Happy Birthday, Bling Bling

Happy Birthday, Bling Bling

 

Cast: Kim Jonghyun; Kim Yoora; other casts

 

[[FYI, disini Yoora sebagai pacar Jonghyun. Nah, cast lain yang masih belum kalian kenal (mungkin), adalah pacar-pacar dari member Shinee yang lain ^^ Yoora, Mincha, dan Hyorin tergabung dalam suatu GB bernama The Girls of Star. Sedangkan Sera dan Eun Kyo tergabung dalam GB lain bernama Zenyth (nama GB disini hanya fiction belaka).

Terus, nanti di bulan Juni atau Juli, aku bakal buat cerita tentang awal pertemuan Shinee dengan pacar mereka. Jadi ditunggu ya ^^

Terus terus. Aku bakal lebih banyak membuat ff bertemakan HyunRa couple (Jonghyun-Yoora) dan couple lainnya ^^. Maaf bila ada yang ga suka ..]]

—. Continue reading Happy Birthday, Bling Bling

MY BOSS , MY LOVE – Part 1

Title                 : MY BOSS , MY LOVE (part 1 )

Author             : snovadela

Main Cast         :

–          Felicia Novacek

–          Kim Kibum (Key)

–          Choi Minho

Support Cast   :

–          Member SHINee (Onew, Jonghyun, Taemin)

–          Anggota SME

Length             : SEQUEL

Genre              : Romantic, Business Entertainment, Action (?)

Rating             : General / PG-13/ PG-15/ NC

MY BOSS , MY LOVE

Part 1

Di Rusia

Cuaca sangat mendukung untuk melakukan penerbangan. Dan kini aku hanya memandang nanar pada sebuah kaca di depanku. Banyak sekali peristiwa miris, dan pahit yang aku dapatkan selama ini. Salah satunya adalah pekerjaan ini. Felicia Novacek, orang-orang sering memanggilku dengan sebutan itu. Sungguh bosan menjalani rutinitas seperti ini setiap hari, jika bukan karena bundaku, aku tidak akan melakukan ini. Meninggalkan masa-masa mudaku, dengan menghabiskan waktu hanya untuk berbisnis.

“Nona, sudah siap semuanya” ucapnya seorang pelayan dalam bahasa Rusia

“Semua sudah masuk bagasi? Aku tidak mau ada yang tertinggal. Satupun, jas, blazer, sepatu, rok, arsip penting, semuanya jangan lupa” ucapku ketus, cepat dan.. angkuh. Aku benci sifatku sekarang. aku harus berpura-pura angkuh, elegan, terhormat sekali, dan harus mempunyai jurus ‘jangan terlalu ramah’. Itu bukan sifat asliku, aku benci dengan diriku sekarang. bundaku serta ‘dirinya’ memberikan pengaruh banyak kepadaku

“Semua sesuai dengan kemauan Anda nona”

Kutatap lagi penampilanku. Aku lelah dengan semua ini.

Aku berjalan melewati pelayan yang masih terbungkuk itu, tanpa kutahu 2orang asistenku sudah ada di sampingku. Luna dan Jimmy. Orang terpercayaku. Luna memberiku kacamata hitam serta kuberikan tasku kepadanya sambil terus berjalann menuju ke belakang rumah.

“Semua aman. Bodyguard ada 10 dari sini, 5 sedang menunggu di Negara tujuan. Aku mohon nona, bawa ini” ucap Jimmy sambil menunduk menyodorkan sebuah benda yang sering kubawa. Apa aku harus membawanya lagi? Aarrgghhhhh!

Aku mengamatinya, “Kau terlalu khawatir”

“Perintah dari Tuan Lyla Novacek” ucapnya. Yah,itu nama ibuku.

Dengan pandangan tanpa ekspresi kusambar pistol itu dan memasuknya di sela-sela pinggangku.

“Terima kasih nona. Semuanya, siaga! Pesawat akan lepas landas” teriaknya

Aku berjalan lurus memandang ke depan tanpa melihat di sekitarku banyak orang membungkuk, mereka terlalu sopan. Ingin sekali aku menegakkan tubuh mereka satu-satu,tapi hal itu adalah hal terburuk yang paling di benci bundaku.

“Bunda, aku terbang dulu. Hubungi aku jika sesuatu yang tidak beres” ucapku dalam bahasa Rusia dengan lancar kepada bundaku

“Baiklah, bawa beberapa bintang dari sana. Rubah mereka!” ucapnya sungguh-sungguh

“Akan kulakukan untukmu” aku memeluknya sebelum menaiki pesawat. Halaman di belakang rumahku sangat lah luas, memungkinkan untuk 2buah pesawat berukuran sedang untuk lepas landas disitu. Aku memang sering ke luar negeri mendadak, maka kuputuskan membuat lapangan untuk lepas landas pesawat-pesawatku. Beberapa menit aku sudah duduk di kursiku, dan kusuruh bodyguard serta lainnya untuk keluar. Aku ingin sendiri. Mengenang kisah ku sewaktu SMA,yang sangat memukulku.

“Suatu saat nanti, kau akan menerima balasannya James Volta. Aku akan mencarimu” ucapku yakin. Dia memang orang yang sangat membawa perubahan besar bagi diriku.

****

Di Korea

Terjadi kesibukan besar di SM Entertainment. Beberapa grup asuhan SM Entertainment komat-kamit tidak jelas. Mereka belajar bahasa Rusia. Ada SHINee, SUJU, SNSD dan personil SM The Ballad. Maka Jjong dan Kyuhyun merangkap dua posisi. Penata rambut serta kostum sibuk membenahi dandanan mereka.

“Semua, sudah selesai??!” teriak pemilik SME

“Sebentar lagi hyung!” jawab personil SUJU dan SHINee serempak.

“Cepatlah, dia akan datang beberapa jam lagi. Kita belum perjalanan ke hotel. Pengumuman, harap kumpul”

Mau tidak mau, para wanita yang sedang di benahi rambutnya pun berdiri diikuti tangan-tangan penata rambut yang berusaha menyelesaikan model rambutnya.

“Kali ini yang datang anak dari Lyla Novacek. Kemarin memang rencananya yang datang Lyla Novacek, namun dia sangat sibuk. Jadi diwakilkan kepada anaknya. Dia masih muda. Tapi dia sangat tegas. Aku mohon jangan bercanda, ini demi kalian. Kita belum bisa menembus pasar Rusia, melalui dia semuanya akan nyata. Jaga fashion kalian, suara kalian, jaga tingkah laku kalian. Untuk para wanita, perhatikan cara makan dan bicara.”

“Dia seperti apa sih? Dia jadi apa di Rusia?” tanya Leetuk

“Dia produser terbesar di Rusia, hampir semua artis atau selebritis disana jika ingin memulai karir harus memenuhi persetujuan darinya dulu. Ibunya seorang perancang busana ternama di Rusia, yang menentukan mana pakaian yang akan menjadi bahasan majalah paling ternama di Rusia. Mereka berdua mempunyai andil besar di bidang entertainment di Rusia. Model rambut, atau lainnya. Anaknya adalah mantan miss universe Rusia 2 tahun yang lalu. Cukup?”

Semuanya terperangah mendengar penjelasan Lee Soman.

“Dia orang penting” ucap Nichole

“Dia orang ternama” ucap Donghae

“Dia bukan orang sembarangan” ucap Onew

“Dia yoeja yang hebat” ucap Siwon

“Apa kita bicara dengannya memakai bahasa Rusia?” tanya Taemin takut

“Tenang saja, dia fasih berbicara apa saja. Baiklah, kita berangkat sekarang. masuk van masing-masing. Kajja!”

Semuanya sibuk membawa tas dan barang bawaan mereka, kemudia berjalan santai menuju van masing-masing. Semuanya masih penasaran dengan wujud wanita itu. Van membawa mereka ke tempat yang tidak mereka duga sama sekali.

****

SHINee POV (member SHINee doang)

Mereka berlima turun dari van mereka. Bukan hanya mereka yang terkejut dengan tempat ini, namun para member SNSD dan SUJU juga kaget dengan tempat pemberhentian mereka

“SUN Hotel?!!” teriak mereka ber5

SUN hotel adalah hotel paling ternama seantero Korea *lebayy. Hanya digunakan untuk pers para presiden dengan orang-orang penting dari Negara asing. Pengunjungnya kebanyakan para orang penting dari Negara asing. Karena dekat dengan bandara Incheon. Kini bangunan itu menjulang tinggi di depan mereka semua.

“Busett dah tuh cewek. Dapat uang darimaana nyewa tempat di hotel paling muuuweeewaahh se Korea?” ucap Jonghyun tidak percaya

“benar hyung, dia memang orang special di Rusia. Aku penasaran” ucap Taemin

“Sabar, kita akan mengetahuinya sebentar lagi” ucap Key halus membelai rambut Taemin

Ketika mereka semua masuk kedalam gedung hotel itu, langsung saja kilatan serta suara jepretan kamera menyambut mereka berlima. Mereka tersenyum lebar kepada semua orang di sekitarnya, begitu juga dengan SNSD dan SUJU dan personil lainnya.

Para member SHINee terkejut ketika memasuki sebuah ruangan yang sangat luas, dengan sebuah meja oval di tengahnya. Kalau dilihat-lihat jumlah kursinya pas jika di duduki mereka, SNSD dan SUJU serta 2 personil SM The Ballad. Tanpa ragu mereka duduk dengan grupnya. Sambil menunggu kedatangan orang penting itu.

***

Felicia POV

Kini aku sudah berdiri di depan pintu pesawat ku yang mendarat dengan mulus di bandara Incheon. Bisa kurasakan angin Korea menerpaku. Beda dengan ketika aku ada di Rusia maupun Amerika. Amerika adalah Negara masa lalu dan Rusia adalah Negara masa depanku,menurutku. Kutarik kacamata hitamku yang ada  di atas rambutku dan kini menutupi kedua mataku. Berjalan dengan percaya diri menyusuri bandara Incheon, walaupun banyak pasang mata menatapku dengan pandangan… aneh. Diriku memang aneh, Korea terkenal dengan musim dinginnya memang. Namun aku malah memakai rok coklat metalik yang panjangnya hanya 30 cm. Memakai sepatu warna hitam yang sangat ternama dari Rusia, dengan hak 10cm dan sepatu itu panjangnya sampai 5cm di bawah lututku. Dengan bulu-bulu warna crem yang tidak terlalu banyak di sekitarnya. Kugunakan baju berlengan pendek warna hitam sesuai dengan bulu sepatuku namun tetap terlihat resmi dan anggun. Namun tetap memperlihatkan pusarku. Kaos tangan hitam terawang kupakai di kedua tanganku yang panjangnya hingga sikuku. Kututup sekitar leherku dengan syal buluku warna crem pula. Hampir setiap hari jika beraktifitas, inilah pakaianku.

“Kita langsung ke pertemuan” ucapku

“Anda tidak ingin istirahat beberapa menit? Mengganti pakaian?” tanya Luna

“Tidak. Langsung saja, toh ini tidak akan lama” ucapku dalam bahasa Rusia.”Kugunakan bahasa Inggris dan Korea untuk membahas bisnis ini” ucapku lagi

“Baik Nona.” Ucapnya sambil membukakan pintu mobil limosin. Aku mengira hotelnya jauh dari bandara. Ternyata hanya beberapa km saja dari bandara ini. Buang bensin saja.

Kubuka pintuku dan ku tarik kacamata dari mataku ke rambutku. Luna sibuk mempersiapkan arsip sambil berjalan,sedangkan aku hanya membawa handphone dan harus tersenyum kepada setiap orang. Aku sampai di depan sebuah ruangan.

“Ini tempatnya?”

“Iya Nona. Silahkan” ucap Jimmy sambil membukakan pintu. Banyak sekali orang di dalam, kutarik kacamata ku menutupi mataku lagi, ku angkat daguku. Berjalan melewati mereka yang terkejut dengan penampilanku. Tidak ada senyuman di bibirku, ini sudah keharusan menampilkan tampang seperti ini di depan anak didikan.

****

Author POV

Mereka semua terkejut ketika pintu dan membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang membuka pintu. Hampir dari semua namja membuka mulut mereka, kagum, mungkin terkejut,mungkin terpesona. Kini mereka menutup mulut mereka ketika wanita yang berjalan menyeberangi ruangan itu mengangkat satu tangannya. Tanda meminta perhatian. Dia melepas kacamatanya dan memberikan kepada Jimmy dan menerima berkas dari Luna.

“Kita mulai acara pagi ini” dalam bahasa Inggris yang sangat fasih.”Perkenalkan. nama saya Felicia Novacek. Kalian bisa memanggil saya Licia.” Ucapnya dalam bahasa Korea kini

Dia membuka map nya yang pertama.

“Sehubungan dengan pendobrakan pasar Rusia tentang music dari Korea ini, saya ingin mengetahui grup apa saja yang masuk kategori ini” dia membuka halaman pertama.”Bagi yang saya sebutkan, harap berdiri.SNSD.” serempak ke-9 gadis itu berdiri dan membungkukkan badannya. Kemudian Licia menatap mereka sebentar dan menyuruhnya duduk kembali dengan lambaian tangan yang malas.”Super Junior?” ke13 namja berdiri bersamaan dan membungkukkan badan juga. Perlakuan yang sama dengan SNSD.”SHINee?” lima orang namja yang masih muda-muda berdiri. Dan membungkukkan badannya.”Welcome to the Korea” ucap Onew sebagai leader.”Thank you. Sit down please. SM The Ballad?”namun hanya 2orang yang berdiri.”Yang dua mana? Bukannya kalian ber4?” baru Jonghyun dan Kyuhyun berdiri.

“Tunjukkan suara kalian ber2 dengan 2 orang personilmu” dia tahu, jika sampai mempunyai 2grup berarti diia mempunyai kelebihan dibanding teman-temannya. Jjong dan Kyuhyun mulai menyanyikan lagunya.

Nae sarangi jejariro oji motago
Heullin nunmulmankeum meolli ganeyo
Naneun ijeoya hajyo geudae neomu geuriwo
Nareul apeuge haljineun mollado ijeoyo

Saat akan membuka mulut lagi untuk menyanyi lagi, Licia mengangkat tangannya. Menghentikan mereka.”Silahkan duduk kembali. SNSD” gadis-gadis itu berdiri, dan mereka mengetahui tugas selanjutnya.

You better run run run run run
Deoneun mot bwa geodeocha jullae
You better run run run run run
Nal butjabado gwanshim ggeodullae hey
De meotjin naega dweneun nal
Gapajugesseo itjima
You better run run run run run
Ddak geollyeoseo yagollyeoseo
Run devil devil run run

Licia mengangkat kembali tangannya. Para member SNSD duduk lagi.”Super Junior”. Ke13 namja berdiri dan menyanyikan juga lagunya.

Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

Mereka tahu diri, sebeelum Licia mengangkat tangan mereka sudah seelesai menyanyi dan duduk kembali. Licia memandang mereka dengan tatapan maksud-loe. Ke 13 namja itu hanya tersenyum dengan arti kami-tahu-tindakanmu-selanjutnya. Mengetahui itu Licia tidak menghiraukan mereka. “Berikutnya,SHINee.” mereka ber5 bangkit dari kursinya, termasuk Jjong juga berdiri lagi. Sejenak Licia memandang salah seorang di antara kelima namja itu. Kemudian menunduk kembali.”Menyanyilah” ucapnya sambil menunduk.

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh ( I wanna be with you, my girl yeah yeah )
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl …..

“Cukup. Kalian boleh duduk” seperti biasa Licia memotong lagu mereka.

“Pertemuan hari ini cukup. Kita lanjutkan lagi besok, seperti yang sudah tertera di jadwal. Ketemu kembali di gedung home teater hotel ini. Selamat siang dan selamat istirahat.” Ucap Licia cepat kemudian meninggalkan mereka dengan wajah masih menunduk. “Luna, kunci kamar” dia menyodorkan tangannya ke Luna sambil berjalan.”Tidak perlu pengawalan. Aku ingin istirahat. Ingin sendiri.” Luna mengerti dan hanya membungkuk. Meninggalkan Licia sendiri di kamar.

****

Licia POV

“Berikutnya,SHINee.” mereka ber5 bangkit dari kursinya, termasuk Jjong juga berdiri lagi. Aku menyapa wajah mereka semua, dan berhenti pada sebuah wajah. Dan memandang matanya. Mata ini. Kenapa bisa mirip sekali. Apa benar itu mata adalah miliknya? Aku tidak berani memandangnya terlalu lama. Kuputuskan untuk menunduk saja.”Menyanyilah” ucapku sambil menunduk.

Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh ( I wanna be with you, my girl yeah yeah )
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl …..

“Cukup. Kalian boleh duduk” aku menemukan sebuah unsure suara yang sangat aku kenal.

“Pertemuan hari ini cukup. Kita lanjutkan lagi besok, seperti yang sudah tertera di jadwal. Ketemu kembali di gedung home teater hotel ini. Selamat siang dan selamat istirahat.” Ucap ku cepat dan segera ingin meninggalkan ruangan ini. Dia juga masih memandang ke arah ku. Kutinggalkan mereka dengan wajah menunduk dan meminta kunci kamarku ke Luna. “Luna, kunci kamar. Tidak perlu pengawalan. Aku ingin istirahat. Ingin sendiri.” Lebih tepatnya ingin memikirkannya lagi. Kutanggalkan pakaianku satu-satu dan kini aku merebahkan tubuhku di tempat tidur. Kubiarkan lamunanku membawaku kembali ke masa lalu.

Flashback

Aku sudah tidak tahan. Aku melangkahkan kakiku menuju seorang cowok yang duduk sendirian sambil membaca bukunya. Mungkin dengan aku mengungkapkannya semuanya akan lebih baik.

“James..” panggilku. Dan dia menoleh.

“Kate. Ada apa?” tanyanya dan menutup bukunya sekarang menghadap ke arahku. Dengan pandangan jijik.

Aku kini berjalan lebih dekat ke arahnya. Sedangkan dia menjauh.

“Jangan dekat-dekat. Ada aapa?” ucapnya cuek, kasar. Aku tahu dia memang kasar dan sangat tidak sopan dengan wanita macam seperti ku. Tapi aku tidak tahu kenapa aku bisa menyukainya sedalam ini selama hampir 2 tahun.

“A..aa ku” ucapku terbata

“Jika tidak penting pergilah. Aku tidak mau dekat denganmu” ucapnya tanpa memandangku dan beralih lagi ke bukunya.

“A..aa..a..aku me..me..nyukai..mu”

Aku yakin dia pasti marah dan memang benar dia marah. Dia melepar bukunya ke bangku dan memukul bangkunya. Kemudian datang beberapa orang gadis cantik dan beberapa teman-teman cowoknya yang sangat tampan-tampan, termasuk dia. Aku hanya bisa menaikkan kacamata ku aagar tidak jatuh (mlorot). “Kamu berani mengatakan itu haahhhh?!!” tanyanya dengan  nada tinggi

“Dia mengucapkan apa broo?” ucap salah satu temannya.

“Dia bilang kalau dia menyukaiku” ucap James

Seketika itu juga daerah dimana aku berdiri sudah ramai dengan suara tawa mereka. wajahku memanas, ingin aku berlari namun tidak mempunyai kekuatan. Aku hanya menahan airmataku agar tidak terjatuh.

“Waawwww, seorang Kate mengucapkan itu kepadamu. Rejeki James”ucap salah seorang wanita di belakangnya. James hanya diam saja sambil tersenyum licik.

“Asal kau tahu saja Kate Viles, sebelum kau mengatakan itu. Belilah kaca.”

Ucapannya sangat menusuk. Aku tau aku tidak sesempurna teman wanitanya. Tapi aku mempunyai hati. Kuberanikan diriku memandangnya dengan airmata menetes begitu saja.

“Lihatlah dirimu. Tubuh tidak berisi, rambut berminyak. Pakai kacamata segede ini”ucapnya sambil menyenggol kacamataku.”Lihat wajahmu. Jerawat sangat senang disana. Apa kau tidak malu punya penampilan seperti ini mau menembakku haahhh?! Pakai tuh otak!!” aku sudah tidak tahan. PLLAAAAKKKK. Kutampar pipinya yang memang bersih dari jerawat.

“Dasar, wanita bodoh. Beraninya kau menamparku. Kau adalah wanita terjelek yang pernah kutemui. Aku tidak ingin melihat wajah burukmu itu besok di sekolah ini!” dengan tatapan yang sangat menusuk dia memandangku. Kubalas tatapan itu. Beberapa detik kami beradu pandang.

“Akan kukabulkan permintaan pertamamu kepadaku” ucapku sambil mengusap airmata. Kututup telinganku dari tawa mereka dan berlari sejauh mungkin dari mereka.

End of flashback

Tak terasa airmata  mengalir di pipiku. Kenapa aku harus menangisi James. Dia cowok yang sangat kejam denganku. Aku harus melupakannya. Mulai saat itu, aku pergi meninggalkan Amerika, meninggalkan James Volta. Namun perasaanku hingga saat ini, masih tertinggal di James Volta. Dia juga yang membuatku seperti sekarang ini. Mengubah sifatku seperti ini dan penampilanku seperti ini. Secara tidak langsung, ucapannya merubahku.

*****

Kamar SHINee

“Yeeeyyyy, kasurnya empuk hyung” ucap Taemin saat melemparkan tubuhnya di kasur. Tidak membantu hyung-hyungnya untuk mengangkat koper-kopernya.

“Ihh norak Taemin” ucap Jjong menghina

“Sudah-sudah jangan ramai saja. Ayo ini bajunya di taruh di lemari. Jangan sampai kusut, kita pakai ini untuk pertunjukan besok.” Ucap Onew

Mereka berlima sibuk dengan menata baju, dan lainnya.

“Hyung, apa kamu tidak sadar perubahan sikap Licia tadi?” tanya Minho kepada Key

“Ya, aku tadi melihat Licia nuuna menjadi melunak saat melihat kita berlima. Padahal saat melihat SUJU seperti ingin membunuh mereka” Taemin menimpali dengan polosnya.

“Anni. Dia melunak saat melihat salah satu di antara kita” ucap Onew lebih tepat

“Tepat. Apa di antara kalian ada yang mengenalnya? “ tanya Jjong

Mereka ber4 menggeleng bersama namun tatapan matanya masih focus ke kostum mereka.

“Hanya saja…” kini Key angkat bicara

“Kenapa Key?”

“Aku pernah melihat tatapan mata seperti itu. Teduh sekali matanya. Seperti menyiratkan kekecewaan yang mendalam setelah melihat ke arah kita. Atau lebih tepatnya salah satu di antara kita”

“Kau kenal?”

“Entahlah. Aku lupa dengan tatapan itu”

“Aku melihat kalau dia berhenti ketika melihat ke arahmu dan Minho” ucap Onew tepat lagi. Kini Key dan Minho saling bertatapan dan menggeleng bersama lagi.

“Entahlah. Kami tidak tahu hyung” ucap Minho

“Mungkin wajah kalian sangat perlu di kasihani. Dia kecewa dengan wajah kalian, karena tidak seganteng wajahku.” Ucap Jjong sambil mengelus janggutnya yang tidak ada rambutnya sama sekali.

“HYYYUUNNGGG!!!” teriak Key kemudian terjadilah perang barang. Mulai dari sandal, sisir, lotion, selimut, bantal,guling melayang ke arah Jjong yang berusaha melarikaan diri.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF