I Hate Him, but I Love Him!!!

I Hate Him, but I Love Him!!!

Author: Sari_si’taemtaemmaknae

Genre: Romance, and de,el,el (tersrah reader, soalnya authornya juga binggung???)

Length: maunya oneshot (?)

Main cast:

*Park Hye Na (imajinasi author gelo (?) )

*Lee Tae Min

*Shin Hye Ra (ini imajinasi juga)

Other cast: semua member Shinee dan lagi2 de,el,el

NB: perhatian bapak2, ibu2, adek2, kakak2, mas2, mba2, semuanya! (pllakkk abaikan author yg gelo ini). Mian ya kalau jelek yah, soalnya ini FF debutku (cielah!), sekali lagi mian. N jgn lupa coment ya, awas ga! (di gorok author).

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Aku, Park Hye Na, seorang siswi kelas 3 SMA, yg sebentar akan lulus dan aku bertemu dengan namja menyebalkan.

Flashback

Aku hanya terkikik geli karena kelakuan sahabatku yg sedang kegirangan melihat boyband kesayangannya itu bersama fans-fans yg lain meninggalkan panggung. Ya hari ini SHINee sedang tampil disebuah pusat perbelajaan di pusat kota. Ketika semua sudah bubaran dan sahabatku sedang ingin menyebrang sebuah mobil van melaju kencang dan menabrak tubuh sahabat yg sangat aku sayangi itu. Sahabatku Hye Ra, Shin Hye Ra yg sangat aku sayangi tubuhnya terpental beberapa meter dari mobil yg menabraknya tadi. Tanpa pikir panjang aku menyebrang dengan hati-hati dan langsung menuju Hye Ra yg berlumuran darah. Semua mata orang tertuju pada kami dan yang menabrak tadi keluar dari mobil dan membantu aku membawa Hye Ra ke rumah sakit di Bantu beberapa namja yg sepertinya aku kenal. “HAAAH! Bukankah itu SHINee” pekikku dalam hati. Yang membantu membawa Hye Ra adalah supir, min ho, dan jong hyun. Key, Onew, & Tae min berdiri memandangi aku yg sangat sedih melihat Hye Ra terluka parah, mereka menatapku iba. Ketika tangan key hendak merangkul pundakku aku menepisnya dan berkata ketus “jangan sentuh aku!” kataku setengah berteriak dan aku masuk ke dalam mobil dan menopang kepala Hye Ra di pahaku sambil terus menghubungi kedua orang tua Hye Ra “yeoboseo” jawab orang di sebelah sana “yeoboseo, Ahjumma. Aku Hye Na Ahjumma…” jawabku ragu-raguternyata ummanya Hye Ra. “Ne, Hye Na-ah ada apa?” Tanya umma Hye Ra. “begini ahjumma Hye Ra…, Hye Ra kecelakaan dan sekarang menuju ke rumah sakit terdekat” jawabku sambil sedikit terisak. “MWO? Di mana Hye Ra sekarang Hye Na-ah?” Tanya umma Hye Ra panik. “nanti Hye Na kabari ahjumma…” kataku tangisku pun mulai pecah. “ah~ Ne Hye Na-ah, ahjumma tunggu kabar dari mu…” kata umma Hye Ra dan aku langsung menutup teleponnya. Aku pun mencoba menyadarkan Hye Ra yang sedang berjuang hidup. “Hye Ra-ah bangunlah, bangun…” kataku sambil menagis. 5 namja ini hanya melihatku dengan tatapan kasihan. “KALIAN PUAS TELAH MEMBUAT SAHABATKU TERLUKA HAH!!!” kataku sambil berteriak. Mereka pun terkejut ketika aku berteriak seperti tadi. Onew pun angkat bicara “mianhe, kami minta maaf” kata onew lemah. “MAAF?? APA DENGAN MAAF BISA MENYEMBUHKAN SAHABATKU APA ??? HAAH?” kataku masih marah. Tiba-tiba tangan Hye Ra bergerak dan menggenggam tanganku. “s.ssuddah Hye Na-ah, jjanngan marah pada mereka, onew oppah aku tidak apa kokk…” jawab Hye Ra lemah. Mereka pun terkejut tak terkecuali aku. “Hye ra-ah kau sudah sadar ? kumohon bertahanlah seentar lagi kita sampai di rumah sakit…” kataku sambil terus menagis. Tangan Hye Ra pun menghapus air mataku yg terus turun. “ssudahlah jangan menagis, mungkin memang sudah waktunya Hye Na-ah” katanya lemah. Tak lama setelah itu tangannya jatuh dari pipiku dan melemas. Aku pun terkejut ketika mata Hye Ra tertutup perlahan sambil tersenyum. Aku pun menepuk-nepuk pipinya mencoba membangunkannya, tapi nihil aku pun memeriksa denyut nadinya, betapa terkejutnya saat aku mengetahui denyut nadinya hilang. Air mataku yg tadi hilang kini kembali menuhi pipiku lagi. “HYE RA!!! BANGUN!! AKU MOHON JANGAN TINGGALKAN AKU!!!” pekikku namun percuma arwah Hye Ra telah pergi ke surga. Tibalah di depan rumah sakit, namun aku bilang pada perwatnya agar di  mandikan saja mayatnya karena sudah tak bernyawa lagi. Aku pun berusaha menyeimbangkan tubuhku agar tidak terjatuh dan segera mencari tempat duduk untuk melanjutkan tangisanku. Aku pun teringat kalau harus menelepon keluarga Hye Ra. “yeoboseyyo” salamku pada umma Hye Ra. “Hye Na-ah bagaimana keadaan Hye Ra” Tanya umma Hye Ra panik. “Hye Ra sekarang berada di rumah sakit Seoul Internasional Hospital, ahjumma dan keadaaan Hye Ra sekarang…” jawabku terputus sambil sesegukkan. Tiba-tiba ponselku di rebut oleh seorang namja yg aku kenal bernama Lee Tae Min, Ya karena Hye Ra selalu mencekokiku dengan semua hal yg berbau SHINee sampai-sampai aku hapal dengan semua personilnya. “YA! apa yang kau lakukan!” kataku kesal karena tae min seenaknya mengambil ponselku dan mejawab pertanyaan Umma Hye Ra “Mianhe sebelumnya Ahjumma, kalau sebenarnya Hye Ra telah meninggal dunia…” jawab tae min dan tiba-tiba sambungan telepon terputus begitu saja. “Ya! APA YANG KAU LAKUKAN!” kataku memarahi tae min dan tangan tae min langsung membungkam mulutku dengan tangannya karena aku berteriak-teriak di rumah sakit. “sttt… bisakah kau diam ini rumah sakit tahu!” katanya masih terus membungkam mulutku. “mpph le mphh pas mpph kan mpph a mpph ku!” pintaku sambil melotot padanya. Akhirnya dia melepaskan tangannya. Tapi sekarang malah bibirnya menempel padaku dan terus membungkam mulutku. Aku terkejutnya bukan main aku berusaha melepaskan ciuman ini tetapi dia mencegahku. Aku pun hanya bisa diam dan melotot dan dia memejamkan matanya. Akhirnya yg bisa kulakukan hanya menikmati ciuman ini walaupun tidak kuinginkan dan dia mengambil First kissku!!. 30 detik kemudian dia melepaskan ciuman ini. Aku hanya bisa tertunduk malu dan mukaku pasti seperti kepiting rebus!!. “katanya jika ingin menenangkan yeoja yg sedang menangis, namja harus menciumnya, kata hyungku…” kata tae min kusela karena langsung kudaratkan tamparan ke pipinya yg mulus itu dan sekarang memerah. “YA! apa yg kaulakukan hah?! Aku hanya ingin menghiburmu!” katanya sambil memegangi pipinya, “MWO?? MENGHIBURKU?? AKU TAK BUTUH BANTUAMU TAHU!! DAN KAU TELAH MERENGGUT CIUMAN PERTAMAKU TAHU!!” kataku sambil berteriak dan pergi meninggalkannya yg sedang bingung. Umma dan appanya Hye Ra akhirnya datang dan menghampiriku. Aku terkejut ketika Appa Hye Ra mengguncang-guncang tubuhku “APA YANG TERJADI DENGAN HYE RA, HYE NA~AH” kata appa Hye Ra histeris. Tiba-tiba ada yg menarik tubuhku dari genggaman appa Hye Ra dan merangkulku. “Mianhe sebelumnya ahjussi, tapi ini bukan salah Hye Na” kata namja itu dan ternyata itu tae min. aku pun melotot dan dia hanya mengengedipkan sebelah matanya kepadaku sambil tersenyum. “siapa kau?” Tanya appa Hye Ra yg sudah mulai tenang “aku adalah namjachingunya Hye Na, perkenalkan aku Lee Taemin-imnida” katanya sambil membungkuk dan merangkulku semakin erat. Aku menatapnya dengan pandangan kau-jangan-seenaknya-saja. Dia pun balas menatapku biarkan-saja. Kemudian membawaku ke tempat sepi tapi sebelumnya berpamitan pulang dahulu. “Hey apa maksudmu hah bilang seperti itu di depan Ahjussi hah??” kataku sambil melotot. “Aku menyukaimu…” jawabnya datar. “Mwo?? Apa aku tak salah dengar?” kataku sambil menghentikan langkahku, tae min pun juga menghentikan langkahnya. “Mwo?” katanya sambil menatapku. Aku pun langsung lemas seketika dan terjatuh pingsan.

Tae min Pov

“Mwo?” Tanyaku pada Hye Na Yeojachinguku. Ya entah mengapa kata-kata tadi meluncur saja dari mulutku kalau aku mengakui Hye Na sebagai yeojachingu-ku.  Aku pun mentapnya dan tiba-tiba dia jatuh pingsan. Dengan cekatan aku langsung menggendong tubuhnya yg ringan itu dan membawanya ke kursi terdekat dan merebahkan kepalanya di pahaku. Aku memperhatikan setiap inci wajahnya matanya yg belo, hidungya yg mancung, pipinya yg chubby, ketika hendak menyentuh bibirnya jantungku berdetak kencang. Beberapa menit kemudian usahaku menyadarkan Hye Na akhirnya berhasil juga, dia sedikit terkejut karena tiba-tiba tidur di pangkuanku.”apa yg kaulakukan padaku haah?” tanyanya ketakutan sambil menyilangkan tangannya di dadanya. “molla-yo, kau tadi tiba-tiba pingsan makannya aku mencoba menyadarkanmu” kataku santai. Hye Na pun bangun dan meninggalkanku dengan tatapan sinis. “Hye Na tunggu kau mau kemana, Heyy!” panggilku sambil mencoba mengejar Hye Na yg sudah menghilang dari hadapanku. “gotcha!” kataku setelah berhasil menemukan Hye Na. Ternyata dia sedang menunggu mayat Hye Ra sahabatnya di bawa pulang dan lagi-lagi dia menangis, entah kenapa kalau Hye Na menaggis rasanya hatiku sakit dan ingin menenangkannya. Tanpa sadar kaki telah melangkah menuju Hye Na dan memeluknya, anehnya Hye Na tidak menolak malahan dia tangisnya sedikit mereda ketika kupeluk. Mayat Hye Ra pun di bawa menuju mobil Jenazah dan aku mengikuti Hye Na. Begitu sampai di mobil jenazah Hye Na kelihatan bingung karena tidak ada yang mengantarnya ke rumah Hye Ra aku pun berinisiatif untuk membantu Hye Na mengantarnya ke rumah Hye Ra. “kajja” ajakku setelah mendapatkan kunci mobil manejer Kim. “kemana?” tanyanya tetap sinis. “Haish cepat nanti paparazzi memotret kita” kataku menarik lengannya masuk kedalam mobil. Hye Na kelihatannya pasrah dan akhirnya menyetujuinya. Mobil pun melesat mengejar mobil jenazah yg membawa Hye Ra.

Setibanya di rumah Hye Ra. Keadaan rumah ini sedang berkabung karena meninggalknya Hye Ra dan kelihatannya appa Hye Ra telah mengiklaskan anaknya meningal dan umma Hye Ra sedang menangis di pelukkan appa Hye Ra. Hye Na pun langsung duduk di samping jenazah Hye Ra. Lagi-lagi Hye Na menagis sambil menatap mayat Hye Ra yg telah tertidur dengan tenang di alam sana. Aku pun mengikuti Hye Na duduk di sampingnya dan mengusap punggungnya. “Sudahlah Hye Na jangan menangis lagi” kataku berusah menenangkan Hye Na. “MWO? Bagaimana aku tidak tenang jika sahabatku meningal karena menonton Grup Namja kalian yg pabo seperti itu” katanya sambil melepakan tanganku kasar. “mianhe, Hye Na…” hanya itu yg bisa kukatakan. “Mwo? Mianhe? Simpan kata maafmu, karena sampai kapan pun Hye Ra tidak akan hidup kembali karena kata MAAFMU TAHU!” katanya setengah berteriak.

Author PoV

Tiba-tiba tae min langsung mencium Hye Na untuk kedua kalinya di hadapan mayat Hye Ra untung saja sedang sepi, entah apa yg di pikirkannya. Hye Na pun terkejutnya bukan main, matanya melotot seakan mau keluar akibat tindakan taemin. Setelah mencium Hye Na taemin langsung memeluk Hye Na erat. “apa yg harus kulakukan jika kau mau memaafkanku HyeNa?” Tanya tae min. Hye Na terdiam dan mencoba melepas pelukkan tae min namun sia-sia kekuataan tae min lebih kuat. “lepaskan aku taemin, sakit tahu!” pekik Hye Na. “aku tak akan melepaskannya kalau kau mau memaafkanku!” paksa tae min. “Ne, baiklah, aku maafkan kesalahanmu dan sekarang LEPASKAN AKU!” kata Hye Na. “Ne Baiklah” kata tae min terpaksa. “gomawo Chagi~ya!” kata tae min sambil mencium pipi Hye Na. Muka Hye pun langsung bersemu merah. Tae min pun melarikan diri setelah mencium Hye Na karena takut Hye Na mengomel. Acara pemakaman pun telah selesai ketika malam hari tiba. Tae min tertidur pulas di sofa karena kelelahan. “Hey tae min cepat bangun” kata Hye Na sambil menyenggol kaki taemin dengan tanganya. “heum Chagiya sudah selesai ya?” kata tae min sambil menguap dan bangun dari tidurnya. “Heey jangan pernah panggil aku dengan CHAGIYA YA!” kata Hye Na kesal. “emangnya kenpa kau kan pacarku” kata tae min santai. “enak saja mengaku-ngaku pacarku, sejak kapan emangnya haa?” kata hye Na sambil menyilangkan tangannya “Sejak di rumah sakit, bukannya ciuman yg kita lakukan 2 kali kurang apa??” kata tae min kesal. “MWO?sampai kapan pun aku tidak mau mengakuimu tahu” kata Hye Na meningalkan tae min. “Yaa~ Cahgiya tunggu aku” kata tae min manja sambil mengejar Hye Na. “Mianhe, ahjussi, ahjumma, karena telah merepotkan kalian” kata Hye Na berpamitan. “ah gwenchana Hye Na-ah, hati-hati ya di jalan. Loh pacarmu mana ? tidak mengantarmu pulang?” Tanya Ahjussi. “Mwo ahjussi? Pacar, dia bukan pacarku Ahjussi hanya temanku…” kata Hye Na membenarkan. “ANNI~ yg dikatakan Hye Na tidak benar Ahjussi, saya Namjachingunya Ahjussi!” kata temin ngos2an karena mengejar Hye Na. “Anni Ahjussi dia pacarku kami baru saja jadian” kata tae min yg sekarang merangkul Hye Na dan tangan sataunya membekap mulut Hye Na. “Permisi ahjussi, ahjumma saya mau mengantar yeojachinguku pulang dahulu” kata tae min yg sekarang menyeret Hye Na untuk pulang. Hye Na pun di paksa masuk ke dalam mobil oleh tae min. Ketika mereka berdua telah berada dalam mobil “kyyaaa apa yg kaulakukan tadi HAAH?” teriak Hy Na histeris. Lagi-lagi tangan taemin membekap mulut Hye Na. “sttt kau ini berisik sekali, dari tadi teriak terus” kata taemin menyuruh Hye Na diam. Mereka berdua saling berpandangan, mata mereka saling bertemu. Jantung mereka pun sama-sama merasakan hal yg sama, berdegup kencang. Tiba-tiba wajah taemin semakin lama semakin mendekat. 5cm, 4cm, 3cm,2cm,…, “ring ding dong, ring ding dong,…” ponsel tae min berbunyi. Dengan cepat mereka berdua saling menjauhkan diri. Wajah Hye Na dan taemin seperti kepiting rebus. “y..yeboseyo” jawab tae min gagap. “hey Taemimie, kau kemana saja hah?” Tanya key Hyung ternyata yg menelepon. “a..ak..aku sedang…” kata temin terhenti “sedang bersama yeojachingu kan?” sekarang min ho hyung yg bertanya. “ah~anni-ya aku sedang…” tae min mulai gelagapan. “sudahlah jangan bohong pada Hyung-mu ini, tadi aku melihatmu sedang berciuman dengan seorang yeoja kan?? Jangan bohong!” goda Min ho Hyung. “ba…bagaimana…Hy…Hyung…tahu?” Tanya tae min yg wajahnya bertambah merah. “tadi ketika Hyung ingin mengajakmu pulang Hyung tidak sengaja melihatnya, kau ini sempat-sempatnya melakukan itu, dasar anak abg labil!” goda min ho. “YA! aku bukan ABG labil tahu, aku sudah dewasa Hyung, umurku mau 20 tahun!” jawab tae min dengan sikap seperti anak kecil. Hye Na pun terkik geli melihat sikap tae min. “ah~ sudahlah min ho Hyung kau hanya membuatku malu di hadapkan Yeojachinguku saja, Bye” kata tae min memutus sambungan telepon. Min ho, Key, Onew dan jong hyun tertawa geli mendengar perkataan tae min tadi, dasar sudah mau berumur 20 tahun sikapnya masih seperti anak kecil saja.

“Hei rumahmu di mana?” Tanya tae min pada Hye Na. “nanti lurus saja kemudian nanti ada belokkan ke kanan belok saja” kata Hye Na sambil menunduk. “em~ Hye Na bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu di taman dekat sini” ajak taemin sambil melihat ekspresi Hye Na. Hye Na mengelengkan kepalanya “Anni~ya besok aku harus masuk sekolah tahu!” Tolak Hye Na mentah-mentah. “Hmm baiklah kalau begitu besok ku antar ke sekolah dan kau tidak boleh menolaknya” kata taemin memaksa. Seperti Hye Na pasrah saja, ekspresi mukanya datar. “stop, ini rumahku” pinta Hye Na pada Taemin. “Ah~ Ne” kata tae min. “wah besar juga ya rumahmu” puji taemin. “kamsahamida atas semuanya” kata Hye Na sambil membungkukkan tubuhnya. “Ah~ no problem chagiya~” kata taemin sambil mengecup pipi Hye Na. mendadak wajah Hye Na memanas. Dia pun meninggalkan tae min tanpa bilang pamit padanya.

Pagi harinya. Hye Na bangun dan sedkit terburu-buru karena dia hamper telat pergi ke sekolah. Dia pun buru-buru mandi, berganti pakaian dan turun ke bawah untuk pergi sekolah. “AH~ahjumma bisa saja” kata seorang namja yg sedang asyik berbincang-bincang dengan umma Hye Na. Betapa terkejutnya ketika mengetahui ternyata itu taemin!. Hye Na pun mengendap-ngendap supaya tidak ketahuan taemin, karena Hye Na tidak mau di antar tae min si namja yg mengejar-ngejarnya. “Hey mau kemana Hye Na” teriak umma Hye Na yg mengetahui anaknya sedang mengendap-ngendap. “bukannya namjachingumu menjemputmu” kata umma. “Ah~ N,Ne umma” kata Hye Na gelagapan. Taemin pun berdiri dan berbalik berjalan meuju Hye Na dan merangkulnya. “emm permisi Ahjumma saya mau mengantarkan Hye Na dulu” kata tae min sambil tersenyum. “Tunggu bukankah umma tadi bilang namjachinguku, taemin namjachinguku, kyaa umma sudah mengetahuinya, dasar namja menyebalkan!” pekik Hye Na dalam hati. Tae min pun menyeretku keluar, aku pun menoleh pada umma dan umma hanya tersenyum geli, aku pun memanyunkan bibirku “umma tolong aku, aku di culik oleh namja gila ini!” kata Hye Na dalam hati.

Tae min membukakan pintu mobil, bak seorang Namjachingu terhadap yeojachingunya saja. “silahkan masuk Chagiya…” katanya manja sambil tersenyum menjijikan. “Chagiya… iuwh…” kataku sambil menyeritkan dahi dan masuk ke dalam mobil, tae min pun menutup pintu mobilnya. “let’s go!” katanya semangat sambil mengegas mobilnya. Kami berduapun saling terdiam, aku pun hanya sibuk dengan ponselku dan tae min focus pada mobilnya. Aku pun membuka pembicaraan setelah meletakkan ponselku di saku seragamku. “Hey kau tidak bekerja dengan profesimu sebagai penyanyi itu apa ? sampai bisa mengantarkanku sekolah?” kataku ketus sambil melihat ke arahnya. Dia pun tersenyum “Hey tumben sekali kau menanyakan keadaanku” godanya padaku. “ya sudah kalau tidak mau menjawab!” kataku kesal. “iya deh Chagiya~ku jangan cemberut nanti cantiknya hilang lagi, aku sedang cuti kerja demi menemanimu” kata tae min sambil tersenyum. aku pun memasang tampak jijik saat dia berkata begitu. “haish kau ini di Tanya serius malah bercanda!” kataku sambil membuang muka. Dia pun tertawa melihat ekspresiku. Aku pun memanyunkan bibirku sambil melihat ke arah jendela. “nah sudah sampai!” kata tae min mengagetkan lamunanku. “Hmm~ Ne~” kataku sambil memegang pintu mobil. “STOP, tunggu kau kelupaan sesuatu” kata tae min membuatku terkejut dan berbalik ke arahnya. “MWO?” tanyaku lemas. “CUP!”Dia pun langsung mencium keningku, wajahku pun langsung memanas, aku pun langsung memuka pintu mobil dan kabur dari hadapannya. “HYE~NA tunggu!” teriak tae min namun aku tak memperdulikannya.

Aku pun masuk ke dalam kelas dengan malas akibat kejadian tadi “Huh awas kau LEE TAE MIN!” pekik dalam hati. Sampai pengarahan yg di berikan Saengsomin tentang persiapan perpisahan pun tak masuk di otakku dan saat istirahat tiba aku pun tak nafsu makan. Tibalah saat pulang, aku melihat kerumunan yeoja-yeoja di depan gerbang sekolah “ada apa ya?” tanyaku pada temanku. “Kyaaa ganteng sekali, LEE TAE MIN!” jawab temanku. “tunggu tae min jangan-jangan…” kataku dalam hati. Ada seorang namja yg kukenal keluar dari kerumunan yeoja-yeoja itu. Ternyata TAE MIN!, aku buru-buru kabur namun, dia mencegahku terlebih dahulu. Tae min pun langsung menyeretku dengan berlari menuju mobilnya untung sahja mobilnya dekat. Aku pun buru-buru masuk karena para yeoja tadi hamper mneyerang kami berdua. Mobil Tae min pun langsung melaju dengan dengan kecepatan tinggi meninggalkan kerumunan yeoja tadi. “Huft untung saja kau cepat keluar…” kata tae min sambil menghembuskan nafas. Aku pun hanya memasang wajah sebal “turunkan aku sekarang juga!” kataku kesal sambil berusaha membuka pintu mobil. “Hey aku mau mengajakmu jalan tahu!” kata taemin tetap focus pada mobilnya. “ANDWE!” kataku menolak sambil berusaha membuka pintu mobil, namun usahaku gagal, tae min menguncinya pintunya. Aku pun hanya memasang muka sebal. “Hey nona manis hari ini kita nonton yuk!” katanya manja. “TERSERAH KAMU!” kataku marah. Kami berdua pun tiba di seba mal besar di seoul. Tae min pun memakai perlengkapan menyamarnya sehingga tidak kelihatan kalau dia seorang artis. Dia pun keluar untuk membukakan pintu untukku. “kajja” ajak tae min sambil memberikan tangannya, aku pun langsung menepisnya dan nyelonong keluar begitu saja. “sepertinya aku kejam sekali padanya! Ah~ anni-ya dia memang pantas mendapatkan itu!” kataku dalam hati. Namun kenyataan tae min tetap berusaha dan sekarang dia menggenggam tanganku erat. Aku pun mencoba membukanya namun usahaku sia-sia.

Tae min langsung membawaku ke bioskop, memesan tiket dan membeli makanan. Kami berdua pun langsung masuk ke dalam studio. Kami berdua menonton film horror, “Huh dasar tae min hanya mau mengambil kesempatan dalam kesempitan, aku sungguh ketakutan!” kataku dalam hati. Ketika adegan yg cukup menyeramkan aku spontan berteriak dan bersembunyi di balik bahu tae min “KYAA!” teriakku. Tae min tersenyum sambil mengelus lambutku, sontak aku langsung keluar dari balik bahunya “Hey! Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan tahu!” kataku marah sambil memandangnya sinis. Ketika aku memandang seluruh bangku penonton, aku baru menyadarinya ternyata cuma kita berdua yg menonton!. Tae min tersenyum “kau baru menyadarinya haah?, tempat ini aku pesan khusus untukmu tahu!” kata tae min sambil tertawa. Aku pun bangun dan mencari tempat duduk yg cukup jauh darinya. Tae min malah bangun dan berjalan ke arahku dan sekarang dia telah berada tepat di depanku “Hey minggir aku mau menonton tahu!” kataku sambil mengibas-ngibaskan tanganku. Namun pandangan tae min seperti mau menerkam mangsanya dia mulai mendekatkan badannya ke badanku. Aku pun terjebak tidak bisa kabur. Wajah kami pun tinggal 1 cm, dia pun melumat bibir bagian atasku dengan lembut, aku pun malah membalasnya “Hye NA pabo!” aku berusaha melepaskan namun otakku dan bibirku tidak mau bekerjasama, aku malah melumatnya dengan sedikit kasar sambil memeluk lehernya. Dan malah sekarang tanganku turun membuka kancing baju tae min. tae min pun menggenggam tanganku “Mmmh nanti Hye Na kalau sudah menikah mmhh” kata tae min masih pada kegiatannya. “mmhh baiklah” kataku sambil melepaskan ciuman kami. Aku dan tae min lagsung tertunduk malu muka kami merah. Tae min duduk di sebelahku. “Ngg Hye Na apa kau mencintaiku?” kata tae min malu. Aku pun terdiam dan tidak menjawab pertanyaan tae min. “Hye Na?” tanya tae min sambil mengenggam tanganku. Aku pun menjawabnya dengan anggukkan. Tae min pun langsung memelukku sangking bahagianya dan aku membalas pelukannya. “yah aku memang tidak bisa membohongi diriku yg sekarang jatuh cinta pada tae min, bukan karena statusnya sebagai bintang terkenal, tapi karena ketulusan hatinya mencintai diriku sepenuh hati, aku benear-benar mencintainya walau dengan awal yg kurang menyenangkan, dia yg selalu menjahiliku dan menggangguku, tapi aku melihat ketulusan hatinya yg melebihi namja-namja lainnya yg menyukaiku juga” kataku dalam hati.

1 tahun kemudian

“ya, saya berjanji” jawab tae min mantap. “dan kau Hye Na” Tanya pendeta. “ya, saya berjanji” jawab Hye Na tak kalah mantap. “ya, sekarang pengantin memasangkan cincinya satu per satu” lanjut pendeta.  Tae min memasangkan di luan di jari Hye Na, kemudian Hye Na yg memasangkan cincin satunya di jari tae min. “yah silahkan pengantin pria mencium pengantin wanita” kata pendeta. Tae min pun membuka kain yg menutupi wajahku sambil tersenyum. aku pun membalas senyumnya dan duluan memajukan wajahku mengecup bibir tae min dan tae min sedkit terkejut, kemudian mencium keningku. Kami pun menjadi pasangan paling bahagia saat itu dan itu adalah moment yg tak akan terlupakan bagi kami berdua. Tak lepas-lepasnya senyum mengembang di wajah kami berdua. Tae min adalah cinta pertama dan terakhirku.

FIN

NB: ayo jagan lupa coment ntar kugorok loh (sambil bawa golok)!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

31 thoughts on “I Hate Him, but I Love Him!!!”

  1. Nie kn ff nya temen ku ,,
    Sarii ..
    trnyta udh publish yaa,,
    sbenerx udh prnh bca sii,,
    tp gpp kn aq bca lg ,,
    Hehehe,,

  2. waaah taemin yaaa ckckck di buat sequel dong tapi jgn to the point kaya gini dibuat lebih ada konfliknya hehehe

  3. Gomawo ndah udh jg coment yg pertama yak hehe 😀

    admin gomawo dah mw publisi ffku yg sdikit acak adul ini!
    *sujud2 kadmin*

  4. kok pendek sih thor, kirain berseri, keren ff nya…kirain ada adegan NC (merry siap2 tutup mata)

  5. bagus bagus bagus 🙂
    jadi iri ma hye na >.<
    hahaha 😀 hampir ada NC nya. wkwkwk
    tapi, saran aja nih ya… mungkin dalam tulisan dan bahasanya mohon diperbaiki lagi. soalnya masih ada yang acak-kadul. hehehe 🙂
    overall bagus kok 🙂

  6. Gomawo ya pa reader yg udh bca n koment *sujud syukur ma reader*

    gomawo lg bwt saran.A mdah2an aku bwt sequel deh, tpi ntar dah mw ujian dlu hehe 😀
    mian ya ada nc.A dkit tpi dblik itu cuman bwt romantis dkit hehe 😀

    mian ga bza blzin koment.A satu2

    gomawo ya ! 😀

  7. hoho my taem kok gitu sih u,u baru suka udah nyium-nyium, mojok lagi di bioskop, lupa sama aku kah? *digeplak taemints*

    author, boleh komen kan ya? itu percakapannya maunya di kasih enter lagi, kebanyakan percakapan dalam satu paragraf kan jadi menuh gitu sampe 15 baris lebih, kadang readers jadi males baca soalnya pusing 🙂

    tapi keren kok secara cerita sama lucu-lucuannya >,< apalagi ini baru debut ya? udah bagus gini, daebak deh author b^-^d

  8. umm..alur cerita terkesan terburu-buru, timbulkan beberapa konflik, dan gambaran keadaan yang sedikit di dramatisir..misalnya ketika Hye Na melihat kematian Hye Ra, ajaklah pembaca untuk ikut larut dalam kesedihan…coba dibuat sequel pasti tambah bagus..
    fighting aj..

  9. wah parah … taemin baru kenal dah maen cium ajah !!!
    ckckckckck …… ya ampun itu yg namanya shawol forever .. matinya pu tetep jadi shawol salut .. deh !!
    apa lagi matinya di tabrak mobil shinee… ckckck kalo aku sih gx mau .. ahahah *pletak!!*
    bikin sequelnya dong …
    nice ff

  10. Hwaaaaaaa…. authooor,,i hate u!!(soalnya anda dpt si maknae,,) but i love u!!(eh,,i like u aja dah. cuz sy love.ny ma bling2 Jjong.
    Kekekee,,)
    oiya, jjong kok kaga dpet jtah dialog yak??
    trus d.jadiin sopir lg.
    ga trima sy…*expresi marah.
    tp kerrenn kkook,,
    eh kuadrat, chagiya apaan?? pcar y??

  11. waah ff debut yah? ide ceritanya udah bagus kalo menurut aku ^o^
    tapi sedikit saran buat ff selanjutnya coba diperhatiin penulisannya, di satu paragraf mungkin jangan terlalu panjang, supaya lebih enak bacanya ^^
    sama diperhatiin POV (person of view) nya, jadi readernya ga bingung ^^ *aku sedikit ngerasa bingung, tapi gak tahu sama reader yang lain eheh xD
    udah deh segitu aja, good luck buat ff selanjutnya yaa XD

  12. Dihitung2 brapa banyak adegan kiss taemin d ff ni,, ahh taemin polos2 gtu tnyata brani jga,, mlah langsung2 pula,, hyena nya lucu jutek2 sama taemin akhirnya jdi suka bneran d,, wahh end nya mrekanikah, yang langgeng Ўa̲̅a̲̅a̲̅º°º 🙂 Нёнё☺☺нёнё☺☺

  13. bagus kok kalo chingu baru pertama nulis. 🙂
    tapi kalo bisa paragrafnya jgn panjang2. aku yg baca rada puyeng juga ngliat tulisan ga ada jeda bgtu. hehee
    endingnya juga, aku suka. tau2 merit aja tuh si dedek taem 😀

  14. mian…berhubung aku ngefans banget sama taemin..aku kurang suka ni sma FF nya, terlalu gimana gitu…bahasanya juga kurang sopan.. mian…miaaan banget….ta author..

  15. Taemin ku di ambil orang!!!!
    😦 *g’ usah di urusin*

    so sweet bngetz smpai qw menghayal qw dan taemin *senyum2 sendiri*
    ;D

    Good!
    Im like it!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s