Married Idol – Part 9

Married Idol

(chapter 9)

Title : Married Idol

Author : Onmithee

Main Cast  : Kim Rumi, All Shinee member

Support Cast : Rumi’s Eomma, Nyonya Lee, Manager SHINee

Length : Sequel,

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Summary : Kim Rumi, mantan isteri dari Lee Jinki/Onew. Bagaimana hubungannya dengan Jinki setelah mereka bercerai dan apakah setelah berpisah lama dengan Jinki mereka dapat kembali bersama. Apakah Jinki masih mencintai Rumi? Atau justru Rumi memilih hidup bersama Key ? atau malah ada pria lain yang muncul dan menghalangi langkah Key untuk mendapatkan Rumi?

Jawabannya ikuti saja cerita ff ngelantur ini… hahaha~

Sebuah perkawinan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berkali-kali,
. selalu dengan orang yang sama.

~ Mignon McLaughlin ~

STORY

“A-annyeong Jinki-sshi..” sapaku saat masuk ke ruang tamu rumahnya dan melihat dia ada disana sedang duduk sambil meminum teh . Dia melihatku dengan pandangan terkejut. “S-sudah lama kita tak bertemu..” kataku lagi.

Dia memalingkan wajahnya. Tak menjawabku. Kemudian berkata,”.. aku tak tau kalau kau akan kemari..  ah, ya sudah lama sekali tak berjumpa..”

Aku dapat merasakan kekesalannya. Hah, dia pasti tak senang melihatku berada di rumahnya.

”Rumi-ya.. kau sudah datang” sambut eomonim keluar dari dapur dan memelukku. Sementara Jinki memandang kesal pada ibunya. ”Yaa.. Jinki! Kenapa memandang eomma seperti itu?”

”Aku mau pergi!” rajuknya.

”Tak boleh! Kau sudah janji akan makan malam bersama kami hari ini. Jangan pergi!” sahut eomonim galak.

”Yaa.. eomma~, aku memang berjanji makan malam bersama di rumah.. tapi, aku tak tau kalau.. ah~,” dia memandang kesal padaku. Tanpa perlu dilanjutkan lagi, aku sudah tau apa yang akan diucapkannya.

”Kalau begitu kau tak boleh pergi sampai makan malam selesai!” tegas eomonim.

Aku merasa tidak nyaman diposisiku kini. Melihat ibu dan anak beradu tegang karena kehadiranku diantara mereka.

Jinki terlihat gusar tapi kemudian tanpa menjawab apapun dia meninggalkan aku dan ibunya masuk ke kamarnya.

”Eomonim… jadi ini alasanmu mengundangku makan malam sebelum aku pergi ke Aussie?” tanyaku

Eomonim tersenyum dan mengangguk, ”Ne, kau dan dia harus bertemu dulu.. tak baik kalau kalian bermusuhan sementara kau akan pergi jauh..”

Kemudian eomonim mengajakku mengikutinya ke dapur untuk membantunya menyiapkan makan malam. Ah~ aku jadi merasa akan ada hal yang tak menyenangkan terjadi saat makan malam nanti.

@@@@@@@@

”Yaa… Rumi, kau bisa panggilkan Jinki untuk keluar dari kamarnya? Makan malam sudah siap dan ayahnya akan sampai sebentar lagi. Ayolahh..” kata eomonim sambil mendorongku keluar dari ruang makan.

”Eomonim.. aku datang kesini bukan untuk..” tapi eomonim tak menerima penolakanku. Dia tetap memaksaku untuk mendatangi Jinki di kamarnya. Dan terpaksa, aku menurut.

Aku gugup sekali saat mengetuk pintu kamarnya. Tapi aku mencoba memberanikan diri.

”Masuk saja! Pintunya tak dikunci..” katanya dari dalam setelah aku mengetuk pintu.

Ah~ rasa gugupku semakin berlipat-lipat saat aku membuka pintu kamarnya. Di kamar yang temaran dan hanya diterangi lampu meja itu, aku dapat melihat Jinki sedang berbaring dengan menelungkupkan wajahnya di bantal.

Dari ambang pintu, aku dapat melihat bahwa tak ada yang berubah dari kamar ini. Masih sama persis seperti saat aku meninggalkannya.

Kamar ini.. kamar dimana aku dan Jinki mencurahkan cinta kami. Mengingat itu membuat dadaku sesak tanpa menyadari kalau Jinki sudah tidak di tempat tidur lagi melainkan dihadapanku. Menatapku…

Dia lalu menarik ku masuk ke dalam kamarnya.  Menutup pintu dengan kakinya lalu mendorongku ke pintu yang sudah menutup itu.

Aku bisa merasakan deru nafasnya karena wajah kami sangat dekat, mungkin kami hanya terpaut dalam hitungan senti karena hidung kami bahkan saling bersentuhan *itu mah gak berjarak lagi namanya.. dasar Rumi babo ==’ * .

”Wae? Rumi-sshi wae?” hentaknya di depan wajahku. ”Kenapa kau masih dengan tenangnya.. hadir dalam kehidupanku setelah dengan kejamnya kau meninggalkanku?” Dia mengguncang tubuhku, ”Apa kau masih belum puas menyakitiku?”

Aku memalingkan wajahku tapi tangannya memaksa wajahku agar tetap di hadapannya.

”Mianhae… aku sebenarnya kemari karena ingin berpamitan dengan orang tuamu… jujur, aku tak tau kalau kau juga ada disini… mianhae… jeongmal mianhae… jika keberadaanku membuatmu tak nyaman.”

Dia menjauhkan dirinya, menatapku heran,  ”Berpamitan?”

”Ne.. aku akan pergi besok pagi.. melanjutkan sekolah. Aku juga sangat ingin menjadi orang berguna. A-aku akan berada di Aussie selama 2 tahun.. yah, kalau studiku lancar.. bahasa inggrisku masih sangat payah,” kataku mencoba tertawa. ”semuanya berkat uang pemberian orang tuamu… karena mereka, aku bisa melanjutkan sekolahku, jadi mana mungkin aku tak berpamitan pada mereka sebelum aku pergi..”

Dia masih menatapku dengan pandangan tak percaya.

”Waktu 2 tahun itu.. bukan waktu yang singkat. Aku harap saat itu, jika kita bertemu lagi.. kita bisa menjadi teman. Kau juga tak selamanya akan hidup dengan membenciku bukan? Kelak .. kau pasti mendapatkan wanita yang baik dan sangat mencintaimu… bagaimanapun juga hidup kita masih berlanjut.. dan masa lalu yang buruk tak boleh mempengaruhi masa depan kita…”

Ahh.. apa yang kukatakan sih? Kenapa jadi melantur seperti itu…

”Rumi-sshi, kau naif sekali” kata Jinki dengan senyum mencibir, ”Teman? Mana mungkin kita bisa berteman setelah masalah ini… aku tak akan mungkin bisa menjadi temanmu!”

Dia lalu membuka pintu kamarnya dan keluar. Meninggalkan ku sendirian yang diselimuti rasa keterkejutan karena ucapannya…

@@@@@@@@

Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu sesampainya dirumah. Tanpa mengganti pakaian, aku menghempaskan diriku ke tempat tidur.

Jinki… ternyata kami memang tak bisa berbaikan. Aku sangat ingat situasi saat makan malam bersama kami tadi. Dia sama sekali tak tertarik dengan pembicaraan orang tuanya denganku Dia diam dan terlihat tak menikmati suasana.

Ya.. itu semua karena aku. Jika aku tak disana… tak mengunjungi rumahnya, bisa saja dia akan merasa senang karena momen menikmati makan malam bersama orang tuanya pastinya jarang sekali didapatkannya.

Saat aku melamun, mengingat makan malam yang tak menyenangkan itu. Saat itu juga Hp ku berbunyi.

Hah, panggilan dari Key. Dengan malas aku mengangkatnya..

”Yaa Key, jangan berbicara lama-lama karena aku mau tidur,” kataku menyahut telponnya.

Dia tertawa mendengar jawabanku,”Tak akan lama kalau kau segera turun dari apartementmu!”

”Shiroh!” aku lalu membuka jendela kamarku, kulihat dia melambaikan tangannya tepat dibawah, ”Yaa… ngapain diluar? Masuklah… kau tidak lihat salju sedang turun?”

”Aku akan tetap disini sampai kau turun,” katanya masih lewat telpon kami.

Cih, anak ini. Dengan terpaksa aku menurutinya. Setelah menutup telpon, aku lalu memakai mantelku dan bergegas keluar.

@@@@@@@@

”Yaa.. kau mau apa? Disini dingin sekali.. dan kau tau kan kalau aku harus beristirahat!” amukku saat sudah berada disampingnya.

Tapi dia malah tersenyum dan tanpa menjawabku, dia lalu menarik tanganku. Mengajakku mengikutinya ke tempat dia memarkirkan mobilnya.

”Yaa.. kenapa kemari?” aku masih bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Kulihat dia membuka bagasi mobilnya dan ketika terbuka, aku melihat balon warna-warni yang berisi udara menyeruak dari sana.

”Harusnya aku melakukan ini saat hari masih terang. Efeknya akan lebih dramatis, seperti di film-film.. tapi tak masalah kan?” kata Key menatapku dengan senyuman tak hilang dari wajahnya.

Aku tak menanggapi perkataannya. Aku malah tertawa melihat apa yang dilakukannya.

”Noona.. wae? Apa yang lucu?” katanya, kali ini sambil menarik-narik tanganku.

Aku menggeleng, ”Tak ada yang lucu Key, maafkan aku.. gomawo~. Lalu untuk apa kau melakukan ini?” kataku masih tertawa.

Dia melepaskan tanganku. Mengambil sebuah kotak kecil dari saku mantelnya, lalu berlutut dihadapanku sambil mengarahkan kotak kecil yang ternyata berisi sebuah cincin padaku.

”Kim Rumi… will you marry me?”

Aku menghentikan tawaku. Apa yang dilakukannya kali ini benar-benar tak lucu.

”Key… kau sudah lupa dengan ucapanku? Aku sudah bilang kalau aku tak bisa bersamamu!”

”Aku ingat sekali.. dan selalu memikirkannya… tapi, aku rasa hubungan kita bukanlah hal yang mustahil. Aku tak akan melakukan kesalahan seperti yang Onew-hyung lakukan… aku tak memaksamu menerimaku sekarang. Aku menunggu sampai kau menyelesaikan studimu.. selama masa itu situasi akan berubah. Aku bisa menikahimu dan mengumumkan pada dunia kalau kau adalah wanita yang kucintai.. aku tak peduli dengan statusmu.. tak peduli kau dulu pernah bersama dengan Onew-hyung.. aku tak mempermasalahkan apapun.. asal kau disisiku. Aku semakin mencintaimu dari waktu ke waktu.. tak berkurang.. malah makin membara.. jadi kumohon..” katanya menggebu-gebu.

”Key.. aku tak bisa…” kataku lirih. Tak ingin menatapnya. Aku ingin segera pergi dari sini. Ingin segera kembali ke kamarku dan melupakan apa yang di katakannya.

”Bisa.. pasti bisa.. karena kau juga menyukaiku…”

”Yaa… aku menyukaimu.. sebagai temanku.” kali ini aku mengucapkannya dengan lebih tegas, ”Tak lebih… dan hentikan berharap dariku! Banyak wanita yang mau dan rela melakukan apa saja agar bisa bersamamu… hentikanlah merendahkan dirimu dengan memohon cinta dariku. Karena aku tak bisa! Kau harusnya sadar posisi mu.. kau sahabat Jinki. Dan dia mantan suamiku! Aku.. a-aku tak ingin hidup dilingkaran itu-itu saja… dilingkaran kalian!”

Dia lalu berdiri, menatapku tajam, ”Tapi jika Taemin yang melakukan ini. Menyatakan cinta padamu.. kau pasti akan menerimanya ’kan? Tak peduli walau dia bagian dari kami.. karena kau..”

Aku menyelanya, ”Walaupun itu Taemin.. hal yang terjadi sama saja. Yaa.. ku akui, aku sangat menyukainya. Dia adalah pujaanku.. saat aku belum menikah, aku selalu mengkhayalkannya atau Minho menggandeng tanganku… memelukku.. kalau perlu menciumku.. ya, itu yang kuharapkan..harapanku sebelum aku menemukan pria yang benar-benar ku cintai. Harapan saat aku masih menjadi gadis polos yang selalu mengejar kalian kemana-mana.. saat aku masih berteriak histeris saat bisa melihat kalian walau dalam jarak yang jauh… saat aku masih menjadi seorang fangirl yang hanya bisa berkhayal bisa bersama pujaanku…”

Aku lalu menatap langit yang memuntahkan salju tanpa peduli rasa dingin yang menyergapi kami. Kejam… yah langit yang kejam. Seperti yang kulakukan pada Key yang menangis.

”Jangan seperti ini… kita akan berpisah cukup lama… ” kataku merasa jengah ketika melihat air mata membanjiri wajahnya yang yah.. aku tak bisa membohongi diriku kalau wajahnya sangat tampan terutama ketika seperti ini, menangis.

”Aku tak mau berpisah darimu Rumi.. ”

”Key.. kumohon.. jangan seperti ini..” kataku. ”Berhentilah memohon padaku.. sebelum.. sebelum aku membencimu!”

Sikap tegasku itu membuatnya terdiam dan berhenti menangis. ”Kumohon.. jangan membenciku Rumi…”

”Kalau begitu.. jangan meminta hal itu lagi padaku.. cukup menjadi teman ku saja… karena jika kau tak mengabulkannya.. aku akan membuat diriku tak bisa kau temui lagi..”

Aku lalu bergegas meninggalkannya. Berlari cepat memasuki gedung apartemenku. Kemudian ketika aku sudah masuk di kamarku. Tangisanku tumpah…

Aku menyesal sekali, membuatnya menjadi seperti itu. Aku menyesal telah hadir di hidupnya.. membuatnya mencintaiku tanpa sanggup ku balas.

Yah.. aku akui kalau aku sangat menyayanginya lebih dari apapun. Aku sangat bahagia saat bersama dengannya. Merasa senang, tenang dan damai. Aku bingung, aku mencintai Jinki tapi aku juga menyayangi Key. Ah~ kenapa perasaan ku jadi seperti ini…

Andai saja dulu aku tak keguguran.. andai saja dulu dia tak menjengukku. Mungkin hal yang terjadi tak seperti sekarang. Kami menjadi sangat dekat setelah kejadian itu. Dia yang selalu menasehatiku, menemaniku dan mendengarkanku. Andai saja aku tak terlalu dekat dengannya. Aku tak akan melukainya seperti sekarang.

Tetapi lagi-lagi semuanya hanya seandainya… pada dasarnya, aku tak mampu mengubah kejadian di masa lalu. Yang bisa kulakukan sekarang hanya pergi jauh darinya, semoga dengan jarak yang jauh diantara kami bisa membuat perasaan kami berubah .

@@@@@@@@

Dua tahun, yah.. itu bukan masa yang singkat. Banyak hal yang terjadi baik di dunia maupun di diriku sendiri. Banyak perubahan yang terjadi dalam jangka 730 hari itu. Aku yang ketika sampai di Aussie dengan rambut hitam panjang sebahu dalam kurun 2 tahun sudah berganti model rambut hampir 5 kali. Tidak terlalu banyak sih, tapi itu termasuk sangat banyak jika di hitung dari perubahan gaya rambutku saat aku masih sekolah menengah sampai menikah dengan Jinki, saat itu aku malah hanya pernah mengubah gaya rambutku sebanyak 3 kali.

Eomma pasti akan kaget melihat rambutku yang coklat, sedikit ikal dan pendek. Aku terlihat lebih muda dengan gaya rambut itu mengingat sekarang usiaku sudah mencapai 27 tahun. Oh~ aku sungguh sudah tak muda lagi.

Tapi.. paling tidak aku sudah mendapat gelar Master sekarang.. walau pada dasarnya setinggi apapun sekolahku dan gelar apa yang ku peroleh, di negara asalku akan menjadi tak berguna jika tak diiringi dengan kompetensi dan pengalaman.

Jaman sekarang sudah berhamburan orang-orang yang bergelar ’Master’, bukan hal yang patut dibanggakan jadinya dan pesaingku saat melamar kerja nanti pastinya sangat banyak.

Aku sedang mengemasi barang-barang yang akan ku kirim duluan ke Seoul hari ini. Rencananya aku akan pulang besok, mengambil penerbangan sore. Dan aku tak memberitahukannya pada eomma. Biar menjadi kejutan. Aku mengatakan padanya baru pulang ke Seoul 3 hari lagi.

Setelah selesai meng-packing ’harta-harta’ yang sudah ku kumpulkan selama tinggal di Sydney selama 2 tahun. Dan mengirimkannya ke jasa kargo. Lalu aku menikmati sore dengan berjalan mengelilingi kota.

Saat pertama kali tiba, aku ingat sekali dengan perasaan canggung dan gugup. Perasaan itu mengalahkan rasa sedihku saat berpisah dengan keluarga dan yah.. rasa menyesal pada Key.

Sudah 2 tahun.. apakah Key masih mengharapkan ku? Aku sangat takut jika jawabannya ‘iya’. Karena bukan itu yang kuharapkan dengan kepergianku… dengan aku menjauh darinya walau tetap saja… kami masih saling kontak. Dia bahkan mengunjungiku saat liburan musim panas di Korea tiba. Begitu juga saat mereka tampil mengisi acara dari kedutaan, dia menyempatkan diri mengunjungiku, berbeda dengan Jinki tentu saja, yang tetap acuh.

Dan tentang Jinki.. dengan keacuhannya, apakah dia masih membenci ku walau sudah 2 tahun berlalu? Yah.. aku juga tidak ingin jika jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘iya’. Aku tidak sanggup di benci oleh pria yang sangat kucintai dan tak pernah kulupakan sedetik saja.

Aku lalu melanjutkan perjalanan di daerah pertokoan. Aku bisa mendengar music K-pop dari salah satu toko. Yah.. bahkan hallyu wave benar-benar menyebar sampai ke benua kecil di selatan bumi ini.

Aku bisa mengetahui bagaimana popularitas SHINee semakin menanjak dari tahun ketahun. Dengan banyaknya penghargaan dan album yang laris manis. Padahal, tempatku sangat jauh dari mereka. Tapi dengan teknologi yang semakin canggih tentu saja perkembangan musik yang mempengaruhi dunia juga bisa ku ketahui walaupun kami berada di dua benua berbeda.

Yah.. sekarang mereka bukan lagi newbie di industri hiburan seperti 7 tahun lalu. Mereka sudah menjadi superstar dan tergolong senior dengan usia yang masih muda. Pertengahan musim semi nanti mereka akan melaunching album ke-7 mereka. Bahkan penjualan album mereka pun menembus pasar Australia. Sungguh hebat.

Tapi, dengan segala kesuksesan yang mereka dapatkan, apakah sejalan dengan kesuksesan kehidupan pribadi mereka?

Hah, untuk itu aku juga masih belum tau…

@@@@@@@@

”Omo.. omo.. omo..Rumi-ya… kau pulang? Kenapa tak mengabari terlebih dulu? Kau bilang kalau masih 2 hari lagi kau datang.. makanya saat barang-barang mu tiba tadi siang kami hanya meletakkannya sembarang di kamarmu dan tidak membereskannya. Aigoo~ rambutmu juga berubah sekali… kau tetap cantik,” kata eomma panjang saat melihat kedatanganku.

”Kejutan…” kataku dan memeluknya. Ah~ aku sangat merindukan wanita paruh baya ini. Begitu juga ayahku. Dia tersenyum saja di belakang eomma yang ku peluk dan sesekali membelai lembut rambutku.

”Rumi-ya… sekarang beristirahatlah… kau pasti sangat lelah,” kata ayahku.

”Ne.. aboji,” sahutku lalu meninggalkan mereka untuk masuk ke kamarku yang berantakan dengan koper-koper berserakan dan ditaruh sembarangan.

Syukurnya orang tuaku tak meletakkan koper-koper itu di atas tempat tidur, sehingga tak menjadi penghambatku dalam melepaskan lelah.

Sebelum tidur, aku meng-aktifkan Hp ku. Wow, rupanya ada email masuk.. yeah siapa lagi pengirimnya kalau bukan Key.

‘Chatting yuk.. aku kangen. Aku tunggu kau didepan komputer pukul 11 waktu Seoul tentunya.. hahaha~’

PS: kau sudah belikan pesananku bukan? Awas saja kalau tidak!

Aku lalu melihat ke jam dinding, hah, sudah jam 11 lewat 15 menit. Kyaa~ dia pasti marah karena aku telat..

Buru-buru aku menghidupkan laptop untuk Online.

Ya.. anggap saja aku aneh. Aku ingin menjauh darinya sehingga pergi ke Aussie tapi kami MASIH selalu kontak lewat dunia maya 3 kali seminggu dan dia selalu menelponku setiap akhir pekan. Hubungan kami bisa dibilang hanya jauh di fisik tapi secara komunikasi kami masih saaaaaaannnggaaattt dekat. Hah, rasanya percuma jauh-jauh pergi ke Aussie kalau ternyata hubungan kami masih seperti itu.

ALQ2: [ONLINE]

K_rumy: Yuhu~

ALQ2: TELAT DUA PULUH MENIT!

K_rumy: SORRY .. SORRY J

ALQ2: DIMAAFKAN .. selalu untukmu hehe~ jam berapa disana?

K_rumy: 11.25

ALQ2: WHAT? Sama seperti disini (o.O)?

K_rumy: auk ah~ sudah ya aku ngantuk

ALQ2: Ne.. have a nice dream honey

K_rumy: KUBUNUH KAU!

ALQ2: [OFFLINE]

K_rumy: padahal aku mw bilang klo aku sudah di Seoul ^^

ALQ2: [ONLINE]

ALQ2: WHAT?! AKU KESANA SEKARANG!

K_rumy: kemarilah kalau ingin mati

ALQ2: aku kangen (>,<)

K_rumy: total belanjaan yg kamu pesan 400 rb won. Besok BAYAR!

K_rumy: [OFFLINE]

Aku tertawa setelah mematikan lapotopku. Pasti Key sedang mencak-mencak disana… ah~ anak itu. Aku juga kangen dia, tapi kesal.. tapi takut.. ya sudah lah lihat besok saja bagaimana keadaanku saat bertemu lagi dengannya. Sekarang aku tidur dulu.

@@@@@@@@@

”Honey…  ku akui selera fasion kita mirip. Kau hebat sekali memilihkan barang-barang ini.. wah , aku makin mencintaimu,” kata Key antusias sambil mengecup pipiku dan kemudian melanjutkan membongkar barang-barang pesanannya di kamarku tentu saja. Ayah dan ibuku sedang bekerja sekarang jadinya dia dengan leluasa masuk ke kamarku. Dasar, dia sudah hafal dengan moment yang tepat untuk berkunjung ke rumahku.

Aku asyik melingkari kolom lowongan kerja yang terdapat di koran dan mengacuhkannya yang dengan senang hati membereskan koper-koper yang tergeletak sembarangan di kamarku, hah, dia sedang mencoba merayu dengan cara merapikan kamarku. Dikiranya berguna apa? Tentu saja hal itu tak akan mempan untukku.

”Sedang mencari pekerjaan?” tanyanya yang kujawab dengan anggukan. Lalu kulihat kamarku sudah rapi, rupanya dia sudah selesai beres-beres.

”Bagaimana kalau kau bekerja dengan ayahku?” tanyanya lagi yang ku jawab dengan gelengan.

”Aku tak mengerti tentang saham Key, itu bukan bidangku.” lalu aku menyodorkan tangan padanya, ”mana uangku?”

”Yaa, tentu saja sudah ku transfer. Aku tak bawa uang tunai sebanyak itu,” dia lalu melihatkan padaku bukti transfernya. Lalu berkata lagi, ”Kau akan memasukan lamaran di semua perusahaan yang kau lingkari itu?”

”Ne.. dan kau lihat, sangat banyak ,’kan? Jadi pulanglah sekarang, aku sibuk.”

Dia memasang wajah cemberut saat aku mengusirnya. ”Ne.. aku pergi. Aku juga sibuk. Ku doakan kau cepat mendapatkan kerja.. hwaiting honey”

Sebelum aku melemparnya dengan kotak pensil, buru-buru dia keluar dari kamarku dengan membawa barang-barang yang dipesannya. Kemudian aku dapat mendengar suara dia membuka pintu luar. Dan setelah itu.. sepi.. hanya aku seorang diri dirumah.

Lihat kan bagaimana hubungan kami berdua walau sudah 2 tahun berlalu.. tetap saja tak ada perubahan.

Kami tak pacaran..aku tak menerima dia untuk berkomitmen. Bisa dibilang hubungan kami berdua itu ’Teman tapi Sayang + mesra + cinta dari dia tentu saja’.

Aku kemudian menghentikan kegiatanku melingkari lowongan kerja, lalu berfikir. ’Apa yang terjadi padaku ya, jika Shawol diluar tau kalau aku pernah menikah dengan Jinki dan sekarang malah menjalin TTM dengan Key?’

Hah.. jawabannya aku pasti akan MATI.

@@@@@@@@

Setelah sebulan balik ke Seoul, akhirnya aku mendapat pekerjaan. Yeyeye, aku diterima bekerja di sebuah perusahan pakaian olahraga terkenal berlabel international *gak usah di sebut dah mereknya* bagian pemasaran. Untuk tiga bulan ke depan aku masih dalam masa training. Syukurlah.. paling tidak aku tak terlalu lama menganggur.

Saking girangnya setelah tau diriku diterima, aku langsung pergi ke minimarket membeli bahan-bahan untuk membuat makan malam spesial keluargaku.

Ayah dan ibuku ketika pulang bekerja cukup kaget mendapati masakan sudah tersedia rapi di meja makan, karena jujur saja.. aku memang jarang (mungkin malah tak pernah) memasak untuk mereka. Padahal, dulu sebelum menikah dengan Jinki, aku sempat ikut kelas memasak makanan Korea.

”Yaa.. Rumi.. tumben sekali kau memasak?” kata Ayahku terheran-heran tapi tetap saja melahap penuh nafsu masakan yang kubuat.

”Ne.. karena.. aku diterima bekerja, aboji…” sahutku riang.

”Yaa,  lalu kapan kau mulai masuk kerja?” kali ini eomma yang bertanya.

”Minggu depan… kyaa~ aku tak sabar…” kataku.

”Oummphh~ baguslah, lalu kau sudah ada ke rumah Jinki setelah kepulanganmu dari Aussie?” tanya eomma lagi.

”Eomma~ untuk apa kesana?” kataku malas.

”Yaa, paling tidak mereka sudah berjasa untuk mu. Jangan menjadi tak sopan pada keluarga Lee hanya karena kau dan Jinki sudah berpisah..”

”Baiklah.. besok aku kan kesana..” kataku mengalah.

”Bagus jika seperti itu.. dan juga siapkan waktumu lusa. Eomma akan mengenalkanmu dengan seorang pria. Usiamu sudah lebih dari cukup untuk menikah..”

Aku menghentikan makanku dan menatap eomma dengan tatapan tak percaya. Dia berniat menjodohkan aku lagi. Hah, yang benar saja.

”Eomma~ aku tak mau ikut perjodohan lagi!”

”Wae? Apa karena ada Si Key itu? Karena sekarang kau pacaran dengannya?” eomma juga menghentikan makannya dan menatapku.

”Aku dan Key tak pacaran eomma..”

“Tak pacaran tapi dia dengan bebasnya memeluk dan menciummu! Hah, hubungan macam apa itu? Lagipula kau lupa alasanmu bercerai dengan Jinki karena apa? Karena dia seorang artis dan tak mau mengakui pernikahan kalian di depan umum! Dan siapa itu Key? Dia juga artis dan malahan rekan satu grub dengan ’mantan’ suamimu. Apa kau tak punya malu berhubungan dengan dua pria yang bersahabat dan sangat dekat seperti itu?” cecar eomma.

”Eomma~ aku tau hal itu. Itu sebabnya aku tak menerima Key.. karena tak mau mengalami kesalahan yang sama. Tapi.. aku juga belum ingin menikah lagi.. aku sudah merasakan bagaimana menikah dan mengandung.. itu bukan prioritas utama ku lagi kini.. jadi, kuharap eomma bisa membatalkan niat eomma untuk menjodohkan aku lagi.”

Aku kemudian masuk ke kamarku, jika pembicaraanku dan eomma dilanjutkan bisa jadi kami akan bertengkar. Dan aku tidak mau itu.

Ah~ eomma.. kenapa dia masih ingin agar aku cepat-cepat menikah lagi? Bagaimana mungkin aku bisa hidup bersama pria lain sementara aku masih mencintai Jinki. Tak bisa melupakannya sedetik saja… tak bisa melupakan senyumnya.. tangisnya.. amarahnya.

Walaupun aku bersama Key, bersama dengan pria-pria lain.. tetap saja bayangan Jinki tak pernah hilang.

Aku sangat merindukannya… menginginkannya.. tapi itu sudah tak mungkin karena dia kini membenciku.

@@@@@@@

Kemudian aku memulai masa-masa menjadi Traine. Selama menjadi traine, gajihku hanya dibayar 50%, menyebalkan padahal selama tiga bulan itu waktu dan tenaga ku tercurah habis-habisan. Aku berangkat kerja pukul 7 pagi dan pulang pukul 10 malam. Nyaris tak punya waktu pribadi.

Di bulan pertama aku masih harus mempelajari tentang seluk beluk perusahaan, bagaimana sistem kerja mereka dan segala tetek bengeknya yang masih bersifat teori. Lalu di bulan ke-2 dan ke-3 aku terjun ke lapangan. Melihat sistem kerja langsung ke pabrik dan outlet lalu karena aku berada di divisi pemasaran, aku juga harus ikut serta dalam segala kegiatan promosi.

Melelahkan sekali… Key bahkan sempat marah padaku karena aku selalu mengabaikannya jika dia mengajak ku bertemu.

Tapi itu hanya 3 bulan di awal. Karena sekarang.. aku sudah mendapatkan meja di divisi pemasaran.. itu artinya aku bukan traine lagi dan resmi menjadi pegawai. Ah~ senangnya, ketekunanku membuahkan hasil maksimal.

Di divisi ini ada sekitar 30 orang. Aku belum hafal nama dan wajah mereka semua, tapi karena di tahun ini aku adalah pendatang baru (yunior) maka aku harus berjuang agar tak diremehkan.

Tapi ada seorang subae yang membuatku tertarik *tampar Rumi bolak-balik* karena hanya dia yang ramah padaku. Dan lagi dia itu adalah atasanku, dia yang mengurus pegawai baru dan memimpin di sub divisi. Namanya Jung Kyung ho, aissh~ aku tak menyangka bakal bertemu namja tampan dan manis seperti dirinya.

Dia menjadi salah satu alasan yang membuatku semangat bekerja. Tubuhnya dengan tinggi 184cm, senyum manisnya.. eommaa~ aku tak kuat jika berada di ruangan kerja berdua saja dengannya, padahal ruangan kerja kami sama. Kyaa~ tak kuat… kenapa sih sunbae ku ini tak jadi artis saja.. dia sangat tampan dengan postur tubuh menjulang walau badannya kurus tapi dia cukup kuat. Dia tipe ideal ku… *cakar Rumi*

Aku tak pernah menceritakan tentang bos ku itu pada Key. Karena sudah pasti dia akan marah-marah dan cemburu.. cih~ terlalu anak itu. Aku jadi ingat saat dia mengunjungiku waktu kuliah di Aussie dulu, dia sempat marah melihat kedekatanku dengan salah seorang temanku yang berasal dari Indonesia. Karena apa di marah? Yah karena temanku itu TAMPAN.

Tapi aku mengagumi Kyung ho-sunbae bukan karena aku telah jatuh cinta padanya. Perasaanku padanya murni hanya kekaguman. Tak lebih. Memangnya salah mengagumi pria tampan? Tentu saja tidak, kan? Karena bagaimanapun juga Sampai sekarang pria yang kucintai hanya Jinki. Tak pernah berubah.

@@@@@@@@

”Kim Rumi-sshi..” panggil Kyung Ho sunbae.

”Ne.. sunbaenim?” sahutku. Saat ini kami hanya berdua saja di ruangan kami. Aku masih merasa gugup padahal kami sudah seperti ini selama 1 bulan.

”Hari ini kau ikut denganku, akan ada penandatanganan kontrak dengan model perusahaan kita yang terbaru..” katanya sambil menatapku dari meja kerjanya.

Aigoo~ tatapan matanya benar-benar menyejukkan. Membuatku terpana sejenak.

”Kim Rumi-sshi? Gwenchanayo?”

Aissh~ kenapa aku malah melamun, ”Gwenchana sunbaenim..” ujarku gugup.

”Kalau begitu ayo kita pergi..”

Dia lalu memakai jasnya dan berjalan duluan. Aku mengikutinya dengan berlari kecil karena sunbaenim ini melangkah dengan langkah panjang dan cepat. Kami lalu pergi ke kantor managemen artis yang menjadi model terbaru di perusahaan kami menggunakan mobil sunbaenim.

Ah~ entah kenapa aku jadi senang sekali. Syukurlah Tuhan.. kau memberikanku pekerjaan ini. Sudah gajihnya besar, kerja samanya dengan namja tampan dan baik hati lagi.

Tapi.. tak jadi bersyukur deh saat melihat di kantor management artis mana dia menghentikan mobilnya.

SM ENTERTAINMENT… DAMN!

Dengan ragu-ragu saat kami akan keluar dari mobil, aku bertanya padanya, ”Sunbae.. memangnya artis SM siapa yang di kontrak perusahaan kita?”

Dia menatapku heran, lalu dengan senyuman menjawab, ”Tentu saja SHINee boyband nasional korea saat ini.. siapa lagi? Memangnya kau tidak membaca surat kontraknya ya?”

Jederrr.. SHINee… kami akan bekerja sama dengan mereka? OH GOD.. harusnya aku membaca surat kontrak yang  berada dalam tas kerja ku.

Sebut aku bodoh.. babo.. baka.. stupid.. tak masalah karena itu memang kenyataan.

Kyung ho sunbae senyam-senyum tak jelas melihat wajah masamku, ”Yaa. Rumi-sshi, kau tidak suka mereka? Sayang sekali, mereka kan sangat tampan, musik mereka sangat oke dan lagi fashion merekalah yang terbaik. Jangan bilang kau tak suka, aku saja fans mereka.”

Jderrr.. lagi-lagi aku terkejut. Sunbae fans SHINee? Gak salah tuh, aku menatapnya dengan pandangan curiga. Jangan bilang kalau kau kelainan sunbae karena itu akan membuat semua kekagumanku padamu rontok. Pantas saja sampai usianya 32 tahun dia belum menikah.. ternyata oh ternyata…

”Yaa.. jangan menatapku seperti itu, aku masih normal. Memang tak boleh apa jika pria ngefans dengan sesama Pria?”

”Itu aneh Sunbae..” kataku ketus.

”Hah~ bukannya yang lebih aneh itu jika seorang yeoja sepertimu malah tak menyukai mereka..” kali ini dia mengatakan sambil membelai rambutku.

Ahh~ sunbae.. bukan begitu. Aku sangaaaaattt suka mereka. Hanya saja.. kau tak tau bagaimana hubunganku dengan mereka. Lagipula kenapa sunbae berkata sambil membelai rambutku..? itu membuatku grogi! Ahh~ sunbae ku yang tampan. Tapi hal itu tentu saja tak kukatakan padanya. Melihat wajahku merah padam saja sudah membuatnya tertawa apalagi mendengar pengakuan itu.

”Ayo Rumi-sshi, kita masuk kedalam..” katanya sambil berjalan mendahuliku memasuki Sment Building.

@@@@@@@@

Dihadapanku kini duduk ’mantan suamiku’, Onew. Walau meja kami bersebrangan aku bisa merasakan hawa dingin dari tatapannya. Saat aku mencoba mengalihkan padanganku ke arah kiri, ada Key. Dia menatapku dengan pandangan penuh tanda tanya. Saat mengalihkan pandangan ke kanan. DAMN! Ada pandangan kesal dari Minho,Taemin dan Jonghyun.

Apes! Lebih baik aku memandang namja tampan disampingku saja yang sedang serius memaparkan tentang produk kami dan isi dari kontrak.

”Yaa. Kyung Ho-sshi, bulan lalu kau membawa gadis lain kemari… dan sekarang ganti lagi. Apa dia pegawai baru?” tanya seorang pria botak buncit yang aku yakin salah satu petinggi SM. Setelah kegiatan tanda tangan berakhir.

”Ne.. namanya Kim Rumi, ” dia kemudian memandangku dan berkata seolah,’ayo perkenalkan dirimu’. Lalu berkata lagi,  ”Dia memang masih baru.. tapi sampai promo selesai, dia dan aku yang akan menangani proyek ini. Jadi mohon kerja samanya.”

Setelah sunbae mengatakan itu aku lalu mengenalkan diri, ”Ne.. saya Kim Rumi.. mohon kerja samanya.”

Yaa.. mau teriak rasanya. Promo dan proyek berakhir. Berapa lama tuh? Aku bisa stress membayangkan harus bekerja sama dengan SHINee.

”Rumi-sshi, sampaikan itu pada ke lima namja ini,” kata pria botak itu sambil menunjuk-nunjuk member SHINee. ”Bimbinglah mereka dan marahi saja kalau mereka malas.. haha.. aku pergi dulu. Kalian berbincang saja dulu…”

Pria botak itu meninggalkan aku, Kyungho sunbae dan SHINee. Hanya sisa kami bertujuh saja di ruang rapat.

Dan kemudian aku dapat melihat Kyungho sunbae mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Omona~ itu kan album ke-7 SHINee. Tampaknya dia akan meminta tanda tangan dari setiap member.

Ah~ sunbae.. entah kenapa sikapmu itu membuatku jadi malu.

To Be ConTinued

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


Advertisements

87 thoughts on “Married Idol – Part 9”

  1. Hikz hikz ,,,
    huwwaaa ,,,
    newppa na jdi benci ma rumi,,
    tyuz cie keyppa nu genit naha teu kapok2 ich ngdketin cie rumi ,,,
    konflikna mkin seru chingu ,,,,
    jdi tmbh penasarn ney ,,,
    hhuuuaaa ,,,
    aq hrp newppa ma rumi bsa blikan gie ,,
    aminnn !!!

  2. Ya ampun Thor-tor!! FF-mu ini Daebak banget ^^ [padahal aku cuma suka OneSHOt, tapi FF yang satu ini bisa buat aku menunggu kelanjutannya ^^]

    Sebenernya aku reader LAMA, tapi lama juga ga kesini T_T lagi sibuk banget [kok curhat]
    tapi, udah lama juga ngikutin dan Mian banget baru komen di part 9 ini TT_TT

    Langsung KOMEN

    1) Kok part 9 ini MEMBOSANKAN ya? soalnya bahasanya itu terlalu formal ga sih? kalau aku lebih seneng pas part 5-6 gitu deh ^^ apalagi pas adegan Rumi diterima kerja

    2) dari awal emang ga ada Jinki POV ya? hem ga apa-apa sih sebenernya, tapi penasaran nih sama pemikirannya Jinki, MASIH SUKA GA SIH SAMA RUMI? [Caps lock jebol]

    3) Tanyaaaa…..yang mau dijodohkan umma Rumi itu boss-nya Rumi sendiri? kalau bener, berarti konfliknya tambah banyak, ahh senangnya >,,<

    6) Partnya sampe 12 aja yaaa, ga mau cepet-cepet ending nih

    AUTHOR FIGHTING!!!!

  3. Entah kenapa aku ga suka yaa mulai dari part 8 ..
    Aku ga suka Keeeyyyyyy ~
    Aku maunya Ru Mi tetep memperjuangkan cintanya untuk Onewwww ..
    Author !! Aku ga sukaaaaa ~ #digampar #direbus #dimakan

    1. wkwkwk~ yg komen kyk gini BANYAK.. malah banyak yg gak suka sejak ONMI couple aq bikin cerai.. tp gak papalah~
      biar g suka n sebel ma salah satu tokoh.. ikutin az terus ceritanya.. okeeeyyy
      gomawo ^^

      1. Pastiiinyaaaaa XDD hahahahahaha ..
        Soalnya jujur aku main kesini cuma nungguin FF ini *yang sequel, kalo one shoot banyak yang aku baca XDD*
        Hahahahaha ..

    2. setuju tu.. aku juga nggak suka mulai dari part8, nggak suka bnget sama keyyyyyyyyyy… omo!!

      btw,—> Namanya Jung Kyung ho, aissh~ aku tak menyangka bakal bertemu namja tampan dan manis seperti dirinya.

      Dia menjadi salah satu alasan yang membuatku semangat bekerja. Tubuhnya dengan tinggi 184cm, senyum manisnya.. eommaa~ aku tak kuat jika berada di ruangan kerja berdua saja dengannya, padahal ruangan kerja kami sama. Kyaa~ tak kuat… kenapa sih sunbae ku ini tak jadi artis saja.. dia sangat tampan dengan postur tubuh menjulang walau badannya kurus tapi dia cukup kuat. Dia tipe ideal ku…

      ((kok tipenya sama dong kayak Minho Oppaku yang ganteng >///< aigoo)) suka!! Daebak!!

  4. eh yang pertanyaanku kok kepotong? bingung sendiri
    4) request adegan Kisseu dong Rumi sama Jinki >,<

    5) ada adegan gini nih

    rapat dengan Member SHINee+boss
    Rumi yang jengah dengan atmosfir yang terjadi di ruang rapat meminta ijin ke toilet. terus bossnya bilang gini
    Huffft, dia memang dingin terhadap laki-laki, tapi yang aku dengar dari ibunya, dia pernah menikah dan bercerai dengan suaminya tanpa ada alasan yang jelas. SIapa pria yang bisa menolak istri secantik Rumi. Ibunya juga sering mendengar kalau Rumi menangis tiap malam, sepertinya dia masih mencintai suaminya.

    Jinki langsung SHOCK,"apakah Rumi masih mencintaiku?"

    POKOKNYA RUMI HARUS SAMA JINKI !!! hehehehe siapa aku coba berani-nya mengintimidasi author,
    yah, kan aku oksigennya author juga, ga ada aku ga akan idup tu author ^^, hehehehe peace#

      1. hahah~ sayangnya adegannya gak kyk gitu.. haha~ nih ff dah aku tamatin kok ^^ dah ku kirim full ke SF3SI minus chapter JInki POV yg masih dlm proses + after story yg msaih di godok
        untuk MI baca az sampe abis aq namatin di part 14 baru deh narik kesimpulan nih ff kyk apa n bakal sama siapa rumi akhirnya ^^
        gomawo ya udh ngasih saran…

        sebetulnya aq sempet mikir yg kayak kamu tulis.. tp, ternyata ada jalan cerita yg lebih menarik yang mucnul di pikiranku… hahaha

        1. Oh yang MI ada Jinki POV-nya? Asiiiik, after story maksudnya apa ya? reader babo T_T, kaya’ sequelnya gitu? Married Idol 2?

          YA TUHAN, BERIKANLAH AUTHOR INI ILHAM DAN IDE_IDE YANG KEREN BIAR BISA BUAT FF_NYA CEPEEET, Amin ^^

        2. ada dong yg JINKI PCV kan klo MI yg ini smeuanya dr sudut pandang si Rumi… nah klo dari sudut pandang Jinki beda lagi critanya.. haha~
          klo after story.. bukan sekuel.. cuman one shoot dan itu tentang Key..
          ya sabar az lah menunggu.. aq masih cari ide n jalan crita yg tepat.. hehe~

  5. hohohooo..
    keren keren keren,,,ternyata keren2 suka shinee..xD
    jadi penasaran ma kelanjutannya,,hehe..moga ajj sih rumi bisa ma dubu lagi!!amin!!! 🙂
    oh yah,,aq reader baru^^,vanya imnida,, 😀

  6. huphf….
    jumpa lagi ya?
    aq yakin dan sangat yakin rumi pasti balex ma onew..
    dan aq yakin banget kok onew masi sangat cinta ma rumi..
    walopun ga adaPOV nya jinki (Author: akh,,sok tau lo readers)
    hehhehe…
    jangan lama2 di post ya chingu…
    daebak banget…

  7. sumpah! ff ini yg paling kutunggu-tunggu…
    daebak chingu! makin suka ama critanya, gak ngebosenin 🙂
    chap selanjutnya asap!

  8. wua aku telat sekali baru baca ff ini._. komennya gabung ya eonn dari part 1 huehehe

    errrrr, aku benci Rumi disini!!! egoisss! padahal Onew udh cinta, sayang sama dia. kasian kan Onew ujung ujungnya jadi korban keegoisannya Rumi. udah mau nangis banget pas diakhir part 7 ;___;. tapi kalo dipikir-pikir secara realita, kenyataan macem gitu gak bisa dielakkan. Pasti Rumi pengen juga di deket suaminya terus-terusan, diakui hubungannya secara publik.

    wehweh, sekarang nambah konflik ya Key jadi begitu sama Rumi. Key nya kayak berkhianat banget sama Onew nya. huhu jahat ah Key /PLAK
    sebenernya aku gak suka jadi ada Rumi-Key. tapi rada gak rela kalo Rumi balik sama Onew. secara Rumi udh nyakitin hatiny Onew ;_____;

    ceritanya bagus aku suka. penuturannya bagus banget. kerasa ikut di ceritanya!
    ditunggu lanjutannyaaaa! ^^

  9. ehem~~ ngga kerasa uda part 9 aja ,,,,,,,,
    ngga kerasa juga 2 tahun cepat bgt berlalu (mian, reader yg satu ini agx bnyk bacot -,-“)
    .
    .
    ituuu KEY ngga ngerasa riSSih atau gmna gtu ==”
    jelas* uda di tolak mentah*, mendink oppa sama aku aja #plakkk
    .
    wahh, gaSSwat tuh Rumi kerjasama breng SHINee~
    ngga kebayang kaya gmna ><

    LANJUTKAn ya author ^^ aku akan setia menunggu hahahhaha 😀

  10. aaaaaa.
    Daebak!
    FF ini Daebak !!
    Swear !
    Sukaaaaaa !

    Bsa” nya Rumi kerjasama sm SHINee.
    Wkwkka.
    Tp knpa Taemin, Minho sm Jjong kya itu sm Rumi ;(
    Huueh.

    Atasan ny Rumi pula knpa ntar mau mnta tnda tngan yah sm SHINee ?
    Astaga! >.<
    Aaaaaaaa.
    Daebak !

    ^o^)b

  11. Yahh rumi onnie kita punya selera sama …. sama2 suka yang bening dikit heheh … 🙂 .
    Wahh … rumi menyebalkan … egois dehh .. marukk dehh … maunya semua diembat … ckckck
    Rumi onnie semangat … !!!

  12. Wkwkwkwk. . . . Omo~ Ada jung kyung.ho oppa…. knpa oppa jadi aneh gtu dsni? -_-‘
    Akhirnya ktemu lagi… yeah..
    key,, jauh2 lah dari rumi *plaks* digampar T_T
    lanjut..

  13. BUAHAHAHA.. Damn! Bagian terakhir itu lucu banget dahh… emosiku kayakny mau terbayar dech..

    Bagus2 author udah mulai waras rupanya hehe 😛

Leave a Reply to ch4bi_hyerin Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s