Bad Boy Meets Nice Girl – Part 6 (END)

Tittle    : Bad Boy Meets Nice Girl Part 6 (END)

Author : Yessica and Joanna

Cast     : Choi Minho , Park Seo Yeon

Support cast : Choi hye ah, Lee Taemin

Length : Sequel

Genre  : Romance, Friendship

Rating  : PG 13

A.N      : Huwaa ..

Gak terasa udah tamat juga nih ff ..

Mian semua nya kalau ceritanya jelek, lagi mati ide banget nih..

Oya, aku mau say thanks sama joe, udah mau jadi partner aku buat ff ..

Hehehe^^

Happy reading^^

Jangan lupa comment …

~Seo Yeon POV~

“Minho, kau harus membenciku” ujar seo yeon sambil menitikkan air mata

~FLASHBACK~

Drrt … Drrt … Drrt …

Ada panggilan masuk ke ponselku, aku melihat layer ponselku, dan nama yang tertera adalah “MAMA”. Betapa bahagianya aku melihat mama menelponku. Sudah hampir 6 bulan lamanya aku tidak bertemu dengan mama.

“mama, aku kangen nih” ujarku dengan nada manja

“iya seo yeon, mama juga kangen sama kamu. Oya, ada hal yang ingin mama bicarakan sama kamu”

“apa ma?”

“kamu sebaiknya balik ke Indonesia”

“mwo?? Balik ke Indonesia? Kok mendadak banget?”

“gak sekarang seo yeon, tapi setelah kamu lulus”

“tapi ma, aku gak bisa balik ke Indonesia”

“pokoknya, mama nggak mau tau, kamu harus balik ke Indonesia. Apakah kamu tidak lihat papamu sekarang sakit-sakitan. Terus, siapa yang akan membantu mamamu bekerja?” ujar mama yang mulai berceramah

“tapi, tapi, ma …”

“hyaa, kok putus sih? Padahal aku belum sempat menjelaskan apa-apa sama mama” ujarku sambil memandangi layer ponsel milikku

~END OF FLASHBACK~

“gak ada cara lain, selain kamu harus membenciku” ujarku mantap

At living room …

~Author POV~

“ ada apa sama seo yeon? Kok tiba-toba marah sama aku? DASAR ANEH !!” ujar minho

“AISH, kok aku belajar sendirian sih? Awas aja kalau besok aku dapat nilai jelek” ujar minho sambil marah-marah

Keesokan harinya …

“SEO YEON-NA !!! CEPETAN DONG !! KITA UDAH TERLAMBAT NIH !!!” Teriak minho dari ruang tamu

“tunggu bentar !! aku lagi pakai kaos kaki nih”

“hyaa, awas kalau kita sampai terlambat !!”

“aku udah selesai nih” ujar seo yeon berjalan menuju ruang tamu

“gak ada barang yang ketinggalan kan? Kamu kan ceroboh !!” ujar minho memastikan

“hyaaa, sejak kapan aku ceroboh?? Kamu tuh yang ceroboh!” ujar seo yeon membela diri

“ya udah kalau gitu, aku kan Cuma memastikan aja”

“cepat, cepat, kita udah terlambat nih” ucap seo yeon sambil menarik tangan minho. Tapi, setelah sadar, ia melepaskan genggaman tangannya.

Di sekolah …

“huft, syukurlah kita gak terlambat” ujar seo yeon

“tuh kan karena aku, coba kalau aku gak ngebut, pasti kita terlambat” ujar minho membanggakan diri

“AISH, aku malas ngomong sama kamu. Ujung-ujungnya pasti bertengkar” ujar seo yeon meninggalkan minho

“hyaaa, tunggu aku !!” Ucap minho sambil berlari mengejar seo yeon yang sudah meninggalkannya

Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke ruang kelas. Seperti yang telah diketahui, hari ini akan dilaksanakan ulangan fisika. Dan hal yang yang paling buruk adalah, minho tidak dapat menjawab satu pun soal yang diberikan kim sonsaengnim.

Sepulang sekolah …

“seo yeon-na, ayo pulang. Biar aku yang nganterin”

“gak usah. Aku naik bus aja” ujar seo yeon berjalan menuju halte bus

“lho?? Ada apa sama dia? Seharian ini kerjaan nya marah terus” ujar minho sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal

Namun minho masih bersikeras untuk mengantar seo yeon. Ia pun mengejar seo yeon yang sekarang sudah berada di halte bus dengan Honda sport miliknya.

“NICE GIRL, aku gak mau tahu, kamu pokoknya pulang sama aku” ujar minho memaksa.

“aku kan sudah bilang, aku gak mau pulang sama kamu !!” ujar seo yeon tetap bersikeras.

“pokoknya kamu harus pulang sama aku. Kamu sekarang kan sudah jadi yoeja chinguku!!”

“mwo?? Yoejachingu? Sejak kapan kita pacaran??” ujar seo yeon terkejut.

“masa kamu lupa? Waktu aku nyium kamu di depan taemin itu lo”

“kan aku waktu, waktu itu … mmm … waktu itu …” ucap seo yeon dengan gagap.

“udah la NICE GIRL, gak usah cari alasan. Lagi pula ini hukuman buat kau karna aku dapat nilai jelek”

“hyaaa !! emang kamu belum pernah dapat nilai jelek ya?”

“gak usah banyak ngomong. Cepat pegangan yang erat” ucap minho sambil menarik tangan seo yeon.

~Seo Yeon POV~

Minho tetap berusaha ingin mengantarku. Bagaimana ini? Ini membuatku semakin sulit melupakannya. Aku tidak sanggup untuk meninggalkan minho. Apalagi sampai membutnya membenciku. Aku benar-benar tidak sanggup! Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengatakannya? Bahwa aku akan balik ke Indonesia? Pertanyaan ini terus mengelilingi otakku. Entah kenapa sekarang aku merasa sangat nyaman berada di pelukan minho. Ya. Sekarang aku sedang dibonceng minho. Ia memintaku untuk berpegangan erat dengannya.

“minho-ya” ucapku setengah berteriak, karena sekarang kami sedang berada di tengah jalan.

“ada apa?” ucap minho yang juga setengah berteriak.

“minho-ya, katakanlah bahwa kamu melarangku untuk balik ke Indonesia” ucapku dengan suara yang sangat kecil. Dan aku rasa ia tidak mendengarnya.

~Author POV~

Setiba di rumah …

“oya, kamu tadi mau ngomong apa? Aku tidak dengar” ujar minho sambil melepaskan helm dari kepalanya.

“ooh, tidak ada. Aku Cuma suruh kamu jangan ngebut” ucap seo yeon berbohong.

“oow, baguslah kalau begitu”

Setiba di rumah, mereka berdua berjalan menuju kamar masing-masing, berganti pakaian dan setelah itu kembali belajar. Karena ujian kelulusan akan segera tiba, kira-kira 1 bulan lagi, mereka belajar lebih itensif dari biasanya. Yang biasanya belajar 3 jam, sekarang menjadi 5 jam.

“minho, kamu lihat ini, dikuadratin terus ditambahin” ucap seo yeon sambil mengajar.

“iya, aku ngerti. Jadi ini dekuadratin dulu, baru ditambah ya?”

“yups, betul”

“oya, setelah lulus, kamu harus masuk Daejong University”

“mwo?? Daejong University? Kamu gila ya? Aku mana bisa masuk Daejong University? Kamu tahu kan, kalau standard di sekolah tu tinggi banget”

“kamu tenang aja. Aku pastiin kamu masuk daejong university”

“benarkah? Kamu gak bohong kan? Tapi kamu sekolah disana juga kan?” Tanya minho penasaran.

“iya, aku juga sekolah disana” ujar seo yeon berbohong. Ia hampir saja menitikkan air mata. Ia tidak sanggup membohongi minho, cinta pertamanya.

“lho?? Kamu kenapa? Kok nangis? Emang aku ada salah sama kamu?” ucap minho khawatir.

“gak ada kok. Aku mana ada nangis !!” ucap seo yeon secepat mungkin menghapus air matanya.

“oya seo yeon, sebenarnya kamu suka gak sama aku??”

“OHOK … OHOK … OHOK … apa? Kamu bilang apa tadi?” ucap seo yeon tersedak.

“sini minum dulu” ucap minho sambil mengelus-elus punggung seo yeon.

“jadi, tadi kamu bilang apa?” ucap seo yeon mengulangi pertanyaannya.

“kamu sebenarnya suka sama aku gak? Padahal aku sering banget bilang saranghae sama kamu, tapi aku gak pernah dengar kamu bilang saranghae sama aku”

“hmmm, aku ngantuk nih. Aku tidur dulu ya! Bye Bad boy^^” ucap seo yeon segera masuk menuju kamarnya.

“hyaa !! seo yeon !! kamu belum jawab pertanyaan aku” ucap minho sambil berlari menuju kamar seo yeon

Di kamar seo yeon …

“Hyaa, seo yeon !! kamu belum jawab pertanyaanku” ucap minho setibanya di kamar seo yeon.

Tetapi setibanya di kamar seo yeon, seo yeon kelihatan sudah tertidur. Ia terlihat sangat kelelahan. Sehingga menyebabkan minho datang menghampiri seo yeon, menyelimutinya dan memberikan ciuman selamat tidur di keningnya.

“good night, nae yoejachingu” ujar minho sambil mengecup kening seo yeon.

Setelah itu, minho segera keluar dari kamar seo yeon. Tak lupa ia mematikan lampu kamar seo yeon, agar ia dapat tidur dengan nyenyak.

Pagi harinya di hari minggu …

“hoam, udah pagi” ucap seo yeon yang segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi

Setelah selesai mandi, seo yeon bersiap-siap menuju ke ruang makan, kebetulan hari ini adalah hari minggu. Jadi ia bisa bebas dari minho. Namun, dalam perjalanannya menuju ruang makan, ia bertemu dengan hye ah.

“hye-ah, mian untuk masalah taemin” ucap seo yeon dengan muka yang bersalah

“gak apa-apa eonni, aku sudah memaafkan eonni”

“jinja??” ujar seo yeon girang

“ne”

“oya, kamu kemana seminggu ini?”

“aku? Aku nginap di rumah taemin” ucap hye ah dengan malu-malu

“jadi, kamu sudah balikan sama taemin?”

“iya, eonni” ucapnya sambil memeluk seo yeon

“eonni juga ikut senang” ucap seo yeon sambil membalas pelukan hye ah

“wait, pagi-pagi udah pelukan ! aku juga mau” ucap minho tiba-tiba keluar dari kamarnya

“enak aja, peluk tuh tembok. Kekeke” ucap hye ah sambil tertawa garing

“oya, hari ini kalian mau makan apa? Aku hari mau masak” ucap seo yeon sambil berjalan menuju dapur

“aku mau makan samgetang” ucap hye ah ragu-ragu

“hye ah, kamu percaya seo yeon bisa masak?” ucap minho berbisik dengan hye ah

“aku juga gak tahu oppa. Kemarin, aku makan masakannya langsung sakit perut lo” ucap hye ah memberitahukan

“HYE AH, GINSENGNYA UDAH HABIS. GIMANA NIH?” teriak seo yeon dari dapur

“udah habis ya? Yahh, terpaksa harus beli ke supermarket” ucap hye ah

“Ya udah, aku yang pergi deh” ucap seo yeon mengalah

“AKU IKUT !! aku temanin seo yeon” ucap minho tiba-tiba

“bagus-bagus, kalau begitu aku yang jaga rumah” ucap hye ah girang

Minho dan seo yeon pergi menuju super market terdekat. Setelah selesai berbelanja, mereka segera kembali ke rumah. Kini tangan seo yeon telah penuh dengan barang belanjaan. Tadi sebenarnya, mereka hanya ingin membeli ginseng. Berhubung karena sifat minho yang boros. Akhirnya, semua barang yang berada di super market tersebut di borong oleh minho.

“HYAAA, kau lihat nih. Tangan aku sudah penuh dengan barang belanjaanmu!” ucap seo yeon sambil melirik kantong-kantong yang berada di tangannya ..

“iya deh chagi, aku bantuin kamu bawain barang belanjaannya” ucap minho mengambil barang belanjaan dari tangan seo yeon.

“mwo? Chagi?” ucap seo yeon terkejut

“iya, kamu kan yeojachinguku” ucap minho sambil tersenyum

Hachim, Hachim ..

Seo yeon segera menggosokkan kedua tangannya. Udara pagi musim dingin itu berhembus semakin kencang.

“sini tanganmu” ucap minho sambil memegang tangan seo yeon

“ ….” Seo yeon masih terkejut dengan perlakuan minho kepadanya

“tuh kan udah ku bilang, kamu tu mesti pake sarung tangan kalau pergi pagi-pagi gini” ucap minho sambil memegang kedua tangan seo yeon.

“gomawo”

“oya, kita minum kopi dulu deh, liat tuh, kamu udah kedinginan” ucap minho segera menarik seo yeon menuju mesin minuman otomatis di seberang jalan (gak tahu nama mesinnya) reader : katrok banget sih lu .. (Joyess nangis di pojokan)

“ini, untukmu” ucap minho memberikan segelas kopi kepada seo yeon

“gomawo”

“oya, soal pertanyaan kemarin, kamu belum jawab pertanyaanku” ucap minho yang tiba-tiba mulai serius

“nggg, soal itu ….” Seo yeon tidak dapat berkata apa-apa

“kamu sebenarnya suka gak sama aku?”

“nnggg, minho-a ….” Kata- kata seo yeon terhentika seketika, ketika ia melihat minho mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya

“maukah kamu menikah denganku?”

DEG .. DEG ..

“minho-a, kita masih SMA” ucap seo yeon mencoba menolak

“baiklah, kalau begitu, bagaimana setelah kita lulus?” tanya minho kepada seo yeon

“tapi minho, aku belum siap untuk berumah tangga, aku masih ingin melanjutkan sekolahku ke jenjang yang lebih tinggi dan juga menggapai cita-citaku” ucap seo yeon merasa bersalah

“baiklah, kamu akan menikah denganku setelah kamu lulus kuliah nanti, janji?”

“Ne, tapi aku belum dapat janji lo, mana tahu nanti aku berpaling hati. Kekekeke” ucap seo yeon sambil tertawa

“hyaaa, kalau kau sampai berpaling hati, akan kubunuh kau” ucap minho bercanda

“hahahaha, mana mungkin kau membunuhku. Kekeke”

“hahaha, iya. Aku tak akan membunuh Park seo yeon. Yeoja yang telah membuatku menjadi gila akan  cinta”

“ya udah, kita pulang yuk” ajak seo yeon kepada minho

“ne, kajja !!”

Sesampainya di rumah …

“HYAA, EONNI !! OPPA !! KOK LAMA BANGET SIH BELANJANYA?? AKU KELAPARAN NIH” ucap hye ah sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan

“mianhae hye ah” ucap seo yeon meminta maaf

“YA UDAH, KAMU MAKAN AJA MIE INSTAN !!” ucap minho acuh

“hyaa oppa, kok tega sih sama dongsaengnya sendiri?”

“ya iya lah, sekarang kan aku udah punya seo yeon. Kalau lapar, ke rumah taemin sana” ucap minho sambil tertawa

“ya deh, aku pergi dulu ya. Aku mau ke rumah taemin” ucap hye sambil mengambil tasnya dan segera berangkat menuju rumah namja chingunya

“BYE …” ucap seo yeon dan minho serentak

Setelah hye ah pergi …

“kita jadi makan samgetang kan?” tanya seo yeon kepada minho

“hah?? Jadi kamu mau masak?”

“iya dong, aku kan udah janji mau masak” ucap seo yeon bangga

“Tunggu bentar ya, aku masak dulu” ucap seo yeon sambil berjalan menuju dapur

2 jam kemudian

“cha.. makanan sudah siap” ucap seo yeon sambil menghidangkan makanan yang barusan ia masak..

“nggg, seo yeon, makannya gak kau kasih racun kan?” tanya minho ragu-ragu

“HYAAA,  KAMU KIRA AKU PEMBUNUH!!” teriak seo yeon

“okelah, aku coba ya” ucap minho sambil mencicipi masakan seo yeon

“b agaimana rasanya? Massiso?” tanya seo yeon antusias

“hmmm, massiketa!! Kamu belajar masak dari siapa? Setahu aku kan kamu gak pandai masak”

“hehehe. Aku ikut kursus masak”

“Pantas masakanmu enak sekarang ^^”

“oya, habis makan, kita belajar ya, habisnya aku khawatir kamu gak bisa masuk daejong university”

“hah? Belajar? Jebal seo yeon, aku gak mau belajar”

“hyaa, udah aku bilang, kau tu harus masuk Daejong University”

“ne, ne, araso” ucap minho mengalah

Setelah selesai makan, minho dan seo yeon kembali belajar. Beginilah yang mereka lalui setiap hari. Belajar dan bertengkar. Entah untuk hal yang sepele atau sebaliknya. Tak terasa tibalah hari dimana semua murid SMA di seoul menentukan masa depannya. Ya, hari ini adalah hari ujian nasional.

“Minho, ayo cepat pergi sekolah ! ujian sebentar lagi akan dimulai” perintah seo yeon kepada minho

“Ne chagi” ucap minho kepada seo yeon

“akh .. akh ..” desah seo yeon sambil memegangi perutnya, mukanya tiba-tiba berubah menjadi pucat.

“seo yeon-na !! kamu tidak apa-apa?” ucap minho khawatir

“ne … aku .. gak apa-apa” ucap seo yeon sambil menahan rasa sakit yang dideritanya

“gak usah kwatir, ayo cepat ke sekolah” ucap seo yeon menenangkan minho

Setelah sampai di sekolah…

“PERHATIAN UNTUK SELURUH MURID SEOUL INTERNATIONAL HIGH SCHOOL AGAR SEGERA MEMASUKI RUANG UJIAN” ucap kepala sekolah dengan menggunakan microfon

Minho dan seo yeon pun segera memasuki ruangan tempat ujian dilaksanakan. Kelihatan seo yeon masih menahan rasa sakit yang dideritanya. Keringat dingin mulai menetes dari kening seo yeon. Ia kelihatan benar-benar menahan rasa sakit. Setelah 2 jam, ujian berakhir. Seo yeon segera berlari menuju UKS untuk meminum obat penahan rasa sakit.

“Seo yeon-na, guincana?” ucap minho khawatir

“guincana, gak usah khawatirkan aku” ucap seo yeon sambil memegang perutnya yang masih kesakitan

“jongmal? Tapi, kamu kelihatannya sedang menahan sakit??”

“guincana, gak usah pikirkan aku. Pikirkanlah ujian selanjutnya. Aku berharap kamu bisa masuk daejong university”

“baiklah, akan aku buktikan kalau aku bisa lulus dengan nilai yang baik dan masuk daejong universuty” janji minho kepada seo yeon

“ne, akan aku tunggu janjimu” ucap seo yeon masih dengan muka yang pucat

HARI PENENTUAN KELULUSAN

  1. PARK SEO YEON
  2. KIM SERA
  3. CHO HEE YOUNG
  4. CHOI MINNA
  5. CHOI MINHO
  6. CHOI EUN KYO
  7. DST ….

“Minho-ya, kau lulus !!” ucap seo yeon sambil memeluk minho

“jongmal?” ucap minho masih tidak percaya

“iya, kau lulus. Chukkae”

“gomawo seo yeon-na. ini semua berkat kamu” ucap minho kembali memeluk seo yeon

“ayo kita pulang” ajak seo yeon kepada minho

“kajja”

“tunggu bentar, aku gak pulang sama kamu ya!!” ucap seo yeon menghentikan langkah minho

“lho? Kenapa?” tanya minho heran

“BIMIL !! nanti kamu juga bakal tahu” ucap seo yeon sambil berlari meninggalkan minho

Sesampainya di rumah …

Minho memasuki rumahnya. Seo yeon masih belum tiba. Tiba-tiba perhatian minho tertuju pada secarik kertas yang berada di atas meja. Kemudian, minho mengambil kertas tersebut dan membacanya.

CHAGI …

CHUKKAE …

OYA, ADA KEJUTAN YANG INGIN AKU BERIKAN KE KAMU !!

TUNGGU AKU DI TAMAN KOTA ..

—Park Seo Yeon—

“mwo?? Apa aku gak salah baca? Seo yeon panggil aku chagi? Yesh !!” ucap minho sambil melompat kegirangan

“aku harus cepat-cepat nih. Oya, aku harus pakai baju apa ya? Yang ini atau yang ini?” ucap minho sambil memilih baju yang akan dipakainya untuk berkencan dengan seo yeon

Setelah satu jam, akhirnya minho selesai juga. Ia segera pergi menuju taman kota. Setelah sampai di taman kota,  ternyata seo yeon masih belum berada di taman.

“aish, kemana sih dia? Padahal dia yang ngajak janjian” ujar minho terus memandangi jam tangannya.

Tiba-tiba, pandangan minho tertuju pada seorang gadis yang memakai gaun putih di seberang jalan. Rambut gadis itu dibiarkan tergerai dan pada salah satu sisi rambutnya, ia pasang sebuah pita berwarna merah muda.

“seo yeon??” ucap minho ragu-ragu

“ne, masa gak kenal sama aku?”

“nggg, tumben pakai gaun? Kesambet apa semalam?” ucap minho pangling dengan penampilan seo yeon sekarang

“hyaa, bagus aku mau jalan-jalan sama kamu” ucap seo yeon sambil mengerecutkan bibirnya

“hahaha, iya deh. Ayo kita pergi ke jalan-jalan. Kajja” ucap minho sambil menarik dan memegang tangan seo yeon

Mereka berdua pergi ke suatu festival yang kebetulan sedang diadakan di taman kota tersebut. Mereka makan bersama, pergi menonton, makan ice cream selayaknya sepasang kekasih *kan emang pacaran, wakakaka*

Tiba-tiba, langkah kaki minho terhenti. Seo yeon memintanya untuk berhenti berjalan, karena ada hal yang ingin ia bicarakan. Kemudian, seo yeon menginjitkan badannya dan membisikkan sesuatu kepada minho. “SARANGHAE” bisik seo yeon kepada minho.

“apa yang kamu bilang? Apakah aku salah dengar?” ucap minho masih terkejut dengan apa yang dikatakan seo yeon

“SARANGHAE” ucap seo yeon sambil tersenyum kepada minho

“seo yeon, nado saranghae” ucap minho sambil memeluk seo yeon

“hyaa, malu tahu dilihat orang” ucap seo yeon menolak pelukan minho

“gak mau, tunggu bentar lagi”

“oya, kita pulang yuk. Udah sore”

“ne, aku antarin ya!”

“andwae, aku pulang sendiri aja. Kan ada bus” ucap seo yeon menolak tawaran minho

“ya udah, aku tunggu di rumah ya”

“ne, annyoeng” ucap seo yeon meninggalkan minho

Ternyata seo yeon tidak benar-benar akan balik ke rumah. Hari ini adalah pertemuan terakhir seo yeon dengan minho, sebelum ia kembali ke indonesia. Oleh karena itu, hari ini dia bersikap sangat baik kepada minho. Ia berharap kejadian hari ini akan menjadi kenangan terindah dia dengan minho. Sebelum berangkat ke indonesia, ia meninggalkan secarik surat kepada minho, yang ia letakkan diatas meja belajar, tempat ia dan minho sering menghabiskan waktu bersama.

Setibanya di rumah, minho segera pergi mencari seo yeon. Akan tetapi, seo yeon tidak berada di rumah. Tiba-tiba perhatiannya tertuju pada secarik surat bewarna putih yang terletak di atas meja belajar. Kemudian, ia membaca surat tersebut.

Annyoeng Minho ..

Bagaimana perasaanmu hari ini? Bahagiakah?

Aku harap hari ini kamu bahagia.

Kamu tahu? Hari ini hari terakhir kita bertemu.

Mungkin, kita tidak akan pernah bertemu lagi.

Kamu tahu kenapa hari ini aku bersikap sangat manis kepadamu?

Aku ingin hari ini menjadi kenangan terindah yang tak pernah kamu lupakan.

Mianhae, aku telah mencintaimu.

Pada akhirnya, aku juga akan menyakitimu.

Terima kasih untuk segalanya, SARANGHAE ..

—Park Seo Yeon—

Seketika, setelah membaca surat tersebut. Minho langsung menitikkan air mata. Entah kenapa ia menitikkan air mata saat itu. Padahal biasanya minho sangat tegar menghadapi masalah yang terjadi padanya. Namun sekarang, ia tidak dapat membendung air matanya.

Minho segera berlari menuju motor sportnya. Kemudian, ia segera mengendarai motor sportnya menuju bandara. Minho mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Di pikirannya, tidak ada lagi hal lain selain seo yeon. “seo yeon, jangan tinggalkan aku” ujar minho dalam hati sambil mengendarai hondanya.

Setibanya di bandara, ia segera berlari mencari seo yeon. Mencari ke seluruh sudut bandara, namun ia tidak dapat menemukan seo yeon. Nafasnya kini sudah terengah-terengah karena berlari mencari seo yeon. Namun, tiba-tiba perhatiannya tertuju pada seorang gadis yang bergaun putih, yang ia yakini bahwa yoeja tersebut adalah seo yeon. Ternyata dugaannya benar, gadis tersebut adalah seo yeon.

“SEO YEON-NA” teriak minho. Seo yeon segera membalikkan badannya. Ia terkejut melihat minho yang sekarang sudah berada di badara.

“kamu kok bisa disini?”

“seo yeon-na, jangan tinggalkan aku” ucap minho dengan nafas yang terengah-engah

“mianhae, aku pergi tanpa memberitahumu”

“berjanjilah padaku, bahwa kamu tidak akan meninggalkanku” ucap minho to the point

“tenang minho, aku akan balik 5 tahun lagi” ucap seo yeon sambil tersenyum

“mwo? Bukannya kamu bilang kalau kamu gak balik lagi ke Korea?” ucap minho masih heran

“iya, tetapi, tadi omma meleponku, dan mengatakan kalau aku boleh balik lagi ke korea setelah 5 tahun”

“benarkah?” minho langsung memeluk seo yeon.

“iya, ingat ya, kamu harus jadi orang yang sukses. Pokoknya, setelah aku balik lagi ke seoul, kamu harus jadi orang yang sukses. Jangan jadi bad boy!” ujar seo yeon kepada minho. Namun, tiba-tiba ucapannya terhenti, karena minho segera memeluk tubuh seo yeon dan mencium bibirnya yang mungil.

“hyaa, malu tahu. Dilihat orang” ucap seo yeon sambil menutup mukanya dengan buku paspor miliknya

“tapi, inikan perpisahan. Jadi, boleh-boleh aja dong?”

“iya deh, ini perpisahan. Oya, awas kalau kamu sampai selingkuh!!” ancam seo yeon kepada minho

“iya deh, aku gak akan selingkuh” ucap minho sambil mengacak-acak rambut seo yeon

“oya, udah dulu ya. Aku pergi dulu. Bye” ucap seo yeon sambil melambai-lambaikan tangannya

5 tahun kemudian …

Tak terasa 5 tahun telah berlalu. Kini minho telah menjadi seorang penyanyi terkenal di korea. Ya, ia sekarang adalah salah satu member dari boyband SHINee. Boyband yang sekarang sangat terkenal di korea, bahkan di asia.

Sesuai dengan janji seo yeon, ia akan balik ke korea setelah 5 tahun. Kini tepat 5 tahun semenjak kejadian itu.

Di Seoul International High School …

Seorang gadis telah berdiri di taman sekolah. Tempat dimana minho dan seo yeon untuk pertama kalinya bertemu. Ya, dia adalah seo yeon. Kini ia telah menjadi seorang dokter. Seperti yang ia cita-citakan. Tiba-tiba, muncul seorang namja dari belakang seo yeon.

“seo yeon-na” ucap seorang namja dari belakang seo yeon. Kemudian, seo yeon segera membalikkan badannya. Dan sekarang ia telah berhadapan dengan namja yang ia cintai 5 tahun yang lalu

“minho? Benarkah ini kau?” ucap seo yeon kepada minho

“iya, ini aku. Wuah, benarkah kau telah menjadi dokter sekarang? Chukkae” ucap minho dengan seyumannya

“ne, aku telah menjadi dokter sekarang”

“oya, seo yeon, apakah kau masih ingat dengan janjimu?”

“hmmm, nampaknya aku lupa deh” ucap seo yeon bercanda

“mwo? Kau sudah lupa? Tahukah kau? Aku sudah menunggumu selama 5 tahun” ucap minho membesarkan matanya

“iya deh, aku bercanda tadi. Aku masih ingat kok. AKU AKAN KEMBALI DAN MENIKAH DENGANMU SETELAH 5 TAHUN. Benarkan?”

“iya, tuh masih ingat” ucap minho tersenyum

“oya, aku akan nikah denganmu, kalau kau telah menjadi orang sukses” seo yeon mencoba mengingatkan minho

“hahahaa, kau tidak lihat betapa terkenalnya aku sekarang? Aku rasa semua orang kenal sama aku”

“hahaha, ternyata kau masih aja bad boy seperti dulu” ucap seo yeon tertawa

Tiba-tiba minho mengeluarkan sepasang cincin dari saku celananya. Ia kemudian memegang tangan seo yeon untuk segera melamarnya.

“seo yeon-na, maukah kau menikah denganku? Menemaniku di saat suka dan duka?

“ne” ucap seo yeon dengan malu-malu

—THE END—

Wuah, wuah udah ending. Gimana menurut kalian? Gajekah ceritanya? Mian, kalau endingnya jelek. Soalnya, aku buat nya ngebut-ngebut. oya, jangan lupa komen.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

16 thoughts on “Bad Boy Meets Nice Girl – Part 6 (END)”

  1. Bagus koq Author, tapi aku pengennya lebih detail lagi….hehehe!
    Seo Yeon ceritanya jadi dokter nih?? Ntar kalau Minho cedera lagi ga perlu nyari-nyari rumah sakit lagi deh…. 😀
    Author, buat cerita selanjutnya penggambaran suasana lebih detail lagi ya…biar lebih terhanyut lagi #Plaaakk!
    Tapi tetap bagus koq…! 😀

  2. Minho!!!!!!!!
    Mau juga dong kayak soe yeooon
    Tapi mereka nikah muda dong ya
    Gak ngebayangin para flames langsung :o:o:o
    Ini part akhirnya keluar juga kekekekek
    Pas naik motor sweeeeeet

  3. Entah knpa bagian endnya malah tkesan lucu,, minho skli badboy ttp badboy,, taem nya g muncul lg,, ff nya bagus 🙂

  4. huwa~~~ sweet banget >.<
    pengin deh dilamar juga ma si minho. wkwkwk
    taemin kau kemana??? taemin jawab: dihatimu sayang…
    hahaha 😀 *kagaknyambung*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s