noona”

“Owh” katanya mengangguk-ngangguk

Sambil menyeruput coklat hangatnya ia bertanya, “Siapa nama oppa mu??”

“Nama oppaku Lee JinKi, kalau noona nya Ong-Ong siapa??

“Nama noona ku Kim Hye Jung”

“Kim Hye Jung??? Nama yang cantik”

Kami masih menimkati coklat hangat buatan eomeoni nya Ong-Ong sambil menatap salju yang terus berjatuhan dari langit.

“Ahn-Ahn,, kapan-kapan kita kenalkan kakak kita masing-masing yuk!” serunya masih menatap langit.

“Oke!! Kita kenalkan kakak-kakak kita di rumahmu! Aku ingin sekali melihat rumahmu.” Balasku sambil menatapnya.

Ong-Ong yang sedang santai-santainya menatap langit sambil meminum coklat hangatnya tiba-tiba tersedak dan menatapku, “Rrrr… ruu..rumahku???!!” katanya.

“Ia rumahmu, waeyo?? Ahn-Ahn kan mau lai rumah Ong-Ong” tanyaku bingung melihat Ong-Ong tersedak.

“Hmmm… lain kali saja ya Ahn-Ahn” jawabnya

“Yah…” jawabku kecewa.

Kim Jong Hyun POV

Kami masih menimkati coklat hangat buatan eomeoni sambil menatap salju yang terus berjatuhan dari langit.

“Ahn-Ahn,, kapan-kapan kita kenalkan kakak kita masing-masing yuk!” seruku yang tetap menatap langit.

“Oke!! Kita kenalkan kakak-kakak kita di rumahmu! Aku ingin sekali melihat rumahmu.” Balas Ahn-Ahn sambil menatapku penuh harapan.

Aku tercekat mendengar perkataan yeoja di sampingku dan berkata, “Rrrr… ruu..rumahku???!!”

“Ia rumahmu, waeyo?? Ahn-Ahn kan mau liat rumah Ong-Ong” tanyanya bingung melihatku tersedak.

Eottoke??? Ini belum saatnya. Mianhe Lee Kyung Ahn. Aku ke sini supaya aku bebas dari rumah menyebalkan itu. Dunia ini sangatlah luas. Tapi aku selalu diikuti orang-orang itu. Dan di sinilah tempatku berlindung.

“Hmmm… lain kali saja ya Ahn-Ahn” jawabku singkat.

“Yah…” jawabnya kecewa. Berat rasanya membuat kau kecewa… kataku dalam hati.

End of Kim Jong Hyun POV

Saat SD kelas 5…

Ku lihat sesosok namja berbadan tegap, dan rambutnya tetap saja keriting selama 7 tahun terakhir ini. Kim Jong Hyun.

“Ong-Ong Chingu!! Tunggu Aku!!! Ayo kita berangkat bareng!!” aku mengejar Ong-Ong yang sedang berangkat ke SD.

Langkahnya terhenti. Namja itu menoleh ke belakang dan tersenyum“Kyung Ahn Chingu!!!”

Akhirnya aku berhasil menyusulnya. Aku berjalan bersamanya.

“Ya!!!” aku memukuli pundaknya.

“Kamu udah janji manggil aku dengan sebutan Ahn-Ahn bukan Kyung Ahn, dan aku manggil kamu dengan sebutan Ong-Ong bukan Jong Hyun. Apakah kau ingat???”

Flashback….. (Author POV)

“Annyeong haseyo chonun Kim Jong Hyun imnida. Teman-teman bisa memanggilku Jong Hyun!” setelah memperkenalkan diri Jong Hyun membungkukkan badannya dalam-dalam.

“Wah, Jong Hyun! Nama yang sangat bagus. Ayo anak-anak beri tepuk tangan kepada teman baru kalian,” seru Han So Eun, guru TK Hello Kids disusul dengan tepuk tangan murid-muridnya.

“Nah sekarang, Jong Hyun silahkan duduk di sebelah Lee Kyung Ahn ssi,” Ibu Guru muda itu tersenyum dan menunjuk ke arah yeoja cilik yang memakai pita pink di atas rambutnya sedang duduk di pojok kelas.

“Baik bu guru,” jawabnya dan berjalan menuju tempat yang Bu So Eun maksud dan segera duduk di samping yeoja berpita pink.

Jong Hyun mengulurkan tangannya kepada yeoja di sampingnya dan berkata, “annyeong haseyo, cho….”

Belum selesai Jong Hyun memperkenalkan dirinya kepada yeoja cilik di sampingnya, yeoja berpita itu berkata dengan dingin, “ngga usah kenalin diri kamu”.

Aissh,, sombong banget sih anak ini! Bisik Jong Hyun dalam hati.

Tiba-tiba yeoja cilik itu menyambar tangan Jong Hyun dan tersenyum, “Lee Kyung Ahn imnida”

Jong Hyun sedikit kaget dengan aksi Lee Kyung Ahn tadi. “Ahh.., aku akan mengingatnya. Tadi kamu ngagetin aku!”

“Kyung Ahn?? Ngagetin??? Kenapa??” tanya Kyung Ahn bingung.

“Soalnya tadi Kyung Ahn bilang ‘ngga usah kenalin diri kamu’. Ku kira Kyung Ahn ngga mau kenalan sama Jong Hyun, hahaha…” kata Jong Hyun tersenyum bling-bling. Ini pertama kalinya Kyung Ahn melihat senyum bling-bling seperti  itu.

“Hahaha….,, Ong-Ong,, Ong-Ong, ada-ada aja kamu,” kata Kyung Ahn tertawa.

“Mwo??? Ong-Ong???” Jong Hyun sedikit tersinggung. “Waeyo??? Itu hukuman kamu udah berburuk sangka padaku, Ong-Ong!!! Hahaha…,” Kyung Ahn terpingkal-pingkal.

Jong Hyun yang tidak mau kalah dari yeoja berkata,”Ahn-Ahn jelek!! Hueek (mehrong)”. Sekarang giliran Jong Hyun yang tertawa terpingkal-pingkal.

“Apa katamu???” Kyung Ahn agak tersinggung.
“Ahn-Ahn jelek,” jawab Jong Hyun dengan santainya. Tiba-tiba Kyung Ahn menjambak rambut Jong Hyun yang keriting.

“Ahhh!!! Kyung Ahn berhenti, sakit!!!! ”teriak Jong Hyun. Ibu guru So Eun datang melerai mereka Kyung Ahn dan Jong Hyun.

“Kyung Ahn! Apa yang kau lakukan???” tanya Ibu guru So Eun. Kyung Ahn kaget. Ia melepas tangannya yang menggenggam rambut Jong Hyun dan hanya diam ketakutan.

“Tidak apa-apa bu, kami hanya bercanda” Kyung Ahn menengok ke arah orang yang mengatakan hal itu, Jong Hyun.

“Huh,, lain kali jangan jambak-jambakkan lagi ya anak-anak manis,” ibu guru itu menyunggingkan senyumnya dan mengacak-acak rambut Jong Hyun lalu pergi.

“Kenapa kau tidak mengadukan aku???” tanya Kyung Ahn yang dari tadi diam ketakutan.

Jong Hyun mengelus-ngelus rambut yeoja cilik di sampingnya dan berkata, “Mana mungkin aku mengadukan seorang yeoja?? Itu bukan pria sejati namanya!!! Sudah-sudah tidak apa-apa, kau boleh memanggilku dengan sebutan Ong-Ong tapi ada syaratnya”

“Chinca??? Apa syaratnya???” tanya Kyung Ahn penasaran.

Jong Hyun berkata dengan tegas “Syarat pertama,  aku juga boleh memanggilmu Ahn-Ahn. Syarat ke dua, kita tidak boleh saling memanggil dengan menggunakan nama asli kita, Kim Jong Hyun dan Lee Kyung Ahn. Tapi kita saling memanggil dengan sebutan Ong-Ong dan Ahn-Ahn. Kalau kamu melanggar syarat tersebut, hukumannya adalah mempiggy back (menggendong di punggung) ku mengutari taman dan membelikanku es krim.Begitupun juga sebaliknya. Bagaimana??”

“Mmm…Baiklah” Kyung Ahn mengangguk tanda setuju.

“Yakso???” Jong Hyun mengacungkan jelingkingnya.

Kyung Ahn tersenyum “Yakso!” Kyung Ahn melingkarkan kelingkingnya ke kelingking Jong Hyun.

End of Flashback (End of Author POV)

Back to Lee Kyung Ahn POV

“Ahh, mianhe Ahn… Aku keceplosan. Kyung..,, eh maksudku Ahn-Ahn,, kamu  manis banget pake bando merah mu. Cocok sekali dengan seragam SD yang kamu pakai. Jadi pengen ngemut kamu deh saking manisnya!” kata Jong Hyun sambil tertawa.

“ Aku ngga mau di emut!!! Enak aja!!! Kamu emut aja tuh si ChaCha, sama-sama keritingkan kaya kamu!!!!” tawaku meledak.

“ Ih!!! Lihat aja beberapa taun lagi rambutku pasti bisa dilurusin!! Ngomong-ngomong, ada yang beda ngga dari aku”  katanya sambil sedikit berpose.

“Hmmm…,, apanya yang beda??? Ah!!! Komedo di hidungmu ya???”

“Aniyo!!! Coba perhatikan baik-baik lagi”

Aku menatap dalam-dalam wajah Jong Hyun. Wajah Jong Hyun jadi memerah seperti lobster rebus.

“Ya!!!! Apa yang kau lakukan???!!!”  tanya Jong Hyun sambil memalingkan wajahnya menjauh dari tatapan ku.

“Aku sedang memperhatikanmu baik-baik, Ong-Ong!!! Kau kan yang menyuruhku!!!” kata ku.

“Tapi yang dilihat wajah bukan Ahn-Ah…” kalimatnya terhenti.  ia terbelalak melihat jam tangannya.

“Ppalli! 5 menit lagi kita harus sudah ada di sekolah” Jong Hyun menyambar tangan ku dan berlari menuju sekolah.

When you’re tired and having a hard time
Please let me stay by your side
So I can give back to you the love I had only received
Before this life ends

Jong Hyun masih berlari sambil menggenggam tangan ku. Aku yang tangannya digenggam oleh JongHyun otomatis ikut berlari di belakangnya. Sungguh menyenangkan bersamanya selama 7 tahun. Aku tidak mau semua ini berakhir. Tangan hangatnya membuatku merasa selalu aman. Aku merasa selalu aman di sisinya. Dia selalu membantuku. Dia membantuku membukakan mataku tentang dunia. Dunia yang ku kira sempit sehingga harus ada nyawa yang melayang. Tapi pemikirannya berbada. Ia berfikir dunia ini sempit karena dunia ini sudah menetapkan takdirnya.

Sembari berlari digenggaman Jong Hyun, aku tersentak dengan apa yang dilihatnya. Aku tersenyum dan berkata dalam hati ‘aku tahu apa yang berbeda darimu’

TBC….

PS : Sudah baca??? Mohon kritik dan sarannya ya… 😀 aku baru pertama kali nulis di sini (kalau diblog lain pernah, hehe… #plak!) JANGAN PERGI TANPA MENINGGALKAN JEJAK! *maksa nih authornya -.-*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

Advertisements

18 thoughts on “My Love Story is Gone in My Bedroom’s Window – Part 1”

  1. Apa yang bedaaa????
    Ong ong mamanya kenapa
    Ko dia sedih banget kayanya
    Sampe ga pernah ngasih tau dimana rumahnya
    Lanjut!!

  2. hwaa… apa yg berbeda dari jonghyun ???
    aku mau tau !!
    cinta masa kecil, sungguh menyenangkan .. wkwkwkkwkw
    cepet gede ya ong-ong dan ahn-ahn…
    ishhh emng jonghyun kenapa sih ?? kok ahn-ahn gx boleh tau tentang dirinya … ??
    penasaan…..

    1. Do’a in juga ya,, semoga JongHyun cepet tinggi. wkwkwk….
      Kalau chingu penasaran, tunggu chap selanjutnya ^^

  3. jdi ngebayangin Jjong jdi anak TK dg rambut keriting + pipi bakpau….. Pasti kyeopta….
    Jjong sebenar.a anak presiden..???*ngasal*…. Trus,,, knp Jjong selalu d ikutin..????*baca d salah satu POV.a Jjong*
    sebenar.a rumah Jjong d mana sih..?? Knp dia gak mau ngasih tau org lain….????
    Sebenar.a apa yg beda dari Jjong..???
    Penasaran…>.<
    Next chap… Next chap….*teriak2 pake TOA*
    #dilemparsendal

  4. Yeoreobun! Annyeonghaseyo~
    Maaf ya ceritanya panjang banget… Aku lagi buat cerita selanjutnya tapi setelahku baca lagi ternyata ga nyambung sama cerita ini #authortulalit
    Hmm… buat cerita kisah cinta antar anak di bawah umur agak susah >,<

    ^^Klo chingu2 penasaran cerita lanjutnya, di mohon bersabar ya…

  5. Kok Jonghyun keriting? Nggak mau! nggak mau! Jonghyun jelek kalo’ kriting,, Eh Aduh, Aduh, *diatabokin, ditendangin, dilemparin batu, pokoknya dianiaya ma blingers*,,
    trus, Apa yang berubah dari Jonghyun?

  6. Kekuatan FreeMason Yahudi bermain di balik aksi Anggodo, Budionoh, Gayus, Robert, Susiloh, dll.?
    Semua orang sepertinya berusaha untuk saling menutupi agar kedok anggota mafia FreeMason utamanya tidak sampai terbongkar.
    Jika memang benar demikian, maka tidak akan ada yang bisa menangkap dan mengadili Gembong tersebut -di dunia ini- selain Mahkamah Khilafah!
    Mari Bersatu, murnikan Tauhid & tegakkan Khilafah!
    Mari hancurkan Sistem Jahiliyah dan terapkan Sistem Islam, mulai dari keluarga kita sendiri!

  7. haha…kecil2 uda pada kenal om gayus…. ^^
    gmna ya kalo lagu “andai aq gayus tambunan” dinyayiin ama SHINee? pasti langsung masuk music bank
    hahaha….. LOL XD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s