MY HEART, BELONG TO YOU

MY HEART ,BELONG TO YOU

author : Deadante

Genre : Romance

Rating : PG 15-17

Main cast : Kim Kibum(Key),Park Ga eun

**** Continue reading MY HEART, BELONG TO YOU

Advertisements

Shinee Hello Hoobae – Part 2

Author : Yemima a.k.a shinie_cross

Main Cast : SHINee, f(x)

Support Cast : SNSD, Super Junior

Length : Sequel

Genre : Friendship, Family, Humor

Rating : PG (ngikut umur)

Summary : Setelah sukses dalem SHINee Hello Baby, KBS Joy mengadakan SHINee Hello Hoobae dimana SHINee akan merawat hoobae(junior)nya, f(x).

a.n : ni part 2 ff pertamaku .. Mian y kalo jelek or gaje J tlg coment karna comentmu yg isa bantu aku tau dimana kkurangan ff ku XD. Btw, anggap ni latar cerita na pas promosi Lucifer ya (skitar bulan juli).

Part 2

“A TEST?!” Continue reading Shinee Hello Hoobae – Part 2

WOWOWOW

Author          : Room Of SHINee (Admin A)

Cast                : Lee Jinki and You (Anggap aja itu kamu)

Genre            : Fan Fiction, Humor, Romance, Parental Guidance

*******

Waenji deulddeo today…


Waenji ddeolryeo today…


Joeun ili ileonalgeot gata…

For some reason, I’m excited today…


For some reason, I’m trembling today…

I think something good will happen…

“Ayo Jinki! Kau pasti bisa!!!” Aku merapikan sedikit rambutku dan mulai tersenyum ketika melihatnya ada di depanku. Akupun langsung mengikutinya masuk kedalam.

Ia mempersilahkanku duduk di sofa ruang tamu. Aku hanya mengangguk pelan dan langsung duduk. Ia berlalu pergi menuju dapur. Aku menggosok-gosok kedua tanganku dan aku mulai tertawa sendiri. Aku sangat senang hari ini karena bisa melihat ia tersenyum lagi dan aku sangat senang dengan apa yang akan kubicarakan padanya nanti.

Tak lama kemudian ia datang dengan membawa dua gelas jus jeruk ditanganya. Ia tersenyum padaku dan mengulurkan segelas jus jeruk itu padaku. Langsung kuteguk cepat jus jeruk itu dan menaruhnya di meja.

“Tumben kau kesini Jinki.” tanya nya sambil tersenyum padaku.

“Memang kenapa? Ga boleh?” aku tertawa kecil kepadanya.

Ia pun ikut tertawa dan menaruh jus jeruknya di meja.

“Anio, apa ada yang ingin kau bicarakan?” aku kembali tertawa sambil meliriknya.

“Jinki yah~ malah tertawa.” Ia menggembungkan kedua pipinya sambil melipat kedua tanganya. Akupun mecubit pipinya pelan.

“Aww! Sakit tau.” Ia langsung mengelus kedua pipinya.

“Mian, sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu padamu.” Aku menatapnya dalam sambil tersenyum.

Dapat kulihat pipinya yang mulai berubah warna. Pipinya yang putih bersih sekarang berubah menjadi sedikit pink.

“Umm.. apa itu?” ia mendekatkan wajahnya kepadaku.

“Mendekatlah lagi kalau kau ingin tau.” Aku sedikit berbisik kepadanya.

Ia mendekatkan wajahnya kepadaku. Sekarang hampir saja pipiku dan pipinya bersentuhan. Kuharap ia tidak mendengar detak jantungku. Aku tidak bisa berhenti tersenyum sekarang. Kurasakan pipiku mulai memanas.

“Palli…” ia berbisik di telingaku.

“Kau yakin ingin tau?” sekarang wajah kami sudah sangat dekat. Desahan nafasnya terdengar sangat jelas di telingaku.

“Ne…”

“Johahae…” aku langsung mencium pipinya pelan.

*******

Seollaewa ddeoryeowa moo eonga
Yegam neomu joeungeol….

Dojeohee gamanhee maeumi
Jinjungdwaejiga anneungeol…

I’m nervous, I’m trembling…


Something feels really good…


My heart cannot calm down at all…

Aku sangat bosan sekarang. Pelajaran Minho seongsaniem memang tidak pernah mengasyikkan untukku. Sekarang aku hanya mencorat-coret bukuku dengan tulisan aneh. Tiba-tiba aku merasakan segulung kertas mengenai kepalaku. Kertas itu terjatuh dan langsung saja kupungut.

Jinki! Hari ini makan bareng yuk ^^

Hah? Siapa yang melempar ini padaku? Aku masih celingukan mencari orang yang melemparkan kertas itu padaku, tiba-tiba…

“PLETAK!!!” Penghapus papan tulis mengenai kepalaku.

“Jinki! Perhatikan kedepan!” Ternyata ini penghapus papan tulis yang dilempar oleh Minho seongsaniem. Kejam sekali dia T-T

*******

Bel istirahat telah berbunyi. Semua anak-anak berhamburan keluar kelas. Tak terkecuali aku. Aku masih berdiri diambang pintu dan masih melihat-lihat keadaan sekitar. Lalu ada seorang yeoja yang sudah berdiri di depanku sambil tersenyum…

“Mian Jinki-ssi. Gara-gara aku kau jadi dilempar penghapus papan tulis sama Minho seongsaniem.” Oh, ternyata itu dia. Aku tersenyum kecil padanya.

“Ne, kalau kamu sih gapapa. Mau dilempar pot bunga juga aku maafin kok.” Ia lalu tertawa. Matanya mulai menghilang. Aigo! Manis sekali sih dia. Aku dan dia saling berhadapan sekarang, kami berdua masih berdiri di ambang pintu kelas.

“Jinki-ssi.. apa kau mau makan bersama denganku?”

“My pleasure princess.” Aku langsung menggandengya dan mengajaknya untuk pergi ke kantin. Kami berdua begitu serasi.

********

“Onew PJ dong! PJ nih!”

“Iya nih Onew jadian ga PJ nih! Wuuuu!”

Suara kantin mulai ricuh ketika melihatku sedang menggandeng tangan seorang yeoja cantik. Akupun angkat bicara…

“Entar deh kalo jadian, ini masih PDKT.” Kataku pura-pura berbisik pada anak-anak sekantin. Kulihat wajah gadis disampingku ini mulai memerah.

“Ayo kita cari tempat duduk!” kataku sambil menarik tanganya mesra menuju tempat yang tersisa.

********

“Kau mau pesan apa?” tanyaku sambil tersenyum padanya.

“Hmm japchigeon sajalah. Aku lapar sekali.” ia mengusap-ngusap perutnya.

“Uh kasian… aku pesankan dulu ya.” Aku membelai sebagian rambutnya dan langsung pergi memesankanya makanan.

Tak sampai 5 menit makanan yang ia pesan pun datang.

“Gumowo Jinki-ssi.” Ia memakan makananya dengan lahap. Lucu sekali dia. Sepertinya tidak ada ruang yang tersisa lagi di mulutnya.

“Hmm enak sekali Jinki-ssi!” ia menatapku sambil mengangkat mangkok japchigeon nya. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan itu. Daya tarik tersendiri bagiku.

“Habiskan palli! Aku punya surprise untukmu!” aku berbisik padanya. Sebenarnya aku belum mempersiapkan apa-apa padanya. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aha! Aku ada ide.

“Mwo?” ia menatapku heran. Dapat kulihat kedua bola matanya yang mulai membesar.

Aku hanya tertawa melihatnya.

*******

“Kita mau kemana Jinki-ssi?” ia terus bertanya padaku dengan pertanyaan yang sama.

“Kau lihat saja nanti. Kau berdiri disini saja ya, awas kalau kemana-mana!” kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya dan langsung pergi menuju panggung permanen sekolah yang terletak di pinggir lapangan.

Kulihat dari kejauhan gadis itu masih berdiri menungguku melakukan aksiku. Aku sedang mempersiapkan semuanya disini. Mengambil microfon, gitar akustik dan juga sound system yang terletak di ruang OSIS. Setelah semuanya beres aku memetik setangkai mawar merah yang terletak di kebun sekolah. Letaknya tidak jauh dari lapangan.

Aku pun melangkahkan kaki ke atas panggung dengan gitar akustik yang sudah kukalungi. Sendirian.

“Annyeong semua! Onew disini. Aku minta tolong bantuan kalian untuk segera berkumpul di lapangan sekarang juga!” aku tersenyum padanya. Dan ia tertawa melihat aksiku ini.

Tak sampai 5 menit semua warga sekolah, termasuk teman-temanku sudah berkumpul dilapangan dan menatapku heran.

“Perkenalkan, Onew dari kelas 9-1 akan menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yang spesial.”

Sontak semua yeoja di sekolahku merasa kegirangan. Mungkin mereka mengira aku akan menyanyikan lagu itu untuk mereka. Tentu saja tidak! Dan semua namja melihatku takjub, seakan mereka semua ingin belajar dariku.

“Jreng..” petikan gitar pertamaku disambut oleh tepuk tangan dan teriakan-teriakan heboh teman-temanku.

Kutatap ia sejenak dari kejauhan dan aku tersenyum lembut padanya. Sepertinya ia membalasa senyumanku. Ayo Jinki! You can do this!

“Seollaewa ddeoryeowa moo eongga
Yegam neomu joeungeol..”

Kuawali bait pertama laguku dengan sukses dan disambut tepukan meriah dari semua teman-temanku. Termasuk dia.


“Dojeohee gamanhee maeumi
Jinjungdwaejiga anneungeol
Waenji deulddeo today
Waenji ddeolryeo today
Joeun ili ileonalgeot gata, oh…
Eojjyeomyeon eojjyeomyeon bogopeun
Neoreul mannal geotman gateun day, eh…

Neol dalmeun saramiya…
My god, neojana…
Iriro ojana

Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Dashi saranghal geot gata
Maleun anhaedo
Noonbit maneuro sarangiran geol
Al su itneungeol
Oh my sweet love…

Jiruhan nareunhan ddaboonhan
Naldeuleun da bye, bye, bye, bye
Geunyeoga naegae wa
Kotnoraeman jakku na oneungeol
Meoril manjigo geo oolbogo ddo bogo
Maeil maeil neo hanaro teukbyeolhae, eh…
Sarangae naneun ppajyeo beoringeol, oh…
Neo.aegaen meotjyeo bo eegopeungeol

Naegae eoseo bballi
Neomaneul saranghae
Soksakyeo jugireul

Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Dashi saranghal geot gata
Maleun anhaedo
Noonbit maneuro sarangiran geol
Al su itneungeol
Oh my sweet love…

Sandduet han namanae haruneun
Mu euishikae heulleona oneun hwit param
Ee sunddeut daga on sarangeun
Oneuldo nae mamae beonjineun bombaram

Sweet…
Wowowow…
Neukkimi joa neomuna joa
Wowowow…
Oorin inyeoni boonmyunghae
Dashi saranghae
Dashi shijak.hae
Geureokgae haejweo
Nae son japajweo
Oh my sweet love

Wowowow…
Gijeokin geoya oonmyungin geoya
Say wowowow…
Oorin inyeoni boonmyunghae
Sarangi boonmyunghae
Dashi shijak hae
Dashi saranghae neol
Dashi shijak hae geureokgae haejweo
Dashi saranghae neol
Nae son japajweo
Oh my sweet love..”

Lagu pun selesai kunyanyikan. Aku tersenyum kepada semua orang.

“Gumowo guys! Lagu ini sebenarnya kupersembahkan untuk dia” aku menunjuknya. Ia tampak kebingungan karena semua orang yang ada di lapangan mulai menatapnya kagum.

“Bisa kau kesini gadis manis?” kataku dari microfon. Ia masih kebingungan namun hiruk pikuk semua orang yang ada di lapangan membuatnya memeberanikan diri untuk naik ke panggung ini.

“Ini untukmu…” aku berlutut padanya dan memberikan setangkai mawar merah yang kupetik tadi.

Ia hanya tersenyum padaku. Disambut tepuk tangan dan teriakan-teriakan dari warga sekolah yang menatap kami berdua. Aku menggenggam lembut kedua tanganya dan mengecupnya pelan. Aku bangun, meletakkan gitarku lalu berjalan mendekatinya sambil menggenggam kedua tanganya. Aku tidak tau aku harus mengatakan apa padanya, jadi kuputuskan saja untuk…

“CUP!”

Kucium keningnya lembut.

*******

“Jinki-ssi? Mengapa kau memberiku mawar ini?” ia menunjukkan mawar yang kuberikan kepadanya tadi siang disekolah.

Sekarang kami berdua sedang berjalan di taman kota karena jam sekolah memang sudah selesai.

Aku menoleh kepadanya dan hanya tersenyum kecil.

“Jinki yah! Waeyo?” ia menatapku kesal.

“Duduk disitu yuk.” Aku langsung menarik tanganya dan berlari menuju bangku yang terletak di tengah taman.

“Jinki yah! Kau belum menjawab pertanyaanku?”

Aku kembali menoleh padanya dan tertawa.

“Waeyo?! Malah tertawa!” ia melipat kedua tanganya. Sepertinya  ia mulai kesal padaku.

“Pabo yah! Sudah kubilang kan aku suka padamu!” sekarang aku yang pura-pura marah padanya.

“Jincha? Jinki jangan marah..” ia menggoyang-goyang tubuhku dari samping.

Aku langsung mendekatkan diri padanya dan langsung memeluknya.

“Pabo! Mana mungkin aku marah padamu, dasar gadis aneh!” aku tertawa sambil mengacak-ngacak rambutnya.

“Jincha? Mianhae Jinki-ssi.”

“Ne. Sekarang kau mau kemana?” aku masih mendekapnya dalam pelukanku.

“Temani aku pulang saja, sudah mau senja.”

“Siap tuan putriku!” aku langsung berdiri dan bersiap-siap utnuk menggandeng tanganya.

Ia tertawa melihat tingkahku. Aigo! Membuatku makin jatuh cinta saja padanya.

********

“KRING!!!” suara alarm membangunkanku. Kulirik jam dan ternyata sudah jam 08.00! Cepat-cepat aku bangun dari tidurku dan langsung mencuci mukaku di wastafel. Aku bisa kena marah Minho seongsaniem lagi nanti.

********

Noonbit maneuro sarangiran geol…


Al su itneungeol…


Oh my sweet love…

Through glances…

I know it’s love…


Oh my sweet love…

Huff! Untung saja hari ini Minho soengsaniem juga telat masuk, jadi aku aman-aman saja. Aku mengistirahatkan kakiku sejenak sehabis berlari marathon keliling lapangan. Aku sangat lelah. Kuteguk sebotol air yang kubawa dari rumah. Tak sampai 15 detik air itu pun sudah habis tak tersisa. Cuaca hari ini memang panas sekali.

“Onew, mau main basket ga?” tanya Jonghyun padaku.

“Anio, aku lelah sekali.”

“Baiklah.” Ia lalu pergi meninggalkanku dengan bola basketnya.

Kuputuskan untuk membuka bajuku saat itu juga. Aku sudah tidak tahan karena cuaca sangat gerah sekali. Setelah membuka bajuku aku kembali duduk dan melihat-lihat keadaan sekitar. Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan seorang yeoja…

“KYAAA! Jinki-ssi apa yang kau lakukan?!” yeoja itu menutupi wajahnya dengan kedua tanganya.

Aku berjalan medekatinya dan melepaskan kedua tanganya.

“Waeyo? Aku kepanasan.”

“Jinki-ssi cepat pakai bajumu! Lihat semua yeoja-yeoja itu kegirangan melihatmu bertelanjang dada!” ia melirik kearah yeoja-yeoja yang sedang tertawa melihatku.

Aku  mendekapnya dalam pelukanku dan langsung mengajaknya untuk duduk bersamaku.

“Baiklah akan kupakai kaosku.”

Setelah selesai merapikan diri aku kembali duduk bersamanya.

“Jinki-ssi, bantu aku mengerjakan PR ya.” Ia menatap kearahku sambil tersenyum

“PR? PR apa?” aku menaikkan sedikit alisku.

“Bukan PR sih, semacam praktek biologi gitu.” Ia menggaruk-garuk kepalanya.

“Praktek? Tentang apa?”

“Judulnya sih aneh, tapi jangan ketawa ya…”

“HAHAHA! Kau ini, cepat katakan.”

“’Apa pengaruh first kiss pada remaja?’ Itu prakteknya.”

“HAHAHAHAHA!” aku tertawa terbahak-bahak mendengar penjelasanya. Masa ada praktek biologi yang seperti itu?

“Bagaimana kau akan melakukanya? Kau dan aku belum pernah kiss kan? Jadi aku juga tidak tahu apa pengaruhnya.” Jelasku padanya.

“Iya juga sih. Makanya kita cari tau bersama.” Ia tersenyum kepadaku. Mukanya sangat kekanak-kanakan sekali.

“Baiklah, kalau begitu datanglah ke bukit di belakang rumahmu jam 8 malam ya.” Aku mengecup keningnya singkat dan langsung pergi meninggalkanya.

********

Meoril manjigo geo oolbogo ddo bogo…


Maeil maeil neo hanaro teukbyeolhae, eh…


Sarangae naneun ppajyeo beoringeol, oh…


Neo.aegaen meotjyeo bo eegopeungeol…

I fix my hair, I look at the mirror again and again…


Every day, every day is special just because of you, eh…


I have fallen in love, oh…

I want to appear cool to you…

Kuputuskan aku tampil adanya malam ini. Dengan hadiah yang sudah kupersiapkan untuknya sejak lama. Malam ini aku akan menyatakan cintaku padanya. Aku tidak akan mengatakan ‘Johahae’ lagi malam ini, tapi ‘Saranghae’. Kata yang sangat suci menurutku. Kata yang harus diucapkan dengan sepenuh hati. Ya! Aku akan melakukanya malam ini.

*********

Aku duduk di puncak bukit sendirian, menunggu kedatanganya. Suasana malam ini begitu hangat. Bukit ini tepat terletak dibawah bulan malam ini. Bulan dan bintang terlihat sangat serasi, bulan sebagai namja dan bintang sebagai yeoja yang selalu setia menemaninya.

Sesekali kulihat hadiah yang sudah kubawa untuknya. Aku tertawa, tertawa mengenang tingkah lucunya yang sangat membuatku semakin cinta padanya. Kuletakkan kembali hadiah itu didalam kantong jaketku. Aku kembali memandangi bulan dan bintang yang sedang asyik bercengkrama. Semakin kuperhatikan, kulihat jelas bahwa bintang sedang membentuk ‘Love’ dan bulan persis terletak ditengahnya. Indah sekali.

Tiba-tiba kudengar suara yeoja yang sedang kelelahan dari ujung bukit. Aku mendekati sumber suara dan ternyata itu dia. Badanya bermandikan keringat dan tanganya dipenuhi buku-buku biologi yang sangat banyak. Aku tertawa melihat wajahnya yang sangat keletihan.

“Jinki yah! Bantu aku!” ia menyadari kehadiranku. Aku masih tertawa namun aku berjalan mendekatinya dan menggendongnya.

“Dasar lemah! Baru naik bukit segini aja udah keringetan!” aku mengejeknya.

“Terserah kau lah Jinki!” ia membentakku. Kurasa dia marah padaku.

Sesampainya di puncak bukit aku segera menurunkanya. Ia sedang mengelap keringat di wajahnya dengan handuk yang dibawanya. Ia memandangku, namun tidak tersenyum dan tidak bicara. Kurasa ia marah padakku.

“Kau marah?” aku mendekatkan tubuhku padanya.

“…” belum  ada jawaban darinya. Ia malah memalingkan mukanya kearah bulan dan bintang.

“Princess! Kau marah?!” aku mulai menaikkan nada suaraku.

“…” ia menoleh sebentar lalu kembali menatap bulan dan bintang lagi.

“KYAAAA! Kumohon maafkan aku!” aku memeluknya dari belakang. Aku sangat takut jika ia benar-benar marah padakku.

“Pabo Jinki yah~ baru segitu saja sudah menangis!” ia tertawa.

“Terserah kau panggil aku pabo atau apa, aku tidak mau kehilanganmu.” Aku melepas pelukanku dan duduk disampingnya. Ia masih berdiri.

“Jadi tugasku bagaimana?” ia menoleh kearahku.

“…” aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Terus kenapa kau membawaku kesini kalau kau tidak tahu yah~” ia ikut duduk disampingku.

“Sebentar, aku sedang berpikir.” Jawabku datar.

“Jinki yah~ besok lusa tugas itu harus dikumpul! Kalau aku tidak mengumpulkanya bisa-bisa Minho seongsaniem mar…”

CUP!

Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya aku sudah mencium bibirnya. Aku mendekap badanya di pelukanku. Tiba-tiba ia melepaskan ciumanku.

“JINKI YAH~!!!” ia membentakku sambil mengusap-ngusap bibirnya.

Aku tersenyum melihatnya.

“Saranghae…” aku menariknya lagi kedalam pelukanku. Aku mengusap rambutnya lembut dan memandang bintang dan bulan yang masih asyik melihat kami berdua bercengkrama.

“Jincha?” ia bertanya polos kepadaku.

“Jeongmal neomu saranghae!” aku berteriak pada bulan dan bintang.

Kami berdua tertawa bersama.

“Nado Jinki-ssi…” ia mencium bibirku singkat dan kembali mendekap di pelukanku.

“Aku punya hadiah untukmu.” Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru muda dari kantong jaketku.

“Mwo? Apa itu?” ia terkejut melihat sebuah kotak kecil berwarna biru muda yang sedang kusodorkan padanya.

“Buka saja.”

Ia membukanya dan…

“JINKI PABO YAH~!”

Aku segera berlari menjauh darinya. Ia terus mengejarku, berusaha untuk mendapatkanku dan memukuliku. Aku hanya tertawa melihat langkahnya yang lucu. Aku terus menggodanya dan terus menghindar darinya. Aku memelankan sedikit langkahku dan…

BRUK!

Kami berdua terjatuh bersama di atas rumput bukit. ia menimpaku dengan tubuhnya yang mungil. Aigo! Bisa kulihat pipinya memerah. Aku mengecup pelan bibir lembutnya.

-THE END-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Romantic Annoying – Part 2

ROMANTIC ANNOYING

part 2

author : ria QR

Main cast :

–          Kang Hye Rin (imaginative character)

–          Choi Minho SHINee

Support cast : SHINee’s member, goo jung goon, Kim Hyuna.

lenght : sequel, lebih dari 3 part (belum bisa menentukan banyaknya PART)

Genre  : romance, humor, friendship

Rating : PG-15

AN : aku baru tahu kalau ada FF sebelumnya yang main cast-nya punya nama yang sama dengan Romantic Annoying -.- sama-sama dipasangkan juga dengan Minho -.- ini murni hanya kebetulan. enggak ada unsur plagiat sedikitpun. overall, enjoy miy FF! hate plagiasm and don’t be a silent reader please 😀 Continue reading Romantic Annoying – Part 2