ellegirl3

She’s My (Ex)Wife – Part 26

She’s My (Ex)Wife

Part 26

 

Author: Zika

Main Cast : Kim Kibum (Key), Kim Hyeo So & Choi Minho

Support Cast: SHINee, Super Junior, Jun & Shina

Length : Sequel

Rating : PG

Genre : Romance, Friendship

Besok adalah hari persidangan, rasanya semua berlalu terlalu cepat. Hari itu, saat pers conference di adakan dan Key datang dalam keadaan mabuk. Sebuah masalah baru mencuat, Key di tuduh memperkosa seorang wanita dalam keadaan mabuk di Busan. Dan sekarang Key harus menghadapi dua kasus, perceraian dan pemerkosaan. SHINee terpaksa selalu tampil tanpa Key, dalam variety show maupun music show.

Sedangkan Hyeo So, usai hari tersebut saham nya turun drastic yang awalnya memegang predikat blue chip kini nyaris mati. Cemooh datang bertubi-tubi dari para shawol dan kini fansnya berkelahi dengan para lockets, ia harus mempertimbangkan lagi keputusannya untuk menceraikan Key sehubung dengan perusahaannya, dan entah apa maksudnya tapi yang pasti setelah fotonya dengan Jun kini menyebar foto Hyeo So dengan Minho yang membuatnya jadi semakin di caci maki shawol.

“Kamu Tanya hati kamu, siapa yang sebenernya kamu sayang, siapa yang ada di hati kamu? Key, Minho, diri kamu atau perusahaan kamu?” kalimat Eunhyuk masih terngiang di otaknya hingga saat ini, Hyeo So duduk meringkuk di balkonnya hanya dengan tank top dan hot pants di tengah udara yang dingin. Otak Hyeo So terlalu sibuk berfikir hingga tidak merasakan dingin sama sekali menerpa kulitnya yang memerah.

She do love Key, she do love Minho, she also do love herself and her enterprise, but she just can’t decide which is better for her and everyone else. Kalau Hyeo So memilih untuk batal cerai maka kasus Jun tidak akan terbuka, kalau Hyeo So tetap bercerai maka kedok Jun akan terbuka tetapi resiko yang di tanggung lumayan berat.

“Hyeo? Kamu ada di dalem?” terdengar suara dari depan flat kecil Hyeo So. “Hyeo, kenapa pintunya gak di kunci?” suara itu semakin dekat tetapi Hyeo So masih tidak menggubris. “Hyeo, eh kamu ngapain duduk di balkon gitu? Hyeo? Kamu… oh, pakai headset.” Kini pemilik suara itu sudah berdiri di belakang Hyeo So. Reflek Hyeo So menoleh tapi sejurus kemudian sebuah kain berbau alcohol yang sangat menyengat langsung membekap hidung dan mulutnya yang nyaris membeku. Dengan sergap kepalan tangan Hyeo So meninju organ penting orang yang membekapnya itu.

“Ah! Berani melawan rupanya.” Laki-laki tersebut langsung melempar Hyeo So ke atas kasur, menimpanya lalu membekap wajahnya dengan bantal. “Ya ampun Hyeo So, asma mu kambuh ya? Maaf ya aku tidak bisa bantu apa-apa, mungkin sudah takdir mu mati hari ini?” Hyeo So masih terus meronta-ronta tangannya berhasil mencakar laki-laki itu beberapa kali hingga semua berakhir.

 

&&&

 

“Hah?! Kamu serius?!” seru Jonghyun tidak percaya. “Iya, makanya aku harus bersiap-siap untuk besok. Doakan semuanya lancar ya hyeong. Jinki hyeong datang?” Tanya Key. “Aduh entahlah, aku ada banyak jadwal tapi aku mau datang tapi…”

“Yang pasti Taemin kamu harus di rumah seharian sama manager hyeong ya.” Ucap Key mengingatkan, Taemin mengangguk mengerti. “Minho…”

“Pasti bisa Kibum, aku di belakangmu.”

*ting tong

Baru saja Onew hendak berjalan membuka pintu seorang cowok yang sangat tidak asing masuk dengan nafas terengah-engah dan kepanikan luar biasa. “Hyeo So!! Hyeo So dalam bahaya!! Hyeo So… hhhh… hhh… Hyeo So di culik!”

“MWOLAGO?!”

 

~ ~ ~

 

“Tenang dulu makanya! Jelasin kronologis ceritanya dulu!” seru Onew panic. “Tadi aku dateng ke apartement Hyeo So untuk kasih makanan, tapi pas aku sampe di depan flatnya pintunya kebuka. Begitu aku masuk semuanya berantakan, barang-barang banyak yang jatuh dan ada yang pecah, ada satu kursi di balkon yang jatuh. Aku buru-buru liat lewat balkon dan yang berhasil aku liat hanya seorang cowok berambut agak gondrong yang ngegendong cewek terus di masukin ke mobilnya.”

“Plat nomornya berapa?” Tanya polisi yang langsung di panggil oleh mereka. “Gak liat! Ah brengsek! Begitu aku turun yang ada cuma jejak rodanya doang. Sampe aku temuin siapa yang nyulik Hyeo So gak akan segan-segan ku bunuh!” ucap Jun penuh emosi.

“Agh brengsek!” seru Key kesal. “Sabar, pasti ketemu.” Ucap Minho tenang. “Ketemu sih pasti! Tapi kalau dalam keadaan mati apa gunanya!” rasanya Key ingin sekali menangis sekeras-kerasnya begitu juga dengan Minho. Keduanya merasa tolol tidak bisa melindungi Hyeo So yang sedang banyak pikiran. Polisi masih mewawancarai Jun lebih lanjut, sementara itu member SHINee mulai stress di tambah Taemin yang menangis. Tiba-tiba telepon rumah mereka bordering. “Siapa sih!” gerutu Jonghyun kesal lalu menjawab panggilan.

“Yeoboseyo.”

“Yeoboseyo Kim Jonghyun. Sepertinya kalian sedang stress ya.”

“Nuguseyo?” Jonghyun buru-buru menekan tombol loudspeaker.

“Kalau kalian mau gadis kalian ini selamat, kalian dengarkan perintahku. Sore ini jam 4, letakkan sebuah tas berisi uang 500 juta di taman dekat rumah kalian. Tinggalkan tas itu di dalam lorong bermain anak-anak, tidak ada yang boleh menguntit atau aku beri satu goresan di pipinya. Lalu malam ini pukul 9, aku mau mobil van kalian di parkir di taman dengan kaca yang di buka dan kunci ada di dalam. Kalau kalian tidak melakukan itu atau ada yang menguntit akan aku beri 3 goresan pada lengannya. Dan besok, saat dalam persidangan aku mau Kibum suami Hyeo So yang paling tampan itu menolak gugatan cerai Hyeo So dan mengakui bahwa kau memang melakukan tindak pemerkosaan. Kalau tidak, aku akan menggores kakinya. Yang terakhir, aku mau Kibum datang ke sin ½ dari menara sebelum jam 2 siang besok. No police, no bodyguard, no question.”

*tut tut tut*

Kelimanya beserta polisi yang lain terdiam selama beberapa detik, hingga sejurus kemudian seluruh orang sibuk meneriakan pendapatnya. “Mana mungkin kita bisa dapat 500 juta dalam waktu satu jam?!” rasanya Onew ingin memukul kepalanya dengan panci penggorengan, sementara itu Jonghyun dan Minho terdiam mencari jalan. “Hyeong harus bisa!! Aku gak mau Hyeo So nuna kenapa-napa hyeong! Hyeong harus bisa!!” rengek Taemin membuat Key jadi makin pusing.

“Kita bisa minta orangtua mu kan?” usul Minho. “Apa? Orang tua ku gak sekaya itu! 500 juta setidaknya butuh waktu 3 hari buat dapetin uang segitu.” Tolak Key. “Orang tua Hyeo So!” usul Onew. “Hyung mau mati di tangan mertuaku? Hah?!”

“Key! Kita gak punya waktu lagi, cuma itu satu-satunya jalan keluar!” Jonghyun mempertegas. “Ada! Ada Jun di sini, harusnya dia mau bantu!” tukas Key lalu berjalan mendekati Jun yang masih di wawancara dan menariknya menuju member yang lain. “Ya waeire?!” Jun menarik lengannya. “Kamu gak denger pembicaraan tadi?”

“Enggak lah! Aku lagi serius kasih keterangan supaya Hyeo So bisa cepet di temuin.” Elak Jun. “Kalau gitu sekarang dengar kalau kamu mau Hyeo So bisa selamat.” Sambung Key. “Kamu harus kasih kita uang 500 juta untuk Menuhin permintaan penculik itu.” Timbal Onew. “Hah?! 500 juta? Kalian kira aku bank apa? Kira-kira aja! Udah jelas banget selama beberapa hari ini saham ku jatuh, gimana bisa aku ngasih uang 500 juta.”

“Terus kita harus dapetin uangnya dari siapa kalo gak dari kamu?!” seru Jonghyun kesal. “Kan ada orangtua Hyeo So, demi anaknya mereka akan ngelakuin apapun.” Jawab Jun, tiba-tiba ponselnya berbunyi. “Yeoboseyo. Ne?… ah anio! Aku sedang… andwae! Jakkaman! No! Aku aku… aish! Ne, aku ke sana!” Jun menutup ponselnya dengan kesal. “Maaf aku tidak bisa bantu banyak hari ini, sepertinya minta pada orang tua Hyeo So satu-satunya jalan keluar. Aku harus pergi, sampai jumpa!”

Dan kini kelimanya menghela nafas berat, berusaha menerima resiko kalau sampai orang tua Hyeo So tahu, dan keputusan telah di ambil. Key setuju untuk menghubungi mertuanya. “Yeoboseyo. Ne appa, engh ada yang harus aku beritahu. Hyeo So di culik… Ne? Mianhae appa. Oh? Ye ye, kami di minta untuk memberikan uang 500 juta. Batas waktunya jam 4 sore ini, ne? Ne? Ye, omo! Ah jeongmaleyo? Ne appa, ne, ne, ne~. Annyeong haseoyo.” Key menoleh pada keempat member SHINee yang menatapnya dengan khawatir.

“Berhasil!”

 

~ ~ ~

 

Tidak ada yang berani menguntit, polisi, member SHINee maupun pesuruh KN Group. Tidak ada yang berani atau mau membiarkan Hyeo So terluka, mereka mau Hyeo So kembali dalam keadaan sempurna dan baik-baik saja. Dan penculik itu dengan sukses membawa uang 500 juta dan meninggalkan penyesalan luar biasa pada mereka semua. Dan malam ini permintaan kedua untuk memberikan van mereka. Berjuta kali mereka berfikir keras apa efek sampingnya memberikan van mereka hingga akhirnya jalan keluar di dapatkan.

Minho mengetuk-ketuk meja dengan jemarinya, ia sangat gelisah sejak penelpon itu pertama menghubungi mereka. Ia tahu jika mereka hanya menurut tidak akan ada yang berubah, melakukan sesuatu juga belum tentu bisa merubah sesuatu apalagi diam saja.

“Ya Minho! Mau kemana kau?” Tanya Onew sedangkan Key menahan Minho. “Hyung! Kita tidak bisa hanya diam di sini dan menunggu, menurut pada penculik itu. Kita harus bisa bertindak! Lagian hyung tahu kan apa resikonya kalau kita ngasih van itu ke mereka?” jawab Minho. “Kita kan kasih van palsu! Biarin aja lah! Kamu mau bikin Hyeo So penuh goresan? Kamu gila ya!” sembur Key. “Key! Kamu yang gila! Mana yang lebih sakit, ngasih uang 500 juta, ngasih van, ikutin semua kemauan dia tanpa ada tindakan dan ternyata di akhir Hyeo So kembali dalam keadaan tidak bernyawa di bandingkan bertindak tapi Hyeo So kembali dalam keadaan hidup walaupun penuh goresan?!” Minho mengatupkan kedua rahangnya keras-keras menahan marah.

“Gimana kalau ternyata saat kita bertindak pencuri itu ngegores Hyeo So dengan pisau tepat di nadi?!”

“Setidaknya kita berusaha! Kamu cinta gak sih sama Hyeo So?! Dasar pecundang, kalian semua pecundang!” seru Minho berang menuding seluruh orang yang berada di ruangan. Minho mendorong Key, berusaha keluar dari ruangan tersebut tapi anak buah Key sudah menghadang. “Minggir!” seru Minho, tidak ada reaksi. “Minggir atau aku akan menghajar kalian semua?!” masih tidak ada gerakan.

“Biarkan dia pergi, kita lihat apa yang bisa Minho lakukan.” Ucap Key meremehkan. “Aku tidak menyangka kau lebih pengecut dari pada manusia paling pengecut sedunia!” Minho menerobos pesuruh Key itu dan buru-buru berlari menuju taman. Van mereka masih berada di tempat yang sama, itu berarti pencuri tersebut belum datang. Minho bersembunyi di balik semak-semak berusaha mengamati. Menunggu hingga seorang laki-laki datang dengan beberapa orang pesuruhnya.

“Apa benar ini mobilnya tuan?”

“Entah lah ambil saja, toh para member SHINee bodoh itu bisa dengan mudah masuk perangkap. Mereka itu Cuma sekumpulan bocah-bocah tidak punya otak yang hanya menari seperti banci dengan modal tampang. Aku yakin mereka tidak akan bisa apa-apa kalau Hyeo So sudah di tangan kita, hanya tinggal gores sedikit nadinya juga anak-anak bodoh itu akan patuh.”

“Ne tuan, jadi malam ini kita akan benar-benar mencuri dengan mobil ini?”

“Tentu saja, aku belum puas melihat Key di jatuhkan tuduhan memperkosa. Setelah ini ia harus ikut persidangan lagi, persidangan tindak pencurian bank. Baru setelah ia datang menyelamatkan Hyeo So kita bunuh dia.” Minho tidak bisa menahan amarahnya lagi, mungkin tindakannya akan terlihat bodoh. Tapi ini adalah sebuah bukti bahwa Minho benar-benar masih mencintai Hyeo So, tidak perduli perasaan Hyeo So masih sama atau tidak.

Dengan langkah mengendap-endap Minho menerjang laki-laki yang di panggil tuan muda itu dan menguncinya sebagai sandera. “Tahan!” seru orang tersebut pada para pengawalnya yang siap menyerang. “Choi Minho, laki-laki bodoh yang hanya perduli pada olahraga dan tidak bisa apapun. Sehebat apapun kemampuan bela diri amatirmu tidak akan pernah bisa mengalahkan kemampuan bela diri seorang pro.” Dengan sergap laki-laki tersebut menggunakan kakinya untuk menjatuhkan Minho sekedar untuk melepas kuncian dan berhasil dengan mudah. Minho dengan sukses di tinju sekitar 6 kali, dan dengan lancar kaki laki-laki tersebut menendang pipi Minho dan membuatnya terjerembab tanpa mampu membuat satu perlawananpun.

“Bodoh! Bodoh! Bodoh! Orang seperti kalian adalah orang yang harus di bakar hidup-hidup!” ucap laki-laki itu sambil menendangi perut Minho yang hanya bisa menahan rasa sakit. “Aku tidak tertarik untuk membunuhmu, aku hanya tertarik untuk membunuh Key agar mendapatkan perusahaannya! Malam ini kau selamat, tapi jangan salahkan aku kalau malam ini Hyeo So mati kehabisan darah!” laki-laki tersebut menginjak rusuk Minho untuk yang terakhir sebelum akhirnya masuk ke van SHINee. Minho hanya ingin melihat siapa laki-laki tersebut, dengan demikian ia bisa bertindak lebih mudah. Tapi sial laki-laki itu menggunakan masker.

“Tuan muda! Tuan muda anda baik-baik saja kan?!”

“Tu…hh.. ah… tuan Jung, andhhh.. hhh…”

“Hati-hati tuan muda, pasti sakit.” Tuan Jung membantu Minho berdiri. “Aku.. ah, tidak bisa bernafas.. akh.” Minho memegangi dadanya yang rasanya seperti remuk, seolah rusuknya patah dan menusuk paru-parunya setiap kali ia menarik nafas. “Ayo kita kerumah sakit tuan muda!”

“Tidak ada waktu – kita – harus bisa – menyelamatkan – Hyeo So.”

 

 

***

 

Minho berusaha membuka matanya, dan satu yang langsung menjadi pertanyaan baginya. ‘Bagaimana aku bisa tidur di saat Hyeo So ketakutan.’ Dengan segera Minho bangun, mencari ponselnya untuk melihat jam. Mata Minho membulat saat di lihatnya sudah pukul 7 pagi, jadi semalam ia pingsan setelah di pukuli. Sial!

Minho melepas oksigen di hidungnya, menarik jarum infuse dan buru-buru menutup bekasnya dengan plester luka. Mengganti baju rumah sakit dengan baju yang semalam ia pakai, ada bercak darah rupanya.

“Tuan muda! Apa yang anda lakukan?! Anda harus istirahat!”

“Tidak ada – waktu tuan – Jung!” dadanya masih terasa sangat sakit walaupun tidak separah semalam. “Percuma, anda tidak akan bisa berbuat apa-apa dalam keadaan seperti ini! Anda harus istirahat dulu sebentar lagi.”

“Tidak tuan Jung! Saya…-“ dadanya benar-benar sangat menyiksa. “Duduk dulu tuan muda, kita bicara dulu.” Tuan Jung memapah Minho kembali ke kasur. “Key dimana?” Tanya Minho cepat. “Sedang bersiap menuju pengadilan pertama.” Dalam hati Minho mengutuki Key, si bodoh yang tidak bisa apa-apa. Rasanya Key hanya bisa menghancurkan segalanya. “Apa hubungan kematian Key dengan perusahaannya?”

“Ne?”

 

&&&

 

“Jangan salahkan aku kalau sebentar lagi kulit halusmu ini akan tergores dengan pisau ku yang baru saja di asah tadi.” Hyeo So berusaha menjauh dari laki-laki tersebut dengan tubuh yang di ikat. “Jangan! Aku mohon menjauh!!” untuk kesekian kalinya Hyeo So menangis ketakutan. “Kenapa jangan? Minho saja rela jika aku memberikan goresan padamu. Kenapa kamu tidak rela?” laki-laki itu masih terus mendekat. “Andwae! Aaaahhh AAAAAA!!!!!”

“Hyeo So!” seru seseorang kemudian mendobrak pintu tempat Hyeo So di sekap. “Dasar tikus pengganggu! Apa kamu kira bisa menyelamatkan wanita jalang ini? Sang Jun Sub.” Laki-laki itu melepaskan pisaunya dari lengan Hyeo So yang kini berdarah, dan berjalan kearah Jun. “Mari kita buat kesepakatan, lepaskan Hyeo So dan aku akan membebaskanmu dari pengadilan.”

“Pengadilan? Uuuu takut. Siapa bilang aku akan tertangkap, bodoh?” tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang mendekat. “Setidaknya aku tidak sebodoh kau.” Sejurus kemudian beberapa orang pesuruh Jun masuk dan menghajar laki-laki tersebut. “Hyeo So! Ya tuhan, lenganmu berdarah! Hey cepat panggil tim medis!” seru Jun lantang. “Tenang Hyeo So aku sudah di sini, jangan menangis lagi.” Jun mengikatkan syal nya di lengan Hyeo So yang berdarah. “Aku sudah bilang aku akan terus melindungi mu Hyeo So, maaf karena aku lalai.”

 

&&&

 

“Toko menara? Iya, ada. Seinget aku… 30 derajat. YA! Hah?! Kamu gak bercanda kan Ho?” Onew dan Jonghyun reflek menoleh pada Key. “Gak! Gak akan! Minho jangan bertindak tolol! TIDAK! MINHO!!!!” Jonghyun buru-buru menarik Key yang hendak pergi. “Key kamu apa-apaan! Kita sebentar lagi masuk ke persidangan! Kamu gila ya?” sembur Onew.

“Persetan sama pengadilan! Persetan kalau nanti aku di penjara! Tapi satu yang pasti, aku gak akan ngebiarin Minho mati hyung!” kini mata keduanya membulat. “Semuanya bener! Apa yang di bilang Hyeo So benar! Dugaan kita benar! Kita bener-bener gak bisa diem dan nurut, kita harus ngelakuin sesuatu. Lebih baik aku yang mati dari pada Minho, aku gak akan biarin Hyeo So ataupun Minho mati hyung!” tambah Key. Ketiganya saling bertatapan pasrah. “Kita bisa cari jalan keluar lain, tapi kamu gak bisa bertindak sendiri. Soal Minho, kita harus kirim pesuruh untuk ngejaga dia.” Usul Onew.

 

&&&

 

“Dasar wanita iblis sialan!” Jun mengepalkan kedua tangannya dengan penuh emosi.

“Tuan muda, saya baru saja mendapatkan ini.” Manager Han memberikan amplop kepada Jun. “Apa ini?” Tanya Jun sambil membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya. “Itu adalah perjanjian yang asli tuan muda. Waktu itu ternyata saya mendapatkan perjanjian yang palsu, dan tadi saat saya sedang berjaga saya melihat amplop ini di atas meja Hyeo So Agassi.”

“Minho?!” mata Jun langsung terfokus pada point-point yang di cetak kecil. “Anda harus lihat point 6 tuan.” Jun memicingkan matanya. “Brengsek!” geram Jun. “Ada apa?” Tanya Yan yang baru saja datang membawa secangkir teh. “Hyung harus baca ini! Sialan! Kita pasti di jebak mereka.”

“Jadi… perjanjian ini akan hangus kalau Hyeo So menikah lagi dengan mu? Hahaha lucu sekali mereka.”

“Sial, sekarang kita harus bagaimana?!” Jun mengatupkan kedua rahangnya keras-keras. “Siapa yang tahu kalau perjanjian ini justru yang palsu? Lagi pula kalaupun asli, Hyeo So tetap memiliki seluruh harta kekayaan miliknya kan? Satu perusahaan juga sudah cukup tidak usah di tambah milik Key.”

“Tapi satu rencana kita gagal hyung!”

“Titik amannya hanya satu kalau begitu. Kita harus membunuh 3 orang sekaligus sepertinya, Shina, Key dan Minho. Tiga manusia tolol yang berfikir bisa merubah dunia hahah.”

“Tidak bisa hyung! Sekarang semua rencana terpecah, yang seharusnya bisa membunuh Key dan Shina secara bersamaan malah gagal. Di tambah lagi Minho, itu berarti kita harus melakukan 3 tahap pembunuhan. Terlalu memakan waktu dan memudahkan polisi melacak jejak kita!” tolak Jun. “Apa gunanya kau masuk akademi agen, kalau segini saja tidak bisa mengurus. Sekarang pikirkan baik-baik kenapa bisa Minho ada dalam perjanjian ini?”

“Minho…” Jun terdiam sejenak untuk berfikir. “Jadi ternyata…”

“Dengan begitu tanpa perlu di kira-kira lagi, Minho pasti akan datang sendiri menyerahkan diri. Sedangkan Key, dia juga pasti akan datang tapi kita harus cegat dia di jalan. Tidak mungkin kita bunuh Key di sini.”

“Jadi semua foto yang selama ini hyung ambil itu…”

“Sudah terbukti kebenarannya.”

 

&&&

 

“Katanya Hyeo So gak ketemu!” ucap Key panic. “Yang lain nya?” Tanya Onew masih serius pada jalan. “Belum ada kabar. Hyung Taemin aman kan di asramah?” Jonghyun mengangguk. “Sekarang kita harus hati-hati, menurut film yang sering aku tonton. Dalam keadaan kayak gini biasanya musuh ngelakuin serang…-“ Jonghyun belum selesai menyelesaikan kalimatnya tapi tiba-tiba sebuah mobil hitam mencegat mereka, di belakang ada beberapa mobil menyusul. Salah satunya keluar dari mobil, menggunakan pakaian rapih serba hitam dan lengkap, mendekati mobil ketiganya dan mengetuk kaca.

“Hyung! Kalian harus kunci pintu!”

“Key! Kamu jangan gila! Kamu gak akan bisa ngehadapin mereka semua sendirian!” cegah Onew. “Siapa yang bilang aku bisa ngelawan mereka? Aku tahu aku gak akan bisa, makanya biar aku aja yang babak belur!” sahut Key. “Jangan Key! Kita harus kerja sama.” Sambung Jonghyun.

“Mendingan kalian berlindung di sini, panggil bantuan dari pada kita bertiga mati di sini tanpa ada yang tahu! Udah cepet lakuin aja. Pokoknya begitu aku keluar kalian kunci pintu, ambil peralatan montir di bawah jok buat jaga-jaga!” bukannya pengecut atau takut mati. Tapi Key benar, lebih baik keduanya berlindung di dalam dan bisa memanggil bantuan di banding ketiganya di hajar habis-habisan di luar tanpa ada bantuan dan tidak akan ada yang tahu maupun menjadi saksi. Key mengambil stik baseball kayu miliknya dari bawah kursi, lalu keluar.

“Apa mau kalian?” tuding Key langsung. “Kami hanya ingin membuat tuan kami puas.” Kini semua orang-orang itu sudah mengelilingi Key beserta mobilnya karena Key belum berjalan menjauh dari mobil. “Terserah kalian mau melakukan apapun, tapi jangan sentuh mobil ku!” Key melotot pada dua orang yang berusaha membuka pintu mobilnya. “Baiklah, kenapa tidak? Saksi bisa kami bereskan nanti.”

“Di mana Hyeo So? Siapa tuan kalian?!”

“Hyeo So? Siapa? Oooohhh si pelacur yang jadi istrimu itu ya?”

“Brengsek!” dengan geram Key memukul wajah orang itu dengan stik nya, laki-laki itu jatuh tersungkur. “Biar… biarkan saja, kita lihat bocah ingusan ini bisa apa. Melindungi dirinya sendiri saja tidak bisa apalagi orang lain.” Laki-laki itu menyeka darah di bibirnya, lalu menjentikan jari. Seketika itu juga Key di paksa melawan mereka semua hanya dengan sebuah stik baseball dan kemampuan berkelahi amatirnya.

“Kau sama bodohnya dengan teman mu si Minho itu. Rupanya kalian berdua sama-sama ingin merasakan mati ya.” Laki-laki itumenendang rusuk Key beberapa kali, hingga di lihatnya Key tidak berdaya. Darah merah sudah mengalir di bibirnya, air matanya pun sama dan kini Key mulai sesak nafas.

“YA!” Jonghyun yang sudah tidak tahan melihat Key di pukuli akhirnya keluar dari mobil, memukul kepala laki-laki tersebut dengan kunci stir dan sukses membuat kepala laki-laki itu berdarah. Jonghyun berhasil menjatuh kan beberapa lawannya sebelum akhirnya salah stau dari mereka berhasil memukulnya dengan stik baseball Key. Baru saja Jonghyun akan di hajar, mobil lain datang mengepung. Orang-orang dengan penampilan sama namun mengenakan kemeja putih bukan hitam langsung menyerbu.

“Tuan muda anda baik-baik saja?” Tanya salah seorang yang berkemeja putih itu pada Jonghyun. “Key!” dengan tergopoh-gopoh dan perlindungan dari anggota lain Jonghyun mendekati Key. “Key! Ya bangun!! Key! KEY!!!!”

 

&&&

 

“Tuan, dia sudah datang.”

“Bawa masuk.” Dua orang pesuruh masuk membawa Minho, dengan kesal Minho menarik lengannya. “Kau!”

“Kenapa?” Tanya Jun santai lalu duduk di sofanya. “Silahkan duduk.” Ucap Jun angkuh. “Dasar laki-laki bejat! Di mana Hyeo So?!” Tanya Minho emosi. “Hyeo So? Kenapa aku harus tahu dan bisa tahu? Bukannya kemarin aku bilang Hyeo So di culik?” para pesuruh Jun buru-buru menangkap lengan Minho sebelum tangannya berhasil merauk Jun. “Bukannya yang di suruh mencari Hyeo So itu Key, kenapa jadi kau yang di sini?”

“Apa mau mu sebenarnya?!”

“Mau ku? Tentu saja menikahi Hyeo So. Aku sudah mencintainya sejak kecil, apalagi perusahaannya. Sayangnya temanmu yang tolol itu malah merebut Hyeo So dariku. Dan brengsek ia selalu menyakiti Hyeo So ku yang malang. Kesabaranku habis, jadi aku akan membunuhnya.”

“Untuk mendapatkan perusahaan Key dan Hyeo So iya kan?!”

“Hahaha, hey lalat kecil apa sih yang kau tahu kalau bukan mengalah pada Key? Laki-laki macam apa yang rela pacarnya menikah dengan temannya sendiri?”

“Bajingan!”

“Sekarang apa yang akan kau lakukan, Choi Minho? Menyelamatkan Hyeo So kekasihmu itu, atau Key anggota group mu?” ledek Jun. “Kalau menyelamatkan Hyeo So maka kau datang ke kandang yang salah. Aku mana mungkin melukai gadis yang aku cintai? Jadi sudah pasti yang melukai Hyeo So itu orang yang membencinya kan?”

“Shina…”

“Bingo! Dan karena sekarang kau sudah mengetahui semuanya, maka penghambat jalannya rencana ku harus di bunuh!” sejurus kemudian pesuruh Jun menahan lengan Minho. “Lepaskan!” ancam Minho. “Atau? Bagaimana kalau aku tidak mau?” Jun menaikkan alisnya. “Aku akan memasukkanmu ke penjara!”

“Kapan? Sesudah kau mati? Iya? Dada mu ini, sepertinya sudah sembuh ya? Mari aku tes.” Dalam hitungan sepersekian detik kepalan Jun menghujam rusuk Minho beberapa kali, membuat mata Minho berkaca-kaca. “Masih mau melapor pada polisi? Bisa?” Jun meninju tulang pipi Minho. “Lepaskan, kita lihat apa yang bisa dia lakukan padaku.” Begitu mendapat kesempatan, Minho meninju Jun sekeras mungkin hingga ia jatuh tersungkur. Minho menendang Jun sekeras mungkin dengan tenaga terakhirnya, tapi dengan mudah Jun bangkit dan memukul Minho lebih keras.

Di saat yang bersamaan sirine polisi berbunyi dan terdengar seolah sudah berada di depan tempat ini. Minho mengeluarkan sesuatu dari kantongnya, menekan salah tombol, lalu menyeringai sebelum akhirnya seorang polisi mendobrak pintu ruangan tersebut. “Sampai bertemu di pengadilan, Sang Jun Sub.” Minho menyeringai.

 

***

 

Mereka masih belum berhasil menemukan Hyeo So, menurut kesaksian yang di berikan Jun – Hyeo So benar-benar di culik Shina. Tapi Shina pun tidak berhasil di temukan, untuk sementara sidang pertama di lakukan untuk membuktikan Jun terlibat dalam masalah ini dan bersalah. Namun SHINee tidak ada yang memiliki bukti cukup kuat untuk menuding kasus lain, di tambah Jun punya backing yang kuat – tidak sulit baginya untuk membayar jaksa dan lulus dari kasus ini dengan mudah. Dan sekarang mereka terjebak dalam pengadilan ini.

“Nona, anda tidak bisa masuk. Kami sedang melakukan sidang.” Beberapa yang mendengar menoleh ke sumber suara.

“Saya akan menjadi saksi hidup yang kuat dalam kasus ini!” seru seorang gadis dengan lantang dan membuat seluruh hadirin menoleh.

“Shina!”

 

 

***

TBC

P.S : Hwuah 4 part lagi!!! Ye ye ye ye yeeee.. tuh kan part ini kesannya buru-buru ya? Yaaaa sebodo amat deh aku strees. PART 27 DELAY 2 MINGGU YAAAAA~ aku mau focus sama UN tanggal 18 – 21 ^-^

EH IYA MAAF YA PART 25 KOMENNYA GAK KU BALES T.T, AKU GAK BISA OL DULU. MAAF MAAF *bow*

63 thoughts on “She’s My (Ex)Wife – Part 26

  1. Duh MinKey bablur lg -_- #dtg2 rusuh
    Btw, aku baru baca dr part 1 hr ini u,u
    Mian ya onn, gkbisa komen disetiap part😦
    Part 27nya come asap ya!😄

  2. ffiuhh, akhirnya sampe part ini
    pada babak belur semua di sini -..-;
    berarti konflik jun uda mau slesai ya?

  3. waah~ kasian banget sih key dan minho ..😦
    aaah!! Cuma gara2 mslh cewek!! Memperebutkan hyeo so segala, apalagi ada si penyihir jahat shina!!
    sialan si jun itu!! Cari mati banget!
    Bagus author! Lanjutkan yaa, fighting!😀

  4. Mian thor:(, sbnerx ketika baca yg part ini aku bingung bngt, g’ ngrti jln ceritanya. Sbnerx hyo so tuh d culik cpa?? Trz tiba2 aja jun yg nyelametin?? Klo emng bukan jun yg nyulik, lalu knp shina jg g’ ngku dia yg nyulik??? Trz kasus key yg merkosa cwek tuh akhirx gmn?? Blum lg tntng prceraian mereka. Jd tlong konflikx jgn trlalu bnyk eunni. Redersx jd bngung. Tp mian loh ini cman saran dr qw>.<

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s