Hands of April – Part 4

Author             : STORM

Main Cast        : April, Jong Hyun

Genre              : Friendship

Length             : Sequel

Rating             : General

Hands of April (Part 4)

Previously in HoA:

“Ehm..kau mengenal lelaki di foto ini kan?” tanyanya langsung sambil memperlihatkan sebuah foto dirinya yang diapit oleh dua orang laki-laki. Seolah tau arti kerutan di keningku ini.

***

“Oppa..”

“Bawa kembali kotak ini!” Pintaku dengan kasar sambil menarik kedua tangannya dan memberikannya sebuah kotak berwarna hitam. “Aku tidak suka ada seorang pembohong di rumahku. Termasuk abunya.”

“Oppa..jangan begini. Jae oppa ti-”

“Pulanglah Yoora. Sebentar lagi malam. Maaf aku tidak bisa mengantarmu.” Ujarku acuh sambil berjalan ke kamarku dan meninggalkan gadis kecil itu seorang diri di ruang tamu.

*BRAK

*CKLEK

“Oppa! Buka pintunya..”

*DAR *DAR *DAR

“Oppa..kumohon..setidaknya dengarkan aku dulu. Akan kuceritakan alasan kenapa Jae oppa tidak menceritakannya padamu..” Yoora gadis kecilku. Adik perempuan kesayanganku. Adik dari sahabatku yang sudah membohongiku, berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamarku.

*DAR *DAR *DAR

“Oppa! Inilah alasannya kenapa Jae oppa tidak menceritakannya padamu. Ia takut kau seperti ini! Ia takut sekali kau tidak bisa menerima kepergiannya. Ia takut kau me-”

*CKLEK

“Pembohong tetaplah pembohong. Sekarang pulanglah Yoora ssi.”

“Yoo.. Yoora ssi? Kau merubah panggilanmu padaku oppa?” Aku tidak menjawab pertanyaannya. Pun tidak menatapnya.

“Oppa!! Aku masih tetap adikmu kan? A- Aku masih tetap adik kesay-”

“Aku tidak menerima seorang pembohong di rumah ini. Termasuk abunya. Termasuk orang-orang yang berkaitan dengan dirinya. Sudah jelas?” Gadis ini terdiam mendengarnya.

“Oppa..” Ia melirih. Tapi entah kenapa hati ini tidak tergerak mendengar lirihannya itu. Dulu jika ia terlihat sedih sedikit saja aku langsung khawatir setengah mati. Sekarang?

“Oppa.. A- Aku. Aku..”

“Jonghyun ssi?”

“Pulanglah. Atau perlu kutunjukkan pintu keluarnya?”

“Jonghyun ssi?”

“Oppa..”

“Jonghyun ssi? Hey?” Seseorang memanggil namaku dengan tangan yang bergerak cepat ke kiri dan ke kanan di depan wajahku. Membuatku sadar dari lamunan ku. Bukan lamunan. Hanya.. ingatan masa lalu.

Kulihat seorang gadis sedang membungkuk dihadapanku. Mensejajarkan tubuhnya dengan tubuhku yang sedang terduduk di salah satu anak tangga pintu darurat apartment ini.

“Gwenchana?” Wajahnya terlihat cemas pada saat menanyakannya.

“April ssi?”

***

“Kau masih mengingat namaku?” Jawabnya sambil tersenyum. “Boleh duduk di sampingmu?” Kutatap dirinya sebentar. Sebelum akhirnya aku mengangguk untuk memberinya izin.

“Wah..gomawo Jonghyun ssi..^^” Kembali ia memamerkan senyum manisnya. Tetapi entah kenapa aku tidak meresponsnya.

“Kenapa ada di sini? Di tangga darurat? Kau mau menyendiri?” Tanyanya beruntun tanpa henti.

“Kau sendiri? Kenapa ada di sini? Kau mengikutiku? Jangan-jangan kau stalker lagi”

“Mwahahaha..” Ia tertawa? Kenapa? Jangan-jangan sebenarnya gadis ini gila. “Kenapa kau tertawa?” Tanyaku padanya sambil memberikannya tatapan aneh.

“Ahahaha..tidak. Tidak apa-apa. Hanya saja pertanyaanmu itu mengingatkan ku pada hyungmu.” Eh? Aku tidak mengerti.

“Jinki itu hyungmu kan?” Aku mengangguk. “Entah kenapa aku dan Jinki selalu bertemu secara kebetulan. Dan kau tau apa yang kukatakan padanya setiap aku bertemu dengannya?” Kugelengkan kepalaku.

Oh My Goodness! Kau mengikutiku ya? You’re the real stalker huh?” Ujarnya padaku. Kurasa ia sedang menirukan perkataannya waktu itu. Karena tangannya ikut bergerak di setiap perkataannya. Pertama tangannya terlipat di depan dadanya. Kemudian berubah menjadi di pinggangnya. Lalu terakhir terlipat lagi di depan dadanya.

“Kau berkata seperti itu pada hyungku?”

“Yup. Sama seperti pertanyaanmu tadi kan?” Aku tersenyum mendengarnya. “Jadi apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanyanya lagi.

“Kau sendiri? Kenapa ada di sini?” Alih-alih menjawabnya, aku malah memberinya pertanyaan lain.

“Ah..aku hanya perlu waktu untuk merenung. Kalau naik lift akan cepat sampai apartment. Tapi kalau lewat tangga darurat kan bisa sambil merenung. Berfikir. Mengkhayal yang tidak-tidak.” Ujarnya sambil tersenyum dan menjulurkan sedikit lidahnya padaku.

“Ahaha..Menghayal yang tidak-tidak?”

“Aish! Jinjja! Kenapa semua pria langsung merespon kalimat terakhirku? Apa yang salah dari itu?” Tanyanya dengan wajah polos.

“Tentu saja.. Kau ini!” Tanpa kusadari aku langsung mendorong sedikit kepalanya. “YADONG!!”

“Ya! Kau yang yadong!! Berkhayal yang tidak-tidak itu maksudnya berkhayal menjadi presiden atau seorang trilliuner atau menikahi seorang Pangeran Inggris atau semacamnya. Sekarang katakan siapa yang yadong. Kau atau aku?”

“Bwahahaha” Serius. Gadis ini lucu sekali. Tampang polos. Perkataan menjebak. Dan sedikit seductive? Tidak ehm..maksudku..ia..menarik. Sangat menarik.

“Nahh..seperti itu..aku senang melihatmu tertawa. Sex appeal mu meningkat bila tertawa lepas.”

“Mwo? Sex appeal? YADONG!!” Kali ini kupukul pelan kepalanya.

“Ish! Jinjja! Apanya yang yadong dari kata itu?? Sex appeal itu artinya daya tarik. Kau tau tidak?” Tanyanya sambil sedikit meringis dan mengusap pelan kepalanya. Dan aku tertawa mendengarnya. Ahahaha gadis ini!!

“Oh iya..Jonghyun ssi..mau bicara tentang kita?”

“Kita? Tentang kita?”

***

April POV

“Tentang kita?” Akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka topik ini. Kurasa ini waktu yang tepat. Kulihat ia sudah bisa tertawa berarti mood-nya benar-benar baik.

“Ya. Tentang kita. Kau, aku, dan masalah kita.” Tanganku menunjuk dirinya, diriku, dan bergerak melingkar kecil dihadapannya waktu mengatakannya. Aku juga memperhatikan raut wajahnya. Siapa tau raut wajahnya langsung berubah. Namja ini kan masih labil.

“Memangnya ada apa dengan kita?” Baik. Aku cukup terkejut dengan responsnya. Kusangka ia akan beranjak pergi atau malah marah-marah lagi.

“Tidak apa-apa. Kita baik-baik saja. Hanya saja aku mau minta maaf. Kau tau, kejadian di rumah sakit itu..Aku tidak berniat untuk meninggalkanmu. Tapi karena..ehm..Ish..aku benar-benar tidak bisa beralasan!” Kulihat kening Jonghyun agak mengkerut mendengar kalimat terakhirku. Tapi aku memang tidak bisa beralasan. Aku jarang menggunakan kata ‘karena’. Kalau mau minta maaf, ya minta maaf. Kalau mau menjelaskan, ya jelaskan. Penggunaan kata ‘karena’ menurutku bentuk pembelaan diri kita. Kalau salah, ya minta maaf. That’s the deal. Well, at least for me.

“Pokoknya Jonghyun ssi. Aku tidak berniat untuk meninggalkanmu. Aku tidak berniat melupakan janjiku untuk selalu menggenggam tanganmu. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu berfikir bahwa aku seorang pembohong. Demi Tuhan, aku bukan seorang pembohong. Appa-ku paling tidak suka melihatku berbohong. Jadi bagaimana mungkin aku berbohong?”

“Lalu kenapa kau tidak ada waktu aku membuka mata? Itu berarti kau melepas tanganmu dariku. Dan itu artinya kau sudah berbohong. Tidak menepati janjimu.”

“Aku juga tidak tau. Tapi ketika aku terbangun, aku sudah ada di kamarku. Lalu ketika kutanya, teman-temanku bilang aku sudah berdiri selama lebih dari 3 jam di sampingmu. Lalu aku menangis sampai aku tertidur.”

“Lalu kenapa tidak mencariku? Kalau kau mencariku, aku tidak akan berkata kau pembohong.”

“Tadinya mau kucari. Tapi kupikir aku akan menjengukmu di apartment-mu saja. Tapi waktu kita bertemu lagi, kau malah pura-pura tidak mengenalku, lalu langsung marah-marah. Aku yang tadinya mau tanya keadaanmu, langsung ikut terbawa emosi.” Ujarku menutup penjelasanku. Kulihat Jonghyun menarik nafas panjang.

“Kau tau kenapa aku begitu marah?” Aku menggeleng. Walau dalam hatiku aku sudah tau semua cerita tentang dirinya dari seorang gadis bernama Han Yoora.

“Karena aku merasa kau seperti sahabatku. Kau yang memulai menggenggam tanganku. Tapi kau juga yang melepasnya. Dan itu tanpa sepengetahuanku. Dan itu sangat menyesakkan.” OK. Pria ini mulai meluapkan perasaannya. Dan kurasa itu bagus. Tidak baik seseorang memendam perasaan begitu lama.

“Kau tau waktu itu sahabatku bilang bahwa ia akan ke US untuk belajar bisnis di sana. Ia berjanji padaku untuk kembali ke Seoul dan akan mencariku bila sudah selesai study-nya. Tapi kau tau apa yang kembali padaku? Abunya. Abu yang sudah berada dalam sebuah kotak hitam.” Raut wajahnya mulai berubah. Terlihat raut wajah kesal tapi juga penuh kesedihan di sana.

“Jae, nama sahabatku. Ia pergi tanpa pamit padaku. Tanpa menceritakan alasan sebenarnya ia ke US. Yoora, adik perempuannya, bilang bahwa sudah lama jantung Jae bermasalah. Dan kau tau apa yang menyesakkanku?” Kembali kugelengkan kepalaku.

“Ia tidak cerita padaku bahwa ia sakit. Sebenarnya ia menganggapku sebagai sahabatnya atau tidak?? Itu yang membuatku sesak. Dan sejak saat itu aku menyebut Jae sebagai pembohong. Kau tau kenapa?” Sekali lagi, aku menggeleng. Di saat seperti ini, walau kau sudah tau apa yang terjadi, lebih baik kau pura-pura tidak tau apa-apa. Karena sekarang, pada saat ini, ia tidak butuh apa-apa selain didengarkan. Ia butuh seseorang untuk mendengar keluh kesahnya.

“Pertama, ia sudah membohongiku dengan berkata ia ke US untuk study, tapi ternyata untuk alasan medis. Kedua, ia berbohong karena ia tidak menepati janjinya untuk kembali ke Seoul dan mencariku. Dan aku benci itu. Ia yang berjanji sendiri. Dan ia sendiri yang mengingkarinya. Dan aku melihat itu ada dalam dirimu waktu itu.” Aku sedikit terkejut mendengarnya.

“Aku?”

“Ya. Kau. Kau kan yang sudah berjanji untuk menggenggam tanganku. Aku tidak memintanya kan? Kalau kau mau kau bisa saja langsung meninggalkanku. Tapi kenapa kau malah berjanji padaku? Dan tiba-tiba menghilang. Apa yang membedakan kau dengan Jae sahabatku itu? Kalau kau merasa tidak sanggup memenuhi janji itu. Tidak usah berjanji!” Tanganku langsung menutupi bibirku. Aku tidak sanggup. Kurasa aku menangis. Pria ini..dia trauma. Ia..seperti puppy yang tidak mau disentuh oleh manusia.

Kau pernah melihat anak anjing lucu yang tersesat? Anak anjing itu berwarna putih dengan warna hitam di ujung ekornya? Ia juga memakai kalung sebagai penanda bahwa ia sudah mempunyai tuan. Tapi ketika kau coba membawanya ke rumah mu, ia berontak. Ia selalu menyalak bila ingin kita sentuh. Ia bahkan tidak mau makan, ia lebih memilih mati.

Kenapa? Karena ia merasa sangat sedih. Hatinya terluka. Orang yang tidak tau mungkin akan bilang ia puppy yang nakal. Menyusahkan. Tapi kenyataannya ia adalah anak anjing yang merasa dibuang. Dibohongi. Atau lebih parah, kesepian.

Ia trauma akan mempunyai tuan. Ia takut akan ditinggalkan. Walau ia tidak tau alasan kenapa ia ditinggalkan di jalan, mungkin saja tuannya itu sakit atau sudah tidak mampu untuk merawatnya, tapi siapa yang perduli. Yang ia tau, ia sudah dibuang. Ia sudah dibohongi oleh tuannya.

Dan pria yang sedang duduk dihadapanku ini ia seperti itu. Ia sangat marah. Ia merasa dibohongi. Ia tidak bisa menerima alasan apapun.

“Dan kau tau apalagi? Ia berbo-”

“Aku menyayangimu Kim Jonghyun.” Kuputus ucapannya dengan segera merengkuhnya dalam pelukanku. Aku tidak tau kenapa aku tiba-tiba memeluknya. Tapi yang kutau, pria ini butuh sebuah pelukan. Butuh sebuah pundak untuk menangis. Butuh sebuah pundak untuk merebahkan sebentar kepalanya. Dan butuh ucapan sayang untuk membuatnya merasa ia tidak sendiri.

“A- April ssi kau..”

“Kau tau Jonghyun ssi.. Appaku selalu memelukku jika ia melihatku duduk seorang diri dengan menopang dagu. Ia tidak bertanya apa-apa. Ia hanya memanggilku. Tersenyum padaku. Dan langsung memelukku. Ia juga berkata bahwa ia sangat..sangat menyayangiku.”

“April aku..”

“Ketika kutanya padanya kenapa ia memelukku. Ia menjawabnya seperti ini, ‘Tidak apa-apa. Hanya ingin mentransfer rasa sayang ayah pada putri ayah yang cantik. Dan memberinya kekuatan untuk tersenyum kembali.’ Dan kurasa caranya itu ampuh sekali padaku. Karena di dalam pelukannya itulah aku menangis sejadi-jadinya. Menuangkan rasa sesak, rasa sakit, rasa kecewaku pada semua hal. Di da-”

“Aku..aku kecewa padanya. Aku benar-benar kecewa pada Jae. Aku sangat menyayangi dirinya. Dia satu-satunya orang yang mengerti diriku. Dia yang memarahiku ketika aku bertengkar dengan appa. Ia yang membantuku berdiri ketika aku terjatuh. Ia yang mengatakan aku bodoh ketika aku melakukan hal bodoh. Tapi kenapa ia tidak cerita padaku kalau ia sakit? Kenapa ia tidak mau melihatku di detik-detik terakhirnya? Apakah ia tidak menganggapku sebagai sahabatnya? Aku bohong ketika ku bilang ia pembohong. Ia tidak pernah berbohong padaku. Ia..ia..aku..aku..hanya sangat kecewa padanya. Sangat kecewaaa..huhuhu..”

Dan tumpahlah semua rasa sesak, rasa kecewa, rasa sakit yang selama ini menganggunya untuk bernafas.  Yang membuatnya menahan senyumnya. Yang membuat auranya menghitam. Dan yang membuatnya begitu labil. Namja ini, Kim Jonghyun, ia terus mencurahkan isi hatinya padaku dengan air mata yang terus membasahi pundakku.

Kau tau apa yang kulakukan kan? Yup. Diam mendengarkan keluh kesahnya. Ada saat dimana kau boleh langsung berkomentar, dan ada saat dimana kau harus menahan komentarmu itu untuk sejenak. Dan aku memilih opsi kedua. Namja ini hanya butuh didengarkan.

Keadaan ini berlangsung sampai beberapa saat. Hingga akhirnya namja ini berhasil membuat emosiku naik turun. Ya setelah kedua tangan besarnya benar-benar mengikatku erat dalam pelukannya. Baju di pundakku basah. Namja ini, seorang bermarga Kim, pada akhirnya ia berhasil menumbuhkan niatku untuk menjitak kepalanya. And if killing someone were legal, I would put a gun on his head directly.  Kenapa? karena pria yang sedang menangis ini tiba-tiba memintaku sesuatu,

“April..”

“Hmm?”

“Haus..”

“Lalu?” tanyaku padanya yang masih berada dalam pelukanku.

“Aku..ehm..maukah kau **********” Bukan. Bukan. Itu bukan kalimat sensor. Tapi ia membisikkan sesuatu padaku. Dan bisikannya itu berhasil membuatku berteriak,

“Ish! Jinjja!! Kau!! Arghhhhh!!!!”

“Waeyo?? Ada yang salah? Aku hanya meminta itu..pelit sekali..” O,O pelit dia bilang???

***

FIN

Oopss! Sorryyy…

TBC

***

Masih gagalkah part yang ini? *pasrah!

Oh iya! Oh iya! Aku lupaaa…

Yeni mana Yeni? Salah satu peninggal jejak di HoA part 3.

Yennn..finally, aku tau dong artinya arashi kekeke..And yes, you may call me with that name ^^. Pencinta Jepang juga kah? If yes, so am I. Tapi aku lebih suka cerita ‘Klan’ nya. Klan Oda, especially. And I love Nobunaga, Hideyoshi, Tokugawa. They’re such perfect leaders, aren’t they? d^^b

*Yeni: ini apa ya? nama saya kenapa dibawa-bawa -_-! ?

*Storm: Habisnyaaa..cari Yeni susah bgt T.T

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “Hands of April – Part 4”

  1. Ijahhh.. Udah bingung aja tadi baca ‘fin’ ehehe..

    Oalah.. Jjong-nya trauma toh..pantesan aneh sikapnya.

    Eh! Ini part ini g kependekan storm?? Pasti buru2 nih anak. Yo wiss tak tunggu part-5’e..

    Nice job! ^^

    1. Ehehehe..ketipu ya?? iseng aja sih aku waktu itu.. #jitak!
      hehehe..iya traumaa..

      Iyahhhh aku buru-buruuuu hiks..hiksss ternyata bikin FF itu juga termasuk deadline ya hehehe

      Thank you for reading and leaving me comment ya kakkk ^^

  2. hwaaa apa yg di minta ma jonghyun ???
    jangan2 …….. ES JERUK di gang kelinci ??? *pletak!! korea – gang kelinci !!!*

    hwaaa akhirnya baikan juga .. ayo lanjutannya apa ???

    1. Ahhhhhahahahhaaaa dikit lagi La..dikit lagiiii tebakannya bener, esssss gitu dehh hakakak

      thank you for reading and leaving a comment yaaa ^^

  3. Aishhh penasaran sama lanjutannya
    Nyesek banget jong ditinggal sahabatnya
    Ngomong ngomong dia minta apa si?
    April untung ngerti mau nya jong apa
    Dan dia meluk jjong ^^
    Lanjutann nya cepet ya

  4. kasian Jjong ;___; ternyata dia sampe segitunya karena trauma, ya. Dan yeeey, akhirnya baikan jugaa~
    Errr, itu Jjong minta apa ya sama April? Hoho
    Ditunggu lanjutannyaa~

    1. iya kasiannnn..
      hahaha..ga aneh-aneh kok dubu mintanya

      thx u for reading and leaving me comment dubuuuu ^^

  5. yah… tebakanku salah. bukan yoora, tapi oppa-nya.
    gapapa deh, meleset dikit doang kok (menghibur diri sendiri).
    arashi-chan, Yeni yang dimaksud diriku kah?
    Ah… aku bukan Yeni, tapi YENNI, double N. hehehe…
    gapapa kok, udah biasa, dirimu org kesekian juta (lebay) yang salah eja.
    storm sunbaenim, next part, aku minta penjelasan logis kenapa dan bagaimana bisa Yoora tiba-tiba nemuin dan cerita panjang lebar (plus tinggi) tentang Jjong ke April ya… (reader banyak maunya).

    1. Ahahahaha jeongmal? double N? ahahaha mianne..
      well, will try to remember that next time hahaha

      Ahh.. itu ada di part 5 Yen penjelasannya
      nanti ya.. belum ku kirim hehehe

      thank you for reading and leaving me comment yaa ^^

  6. akhirnya keluar juga part lanjutannya…
    lanjut….hehehe
    strom ngagetin aja! kirain tadi beneran fin.ga taunya masih tbc -_-“

    1. Chotaaaaaaaaaaaaaa ^^
      langsung peluk
      langsung ciummmmmmm
      hakakakak

      iya dong..aku kan mau ngerjain chota ehehehe

      makasih chota karena udah selalu mampirrrr..^^
      *peluk cium

    1. hey hooo..
      minta apa ya??
      yang pasti bukan sesuatu yang yadong hakakak

      thank you for reading and leaving comment ya gitaa.. ^^

  7. eumhh.. aku bingung baca’y soal’y lupa cerita part sebelum’y ..
    hah, jong bisikin apa tuh ma april ??
    hehe.. part selanjut’y ditunggu..

    1. Ahahaha..kelamaan ya say?

      what do you think? what make April scream like that?
      Hmm..

      well, thank you for reading and leaving me comment Han Yeol ^^

  8. kenapa setiap baca FFmu aku selalu ngerasa kelewatan???
    Aigoooo.. aku udah mulai ga update nihh..
    Storm unniee…. ayolahh.. HOA nya jangan di bikin penasaran mulu u,u
    aku tunggu ya… keluarnya kasih tau doong hehehe biar ga ngerasa kelewatann 😀

    1. Hi suciiii..
      hehehe.. aku nya yang ga bisa update setiap saat sayyy..
      almost have no time to write. so many deadlines.
      pheww so depressed T.T

      Ahahaha kasih tau? gmn caranya say? kekeke
      dah kamu nya aja yang sering main ke sini #plak!plak!plak!

      thank you for reading and leaving me comment ya Suciiii ^^

    1. Ehehe,, tadinya emang mau ditamatin di part ini
      buttt…I guess that would be not fair for this FF.
      so, i change my mind..kekeke.

      well, thank you for reading and leaving me a comment ^^

  9. sumpah daebak, jinjja yo.
    strom_ssi im your fan
    aku baca kilat HoA dari semalem n sumpah terkesan bgt
    kenalin aku keylin
    nice to know u n ur story
    kekeke

    next as soon as possible
    *plakkk*

    1. Holllaaaa Keylin sayanggg ^^
      Nice to you too, Key..
      Storm imnida *bow =]

      Ahh..jinjja yo?? terkesan?
      wow.. so flutter coz this is the first time I got a comment like that hahaha >//<
      Jeongmal gomawooo *deepbow

      sure..gonna write it asap hehe..
      thank you Keylin for reading and leaving me a comment.. ^^

  10. hello storm 😀

    aigo..minta apa itu si jjong O.o
    duh aku kagum dh sama si april, dia adorable bgt dh tokohnya 😀
    trusnya aku paling suka ini ni dr ff ini “kita tidak butuh alasan untuk membantu orang lain”
    seSUJU bangett >.<

    lanjutkan storm…hwaiting 😀

  11. ommmonaaaaa baby jong ternyata trauma..

    mian br komen di part ini krn drtd pgn bc terus2an…

    aduhhhhh babyjong mnt apa sm april???

  12. aku lagi nyari-nyari ff buat di baca di hari pertama liburan..dan yak nemulah ff daebak ini, langsung di baca selama 2 jam penuh. dan mantapppppp…daebakkk..soooo fantastic elastic.
    hi storm, i think am gonna be your fans… ;P

    tapi aku gak nemu yang part 5, where is it ???
    gotta read another yours. 🙂

  13. Ahahahaha yaaaaahh kenapa TBC???ayolaaahh thor lanjutkan,ngakaknya ngegantung nih,,,auuuussss???wkwkwkwk kalo yadong plaaaakkk!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s