ME AGAINST THE ORANGE – Part 7

Author : Eci a.k.a peppermintlight

Main cast : Lee Na Ram, Kim Jong Hyun SHINee, Choi Min Ho SHINee, Lee Jin Ki (Onew) SHINee

Special guest : Park Nada (female main cast di FF nya Wiga ^^)

Reader request : Shim Dae Ri (Nanies), Storm (Storm)

Length : Series

Genre : friendship, teen romance

PART 7

Storm POV

Aku berjalan malas keluar dari kelasku sembari menyampirkan tabung berisi gambar teknikku ke bahu. Hari ini terasa berjalan sangat lambat. Entah karena aku memang lagi get bored tingkat akut atau…homesick.

Aku bukan cewek cengeng, tentu saja. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku benar-benar merindukan keluargaku. Mungkin aku butuh liburan. Liburan yang lebih dari sekedar diam di rumah, mengerjakan tugas, atau nonton MTV.

Tiba-tiba mataku menangkap pemandangan yang menarik di ujung fakultas teknik. Fakultas teknik diawali dengan jurusan elektro yang lokasinya paling dekat dengan ujung zona masuk fakultas. Teknik mesin terletak di bagian akhir.

Suara-suara cempreng mulai mengusik telingaku. Aku kenal suara itu. Itu suara yang sama dengan… ergh, betul kan dugaanku. Ngapain Shim Yong Mi dan teman-temannya di sana? Heran ya, doyan amat jalan-jalan ke fakultas lain.

Oke aku akui, ini kebiasaan buruk. Aku berjingkat-jingkat pelan menuju ke arah mereka dan bersembunyi di balik pilar. Aku bukannya takut. Aku hanya tidak suka orang lain tahu kalau aku ingin tahu. Masalahnya Shim Yong Mi yang cantik itu nampaknya lagi bicara yang enggak-enggak pada…ih cewek itu juga sih, dibentak-bentak kok kerjaannya nunduk-nunduk aja? Bikin gemes aja tuh.

“Apa?! Apa kamu bilang? Lee Jin Ki yang ngajak kamu keluar buat ngomong? Hei, hei, hei, Nona manis. Jin Ki itu nggak sembarangan ngajak cewek buat jalan sama dia. Paling-paling kamu yang kecentilan nempel-nempel sama pacarku. Ngaku!” bentak Yong Mi.

Aku ngegeleng-gelengin kepala. Sepanjang ingatanku, Yong Mi pernah mengakui Choi Min Ho sebagai pacarnya. Dan sekarang di depan cewek lain, dia mengakui nama lain. Sebenernya pacarnya Shim Yong Mi berapa banyak sih? Ckckck, dia bener-bener menggunakan wajahnya sebagai aset ternyata.

Cewek yang aku bilang nunduk-nunduk tadi tampak mengangkat wajahnya sepersekian inci. Kalo mataku nggak tajam aja mungkin nggak keliatan deh kalo tuh cewek ngangkat wajahnya. Aduh…sama Shim Yong Mi sih nggak usah malu-malu gitu. Gampar aja mukanya langsung. Ih geregetan amat ah aku! Aku nggak tahan lagi buat mewakili cewek itu buat ngasih pelajaran pada Yong Mi.

Aku melangkahkan kaki ke medan perang. Tepatnya ke medan penjajahan di mana Shim Yong Mi memainkan peran koloni dengan sangat baik.

Yong Mi memandangku sinis.

“Ups, sori. Cuma mau ketemu temanku. Kalo urusannya udah selesai aku mau ngajak dia balik bareng,” ujarku sambil berlagak menepuk pundak cewek pemalu tadi. Cewek tadi memandangku dari atas sampe bawah trus balik ke atas lagi trus ke bawah lagi. Aduh, Nona. Aku ini terlihat keren banget apa sampe kamu harus ngeliatin aku segitu kagumnya?

“Oke, jadi gini ya, Storm. Aku punya urusan penting dengan Park Nada dan kalo kamu masih mau hidup tenang di universitas ini, tolong angkat kaki. Ngerti kan? Tolong nggak ikut campur urusanku. Oiya, ngomong-ngomong soal Choi Min Ho…yah, ambil deh kalo kamu mau. Lagian aku juga nggak butuh cowok yang…”

“Beneran nih Choi Min Ho-nya buat aku? Tapi bukannya yang namanya Lee Jin Ki tadi udah ngajak nih cewek jalan ya? Trus kamu sama siapa dong nanti?” ujarku santai. Shim Yong Mi melotot garang seolah asap udah mengepul dari kedua lubang hidung mancungnya.

“DASAR TUKANG NGUPING!” tangannya melayang di wajahku  dan sebuah tangan lagi menangkapnya. Aku menoleh kaget. Cewek bernama Park Nada itu sudah mengangkat seluruh wajahnya dan menahan tangan Yong Mi yang nyaris mampir di wajahku. Aku dan Yong Mi sama-sama membelalakkan mata. Nggak nyangka cewek pemalu tadi berani menahan tangan Yong Mi.

“Kamu punya masalah denganku kan? Jangan sakiti orang lain,” ujar Nada, lembut namun tajam.

“EERGH!! KURANG AJAR!”

PLAK! Ia menampar Park Nada. Gadis itu memegang wajahnya yang merah. Aku diserang rasa bersalah. Dan tanpa kusadari tangan Shim Yong Mi kembali melayang ke arahku. Tapi kali ini sebuah tangan lagi mengunci tangannya. Aku menoleh. Choi Min Ho memojokkan Yong Mi ke dinding dan membentaknya habis-habisan. Well, lengkap dengan caci maki, kalau aku mau jujur. Dan aku kaget dengan kalimat Choi Min Ho yang berikutnya.

“JANGAN – SENTUH – STORM,” ujarnya dengan nada mengancam. Telunjuknya menari-nari di depan hidung Shim Yong Mi ngebuat tuh cewek nggak berkutik lagi dan akhirnya pergi tanpa banyak omong.

“Kamu nggak kenapa-na…”

“Kamu nggak kenapa-napa?” pertanyaan yang sama dengan Choi Min Ho aku ajukan pada Nada. Gadis pemalu tadi tersenyum dan menggeleng.

“Choi Min Ho, aku pulang dengan gadis ini. Kamu duluan  aja sana,” ujarku.

“Baiklah, nanti aku ke rumahmu,” ujar Choi Min Ho dan berlalu.

Aku membimbing Park Nada ke klinik fakultas untuk mengompres bekas tamparan Yong Mi tadi. Kebetulan di sana ada dokter jaga. Kami ngobrol sementara Nada mengompres pipinya dengan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat.

“Kenapa kamu nolongin aku?” tanyaku.

“Kenapa kamu nolongin aku?” Nada balik bertanya, dengan pertanyaan yang sama. Err…sebenernya aku nggak suka orang menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan. Tapi berhubung Park Nada orang baik, jadi aku jawab aja.

“Karena kulihat nggak ada yang nolongin, dan kamu malah diem aja dibentak-bentak kayak gitu. Oke, emang sebenernya aku nggak harus ikut campur sih. Oh, ngomong-ngomong aku Storm.”

“Aku bukan nggak berani, Storm. Aku nggak mau cari masalah,” jawab Nada lembut.

“Yah, kamu kayak nggak tahu Shim Yong Mi aja. Sama dia sih nggak usah repot-repot nyari masalah duluan. Dia bakal dengan senang hati nyamperin kamu dan bikin masalah. Iya kan? Tempo hari dia pernah bermasalah denganku. Dan…”

“…dan namja tampan tadi menolongmu kan?” timpal Nada.

“Siapa? Choi Min Ho? Ih, sebelum dia datang aku udah menang duluan dong!” aku berkilah. Kenapa topiknya jadi melenceng ke Min Ho gini?

“Dia selalu datang kan? Dia selalu ngejemput kamu kayaknya,”

“Karena kami tetangga,”

“Dia baik ya. Cakep loh, Storm…”

“Berhenti menggodaku,” aku memutar bola mataku. Nada tertawa.

$$$$$$$$$$

Na Ram POV

Sejak kami baikan, Key nelpon mulu. Serius deh. Minimal tiap malem barang satu jam aja, ponselku nggak brenti bunyi. Aku jadi nggak enak sama Dae Ri eonnie. Padahal aku nggak yakin sama keputusanku buat…well, baikan dan balikan lagi dengan Key. Yepz, aku mutusin buat nerima Key lagi. Sebenernya aku nggak suka ini. Aku seakan memanfaatkan perasaan Key buat pelarian aja. Karena aku patah hati sama Choi Min Ho yang pacaran dengan pacarnya kakakku dan mantannya Key itu, Shim Yong Mi. Bukannya aku nggak tahu sih kalo Min Ho udah mutusin pacar brengseknya itu. Tapi tetep aja. Putusnya Min Ho nggak lantas bikin namja keren itu jadi suka sama aku kan? Minimal aku tahu tipenya. Cewek cantik dengan kaki panjang dan langsing. Sama aku sih jauh banget dah. Aku bukan cewek kaki panjang.

Balik ke Key, dia nelpon lagi.

“Ha…”

“Halo, jagiya! Lagi ngapain? Aku baruuuuu…aja nyampe. Mau denger? Tadi aku ketemu Yong Mi lagi trus dia cuman nyengir sinis gitu. Hacuih, kayak aku mau balikan sama dia aja,”. Hahaha. Ciri khas Key. Nyerocos all the time.

“Oiya? Yakin nih nggak mau balikan lagi sama dia? Bukannya dia cantik ya?”

“Na Ram jangan mulai deh. Urusan aku sama dia tuh udah selesai, tamat, lulus, titik. Sekarang aku buka cerita baru dong sama kamu,”

“Hahaha. Cerita lama,…”

“Tapi dicetak ulang sama penerbit. Hehehe,”

“Trus Dae Ri eonnie gimana? Aku udah terlanjur bilang sama dia kalo aku nggak mau lagi balikan sama kamu,” ujarku. Terdengar jeda sebelum Key menyahut.

“Ngg…udah deh. Biarin aja,”

“Oh, nggak bisalah. Biar aku yang jelasin ke Dae Ri eonnie nanti,”

“Loh? Nggak usah ah. Ya udah biar aku aja,”

“Ya nggak bisa dong. Soalnya ini tanggung jawabku,”

$$$$$$$$$$

Key’s POV

“Tanggung jawab apa, Na Ram? Dia nggak akan marah kok. Orang dia sebenernya nggak suka sama aku. Dia kan cuma…”

“Cuma apa Key?”

Ya Tuhan, aku kelepasan ngomong. Gimana mungkin aku bilang ke Na Ram kalo sebenernya Dae Ri itu cuman ikutan rencanaku aja buat ngedapetin dia lagi? Bisa di-PHK lagi aku jadi pacarnya Na Ram. Gawat, gawat. Ini nggak bisa dibiarin. Seenggaknya buat kali ini, sandiwara itu nggak boleh ketahuan.

“Oh…ya…ya udah, ya udah. Tapi Dae Ri itu sibuk banget sih. Kenapa nggak aku aja ntar yang bilang? Beres kan? Atau nanti kita ketemu bertiga atau…”

“Hahaha. Nyantai aja, Key. Kok kayak orang kelimpungan gitu sih? Betewe aku mau buat PR dulu ya. Bye, Key.”

Aku menutup telepon dengan desahan nafas super legaaaaaaaa…banget. Lega karena nggak harus menjawab semua pertanyaan Na Ram soal Dae Ri.

Aku merebahkan diri ke tempat tidur dan menatap langit-langit. Memikirkan Na Ram. Dan Dae Ri. Belakangan dia jadi rajin banget. Tahu yang kumaksud rajin?  Dateng pagi-pagi, baca buku, buat tugas yang dikumpulnya masih tiga puluh kali dua puluh empat jam alias sebulan lagi. Kayak gitu trus pokoknya. Aku nggak berminat mengganggunya sih. Kayaknya Dae Ri mau mengejar gelar S1 dengan cum laude deh. Ya biarin ajalah. Toh aku cuma sedikit…kehilangan.Tapi sekarang kan aku udah punya Na Ram. Jadi kenapa aku harus mikirin Dae Ri? Emangnya dia pacarku? Dia sahabatku. Cuma sahabatku. Dae Ri ada buat mendukungku. Iya kan?

Dan bayangan Dae Ri menemaniku hingga terlelap.

$$$$$$$$$$

Jong Hyun POV

Aku udah keluar dari rumah sakit. Tapi masih nggak boleh kuliah selama tiga hari. Bosen bangeeeettt…dah. Denger-denger dosen elektro lagi aktif ngasih kuis. Haduh nasib nilaiku gimana dong kalo bolos trus? Beberapa dosen kayaknya nggak bakal mau ngasih susulan. Ck. Biarin deh, kali aja bisa aku tutupin sama nilai tugas.

Oiya satu lagi. aku nggak boleh bawa motor selama seminggu. Jadi, abis istirahat tiga hari, aku terpaksa ikutan Jin Ki naik busway. Well, nggak terpaksa-terpaksa amat sih. Abisnya kan Jin Ki perginya sama Na Ram. Hehehe. Nggak selamanya sakit itu nggak enak. Eh bukannya aku minta sakit lagi. Sakit tipus nggak enaaaaaakkkkkk!

Aku menunggu Jin Ki dan Na Ram di halte. Nggak lama kemudian dua makhluk itu datang. Aku diam-diam tersenyum ngeliat Na Ram mukul-mukulin Jin Ki. Kemudian namja itu mengacak rambut adiknya.

Jin Ki sebenernya sayang banget sama Na Ram. Dia sering curhat padaku, gimana jauhnya ia dan Na Ram pas dia sudah masuk universitas. Padahal dia kangen banget pengen gangguin adiknya yang alergi jeruk itu. Minimal pas SMU dulu, waktu mereka masih satu arah perginya, Jin Ki selalu ngunyah jeruk di jalan cuman buat ngeganggu Na Ram.

“Tempatkuuuu! La, la, la…” sorak Jin Ki setelah berhasil markirin badannya di satu-satunya space yang masih tersisa di halte. Na Ram nyengir kecut.

“Oh yeaaaahhhh…, curang aja terus. Kalo Oppa nggak ngedorong aku tadi…”

“Duduk di sini aja, Na Ram,” aku berdiri dan memberikan tempat dudukku pada gadis itu. Na Ram memandangku sejenak trus nyengir lagi.

“Heeehhh…si Jjong lagi sakit, tahu! Masa orang sakit disuruh berdiri. Dasar anak SMU!” cibir Jin Ki kejam.

“Ehe…nggak apa-apa kok, Jong Hyun. Aku berdiri aja. Lagian kakakku emang bukan namja gentle  kok. Biarin aja dia hidup dalam keenggak-gentle­-annya.

“Heh…apa kamu bilang?”

“Emang iya. Emang nggak gentle. Kayak Jong Hyun dong, ngasih tempat duduk ke cewek…”

Ucapan Na Ram barusan kerasa bergema-gema di telingaku. Kayak Jong Hyun dong, kayak Jong Hyun dong, kayak Jong Hyun dong.

“Itu karena dia naksir kamu,”

Kalimat Jin Ki barusan bikin semua orang terdiam. Serius, semua orang berarti seisi halte itu mulai dari bapak-bapak sampe nenek-nenek yang lagi nungguin busway, langsung diam tanpa dikomando, dan menoleh pada kami. Ck, Jin Ki ini apa-apaan sih? Ngomong yang nggak penting di depan umum.

Buat selanjutnya, aku dan Na Ram bahkan nggak berani pandang-pandangan sampe busway datang.

Kali ini Jin Ki ngalah. Dia bersedia berdiri karena bangkunya cuman tersisa buat dua orang. Ia berdiri sementara Na Ram duduk di sampingku.

“Sehat?” tanyaku pada Na Ram.

“Sehat? Yang sakit kan kamu?” gelak Na Ram.

“Dari patah hati, maksudku,” aku nggak bermaksud mengingatkannya soal Choi Min Ho sih. Bukan apa-apa. Dengar-dengar Choi Min Ho belakangan suka jalan dengan anak mesin. Blasteran kayaknya sih. Dan namanya aneh. Apa ya, aku lupa. Bodo ah.

“Oh…haha. Enggak sih…kayaknya,”

“Kok kayaknya?”

“Soalnya aku baru balik sama Key. Itu…yang kemarin nguber-nguber sampe aku balik ke rumah lagi,”

JDEEEERRRRR!!! Bangkuku mendadak jadi kursi listrik tempat penjahat dieksekusi.

WHAT??? Na Ram jadian lagi?! Sama anak kemarin itu?! Ya Tuhan…, aku nggak tahu mesti ngehebohin yang mana. Bagian Na Ram jadian sama Key, atau…bagian Na Ram…JADIAN.

“O-oh. Se…selamat ya, Na Ram. Trus makan-makannya kapan nih?, ergh…kalimat yang nggak perlu. Semakin dipaksain buat diucapin semakin bikin sakit. Na Ram, Na Ram, kamu emang telmi apa pura-pura telmi sih? Masa masih nggak keliatan aja kalo aku…kalo aku…aku…

“…suka sama kamu,” ujarku terlepas. Kemudian aku menggigit lidahku. Na Ram menoleh.

“Hm? Siapa?” tanyanya.

“Key…iya, iya. Dia suka sama kamu ternyata. Sejak kapan?” aku sadar banget suaraku bergetar. Tapi aku nggak tahan lagi buat pura-pura bersukacita. Aku mesti mengalah kayak gimana lagi?

“Kamu kok pucat? Kamu sakit lagi?” tanya Na Ram khawatir. Tolong, Na Ram. Tolong jangan perlihatkan semua ekspresi pedulimu padaku. Jangan lagi. Aku capek.

“Oh enggak. Nggak apa-apa kok. Oiya ntar lagi nyampe sekolah tuh. Nggak ada yang ketinggalan?” ujarku. Na Ram menyiapkan tasnya dan memeriksa dompet di dalamnya. Kemudian ia tersenyum dan berdiri. Bus udah nyampe halte di dekat sekolahnya. Ia melambaikan tangannya padaku dan Jin Ki kemudian keluar mengikuti penumpang lain.  Aku diam membeku, bahkan setelah Jin Ki mengambil tempat duduk di sampingku dan bilang, “Jadi, yang namanya Key itu mau kita apain?”

$$$$$$$$$$

Jin Ki’s POV

Wah…si Jjong beneran patah hati deh kayaknya. Na Ram emang nggak punya selera. Anak bau kencur ya seleranya yang bau kencur juga. Biar kutebak, yang namanya Key itu pasti masih semester awal kuliahnya. Ckckck. Love storyku pas seumuran Na Ram masih lebih rapi lagi. Nggak ada deh yang ruwet-ruwet kayak gini. Dan Jjong. Ouw…sahabatku, sabar ya.

Tapi nggak lantas aku ngomel-ngomel ke Na Ram. Aku nggak bisa merintah-merintah adikku buat suka dan jadian dengan siapa aja kan? Paling aku cuma bisa sedikit membuka matanya yang rada rabun itu. Iyalah rabun. Masa namja sekeren Jjong yang jelas-jelas ada di depan mata dan suka sama Na Ram, dicuekin aja? Masa Jjong saingannya sama si Key itu? Ih. Ih. Idih. Idih x idih x idih = idih3 alias idih nggak banget. Dan dimulailah aksi buka-membuka mata.

Aku mengetuk pintu kamar adikku. Trus tanpa disuruh masuk, aku langsung melangkah ke kamarnya. Na Ram lagi berkutat di telepon. Ia mengakhiri pembicaraannya di telepon ketika aku memberi isyarat padanya agar bicara denganku.

“Kenapa, Oppa?” tanya Na Ram.

“Kamu jadian? Kok aku nggak tahu? Sama siapa?” aku langsung memberondong Na Ram dengan pertanyaan.

“Sama Key. Aku mau kasih tahu, tapi nggak tahu gimana mulainya,” ujar Na Ram.

“Mestinya kamu kasih tahu aku dulu, baru kasih tahu si Jjong. Payah kamu ah,”, ampun deh, ini arahku kemana sih kok jadi muter-muter gini?

“Emang kenapa kalo aku kasih tahu Jong Hyun duluan? Kan Oppa berdiri, sementara Jong Hyun duduk di sampingku di busway. Trus dia juga nanyain masalah aku. Ya aku jawab aja, aku udah jadian sama Key. Salahnya di bagian mana?” Na Ram memandangku nggak ngerti. Ergh, nih anak IQnya tinggi tapi EQnya tiarap.

“Jong Hyun itu…” kasih tahu nggak ya? Kasih tahu nggak? Mikir, Jin Ki, mikir!

“Oppa…”

“Ya?” aku menyahut.

“Aku ngerasa kalo…kalo aku…sebenarnya nggak mencintai Key,”

BINGO! Ayo Jin Ki! Cerita aja udah!

“Oiya?”

Na Ram mengangguk. Tapi bentar deh. Jangan-jangan dia mau bilang kalo dia masih suka sama Choi Min Ho?

“Choi Min Ho? Kamu masih…”

“Ya ampun, Oppa. Choi Min Ho sih udah old-fashioned. Nggak jamannya lagi aku mikirin Choi Min Ho. Lagian dia udah punya pacar lagi kok kata temenku yang udah kuliah,”

Maju amat peradaban adikku. Berani-beraninya dia bilang Choi Min Ho old-fashioned. Emangnya Choi Min Ho itu celana cutbray tahun 80-an apa, pake acara old-fashioned segala?

“Oke, oke. Nah trus?” tuntutku. Na Ram terdiam sejenak.

“Menurut Oppa…Jong Hyun…”

THAT’S IT, THAT’S IT! Pembicaraan mulai mengarah.

“Nggak tahu, Oppa. Pas tadi aku cerita soal Key, mukanya langsung nggak enak gitu. Trus suaranya aneh. Masa sih dia marah? Padahal kan dia ngedukung aku. Buktinya dia ngebantuin aku makan jeruk, soalnya Key dan Min Ho suka jeruk juga. Trus dia juga ngerelain jaketnya buat jadi tempat muntahan aku,” papar Na Ram. HAH? KAPAN TUH KAPAN??? Kok aku ngelewatin aja? Apa pas hari aku nggak ada di rumah waktu itu ya? Yang mereka trus jadi aneh dan si Jjong nggak mau ngejemput aku?

“…trus  dia tiba-tiba jatuh, makanya aku kasih plester dan…dan dia…”

“Dia…?”

“Aku nggak tahu kenapa, Oppa. Tapi tiba-tiba dia meluk aku,”

“JJONG MELUK KAMU?!!” jeritku tertahan.

“Trus…karena aku nggak mau terjadi permusuhan, ya aku bersikap seolah nggak ada apa-apa,” Na Ram mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas berat.

“Oppa…” ujarnya lagi. “Emangnya bener yang Oppa bilang tadi pagi? Kalo Jong Hyun…”

RRRRRRR…tiba-tiba telepon parallel di kamar Na Ram berbunyi. Aku mengangkatnya. Terdengar suara ibu-ibu di seberang.

“Iya…ini Jin Ki, ahjumma. Apa? Jjong? Jjong nggak kesini kok. Emang dia bilang mau kesini? Oh…enggak, enggak. Dia nggak kesini. Lagian ini kan udah malem, ahjumma. Oh…oh..iya, iya. Nanti aku cari. Iya, ahjumma. Oohhh…tenang aja, ahjumma. Iya, iya, serahin sama aku aja. Iya, iya, sama-sama, ahjumma.”

Aku menutup telepon dan memandang Na Ram.

“Jong Hyun belum pulang ke rumah. Aku mau nyari dulu. Pinjem mobil Appa aja,”

“AKU IKUTAN, OPPA!”

TO BE CONTINUED…

©2011 SF3SI, Eci.

This post/FF has written by Eci, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


Advertisements

45 thoughts on “ME AGAINST THE ORANGE – Part 7”

  1. hahahahahahahaha~ eci eonni sumpah pas si Onew bilang ke Ojong “Jadi, yang namanya Key itu mau kita apain?” ampun deh~ ahahahahahaha~ gaya bener ah si Onew -.-‘
    Key suka ama Daeri katauan~
    waa Menong penyelamat Storm~ wuih~
    yang namanya sim young mi ntuh emang harus diberantas habis sampai keakar-akarnya!!
    *komensesatggnyambungbinaneh*

  2. whaaha !
    MAO udh KELUAR !! sipp sippp ^^b

    Eci onn , MAO tambh SERUU .
    Udadee Naram ama Jjong ,
    STORM ama Minhoo ,
    Nada aama Jin .. eh jinki nya ama aku aja Laah #plakk
    Trus KEY ama Daerii .

    Nada ama taemin ajadee #ngawutt

    btw , kereen onni .
    lanjutiin yaa 🙂

  3. weiss MAO udah update ehehehehey
    waduh itu si jonghyun kemanaaaah?
    ayolah na ram jadian sama jonghyun ajaaaaaaa, gemes liatnya heuuuum

    next partnya ditunggu yaaa

  4. naga-naganya ni FF dah mau kelar ya?
    ehmmm… perasaanku aja, ato emang semua karakter di FF ini karakter dasarnya mirip-mirip? *abaikan*

    1. hehehe. belom tw yen kapan kelarnya. ehm…mirip gmn ya? atau mungkin kepengaruh sama bahasaku aja? hehe. tapi gomawo yenni ^^

  5. Akhirnyaaaa keluar juga lanjtannyaaaaa~
    itu Shim Young Mi minta di delete kayaknya hidpnya….
    Na Ram ih telmi amat dah XD
    ditunggu lanjutannya Eci eonn~ XDDD

  6. waaahhhh… ternyata Na ram sma Key udh blikan tuh.ckckck
    kira2 c jjong mabur kmna yh dy? pasti gra2 patah hati tuh.kasian…
    lanjutan’a dooong…. jgn lama2 yh author Ecii..hhe. ^^~

  7. Aigooooo
    Jonghyun patah hatiii </3 banget
    Jinkii dalem banget si ngomongnya
    Key masa dibilang bau kencur wkwkwkwkkwkww
    Jail lagi
    Tapi lucuuu ^^
    Kalo minho sama storm aku setuju banget
    Abis udah klop
    Sama kaya jinki ama nada
    Udah klop juga
    Ceritanya asikkkkkk
    Aduh penasaran

  8. pendek banget ceritanya…..huaaaa….
    suka banget ama strom disini..uwaahhh daebak deh!!!uda sana jadian ama minho.hahahha

    jinki ❤ youuu~~~

    next part author hehehe v^-^v

  9. Naaahh ini nih yang suka bikin geregetan
    Udah jelas-jelas naksir eeeehh si ceweknya kaga sadar sadar jugeeee!!! Ampun lah ini =.=!!
    Naraaaaaamm sampe gak sadar juga ojong buat ku deh! Ayo ayo hidup Naram Jonghyun, palingan sih endingnya sama Jonghyun juga tuh si Naram *sotoy abis, wakakka*

  10. onnie !!!! jonghyun oppa kemna ??!!
    aduh jinki oppa lucu deh .. ahahah minho=selana cutbray thn 80-an ?? ahahahah
    keren2 …
    tapi geregetan !! si naram telmi apa lemot sih ??!! ahkkk gx sah jinki oppa deh yg geregetan aku juga !!!!
    yg lucunya pas jjong oppa bilang klo minho suka jalan sama anak mesin .. aku mikir terus .. anak mesin .. anak mesin .. binggo aku dpet yg di maksud anak mesin itu sih storm kan onn ??
    manteb deh .. aku tunggu ya onn ..

  11. lucu lucu!
    suka banget sama FF-nya eonni..
    soalnya di sini peran onew ga diem bin cool kayak biasa.
    di sini onew-nya supel, jadi seneng.. 😀
    lanjutannya janga lama-lama ya,, aku tunggu! ^^

    1. haha. jinki di sini emang ilang sifat coolnya. kekeke. ditungguin ya, mafharanisa ^^ gomawo ^^

  12. aku baru baca FF ini nih , tadi nyari dari part awal , tp sayang ga nemu part satunya 😦 tapi gapapa langsung aku trobos ke part 2 sampe part ini hahaha
    kesannya ? FFnya ngegila thor ! kocak banget deh itu kaka ade , terus kata katanya juga bikin aku ngebayanginnya sambil cekikan 😀
    ih aku juga penasaran sama kelanjutan kisahnya Jinki-Nada couple nih , kayanya bakal sweet gimanaaaa gitu hehehe next partnya ditunggu ya thor !

    1. hehehe. aduh senang deh kalo ff aku banyak yang suka ^^
      jinki-nada? okedeeehhh~ gomawo ya ^^ salam kenal ^^

  13. Heem konfliknya banyak ni,, minho suka storm stormnya keliatan dingin gitu,, key g suka lgi ma πª ram dy ma keliatan suka sama daerin n naram kliatannya sbenarnya udh suka sama jjong jadi sama2 hnya memanfaatkan Ħεε..Ħεε. 😀 Ħεε.. Eh  bukannya pnya hubungan sama jin ki 㪪ǟ??
    heem penasaran sama part selanjutnya,,

    1. loh sungwookie? waduh kamu kemana aja nih udah jarang keliatan? *sok akrab*
      hehehe. iya nih aku juga pusing buatnya, abis konfliknya ngebanyak aja. kekeke. tapi makasih loh udah baca dan komen ^^

    2. loh sungwookie? waduh kamu kemana aja nih udah jarang keliatan? *sok akrab*
      hehehe. iya nih aku juga pusing buatnya, abis konfliknya ngebanyak aja. kekeke. tapi makasih loh udah baca dan komen ^^ ^^

  14. Biasa deeh aku klo baca mato suka kesel ama key-daeri *dipakyuin ama nies*
    Anjrit aku ngakak aja pas idih x idih x idih ama si mino clana cutbray.
    Ah pokoknya banyakin jinki’s povnya. Monolognya dia asyik XD
    Si nenek juga banyak yg ngepens disini =,=
    Tp emg asyik sih karakternya. Blasteran, ya? Mau ngepens juga ah ama storm di mato 😀

    Nada emang udah pas si ama si jinki, kobe banget si jinki tiba2 megang rambutnya si nada? Hahaha
    Eh aku penasaran ama taeso, nih. Next part mereka banyakin

    1. iiihhh…ngapain ngefans sama storm? ga usah, ga usah *PLAK*
      kobe apaan yak? ya itulah ya pokoknya.
      taem-so? it’s planned ^^
      gomawo, ijjem ^^

  15. Kok FF ini komennya malah di bawah 50 sih?? Padahal ini bagus bangeeeeetttttt~
    Aku pernah komen gak sih? Kayaknya pernah deh. Maaf ya aku jarang-jarang komen, aku juga udah ketinggalan beberapa part nih, langsung aja ngebut baca ulang malah!
    Dan oke, makin ke sini aku emang selalu makin suka scene nya Jinki. Sosok kakak yang aaaaaaaawwwwwww~ bikin ngiri gadis-gadis kesepian ini (?)
    Ayo ayo… daku menanti part selanjutnya.
    Eh iyaaaa baru inget =.= …. Selamat ya Eci eon udah berhasil jadi Main Author di sini 😀
    Jadi minder nih main author baru yang di angkat bagus-bagus banget ceritanya ^-^

  16. yakin dah ini Naram bakalan sama Jjong, Jinki ama Nada, minho ama storm, key ada daeri ajadahhh… *ditabok ngatur-ngatur gaje* nah klo Taetem ama sohwa aja napa??? *jiahh mlah ngomel geje* si young mi buang ke laut aja….
    huakakaka… aku suka ceritanya, romantis sekaligus lucu. yang suaranya naram menggema di kuping nya jjong, idih x idih x idih… celana cutbray huakakaka… aku ngekek baca nya!!!!
    lanjutttt!!!!!!!!!!!!!!

  17. Storm!! saya nge-fans sama gaya kamu disinii!! huaaaa!!!
    Minho nya jg kereeennn abisssss… tapi kasian STORM nya tetep staycool haha

    Setuju sama zikaeon, bingung akuuuu ff se DAEBAK ini komennya dikit.. hemm 😦
    NaRam sama Ojong? Wii.. udah kutebak dari awal haha.. klu nama couplenya NaJong kayanya lucu jg tuh eon keke~

    DAEBAK!

  18. ahahahahaha….aq suka karakter jinki d sini…palink suka dy dee!!!kocak abisss….aq telat bgt y baca nya y?gpp.yg pentink ttep bca..ahahaha..pi mian jarang komen.cz ngebut baca.penasaran tingkat akut!

  19. yeahh!! this is getting more interesting x_x
    naram-jjong…. ufff sudah ditunggu2
    masih penasaran nih ama taem-sonhwa…huffff…
    lanjut ya thor x_x

  20. Minho….celana cutbray th 80an???hahaha…setuju banget…..
    »ditimpukflamersedunia…
    Sumpah deh…daebak bgt si ne ff….
    Mian bru bc..baru nemu soalnya…hehe
    Gr2 ngerapel ne ff dr part 1 aku jd bgadang loh….»tnggungjawab neh thor…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s