ellegirl3

She’s My (Ex)Wife – Part 25

She’s My (Ex)Wife

She’s My (Ex)Wife

Part 25

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Romance, Friendship

“Hyeo So! Kamu bener-bener harus balik sekarang!”

“Waeyo Kira-ah?” tanya Hyeo So bingung. “Agassi!” seru seseorang yang tiba-tiba saja masuk. “Oh? Manager Han, wae?” Hyeo So semakin bingung ketika manager ayahnya itu memberikan beberapa surat kabar. “Kita udah gak punya waktu lagi Hyeo, di bawah anak-anak udah berusaha nahan para wartawan. Gak ada jalan lain kecuali keluar lewat pintu belakang, setidaknya anak-anak dan wartawan yang ada di sana gak sebanyak yang ada di gerbang.” Sambung Jo Shi.

“Nanti biar aku jelasin di mobil ada apa sebenernya. Ayo pergi dari sini! Sekolah udah gak aman, kata beberapa penjaga kamu di sekitar apartement kamu juga udah banyak stalker yang nungguin.” Timbal Kira, Hyeo So pun menurut. Jo Shi membuka pintu kelas yang sudah di jaga oleh beberapa pengawal. “Kalian lewat sana, masih aman!” ucap salah satu murid yang berjaga. Karena ini masih jam sekolah maka murid yang di perbolehkan keluar untuk berjaga hanya dari organisasi sekolah, sedangkan yang lain harus tetap belajar.

“Jangan ada yang lepasin pegangan tangannya, ok? Kita terobos mereka dalam hitungan ketiga.” Ucap Kira sambil mempererat genggaman tangannya pada Jo Shi dan Hyeo So.

“Satu.”

“Dua!”

“T-tiga.”

Seluruh pengawal langsung membuka jalan begitu ketiganya mulai berlari. “Hyeo So jangan lepas! Pegangan yang kuat!” seru Kira begitu genggaan Hyeo So meregang. Para wartawan yang menyerukan berbagai pertanyaan dan blitz kamera yang silau mebuat ketiganya jadi semakin pusing.

“Aw, tangan kanan ku kena cakar.” Ucap Hyeo So sambil meniup garis merah di lengannya. “Rambutku kena jambak, sakit.” Tambah Jo Shi. “Udah resiko. Sekarang aku mau nanya sama kamu Hyeo, kalian kemarin bener-bener berantem dan bilang mau cerai?” alis Hyeo So langsung mengerut. “Kamu… tahu dari mana?” tanpa bicara manager Han menyalakan TV yang ada di mobil Hyeo So. “Itu rekaman berita pagi ini.” Hyeo So sadar kalau ia benar-benar melupakan satu hal, reality show mereka tetap berjalan dan itu berarti CCTV di rumah mereka masih aktif merekam segala kegiatan mereka.

“Ada salah satu dari kru TV yang menjadi orang dalam. Dia motong rekaman kemarin dan ngejual rekamannya ke salah satu stasiun TV. Berita itu langsung nyebar pagi ini, tentang Key selingkuh sama Shina.dan kabar kalau kalian berdua akan bercerai. Yang parahnya, foto ini juga tersebar.” Kira memberikan sebuah foto yang kemarin benar-benar membuat amarahnya memuncak. “Foto itu lebih terlihat seperti di sebarkan oleh orang yang mengambil gambarnya agassi, itu benar-benar foto asli sebelum di cetak dan di kirim kepada anda kemarin sore. Untuk foto sudah menyebar sejak tadi malam.”

“Di kirim ke aku? Dari mana manager Han tahu kalau aku juga dapet foto ini, kemarin sore?” Seingat Hyeo So tidak ada orang lain di rumahnya saat ia menemukan foto ini. Dan kalaupun setelah Hyeo So keluar dari rumahnya pasti juga yang menemukan member SHINee itu sendiri. “Saya mencari tahu agassi. Tuan besar memerintahkan kami untuk bergerak lebih cepat dari pelaku tapi ternyata kami kalah satu langkah.” Hyeo So berfikir sejenak dan setuju dengan alasannya, karena ayahnya memang tipikal orang yang cekatan.

“Aku yakin mau tidak mau kalian akan ngadain pers conference, jadi kalian bener-bener akan cerai?” tanya Jo Shi hati-hati. “Iya, aku gak kuat lagi kayak gini.” Jawab Hyeo So yakin. “Tapi agassi, anda dan tuan muda Kibum..-“

“Saya tidak perduli resikonya, saya akan tetap menggugat cerai Key.”

 

***

 

“Ada apa Hyeo, eh Jonghyun?” tanya Eunhyuk lalu duduk di depan Hyeo So dan Jonghyun. “Oh, Eunhyuk hyeong (형). Annyeong haseyo (안녕 하세요).” Sapa Jonghyun. “Aku butuh bantuan oppa. Sebelumnya aku mau kasih tahu kalau ingatan aku udah kembali.”

“Eh?”

“Psstt.. Jonghyun oppa tunggu dulu, aku mau kalian berdua saling tahu kalau kalian berdua tahu masalah antara aku, Minho, Key sama Shina.” Dan sekarang Jonghyun juga Eunhyuk saling bertatapan. “Selain kalian berdua udah pasti lah Kira sama Jo Shi tahu, Minho apalagi, Key… aku masih penasaran dia udah tahu atau belum siapa pacarku, Shina sama kayak Key, orangtua ku udah pasti dan sejauh ini yang tahu ya cuma itu aja. Ini salah satu factor pernikahan aku sama Key.” Hyeo So menyodorkan dua lebar kertas ke pada masing-masing oppanya.

“Jadi alasan utama kalian nikah cuma karena perusahaan?”

“Dan Jun!” ralat Hyeo So. “Jun siapa?” tanya Eunhyuk yang memang belakangan ini sibuk dengan group nya. “Susah ngejelasin sekarang, yang pasti aku mau Jonghyun oppa ngejagain Key. Sedangkan Eunhyuk oppa jagain Minho.”

“Buat apa?”

“Oh iya kamu jadi mau cerai sama Key?”

“Nah! That’s the point! Aku mau cerai sama Key, dan aku serius. Tapi aku juga gak mau di hajar abis-abisan sama para shawol dan ngeliat Key mati di tangan Jun.”

“HAH?!”

“Psssttt! Tenang dulu, dalam masalah ini kita benar-benar tidak bisa percaya sama siapa-siapa. Bahkan kalau kalian mau tahu, aku mencurigai manager appa yang berdiri di depan pintu itu.” Ketiganya melirik manager Han dengan hati-hati. “Dalam persaingan perusahaan pasti mereka akan memasukkan satu anak buah mereka ke kompeni lawan sebagai orang dalam yang memperlancar rencana penghancuran. Dan aku curiga kalau manager Han itu anak buah group Sang Yuk, soalnya perjanjian palsu yang di pakai sebagai pancingan hilang.”

“Perjanjian pancingan?”

“Em, jadi appa nyiapin satu perjanjian lagi tapi cuma sampe point 3 aja. Sengaja kita taruh di lemari berkas tanpa kunci, supaya orang dalem itu nyuri dan kasih ke perusahaan Jun. Dan kayaknya mereka udah masuk perangkap. Dan aku yakin mereka akan pake perjanjian ini buat meras pihak kita. Makanya aku minta tolong oppa berdua jagain Minho sama Key, aku gak mau mereka jadi korban. Dan kalian cukup diem aja, jangan komentarin langkah-langkah yang aku ambil kecuali aku memang minta pendapat kalian.”

“Tapi Hyeo So, kalau kamu bener-bener cerai sama Key. Itu berarti perusahaan kamu akan jadi milik Key dan kamu cuma dapet sisa-sisanya.” Dan pernyataan Jonghyun baru membuatnya sadar, bahwa langkah yang satu ini tidak mungkin di ambil. “Masalah itu biar aku pikirin nanti aja, yang penting sekarang aku harus bikin Jun dan keluarganya bener-bener kepancing sama rumor perceraian kita berdua.”

“Oh iya, aku sempet ngobrol sama kedua sahabat kamu itu. Aku tanya-tanya soal apa penyebab utama kamu kecelakaan, dan mereka kasih aku ini. Jadi aku udah tahu kalau Eunhyuk hyung tahu masalah kalian.”

“Ini… mungkin gak Key juga di kirim foto-foto semacam ini. Maksudku, foto kamu pas lagi sama Minho. Singkatnya, mungkin gak Key di kirimin foto-foto yang membuktikan kalau Minho pacarmu itu adalah Minho salah satu member SHINee. Dan kalau ternyata iya… itu berarti…”

 

***

 

“Menurut pengamat, laki-laki yang berada di dalam foto ini adalah anak kedua dari Sang Yuk Group yang bernama Jun. Dan jika benar, mungkinkah laki-laki ini penyebab Hyeo So berencana menggugat cerai Kim Kibum SHINee. Lalu bagaimana dengan Shina, gadis yang di sebut-sebut dalam potongan rekaman video keduanya saat terlibat sebuah pertengkaran 3 hari yang lalu? Setelah pengakuan bahwa Hyeo So benar pewaris KN Group, Apakah ini hanya sekedar cinta segi empat biasa atau ada sebuah keterlibatan antara perusahaan kempatnya?”

“Sialan!” geram Hyeo So begitu melihat berita di TV. “Bisa-bisa saham kita jatuh, apa maksud SY group sebenarnya!” baik ayahnya maupun Hyeo So sedang tidak bisa berpikir jernih saat ini, Hyeo So masih pusing bagaimana mengatur strageti yang baik sedangkan ayahnya sudah cukup tertekan dengan jatuhnya harga saham mereka kemarin saat kabar Hyeo So dan Key akan bercerai. “Appa lebih baik berunding dengan keluarga Key, aku harus menyelesaikan masalah kami dulu.”

“Tunggu Hyeo So! Aku tidak akan setuju kalau kalian berdua bercerai!” Hyeo So menghentikan langkahnya. “Kekayaan kita ini lebih banyak dari pada perusahaan YGroup, walaupun perjanjian ini aku sendiri yang buat tapi…-“

“Appa… appa tega melihatku terus tersiksa seperti ini? Apakah perusahaan ini lebih berharga dari pada anakmu sendiri? Aku akan berusaha keras mengembalikan kekayaan appa nanti.”

“Bukan itu maksudku, aku mau menjaga perusahaan ini juga untuk mu dan cucu-cucu ku nanti. Aku mau hidup kalian bisa makmur.” Hyeo So berjalan mendekat. “Segalanya memang butuh uang tapi uang bukan segalanya. Setidaknya kita masih akan mendapat beberapa bagian, lumayan untuk bertahan hidup. Dan aku punya Minho, kalau aku bisa menikah dengannya seluruh kekayaan kita akan kembali kan?”

“Aku tahu Hyeo So kecilku sudah dewasa, apapun yang kau pilih. Asalkan menurutmu itu jalan yang terbaik.” Hyeo So tersenyum lalu memeluk ayahnya. “Gomawo appa.”

Hyeo So berusaha menenangkan diri selama perjalanan ke apartement nya, pagi ini ia terpaksa tidak masuk sekolah karena masih banyak wartawan yang menanti. Bahkan semalam ia terpaksa di jemput dengan helicopter karena tidak aman keluar dari apartement nya dan menerobos kerumunan wartawan sendirian.

“Yeoboseyo.”

“Hyeo So kita harus bicara, aku di belakang apartement mu.”

“Tunggu sebentar.” Klik, Hyeo So memutuskan panggilan. “Pak percepat ya.” Hari ini cuacanya buruk, hujan salju sejak tadi malam sehingga kini salju yang menumpuk sekitar 2cm tingginya dan suhu nya mencapai -15º C. Suhu yang terlalu dingin terkadang membuat beberapa orang sulit berfikir termasuk Hyeo So, setidaknya berada di dalam mobil membuatnya lebih hangat dan bisa berfikir lebih baik.

Hyeo So melilitkan syalnya hingga hidung. “Agassi, apa kami perlu ikut?” tanya tuan Jung. “Tidak, ini… kalian cukup mendengarkan perbincangan kami dan jangan lupa di rekam. Aku akan menggunakan mic ini di syalku, tolong jangan sampai ada bagian atau kalimat yang terlewat.”

“Hati-hati agassi, saya akan memerintahkan orang untuk membeli minuman panas untuk anda.” Hyeo So mengangguk lalu buru-buru keluar, baru saja membuka pintu nafasnya langsung mengepul. “Dingin dingin dingin…” ucap Hyeo So sambil berjalan ke belakang apartment nya, ternyata Jun benar sudah menunggu di sana.

“Akhirnya, aaahhh aku hampir mati kedinginan tahu menunggumu di sini!” Hyeo So diam dan menatapnya tajam. “Apa maksud foto-foto yang tersebar itu?” tanya Hyeo So to the point. “Aku juga gak tahu, makanya kita harus bicara. Mana mungkin aku yang nyebar foto-foto itu!”

“Aku belum nuduh kamu yang nyebar kok, aku baru tanya apa maksud foto-foto itu.” Balas Hyeo So tetap tenang. “Aku juga gak tahu, makanya itu kita harus bicara. Kalau kamu berfikir aku yang nyebar aku jawab sekarang, bukan! Gak mungkin aku nyebar foto-foto yang bakalan ngehancurin diriku sendiri dan bahkan perusahaanku. Kamu tahu, begitu bursa saham di buka tadi pagi harga saham ku langsung jatuh! Jadi gak mungkin itu aku. Aku pikir orang-orang appa mu udah dapet siapa yang nyebar, jadi aku mau nanya supaya aku bisa ngehajar orang itu habis-habisan. Bisa-bisanya dia bikin gossip tentang kita, kalau perlu aku mau adain pers conference untuk ngaku ke orang-orang kalau kita sahabat dari kecil.”

“Malah aku pikir kamu yang udah dapet siapa orangnya. Aku udah cukup stress sama masalahku dan Key, kenapa harus ada masalah ini juga? Kenapa media masa haus berita, kenapa juga cuma berita artis aja di bikin heboh. Banyak kok masalah yang lebih penting dari ini. Huuuhh…” Hyeo So menghela nafas, membuat kepulan lebih banyak. “Kalau gitu sekarang kamu jangan pikirin masalah ini, biar aku aja yang cari tahu. Kamu cukup selesain dulu masalah kamu sama Key, aku gak mau kamu kenapa-napa. Dan aku juga gak berharap kamu cerai, masih banyak jalan lain Hyeo.”

“Hhhhh… maaf yah Jun, aku jadi berfikir yang enggak enggak gini.”

“Gwenchana, aku maklum kok. Kamu emang kadang-kadang mudah panic, jadi kalau reflek berfikirnya kadang berlebihan. Aku gak punya banyak waktu nih, nanti aku di kira bolos sekolah lagi. Hati-hati ya Hyeo jangan sampe ada paparazzi, aku duluan.” Jun mengelus topi rajut biru yang menutupi rambut Hyeo So lalu berlari kecil meninggalkan Hyeo So.

“Dapat?”

“Ye agassi.”

“Itu akan jadi bukti di pengadilan nanti.”

 

~ ~ ~

 

“Huuuhhh ya tuhan hari ini kenapa dingin sekali.”

“Ye agassi, ini semua akibat pemanasan global sehingga iklim jadi tidak menentu.” Hyeo So meniup-niup gelas plastiknya yang berisi coklat panas. *tok tok tok* Hyeo So mengetuk kaca lalu melabaikan tangan sambil tersenyum riang pada orang yang sekarang melihat ke arahnya dengan bingung.

“Minho-ssi annyeong!” sapa Hyeo So girang, sebenarnya ia ingin sekali langsung memeluk Minho yang masuk ke dalam supermarket tempat Hyeo So duduk dengan beberapa penjaga di sekitarnya. “Kamu…”

“Sedang menghangatkan diri. Minho baru pulang sekolah ya?” Minho mengangguk, tiba-tiba salah satu penjaga memberikan minuman pada Minho dan membuatnya semakin bingung. “Duduk di sini.” Hyeo So menepuk bangku di sebelahnya. “Kamu tidak sekolah?” Hyeo So menggeleng. “Terpaksa, Key?” Minho menggeleng juga. “Keadaanya tidak aman. Soal berita tadi pagi itu…”

“Jun hanya sahabatku, aku juga masih mencari tahu siapa di balik ini semua.”

“Masalah ini bikin kita selama beberapa hari ini kurang tidur. Masih terus berusaha mendiskusikan tentang ini. Dan pihak yang awalnya membelamu sekarang jadi tidak berpihak pada siapapun, begitu juga Key. Kalian berdua akan sama-sama terancam kalau benar akan bercerai, apalagi dengan munculnya rumor perselingkuhan kalian. Tidak perduli benar atau tidak.”

“Aku juga masih bingung soal ini, mungkin kita benar-benar harus membicarakan soal ini bersama pihak-pihak yang terlibat.”

“Katanya besok akan ada pers conference kan?”

“Oh ya?”

“Tapi tidak tahu juga, masih belum pasti katanya. Nanti mereka akan menghubungimu kok kalau sudah pasti. Oh ya, aku harus pulang sekarang. Sampai jumpa, jangan lama-lama berada di luar. Belakangan ini cuacanya buruk, tidak bagus untuk kesehatan, banyak minum vitamin. Annyeong hikaseyo.”

“Ne.”

 

***

 

“Hari ini jadi agassi?” tanya Pak Jung sambil membuka buku catatan kecilnya. “Ne, tadi manager SHINee menelpon. Acaranya di mulai jam 7 malam ini, tapi aku sudah harus ada di sana satu jam lagi.” Jawab Hyeo So sambil mengambil mantelnya dari salah satu pelayan. “Agassi, tadi saya mendapat kabar kalau tuan muda Key tidak di temukan.”

“Ne? Tidak di temukan? Memangnya dia kemana?”

“Entahlah agassi, tadi salah satu penjaga bilang para member SHINee sedang berusaha mencari. Katanya ponselnya tertinggal di saku kemejanya, berarti tadi ia sempat pulang ke asrama dan langsung pergi.”

“Aneh. Panggil beberapa penjaga untuk mencari tahu dia di mana, aku mau sebelum jam 6 Key sudah ada di tempat.” Perintah Hyeo So. “Baik agassi. Dong Shi! Bawa 5 pengawalmu mencari tuan muda Key, usahakan tuan muda bisa tiba di tempat sebelum pukul 6 hari ini.”

Konferensi pers akan di adakan di sebuah hotel di pusat kota Seoul pukul 7, tapi baru jam 3 saja wartawan sudah banyak berkumpul di pintu masuk. Pantas saja mereka di minta datang jam 3, ini ditujukan agar pihak yang terlibat tidak terjebak wartawan. “Agassi siap-siap, kami akan membuka jalan untuk anda.” Hyeo So menarik nafas panjang sebelum akhirnya pintu di buka lalu ia berjalan di antara pengawalnya menerobos para wartawan yang menyerbunya.

“Agassi, kita mau ke lantai berapa?” tanya tuan Jung hati-hati. “6, waeyo?” Hyeo So balik bertanya. “Anda… engh.. sepertinya anda salah pencet.” Hyeo So meicingkan matanya. “Oh ye… hahaha, sepertinya aku sangat lelah jadi salah pencet begini.”

“Aku ke toilet dulu sebentar.” Hyeo So berjalan meninggalkan para pengawalnya yang sudah tahu benar kalau Hyeo So punya batasan privacy. “Oh mian…-“ Hyeo So mendongak untuk melihat siapa yang ia tubruk.

“Shina-ah?” ucap Hyeo So canggung, ingin rasanya ia marah tapi tidak ada gunanya. “Bisa-bisanya kamu nampar Key, kamu pikir kamu siapa?! Dan dengan seenaknya nyebut-nyebut namaku. Di depanku kamu baik tapi ternyata di balik itu kamu benci aku? Iya? Cewek kayak kamu bener-bener busuk! Gak pantes dapetin cowok sebaik Key!”

“Ne?”

“Gak usah pura-pura bodoh, atau kamu memang bodoh? Banyak cewek-cewek di luar sana yang berharap bisa dapetin Key, tapi kamu dengan seenaknya bilang mau cerai sama Key!” tuding Shina. “Maaf, tapi itu urusan ku.”

“Terus menurut kamu aku gak pantes ikut campur gitu? Aku akan tetap ikut campur! Awalnya aku udah mau berhenti, tapi ngeliat kamu nampar Key dengan seenaknya aku gak akan biarin.” Shina mendorong bahu Hyeo So lalu menampar pipi kiri Hyeo So sekeras mungkin, hingga terdengar nyaring dan membuat Hyeo So jatuh terjerembab.

“YA!” seru Minho yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi dan hendak berjalan ke ruangan utama. Tuan Jung dan pengawal yang lain pun langsung buru-buru berlari mendekat. “Kamu apa-apaan sih?!” bentak Minho emosi. “Kamu gak perlu ikut campur!” seru balik Shina. “Shina agassi.” Ucap tuan Jung. “Tuan Jung juga gak usah ikut campur! Ini masalah aku sama cewek jalang ini!”

“Ya Shina!” seru Minho kesal sambil membantu Hyeo So berdiri. “Terima kasih Minho-ah. Gwenchana, kalian bisa tinggalin aku. Aku mau ke kamar mandi dulu.” Hyeo So meninggalkan mereka lalu berjalan menuju kamar mandi.

“Aduuuhh mata ku ini kenapa sih? Masa iya silindernya nambah? Biasanya kan kalau gak pake kaca mata jadi lebih mandiri matanya.” Ujar Hyeo So pada dirinya sendiri lalu membasuh wajahnya dengan air dingin. “Ya ampun, airnya dingin. Aaaahhh pipi ku merah, masa harus pakai make up tebal sih? Dasar Shina sialan! Bisa-bisanya nampar orang sembarangan.” Gerutu Hyeo So sambil terus mengelus pipinya. Sejak tadi pagi tensi darahnya rendah, dengan kata lain darah rendahnya kambuh sehingga kepalanya sering terasa pusing. Di tambah lagi tadi di tampar Shina dengan sangat keras, membuatnya semakin butuh istirahat.

BRUK

“Kim Hyeo So!!” seru Minho kaget saat Hyeo So yang baru keluar dari kamar mandi langsung ambruk di depannya.yang menunggu di depan kamar mandi. “Tidak tidak, aku tidak apa-apa.” Ucap Hyeo So sambil berusaha berdiri pada para pengawalnya yang langsung menyerbu keduanya. “Gomawo Minho-ah, aku tadi cuma tersandung kok.”

“Agassi, apa perlu saya panggilkan dok..-“

“Tidak, cuma tersandung saja kok.” Hyeo So tetap berjalan tegap dengan Minho yang tetap berjaga di belakangnya dan penjaga lain mengikuti. “Hyeo So nuna!” panggil Taemin riang lalu menyerbunya dengan pelukan. “Aku sangat sangat sangat merindukanmu nuna. Kenapa nuna pergi dari rumah? Rumah kita berantakan sekarang.”

“Taemin-ah.” Hyeo So langsung memeluk Taemin erat begitu hidungnya mulai terasa perih. “Waeyo nuna? Kau juga merindukan ku yaaaa?? Hahaha iya iya aku tahu.”

“Siapa bilang, huuu~.” Tiba-tiba ponsel Hyeo So berdering membuat yang lain menoleh padanya. “Maaf maaf.” Hyeo So segera menjauh lalu menjawab panggilan di ponselnya. “Yeoboseyo?”

“Hyeo So ini aku Chin Rae.”

“Oh eomeoni waeyo?”

“Besok kamu ada waktu? Kita harus berunding masalah ini.”

“Besok ya.. bisa. Oh ya apa Key ada di sana?”

“Key? Bukannya kalian janjian bertemu di gwanggan?”

“Ne?! Gwang… Busan?!”

“Iya kan? Tadi dia bilang kalian berdua jajian berbicara di sana jadi dia berangkat sejak jam 2 siang tadi karena katanya hari ini padat. Katanya kalian janjian jam 7 kan?” alis Hyeo So sekarang bertautan. “Oh ne… gomawo eomeoni.”

“Tuan Jung!” seru Hyeo So panic. “Suruh mereka cari ke Busan! Dia ke Gwanggan!” perintah Hyeo So dan langsung di teruskan ke para pesuruhnya. “Wae Hyeo So-ah?” tanya Jonghyun bingung. “Engh… itu…-“

“Maaf datang terlambat.” Sekarang semuanya menoleh kepada seseorang yang baru saja masuk. “Jun?”

 

~ ~ ~

 

“Silahkan penanya pertama.”

“Saya ingin bertanya kepada Hyeo So-ssi. Ini adalah pertanyaan yang menjadi kasus utama dan di tanyakan semua orang. Apa benar kalian akan bercerai dan kenapa SHINee Key tidak ada di sini sekarang.” Hyeo So langsung menoleh pada sang manager. “Maaf karena kami lupa memberitahukan. Key akan datang terlambat, ia sedang ada urusan sekarang. Silahkan Hyeo So-ssi jawab pertanyaan nya.”

“Ya, kami akan bercerai.”

“Apa tidak terlalu cepat? Semua langkah yang anda ambil, apa tidak terlalu cepat? Menikah di umur yang muda dan sekarang akan bercerai di umur pernikahan yang juga masih belum matang.” Hyeo So memejamkan mata berusaha tenang dan mencari jawaban yang baik untuk keduanya, pertanyaan yang benar-benar menjebak dan sulit di jawab. “Agassi, kami sudah menemukan tuan muda Kibum.” Bisik pak Jung. “Bawa dia ke tempat ini sekarang juga.” Ucap Hyeo So berbisik.

“Baiklah, tidak ada orang yang bisa memprediksi kehidupan. Aku juga tidak pernah menduga bisa menikah dengan super star seperti Kibum, saya akui memang kami terlalu cepat menikah. Tapi apa salahnya menikah muda, walaupun belum berhubungan intim? Dan itu lebih baik dari pada berhubungan intim di usia muda tanpa surat resmi Negara yang menyatakan orang tersebut sepasang suami istri, dengan kata lain berhubungan intim usia muda di luar nikah. Niat Key menikah muda dengan saya, ehem.. ini yang pernah dia bilang kepada saya. Katanya ‘Pernikahan ini sebagai bukti kalau kamu punya aku, dan aku serius pegang komitmen ini. Dan setidaknya sekarang kita aman untuk ngelakuin apa aja berdua.’ Oke oke…” Hyeo So berhenti sejenak karena para wartawan termasuk dirinya tertawa.

“Bukan-bukan itu inti jawaban saya, tapi maksud saya. Pernikahan kami berdua ini di landasi keseriusan dan tanggung jawab, bagi kami ini bukan langkah yang terlalu cepat hanya saja mungkin kurang wajar. Tapi setiap orang memiliki cara pandang hidup yang berbeda. Dan harapan kami saat menikah bisa tetap bertahan seperti kakek dan nenek kami, tapi ternyata takdir berkata lain. Rencana perceraian ini bukan karena kami sudah tidak cocok lagi, karena bagi kami berdua justru pernikahan adalah sebuah penyatuan antara insane manusia yang berbeda.

“Jadi maksud anda, kalian berdua bercerai karena sudah terlalu sama?”

“Bisa jadi.” Untuk kedua kalinya wartawan terkekeh, dan Hyeo So berhasil mencairkan suasana walaupun Shina masih terlihat tidak suka. “Hanya saja ada sebuah masalah yang membuat kami tidak bisa bersama lagi. Sebuah masalah yang benar-benar pribadi dan tidak pantas untuk di publikasikan.”

“Kalau begitu bagaimana anda menjelaskan masalah anda dengan Jun-ssi? Apakah masalah ini termasuk ke dalam masalah pribadi yang tadi anda sebut?”

“Tidak tentu saja, saya dan Jun… kami… chingu?” Hyeo So menoleh pada Jun berharap dukungan. “Ah ya! Tentu… ya, kami berdua hanya teman. Kami bersahabat sejak kecil, lalu beberapa tahun yang lalu terpisah sehingga saat bertemu kembali kami seperti…-“

“Kakak beradik.” Potong Hyeo So cepat lalu tersenyum manis. “Ya tentu saja, jadi saling merangkul atau memeluk itu biasa.” Sambung Jun. “Memeluk?” ulang salah satu wartawan. “Tidak tidak, maksud Jun hubungan kakak beradik kami berdua sangat sangat dekat. Sehingga memeluk saja seperti seorang kakak yang memeluk adiknya. Jangan salah kaprah dulu.” Ralat Hyeo So, sambil menahan sumpah serapahnya di dalam hati yang di tujukan untuk Jun. Ia yakin benar Jun ingin membuat Hyeo So berada di posisi tidak aman yang membuat ia akan selalu di curigai sebagai penyebab utama perceraian.

“Bagaimana dengan masalah yang ini? Antara Kibum-ssi dan Shina-ssi. Apakah itu termasuk masalah yang sangat pribadi dan tidak pantas di publikasikan itu?” wow, sepertinya pertanyaan para wartawan ini mulai menjauh dari titik aman. “Huufftt.. baiklah, sebenarnya saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Sulit, ya sulit untuk menjelaskan karena Key tidak di sini. Tapi…-“

“Aku dan Key…” potong Shina dan membuat semua mata tertuju padanya, Jun yang duduk di sebelah Shina tertawa dalam hati sedangkan Hyeo So berdoa agar masalahnya tidak semakin panjang. “Semuanya akan baik-baik saja.” Bisik Minho yang duduk di sebelah Hyeo So lalu memberikan tissue. “Gomawo.” Sebenarnya Hyeo So bingung tissue ini untuk apa. “Tanganmu pasti berkeringat kalau tertekan.” Hyeo So membuka telapak tangannya dan ternyata benar tangannya sangat basah.

“Kami berdua…” Hyeo So memejakan mata berharap tuhan mendengar doanya, “sudah bersama sejak kecil, aku dan Key adalah sahabat.” Lanjut Shina. “Lalu bagaimana dengan foto kalian berdua yang…-“

“Itu tidak sengaja, Key menarikku terlalu keras sedangkan aku tidak siap. Benar-benar murni ketidaksengajaan. Yang tersebar itu kan fotonya saja, tapi kalau kalian melihat secara langsung kalian pasti tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kalian bisa bertanya pada murid-murid yang menjadi saksi.” Diam-diam Hyeo So menghela nafas lega, setidaknya ia tahu Shina tidak sepenuhnya berniat buruk. Dan pers conference tetap berjalan dengan berbagai pertanyaan yang semakin dalam, seolah ingin mengungkit apa kisah yang sebenarnya di sembunyikan. Dan para member SHINee terkecuali Taemin yang tidak begitu mengerti berusaha tetap melindungi rahasia tersebut.

“Maaf Hyeo So-ssi, tadi aku mendapat kabar dari beberapa kru kami. Katanya ada foto dan video Key yang beredar beberapa menit yang lalu di internet.” Semua langsung mengerutkan alis mendengar pernyataan salah satu wartawan tadi. “Ne? Foto dan video Key?” tanya Onew. “Ye, katanya beberapa jam yang lalu kru kami menemukan Key sedang berada di Busan tepatnya Gwangan Bride. Apa ada yang bisa menjelaskan mengapa Kibum ada di sana, bukannya mengikuti perss conference ini?” Semua member SHINee kini mencari jawaban pada sang manager yang sedang kebingungan.

“Agassi, tuan muda sudah dekat.” Bisik Pak Jung lalu kembali keposisinya. “Sepertinya kami bilang di awal tadi, Key sedang ada urusan jadi akan datang terlambat. Dan mungkin memang Key ada urusan di Busan.”

“Tapi apakah mabuk sebuah urusan? Dan meperkosa seorang gadis di Gwangan Bride juga sebuah urusan yang lebih penting dari perss conference ini?”

“Ne?!” kini mata Shina, Hyeo So, manager dan member SHINee yang lain membelalak. “Saya baru mendengar kabar bahwa Kibum tertangkap basah memperkosa seorang gadis dalam keadaan mabuk.”

“Tidak, saya beritahu bahwa suami saya tidak minum. Anda bisa bertanya pada member dan juga Shina-ssi. Key tidak akan minum jika bukan karena iklan, apalagi memperkosa. Itu pasti hanya rekayasa berita.” Elak Hyeo So. Entah kenapa mendengar Key yang masih berstatus sebagai suaminya itu di tuduh mabuk-mabukan dan meperkosa seorang wanita membuatnya sakit hati, ia yakin Key bukan orang yang demikian. “Tapi mana mungkin bisa merekayasa foto dengan sangat cepat, lagi pula Kibum-ssi tidak punya alibi.”

“Merekayasa foto bukan hal yang sulit bagi ahli photo editor.” Sahut Onew cepat. “Agassi… tuan muda sudah tiba dan..-“ belum selesai Pak Jung bicara Hyeo So sudah berdiri dari kursinya. “Mohon maaf, saya izin ke toilet dulu.” Hyeo So berusaha keluar dengan tetap tenang, begitu ia menutup pintu cepat-cepat ia berlari menuju lift di ikuti Pak Jung. “Agassi, tenang dulu!” seru Pak Jung tapi Hyeo So yang tidak sabaran lebih memilih turun melalui tangga dengan heels nya yang setinggi 3cm. “Agassi!”

“Aku yakin Key gak minum-minum, dasar sialan! Kemana sih si Key itu!” gerutu Hyeo So dengan nafas tersengal masih buru-buru menuruni tangga dan beberapa kali nyaris jatuh, menahan rasa sakit di kakinya demi membela suaminya, Key. “Agassi hati-hati!” seru Pak Jung begitu Hyeo So terpeleset di lantai dasar, tanpa perduli lagi Hyeo So langsung berlari ke lobby membuat suara berisik di karenakan heels nya yang beradu dengan lantai.

“Key!” seru Hyeo So begitu melihat sosok Key tapi larinya langsung terhenti saat melihat Key di papah oleh kedua pesuruhnya, Hyeo So berjalan mendekat secara perlahan berusaha meyakinkan diri bahwa yang di bilang wartawan tadi adalah bohong. “Dia kenapa?” tanya Hyeo So dengan tatapan ata terfokus pada wajah Key yang babak belur.

“Tadi terjadi sesuatu agassi, kami terlambat sedetik. Saat kami tiba mereka sudah memukul tuan muda.”

“So~!” panggil Key lalu berjalan mendekati Hyeo So sempoyongan. “So~.” Ucap Key lalu memeluk Hyeo So yang membeku di tempat saat mencium bau alcohol dari mulut Key, dan perlahan air matanya mengalir. “Aku tahu kalau semuanya akan berakhir dengan rasa kecewa.” Bisik Hyeo So lalu mendorong Key menjauh. “Hyeo So!” panggil Minho yang di susul Onew juga Jonghyun.

“Key?” ucap ketiganya serempak. “Hyeo So kamu harus denger penjelasan aku, cuma kamu harapan aku satu-satunya. Kamu harus percaya sama aku So!”

“Makasih, aku udah cukup kecewa untuk yang kesekian kalinya.”

 

***

TBC

P.S : Oke, mulai dari part ini – mungkin mulai dari part 26 – kalian pasti akan ngerasa konflik atau segala sesuatunya berjalan agak lebih cepat jadi kayak ada sesuatu yang gak di jelasin secara detil dll deh. Aku cuma mau menghindari kejenuhan dan mau FF ini cepet selesai, kalau ternyata kalian udah cukup jenuh oke sori. Tapi setidaknya kalian kan gak perlu pura-pura masih seneng baca padahal udah jenuh kan?? Gak apa-apa kok jujur aja kay. ^^. FF sinetron ini akan segera selesai kok🙂 #abglabilkumat #efekujian

Untuk para reader baru atau para pemberi oksigen yang gak aku bales maaf yaaa ^^ aku cuma punya waktu paling banyak 2 jam untuk bales komen setelah itu gak tahu bakal ke bales apa enggak komennya. Makasih banyak kalian masih setia baca dan setia komen ^-^.

 

56 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 25

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s