This Is My Life – I’m Sorry

This Is My Life – I’m Sorry

Author : Ayu Wandira

Genre : Romance, Sad

Rating : PG-13

Length : Sequel.

Main Cast : Sun Hye, Kim Jonghyun.

Support Cast : Eun Jisu, Minah, SHINee

~~ Sun Hye POV ~~

“Oppa? Gwenchana?” tanya ku.

“Hhh..” ku lihat ia mulai menarik nafas.

“Mianhae..” ucap nya, dia pun langsung berdiri.

“Oppa, sedang apa disini?” tanya ku.

“Aku…”

~~ Jonghyun POV ~~

“Aku…”

Haduh, apa aku harus bilang jujur saja sekarang? Tapi kalo aku mengatakan nya, pasti dia bisa-bisa ikut stress, mungkin? Hhh…baiklah.

“Bagaimana kalau kita menjenguk umma-mu sekarang, Sun Hye?” tanya ku. Lebih baik sekarang berbohong dulu dari pada ketahuan.

“Umma? OMONA! Aku lupa harus menjenguk umma hari ini, baiklah oppa, Kajja!” ucap nya.

“Mm, Sun Hye..”

“Ne, oppa?” tanya nya.

Baiklah aku akan mengatakan nya dengan jujur, Jonghyun tarik nafas, hh~ Keluarkan “Haah..”

“Begini, sebenarnya umm…”

“Aaaa!! JONGHYUN OPPA!!! JONGHYUN!!! AAAAAA!!!” omona? Suara apa itu? Fans? Omo omo, bisa gawat ini.

“Ayo Sun Hye!” ucap ku dan langsung berlari meninggalkan fans itu.

“Hhh~”

“Kau lelah Sun Hye? Mian.” ucap ku, setelah kami sampai di jalan yang sedikit sepi.

“Sedikit oppa,” jawab nya.

“Jadi oppa tadi ingin bicara apa?” tanya nya.

“Hhh….” “Jadi sebenarnya umma-mu itu…”

“Umma ku? Waeyo oppa?” tanya nya, Aaa…tuhan beranikan diriku. Jonghyun ayo ayo ayo ayo!

“Umma mu harus mendapatkan pendonor hati, jika besok tidak ada orang yang ingin mendonorkan hati nya, ma..”

“M..mwo? Umma..? Umma? Kenapa oppa berkata seperti itu? Hiks..benar itu oppa? Sehar hiks..i?”

“Ssst! Ini bisa ditangani Sun Hye, tenang lah!” aku pun memeluk nya, agar dia tidak menangis lebih kencang.

“Te…tet..tapi? M..me-mengapa oppa??” tanya nya dan menangis di hadapanku. Aku seperti mati rasa melihatnya seperti itu, aku tidak bisa menggerak kan kaki ku sama sekali. “BRUKK” pertahanan nya jatuh dan ia jatuh terduduk. Aku masih belum bisa menggerekan kaki ku sama sekali, ada apa denganku? “S..su..sun hye? Ge..g..gwenchana?” tanyaku. Dia menggeleng.

Aku berjongkok di depan nya yang sedang sesegukan dengan perkataan ku tadi.

“Ulji..” sebelum aku mengatakan dia mendorongku hingga aku terjatuh.

“PERGILAH!! AKU TIDAK INGIN MELIHAT OPPA!! PERGI!! PERGI!! HIKSS..” ucapnya yang membuyarkan lamunanku melihat apa yang terjadi padanya saat ini.

“Waeyo, Sun Hye? Apa yang salah dari ku? AKu menyakitimu?” tanya ku.

“ANDWAE!! PERGIII!! A..A..KU BENCI OPPA!!!!!” teriaknya, ne aku tau kau membenciku Sun Hye, itu semua yang membuat mu membenci ku hanya ingin menolongmu Sun Hye.

“Hhh..ne, aku pergi ke rumah sakit sekarang. Aku tidak ingin kau melihat ku masih berada di sini, aku pergi sekarang, bye~” ucap ku berat. Jonghyun ini keputusanmu!

~ ~Author POV ~~

Jonghyun pun pergi meninggalkan Sun Hye yang masih terduduk lemas di tanah, Sun Hye hanya menangis dan terus menangis mendengar perkataan terakhir kekasihnya itu. Sun Hye pun bangkit dan langsung berlari mengejar Jonghyun dengan air mata yang terus mengalir di pelupuk matanya.

“OPPA!!” panggilnya setelah berada 1 meter di depannya. Terlihat Sun Hye yang masih mengatur nafasnya yang belum bisa diajak kompromi.

“Jangan pergi dariku!” ucap Sun Hye dan langsung berlari memeluk nya, Jonghyun pun mengelus pelan permukaan punggung Sun Hye.

“Nado, aku tidak tau lagi harus ngomong apa padamu Sun Hye, mianhae.” Ucap Jonghyun saat menghapus air mata Sun Hye.

“Oppa! Mengapa kau ingin mendonorkan hatimu untuk umma? Aku tidak mau kehilangan kalian berdua, aku tidak mau! Adwae andwae!!” ucap Sun Hye histeris dengan apa yang terjadi pada namjachingunya dan juga keadaan ummanya yang sekarang kritis.

“Karena aku mencitaimu, Sun Hye.” Jawab Jonghyun.

Tiba – tiba handphone Jonghyun berdering menandakan adanya telpon dan dilihatnya siapa yang menelpon nya itu adalah Dokter Lee yang sekarang mengurus pengobatan umma nya Sun Hye.

“Ne, yeobosyeo?” tanya Jonghyun.

“Maaf kau sudah mendapatkan pendonor hati untuk umma mu, Jonghyun?” tanya dokter itu.

“Andwae, waeyo? Gwenchana?” tanya Jonghyun panik.

“Andwae umma mu sudah terselamatkan, barusan ada seorang yoeja yang umur nya mungkin menginjak 20 tahun yang memberikan hatinya untuk umma mu, dan kau.. sekarang cepatlah kemari! Aku menunggumu, umma mu sudah tersadarkan sekarang.” Ucap dokter itu panjang lebar terhadap Jonghyun. Jonghyun sendiri merasa bingung dengan perkataan si dokter itu, sebabnya dia tidak kenal dengan yoeja yang memberikan hatinya terhadap umma nya Sun Hye.

“Sun Hye..”

“Ne, waeyo oppa?” tanya nya dengan nada yang masih sesegukan.

“Umma mu..” ucap Jonghyun menundukan kepalanya.

“Umma? WAEYO OPPA??! WAEYO??” teriak Sun Hye histeris dan ia kembali menangis.

“Umma mu..umma..SELAMAT!!!” ucap Jonghyun berteriak bahagia dan langsung loncat-loncat gembira. Senyum pun terukir di benak hati Sun Hye dan juga dibibir nya. Sun Hye langsung mengelap air mata nya dan langsung berteriak “TERIMA KASIH TUHAN.” Teriak nya. Dengan rasa tanpa malu sama sekali mereka menjadi salah satu perhatian umum di sekitar tempat mereka berdiri.

“Oppa kkaja!!” Sun Hye pun langsung menggandeng namjachingu nya untuk pergi menjenguk ummanya ke rumah sakit.

~~ Minah POV ~~

Aku memang telah mengetahui keadaan umma Sun hye sejak kemarin aku datang kerumah sakit dan ternyata rumah sakit nya sama dengan rumah sakit tempat kerja appa, malah yang paling aneh, Appa lah yang menjadi dokternya umma Sun Hye. Kemarin aku sudah tidak bisa bertemu dengan Sun Hye, dan sekarang hingga akhir pun masih tetap seperti itu. Aku.. hmm.. jujur aku saying dengan umma nya Sun Hye, aku menyayangi nya seperti umma ku dulu yang telah pergi kea lam sana dan sekarang pun begitu, aku telah pergi dari dunia ini, karena menolong umma ku sendiri. Beban ku merasa terpenuhi karena banyak sekali kasih saying umma Sun Hye kepada ku dulu sebelum aku pergi ke New York, karena pekerjaan appa yang menumpuk aku selalu dirawat umma Sun Hye, dengan ini semua hutang ku terbayar kan, dan hatiku senang melihat umma kembali sehat, terima kasih tuhan, kau sudah melahirkan ku di dunia ini, dan terima kasih untuk semua yang kau berikan kepada ku. Mianhae Sun Hye, Mianhae Umma.. sebelum kalian sadar siapa yang telah menolong kalian, aku berterima kasih kepada kalian. Mianhae..

~~ Sun Hye POV ~~

Saat oppa mengatakan umma selamat, hatiku berdebar-debar!! AKU SENANG!! Tuhan, terima kasih untuk ini, terima kasih. Aku berjalan dengan oppa dan saat aku melihat rumah sakit umma, aku tambah tidak sabar ingin bertemunya, umma umma umma, Miseu!! Sesaat sampai di depan kamar umma, aku menoleh kea rah Jonghyun oppa dan menggenggam nya.

“Waeyo? Ayolah.” Ucap nya.

“Oppa! Aku merinding tau! Kaki ku lemas dan gemetaran.” Jawab ku, aku kan baru bertemu dengan umma, pasti ya begini ini jadinya..huft.. ya ampun. Akhirnya aku masuk dan kaki ku tambah gemetaran dan aku meihat umma yang sedang makan, disuapi oleh suster.

“Umma! Bogoshipeoyo!” ucap ku dan langsung memeluk nya, rasa hangat pelukan umma masih melekat ditubuhku, I miss you umma!

“Umma? Gwenchana? Sudah baikan belum umma?” tanya ku. “Ne, sudah. Kau.. kemari sebentar!” jawab umma, dan menyuruh Jonghyun oppa untuk menghampiri nya. “Ne, ahjumma. Waeyo?” tanya Jonghyun oppa. “Gamsahamnida, dokter Lee bilang kaulah yang mencari pendonor ini untuk ku, ne? Gamsahamnida.”ucap umma. “Hmm.. ne, ahjumma.. tetapi…. Pendonor wanita ini.. hmph.. aku tidak berhasil mencarinya, dan… huft.. mungkin wanita ini yang memang ingin menjadi pendonor, ahjumma.” Ucap Jonghyun oppa. Huh? Jadi..?

“Jadi..siapa dia oppa?” tanya ku mulai panik. Pasti akan panic jika melihat orang yang tidak dikenal mendonorkan hatinya untuk orang yang.. mungkin juga tidak ia kenal, mungkin begitu kan? Aku panic takut terjadi apa-apa dengan keluarganya. Haduuh… “KREKK” tiba-tiba pintu kamar umma terbuka dan membuat kami semua yang berada disini menoleh dan mendapati seorang namja tinggi tegap datang menghampiri kami, yang tak lain Dokter Lee.

“Hmm.. Jonghyun-ah! Aku ingin berbicara dengan mu sebentar.” ucap Dokter Lee pada Jonghyun oppa. Oppa pun pergi mengikuti dokter Lee. Sekejam saat mereka keluar, aku melihat mereka berbicara didepan kamar dan aku berjalan dan mendengar kan dibalik pintu. Hishh.. bagaimana cara nya ini? Aku tidak tau harus gimana untuk mendengar kan pembicaraan mereka. Oahh.. mungkin seperti biasa, aku menepelkan telingaku di dinding dan mendengarkan pembicaraan mereka. “Sun Hye-ah! Tidak boleh melakukan hal seperti itu! Tidak baik.” Ucap umma, hehe… aku hanya jawab dengan cengengesan dan tetap mendengarkan pembicaraan mereka.

“Jadi.. seperti ini, anak ku, Minah. Dialah yang mendonorkan hati nya untuk umma mu, jadi sebelum dia.. hmm.. meninggalkan dunia ini, ia menuliskan surat ini untuk Sun Hye, tolong disampaikan.”

“M.. mwoya? Dok, tetapii.. ini.. ini.. ini anak mu, mengapa kau.. hmm.. tidak.. melindungi nya?”

“Aku suka dengan sifat anak ku, dia bilang ini adalah hutang nya terhadap umma Sun Hye, dan aku berterima kasih kepadanya,ia bisa melakukan hal sebaik itu. Walaupun ia sudah tak ada, dia tetap ada di hatiku.”

‘MINAH? MINAH? DOKTER LEE?? Minah? Waeyo? Waeyo? Kenapa? KENAPA?? Aku belum bertemu dengan mu sejak kau kembali, tapi? Mengapa ini semua.. terjadi? Aku senang umma terselamatkan, aku sedih jika kau menghilang. Mianhae. Gamsahamnida, Tuhan terimalah ia disisi mu.’

Sejak mendengar percakapan Jonghyun oppa – Dokter Lee, aku tau rasa kasih saying Minah terhadap umma. Tetapi, mengapa aku kehilangan seorang teman? Ugh.. mungkin bukan teman, kakak? Aku mencintai nya, menyayangi nya, dan aku sedih saat ia hilang dari bumi ini. Mianhaeyo.

Jonghyun oppa masuk dengan membawa sebuah amplop surat berwarna pink dan menghampiri ku. “Untukmu.” Ucap nya menyodorkan surat itu. Aku pun membaca nya…

“ Annyeonghaseoyo, cantik! Hi hi hi.. sudah lama kita tidak berjumpa, ne? Hahaha.. bagaimana kabarmu setelah kutelphone kemarin? Hehe.. o iya, aku mau minta maaf.. karena kita tak bisa bertemu kembali, Mianhaeyo. Nyawa umma mu lebih penting daripada ku kan? Hahaha..aku bisa memahami itu. Mungkin saat kau membaca surat cantik ini, aku sedang melihatmu dari atas. Cobalah lihat keatas, kau melihat ku, cantik? Hahaha.. aku ingin kau dan Jonghyun langgeng yaa… ini surat terakhir ku, dan… bye-bye~

“Hhh..~” aku menarik nafas dan langsung memeluk Jonghyun oppa. Apa ini? Aku harus melihat ke atas? Aku hanya ingin ka uterus berada di samping ku, eonnie. Bolehkah aku memanggil “EONNIE”? Selamat jalan.. Saranghaeyo.

“Waeyo?” tanya umma. “Eh.. ? Ah.. Anni umma, anni.. hehe~. Umma, kapan pulang?” ucap ku mengalihkan topic pembicaraan. “Mungkin lusa.” Ucap umma. “Huh.. umma cepatlah sembuh, ne?” ucap ku lalu memeluk nya.

To Be Continued..

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


5 thoughts on “This Is My Life – I’m Sorry

  1. Aishhhh
    Minna baik banget
    Peduli sama eommanya sunhye
    Jonghyun juga
    Untung aja dia belom donorin hatinya
    Kalo jadi huf pasti si sunhye sedih banget
    Soalnya dia ga mau kehilangan duaduanya
    Lanjut (y)

  2. huaaa…. aku hampir salah baca, aku kira minho , taunya minah … ckckck… kereen, minah anak yang baik …
    jonghyun juga gx kalah baik, mau donorin hatinya buat umma sunhye .. ayo ditunggu lnjutannya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s