MINE – Part 1

Title                 : MINE / 1st chap

Author             : Keychand

Main Cast        : SHINee

Support Cast    : SHINee world girls

Length             : Twoshot

Genre              : Thriller

Rating              : NC-17

‘Setting waktu ff ini sebelum comeback SHINee dengan Lucifer-nya, masa-masanya netizen dihebohin sama rambut mereka yg ditutup-tutupin. Ini thriller murni, juga murni fiksi. Bukan maksud bashing atau apapun. Bagi yang merasa ga kuat, silahkan skip.’

MINE

ALL OF YOUR P.O.V

Sudah kukatakan berkali-kali, kalian milikku. Hanya milikku saja!

Aku hanya bisa berdecak kagum dan kesal, mereka menjadi bahan pembicaraan di sekelilingku. Rambut si almighty yang selalu dirahasiakan menjelang comeback mereka, bahkan si bling-bling juga ikut-ikutan. Flaming charisma yang memangkas rambutnya jadi pendek, atau si maknae yang rambutnya mendadak panjang entah menggunakan hair extention atau memang ia memanjangkan rambutnya secepat mungkin menggunakan alat khusus.

Mereka boleh mengelu-elukan mereka, tapi mereka takkan bisa mendapatkan idola mereka, SHINee hanya milikku. Dan sudah kutekankan berkali-kali, siapapun yang berusaha mendekati mereka, aku tak segan-segan membuat mereka hilang dari bumi.

Karna hanya aku yang pantas berada didekat mereka, aku yang selalu mengikuti mereka kemanapun mereka pergi. Aku yang terus mengikuti langkah mereka dan memperhatikan segala kelakar mereka, aku tau semuanya tentang mereka. Tak ada satupun berita yang terlewati olehku. Karna mereka milikku!

Aku akan melindungi mereka dari serangan fans anarkis dan antifans yang keterlaluan bodoh karna menganggap kalian jelek. Aku akan melakukan apapun supaya mereka tak diganggu dan merasa aman. Aku takkan membiarkan mereka lecet sedikitpun, karna mereka milikku!

Bahkan sekarang aku sedang menulis surat untuk mereka, mau kubacakan isinya? Dengan senang hati..

***

Hari ini aku kembali mengirim surat pada mereka, aku takkan pernah absen mengirimi surat pada mereka. Karna persediaan tinta khususku tersedia banyak.

Berterimakasihlah padaku karna kemarin leader kalian sudah kuselamatkan dari gadis pengganggu itu. Sudah kubilang aku akan melindungi dan menjaga kalian dari siapapun yang mengganggu kalian.

Aku tak pernah main-main dengan ucapanku,

Oh, ya. aku kan sudah menjelaskan, kalian hanya boleh menyanyi untukku, tersenyum untukku, dan tak boleh memeluk siapapun, karna kalian itu milikku.

Jangan takut pada fans fanatic dan antifans, karna aku akan melindungi kalian walaupun sampai harus melakukan hal yang sama seperti kemarin, atau bahkan lebih.

Satu hal lagi, kalau kalian tetap nakal melanggar kata-kataku, aku akan nekat membuat kalian menjadi milikku selamanya dan menuruti semua perintahku.

Aku melipat surat milikku itu dan mengecupnya dengan bibirku yang sudah berlumuran darah bekas menghisap sisa darahku yang masih mengucur. Ini akan benar-benar menjadi kumpulan surat mereka yang paling istimewa.

Aku berjalan menuju dorm mereka, mengetuk pintu dan menyimpan suratnya dilantai kemudian pergi. Hari ini mereka ada jadwal manggung didaerah Apgujeong. Dan sekarang aku diperjalanan menuju tempat itu, menunggu kedatangan mereka.

Sudah kuduga banyak sekali fans mereka yang datang, tapi mereka tetap milikku. Aku takkan memberikan mereka pada siapapun, tak akan.

“annyeong haseyo..” koor mereka serempak, aku memperhatikan mereka dari jauh. lagi-lagi mereka tersenyum senang didepan fans mereka semua. Nakal!

Mereka menyanyikan 2 lagu dan dilanjutkan dengan acara games yang dipandu si MC, aku paling benci acara ini. Diakhir games para fans akan dipeluk oleh mereka. Bukankah sudah kuterangkan bahwa mereka tak boleh memeluk siapapun?! Benar-benar pembangkang. Dua jam berlalu, acara selesai. Aku memburu perempuan-perempuan sialan tadi di tempat parkir basement.

“ya!” teriakku membuat mereka semua menoleh padaku, aku menghampiri mereka yang sedang cekikikan sambil menenteng tas yang tadi dihadiahkan.

‘brukk’ seluruh tentengan mereka jatuh kelantai waktu tadi kutarik dengan kasar.

“apa yang kau lakukan, huh?!” bentak salah satu dari mereka, aku menatapnya dengan tatapan kosong dan tersenyum padanya.

‘Plaaakk’ aku mendaratkan tanganku dipipinya dengan keras sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah, ia memegangi pipinya yang masih terasa panas. Gadis lainnya saling merengkut takut melihat tingkahku tadi.

Aku mendorong gadis yang kutampar barusan hingga terjatuh. Aku menginjak wajahnya dengan keras hingga ia berteriak, aku terus menginjak wajahnya dengan sepatu stiletto-ku yang cukup tinggi dan runcing. Kulihat wajahnya mengalirkan darah. Tangannya bergerak liar mencoba melepaskan kakiku, tapi aku menendang tangannya dan menginjak telapak tangan kirinya dan kakiku yang satu lagi dan membuatnya kembali berteriak histeris.

Aku berjongkok disampingnya dan berbisik padanya sambil merobek bajunya, “ jangan membuat keributan!” kataku dan dengan cepat menyumpal mulutnya dengan robekan tadi. Ia meraung-raung,

“percuma, kau hanya akan membuat kainnya semakin masuk dan membuatmu susah bernafas” kataku enteng. Tapi ia kembali meraung-raung, aiiish! Sial! Berisik sekali gadis brengsek ini!

Dengan sekali gerakan aku menginjak lehernya dengan keras hingga hak stiletto-ku menembus lehernya dan darah segar muncrat dengan cepat mengotori sepatu dan kakiku sekaligus. Mata gadis brengsek itu membuka dengan lebar dan sepertinya nafasnya sudah terhenti. Baguslah, aku tak perlu mendengar raungannya lagi, tapi sial darahnya mengotori sepatu mahalku. Aku menarik kembali kakiku yang menancap dilehernya yang masih meyemburkan darah segar pekat, kutendang tubuhnya hingga berbalik menelungkup.

“k-kau,“ aku menoleh pada sisa gadis yang saling berpelukan ketakutan. Aku melempar senyum dinginku pada mereka dan mendekati mereka.

“m-mau apa kau?” kata salah satu dari mereka yang berambut panjang lurus. Aku menariknya kasar dan menjatuhkannya sampai ia duduk berlutut membelakangiku. Aku merogoh tas selendangku, menemukan barang yang kucari. Kuangkat benda itu keatas dan berjalan mendekatinya.

Kujambak rambut si gadis itu sampai ia mendongak dengan terpaksa. Aku tersenyum melihatnya yang bergetar hebat saking ketakutannya, matanya sudah mengeluarkan air mata dan bibirnya berdarah karna digigiti olehnya sendiri. Aku menelusuri wajahnya dengan gunting yang kuambil dari tasku tadi. Dan penelusuranku berhenti tepat dibagian lehernya. Aku menekankan ujung gunting itu membuatnya sedikit meringis kesakitan. Untuk yang kedua kalinya aku menjambak rambutnya keras dan menggunting asal rambut panjangnya itu. Aku mengacak-acak rambutnya, mengguntingnya dengan kasar dan acak sampai rambutnya benar-benar pendek seperti laki-laki. Ia terus meraung sambil menangis selama aku menggunting rambutnya, tapi aku menghiraukannya dan terus menggunting rambutnya sampai habis. Setelah selesai aku mendoronya sampai terjatuh kelantai.

Oh, aku ingat. Ia memakai kaos yang tadi diberikan mereka. Gadis ini tak boleh menggunakannya, mereka tak boleh memberikan apapun pada orang lain kecuali aku. Aku mengangkat dagu gadis itu membuatnya terpaksa menatapku.

“kau tak pantas menggunakan baju ini” kataku datar dan menyunggingkan senyum. Lagi-lagi dengan cepat aku menggunting baju yang masih dikenakan olehnya dengan tak karuan, membuat bajunya sobek disana-sini dan terlihat seperti pengemis. Ia kembali menangis, kali ini tanpa bersuara. Aku selesai menggunting bajunya sampai benar-benar sobek disana-sini dan membuat baju dalamnya terlihat.

Aku bangkit dari posisiku dan menatap sisa gadis yang sekarang sudah jatuh terduduk disudut tembok. Aku tertawa kecil melihat pemandangan 2 gadis dihadapanku seperti anak kecil yang ketakutan dimarahi orang tuanya. Kurasa cukup main-main dengan gadis gelandangan ini.

Aku berjalan mendekati mereka berdua yang tersisa, mereka terus menempel ketembok selama aku medekati mereka, tapi percuma. Aku menjambak rambut mereka berdua dan menarik paksa mereka kedalam kamar mandi yang ada. Aku menjatuhkan mereka disudut kamar mandi dan merebut tas mereka. Sudah kuduga, pasti mereka membawa bedak, dasar gadis. Aku mengambil poket bedak itu dan melemparnya kelantai sampai kacanya pecah. Aku mengambil potongan kaca itu dan menunjukkannya pada mereka.

“k-kau mau apa?” kata salah satu dari mereka, aku tersenyum dan dengan gerakan cepat aku mengiris wajahnya dengan pecahan kaca itu. Ia berteriak kesakitan didepanku dan memegangi wajahnya. Tapi aku menepis tangannya dan kembali mencorat-coret wajahnya dengan darah yang keluar dari wajahnya sendiri. Dan tanpa sengaja tanganku mencoret melewati matanya dan membuat ia berteriak keras untuk yang kedua kalinya.

“oops, sorry. Lebih baik kuselesaikan saja, ok!” kataku enteng dan merobek kelopak matanya satu persatu lantas menarik paksa kedua bola matanya sampai terlepas. Tak ada teriakan dari gadis itu, mungkin ia sudah lelah berteriak. Tapi satu gadis yang tersisa berteriak keras melihat pemandangan tadi, aku menoleh padanya yang sedang menangis tak karuan. Aku mendekatinya dan menyentuh wajahnya dengan tanganku yang sudah dilumuri darah.

“gwenchana?” tanyaku lembut, ia Cuma menangis sesenggukan. Aku tersenyum kecil dan menampar wajahnya dengan keras, ia memegangi pipinya yang panas. Aku bangkit dari posisiku dan menyalakan kran wastafel hingga penuh dan menutup saluran pembuangannya. Aku beralih pada gadis itu, menarik bajunya sampai ia berdiri, setelah wastafel itu penuh air, aku menenggelamkan wajah gadis itu dalam-dalam sedangkan tangannya meronta memaksa melepaskan, aku terus menjorokkan wajahnya lama.

Sesekali kutarik wajahnya keluar, memberinya sedikit udara, namun kubenturkan wajahnya pada keramik wastafel hingga mengalirkan darah kemudian kembali kumasukan wajahnya kedalam wastafel. Kulakukan hal itu berulang kali hingga ia benar-benar tak bernyawa saat kumasukan kedalam wastafel yang sudah berubah warna airnya menjadi merah pekat. Dan terakhir, aku memasukkan pecahan kaca itu kedalam perut gadis itu sepenuhnya.

“selesai” kataku datar dan tersenyum menatap bayanganku didepan cermin, aku mencuci tanganku yang berlumuran darah dan berjalan keluar kamar mandi.

Tapi tiba-tiba saja langkahku terhenti waktu kulihat mereka baru berjalan masuk kedalam van mereka, aku berjalan cepat menghampiri mereka dan duduk dikursi kemudi. Aku menyalakan mesinnya dan segera membawa van itu menembus jalanan seoul.

“Hey! Apa yang kau lakukan, agasshi! Hentikan mobilnya!” bentak si almighty padaku, aku hanya tersenyum kecil melihatnya lewat kaca pengemudi dan memakai masker yang sudah kubawa, kemudian melemparkan sebuah tabung kecil yang sebelumnya sudah kubuka tutupnya.

“selamat tidur, tampan” kataku pada mereka, dan kembali mengemudikan dengan kecepatan tinggi.

***

Credit story :

–          House of Wax

–          Angel and Demon

–          SAW

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

36 thoughts on “MINE – Part 1”

  1. Kejam bgt,
    Member SHINee mo diapain tuh sm s psikopat?
    sumpah,ngeri banget crita’y,bikin merinding…
    lanjut…^o^

  2. Asli aku bacanya dilongkap2 u.u takut + lemes sendiri bcnya. Pantes aja credit ceritanya saw sm house of wax yg bnr2 serem haha. Tp keren!! Part selanjutnya jgn lama2 ya

  3. Nah ak suka bgt nh ff genre bgini…
    Ih gk kbayang deh, tu yeoja sdis amt! Pmbnuh brdrah dgin!

    Aduh it oppadeul shinee mu d bwa kmana? Pke d bius obt tdur ya?
    Wah pnasaran. . .
    Lnjt lnjt lnjt chingu ^^

  4. naudzubillah ya allah >< moga2 oppadeul shinee ga punya fans psycho mcm diatas iiiiiish! amit2 kejem bener. bener2 tp thriller'y keren hehe.
    dtggu klnjutan'y 8)

  5. admin , seyeeem sekali -_______- *dipeluktaem
    wooo , itu mah bukan fanatik .
    udah sarap kali min , but its nice !!

    continue !

  6. aigo, bener2 psikopat tuh yeoja mungkin gara2 terlalu tergila2 sama shinee oppa sampe segitunya…
    ah~~jangan sampe aku seperti itu >.<
    lanjut lanjut lanjut 🙂

  7. Aku udah pernah baca fanfic ini sampe end.. Kalo gasalah,di post di blog ini juga kok..
    Hoho jadi aku sekarang baca udah gak begitu geli-geli amat ~.~

  8. kyaknya prnah bca deh o.O trus klo gak slah cra ngebunuh mreka tuh pake acra blender2-an, cbut2 mata, sma pake tabung2 apaaa gitu .. *sotoy 😀

    lnjut, mw tw blkgnya 😀

  9. KEREN! XD
    Si karakter utama sadis banget!
    Cara mbunuhnya keren banget! XD
    Itu Shinee mau diapain? Jangan-jangan dibunuh? Andwaeeee DX
    Next Part~ Kyahahaha XD

  10. permisee…
    kak aku mau ijin yaa ..
    ini FF bagus bangett 😀
    ini FF boleh aku Re-Post ke page aku di Facebook gak ? please :(..
    gomawo 🙂

  11. anjrit, serem banget. awalnya kuat baca, lama-lama aku loncat-loncat deh bacanya (maksudnya bukan baca sambil loncat loh)
    hiiii…. mudah-mudahan shawol di sini nggak ada yang kayak gitu ya. bisa-bisa penulis ff romance ditelusuri semua dan dibunuh satu per satu. hiiiiii…… hiiiiii (lagi)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s