Taemin’s Envious

Taemin’s envious

Title: taemin’s envious

Author: chota aka vita J

Main cast: choi minho, jihee and lee taemin

Support cast: another shinee member

Genre: romance

Length: one shoot

Rating: general

A.N : another ff with main cast minho and taemin (again). And nae nampeyon aka onew hanya menjadi support cast. Sebenernya tadi main castnya mau onew tapi pas pake nama onew, ffnya berenti ditengah jalan alias mati ide. Alhasil dirombak deh! Kayanya author kena kutukan onew deh! Gagal mulu bikin ff tentang dia. *reader: ga ada yg nanya! Cepetan mulai ffnya!*. baiklah! Happy reading and DON’T FORGET YOUR O2 🙂

Summary :  dengar! Yang boleh menindas  yeoja ini hanya aku seorang! Cepat lepaskan tanganmu dari       tangannya!

Jihee POV

“noona.. week!!” aku melihat taemin sedang menjulurkan lidahnya padaku saat aku menoleh padanya.

“aish! Lee taemin! aku ini noonamu. Yang sopan!”, ujarku sambil menjitak kepalanya.

“shiro! Noona jelek!”, ejeknya. Aku pun berlari mengejarnya.

“awas kau lee taemin! kalau aku berhasil menangkapmu.. mati kau!”, teriakku sambil terus mengejarnya. Aku melihat minho oppa berjalan menuju ke arah kami.

“JAGI.. TANGKAP TAEMIN!!”, teriakku sambil terengah-engah. Aku berteriak girang saat kulihat minho oppa menangkap taemin.

“kena kau!” aku semakin bersemangat lari kearah minho.

Taemin POV

“apa kau mengejek jihee lagi?”, tanya minho hyung padaku. Bukannya menjawab hyungku, aku malah mengumpat dibelakang punggungnya sambil memeluknya.

“ya! taemin lepaskan pelukanmu pada minho! Aish! Kau ini!” jihee noona berusaha melepaskan tanganku dari pinggang hyung. Tapi aku malah mempererat pelukanku sampai..

“aaaa.. sakit, geli aaa…!” teriak minho sehingga aktivitasku dan jihee noona terhenti.

“taemin-ah, lepaskan tanganmu! Pinggangku sakit. Dan jihee, kau juga berhenti! Tanganmu ini bukannya melepaskan tangan taemin tapi malah menggelitiki pinggangku.”, perintah minho hyung. Minho hyung menarikku dan jihee noona berdiri didepannya.

“taemin, apa kau menjaili jihee lagi?” aku hanya menundukkan kepalaku.

“taemin aku sedang bertanya padamu!” suara minho hyung sedikit lebih tinggi dari suara sebelumnya.

“jagi, sudahlah tadi aku dan taemin sedang bermain.”, bela noona.

“begitu? Aku rasa tidak begitu! Taemin, jawab pertanyaanku!” bentak minho hyung padaku.

“sudah jagi. Taemin tidak salah! Jangan membentak dia terus!”, bela noona lagi. aku melihat noona dengan tatapan sinis. Aku tidak sudi dibela olehnya.

“tidak usah membelaku! Noona jelek!”, kataku sambil berlari meninggalkan mereka berdua.

“YA! LEE TAEMIN!”, samar-samar aku mendengar minho hyung berteriak memanggil namaku. Tapi aku tidak memedulikannya. Entah sejak kapan aku benci sekali melihat jihee noona. Aku tidak suka jika ia berada didekatku saat aku bersama member shinee yang lain. Padahal noona tidak pernah berbuat salah padaku. Tapi aku tidak suka melihatnya. Saat melihatnya, rasanya sifat jail dan pemarahku keluar begitu saja.

Jihee POV

“seharusnya kau tidak membentak taemin seperti itu. Dia hanya bercanda.”, ujarku sambil memberikan kopi hangat padanya.

“becandanya sudah keterlaluan.”, ujar minho sinis.

“sudahlah tidak apa-apa. Oh iya ada apa kau mencariku?”

“oh.. aku mau mengajakmu pergi ke vila key weekend ini. bagaimana? Semua member shinee ikut.”

“vila key? bukannya vilanya dekat dengan pantai? Waaa… aku mau ikut. Sudah lama tidak pergi ke pantai.”, ujarku sambil membayangkan pasir putih yang terhampar didepanku.

“baiklah weekend kosongkan waktumu. Jangan lupa! Aku pergi dulu. Saranghae.”, ujar minho oppa sambil mengecup keningku.

***

Taemin POV

“hyung, aku mau makan ini!”, ujarku pada onew hyung sambil menunjuk menu yang ada didaftar. 5 menit kemudian makanan yang kami pesan datang.

“hyung, minho hyung mana? Kenapa..”, tanyaku yang terputus ditengah-tengah. Ku rasa tidak perlu bertanya. Karena minho hyung sudah dateng. Aku segera berdiri menghampiri minho hyung.

“hyung lama sekali datengnya? Darimana saja?”, tanyaku antusias sambil menarik tangannya untuk duduk disebelahku.

“anneyong taemin! semuanya annyeong!” aku melihat siapa orang yang menyapa kami semua. Saat aku melihat orangnya, moodku langsung berubah.

“hyung kau datang membawa orang ini?”, tanyaku sambil menunjuk jihee noona.

“hei! Yang sopan! Dia noonamu.”, ujar key hyung. Wah.. lihat saja bahkan key hyung lebih memihak padanya.

“hyung aku mau pulang! Aku tidak lapar! Gara-gara ada noona gendut disini nafsu makanku jadi hilang.” Aku segera meninggalkan restoran dan menuju dorm. Tidak peduli dengan teriakan para shawol sepanjang jalan. Gara-gara noona aku jadi harus pulang naik bis. Aish banyak sekali shawol dijalan. kupercepat langkahku, sambil sesekali tersenyum pada shawol yang memanggilku. Biar bagaimanapun aku harus menjaga nama baik shinee.

Jihee POV

“apa taemin pulang naik bis? Bagaimana kalau dia nyasar? Atau dia dikepung shawol?”, tanyaku panik. Tapi tidak ada satupun yang menjawab pertanyaanku. Mereka terlalu asik makan dan menganggap pertanyaanku sebagai angin lalu.

“AKU SEPERTI NGOMONG DENGAN ANGIN! AKU PERGI MENYUSUL TAEMIN!”,bentakku pada yang lain.

“jihee tunggu! Biar aku saja yang menyusul. Kau habiskan dulu makananmu. Semuanya aku pergi ya!”, ujar jonghyun oppa.

Taemin POV

“kenapa kau pulang duluan? Apa kau sudah makan?”, tanya jjong hyung padaku. Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“makan ini. kenapa kau selalu seperti itu kalau ada jihee? kasian dia. Tadi dia sangat mengkhawatirkanmu. Jangan bersikap seperti itu lagi.”, ucap jjong hyung panjang lebar. Aku kesal mendengarnya. Semua selalu membela jihee. semua perhatian mereka tersita sama jihee.

“ne. gomawo hyung!” ujarku sambil membuka makanan yang dibawa jjong hyung.

***

Hari ini aku senang sekali. shinee sibuk dengan jadwalnya. Berarti tidak ada jihee noona untuk sehari ini. semua member shinee jadi milikku. Aku tersenyum sendiri membayangkan saat shinee kembali ke dorm. Minho hyung dan aku akan bertanding main ps, lalu key hyung dan jjong hyung membuatkan kami makanan, dan onew hyung menonton kami dari sofa sambil berteriak-teriak mendukungku. Dan dibayanganku tidak ada jihee noona sama sekali.

“hahahha.. indah sekali hidup seperti itu.”, tawaku

“kenapa kau tertawa sendirian? Aneh sekali.” kutolehkan kepalaku kearah suara berasal. Dan senyumku langsung hilang saat itu juga.

“noona? Ngapain disini?”, tanyaku kaget dan kesal.

“aku ingin mengantarkan makan siang untuk kalian semua.”

“tidak usah. Noona pulang saja. Kami sudah memesan makanan.”, ujarku sambil menarik tangan noona keluar gedung SM.

“tapi tadi minho oppa memintaku untuk mengantarkan makanan ini.”

“mungkin noona salah. Itu bukan minho hyung. Taxi!”, aku segera memanggil taxi dan mendorong noona masuk kedalamnya.

“taemin..”

“pa tolong antar nona ini ke ____. Dadah noona!”, ujarku sambil tersenyum dan melambaikan tanganku saat taxinya pergi meninggalkan gedung sm.

“yes! Benar-benar sehari tanpa noona jelek. Eh hp siapa ini?” saat aku membuka hpnya, aku melihat ada foto jihee noona dan minho hyung yang menjadi wallpappernya.

“ah pasti hp ini milik noona. Aku bawa saja. Hahaha. Shinee menjadi milikku hari ini.”, ujarku girang sambil masuk kedalam gedung sm. Dalam perjalanan menuju ruang latihan aku mengeluarkan hp jihee noona dan menghapus semua foto yang ada dihpnya. Terutama fotonya dengan minho hyung  >:[ .dan mematikan hpnya. Tadinya aku mau membuang hpnya, tapi kasian kalau aku buang. Jadi kusimpan saja. Kalau kita bertemu baru aku kembalikan.

***

“lapar!!!”, keluh onew hyung.

“kenapa jihee belum datang sama sekali?”, tanya minho hyung cemas. Minho hyung terus-terusan menghubungi hpnya tapi tidak diangkat. Bahkan hpnya mati. Dan tanpa mereka tau, hp noona ada disakuku. Jadi percuma juga kalau menghubunginya.

“sudah hyung kita delivery makanan saja. Aku sudah lapar. Cepat hyung!”, rengekku pada minho hyung. Minho hyung malah menjauhiku dan terus berkutik dengan hpnya.

“aku saja yang telpon. Hyung mau mesen apa?”, tanyaku pada minho hyung. Karena tinggal dia yang belum memesan.

“mianhae taemin. aku pergi dulu. Aku khawatir dengan jihee.”, ujar minho hyung sambil meninggalkanku.

“HYUNG!!!!”, teriakku. Saat itu aku mau menangis. Tapi tidak bisa. Masih ada onew, key dan jjong hyung disini. kutunjukkan muka sebalku pada yang lain.

“sudahlah! Biarkan minho. Kan masih ada kami disini.”, ujar onew hyung saat itu. Aku menoleh pada onew hyung. Kulihat key hyung membentangkan tanganya padaku. Akupun berlari kearah key hyung dan memeluknya.  Kugunakan kesempatan ini untuk menangis dipelukkan key hyung.

“aigoo anak umma.. uljima. Cupcup.” Kata key hyung sambil mengelus kepalaku menenangkanku.

“ya! jangan lama-lama kalian berpelukan!”, bentak jjong hyung. Aku yang mendengar perkatannya jadi tertawa. Kangen sekali dengan suasana shinee seperti ini. meskipun harus tidak ada minho hyung disini.

Jihee POV

Sekarang sudah weekend. Dan seperti yang minho bilang, kami akan pergi ke laut. Pagi-pagi sekali minho sudah menjemputku. Dan sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju vila key. aku sangat bingung saat tahu kalau aku dan minho hyung berada di mobil yang berbeda dengan member shinee yang lain. Padahal aku ingin bermain dengan member yang lain selama perjalanan menuju kesana.

“jagi, kenapa kita harus pisah mobil dengan member yang lain?”, tanyaku penasaran.

“tidak apa-apa. Aku hanya tidak ingin mendengar kamu dan taemin bertengkar lagi. ingat kita kesana untuk berlibur!” aku menganggukkan kepalaku. Sudah 3 jam perjalanan akhirnya sampai juga di vilanya key. saat aku keluar mobil, kuhirup dalam-dalam udara pantai. Kangen sekali dengan udara pantai. Mobil member shinee pun datang. Saat mereka turun dari mobilnya, aku sempat bertatapan mata dengan taemin, akupun memberikan senyumku padanya. Tapi dia malah membuang mukanya. Ada apa dengan anak itu? Dari pertama bertemu sifatnya selalu seperti itu.

“karena semuanya sudah sampai, kita mulai pembagian kamarnya. Aku sekamar dengan jjong hyung. Kemudian onew hyung dengan manager, minho dengan taemin dan jihee kamarmu ada dilantai 2 sebelah kiri. Yang sebelah kanannya kamar minho dan taemin. arasso?”, jelas key panjang lebar. Kami semua hanya menganggukkan kepala. Kamipun menuju mobil masing-masing untuk membawa koper kami.

“jagi, sini aku bawakan!”, ujar minho padaku. Belum sempat aku memberikan tas padanya, penggangupun datang.

“hyung, bantu aku bawa tas ini! berat sekali. aku tidak kuat. Tidak apa-apakan noona? Aku pinjam minho hyungnya sebentar.”, rengek taemin padaku. Sebenarnya aku mau menolaknya tapi saat ia mengeluarkan puppyeyesnya, niatkupun buyar.

“ya! lee taemin! kau ini namja! Masa tidak kuat membawa kopermu sendiri?”

“aku bawa 2 tas hyung! Mana aku kuat!”, rengek taemin.

“jagi, kau bantu taemin saja. Aku kuat kok bawa koper ini sendirian.”

“apa kau tidak apa-apa bawa ini sendirian?” aku menganggukkan kepalaku. Minho berjalan menuju tempat taemin dan membawakan kopernya. Saat aku melihat minho berjalan membawa koper taemin, taemin melihatku dan tersenyum licik.

“dadah noona jelek!”, ujarnya sambil berlari kearah minho dan menggandeng tangan minho. Aku terkejut melihatnya seperti itu.

“LEE TAEMIN! KAU AKAN MATI!” teriakku sambil berlari kearahnya. Tapi karena koperku berat, jadi aku tidak dapat mengejarnya.

***

“coba kau cari lagi! masa tidak ada beras? Lalu bagaimana kita makan?”, ujar key pada jjong oppa.

“tidak ada. Aku sudah mencari ke semua lemari yang ada disini. bahkan lemari setiap kamarpun sudah aku periksa. Dan tidak ada.”

“aku saja yang membeli.  Ada minimarket dekat sinikan? Tadi aku melihatnya.”, ujarku untuk menenangkan key yang panic daritadi.

“bahaya kalau kau pergi sendiri. Lebih baik kau pergi bersama taemin.”, ujar onew oppa. Lebih baik aku pergi sendiri daripada harus bersama taemin. rasa kesalku padanya belum hilang daritadi. Dia terus saja menjauhkan minho dariku. Dari kami sampai aku belum berbicara dengan minho sama sekali.

“tid..”

“ayo noona aku temanin!”, ujar taemin sambil menarik tanganku.

***

“buat apa kau menemaniku? Aku lebih baik pergi sendiri!”, kataku ketus.

“aku hanya ingin memastikan noona tidak dimakan oleh babi liar. Itu saja.”

“ya! taemin! dasar kau menyebalkan!”

Taemin POV

“noona dimana minimarketnya? Daritadi ga sampe-sampe? Sudah 1 jam kita berjalan!”, tanyaku

“molla. Aku juga bingung. Aku sudah cape. Kita ga mungkin nyasarkan?”  aku hanya menggelengkan kepalaku. Sudah malam dan sedikit sekali cahaya lampu yang ada. Aku terus berjalan, tanpa kusadari noona sudah tertinggal jauh dibelakangku. Bahkan ia tidak terlihat ada dibelakangku.

“aish! Kemana jihee noona?”, segera aku kembali kejalanku yang tadi.

Jihee POV

“hei nona! Sedang apa malam-malam disini?”, tanya beberapa pria padaku.

“aku mencari minimarket. Apa disini tidak ada minimarket?”, tanyaku pada pria-pria itu

“ada yang lebih daripada minimarket!”, ujar salah satu pria sambil menarik tanganku. Uuhh.. pria ini bau alcohol. Dimana taemin?

Author POV

“ah segar sekali! key apa makanannya sudah siap?”, tanya minho yang baru selesai mandi

“belum. Aku lupa kalau tidak ada beras. Jadi aku menyuruh jihee dan taemin membelinya.”

“YA! MICOSO? MASA KAU SURUH YEOJA BELI BERAS MALAM-MALAM BEGINI!”, teriak minho pada member yang lain.

“tenang saja jihee pergi bersama taemin.”

“kau pikir taemin sekuat aku atau jjong hyung? Jihee dan taemin itu sama. Sama-sama polos. Dan mana ada minimarket disini!”,

“ada. Tadi jihee bilang ada minimarket dekat sini.”, ujar onew hyung menenangkanku.

“dekat sini? Bahkan jihee teridur saat kami menuju kesini. Mana dia tau kalau ada mini market dekat sini.” Minho segera berlari keluar mencari jihee.

Taemin POV

“lepaskan!” suara jihee. aku segera berlari kearah suara itu.

“ya! lepaskan tanganmu darinya.”, ujarku sambil menarik tangan jihee.

“siapa kau?” pria ini bau alcohol. Lebih baik aku pergi meninggalkannya. Kata onew hyung jangan penah berurusan dengan orang mabuk. Karena tidak ada gunanya, hanya buang-buang tenaga.

“dengar! Yang boleh menindas  yeoja ini hanya aku seorang! Cepat lepaskan tanganmu dari tangannya.”, ucapku pada pria-pria ini.

“sialan! Beraninya kau! Ayo pukul namja ini!”

“noona ayo kita lari.”, ujarku sambil menarik tangan nonna. Lama sekali kami berlari tanpa tujuan. Kulihat noona sudah tidak sanggup berlari. Jadi aku memilih untuk bersembunyi.

“apa disana ada?”, teriak pria itu pada temannya.

“tidak ada bos! Kita pergi saja!” aku mendengar langkah kaki mereka sudah menjauh. Aku mengatur nafasku yang masih tidak beraturan. Kulihat jihee noona juga sedang mengatur nafasnya.

“noona gwenchana?”, tanyaku khawatir. Noona hanya menganggukkan kepala. Kutenggakkan kepalaku memandang langit.

Pikiranku melayang ke beberapa hari ini. aku yang sering mengejek noona, memarahinya, menjailinya. Dan dia yang selalu membelaku. Semuanya merepotkan. Suara jihee noona yang cempreng saat berada disekelilingku. Suara-suara itu seakan terdengar di telingaku lagi. kupejamkan mataku.

Aku dan minho hyung, sudah lama dekat. Bahkan sebelum jihee noona datang kekehidupan kami. Selalu bersama dengan minho hyung. Minho hyung selalu berada disebelahku, sampai dia datang kedalam kehidupan minho hyung. Aku kesepian. Dia sudah mengambil orang yang sangat berharga dalam hidupku. Tapi kurasa sekarang aku mengerti perasaan hyung yang sangat menyayangi gadis ini. selama ini aku hanya kesal dengannya. Karena aku belum siap untuk kehilangan minho hyung. Tapi aku sadar, kalau tidak sekarang kapan lagi aku akan siap.

“taemin gwenchana?”, tanya noona padaku. Noona mendekatiku. Tangannya bergerak kearah pipiku. Apa yang mau ia lakukan?

“uljima!” tanpa sadar aku meneteskan air mata. Aish noona salah paham!

“JIHEE.. TAEMIN..” aku mendengar minho hyung teriak.

“oppa. Kami ada disini.”, ujar noona sambil berlari menuju minho hyung.

“gwenchana?” tanya minho oppa pada jihee noona. Kulihat minho oppa memeluk noona dan menenangkan noona yang menangis dipelukannya. Member shinee yang lain datang menghampiriku. Membantu aku berdiri. Aku berjalan mendekati minho hyung. Hyungpun segera melepaskan pelukannya dengan noona. Pasti kali ini minho hyung akan memarahiku.

“taemin gwenchana?” tanya minho hyung yang mengagetkanku. Suara minho hyung yang selama ini aku rindukan. Bukannya menjawab pertanyaan minho hyung, aku malah memeluknya.

“hyung bogoshipo.”, ujarku padanya. Kurasakan minho hyung mengelus kepalaku.

“ehem.. ada kami disini.”, ujar noona menyadarkan kami.

“kajja kita pulang. Supirku sudah membawakan beras untuk kita.”, ujar key pada yang lain. aku melihat minho hyung menuju noona dan menggandeng tangannya. Dari belakang aku berlari kearah minho hyung dan..

“CUP”, aku mencium pipi minho hyung.

“noona hpmu aku kembalikan! Mulai sekarang kita bertanding secara sehat.hahha.”, ujarku sambil berlari meninggalkan mereka.

“YA LEE TAEMIN!!!”, teriak mereka bersamaan.

“Hyung aku mendoakan yang terbaik untukmu. Jihee noona maafkan aku selalu menindasmu. Aku janji ciuman yang tadi adalah penindasanku yang terakhir. Tunggu saja! Aku pasti bisa mendapatkan yeoja yang lebih daripada jihee noona. Akan kubuat minho hyung cemburu padaku.”, ucapku dalam hati sambil tertawa.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Taemin’s Envious”

  1. taemin bandel banget
    Tapi dia pasti lucu banget waktu berantem
    Kan masih ada onew
    Jadi gausah sedih
    Pake cium cium segala lagi
    Dasar magnae!!

  2. ya taemin bandel !!!!!
    taemin sama aku ajah !!! pasti si minho oppa cemburu .. *pletak !!*

    wahh… bgus thor … !!!
    ahahah….. taeminnya lucu !!

  3. kyaaaak Taemin kau pasti akan menemukanku dan membuat minho iri. hehehehehe. *ngarep bener*
    top banget FF-nya. hehehe. 🙂

  4. ah… magnae yg manja… hehehe…
    btw, kok bisa sampe kena kutukan onew segala sih? hehehe *PLAK! Abaikan!
    semoga lain kali berhasil dgn onew-nya ya chingu…

  5. rasanya… taemin kalau cemburu lucu juga ya. ehehehe @w@ *dapet ide*
    ah. tapi tulisan saya tidak sebagus kamu sih.. ;___;

    sempet kaget juga di atas… tak kirain beneran 2Min loo,, untung ada Noona penengah xDD –> bromance shipper. tapi kissu di akhir chappienya maniiiiss sekali. bahkan ada Jongkey di tengah2~ yay! si Onew sendirian lagi? kasian ya.. xDD

    Nice FF!

  6. aigo, aku jadi tambah cinta ma taemin 🙂
    taemin aku aja yang jadi pacarmu, jadi mari kita sama2 membuat minho dan semua member lain cemburu. wkwkwkwk
    sempat terharu waktu tahu alasan taemin sering menindas ji hee >.<
    1000 jempol deh 🙂
    aku kira ini bakalan yaoi. kekeke

  7. Aaaa taemin kucik:3:3:3
    Jadi garagara itu tooooh
    Ih minho baik banget sih sama jihee
    Tapi terakhirnya minhonya…….
    Taemin pake meluk trs nyium pipi minho
    Emang 2min paling daebak lah ya kekekekek

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s