December Story

December Story (Another Love Story Of Choi Minho-before debuted)

author : Ria QR

cast      : Choi Minho SHINee, Yoona (imaginative character), Other SHINee’s member

leght    : Oneshot

Genre  : Romance, Life

Rating  : PG-15

A.N      : INI FIKSI YA CHINGU~ engga ada hubungannya sama dunia nyata. DON’T BE A COPYCAT AND YOU’RE COMMENT LIKE OXYGEN^^ *bow bareng Minho*

Pernahkah kau merasa mencintai dengan nyaman? Tanpa ada yang menghalangi. Tanpa ada yang menghadang. Yang kau tahu hanya memberikan rasa cintamu sebanyak-banyaknya kepadanya. Mengerti? Maksudku disini adalah… Pernahkah kau merasakan cinta tanpa sakit? Kalau pernah, Rasanya bagaimana?

Gadis itu Oh Yoon A. Biasa dipanggil Yoona, nama yang persis dengan nama member SNSD. Hei berhentilah berhayal kawan, kenyataannya Yoona yang ini  memang tidak secantik Yoona SNSD. Yoona adalah siswi tahun pertama di Seoul High School bagian SMA.  Saat ini ia berpacaran dengan Choi Minho. Choi Minho yang tampan, yang sedang berusaha meraih mimpinya di dunia hiburan Korea.

Minho, begitu pemuda itu disapa memang sedang menjalani trainee di SM Academy. Ia ditemukan oleh pencari bakat saat Minho mengantar Yoona pulang. Yoona tahu suatu saat Minho akan mendapatkan jalannya. Dengan wajah tampan dan postur yang tinggi, tidak sulit bagi Minho menarik perhatian pencari bakat di bagian dunia manapun.

Mungkin ada yang bertanya-tanya. Mengapa seorang Choi Minho, bintang kesebelasan sepak bola Seoul High School bisa berpacaran dengan Yoona, gadis kutu buku yang tidak banyak diketahui? Tak ada yang tahu apa alasan yang sebenarnya.

Yoona hanya tahu saat musim semi tahun ini. Musim semi tahun ini Choi Minho menghampirinya di klub perpustakaan. Saat itu dengan lembut Minho menyentuh tangan Yoona. Kemudian dengan satu gerakan, Minho memeluk tubuh Yoona yang cukup tinggi dan membisikkan perasaannya. Perasaannya yang begitu kuat pada gadis biasa di depannya.

Yoona, yang memang menyukai Minho sejak tahun pertama SMP, tidak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan membalas pelukan Minho.

***

11 December 2007

“Hari ini mau kemana?” tanya Minho lalu duduk tepat di depan Yoona. Sudah pukul 5 sore dan bel pulang telah berbunyi beberapa saat yang lalu. Selalu begini di tiap sore. Minho akan menghampiri kelas Yoona dan duduk mengamati Yoona yang sedang memebreskan buku-buku.

“Langsung pulang saja,” jawab Yoona amsih membereskan buku-buku-nya yang selalu dibawa dalam jumlah yang banyak.

“Jalan yuk,” ajak Minho membuat Yoona menjatuhkan satu buku. “Kau tidak mau?”

Yoona memungut bukunya lalu duduk menghadap Minho. “Bukannya kau ada trainee?”

Minho menggembungkan pipinya. “Aku tidak mau ikut. Aku bosan. Aku hanya ingin denganmu.”

Mendengarnya Yoona hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah mengahngat.

“Kita ke pasar malam. Ada pasar malam yang baru buka di sekitar sini,” kata Minho lalu menyentuh tangan Yoona. “Aku mau mengajakmu bersenang-senang.”

Yoona tidak punya ajwaban lain selain menganggukkan kepalanya.

***

Benar saja yang dikatakan Minho. Di bulan Desember ada juga pasar malam di Seoul. Walaupun salju turun dengan butir-butir kecilnya, Minho dan Yoona dan mungkin saja orang-orang disana tidak peduli. Minho mengeratkan tangannya di tangan Yoona agar gadis itu tidak kedinginan.

Selama berjalan-jalan Minho sering bersenandung kecil. Minho menyanyikan lagu-lagu DBSK, grup penyanyi laki-laki terkenal yang sebentarlagi akan menjadi senior Minho.

“Kalau kau sudah menjadi artis, apakah kau akan melupakanku?” tanya Yoona tiba-tiba.

“Tentu saja tidak. Kau akan ku kenalkan dengan seluruh wanita diseluruh dunia,” jawab Minho sambil memamerkan senyumnya yang emnawan. Saat ini, senyuman itu milik Yoona seorang tapi entahlah dalam beberapa bulan kedepan. Bisa jadi Yoona akan berbagi senyuman Minho dengan seluruh gadis-gadis di Korea.

“Begitu…” gumam Yoona. “Aku kan jelek. Kau tidak malu mengenalkanku dengan orang-orang nanti?”

“Wae? Kau cantik Yoona, cantik sekali…” kata Minho lembut. Minho menghentikan langkah Yoona lalu menaruh kedua tangannya dibahu gadis itu. Minho lalu memeprhatikan wajah Yoona membuat Yoona risih sendiri. “Kau cantik Yoona. Kau lebih cantik dari yang orang-orang tahu.”

Yoona membuang pandangan. Ia tidak kuat balas tatap dengan Minho lebih dari lima menit. “Ka-kau… gombal sekali.”

Minho tertawa. “Aku tidak gombal. Itu kenyataan. terserah kau sajalah,” kata Minho lalu kembali menatap Yoona. “Biarpun begitu kau suka kan?”

“Minho… ptuskan aku.”

Minho terkejut.”Wae? Kau sduah bosan denganku? kau tidak mencintaiku?”

Yoona menggeleng keras. “Aku… tidak bisa.”

“Kau tidak bisa apa?? Kau tidak bisa mencintaiku??”

Yoona tidak menjawab.

“Kalau alasanmu adalah minder denganku, kumohon, berhentilah mengatakan hal itu,” kata Minho lalu menarik Yoona kedalam pelukannya. “Cantik atau tidak tua juga keriput. Yang penting aku mencintaimu. Itu saja.”

Yoona hanya mengangguk. Alasan Yoona tidak semudah itu. Ada sesuatu hal yang Yoona takutkan, melebih rasa takutnya dengan fans Minho. Setiap kali Yoona mau memebrti tahu minho, Yoona selalu saja tidak bisa mengatakannya. Dan semakin Yoona mendengar semua kalimat cinta Minho, Yoona semakin bersalah. Semakin sakit.

***

13 December 2007

Yoona baru saja selesai membereskan buku-bukunya tapi Minho belum mampir ke kelasnya seperti biasa.

Sebelum Yoona keluar dari ruang kelasnya, Yoona dibekap sesorang dari belakang. Yoona diseret kebelakang dengan paksa. Yoona terus meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari siapapun yang menyeretnya. Yoona ingin sekali beretriak kalau saja mulutnya tidak dibekap seperti ini. Buku-buku Yoona jatuh tepat di depan kelas. Yoona berusaha melihat siapa yang menyeretnya. Hyerin dan gengnya.

***

Yoona bisa melihat gudang olahraga yang dimasukinya bersma Hyerin dan gengnya. Hyerin emngehmpaskan Yoona disudut ruangan. Yoona menatap Hyerin dengan penuh rasa takut. Ia takut, kejadian dua minggu lalu terulang lagi. Sejak Yoona berpacaran dengan Minho, Yoona selalu emndapat tekanan dari hyerin dan gengnya. terakhir kali, Yoona diseret ke ruangan ini dua minggu lalu saat ia memberi Minho kado ulang tahun tepat di depan muka Hyerin.

Hyerin, siswi populer di SHS. Dia menyukai Minho tapi sayang cintanya tak berbalas. Merasa dikalahkan oleh gadis biasa seperti Yoona, Hyerin kerap menggencet Yoona agar gadis itu mau melepas Choi Minho. Tapi tetap saja, anak itu melanjutkan hubungannya. Malah semalam, Hyerin melihat keduanya tampak mesra di pasar malam.

“Kau keras kepala sekali! Sudah kubilang berhentilah berhubungan dengannya!” seru hyerin sambil menarik-narik rambut panjang Yoona.

“Aaaah…. Hentikan Hyerin!Kumohon! sakiiit,” rintih Yoona.

“Akan kuhentikan kalau kau putus dengan Minho bodoh! Harus berapa kali aku emmeberi tahumu hah?! Haruskah aku membuat jadwal menyeretmu kesini?!” seru Hyerin masih menjawmbak rambut Yoona. kedua temannya memegang Yoona agar gadis itu tidak memberontak.

“LEPASKAN HYERINNN!!!” seru Yoona masih berusaha lepas.

PLAK. satu tamparan keras mendarat di wajah Yoona membuat hidung Yoona berdarah.

Yoona balas menatap Hyerin. Yoona bisa melihat genangan air mata di sudut mata gadis itu. “Aku sudah menyukai Minho sudah dua tahun! bayangkan! Dua tahun aku menunggunya, berharap kedekatan kami berubah menjadi hubungan spesial! Tak kusangka malah kau yang dipilihnya! Kau pakai apa? Apa yang kau lakukan? Kau ke dukun?!”

Baru saja Yoona akan berbicara tapi satu tamparang mendarat lagi di pipi Yoona. Yoona pusing, kesadarnnya mulai hilang. “Kau yang hanya gadis biasa malah bisa berpacaran dengannya! padahal aku lebih berhak!!!!”

Yoona sudah hampir kehilangan kesadaran saat sebuh tinju keras mengenai perut kirinya. Seketika hidung Yoona yang tadi hanya mengeluarkan sedikit darah, sekarang malah mengucur deras. Darah keluar di hidung Yoona dengan jumlah yang banyak.

Hyerin melihatnya menjadi takut. Kemudian memutuskan meninggalkan Yoona saja. tapi sebelum Hyerin keluar dan sebelum Yoona benar-benar pingsan, Hyerin mengucapkan kalimat terakhirnya. “JANGAN BERITAHU SIAPAPUN ATAU KAU AKAN MENDAPATKAN YANG LEBIH BURUK.”

***

Yoona mengambil tasnya. dengan keadaan seperti ini, Yoona berusaha agar tidak pingsan disekolah. Dengan kekuatan terakhir, Yoona berjalan terseok-seok keluar sekolah.

Sebelum Yoona mencapai pagar, Yoona melihat sosok yang sangat dikenalnya. Minho. Minho tampak menyebrang dari satu gedung ke gedung lain. Yoona tahu pemuda itu sedang mencarinya. Ingin sekali rasanya Yoona menghampiri Minho. Tapi niat itu diurungkan Yoona. Ia tidak boleh menemui Minho dengan keadaan seperti ini. Minho pasti akan bertanya dan Yoona terlalu takut untuk menceritakan semuanya.

Maafkan aku chagi…

***

Keesokan harinya

Pagi itu Minho berlari dengan riang ke kelas Yoona. Yoona harus menjadi orang pertama yang tahu tentang hal ini. Minho membawa-bawa sebuah amplop dengan stempel khas SM. Minho terus menyunggingkan senyumnya sampai ke kelas Yoona.

Senyum Minho sirna saat melihat Yoona tidak ada di tempat duduknya.

Kali ini Minho tidak bisa berpikir jernih. kemarin minho memutuskan pulang dengan pikiran Yoona mungkin saja pulang duluan. Tapi sampai saat ini gadis itu tidak memberi kabar apa-apa.

***

16 December 2007

Sudah tiga hari Yoona tidak masuk sekolah tanpa keterangan. Sudah tiga hari pula Yoona tidak memberi kabar apa-apa pada Minho membuat Minho memutuskan mendatangi rumah Yoona.

Tapi saat Minho mendatangi rumah Yoona, rumah itu gelap. tidak ada siapa-siapa. Saat Minho bertanya dengan tetangga, mereka juga tidak tahu kemana keluarga itu.

Minho lagi-lagi pulang dengan tangan kosong sambil membawa amplop dari SM.

***

21 Desember 2007

Seminggu sudah Yoona tidak masuk sekolah. Seminggu sudah Yoona tanpa kabar. Seminggu sudah Minho pulang sekolah sendiri. Minho merasa sangat kehilangan. Minho begitu menyukai Yoona. Sangat menyukai. semua yang ada pada gadis itu membuat Minho jatuh cinta.

Yoona, berbeda dengan gadis kebanyakan. Yoona begitu sabar, begitu sederhana. Dia tidak melihat Minho dengan ketampanan atau sejnisnya. yoona menerima Minho karena Yoona benar-benar mencintai Minho. Minho tahu hal itu bahkan disetiap kalimat yang Yoona katakan.

Memikirkan Yoona membuat Minho rindu sekali pada gadis itu. Minho ingin sekali bertemu dengannya. Minho ingin sekali menyentuh tangannya yang putih mulus. Minho ingin sekali memeluk ubuh Yoona yang tinggi seperti dirinya. Minho ingin sekali melihat wajah Yoona yang polos itu.

Minho sangat merindukan Yoona sampai dadanya terlalu sesak. Tanpa sadar Minho merasakan air matanya mengalir.

***

29 Desember 2007

Sudah dua minggu Yoona seperti ditelan bumi. Libur semester sudah tiba. Tapi Minho sudah bertekad tidak akan mengahbiskan liburannya dengan bertamasya atau sejenisnya, Minho memutuskan liburan ini akan dilaluinya dengan mencari Yoona. Minho selalu berdoa di tiap pagi, berharap hari itu adalah hari dimana ia akan bertemu dengan Yoona lagi.

Sepertinya doa Minho terkabulkan.  Pagi itu Minho mendapat telepo dengan nama Yoona tertera di screen ponselnya. Minho mengucek matanya, berharap ia tidak bermimpi. Setelah memastikan telepon di pagi hari itu bukan mimipi, Minho mengangkatnya dengan penuh debaran.

“Annyeong,” sapa Minho duluan.

“Annyeong,” balas suara diseberang. Hampir saja Minho menangis. suara itu… suara yang sangat dirindukan Minho. Suara Yoona.

“Yoona… kau… baik?” tanya Minho dengan suara bergetatr. Ia bahagia sekali mendengar suara Yoona. Semua perasaan jengkelnya mengapa Yoona tidak menghubunginya selama itu terkalahkan dengan rasa rindu yang begitu besar.

“Baik, oppa,” jawab yoona. “Kau sendiri?”

“Baik,” jawab minho.

“Bisakah kita bertemu?” tanya Yoona lagi membuat Minho tidak membutuhkan waktu banyak menjawabnya. “Tentu saja.”

“Sekarang. Di bukit samping sekolah,” kata Yoon lalu memutuskan sambungan.

Minho lengsung melompat dari tempat tidur. Cepat-cepat mandi dan berpakaian terbaik. Tak lupa membawa surat dari SM, Minho memacu motornya menuju bukit itu.

***

Minho sudah hampir menangis saat melihat Yoona duduk diatas kursi roda, tampak sedang menunggunya. Minho meneliti gadisnya. Rambutnya yang panjang bergelombang, tubuh kurusnya yang tinggi dan wajahnya yang polos… tidak ada yang berubah. Mungkin wajah Yoona tampak lebih pucat.

“Minho,” panggil yoona membuat Minho berlari ke arah Yoona. Minho berlutut menghadap Yoona ynag duduk diatas kursi roda lalu merengkuh tubuh Yoona lembut. Minho sudah terlalu rindu.

“Maafkan aku,” kata Yoona mmebuat Minho mengeratkan pelukannya. Tidak mau gadis itu pergi lagi.

“Kau kemana saja?? Kucari kemana-kemana kau tidak ada! Sejak hari kita tidak pulang bersama, aku terus mencarimu!” kata Minho sambil terus memeluk Yoona. “Aku merindukanmu Yoona. Aku rindu suaramu. Sentuhanmu. Wajahmu. Aku kesepian saat aku harus pulang sekolah sendiri. Aku kesepian saat ke kelasmu dan bangkumu kosong. Aku merindukanmu Yoona. Merindukanmu.”

Yoona bisa merasakan air matanya mengalir . Ia tahu, ia yang salah. Tidak memberi kabar. Yoona tidak tahu Minho ternyata merindukannya seperti ini. Yoona tersentuh, ia tahu, cinta Minho kepadanya tidak main-main.

Minho melepaskan pelukannya lalu menatap Yoona. “Kau kenapa diatas kursi roda?? Kau sakit??”

Yoona hanya tersenyum lalu beridiri dari kursi rodanya. “Peluk aku.”

***

Minho tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Yoona. gadis itu memintanya memeluknya. Maksudnya? Tapi tetap saja Minho memeluk gadis itu. Mungkin saja Yoona juga merindukannya, sama seperti yang ia rasakan.

Minho memeluk yoona dengan penuh rasa sayang. lalu memberi tahu hal yang ingin diberitahukannya sejak dua minggu yang lalu. “Yoona, aku punya kabar baik.”

“Ya?”

“Aku akan segera debut,” kata Minho dengan riang diatas bahu Yoona. “Aku akan segera debut dengan sebuah grup penyanyi. aku akan seperti DBSK, kau tahu, grup favoritku itu.”

“Selamat Chagi…” kata Yoona.

Minho merasakan wajahnya mengahangat dipanggil Chagi oleh Yoona. Sejak awal hubugan mereka, baru kali ini Yoona menyebutnya dengan panggilan sayang.

“Januari tahun depan aku akan memulai rekamanku. Hei! akan kukenalkan kau dengan teman satu grupku. Mereka semua orang-orang yang berbakat. Ada juga yang mirip denganmu. Namanya Taemin,” lanjut Minho.

“Minho…” panggil Yoona.

“Ne…”

“Saranghae…” Kata Yoona.

“Na do saranghae, Yoona,” balas Minho.

Entah ini perasaan Minho atau bukan, perlahan pelukan Yoona mengendur. Perlahan tangan Yoona meluncur dari bahu Minho. Minho merasakan sesuau yang aneh lagi. Rasanya bahu Minho seperti basah. Perlahan Minho melepaskan pelukannya.

“YOONA!” pekik Minho begitu melihat hidung Yoona yang berdarah. Minho melirik bahunya. Ada banyak darah disana. Minho melihat Yoona yang sudah menutupkan mata. Wajah Yoona yang putih tampak lebih putih. Wajah Yoona terlalu pucat sementara hidungnya terus mengalirkan darah. Dengan pikiran yang setengah tidak percaya, Minho menyentuh leher Yoona, mencari denyut nadi agdis itu.

Minho merasakan airmatanya turun dengan deras saat menyentuh leher Yoona. Seketika Minho memeluk tubuh yoona erat. Yoona tidak membalas pelukan Minho. kedua tangan gadis itu tergantung kaku di samping Minho.

“Yoona…. Saranghae… saranghae…”

***

Pernahkah kau merasa mencintai dengan nyaman? Tanpa ada yang menghalangi. Tanpa ada yang menghadang. Yang kau tahu hanya memberikan rasa cintamu sebanyak-banyaknya kepadanya. Mengerti? Maksudku disini adalah… Pernahkah kau merasakan cinta tanpa sakit? Kalau pernah, Rasanya bagaimana?

Aku sangat mencintai Minho. Tapi setiap aku mendengar kalimat cintanya, rasa sakitku bertambah. Aku sungguh tidak berniat menyakitinya dengan menyembunyikan penyakitku. Egoiskah aku tetap memilikinya sampai aku mati sedangkan dia harus melihatku mati suatu saat nanti?

Minho membaca diary Yoona sambil menahan tangis. Yoona mengidap leukimia. Itulah alasan utama mengapa Yoona seperti ditelan bumi sebab ia masuk rumah sakit. Minho juga baru tahu bahwa Hyerin, sahabatnya yang telah melakukan kekerasan yang berakibat parah terhadap penyakit Yoona sore itu. Sore saat pertama kali Yoona tidak pulang bersamanya.

Ibu Yoona yang matanya sudah bengkak menghampiri Minho. Ibu yang baru seja kehilangan anak gadis sat-satunya itu memegang erat bahu Minho yang naik turun, berusaha menenangkan pemuda itu. Padahal Ibu itu lebih sakit daripada Minho.

Yoona meminta Minho memutuskannya bukan karena Yoona tidak mencintai Minho. Yoona sangat mencintainya, sampai rasanya tidak mau menyakitinya.

***

29 Desember 2010

“Hyung, bisa berbelok sebentar?” tanya Minho saat ia, Jonghyun, Key, Taemin, dan Onew pulang dari bandara. Mereka barus aja selesai mengadakan konser di Jepang.

Manager mereka yang saat itu sedang menyetir menurut lalu berbelok.

“Kau mau kemana? aku sudah lapar,” kata Jonghyun.

Pertanyaan Jonghyun terjawab saat Minho menuruh mobil berhenti didepan sebuah pemakaman.

“Kalian mau ikut juga tidak apa-apa,” kata Minho saat turun mobil. Key, Jonghyun, taemin dan Onew memutuskan mengikuti Minho.

“Kau mau ziarah dengan makam siapa sih?” tanya Key yang masih bingung.

Minho berhenti tepat didpean sebuah makam yang terawat. Banyak bunga yang terletak disana. Mungkin banyak yang sudah berziarah lebih dulu.

Tertulis: Rest in Peace, Oh Yoon A, 29 Desember 2007.

Key, Jonghyun, taemin dan Onew bertambah bingung saat Minho berlutut kemudian berdoa. Minho lalu membuka mulut. “Annyeong Yoona. Maaf baru menjengukmu. Hari ini peringatan kematianmu yang ke-tiga. Aku baru saja dari Jepang, kami baru menyelesaikan konser pertama kami disana. Semua ini berkat doa dan dukunganmu saat aku trainee. Meskipun yang diberitakan aku belum punya pacar, Tapi aku tidak pernah mengakuinya. selamanya aku akan selalu mengakui dirimu sebagai cinta pertamaku.”

Saat Minho mengatakan hal itu maka Key, Jonghyun, Taemin dan onew mengerti. Inilah makam Yoona, orang terkasih Minho tiga tahun yang lalu. Minho pernah bercerita tapi mereka belum pernah melihat makam Yoona.

“Na do saranghae…” kata Minho dengan suara bergetar.

Pernahkah kau merasa mencintai dengan nyaman? Tanpa ada yang menghalangi. Tanpa ada yang menghadang. Yang kau tahu hanya memberikan rasa cintamu sebanyak-banyaknya kepadanya. Mengerti? Maksudku disini adalah… Pernahkah kau merasakan cinta tanpa sakit? Kalau pernah, Rasanya bagaimana?

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

60 thoughts on “December Story”

    1. makasih^^ makasih^^
      jempol kaki juga dooong? uwaaa hahaha
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  1. Huaaaaa
    Sedih banget
    Yoona kenapa ga bilang
    Aduh nyesek banget jadi minho
    Abis meluk yoonanya meninggal
    Ish hyerin nyebelin banget
    Jahat banget udah tau minho gasuka malah maksa
    Dia pikir kalo yoona putus minho mau apa sama dia
    Sampe minho nyariin terus gitu
    Setia banget si

    1. iya nyesek banget.
      tapi gitu deh kalo kita udah kelewat cinta sama orang. takut bgt pasti kalo dia terluka. (aku ngomong apa sih -,-)
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  2. Daebakkkkkkk!
    Sedih banget2an aaaaaaa
    Pas minho blg “nado saranghae” di makam
    Seolah2 yoona blg “saranghae” kannnn
    Minho nya sweet bgttttt
    Dia sayang sm yoonanya aissss
    Hyerin apa2an sih
    Tapi ini sedihhh, baguuus

    1. UWAA pesannya kesampaian ya??
      iya itu memang seolah-olah yoona-nya bilang saranghae. trus si minho ngebales 😀
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  3. HELLO! INI RIA! Aku author ROMANTIC ANNOYING!

    PUBLISHED! FF ONESHOT PERTAMA AKU ! Huwaaaahhh
    Minta tolong promosi in ke teman2 yaaa! Gomapta!

    1. hahaha. ini hyerin aku ambil dari ff sequel aku~~~ hoho
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

    1. ah sama! selama ngerjain ini, aku juga ngimpi punya cowok kayak gini wahahahaaha
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  4. thor tanggung jawab aku nangis !!!!
    kata2nya gx tau knapa langsung masuk ke hati, seperti bisa ngerasain sakit yang di rasa oleh yonna
    apa lagi di bagian “Pernahkah kau merasa mencintai dengan nyaman? Tanpa ada yang menghalangi. Tanpa ada yang menghadang. Yang kau tahu hanya memberikan rasa cintamu sebanyak-banyaknya kepadanya. Mengerti? Maksudku disini adalah… Pernahkah kau merasakan cinta tanpa sakit? Kalau pernah, Rasanya bagaimana?”
    itu bagian pas pertama baca , aku gx ngerti, pas tau critanya ampe nangis .. parah nih !! ayo tanggung jawab !!!!
    nice ff thor, belom pernah sampe senangis ini baca ff … prokk..prok..prok… daebakk !!!

    1. HUAHAHAHAHAHAHA
      YES! Ada yang nangis! #pletak
      uwaa makasih ya ella~~ aku tau kamu pembaca setia ff aku hehe.
      tanggung jawab apa nih? permen kopiko satu aja ya?
      hehehe
      gomaptaaa

      1. ne cheonmaneyo …
        heheh tau juga ya … ahahahaha
        yahh permen satu mah sekarang 150 perak … ckckckck balon kek !!??? *bletak!!*
        ne….. yg roomantic annoying juga gx kalah keren … wahh .. itu sangat di tunggu akhirnya bagaimana … abis penasaran am cinta segitiganya minho,jjong ma hyerin .. *benerkan??*

    1. sedih? uwaaa iya. aku aja abis baca langsung mikir kok “ff siapa nih????” haha padahal punya sendiri -.-
      iyaa makasih ya^^
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  5. Waaa ceritanya sedih bgt tor…
    Kasian Minhonya dtinggal mati ma yeojachingunya…. Minho sini sayang ama aku ajag… Hehehehe……
    Ceritanya bgus chingu, menyentuh hati dan jiwaq… Ga nyangka kisah cintanya brakhir kayak gitu… Apa lagi kata yg tertulis di diary Yoona tu aisshh… Sedih nya.. Yg jas daebak buat author… Ditunggu ff selanjutnya… Terutama yg Romantic Annoying g sbr buat next partnya… hehehehe… Gomawo chingu… 🙂

  6. Hiiks ff sedih bgt ;-(

    Sk bgt ma kt2 pembuka na kt2na bnr2 menusuk jiwa n raga.

    Hyerin na jaat sekali. Iiss Klo org gk sk y jg dipaksa np. Nyebelin bgt de.

    Daebak ^^v
    ditunggu lanjutan ff romantic annoying na.

  7. omona~
    smpe nngis bcax . Huwaa~ *nngis diplukan Key* *dibkar lockets hdup2*
    gila ! Kta2x yg pmbuka itu sukses msuk ke dlm hati yg pling dlm, smpe akar2x *emang hai ada akarx ?*
    pkokx good job bget buat author !

  8. sedih 😦
    hyaaa hyerin jahat ih jadi pengen nabok ><
    cintanya minho tulus banget ^^
    nyentuh banget kata-katanya
    perasaan aku jadi campur aduk baca ff ini kk~
    nice ff ^^

  9. perasaannya minho dalem bgt yaa. 😥

    aku suka kata2nya yg di diary yoona.
    konflik yg ada di cerita ini tu bisa dibilang biasa, angst yg lumayan sering ada di cerita2 lain.
    tapi kok aku bengong ya abis bc ini… entah knapa. dapet ama feel nya…

    1. ah ne^^ rasa-rasanya memang tokoh utama mati karena penyakit apalagi leukimia itu asli pasaran banget ya hahaha. uwaaa~ gomapta!
      baca romantic annoying juga ya^^ (itu ff sequel saya^^)

  10. Omo.
    Nangis aq bcany chingu.
    Critany g brlbhan, ringan tp menyentuh.
    Aq ska ska.
    Daebakkkk dh.
    Menyentuh bget kt2ny.
    Tp byk typo chingu.
    Hehe
    oh, trnyata romantic annoying epep chingu jg.
    It jg seru^^

    1. banyak yg typo yaa? hahaha. aku tau itu cuman males banget ngedit hauheuhau.
      ne chingu^^ romantic annoying juga ff aku^^
      ikutan terus ya^^ gomaptaa^^

  11. huuaaaa ~ aku udah nangis baca ini!!! beneran!!! Keren banget nih ff, author..! bener2 romantis dan menyedihkan sekali .. beruntung skali minho mempunyai pacar yg sebaik yoona! aku ga nyangka dia punya penyakit leukimia. 😦

  12. HIKSSS… SAD!!!
    author kenapa baru dikasih tau di belakang kalo Yoona-nya tuh sakit leukemia. ternyata sad ending. sedih deh,,

    hwaiting ah..

  13. Wohoo sad end,, nyesek bacanya,, hyerin shabat yoona?? Tp bsa stega i2 Ўa̲̅a̲̅a̲̅º°º!! Tdinya mikir yoona menjauh krna ancaman g tahunya tnyata yoona skit leukimia, well done author

  14. OMO! OMO! Aku nangis 😥
    aigoo.. Eon.. Sumpah ff eon bener” bikin aku nangis, cerita.a daebak bgt..
    Aku kira pas si yoona minta putus tuh karna ancaman Hyerin en the geng tpi ternyata karna penyakitnya leukimia.a itu..
    Aku paling sedih pas minho blg ”nado saranghae” d’makam.a yoona en pas yoona meluk minho d’bukit itu..
    Aigoo.. Aku nangis lagi deehh eon.. T^T
    oh.. Iyaaa.. Kenalin.. Naega icha imnida, reader sejati d’blog ini..
    Salam kenal yaa.. Eon.. *bows
    Eon kelas tiga smp yaa? klu iyaa.. Fighting yaa eon! Semoga eon bisa ngejawab soal” ulangan.a en bisa lulus dgn nilai yg memuaskan 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s