Just a Sixteen-year-old Girl!

Author                         : Storm

Main Casts                  : Dawn, Shinee

Supporting Casts         : Sky, Jae

Genre                          : Family

Length                         : One-Shot

Rating                         : PG 13-NC 17

Holla..Dawn is back. Bagi yang belum tau siapa itu Dawn, please read Our Rebellious Girl. Klik Library, Sequel, Our Rebellious Girl (ORG). Happy reading ^^

Just a sixteen-year-old girl!

Dawn POV

*KRINGGGGGGGG

So..are you coming with us this weekend?” Tanya Jae, salah satu teman di kelasku, langsung setelah bel pelajaran terakhir berbunyi.

I’d love to Jae. But I can’t.” jawabku tanpa basa-basi sambil memasukkan  buku dan alat-alat tulis yang berantakan di atas mejaku. Harus tanpa basa-basi karena Jae akan terus memaksamu untuk berkata, ‘sure, why not?’

Oh..Com’on.. You told me you-”

Dawn will be with me this weekend in English course Jae” Kepala Jae langsung mendongak ke atas melihat namja yang baru saja berbicara sambil mengerutkan keningnya. Jika kening Jae agak mengkerut melihat namja tersebut, aku tersenyum geli mendengarnya.

What? English Course? Com’on guys. Your English is perfect. Just skip the course.” Jae tampak masih memaksa kami.

Oh yeah skip the course and my oppas will kick me right in my ass.” Jae langsung tergelak mendengar jawabanku. “Hahaha.. Arasso..Arasso. Have fun then ^^”

You have fun Jae ^^” Jawabku sambil menutup zipper tas punggungku. Kulihat ia kini berjalan keluar kelas kami dengan topi bertuliskan SAX dan jaket yang selalu ia pakai. Membuatnya terlihat seperti seorang rapper.

Thanks Sky ^^” ujarku pada namja yang tadi telah membantuku menolak ajakan Jae secara tidak langsung.

Thanks for?” tanyanya sambil duduk di mejaku.

Thanks for lying hahaha.. That was brilliant.” Bagaimana tidak brilliant? Menggunakan alasan les untuk menolak ajakan seseorang? Ayolah anak SMA mana yang mau les bahasa Inggris di hari sabtu? Hey when weekend is coming, say goodbye to the school things.

Never mind” jawabnya sambil mengacak pelan rambutku. Sky adalah sahabat baikku. Tidak ada yang mengerti ku sebaik dirinya.

So, are you spending your weekends with your oppas?” See? Told ya, he knows me so well. Ia bahkan tau alasanku menolak ajakan Jae untuk menghabiskan minggu ini di pantai bersama teman-teman. Yup. Yup. I’m going to spend my weekends at home with my adorable oppas. Well, that’s what their fans said. Adorable young men. ^^

“Ya..kau tau kan Sky, weekends adalah satu-satunya hari dimana aku bisa bertemu dengan para oppa- ku itu. Kau tidak tau sibuknya mereka. Aku sampai tidak bisa bertemu dengan mereka di rumah kami sendiri.” Ceritaku padanya.

“Ya aku tau.. Super sibuk sampai hampir melupakan adik perempuannya. Dan meninggalkannya seorang diri di rumah sampai larut malam.” Sky tampak kesal saat mengatakannya. Ia memang paling tidak suka melihatku diacuhkan.

“He..makanya aku mau menghabiskan weekends ini bersama mereka ^^”

***

*KRINGGGG

“Enghhh..” Kurenggangkan kedua tanganku ke atas. Menggeliat sebentar di atas tempat tidurku. Sebelum akhirnya  menutup kembali mataku. 5 menit. Aku akan menutup mataku 5 menit lagi. Setelah itu akan bangun dari tempat tidurku dan membangunkan kelima oppa-ku.

*KRINGGGG

Tapi baru beberapa detik aku menutup mataku. Jam weker ku sudah memintaku untuk membuka mata lagi. “Ish!!” Segera kutarik selimutku dan menapakkan kakiku di lantai kamar ini. Kulihat jam dindingku.

“Aish..Masih jam 6 pagi.” Gerutuku. Seharusnya aku menyetel weker jam 6.30. Toh oppa-oppa-ku itu kujamin masih tidur lelap di balik selimutnya. Tapi..ya sudahlah..

Akhirnya kulangkahkan kakiku menuju dapur. Menyiapkan sarapan untuk oppa-ku. Sarapan pagi ini akan menjadi salah satu sarapan paling menyenangkan bagiku. Membayangkan kami akan berbincang saja sudah membuatku bersemangat. Apalagi membayangkan bahwa hari ini akan kuhabiskan bersama mereka. \^o^/

“Hua..Dawn..tumben sudah bangun? ^^”

“Key oppa!” seruku senang. “Oppa yang tumben sudah bangun jam segini. Jam 6.45 tumben sekali. Biasanya kan kau bangun jam 7.30”

“Hahaha..iya..kan kami ada show di salah satu studio TV nanti jam 8.”

“Oh..ada show..WHATT?? SHOW??” Aku terkejut mendengarnya. “Iya” jawab Key oppa sambil meminum susu yang sudah kukeluarkan dari kulkas.

“Ta..tapi..ini kan sabtu oppa” Aku masih berharap oppa-ku ini salah hari. Berharap bahwa ia lupa bahwa hari ini hari sabtu. Hari dimana tidak ada satu kantorpun yang buka.

“Pagi Dawnnn..” Tapi kurasa ia tidak salah hari. Karena keempat oppa-ku yang lain sudah keluar dari kamarnya dalam keadaan wangi. Bersih. Rapih. Atau apalah itu sebutannya.

“Pagi oppaa..” Jawabku lemah. “Kami pergi dulu ya sayang.” Ujar Jonghyun oppa padaku sambil menepuk ringan kepalaku. Tapi kau tau tepukan tangannya di kepalaku tidak membuat hati ini berhenti menangis.

“Sarapan dulu oppa..” pintaku. Well, setidaknya mereka harus sarapan dulu.

“Ah..tidak usah. Nanti saja di station TV.” Dan aku hanya bisa mengerjabkan mataku mendengar jawaban dari Minho oppa. Very good. Tau seperti ini aku tidak usah bangun pagi-pagi. Damn!!

***

So.. They leave you, huh?”

“Aku bahkan sudah bangun jam 6 pagi. Memaksakan kedua mataku untuk terbuka. Membuatkan mereka sarapan. Tapi mereka? Dengan tenangnya melangkahkan kakinya pergi. Tanpa menyentuh sarapan yang sudah kusiapkan. Aku mungkin tidak terlalu kecewa jika mereka sarapan dulu. Walau sesuap. It’s okay. Tapi nyata-nya??” respondsku pada pertanyaan Sky barusan.

Merde!!”

Merde!!” Ulangku padanya sambil tertawa kecil. Merde adalah kata umpatan dalam bahasa perancis. Kami sering memakainya untuk menunjukkan kekesalan kami. Ah..Tuhan..untung aku masih punya Sky. Jika tidak, dapat kupastikan, I’m a desperate girl!! Asal kau tau, aku langsung menelfon Sky sesaat setelah oppa menutup pintu dorm kami. Dan di sinilah aku sekarang, di balkon rumah Sky.

Dawn, wanna have fun with me?” Tanya Sky padaku. Kedua ujung bibirnya tertarik ke atas. Matanya berbinar. Dan apa yang akan kau katakan jika melihat sahabatmu dengan ekspressi seperti itu?

Absolutely!!”

Kajja! I’ll show you another side of my world.”

***

“Dawn, kenalkan, mereka teman-temanku. Ini G, Leo, dan Halfmoon.” Sky mengenalkan tiga orang temannya yang menggunakan nama samaran, kurasa. Ayolah siapa yang mempunyai nama seperti itu di Korea ini. Nama umum itu ya seperti oppa ku itu, Lee Jinki, Lee Taemin, Choi Minho, dan lain-lain.

“Dawn imnida” Jawabku sambil membungkukkan sedikit badanku.

“Selamat datang di Klan kami, Dawn.” ujar seseorang yang kurasa bernama Halfmoon. Seorang gadis berambut pendek dengan tindikan di ujung bibirnya dan tattoo di pundak sebelah kirinya. Aku hanya tersenyum mendengar sambutannya. Kutarik lengan Sky.

“Klan? A..Apa maksudnya Sky?” Kutanya Sky maksud semua ini dengan setengah berbisik. “Dan apa maksudmu mengenalkanku dengan mereka. Lihat penampilan mereka. Penuh dengan tindikan. Key oppa akan segera membunuhku jika ia tau aku berteman dengan orang-orang seperti itu.”

“Oh..ayolah Dawn. Key oppa-mu itu bahkan tidak perduli padamu. Kenapa kau harus perduli dengannya?” Aku terdiam sejenak mendengar ucapan Sky. Ya. Benar. Mereka tidak perduli denganku. Untuk apa aku perduli dengan mereka?

“Kau benar. Mereka tidak perduli.”

***

G! Dimana? Sedang di Klan kah?” Tanyaku pada namja bernama G melalui ponselku. Sudah dua bulan aku berteman baik dengan ketiga teman Sky itu. Dan aku senang berteman dengan mereka. Mereka sangat memperhatikanku. Mereka sangat melindungiku.

Oh..Tidak..Aku dan Sky niat bolos dari les. Hehe..” Tidak. Kalian tidak salah dengar. Dua bulan aku mengenal mereka. Dua bulan juga aku sering bolos dari sekolah dan tempat les. Serius aku sudah tidak perduli dengan yang namanya belajar dan nilai. Persetan dengan semua itu. Untuk apa aku belajar mati-matian dan mendapat nilai sempurna jika tidak ada yang memuji ku? Aku bukan gadis yang gila pujian. Tapi aku butuh apresiasi dari keluarga ku.

Ahahaha..Baiklah..Tunggu kami di Klan ya..” Kuputuskan hubungan telfonku. Dan melirik Sky. “Ayo Sky jalan..” langsung ku tarik tangan Sky. Namja yang sudah menjadi sahabatku sejak aku masuk senior high ini hanya tersenyum melihatku begitu bersemangat. Aku lebih suka di Klan sekarang ini. Oh iya, jangan kau pikir kata Klan adalah nama keluarga seperti di Jepang ya. Seperti Klan Oda atau sejenisnya. Klan di sini adalah tempat pembuatan tattoo. Seperti nama café saja.

“Oh iya Dawn, berapa nilai matematika mu?” Tanya Sky padaku pada saat kami berjalan menyusuri koridor tempat les kami.

“50 hehehe” jawabku sambil menunjukkan kelima jariku.

“Weww..turun pesat ya..dari 90 menjadi 50. Aku dong 52” Aku tertawa mendengar nilai Sky. hanya beda 2 poin dariku.

“Tidak ada gunanya Sky. Aku dapat nilai 90 atau 100. Keluargaku bahkan tidak tau hahaha.”

***

“Keluarga-ku bahkan tidak tau” Well, itu yang kupikirkan waktu itu. Memang tadinya kelima oppa-ku tidak tau aku sering bolos sekolah dan les dan juga nilai-nilai pelajaranku yang merosot tajam. Sampai akhirnya Jinki oppa mendapatkan surat panggilan orang tua dari sekolah. Dan itu membuatku duduk di sini. Di ruang keluarga dengan kelima oppa-ku yang hadir lengkap. Heran aku, adiknya bermasalah baru bisa ngumpul lengkap. Haruskah aku berbuat masalah dulu? Ckckck.

“Dawn bisa kau jelaskan ini?” Tanya Jinki oppa padaku. Sebuah surat dengan kop bertuliskan Seoul Senior High School berada ditangannya. Ya. Ya. Ya. Surat panggilan dari sekolah untuk orang tua ku. Matanya terlihat gusar mengetahui apa yang sudah kulakukan. Dan aku hanya bisa diam menunduk. Kurasa aku lebih suka melihat corak polos karpet ruang tengah ini daripada melihat wajah menyeramkan oppa ku itu.

“Dawn jawablah pertanyaan Jinki hyung.” Kali ini Jonghyun oppa yang mendesakku berbicara. Tapi aku masih menatap karpet di ruang tengah kami. Dengan kata lain, aku masih diam membisu.

“Hahh..baiklah..nilai ujian matematika, kimia, fisika, dan..bahasa Inggris?? Semua nilai mu di bawah lima puluh. Lima puluh Dawn. Lima puluh. Bagaimana mungkin kau mendapatkan nilai Bahasa Inggris empat puluh delapan? Hah? Aku masih bisa terima jika itu pelajaran eksakta. Tapi bahasa inggris? Bukankah selama ini kau sudah les? Semester-semester lalu juga bahasa inggrismu itu delapan puluh delapan. Bahkan di semester lalu nilai bahasa inggrismu itu kan sembilan puluh. Sekarang kenapa bisa dapat empat puluh delapan? Hah? Kenapa?” Minho oppa mulai menorehkan suara di persidangan kakak dan adik ini dengan intonasi agak tinggi.

“Bukan itu saja kami juga mendapat laporan bahwa kau sering bolos sekolah. Kemana kau?” Tanya Taemin oppa dengan tangan terlipat didadanya. Matanya terlihat benar-benar gusar. Kukatakan sekali lagi. Ia benar-benar gusar segusar-gusarnya. Belum pernah aku lihat Taemin oppa seperti itu.

“Dan..yang lebih tidak masuk akal adalah kau bekerja di sebuah tempat pembuatan tattoo? Apakah uang jajan yang kami berikan kurang? Sampai kau bekerja seperti itu? Hah? Jawab Dawn JAWAB!” Jonghyun oppa kembali bersuara dengan intonasi yang sama seperti Minho oppa dan ekspressi mata seperti Taemin oppa. Oh Goddd!! Tidak kah mereka mau mengambil nafas dulu?

“Masih ada lagi. Kau bolos dari tempat les bahasa Inggris dan bahasa Perancis mu. Jika kau bolos, kenapa kau selalu pulang malam? Hah? Apa lagi yang kami tidak tau dari mu? Jangan bilang kau pergi dengan teman-teman berandalanmu?”

“MWO??” itu reaksi dari Key oppa setelah mendengar kata berandalan dari Jinki oppa. Aku sudah tau ia akan beraksi seperti ini. Ia tidak suka aku bergaul dengan mereka.

***

Key POV

“Tunggu. Teman-teman berandalanmu? Bukankah sudah kukatakan untuk tidak berteman dengan mereka? Apa itu tindikan di hidung, telinga, bibir? Memangnya kau tidak punya teman lain selain mereka? Tidak punya?” Aku masih bisa mentolerir segala jenis kenakalannya. Aku bisa mentolerir jika ia bolos sekolah, skip beberapa kelas, nilai yang di bawah rata-rata. Tapi berteman dengan temannya yang penuh tindikan itu?? Aku benar-benar tidak terima.

“Bilang jika kau sudah tidak mau sekolah lagi. Jadi kami tidak perlu buang-buang uang untuk sekolahmu itu!” Dawn yang tadinya menunduk kini mengangkat kepalanya setelah mendengar perkataan Jinki hyung.

“Buang-buang uang untuk sekolah ku? Aku kan sudah bolos sekolah. Aku sudah jarang sekolah. Minta saja uangmu kembali pada sekolah. biar tidak merasa RUGI!” Jawab Dawn dengan menatap langsung mata oppa-nya. Tubuh yang tadinya berada di sofa kini mulai beranjak pergi. Kutahan langkahnya.

“Duduk!” Perintahku. “Kau tau kan kau sedang disidang?” Tanyaku dengan mata agak melotot.

“Ck! Apa lagi sih? Aku mengantuk. Besok aku harus bangun pagi.” Jawabnya sambil menatap mataku langsung.

“KAU! Tidak sopan! Jangan pernah menatap mataku langsung dengan nada bicara seperti itu?! Bagaimanapun juga aku ini oppa mu. Jadi jangan pernah kurang ajar padaku. Mengerti??” Gadis ini masih masih menatapku langsung. Benar-benar tidak tau sopan santun! Matanya menatapku tidak percaya. Kemudian terdengar juga nada mengejek darinya, “Oppa katamu? Yang benar saja!”

“DAWN! JAGA UCAPANMU!” ujar Jonghyun hyung kembali dengan nada tinggi. Kini pandangan Dawn beralih padanya.

“Kenapa kau berteriak seperti itu? Hah? Kenapa? Aku benar. Apa dengan selalu memberiku uang jajan. Membayar uang semesteran. Membelikanku baju-baju dan sepatu bermerek membuat kalian menjadi oppa-ku? Hah?” ujar gadis 16 tahun ini dengan nada yang tidak kalah tingginya dari Jonghyun hyung.

“Turunkan nada bicaramu Dawn! Tidak pantas kau berkata seperti itu. Tidak pantas.” Ujar Minho sambil berdiri dan menatap langsung matanya. “Ada apa denganmu? Hah? Ada apa??” tanya Minho lagi. Pandangannya benar-benar mengunci mata Dawn. Membuatnya tidak berkutik.

“Ada apa? Kau tanya padaku ada apa?? Bahkan kalian tidak mengerti sama sekali perasaanku! Tidak sedikitpun!”

“Bagaimana bisa kami tau perasaanmu jika kau tidak pernah menceritakannya pada kami?” Balas Minho.

“Bagaimana aku bisa cerita jika kalian tidak pernah ada di rumah? Hah? Kupikir aku bisa menemukan kalian di setiap hari sabtu ataupun minggu. Tapi kenyataannya? Tidak ada. Kalian sibuk dengan show kalian. Kupikir aku bisa menemukan kalian setidaknya di pagi hari untuk sarapan bersama. Tapi kenyataannya kalian masih tertidur pulas. Sekarang katakan padaku bagaimana bisa aku cerita pada kalian tentang sekolahku. Tentang nilai-nilai ku. Tentang masalah yang mungkin terjadi padaku. Tentang perasaanku pada seorang murid baru dikelasku. Hah! Aku bahkan tidak bisa tergila-gila padanya lagi. Hanya karena memikirkan kalian! Jadi jangan coba-coba untuk berkata bahwa kalian adalah oppa-ku! JANGAN PERNAH!!”

Aku tersentak dengan apa yang ia katakan. Kuyakin bukan hanya aku yang tersentak dengan perkataan penuh emosinya itu. Tapi juga hyung dan dongsaengku. Karena inikah ia berulah? Karena hal inikah ia menjadi seorang pemberontak di rumahnya sendiri? Karena tidak mendapatkan perhatian kami?

“Tapi Dawn kau tau kan kami melakukan semua ini untukmu. Kami bekerja pagi, siang, dan malam hanya untukmu. Kami ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kami tidak ingin kau kekurangan satu pun.” Ujar Taemin dengan lirihnya tapi masih cukup terdengar.

“Haaahhh..aku tidak percaya ini! Jangan pernah mengatasnamakan diriku untuk pekerjaan kalian! Jangan pernah!” Ujar Dawn sambil menatap mata Taemin.

“Kau tau oppa? Appa nya Cha Yeon bekerja di Inggris. Tapi ia tidak pernah melupakan Cha Yeon yang sekolah di Korea seorang diri. Omma-nya asal kau tau, ia sudah menikah lagi dengan laki-laki lain. Meninggalkan Cha Yeon seorang diri. Tapi kau harus dengar ini. Setiap bulan Cha Yeon mendapat kiriman paket dari appa-nya. Kau tau apa isi paketnya?” Taemin menggelengkan kepalanya.

“Bukan jaket kulit bermerk. Bukan sepatu dari Gucci. Bukan juga gelang ataupun kalung. BUKAN!!” Mata Dawn mulai berkaca-kaca.

“Tapi rekaman dari Phantom of the opera karya Leroux yang dimainkan di theater. Kenapa ia mengirimkan itu? Karena ia tau Cha Yeon sangat menyukai drama itu. Kau tau apa lagi? Coklat M&M. Dan kau tau apa yang ia terakhir kali ia kirimkan? Dua buah karcis pertunjukan musikal. PLUS foto mereka berdua. Bukan masalah seberapa mahal barang yang ia berikan padanya. Tapi PERHATIAN untuk anaknya. Kenapa ia tidak memberikan jaket kulit bermerk yang saat ini lagi trend? Karena ia tau Cha Yeon tidak suka. Ia ingat semua apa yang Cha Yeon suka ataupun tidak. Ia ingat itu semua. Kalian? Aku berani bertaruh kalian tidak ingat hari ulang tahun-ku.” Kami benar-benar terdiam mendengarnya.

“Dan kau tau apa yang paling menyesakkanku? Appa-nya yang TINGGAL DI INGGRIS, setiap malam ia mengirimkannya sebuah pesan.” Dawn benar-benar menekankan 3 kata itu. Tinggal di Inggris. Ya ia ingin menunjukkan bahwa ia tidak tinggal di Korea.

“Cha Yeon pernah menunjukkan padaku. Kalian tau apa isinya? ‘Anak appaaa..apa kabar? Bagaimana sekolahnya?’ atau pernah ia bertanya seperti ini, ‘YA! Park Cha Yeon! Bagaimana bisa kau belum mempunyai seorang namjachinggu? Hah?’ Pesan-pesan itu yang paling menyesakkan bagiku. Oppa-oppa-ku yang tinggal di Seoul saja tidak pernah mengirimiku pesan seperti itu. Mereka terlalu SIBUK!” Hatiku benar-benar menangis mendengarnya seperti ini.

“Dawn kami be-”

“Aku tidak pernah mengeluh kan tentang kesibukan oppa semua? Aku juga tidak pernah kan meminta kalian membelikanku barang-barang mewah? Barang-barang bermerk? Tidak kan? Tapi apa kalian ingat akan diriku? Kurasa tidak.” Air matanya jatuh seketika.

“Bahkan ketika kalian di rumah. Kalian hanya membicarakan pekerjaan kalian. Pemotretan. Fans. Kisah cinta kalian. Pernahkah kalian sekali pun bertanya tentang ku? Tidak kan? Kalian bahkan tidak bertanya kenapa aku berbuat ulah seperti ini. Yang bisa kalian lakukan adalah hanya marah-marah ketika tau aku berulah. Tanpa tau apa penyebabnya. Tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara sedikitpun. Menjelaskan semua. Tu es un crétin!!” Air mata masih mengalir deras dipipinya.

“Aku hanya gadis 16 tahun biasa yang sangat labil. Yang masih butuh perhatian dari oppa-nya.” Isaknya. Minho dan Jonghyun hyung tampak mendekatinya. Mencoba memeluk gadis 16 tahun ini.

“Jangan pernah memelukku! Aku tidak butuh pelukan dari seorang flaming charisma, dari seorang bling-bling, dari seorang magnae, dari seorang dubu, ataupun dari seorang almighty. Aku tidak butuh mereka. Yang aku butuhkan adalah oppa ku yang bernama Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, dan Lee Taemin. Aku butuh mereka! BUKAN KALIAN!!”

“Tapi Dawn, mereka semua itu kami.” Ujar Minho sambil merengkuhnya dalam pelukannya.

“Lepassssss!! Kau masih belum mengerti ya? Aku tidak butuh SHINEE. Aku butuh OPPA-KU!!” Kutarik Dawn dari pelukan Minho. Dan cepat kubenamkan wajahnya didadaku.

“Aku Kim Kibum. Aku oppa-mu. Maafkan oppa. Karena sudah melupakanmu. Maafkan oppa karena sudah tidak memperhatikanmu. Maaf.” Tangan yang tadinya berontak untuk menerima pelukanku. Kini mulai tenang. Walau ia tidak memelukku balik. Tapi setidaknya ia tidak menolakku.

“Aku Jinki. Aku juga oppa-mu. Bukankah kau sangat sayang pada oppa? Hmm?? Oppa juga minta maaf sayang. Oppa hanya memikirkan materi untukmu. Oppa tidak pernah memikirkan perasaanmu.” Jinki hyung ikut memeluknya dari samping. Tangannya kini mulai memeluk kami berdua.

“Haruskah aku berbuat seperti ini dulu untuk mendapatkan perhatian kalian? Aku hanya gadis biasa berumur 16 tahun oppa.” Jawabnya sambil tersedu di dalam pelukan kami.

“Tidak. Tidak. Kau tidak harus seperti itu. Kami yang salah. Kami terlalu memikirkan materi. Kami takut kau kekurangan. Tapi tanpa kami sadari, kami lah yang telah membuatmu kekurangan. Kekurangan kasih sayang kami. Kekurangan perhatian. Kami benar-benar minta maaf.” Kurasakan pelukan Jinki hyung menguat pada kami.

“Sebentar. Aku masih tidak mengerti. Bukankah sama saja? Flaming Charisma itu aku, Dubu itu Jinki hyung. Dan semua sebutan itu. Semua sama kan? Sama-sama kami?” Minho tampaknya masih tidak mengerti. Tapi tangannya sudah memeluk punggung Dawn.

“AHHH…LEPASSSS!! Jangan pernah memelukku jika kau belum mengerti! Kau pikir aku akan luluh hanya dengan memelukku dari belakang? Hah? Kau pikir aku seperti biased-biased mu di luar sana? Yang selalu memimpikan dapat menciummu, memelukmu, berhayal tentang dirimu? Cih! Maaf saja aku bukan mereka.” Dawn mulai berontak lagi. Membuat pelukan kami ikut terlepas darinya.

“Ya! Flaming Charisma! Lepaskan adikku!” Teriak Jinki hyung sambil ikut melepaskan tangan yang melingkar di pinggang Dawn. Sedangkan Dawn segera pergi meninggalkan kami sesaat setelah berhasil melepas tangan Minho dari pinggangnya.

“Tapi aku juga oppa-nya, hyung.” Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Minho. Kemana otaknya saat ini? Ckckck.

“Kau masih tidak mengerti Minho? Dawn tidak butuh statusmu yang sebagai artis. Ia butuh statusmu sebagai oppa-nya yang selalu berkata, ‘mau kuantar naik motorku, gadis cantik?’ atau ‘Siapa yang berani membuatmu seperti ini? hah?’  kau ingat kalimat-kalimat itu?” Minho terkejut mendengarnya. Walau kutujukan perkataanku itu untuk Minho, tapi kulihat juga mata Jonghyun hyung dan Taemin ikut membesar. Kurasa mereka juga sudah mengerti.

***

M: “Sendirian gadis cantik?”

D: “Siapa kau?”

M: “Minho. Choi Minho. Atau kau mau aku berubah jadi Lee Minho?”

JH: “Ini ice cream untukmu.”

D: “Memangnya siapa kau beraninya memberiku ice cream? Oppa ku saja sudah lama tidak memberiku ice cream”

JH: “Kau! Mau kucium? Hah? Bagaimana bisa kau lupakan oppa-mu yang paling tampan ini? Aku Kim Jonghyunnn..memangnya kau terkena amnesia?”

D: “Oh..Lalu siapa kau? Mengapa seperti penguntit?”

T: “CK! Aku Taemin, Dawn. Lee..Tae..Min.. Dipanggil Key hyung tuh. Katanya mau ikut belanja ga?”

D: “Belanja? Bukannya kalian ada show? Jam 9 kan?”

T: “Dibatalin show-nya ayo jalan.”

D: “Males!”

K:“DAWNNNNN!! CEPAT JALAN SEBELUM KUTARIK PAKSA!!”

JK: “Ya! Key! Jangan teriak pada adikku! Panggil baik-baik kan bisa? Ayo Dawn ikut denganku saja ^^”

K: “Ya! Jinki hyung!! Aish..dasar! Kakak Adik sama saja!!”

***

FIN

***

Storm POV

I would not say money is not important
But, there is something which is more important than money. Right?
And it is called:
L.O.V.E
A.F.F.E.C.T.I.O.N
A.T.T.E.N.T.I.O.N

Author’s note: Ehm..Cuma mau bilang, kata-kata kasarnya jangan diiukutin ya..terus sama tingkah laku yang kurang sopan juga jangan diikutin. OK?

Thank you for reading. And sorry for the rude words. *Bow for any reasons.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

68 thoughts on “Just a Sixteen-year-old Girl!”

  1. Pemberontak di dalam rumahnya sendiri. Wah.. Don’t know why, I love the sentence.

    Suka! Suka! Suka! Walau agak datar di awal,but this is nice! Tadinya rada2 bingung, yg mau diceritain apa.tapi..in d middle of the story, i just cant stop reading it. it’s great i guess. Knp? Karena thema keluarga nya ok bgt! Benar2 mewakili perasaan remaja. Suka! Nice! This is nice!

    Good job!! ^^b

    1. Wohooooooooo KANGEN!!!
      Iya..aku juga ngeh sih awalnya agak datar.

      eh eh ulsky makasih lohhh dah nganterin oleh-olehhh kekeke
      Enak coklatnyaaaaaaaaaaa ^^b

  2. wahh keren keren..aku bs ambil ksimpulan dsni intinya kita sbg remeja sangat membutuhkan perhatian dr keluarga kita.ya kan ?? dan 1 lg komunikasi itu sngat pnting biar ga ada slah paham. good job thor..!

  3. kereeeeeeeeennnnnnnnnnnnnn……….
    merasuk k jiwa nie ceritanya T_T
    materi emg pnting tp materi bukan sgalanya 🙂

    1. Ahhahahhaa,, suka ah bahasanya, merasuk jiwa..
      kekeke
      Makasih bobastry for reading and leaving commentttt ^^

  4. Wah bagus ceritanya, sediiiiiiiih (˘̩̩̩.˘̩ƪ) emang yg dibutuhin remaja itu bukan cuma materi tp jg perhatian. Minho gak peka nih jadi lelaki ckck

    1. Iya! Minho payah!! Errr..gitu aja ga ngertiii -_-!

      Thank you for reading and leaving comment ya Nuriiiii ^^

  5. Keren bgt thor ., beneran , aq ja nangis pas bca smua unek2 yg d keluarin dawn ., beneran ..
    Daebak thor ..

  6. WWAW .
    KAK STORM
    ff-nya baguus ..
    mmpunyai nilai moraL #ceilaa .

    aku sukak ff ini , sama kayak ORG .
    bagus bangett .
    terus aku setuju ama kata-kata yg terakhir itu .
    kereeen banget . 😀

    buat lagi ya kak STPRM .
    :))

    1. iya..ceritanya itu shinee oppa-nya dawn..
      thank you for reading and leaving comment ya Shin Seul Byeoul…^^

  7. Sumpahhh kerennnn
    Sedih terakhirny
    Pasti jadi shinee nyesek banget
    Lagi mereka cuek
    Mana minho ngertinya lama lagi
    Wkwkwkw

    1. Ahhh,,,Minho mah emang lemot dari duluu ^^v
      #plak! #tamparbolakbalik

      thnk you for reading and leaving comment niki..^^

  8. ya ampunn, andai aja gue jadi dawn, pasti lebih ngambek dan memberontak dari itu.
    hahhaha
    huahhh, pkonya keren banget, ^^

    1. Mwahahaha.. Good idea Meii..
      Ask them to read and they will understand by themselves hakakak

      thank you for reading Meii ^^

  9. DAEBAKK bwat author na critana teenage bgt, biarpun sering dianggap dah dewasa tp qta jg sering butuh perhatian!!!!
    Nie komen ptama q maaf bgt biarpun dah puluhan FF yg q baca di blog ini tp lewat hp jd gak bsa komen *kyana aq yg gaptek* SD TOBAT, mianheyo

    1. Whoahh beruntungnya aku mendapt komen pertama mu hakakak

      Thank you Kloverrrrrrrrrrrrrrrrr ^^
      kecup peluk dulu ahhhhh hahaha

      XOXO

  10. D A E B A K…
    Pesan moral.a dapet bgt…..
    Suka bgt deh sama ff yg tema.a kayak gini…
    D tunggu karya2 selanjut.a….:P

    1. Gejolak jiwa???? hahaha..
      Anak remaja? Aku? Iya. Kan April ini aku bari 18 tahun hehehe

      Thank you for reading and leaving comment ^^

  11. CERITANYA KERENNN~
    pas banget ma suasana hati saya sekarang ..
    semoga oppa, appa, ummaku bisa ngertiin kaya minho,key,onew,jonghyun,taemin disinii u,u

    good job author ! ^^

    1. Semogaaaaa.. Aminnnnn *nengadagin tangan ke langit
      semoga mereka pada akhirnya bisa mengertii ^^

      Thank you for reading and leaving comment ghiiitaaaaaaa ^^

    1. Ahhh.. seperti keluarga beneran ya??
      Ehheehee.. emang niatnya dibikin family banget sih..

      Thank you Lee Taemisa…^^

  12. ah sumpah deh kata2nya dawn ngena banget, jadi pengen ikutan nangis 😦 apalagi sama2 16 kan, rasanya kerasa aja gitu 😦
    pemberontakan, siapa sih remaja yang gak berontak digituin, waah daebak author, nice ff :’)

    1. iya bener. pasti semua remaja akan bertindak sama ya.. *ngangguk-ngangguk

      Thank you for reading and leaving comment ya kangeuncajinnnnnn ^^

    1. Chotaaaaaaaaaaaaaaaaa
      Aheyyyyyy… Kangen ah sama Chotaaa..

      JEONGMAL THANK YOU FOR READING AND LEAVING ANY COMMENTS IN MY FF CHOTAAAAAAA
      *pelukcium
      *pelukcium
      *pelukcium
      *pelukciummmmmmmmmmm

      XOOXOXOXOXOXO

  13. aiigooooo..
    Berkaca-kaca pas bca luapan amarah Dawn ;_;
    Seriiiuuus ! Keren ! Mngharukan!
    Jd ikut trbawa suasana ToT)o
    Krn aku kurang lbh hmpir sm kya Dawn ._.
    Kurang lbh. Ga sma bgt sih =o=)/

    Ngakak pas dialog ending ny Dawn sm yg laen.
    Wkwkkaaa.
    Daeeebak

    1. Eheheeeeee.. mewakili perasaan ya? kekeke..

      Ngakak? Ahaha.. sebenarnya dialog terakhir itu aku bikin karena malas bikin akhirnya #plak!
      Alhasil begitu lah jadinya hehehe *garukkepalamalu-malu hahaha

      Makasih udah baca dan meninggalkan jejakmu Astridddddd ^^

  14. subhanallah, ini FF emosinya kena banget! 凸(˚ε°)凸 daebaaakk!!
    cinta saya, cinta! kata-katanya itu masyaAllah.. SUKAAAAAA!! \(´▽`)/
    ditunggu, ff selanjutnya yaa ;D

  15. Oh ya kelupaan,,mau nanya nih… Itu si “sky” itu bukannya yang dulu nolongin dawn wktu kena pnykit itu ya??
    Kok di sini tb2 dia jd agak berandal gt?? Kan di “rebellious girl” dia baik…hmmm

  16. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa~
    ff ni kaya lagi ceritain aku…
    bedanya.. kakak” aku bkan shinee…
    aku nangis baca.y,,, 😥
    cool ff…. ^^

  17. Ya amun… Aku malah nangis dan sesek banget baca ini.
    Semua perkataan Dawn bener2 menohok…
    Narasinya pinter banget, Storm… Salut coklut…deh

    Aku suka….. kerrennn…
    tetep berkarya, ya…
    semoga trauma mu dengan plagiator sudah reda
    Sangat sayang kalau bakatmu gak diterusin…
    kami mendukungmu…

    *peyuk Jinki oppa…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s