They Suddenly Came into My Days – Part 7

Title                     : They Suddenly Came into My Days (Part 7)

Author                  : myee

Main Casts          : Kim Soona, SHINee members

Support Casts    : Seo Jeo Hyun, Im Yeon Ji

Genre                   : AU (School), Friendship, Romance

Length                  : Sequel

Rating                   : G

—–

Choi Minho’s POV

“Ne, ahjussi. Ne… Ya, aku mengerti…”

Onew hyung masih berdiri di teras belakang rumah kediaman keluarga besar Kim. Ia nampak sedang menghubungi seseorang.

“Ayo berangkat sekarang hyung”, aku sudah menunggunya di dekat pintu teras dan membawa ransel hitamku. Onew hyung memakai celana jeans selututnya dan kaos t-shirt warna putih. Dia juga memakai sebuah fedora warna hitam.

“Oh, ya… Khajja”, ucapnya setelah memutus sambungan teleponnya. “Kau menelepon siapa?”, tanyaku sambil berjalan menuju depan rumah.

“Ho Dong ahjussi. Aku cuma bilang kalau selama tiga hari ini kita mau liburan ke Wando-gu, yah, semacam minta ijin gitulah”, jawab Onew.

“Lalu?”

“Ya ahjussi mengijinkan, asalkan pengawasan kita enggak melonggar aja, takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi…”, sambungnya.

“Hah? Maksudnya?”, aku bingung.

Onew berdecak, “Choi Minho, yang kita lindungi sekarang adalah seorang anak presiden. Dan kau tahu kan ada orang asing yang berniat mengancamnya? Dan bukan tidak mungkin kalau momen liburan kali ini dimanfaatkan orang-orang asing tersebut untuk menjalankan niat buruk mereka. Ya kan?”

Aku hanya mengangguk. “Yah, pokoknya lindungi dia”, ujar Onew singkat sambil mengambil tasnya yang diletakkan di ruang tamu. Saat kami berdua keluar rumah, yang lain sudah menunggu. Taemin sedang duduk di rerumputan sambil memencet tombol-tombol pada PSPnya, Kibum sedang duduk di kursi depan rumah sambil memainkan iPod touch-nya, kemudian Jonghyun hyung sedang mengecek kembali barang bawaanya.

Lho? Yeoja itu mana?

“Aduuuh~ Maaf! Tadi aku buat bekal dulu!”, seseorang mendekat ke arah kami berlima.

Aku menoleh ke belakangku. Aku sedikit tercengang saat memandangnya.

Ya tuhan, gadis ini manis sekali. Rambut panjang bergelombangnya dia tarik ke belakang dan diikat. Dia memakai celana baggy berwarna hitam selutut, dan kaos lengan pendek berwarna hijau tosca.

Dia membawa tas selempang berukuran cukup besar pada lengan kanannya, dan di tangan kirinya ia menjinjing sebuah tas berwarna biru muda, yang aku yakin itu isinya makanan.

“Ini bekalnya. Aku buat sandwich tuna sama teh dingin tuh”, ujar Soona sambil menghampiriku dan Onew hyung. “Wah, geomawoyo, Soo”, ucap Onew hyung sambil tersenyum. Tanpa sadar aku terus memperhatikan mukanya. Dia pun akhirnya memandangku heran dan mengibas-ngibaskan tangannya ke depan mukaku, “Minho-ya? Wae?”

Aku menggeleng cepat, “A-Ani… Ah, biar kubawa tasmu itu”, kataku sedikit malu-malu dan mengambil tas selempang besar yang dibawa Soona. “Oh, geomawo…”, ujarnya.

“Noona, kita ke sekolahnya naik apa?”, tanya Taemin sambil memasukkan PSP-nya ke dalam tas kuningnya. “Oh, naik mobil aja. Song ahjussi (supir keluarga Kim) sudah menunggu, tuh dia”, jawab yeoja itu sambil menunjuk seorang bapak-bapak yang sudah menunggu di dalam mobilnya.

“Shin Ahjumma, aku pergi dulu, ya. Titip rumah, oke?”, ucap Soona kepada kepala pelayan di rumah ini yang bernama Shin ahjumma. Ahjumma itu mengangguk sambil tersenyum. Yeoja ini langsung memeluk Shin ahjumma, dan ahjumma pun balas memeluknya.

Seorang Soona memang tidak pernah membedakan status atau golongan seseorang. Dia menerima siapapun menjadi sahabat atau bagian dari keluarganya, bahkan sampai kepala pelayan, kepala pengawal, dan supir-supir pribadinya pun sangat ia hormati dan sangat ia sayangi.

Kami berenam langsung masuk ke dalam mobil. “Tujuan kita sekarang ke mana, agassi?”, tanya Song ahjussi. “Oh, ke sekolah saja. Tolong ya ahjussi!”, ujar Soona semangat. “Siap, agassi.”

Mobil pun dengan cepat melaju ke arah sekolah, dan kami pun sampai di sana setelah 15 menit perjalanan. Aku melihat Yeon Ji sudah berdiri menyandar pada mobil van-nya di depan gerbang sekolah. ”Terima kasih, ahjussi. Nanti kau kubelikan oleh-oleh!”, kata Soona sebelum keluar dari mobil. Song ahjussi hanya mengangguk dan tersenyum.

“Yeon Ji-ah!”, Soona melambaikan tangannya ke arah Yeon Ji dan berlari menghampirinya. Aku mengecek kembali barang-barang yang kubawa. Onew hyung dan Jonghyun hyung mengambil ranselnya di bagasi kemudian mengikuti Soona. Kibum keluar mobil dengan memakai kacamata hitamnya. Sedangkan Taemin, matanya masih terpaku pada layar PSPnya.

“Ya~ Main apa sih kamu? Serius amat?”, kataku sambil berjalan di sebelah Taemin. “Oh, ini hyung… Main Winning Eleven, supaya nanti suatu saat aku bisa ngalahin hyung”, jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar konsol tersebut.

Aku melenguh panjang, “Astaga, sempet-sempetnya ya mikirin kayak gitu. Jangan lupakan tugasmu”, ucapku singkat. “Beres hyung.”

Aku menghampiri Onew hyung, Jonghyun hyung, Kibum, Soona, dan Yeon Ji. Satu orang lagi belum datang rupanya.

“Lho? Jeo Hyun-ah mana?”, tanya Jonghyun hyung.

“Lagi di jalan kok, sunbae… Bentar lagi nyampe. Oh ya, barang-barang kalian taruh aja di bagasi belakang ya”, ucap Yeon Ji. Setelah kami menaruh barang-barang di bagasi, terlihat Jeo Hyun berlari menghampiri kami berenam dengan napas tersengal-sengal.

“Mianhaeee~ Aduh aku telat!”, ucapnya sambil memegang lututnya. “Ini, minum gih”, kata Yeon Ji sambil melemparkan sebotol air mineral dingin. “Thank you”, katanya sebelum meneguk habis air mineral itu.

“Eh, ada yang jago nyetir gak di sini?”, tanya Yeon Ji tiba-tiba. “Oh, aku biasa nyetir. Kenapa?”, Onew hyung berjalan menghampiri Yeon Ji.

“Gini, kan perjalanan lumayan jauh, sekitar tiga sampai empat jam-an deh. Aku enggak biasa menyetir selama itu, jadi sunbae bisa nyetirin kita enggak?”, ujar Yeon Ji sambil menunjukkan sebuah peta. Onew hyung melihat peta itu sebentar dan mengangguk, “Oh di sini. Ya ya bisa. Mana kunci mobilnya?”

Yeon Ji memberikan kunci mobilnya dan Onew hyung langsung duduk di jok pengemudi. “Yeon Ji-ah, kau bisa jadi navigator kan? Aku enggak bisa megang setir dan peta sekaligus”, ucap Onew hyung. Yeon Ji mengangguk dan dia duduk di sebelah jok pengemudi.

Soona, Jeo Hyun, dan Jonghyun hyung duduk di jok tengah, sedangkan aku, Taemin, dan Kibum duduk di jok belakang. “Gak ada yang ketinggalan kan? Kita berangkat sekarang nih”, ujar Onew hyung sambil menoleh ke belakang. Kami semua mengangguk.

“Baiklah. Wisata menuju Wando-gu dimulai~”, sambung Onew hyung dan dia pun menyalakan mobilnya.

—–

Author’s POV

“Wuuih, villanya lumayan besar juga ya noona~”, ucap Taemin setelah turun dari mobil. Sekarang sudah jam satu siang. Setelah 4 jam perjalanan, ditambah satu jam naik kapal ferry (jangan ngebayangin kapal ferry kayak yang ada di Indonesia, ya. Kapal ferry di Korea itu enak banget), akhirnya kami sampai di Dadohae-haesang.

Villa yang memiliki dua tingkat yang terbuat dari kayu itu cukup besar. Terdapat sebuah kolam renang kecil di halaman belakangnya. Letaknya tidak begitu jauh dari pantai yang membentang luas. Hanya sekitar 40 meter dari bibir pantai, dan sepertinya teras belakangnya langsung menghadap laut lepas.

Soona memandang lautan biru kehijauan itu dengan pandangan kosong. Kenangan buruk itu masih tertancap dalam di hatinya. Jeo Hyun menghampirinya dan merangkul pundaknya, “Tenang, Soo. Ada kami, kau tidak sendiri”, ujarnya. Soona hanya tersenyum tipis dan mengambil barang bawaannya.

Yeon Ji membuka pintu depan villa dan membukanya perlahan.

“UHUUUKKKK!”

Tiba-tiba saja ia terbatuk-batuk setelah masuk ke dalam. Taemin yang berdiri di belakangnya pun langsung bersin.

“HUACHEEEEEEM!”

“Ada apa sih?”, Minho berjalan menghampiri mereka berdua. Matanya terbelalak melihat keadaan isi villa tersebut.

“Oh-my-God”, ujar Kibum singkat. Isi villa itu dipenuhi debu yang tebal. Sarang laba-laba bisa terlihat dengan jelas di setiap sudut tembok. Onew dan Soona langsung mengibas-ngibaskan tangannya begitu masuk ke villa itu.

“Yeon Ji-ah… Apakah kau gila membawa kami ke villa penuh debu seperti ini?”, ucap Jeo Hyun sekenanya.

Yeon Ji menggeleng, “AAAAAAAAAH! MIANHAEEE~ Aku gak tau villanya seperti iniiii!!!”, teriaknya. “Lho? Kau baru pertama kali ke sini?”, tanya Soona heran. Yeon Ji mengangguk pelan.

“Hoalaaaah, gegabah sekali kamu”, kata Jonghyun sambil menepuk dahinya. Mereka berdelapan terdiam di ruang depan villa dan menatap muka satu sama lain.

Soona berdecak, “Ya sudah. Kita ada berdelapan, kan? Dibagi jadi dua tim deh ya”, usulnya.

Minho mengerutkan alisnya, “Maksudmu?”

“Yup, dua tim. Satu tim untuk membersihkan villa ini dan satu tim lagi untuk keluar beli makanan di pertokoan yang tadi kita lewatin…”, kata Soona.

“Euuh, niat liburan kok jadi kerja sih?”, gerutu Kibum. Soona mendelik ke arahnya, “Ya ini juga dalam rangka liburan, Kibum. Kau mau tidur di atas tempat tidur yang penuh dengan debu dan serangga?”

Kibum mendesis, “Ck. Baiklah…”

Yeon Ji mengulurkan tangannya, “Ya sudah kita putuskan timnya sekarang. …Gai-bai…”

“BO!”, ucap semuanya bersamaan. Mereka menatap satu sama lain. “Oke, Minho, Soona, aku, Jeo Hyun, Onew sunbae dan Taemin tinggal di sini buat beres-beres. Sedangkan Kibum dan Jonghyun sunbae belanja. Setuju?”, tanya Yeon Ji.

Mereka semua mengangguk. “Barang-barang biar di mobil dulu. Keluarkan yang menurut kalian penting aja, kayak sandal, sapu tangan, handuk, dan sabun. Oh iya, alat bersih-bersihnya ada enggak?”, tanya Onew.

“Ada! Ini sunbae!”, teriak Yeon Ji dari sebelah dapur. “Oh ya, kalian mau makan apa nanti malem?”, tanya Kibum sambil membawa tas kecilnya. Dia bersiap untuk belanja bersama Jonghyun.

“Terserah, yang penting enak”, jawab Minho singkat sambil melipat celananya ke atas dan melepas sepatunya. “Ya sudah, kami pergi dulu. Yeon Ji-ah! Pinjam mobilnya ya!”, kata Jonghyun. “Ne sunbae!”, jawabnya sambil sedikit berteriak dari arah dapur.

“Oke… Ehm… Bisa ngumpul di sini sebentar semuanya?”, ujar Jeo Hyun. “Kita bagi lagi jadi dua tim, yang satu buat beresin lantai atas, dan satu lagi buat bersihin lantai bawah. Setuju? Biar cepet selesai nih”, sambungnya.

“Gai-bai… BO!”, ucap mereka bersamaan.

“Oke. Taemin, Minho, dan Soona beresin lantai dua! Aku, Yeon Ji, dan Jeo Hyun bakal bersihin lantai satu!”, ucap Onew. Mereka mengambil beberapa sapu, kemoceng, lap, dan ember yang ada di dalam gudang kecil dekat dapur. Tidak lupa tongkat pel dan mop yang tergantung di dapur.

“Ayo kerja kerasssss!!!”, teriak Yeon Ji.

—–

“Tae! Debu nih! Jangan ngarahin kemocengnya ke arahku dong!”, ucap Soona sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke depan mukanya. Debu berterbangan dari atas lemari yang sedang dibersihkan Taemin. ”Aaah! Mianhae, noona!”

Soona melenguh panjang. Untung kamar di lantai dua ini cuma ada dua. Kamar mandinya juga tidak begitu kotor. Soona dan Taemin bertugas untuk menghilangkan semua debu yang berada di atas lemari, meja, kursi, dan tempat tidur. Sedangkan Minho bertugas membersihkan dua kamar mandi yang terletak di masing-masing kamar.

“Fuiih, akhirnya satu kamar bersih juga… Gak kerasa udah satu jam setengah aku ngeberesin satu kamar ini…”, ujar Soona sambil menyeka keringat yang mengalir di dahinya. Dia membuka jendela lebar-lebar, membiarkan angin sejuk masuk ke kamar itu. Taemin sekarang sibuk mengepel kamar itu sambil mendengarkan musik melalui earphone-nya. Kamar mandi di kamar itu juga sudah kinclong karena Minho sudah membersihkannya tadi.

“Taem, aku mau ngebersihin kamar sebelah ya! Kalau udah selesai, ganti bed covernya sama yang ada di lemari!”, perintahnya. Taemin mengangguk, “Sip, noona!”

Yeoja itu berjalan menuju kamar sebelah. Debunya sudah sedikit dibersihkan oleh Minho ternyata. Soona tinggal mengelap, menyapu dan mengatur kembali letak-letak kursi dan mejanya. Tapi, lapnya di mana?

Soona berjalan menuju kamar mandi. Saat ia membuka pintu, terlihat Minho sedang serius menggosok bagian dalam bathtub. Handuk terlilit di kepalanya.

“Ho… Minjem lap bersih dong!”, ucapnya. Dia menoleh ke arah yeoja itu, “Oh, itu di deket kloset, ambil aja”, jawabnya.

Soona dengan hati-hati berjalan menuju lemari kecil dekat kloset, karena lantai kamar mandi dipenuhi oleh busa sabun pembersih. Setelah Soona mengambil lap itu, dia langsung berjalan keluar kamar mandi. Tapi… Ups, kakinya terpeleset, saudara-saudara! (apa sih?*PLAAAK)

“HYAAAAA~”, teriak Soona. Dengan sigap Minho menahan badan Soona agar tidak terjatuh. Namun sialnya, kaki namja itu juga ikut terpeleset gara-gara lantai yang sangat licin, dan BRUUUUGH. Mereka berdua terjatuh di lantai.

“Aiiissshhh”, desis Minho. Kepalanya membentur lantai cukup keras. “Kau tidak apa–“

Minho tidak melanjutkan omongannya. Ia terlalu terkejut dengan sesosok yeoja yang terjatuh di dadanya. Tangan Minho memegang pinggang yeoja itu. Jarak muka antar mereka kini cukup dekat. Terlihat muka Soona yang kini sedikit memerah, begitu pula dengan muka Minho. Keheningan mengelilingi mereka.

“Noona? Kau ada di dalam?”, ucap Taemin dari arah pintu kamar. Soona cepat-cepat berdiri dari lantai, dan membantu Minho berdiri.

“K-k-kau tidak apa-apa?”, tanya Soona sambil mengambil kembali lap yang terjatuh di lantai. “Y-ya… Kau sendiri?, tanya Minho gugup. Soona hanya mengangguk dan keluar dari kamar mandi.

Minho mengusap-ngusap dadanya. ‘Choi Minho! Tahan! Tahaaan!’, batinnya.

—–

“Kami pulaaaang~”, Key dan Jonghyun masuk ke dalam villa. “Hee~ Sudah bersih yak?”, ucap Jonghyun sambil meletakkan keresek besar berisi belanjaan ke atas meja makan.

“Ya! Kalian selama dua jam setengah ngapain aja, hah? Lama banget!”, gerutu Onew. Dia menggunakan celemek dan sebuah lap yang terikat di kepalanya.

Key nyengir, “Sorry, hyung. Tadi kita makan dulu ehehhee, laper sih”.

“MWO?!!! Kita lagi repot-repotnya beresin ini, kalian malah asyik makan? Dasar gak peduli sesama!”, teriak Onew. Sebelum emosi Onew benar-benar meledak, Jonghyun menyodorkan sebuah kantong berwarna putih.

“Eitss, jamkkaman, hyung. Kita bawa oleh-oleh lho”, ujar Jonghyun. Onew mengerutkan alisnya. Dia membuka kantong itu dan matanya langsung berbinar. “Kalian….”, Onew sedikit terharu. Key dan Jonghyun mengangguk.

“YAAA! Yang lagi pada beresin rumah! Berhenti dulu! Kita makaaaan!”, teriak Onew lagi. Yeon Ji menghampiri Onew dan langsung sumringah. Yeoja itu mengambil tiga buah piring besar dari laci dapur dan meletakkan makanan yang dibawa Jonghyun dan Key. Ya, itu adalah ayam goreng tepung spicy dengan porsi super jumbo (banyak banget lah pokoknya).

Taemin berlari ke bawah dan langsung menghampiri meja makan. Jeo Hyun yang daritadi membersihkan jendela juga langsung berjalan menuju ruang makan. Kemudian Soona turun ke bawah disusul oleh Minho.

“Bajumu kenapa basah gitu? Ganti baju dulu sana! Masuk angin nanti!”, ujar Onew. Minho mengangguk pelan. Dia berlari menuju mobil dan mengambil ranselnya. Ia langsung pergi ke kamar mandi dan mengganti bajunya yang cukup basah kuyup akibat jatuh tadi.

Setelah cuci tangan, Soona pun ikut bergabung dengan yang lain. Ia melahap ayam yang tadi dibelikan Kibum. “Di atas gimana Soo? Udah beres?”, tanya Jeo Hyun. Soona tersenyum, “Udah. Tinggal ngepel lorong sama ganti bedcover di kamar paling ujung, selesai deh semua.”

“Aduuh, maaf ya! Jadi merepotkan kalian gini!”, kata Yeon Ji sambil membungkuk dalam-dalam. “Iya nih, bikin capek orang aja kamu”, gerutu Jeo Hyun. Yeon Ji menggembungkan pipinya. “Ahahaha, bercanda, Yeon Ji-aaah!”, sambung Jeo Hyun sambil mencubit pipi Yeon Ji. Yang lainnya hanya tertawa.

“Yeon Ji-ah, aku pinjem dapurnya ya”, ucap Kibum sambil memakai celemeknya. Dia mengeluarkan beberapa sayuran dan daging ayam. Dia juga mengeluarkan susu, coklat, telur, dan vanili.

“Mau buat apa?”, tanya Onew. “Kalau buat makan malem aku mau buat chicken cordon bleu sama mashed potato. Nah dessertnya aku mau buat es krim”, jawab Key sambil mencuci sayuran-sayuran itu.

“Wuah, pinter masak ya dia?”, tanya Yeon Ji pada Jonghyun. Jjong mengangguk, “Yup.”

Soona bangkit dari kursinya, “Aku bantu deh.” Kibum menggeleng, “GAK. Aku takut masakannya gagal!”, ujarnya ketus.

Yeoja itu mengambil pisau dan mengarahkannya pada Kibum. Dia sedikit memainkan pisau itu di depan muka Key.

“YAAAA! GAK USAH MAIN PISAU JUGA! HOROR AMAT SIH AH! IYA IYA KALAU MAU BANTU SOK AJA! TADI CUMA BERCANDA!”, teriak Key sambil menyingkirkan tangan Soona dari depan mukanya. Soona hanya tertawa dan mulai membersihkan kentang dan daging ayam itu.

Onew, Jonghyun, Yeon Ji, Jeo Hyun, dan Taemin yang berada di ruang makan terkekeh melihat tingkah dua anak manusia itu.

“Aku mau  ngambil barang-barang bawaan kalian dulu dari mobil ya”, ucap Taemin setelah meneguk minumannya. “Oh, kita bantu, Taem”, ucap Onew dan Jonghyun bersamaan. Dua yeoja yang lain langsung naik ke atas untuk mengepel dan mengganti bed cover.

Sesaat kemudian Minho keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan menuju ruang makan. Terlihat Soona dan Key yang sedang memasak berdua sambil sesekali tertawa. Yeoja itu memukul pelan pundak Key sambil memanyunkan bibirnya sedikit, dan namja di sebelahnya hanya terkekeh melihat kelakuan Soona.

Minho mengrenyitkan dahinya melihat situasi itu.

—–

“…Haiissssh~ Kok aku laper sih? Padahal tadi pas makan malem aku makannya lumayan banyak ah”, gumam Minho pelan.

Ia menoleh ke arah kamar di dalam. Taemin sudah tertidur pulas. Di tempat tidur lain Jonghyun dan Onew juga sudah terlelap. Key juga sedang mengarungi alam mimpinya di tempat tidur yang satu lagi.

Minho mendengus. Dia kebagian tugas untuk jaga malam –takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semisal tiba-tiba ada orang yang bakal nyulik Soona–, dan dia memutuskan untuk duduk di teras kamarnya.

Ia melihat jam tangannya, waktu masih menunjukkan pukul dua dini hari. Tapi entah kenapa perutnya malah memaksa Minho untuk mencari makanan. Dia mengendap keluar kamar agar tidak membangunkan yang lain. Ia memutuskan untuk meminum susu vanilla yang dia simpan di kulkas.

Saat sampai di bawah, ia melihat pintu teras belakang villa itu terbuka. Angin malam yang cukup dingin masuk ke dalam ruangan. Ia megendap menuju teras belakang tersebut.

Ia sedikit terkejut. Terdengar isakan tangis dari sana. Lelaki itu terus berjalan menghampiri sosok yang tengah terisak itu. Terlihat seorang yeoja yang terduduk di lantai kayu teras belakang sambil memeluk lututnya.

“Soona? Apakah itu kau?”, tanyanya pelan.

Yeoja itu sedikit tersentak kaget mendengar suara Minho yang berada di belakangnya. Dia menoleh ke arahnya dan menyeka air matanya yang daritadi terus mengalir, “Minho-ya…”

Namja jangkung itu langsung menghampiri Soona dan duduk di sebelahnya. “Wae? Kenapa kau menangis?”, tanya Minho. Jemarinya langsung bergerak untuk menghapus butiran air mata yang masih tersisa di pelupuk mata Soona.

Soona menggeleng, “Aniyo… Aku hanya mimpi buruk…”, ucapnya sambil sedikit terisak. Namja di sebelahnya menatapnya dengan sedikit cemas, “Ceritakanlah. Aku akan mendengarkannya…”

Gadis itu menarik napas panjang. Tatapannya tertuju pada deburan ombak yang menyapu pasir putih di pinggir laut berwarna hitam itu. Ia menatap kosong langit yang penuh dengan bintang.

Setelah sekian menit, akhirnya yeoja itu mulai berbicara.

“Aku pernah bilang kan kalau aku trauma dengan tempat yang bernama laut?”, tanya Soona. Pandangannya masih terpaku pada lautan lepas.

Minho hanya mengangguk.

“Eommaku pergi untuk selamanya di tempat itu..”

—–

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “They Suddenly Came into My Days – Part 7”

  1. Omoo , keren chingu ., aq msh pnasaran dgn org misterius itu ., ayo dong chingu , kpan org itu akan terungkap ?
    Lnjut ya chingu ..

    1. #lari ngehindarin todongan terus #sembunyi di belakang abang taemin *dirajam taemints

      thanks for reading and commenting 🙂

  2. waa disini kayaknya banyak part yg diambil dr sisi minho yagh… Senengnya….. soona trauma krn ummanya ninggal di laut?? hmmm jd pnasaran nie ma ksh slanjutnya.. lanjut trus chingu.. Gomawo *bow* ^^

  3. Minho!!!
    harus wajib jagain soona
    Kayanya udah klop banget
    Tapi di part sebelumnya tuh soona klopnya sama kibum
    Tapi kayanya minho suka
    Buktinya dia gimana gitu waktu soona ama key
    Aigoooooo
    Sabarya pasti suatu saat nanti traumanaya soona ilang
    Garaagara ditinggal eommanya untuk selamanya
    Kasiaann
    Lanjut!!!

  4. wawawawaaaaa~~~!!!
    penasaran ma ceritanya soona!!>.<,,
    wah,,mulai tumbuh benih bunga,eh benih cinta nih di hati minho,,xD
    next part.a jangan lama lama yah thor,,LIAT AJA KALO LAMA LAMA*ngasah golok*#digampar duluan ma author

  5. Aaaaaaaah minhonya!!!!!!!!
    Pas dia ngeliatin soona pas baru keluar mobil itu hemmmmmmmmmm
    Pas jatoh dikamar mandi trs dipegang pinggangnya sama minho itu juga hemmmmm
    Pas minho liat key sm soona di dapur kayak jeles gitu kannn
    Pas dia ngapus airmatanya soona
    Aisssss minho kayaknya suka ya sama soona?
    Udah minho sama soona aja kekekeke:p
    Jadi ternyata ibunya soona meninggal dilaut?
    Lanjutttt!

  6. aku comment di sini aja ya ~
    Td abis bc part sbelumny XD
    Bruntung bgt jdi Soona XD
    Wahahahahahaha ~
    Daebak !
    Lanjut thor !
    Pnasaran spa spy yg ja’at & ap yg bkin eommanya Soona mninggal .

  7. hwaa mian author … aku bru baca n komentar …
    bener2 seru nih … ahahah soona pinter bgt bikin key takut .. nanti aku coba ke namjachinguku . ahahah *pletak!!*
    minho suka soona… waduhh….. key bagimana ???
    yahh udah tbc ajah .. lanjutannya jgn kalah seru ya .. itu kenapa oemmanya meninggal ???

    1. wii kenapa minta maaf?
      gwaenchanayo, ella-ssi 😉

      baca part selanjutnya ya kalau mau tau heheh
      thanks for reading and commenting 🙂

  8. TSCIMD PART 7!
    hahaha. Seneng. Akhirnya keluar juga. 🙂
    tapi ya thor.. Jangan marah ya..
    Menurut aku, part ini asa kurang menarik.. Dan ngga tau dibagian mananya.
    Maaf ya myeee… Ini cuma pendapat aku doang loh! :’)
    lanjut part 8! Fighting!

  9. #kabur ke pelukan taemin *dilempar ke kawah krakatau sama taemints

    oke, doain aja enggak lama antrian ff-nya ya 😉

    thanks for reading and commenting 🙂

  10. wah iya ya?
    sama sih aku jg pas ngetik part ini ngerasa ada yg kurang sreg, tp gatau apaan *garukgaruk kepala*

    wah maaf atuh ya kalau begitu, diusahain aku ramein deh part-part selanjutnya!

    thanks for reading and commenting 🙂

  11. soona punya pengalaman yg kelam, asik minho n soona udah mulai kontak body tp aku ngerasa soona lebih ke key. . .
    Author tu kok pas posisi duduk d mobil minho y d taro d mana kok ngak k bagian, jgn2 d bagasi lg ke ke ke ke

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s