I’m Not Your Dongsaeng (again) !! – Part 2

Tittle               :           I’m Not Your Dongsaeng (again) !!

Author                        :           Hyo Ra TaeMVP a.k.a Ifa

Main cast        :           Lee Jinki, Lee Taemin, Sung Hyun Yoo

Support cast  :           Others SHINee’s member, Lee Sonsaengnim, Sung Ji Kyung (appa Hyun Yoo), Sung Rae Ki (umma Hyun Yoo), Kim Ji Soo

Length                        :           Sequel

Genre              :           Humor, Friendship, Family, Sad (maybe)

Rating             :           General

A.N                  :           Annyeong^^. Ini ff pertama aku. Jadi mian kalo ga sesuai selera. Mian juga kalo ada Korean language nya yg salah. Harap maklum, baru 2 bulan jadi shawol. Sekali lagi mian kl pada gasuka. Dimohon komennya. Aku butuh saran buat lanjutin ff ini. Oiya, ini semuanya cuman pemain khayalan aku, kecuali SHINee nya. Maap kl ceritanya geje.

Gamsahamnida ^^ Continue reading I’m Not Your Dongsaeng (again) !! – Part 2

It Was Tormented

Tittle : It was Tormented

Author : Ditia

Cast : Kim Sera,Kim ki bum,Lee jinki

Genre : sad,angst (?)

Rated : PG16

Length : oneshoot

It was tormented..

Aku baik-baik saja

Aku baik-baik saja

Aku baik-baik saja

Apakah ada sebuah frasa kalimat yang lebih sederhana dari itu ?

Aku baik-baik saja

Itulah keadaanku yang berputar 180 derajat .

Aku baik-baik saja

Rangkaian kata itu yang selalu kuserukan padamu .

Aku baik-baik saja

Jika aku boleh berharap aku ingin tenggelam dalam kondisi teragung itu .

Aku baik-baik saja

Kumohon percayalah pengakuanku itu .

Aku baik-baik saja

Harus berapa kali aku menggemakan kalimat itu di telingamu ?

Aku baik-baik saja

Cukup,itu hanya harapan kosong . Sebaris frasa itu hanyalah kilah dustaku . Ketidakmampuanku untuk mencapai level sempurna itu semakin menyiksa batinku . Kematian.. Itu adalah titik akhir puncak perjuanganku saat hembusan nafas terakhirku terhela bebas . Aku ingin mendiami sebuah tempat yang terindah disana . Namun sebelum aku mencapai tempat itu aku harus menyampaikan pesan nuraniku kedalam hatimu .

Bayangan wajahmu telah memblokir seluruh organ vital diotakku . Torehan garis sempurna yang mengukir wajahmu terus melekat disetiap inci jaringan ingatanku .

STOP ! Aku ingin menghentikan tingkah rendahan itu . Aku tak hentinya merutuki diriku karena masih mengenang memori tentangmu . Dan aku menerima penyesalan teramat dalam karenanya . Suatu kebodohan terbesar didalam hidupku adalah pernah mempercayaimu .

For the last time you waste my tears now

Sebuah deskripsi untukmu,insan pertama yang membuatku menangis,ialah kau . Diawali dengan tangisan kebahagian dan diakhiri dengan tangisan kesengsaraan . Kau sangat layak menyandang predikatmu sebagai seorang player . Sepuluh jari tanganku tak cukup untuk menghitung berapa banyak gadis yang telah menitihkan air mata mereka hanya karenamu . Aku tertegun dengan tindakkanmu,sebuah kehormatan bagiku yang pernah menjadi bagian puzzle dalam hidupmu,atau lebih pantas disebut sampah tak berarti bagimu .

Jika aku mempunyai sebuah alat yang bisa mengatur waktu,aku akan menggunakannya untuk membuatmu merasakan penyesalan yang kini telah kuselami . Bukan hanya itu saja,aku juga akan menggunakannya untuk mengembalikan kehidupanku sebelum seluruh kebahagiaanku terenggut akibat sebuah tragedi berdarah malam itu .

Tubuhku masih terbaring lemah diatas kasur kesakitan dengan sprei putih dan sehelai kain biru tebal yang menyelimuti tubuhku . Selang-selang dari tabung oksigen tersampir memasuki rongga hidungku,menyalurkan gelembung udara yang sangat kuperlukan . Selang saluran infus juga masih menempel ditangan kiriku,menghantarkan cairan garam mineral dan gula yang kuperlukan untuk cadangan nutrisi dimasa komaku .

Tit…Tit…Tit..

Seharusnya aku bersyukur karena Tuhan masih memberikan seuntas kasihnya untukku . Elektrokardiograf disamping tempatku tertidur masih mengeluarkan bunyi teratur,tanpa ada suatu nada panjang sekalipun . Aku yakin dilayar hitamnya masih memaparkan garis gelombang naik turun yang berwarna hijau .

Setelah mengumpulkan tenaga yang cukup besar,otakku memerintahkan seluruh organ tubuhku untuk segera bangkit dan tersadar dari mati suriku . Sepasang mataku sudah tak sabar untuk melihat kontras cahaya terang,setidaknya setelah aku membuka kelopak mataku aku bisa melihat pemandangan yang lebih indah dari sebuah ruang hitam kosong gelap yang selama ini kulihat saat mataku terpejam .

Samar-samar aku melihat sebuah garis bercahaya saat mataku mengernyit . Aku semakin membuka lebar jangkauan pandanganku,kelopak mataku terangkat dan akhirnya aku bisa melihat jelas atap ruangan yang bercat putih . Bersamaan dengan itu kepalaku terasa pening,aku memegangnya untuk merilekskan rasa sakit itu . Namun aku mendapati sebuah perban yang melingkari kepalaku,terasa sangat sakit saat tanganku meraba bagian belakang kepalaku .

Aku berusaha mengingat kembali kejadian sebelumnya yang menimpaku . Semakin kupaksakan,kepalaku semakin berdenyut kencang . Belum ada satu memoripun yang tersangkut dikepalaku . Hanya satu hal..

Mobil yang kukemudikan masuk ke sebuah jurang saat pedal remku sudah aus . Tubuhku terlempar dan terguling mengikuti badan mobil yang menuju ke arah gravitasi bumi . Sesaat kemudian aku merasakan tubuhku terbujur kaku,dibagian kaki sebelah kiriku terasa sangat sakit,cairan kental hangat keluar dari belakang kepalaku kemudian semua terlihat gelap tanpa sebuah garis ataupun sebuah sudut .

Itu adalah sebagian memori yang hanya mampu kuingat,tidak lebih .

no more torment

Kejang yang membaluri seluruh tubuhku ini tidak lebih dari sebuah siksaan . Jiwa dan ragaku seakan berpadu untuk melawaan siksa sakit yang merayapi .

But don’t just say u’ve gone away

Bibirku mengeluarkan sebuah suara untuk mengemis padamu,agar kau tetap disini dan jangan pernah sekalipun mengucapkan kau akan pergi jauh dari sampingku .

*****

Aku mencoba untuk menghidupkan inderaku,perlahan kepalaku menoleh kebagian kiri dan kudapati seorang pria meletakkan kepalanya tertidur dikasurku,ia terduduk . Tangan kanannya menggenggam telapak tanganku . Suaraku tercekat ditenggorokan untuk memanggil namanya,aku harap pria itu adalah kau . Mungkin aku memang idiot,masih mengharapkan kau untuk tetap bersanding denganku .

Jari tangan kiriku sedikit kugerakkan dengan lemah ,pria disampingku sepertinya mulai menyadarinya . Ia mengangkat kepalanya dan mengucek kedua matanya . Pandangannya tertuju tajam kearahku . Lengkungan simpul senyumannya mulai merekah dan matanya sekarang hanya berbentuk seperti bulan sabit . Setelah melihat siapa sosok itu rasa kecewa kembali melanda hatiku . Mengapa bukan dia yang ada disini ?

“sera-ya,kau sudah sadar ?” aku terdiam membatu dan sosok sahabat yang bersamaku selama lima tahun ini memelukku erat,membuatku sedikit sesak . Ia menekan tombol merah disebelah gantungan infusku .

Kemudian pria dengan jas putih berkacamata muncul dari balik pintu ruanganku diikuti dengan wanita yang berpakaian putih-putih . Mereka mengitari seluruh tubuhku,mengecek infus dan tabung oksigen yang kubutuhkan . Pria yang disebut dokter itu melingkarkan sebuah tensimeter dengan perekat hitam dilenganku kemudian memompa sebuah alat yang berbentuk setengah oval . Lenganku terasa nyeri seperti didesak dan dipersempit ruangnya .

Dokter itu tersenyum simpul dan membenarkan letak kacamatanya yang sedikit melorot . “berterimakasihlah kepada Tuhan,karena ini sebuah keajaiban . Kondisinya mulai membaik.. Jaga dia baik-baik tuan..” dokter melempar pandang kepada sahabatku,menepuk bahunya pelan . Kemudian pergi meninggalkan kami,suster masih memeriksa alat-alat yang selama ini membantuku bertahan hidup .

“jin..ki,a..ku i..ngin mi..num..” ucapku parau,lebih tepatnya berbisik . Jinki mengambil segelas air putih di meja sebelah kananku dan membantuku untuk meminumnya . Satu tegukkan air membasahi kerongkonganku .

Seharian penuh ini jinki memberiku kasih tulusnya . Yeah memang itulah yang sering dilakukannya . Baginya membuatku tersenyum adalah suatu kewajibanan untuknya . Ia melontarkan banyolan-banyolannya yang bagiku tidak lucu sedikitpun . Namun karena aku masih menghargai perasaan dan usahanya,aku berakting tertawa didepannya . Sedikit demi sedikit pening dikepalaku mulai mereda .

“Bagaimana sekarang ? errr.. Maksudku suasana hatimu ? Apa sudah lebih baik ?”

Jinki berubah serius menatapku,sorot matanya masih menampakan kekhawatiran . Senggang beberapa menit aku belum angkat bicara untuk menjawabnya . Aku menolehkan kepalaku berlawanan dengannya . Mataku tertuju lurus dijendela ruang inap pasienku . Hembusan angin menyapu tirai putih yang menghalangi kaca jendela .

“sera-ya ?”

Well,raut mukaku masih tetap datar . Sebenarnya aku sedikit malas untuk meladeninya .

“aku baik-baik saja jinki . Jangan terlalu mengkhawatirkanku..”

Aku mendengus kesal merapatkan selimutku,udara sekitarku menjadi dingin padahal matahari masih terik .

“jangan berbohong kepadaku ! Aku sudah mengenalmu lama,arra ?”

“mianhae..”

“berhentilah memikirkan pria brengsek itu ! Lihat aku sera ! Aku disini untukmu . Jangan hanya melihat dia !!!” jinki menaikkan nada bicaranya frustasi . Yeah sahabatku yang satu ini memang selalu tau tentang semua tentangku bahkan isi hatiku . Dia lebih mengenal seluk beluk tentang diriku daripada aku sendiri .

Ia memegang kedua pipiku,membuatku menatap kedalam sepasang matanya . Lidahku kelu,tak bisa mengatakan sepatah kata apapun untuknya . Dan ia semakin menekankan tatapan matanya yang seolah mencari sebuah jawaban kedalam mataku .

Jinki semakin memperpendek jarak wajah kami . Matanya terpejam masih memegang kedua pipiku,helaan nafasnya tersampir diwajahku . Bibirnya semakin mendekati bibirku . Aku tak bisa memberontaknya,kesadaran di otakku sedang tak terkendali dan mataku masih terbuka lebar . Sedikit gerakan maju lagi aku yakin jinki akan merebut ciumanku .

“mianhae,aku tidak pantas melakukannya..”

Jinki melepaskan tangannya dari pipiku dan mengambil langkah berat meninggalkan kamarku .

“aku akan membeli makanan” teriaknya dari seberang pintu .

Tindakan yang hampir jinki lakukan kembali mengingatkanku padamu . Kupejamkan mataku untuk mengistrirahatkan saraf mataku . Sekelebat ingatan itu kembali muncul dibenakku .

You tell a fuckin’ tale

It’s so hurt..

Ciuman pertamaku terenggut olehmu my damn boy .

Kau menceritakan dongeng tentang Romeo dan Juliette yang rela mati untuk mengabadikan cinta mereka . Saat itu aku terperangah mendengarkan ceritamu . Memang cerita itu sudah biasa terdengar ditelingaku,namun saat kau yang memaparkannya kepadaku . Itu terasa sangat berbeda . Aku lebih menikmati dan terenyuh ke dalam dongeng yang kau ceritakan . Kau berjanji kepadaku untuk mengabadikan cintamu untukku layaknya kisah Romeo Juliette . Dan aku memberikan kepercayaan penuh untuk bualan omong kosongmu . Hhhh.. Pantaskah aku untuk mengingat kenangan indah itu ?

Swallow me and spit me out

Oh baby,betapa hebatnya kau memperlakukanku seperti ini . Setelah kau menikmati seluruh hal terindah yang kumiliki,kau mengenyampingkan diriku bahkan kau tega meludahi harga diriku . Aku memang terlalu tolol untuk tetap menjaga perasaan ini . Kepercayaanku tentang sebuah keajaiban belum bisa kuhilangkan untuk berharap tentangmu . Harusnya aku menghapusmu dari hidupku tapi lagi-lagi aku tak mampu dan tak akan pernah mampu .

How do I get through this ?

Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan hatimu lagi ?

I can’t stand it anymore

Aku tak mampu menahan lara ini sendirian . Kumohon kembalilah padaku,aku membutuhkan pilar bersandar untukku bertopang .

*****

Cahaya matahari menembus tirai jendela kamarku membuat mataku mengernyit . Jinki berdiri tegap membuka jendela kamar lalu memamerkan senyumannya kepadaku . Aku mengintip dari balik selimut tebal membuatnya mendekatiku dan menyibakkan selimut itu . Ia duduk dihadapanku dan mengacak rambutku,huh.. Mengapa dia masih melakukan ini padaku . Aku sudah dewasa..

“jinki-ya ! Berhenti bersikap seperti anak kecil !!” aku mengucek mataku dan mendorongnya menjauhi tubuhku .

“aniio,ini bukan sikap anak kecil sera ! Ini ungkapan rasa cintaku padamu” senyumnya terukir lagi,manis . DEG ! Omo~ sejak kapan detakkan jantungku tak normal seperti ini . Blush~ kuyakin sekarang pipiku memerah . Satu pertanyaan yang berlarian diotakku . Sejak kapan suasana hatikku menjadi tak karuan karena seorang Lee Jinki ?

Kami menjadi canggung setelah kejadian itu .  Seharian kemarin jinki sangat irit bicara kepadaku dan itu membuatku kesepian .

Namun entah mengapa,pagi ini jinki berubah . Jinki menjadi romantis dan err.. suka menggombal kepadaku . Sikapnya lebih sering menunjukkan bahwa perasaannya tulus tanpa ada cacat sedikitpun . Aku tak tau kapan aku bisa membalas semua kebaikannya . Mungkin hari ini aku bisa sedikit meluluhkan hatiku untuk menerima semua bentuk kasih sayangnya .

“I’ll be your valentine Lee Jinki..”

Jinki membelalakan matanya setelah mendengar ucapanku . Ia beralih mengambil ponsel disakunya .

“ya ! Mengapa aku baru sadar hari ini tanggal 14 Februari huh ?” jinki masih menatap layar ponselnya dan aku mengendikkan bahuku .

“dasar bodoh !!”

“aku hanya lupa arraseo !”

“kau bodoh jinki !!!”

“KIM SERA !!”

“Lee jinki jeongmal namja ba-“

CHUP~

Kedua mataku terbuka lebar saat sesuatu menempel dibibirku . Basah dan lembut itulah sedikit penjabaran dariku . Mataku terpejam pelan berusaha menikmati ketulusannya . Jinki semakin merengkuh kepalaku dan mendekatkannya didekapannya . Ia tak urung melepaskan ciumannya begitupun aku yang tak menolak tindakkannya,aku menerimanya pasrah .

“aku memang terlalu bodoh untuk setia menantimu..” bisiknya ditelingaku membuatku bergidik .

“ma..af jin..ki a.ku selalu memberimu harapan kosong..” ucapku terbata . Tak terasa air mataku mulai mengalir dan jinki menyekanya . Ia menopang dagu dikasur kesakitanku,mengarahkan pandangannya kearahku .

“maaf aku tak bisa berhenti mencintaimu..”

“maaf aku belum bisa membalas pernyataanmu..”

“maaf aku belum bisa menjadi seperti orang yang kau cintai..”

“maaf-” jinki meletakkan telunjuk kanannya didepan bibirku .

“ya ! Sampai kapan kita maaf-maafan seperti ini ? Ini hari valentine oke ! Seharusnya kita berbagi kasih hari ini arrachi ?”

“hmm gomawo jinki-ya . Igeo..” aku menyodorkan sebuah cokelat batang dimeja sampingku kepada jinki . Dia menatapku heran seakan bertanya darimana-kau-dapat-cokelat-itu ?

“tadi dokter dan suster memberiku semua cokelat itu” ujarku menjelaskan .

“disitu tidak ada satupun cokelat dariku !” jinki menekuk mukanya masam membuatku terkekeh geli . Orang ini hhh.. benar-benar .

“cintamu padaku itu sudah lebih dari cukup jinki-ya..”

“huh ? Jeongmal ?”

“berhenti menatapku seperti itu jinki !” jinki mendekatkan wajahnya lagi kewajahku . Aku menyilangkan tanganku didepan wajahku untuk mencegahnya bertindak lebih lanjut .

“baiklah,hari ini aku akan menuruti semua permintaanmu .”

“aku ingin jalan-jalan keluar . Kkaja temani aku !” refleks jinki menghalangiku membuka selimutku . Aku tak tau alasannya mengapa , sejak kemarin ia mencegahku membuka selimut dan turun dari kasur ini . Aku merasa tak berguna sedikitpun,karena hanya bisa tidur ditempat ini tanpa bisa melakukan aktivitas apa-apa .

“Andwae ! Kau masih sakit !! Err.. aku akan menemanimu, menjadi seperti dia untukmu..”

“jinki-ya,andwaeyo ! Aku menyukai dirimu yang seperti ini,please just be yourself..”

“tapi kau tak mencintaiku sera ! Kau hanya mencintai pria brengsek itu ! Berhenti berpura-pura bahagia hari ini ! Kau lupa aku selalu tau isi hatimu huh ?”

“ta..tapi.. Huh.. baiklah.. Sekarang cium aku !” seruku membuatnya memberi tatapan O.O kepadaku,aku memalingkan wajahku lagi kearah jendela sebelum ia memberiku pertanyaan .

“dia selalu mencium dan memelukku saat suasana hatiku di level terburuk . Dan kau tau ? Aku sangat nyaman karenanya,perasaan yang terikat diantara kami sangat kuat .. Jinki-ya berhentilah menekanku seperti ini,jangan memaksaku untuk mencintaimu arraseo !”

Yeah~! Our love should go on

Yeah~! Our love should go on~!

Hey ma! U, baby gotta like this!

sarangeeran neuggeemee chajawah keudae wow nunmuhlee nalmankeum beokchaoolrah

nae mam neoreul bon keu sunganbuteo gyehsoghaeseo uhtseo, neul baraewahtseo

jeegeumun dahyeoeetnun majeehal suh upneun keudae maeum modeun geoteul dahae neoreul chaeuhl

byeonhameobnun jeensheemun mueotbodadoh geepgoh byeonchee anhnun hyanggeenun nuguhbodah jeeteo

neol majuhan keu sunganbuteo

A State of Tension

U make me fresh nae mamye gaeksheel keudaenun yeongwonhan nae yeonghonye hyusheek

nae gaseumdoh teojeeldeushee ddo jeendong sheejak

haruh jongeel jeonhwareul shweel seh eobshee manjeejak nae sheemjangun neoreul weehae ddweegah sheejak

Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol

keuraedo johahahneekka jeonmahl saranghaneekka keureohgeh sarangeun ggot gyesogdwaeya hae

Your Boy‘s back, Should boy‘s back

All about U! You want ma Girl?

Jinki melantunkan lagu itu,lagu kenanganku dengannya . Walaupun suaranya tak sempurna dibagian rapp layaknya dia,bagiku suara jinki bagus . Kenangan-kenangan indahku bersamanya dulu kembali tersampir diingatanku . Oh god ! Ambilah nyawaku sekarang,aku tak sanggup lagi mengingat semua tentangnya .

neol majuhan keu sunganbuteo A State of Tension

U make me fresh nae mamye gaeksheel keudaenun yeongwonhan nae yeonghonye hyusheek

nae gaseumdoh teojeeldeushee ddo jeendong sheejak

haruh jongeel jeonhwareul shweel seh eobshee manjeejak nae sheemjangun neoreul weehae ddweegah sheejak

Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol

keuraedo johahahneekka jeonmahl saranghaneekka keureohgeh sarangeun ggot gyesogdwaeya hae

neol cheoeum bun sungan eoleumcheorom eoleobeoren nal nokyeobereon

neoye nunuhseum

cheoncheonhee dagahwah naegehroh wah (wahwahwah) neuggeeneun daeroh wah keudaeroh nahreul bwa

All about U! love U!

I wanna be with U, only U

keudaeehgeh seulpeumun upgeh geedaebwa nahye eoddae neo wonhandamyun moduh dah juhlgeh

Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol

keuraedo johahahneekka jeonmahl saranghaneekka keureohgeh sarangeun ggot gyesogdwaeya hae

Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol

keuraedo johahahneekka jeonmahl saranghaneekka keureohgeh sarangeun ggot gyesogdwaeya hae

My love~

Dan akhirnya aku ikut bernyanyi melantunkan lagu itu . Suaraku tercekat saat mendengar decitan suara pintu terbuka . Aku menolehkan kepalaku bersamaan dengan jinki untuk melihat sosok itu . Sosok pria yang sangat kukenal muncul dari balik pintu dengan jaket hitamnya . Beberapa tindikan ditelinganya belum dilepaskan , dua tindikan disebelah kiri dan sembilan tindikan disebelah tangan . Claps, ternyata rasa itu belum hilang . Jinki menatap mataku dalam dan menggenggam tanganku erat .

“hey,bagaimana keadaanmu ?”

“aku baik-baik saja..” senyuman cerah menghiasi wajahku . Aku tak dapat lagi membendung kebahagiaanku . Kulebarkan kedua tanganku berharap dia mau memelukku . Dan syukurlah dia merespon tindakanku .

“bogoshipoo..saranghaeyo key..” ia tak membalas ucapanku dan beralih melepaskan pelukan kami . Hatiku terasa sesak karena sebuah kekecewaan yang ia perbuat padaku lagi .

“happy valentine my ex-girlfriend,aku berharap suatu hari nanti, kau akan mendapatkan pria yang lebih baik lagi dariku..” seorang yang telah lama kunanti kini menatapku lembut dan memberiku sebuket bunga mawar merah padaku disertai sekotak cokelat .

“aku hanya ingin bersamamu key..”

“ya ! Sorry baby,kisah kita sudah berakhir . Ehm.. Aku mendengarmu bernyanyi bersama jinki tadi . Kurasa kalian cocok menjadi sepasang kekasih . Hey mengapa kalian tidak meresmikan hubungan kalian saja hari ini ? Bukankan itu ide yang bagus ?”

“Kim ki bum !!” pekik jinki menyebut nama asli key , kurasa suasana disini menjadi panas semenjak kehadirannya .

“ah kau jinki , aku serahkan gadis ini untukmu . Kau boleh menikmatinya sepuasnya,tapi dia sudah menjadi ternoda olehku . Kuharap kau masih sudi menerimanya,karena aku tak akan pernah lagi bersamanya . Well,aku telah menemukan gadis yang lebih sempurna dari seorang Kim Sera..”

BUKKKK !

Sebuah pukulan keras tangan kanan jinki mendarat dipipi key . Ia mengerang dan memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan cairan merah pekat . Jinki mnyudutkan key  di balik tembok dan memukulinya membabi buta membuat wajah key tak karuan .

“JINKI CUKUP !!!” teriakku mencoba menghentikannya . Arghhh kaki kiriku mati rasa,tak bisa kugerakkan . Tiba-tiba seorang wanita dengan rambut sebahu masuk kedalam kamarku, berlari kearah key dan mendorong jinki menjauhinya . Siapa dia ?

“apa kau sudah puas huh ? Dasar pecundang !!” bentak key dibelakang gadis itu,jinki mengepalkan tangannya bersiap memukul key lagi . Aku masih merutuki kakiku yang berada dibawah selimut .

“dan kau Kim Sera,seharusnya sejak awal kau sudah tau jika aku hanya mempermainkamu . Jangan berharap lebih gals ! Sekarang aku bukan milikmu lagi,perkenalkan ini kekasih baruku,Nicole . Dia lebih cantik darimu kan ?”

BUKKK !

Akhirnya jinki mendaratkan lagi pukulannya ke rahang key . Ia mendorong gadis yang disebut nicole itu kasar agar tak menghalanginya . Aku mencoaba sekuat tenaga untuk turun dari kasur ini . Kuangkat perlahan kaki kananku dan kutapakkan dilantai .

BRUGH

Akhirnya aku terjatuh dari ranjangku membuat perhatian ketiga orang lain yang berada dikamarku melempar pandang terhadapku . Aku meringis memegangi kaki kiriku .

“ANDWAEEEEE !!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku .

Jinki bergegas berjalan kearahku dan mendekapku erat . Aku menangis kencang sesekali menjerit . Sebuah kenyataan pahit yang belum bisa aku terima untuk saat ini . Jadi ini alasan jinki selalu mencegahku untuk membuka selimut ..

“AKU CACAT DAN AKU SEKARAT SEKARANG,APA KAU SUDAH PUAS KEY !!!” teriakku disela isak tangisku . Mulut key menganga lebar sama halnya dengan nicole . Aku masih menangis sesenggukan di dalam pelukan jinki . Jinki mengelus punggungku dan membelai rambutku mencoba menenangkan emosiku . Satu hal yang sangat menyesal baru kusadari sekarang,Jinki adalah pilar utama tempatku bersandar bukan Key .

“sekarang tidak lagi alasanku untuk mempertahankan cinta kita . Aku tau gadis cacat sepertiku tak layak bersanding denganmu kim kibum !” ujarku disela isak tangisku . Key masih memberi tatapan kosong didepan matanya .

“Let’s break away ! Aku juga seorang wanita key ! Aku tak tega menyakiti dia ! Seharusnya kau menjaga perasaannya lebih baik dari pria lain ! You’re Fuckin Boy !” setelah nicole menampar key,ia beranjak pergi meninggalkan key yang masih terduduk disudut ruangan dengan tatapan kosong . Aku sudah tak peduli lagi dengan ucapannya . Dia hanya sekedar pria brengsek yang tak henti-hentinya menyakiti hatiku .

“jinki,usir dia !” setelah mendengar ucapanku jinki menyeret tubuh key keluar dari ruang rawatku . Aku menutupi wajahku dengan kedua tangaku dan menangis didalamnya . Aku akan berusaha melupakanmu my damn boy !

“sera-ya,apa kau baik-baik saja ?” tanya jinki sambil mengangkat wajahku dan menyibakkan poniku . Aku tersenyum getir menatapnya .

“sakit.. Disini..” aku menampakkan wajah memelas dan menunjuk tepat didepan dadaku dengan tanganku . Ia mengecup keningku singkat kemudian mengangkat tubuhku dan membaringkannya diranjang . Jinki menghela nafas lega dan duduk disampingku sembari mengelus setiap lekuk wajahku .

“akhirnya kau tidak lagi menjawab dengan kalimat ‘aku baik-baik saja’ . So can I get my first chances ?”

“yes,you can..”

Can, you, see, me…

Smiling when I sing this song

Right, now…

I just want to be alive

You know I was dying when you told me

That I’m not yours anymore

You know I was dying when you told me

Youre just playing and fooling around with me

*****

Kenyataan pahit itu telah merubah seluruh hidupku menjadi semakin terpuruk . Tetap tegar dan semangat,itulah nasehat yang selalu diucapkan jinki . Aku masih aktif menjalani terapi kakiku . Kaki kiriku sangat menyeramkan,tinggal setengah bagiannya yang melekat dirongga tubuhku dengan balutan perban . Walaupun hanya satu kaki yang bisa kugunakan untukku bertopang tapi aku masih mempunyai pilar lain untukku bertopang,ialah Lee Jinki . Dia adalah sosok pria terbaik yang pernah kumiliki . Mulai sekarang pikiran negatif tentang takdirku segera kuenyahkan dari otakku . Aku ingin menghapus semua tentangmu kim kibum..

When the time he comes and wakes me

Aku masih belum membuka mataku menikmati segarnya angin pagi . Aku yakin jinki sedang keluar untuk membeli makanan . Lee Jinki… Lee Jinkii.. Lee jinki.. Mulai sekarang aku harus memenuhi seluruh ruang otakku dengan namanya,harus .

Aku menyipitkan mataku untuk melihat keadaan sekitarku . Ternyata jinki masih tidur disampingku,dia pasti sangat lelah menjagaku setiap hari . Aku berjanji akan membuatmu tersenyum jinki..

Karena menyadari jinki mulai sadar dari tidurnya,aku bergegas menutup lagi mataku . Kurasakan belaian halus dirambutku kemudian dipipiku dan terakhir dibibirku,pasti ini ulah jinki . Aku bisa merasakannya,kecupan manis bibirnya menempel di bibirku . Walaupun kecupannya tak sehangat key tapi kutau ini tulus bukan sekedar untuk mempermainkanku .

“hhh..jjii” desahku menyadarkannya . Ia menggigit bibirku membuatku mengerang dan membalas ciumannya .

“jinki,bolehkah aku belajar mencintaimu ?”

“with my pleasure..”jinki mengangguk dan menggenggam tanganku . Mungkin aku memang gadis murahan yang rela melakukan semua ini . Namun janjiku untuk membuatnya tersenyum tak akan pernah kutarik kembali,that’s my oath .

“gamsahamnida.. jadi,kita mulai dari mana eh ?”

“ya ! Mengapa gaya bahasamu jadi seformal itu ? Kau tidak perlu memaksakan dirimu sera . Kau hanya perlu melakukan semua hal yang bisa membuatmu bahagia.. Your happinest is mine..”

“so ? I’m yours ?”

“right.. You’re mine my lovely bestfriend..” jinki memeluk tubuhku,masih terasa hambar . Tak senyaman saat key memelukku . Ah Idiot !

“sera-ya,aku masih menyesal karena membiarkan dokter mengamputasi kakimu . Seharusnya aku mencegahnya …” jinki menyeduhkan secangkir teh untukku dan membawanya didepanku . Aku menyesapnya hingga setengah cangkir .

“gwaenchna jinki-ya . Aku akan berusaha menerima keadaan kakiku yang tak sempurna lagi.. Aku harap kau masih mau berada disampingku..”

“aku berjanji yeobo..” aku tersedak saat ingin menghabiskan tehku . Kalimat itu .. Lagi-lagi mengingatkanku pada pria brengsek itu .

-flashback-

Dimalam yang senyap itu aku berjalan gontai sepulang bekerja menjadi seorang model . Bodohnya aku,aku lupa memakai mantel dan membawa mobilku,jadi terpaksa hanya dengan dress mini selutut aku berjalan menerobos deras hujan . Badanku menggigil dan akhirnya kuputuskan berteduh disebuah tempat telepon umum . Untunglah key datang setelah kuhubungi dan membawaku pulang ke apartmenku .

Key menggendongku dan akhirnya ia membaringkanku ke tempat tidurku .

“key.. Kau harus keluar ! Aku ingin ganti baju”

“sireo.. Aku ingin tetap disini..” tanpa menungguku memprotes key segera berjalan ke lemari pakaianku yang berada disudut ruangan . Ia membawa piama tidur untukku .

“kkaja lepas bajumu ! Biar aku yang menggantikan bajumu !” aku menggeleng dan merapatkan selimutku menutupi seluruh tubuhku . Aku menatapnya dengan raut wajah memohon tapi dia mengacuhkannya dan semakin mendekatkannya kewajahku . Ia menciumku lembut,membuat tubuhku menjadi hangat . Key mulai ganas menciumku,ia menggigit bibir bawahku dan mulai memasukan lidahnya kedalam rongga mulutku . Aku mengalungkan kedua tanganku dilehernya mengikuti setiap gerakannya . Key beraluh mencium leherku membuatku bergidik . Kami sangat menikmati ciuman kami saat ini . Tangan key mulai bermain-main menyesap kedalam bajuku dan aku mendorongnya menjauh .

“andwaeyo key ! Jangan lakukan itu,kumohon.. !” key tersenyum tipis dan menyipitkan matanya .

“tenanglah ini tak akan sakit . Kau akan merasakan surga .. Aku akan bertanggung jawab..”

“jangan key ! Belum waktunya !”

“aku berjanji akan bertanggung jawab atas tindakanku kim sera..”

“jeongmal ?”

“aku berjanji yeobo..”

Aku menghabiskan malam dingin itu bersama kekasih yang sangat kucintai . Otakku dipenuh rasa cinta menggebu untuknya sehingga aku tak memikirkan resiko yang akan kutanggung karenanya . Sekarang seluruh pakaianku bersebaran disamping ranjangku begitupun juga dengan key,dia yang melucutinya . Key menciumku berkali-kali untuk menahanku menjerit kesakitan karena sikap yang ia lakukan terhadap tubuhku . Because of you i’m going crazy..

*****

A few day later..

“key,aku.. ” aku menggigit bibir bagian bawahku . Dan key masih memelukku dari belakang di balkon apartmennya . Ia mencium leher jenjangku dan meninggalkan sebuah kissmark .

“ada apa yeobo ? Kau mau kita melakukan itu lagi huh ?”

“key.. A..ku hamil !” tak ada sedikitpun kata yang keluar dari bibirnya . Aku berbalik memandangnya,key terlihat masih shock setelah mendengar sebuah berita nista yang kulontarkan .

“ap.. Apa kau bilang ?” tanyanya terbata berjalan melaluiku . Ia duduk dipinggir ranjangnya dan mengacak kasar rambutnya .

“aku mengandung anakmu key..” jelasku berjalan kearahnya,menunjuk perutku sembari menyerahkan sebuah testpack yang telah kucoba kepada key . Saat melihat dua garis nampak di alat itu,key membantingnya kasar .

“ini bukan salahku ! Well kau seorang model . Pasti sudah banyak pria kaya yang telah menidurimu sera ! Gugurkan saja bayimu !”

PLAK

Aku menampar pipi sebelah kiri key dan dia membalasku dengan tatapan sinis sambil memegangi pipinya yang sekarang menjadi merah .

“aku hanya tidur denganmu Tuan Kim kibum !!! Mana janjimu saat itu hah ? Dimana tanggung jawabmu sebagai seorang pria ?”

“STOP ! Jangan beralibi didepanku gadis murahan !!! Sekarang pergi dari apartmenku !! Carilah laki-laki lain yang sudi mengakui anak haram itu !” bentak key menunjuk kearah perutku . Ia mendorongku kasar menuju pintu apartmennya .

“Kau brengsek key !”

Aku menginjak pedal rem mobilku dengan penuh tekanan . Kukemudikkan mobilku tanpa arah dengan kecepatan diatas rata-rata menyelusuri jalanan raya . Beberapa menit saat aku melalui sebuah hutan, terdapat pohon besar menghalangi lajuku . Aku membanting stir ke kanan dan rasa sakit yang tak tertahankan menimpa seluruh tubuhku seiring mobilku masuk kedalam sebuah jurang .

-flashback end-

“gwaenchna ?” jinki menepuk-nepuk punggungku agar membuatku merasa lega .

“jinki,a..ku ma..u mun-tah..” ia menyambar sebuah emesis basin di sebelahku dan menengadahkannya didepanku .

*****

Jinki mengajakku berjalan-jalan mengelilingi rumah sakit . Aku duduk dikursi roda dan jinki mendorongku . Mengingat keterbatasanku sekarang,aku harus mengundurkan diri dari pekerjaanku sebagai model nanti .

Perhatianku tertuju kepada sebuah ruangan,didalamnya terdapat beberapa tabung yang menampung seorang bayi . Kuisyaratkan pada jinki untuk mendorong kursi rodaku mendekatinya .

Malaikat kecil itu sedang terlelap dalam tidurnya, wajahnya bersih tanpa ada noda sedikitpun . Jika suster mengijinkanku,aku ingin menggendong bayi mungil itu . Sayangnya suster melarangku,para bayi itu masih terbaring lemah didalam inkubator . Aku mengelus perutku mencoba merasakan sebuah gerakan didalamnya,sinyal dari calon buah hatiku .

“ada apa dengan perutmu ? Kau sakit ?”

“anio.. Jinki-ya,antar aku keluar.. Bau rumah sakit membuatku pusing ck..” sergahku mengalihkan perhatiannya dari perutku .

Jinki masih setia mendorongku mengitari seluruh lorong Rumah sakit . Seperti biasa dia melontarkan banyolannya dan kali ini bisa membuatku tersenyum . Kami berjalan melewati sebuah taman karena merasa jenuh akhirnya jinki mengajakku duduk dibangku taman Rumah Sakit .

Mataku menjelajahi seluruh pelosok rumah sakit,pemandangan yang sama tanpa ada sedikitpun variasi . Suster dan dokter berjalan kesana kemari memasuki sebuah ruang rawat kemudian keluar lagi . Sebagian pasien rumah sakit yang memakai baju biru langit polos sama sepertiku bersandar pada tiap-tiap pilar halaman rumah sakit sambil mengobrol dengan rekan yang menjenguk mereka .

Baru kusadari tak ada satupun rekan yang menjengukku disini . Menjadi seorang antisosial adalah sebuah penderitaan yang harus kutanggung . Aku menyesal menyadari seluruh sikapku kepada semua orang tidaklah baik,aku selalu berkata ketus kepada orang lain . Bahkan tega menginjak-nginjak harga diri mereka . Tapi mengapa aku belum tega sedikitpun menghancurkan rasa kasih yang kibum tanamkan dihatiku dan juga perasaan jinki ?

“kau haus ?” tanya jinki setelah mengantarkanku disebelah bangku taman . Aku memegangi tenggorokanku dan kuyakin jinki tau jawabannya .

“baiklah.. Tunggu sebentar,aku akan

membelikan minum untukmu..”

“jangan pergi meninggalkanku,aku sangat mencintaimu sera,tetaplah disini yeobo..”

Jinki berlalu pergi meninggalkanku dengan berlari . Aku bersyukur bertemu dengan orang sebaik dia . Dari dalam hatiku terukir sebuah rasa tak tega untuk menyakiti hatinya . Aku tahu selama ini dia tersenyum didepanku itu hanyalah sebuah kedok untuk menutupi hancur hatinya,karenaku .

Aku memutar roda kursi rodaku mencari hawa segar lain . Semua orang yang berjalan di area rumah sakit ini sibuk dengan urusannya masing-masing,tak ada seorangpun yang memperhatikanku . Saat aku menggerakan rodanya menuju pintu gerbang rumah sakit , salah satu roda hitam itu masuk ke sebuah lubang air membuat gerakanku tertahan . Aku masih berupaya melepaskan roda yang menyangkut dalam lubang itu dengan menggerakkan seluruh badanku .

When he said that he really loves me

But suddenly you came to me, and begged me to be yours again

Right now you’re holding my hand

but sorry baby, but all I can say is

No, hell no…

BRUKH

Badanku terjatuh,begitupun dengan kursi rodaku yang ikut tumbang karena ulahku . Aku bersikeras untuk mengangkat tubuhku agar bisa duduk lagi dikursiku . Kugunakan kedua tanganku untuk menyangga tubuhku dan berjalan mendekati gerbang pintu rumah sakit dengan menyeret tubuhku . Kudengar ada suara derap kaki menuju tempatku terduduk,aku menghentikan gerakanku . Sosok itu membangunkan kursi rodaku yang telah tumbang kemudian mengangkat tubuhku dan mendudukkannya dikursi roda hitam milikku . Baiklah sekarang aku harus segera pergi dari tempat ini . Kuputar kursi rodaku dengan kedua tanganku untuk membantuku berjalan,namun pria itu menghadangku agar tak pergi .

“Mianhae..” ia menundukkan kepalanya untuk menatap mataku . Aku mengacuhkannya dengan melempar pandang berlawanan dengannya,ekspresi mukaku menggambarkan bahwa aku tak akan pernah memaafkannya .

“yeobo.. Jweseonghamnida . Aku tau aku memang brengsek..” dia beralih berlutut dihadapanku dan memutar wajahku agar menatapnya .

“well,tidak ada yang perlu dimaafkan . Kau boleh pergi sekarang tuan..” kucoba lagi menggerakkan kursi rodaku namun dia tetap menghalanginya .

“sera,aku menyesal..”

“aku lebih menyesal daripada kau kibum..” ujarku sinis . Ia memegang sebelah tanganku dan sekarang tatapan matanya berubah lebih serius . Aku bisa melihat tak ada sedikitpun kebohongan dimatanya . Tatapan ini terakhir kulihat dulu saat kami nyaman merajut kasih,sebelum ia menghancurkan segalanya .

“aku akan menjelaskan semuanya..”

“aku tidak butuh penjelasanmu key.. Sekarang biarkan aku pergi atau aku akan berteriak !”

“aku masih mencintaimu sera,kau lihat ini ? Tindikan ditelingaku , dua disebelah kiri dan sembilan disebelah kanan . Aku membuatnya untukmu . Dulu kau sering marah kepadaku karena aku selalu lupa tanggal ulang tahunmu, jadi karena itu aku memasang tindikan sepasang angka 29 agar aku tetap bisa mengingatmu . Apa kau masih ingat ? Sampai sekarang aku belum melepasnya yeobo..” ia memegang erat kedua lenganku sambil menunjuk kearah telinganya . Sedetik kemudian dia menarik tubuhku kemudian membenamkannya kedalam dekapannya,dekapan terhangat yang pernah kukecap . Kurasakan sesuatu menetes dipunggungku,apa dia menangis ?

“maaf sera . Aku terlalu jahat kepadamu . Perbuatanku tempo hari itu karena aku masih shock . Aku belum siap menjadi seorang ayah untuk anak yang sedang kau kandung.. Tapi aku berjanji sekarang aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku.. Kau puas huh ?” key melepaskan pelukannya dan mengusap singkat buliran yang membasahi matanya . Aku tersenyum kecut .

“simpan saja bualanmu key . Minggu depan aku akan menikah dengan jinki . Jika kau datang kesana aku harap kau membawa nicole,dia cantik kan ?”

“dia tak sebaik kau sera . Dia hanya memanfaatkan hartaku..”

“haha .. Jadi kau kembali kepadaku setelah kau dicampakkan ? Kau memang brengsek key !!”

Segera kuputar roda kursiku menuju keluar gerbang sebelum key menghalangi tindakanku . Semakin lama kuputar cepat hingga mencapai sebuah turunan jalan yang tajam . Aku tak bisa mengatur kendali kursiku yang semakin cepat berjalan . Kupegang erat lengan kursi rodaku dan mengucapkan beribu doa saat kursi yang kududuki melewati turunan jalan . Kuputar badanku kearah belakang,key berlali mengejarku dan terus berteriak . Selamatkan aku key,jeritku kencang .

Sial ! Laju kursi ini tak bisa kuhentikan . Gagang besi yang biasanya kugunakan untuk mengerem tak sanggup melawan kuatnya laju gravitasi . Aku semakin panik menerima nasibku selanjutnya . Kursi rodaku semakin berputar cepat menuju jalan raya .

“SERA AWAS !!!!”

TIIIIINNNNNNNNN

DUUUAAAAARRR

Tubuhku terpental menghantam sebuah pohon . Kursi rodaku remuk tergilas truk . Darah merah pekat mengucur deras dari seluruh bagian tubuhku . Sakit,sangat sakit . Nafasku tersengal dan kepalaku semakin merasa sakit . Mulutku dipenuhi darah kental dan asin . Tubuhku tergelak lemah ditrotoar jalan . Kulihat banyak orang mulai mengerumuniku dan key telah sigap menyangga tubuhku dengan lututnya . Samar-samar kulihat wajah key didepanku dan dia menangis .

“sa..rang..hae..yo,my damn boy…hhhh ” aku menarik nafasku dalam ketika dadaku mulai terasa sesak . Key memegang pipiku dan kembali memelukku erat . Ia mengangkat tubuhku dan berlari tergopoh . Mungkin ia akan membawaku kerumah sakit . Di sisa-sisa kekuatanku aku tak hentinya memandangi lekuk wajahnya,nyaris sempurna .

“bertahanlah sera.. Jangan tinggalkan aku . Aku mohon..” ujarnya menolehkan wajahnya kepadaku dan mengecup keningku . Kucoba mengukir sebuah senyuman untuknya .

“ber-jan-ji-lah ke-pa-da-ku,ka-u a-kan me-nga-ba-di-kan ki-sah cin-ta ki-ta se-per-ti ro-meo dan ju-li-ette..” bisikku padanya saat ia membaringkanku disebuah kasur . Beberapa perawat dan dokter mengitari tempatku berbaring . Dan mendorong kasur dorongku .

“aku bersumpah aku akan melakukan apapun untukmu sera . Aku akan menepati janjiku untukmu . Kumohon bertahanlah,jangan tinggalkan aku .. Aku mencintaimu, Na do saranghaeyo yeobo..” key masih berjalan mendampingiku dikasur dorong .

“sa..rang..hae..yo yeong..won..to..rok kim ki bum.. Hhhhh… ” ini terakhir kalinya nafasku terhela dan aku akan mengingat kenangan ini untuk selamanya . Mataku terpejam perlahan,suara berisik para suster dan dokter yang terdengar sekarang telah sirna . Sebuah ruang kosong gelap tanpa sebuah sudut ataupun garis kembali muncul melintasi pandanganku,kelam . Seketika sakit yang menjalari tubuhku musnah sekejap .

*****

“ya ! Mengapa kau tidak bilang padaku lebih dulu jika kau akan pergi secepat ini huh ? Kau jahat sera.. Kau selalu mengabaikan perasaanku kepadamu ..”

“maafkan aku sera.. Aku tau,sebanyak apapun kuucapkan kata maaf itu tak akan pernah membuatmu kembali kesini..”

“hey sera.. Kau tau ? Sekarang bukan aku yang pantas kau sebut pria bodoh ! Tapi dia,pria brengsek ini !”

“aku berjanji tak akan pernah berpaling dengan gadis lain untuk menepati janjiku kepadamu yeobo..”

“ya ! Kau bodoh !! Aku tak akan membiarkan sera menangis lagi karenamu bodoh ! Lebih baik kau cari gadis lain saja,serahkan sera padaku !”

“maaf jinki . Aku tak akan melakukan tindakan idiot itu untuk yang kedua kalinya . Kali ini aku akan menjaga cinta kami selamanya . Kuharap kau jangan mengganggu kami lagi..”

“sera-ya,kau lihat ? Kekasihmu sangat idiot arra ?? Eh.. kau lebih idiot darinya karena kau lebih memilih pria bodoh ini daripada aku..”

“kau kalah jinki.. Sebaiknya kau membiarkanku agar bersanding disamping sera.. “

“yeah kau hanya beruntung kibum..”

Dua laki-laki yang sangat berarti bagiku bercanda tawa setelah menghapus air mata mereka . Mereka adalah Lee jinki,sahabat terbaikku dan juga Kim Ki bum,kekasihku .

Terlihat jelas gurat kesedihan diwajah mereka namun mereka tetap berusaha untuk tersenyum . Dari tempatku berdiri sekarang,aku bisa melihat key dan jinki duduk disebelah pemakaman dengan batu nisan yang mengukir sebuah nama sederhana . Apa kau tau ? Nama di nisan itu sangat mirip dengan namaku,Kim Sera .

Kemeja hitam mereka mulai basah karena terguyur rintik hujan . Jinki sudah terlihat lebih tenang dari tangisannya,dia mengangkat sudut bibirnya simpul dan sepasang matanya kembali berbentuk seperti bulan sabit . Dia membawa setangkai bunga lily favoritku dan meletakkan diatas tanah makam itu . Jinki mengelus-elus batu nisan itu kemudian mengecupnya .

“jangan pernah lupakan aku . Aku menyayangimu lee jinki” ucapku ditelinga jinki . Walaupun ia tak akan mendengarnya karena sekarang kami telah hidup dalam dua elemen yang berbeda,tapi kuyakin jinki dapat merasakannya . Dia lebih mengetahui seluk beluk tentangku dibanding diriku sendiri .

“kibum,apa kau tau ? Sera bilang dia sangat menyayangiku.. Jangan cemburu kepadaku arra !” senyuman tipis mengembang dibibir key,ia menyenggol lengan jinki masih dengan tersenyum .

“gomawo key,kau telah menjadi bagian terpenting dari hidupku.. Saranghaeyo my damn boy..” bisikku lagi ditelinga key . Aku memeluk tubuhnya,walaupun aku tak bisa meraihnya . Tanganku menembus pipi key saat aku akan mengusap air matanya .

“na do saranghaeyo yeobo . Aku akan menepati janjiku untukmu..” seru key setelah menyampirkan sebuket bunga lily dipemakaman baru itu,atau lebih tepatnya disebut sebagai makamku,tempat ragaku dikubur didalam ruang petak bawah tanah .

“cepat lakukan jinki-ya !”

“kau yakin ?” jinki mengambil sebuah pistol disaku celananya dan memutar-mutar benda hitam itu ditangannya .

“beri aku tempat disampinya . Kuburkan aku tepat disampingnya… Err.. Jinki-ya,maaf.. aku merebutnya darimu.. ” mereka berdua berdiri masih tetap tegas melawan rintikan hujan yang semakin deras .

“aku tak akan pernah memaafkanmu brengsek ! berbahagialah dialam sana kim ki bum..”

DOOORRRR

Jinki menarik pelatuk pistolnya,membidik tepat diarah jantung key . Kaki key lemas untuk menopang tubuhnya ia terjatuh dan terbaring disebelah makamku . Kau idiot key !!!!

“a..ku.. A..kan.. Me..nyu..sul..mu dan se..ge..ra..me..ne..mu..kan..mu.. Sera.. Hhhhhh..” ujarnya parau dan terakhir menarik dalam nafasnya . Ia kembali meneteskan airmatanya . Dengan gerakan tertatih dia menuju batu nisanku dan memeluknya erat sambil memegangi sebelah dadanya .

Aku merengkuh tubuhnya walaupun tanganku masih menembus tubuhnya,aku masih percaya kibum dapat merasakan sentuhanku .

“It was Tormented..” ucap jinki yang masih terpaku dengan keadaan key yang sudah sekarat . Saat jinki mendekati tubuhnya ia tak merasakan sebuah detakan lagi di jantung key . Dan terakhir,jinki mulai menangis membiarkan seluruh emosinya meluap diantara rintik hujan .

Can you see

the times grows older

he blew my dreams away

It’s all done, the time is over

I don’t know how to say to you

Bolehkah aku bertanya ? Mengapa penyesalan selalu datang terlambat ? Dan jika aku telah menyadari sebuah penyesalan itu , bisakah aku merubahnya ? Apa ada sebuah jawaban untuk menjawab pertanyaanku itu ? Aku harap jika kau menemukannya . Kau mau mengantarkannya ke surga,tempat terindahku sekarang..

Kim Sera

born August 29, 1986

died February 19, 2007

Kim Ki bum

born September 23, 1985

died February 20, 2007

FIN

all reader . aigoo maaf bener ya !! Ceritanya aneh bin ajaib (?). Feelnya terkesan maksa banget dan menjijikan xD . aku ga jago bikin ff sih . Dan ini debut oneshootku .. Yah seengaknya pernah bikin ff oneshoot lah walopun sampah banget hahak .. Please kalo yg uda baca kritik deh ya . I need your coment . Gamsahamnida ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Because it’s YOU and ME – Part 6

Because it’s YOU and ME (Part 6)

Author :           Nekochan

Main Cast :      Choi Minho, Kim Eun Soo, Lee Taemin

Support cast :  Lee Jinki aka Onew, Kim Kibum, Kim Jonghyun,

Length :           Series

Genre :                        Romantic, Friendship

Rating :           PG-15

Taemin’s POV Continue reading Because it’s YOU and ME – Part 6