What If – Part 7

Author             : Storm

Casts               : Yoora, Minho, Jonghyun, Yesung

Genre              : Romance, Friendship

Length             : Sequel

Rating             : General

Summary         : Benda kecil, tipis, dan tajam itu kini menyentuh kulit di pergelangan tangannya. “Aku tidak mungkin mati. Aku akan bertahan. Dan inilah caraku bertahan.”

What If – Part 7Jay Sean would be our theme

“Yoora menyayangi Marga Choi itu, Kim Jonghyun. Bisakah kau melepasnya?”

“Ye? Maaf hyung, tapi aku benar-benar tidak bisa melakukan itu. Yoora milik ku dan akan tetap menjadi milikku.”

“Hfff..Bagaimana dengan foto ini? Perhatikan, gunakan hatimu, dan putuskan yang terbaik menurutmu.”

“………….”

Bagaimana? Sudah kau terima?”

“Ini..foto..”

“Kau tau pasti siapa pemilik mata itu. Sekarang kumohon putuskan dengan bijak. Nite, Marga Kim.”

*Tut. Tut. Tut.

***

Yoora POV

Drrtt…ddrttt

From: Pacar keras kepala

Baby cause we’re soldiers in a war and none of us are backing down
And I will show you victory is mine before we leave this battleground
Cause he don’t wanna leave, and I don’t wanna go
And I know just how this battle goes

Itu adalah Lyric lagu ‘War’ by Jay Sean.
Aku akan tetap bertahan dalam peperangan ini ^^
Morning, Love. Kiss =*

“ARGHHHHHHH!!!!” Aku teriak frustasi setelah membaca sms darinya.

“Ya Tuhan, Yoora! Kenapa?” Yesung oppa yang tadinya sedang tidur-tiduran di sofa kesayangannya langsung bangun dari sofa itu dan menghampiriku dengan setengah berlari di dapur.

“CK! Ga ada apa-apa! Udah sana tidur lagi!” Bentakku padanya. Tidak sopan memang tapi aku ini kan adiknya yang sedang labil jadi kurasa ia bisa mengerti.

“YA! Jangan kurang ajar sama oppa! Oppa tau kamu lagi labil. Tapi bisa kan tidak menjadikan alasan labil untuk kurang ajar sama oppa?? Hah? Seperti anak kecil saja!! Kalau anak kecil bisa dimaklumin, tapi umur kamu ini sudah berapa Yoora?? Harus bisa mengontrol emosi selabil apapun. Atau kau akan dianggap anak kecil terus. Mau? ” Aku mendelik kesal mendengarnya. Kukerucutkan juga bibirku ini.

“Adiknya tuh!! ARGGHHH!!” Masih dengan nada membentak aku mengucapkan kata itu dan kali ini kutambahkan hentakan kasar kakiku di lantai. “Udah siap nih sarapannya! Ayo makan!”

“Han Yoora! Kubilang jangan kurang ajar. Aku oppa mu. Aku lebih tua darimu. Turunkan sedikit nada suaramu itu. Sudah habis kau jika Heechul oppa-mu mendengarmu berkata dengan nada tinggi seperti itu.” Ujarnya tegas. Yang membuatku merasa bersalah.

“Maaf oppa.. =[ ” Kuucapkan itu dengan kepala tertunduk. “Aku tidak bermaksud untuk kurang ajar. Tapi adik kesayanganmu itu sudah menganggu pagiku oppa.” Ujarku lagi masih dengan mata menatap meja makan.

“Adik kesayangan?” Oppa ku bertanya sambil mengkerutkan keningnya.

“Minho adik kesayanganmu bukan?”

“Mwo? Adik kesayanganku itu hanya kau. Tidak ada yang lain.” Jawabnya sambil mengambil kursi dan duduk di sampingku.

“Kalau bukan adik kesayanganmu kenapa kau memberitaunya aku ada di taman kemarin?”

“Memangnya apa yang salah dari itu?” Tanya oppa-ku ini sambil mengambil omelet yang baru kumasakkan untuknya.

“Tidak ada yang salah memang. Tapi kau tau apa yang dikatakannya padaku?” Dengan mulut penuh, Yesung oppa menggeleng menjawabnya.

“Kemarin ia memintaku untuk bertahan.” Jawabku sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutku. Menangis semalaman di apartment oppa-ku ternyata malah membuat lapar di pagi hari.

“Tidak ada yang salah dengan itu bukan? Itu berarti ia mencintaimu. Jarang Yoora ada namja yang meminta seorang yeoja untuk bertahan. Kecuali dalam sebuah drama ataupun cerita fiksi.” Kuberikan oppa-ku ini tatapan dengan kerutan di keningku.

“Sebenarnya ada apa denganmu Oppa? Kenapa dari kemarin kau selalu memandang remeh masalah ini?” Kuhentikan makanku sementara.

“Ini memang bukan hal besar yang harus menyita pikiranmu Yoora. Kau hanya tinggal memilih siapa Romeo-mu. Lalu kau bertahan dengannya. Simple kan?”

“Oppa.. Sekarang pikir, jika aku bertahan dengan Romeo A, apa yang akan dilakukan Romeo B? Bagaimana perasaannya? Mungkin mudah bagi namja untuk memilih. Hanya tinggal lihat mana yang lebih cantik. Tapi tidak bagi yeoja.” Aku tidak berani memberikan oppaku ini nada kesal. Aku tidak mau ia memarahiku lagi seperti yang tadi ia lakukan.

“Jangan men-generalisasi-kan yeoja Yoora. Yeoja yang memandang masalah ini rumit hanya kau. Sudah kukatakan di taman kemarin, gadis-gadis di luar sana banyak yang tidak perduli akan nasib sang Romeo yang satu lagi. Mereka tidak perduli bila dua romeo itu saling bunuh. If they didn’t give a damn about it, why should you?” Serius aku tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. Aku tidak percaya oppa mengatakan itu.

“Oppa.. Kau bukan Romeo yang ditinggalkan kan?” Tanyaku lagi dengan nada yang sangat rendah.

“DE?? Uhuk! Uhuk!”

“Oppaa..hati-hati. Ini minum,” Masih kuperhatikan oppa ku ini ketika ia meneguk air mineralnya. Wajahnya terlihat pucat seperti maling yang tertangkap basah.

“Kau benar-benar Romeo yang ditinggalkan ya?” Yesung oppa menatapku. Sejurus kemudian ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan lambatnya. Bibirnya tersenyum. Tapi matanya terlihat sedih. Dan itu sudah cukup menjadi jawaban bagiku.

“Aku sudah selesai Yoora. Nanti taruh saja piringnya. Tidak usah dicuci. Nanti ada yang da-”

“Oppa..” Kutahan langkahnya. “Aku benar-benar akan melepas Minho. Aku tidak akan bertahan. Aku tidak mau Jonghyun jadi sepertimu. Kehilangan sedikit hatinya. Cuek pada semua yeoja. Dan memandang semua kisah percintaan akan berakhir tragis.” Oppa tersenyum, tangannya menggenggam tanganku lembut dan berkata,

“Memang pada akhirnya akan berakhir tragis Yoora. Juliette saja meminum racunnya hingga mati kan?”

***

“Pagi gadis cantik ^^” Seorang pria dengan tubuh bak model tiba-tiba berjalan mengiriku menuju pintu utama kantor tempat ku bekerja.

“Minho?”

“Pagi ^^” Ia mengulang sapaan paginya padaku ditambah jemarinya yang tiba-tiba memasuki jemariku dan menguncinya kencang.

“I-ini tolong dilepas,” pintaku sambil berusaha melepas genggamannya dari tanganku.

“Kan kemarin sudah kulepas, sekarang kuikat lagi. Kau harus ingat, aku hanya melepasmu ketika malam. Sebenarnya sih aku juga tidak rela melepasmu, tapi bagaimana lagi. Kita kan belum menikah. Jadi susah untuk mengikatmu di malam hari,” Kurasakan mulutku agak terbuka. Dan mataku mengerjab mendengarnya. Belum lagi kakiku yang tiba-tiba berhenti melangkah.

“Me-menikah? Me-ngikat? Mr. Choi, I think you’ve got fever.” Tanganku langsung menyentuh keningnya.

“Anniyaaaa, dan kalaupun iya aku terkena demam. Pasti demam cinta. Dan itu karena kau.” Hah? Hah? HAH?? Seriously, mendengarnya berkata seperti itu, it chocked me inside. Belum lagi kerlingan mata darinya di akhir pernyataannya itu. Benar-benar membuatku mual.

“Kau sedang menggombal? Aku tidak terima gombalan pagi-pagi. Dasar playboy jelek!”

“Ya! Kau masih memanggilku seperti itu?”

“Karena memang kenyataannya seperti itu kan? Kenapa? Tidak suka?”

“Annniiii, tentu saja aku suka. Itu artinya kau masih menaruh hati padaku. Jika tidak, pasti kau akan mendiamkan ku. Benar begitu hyung?” Tanya Minho pada Yesung oppa yang kebetulan juga sedang berjalan bersamaku. Kelihatan sekali ia mencari dukungan. Dasar!

“Ehm, benar. Masih menaruh hati. Bukan begitu Yoora?” Aku langsung melirik tajam pada oppa-ku itu dan berkata,

“Anni, aku sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi pada Minho. Seperti yang sudah kukatakan semalam, aku akan menyerah dari cerita drama ini.” Minho terdiam. Tetapi ikatan jemarinya di sela-sela jemariku semakin menguat.

“Hyung, boleh kupinjam Yoora sebentar?”

“Jangan khawatir. Ia kusewakan.” Aish! Jinjja! Oppa-ku ini benar-benar minta samurai!!

“Ya! Kim Jongwoon! Kau ma- Ya! Ya! Minho! Aku belum selesai memaki oppa-ku!!” protes ku pada Minho yang sudah langsung menarik tanganku dan memintaku berlari dengannya.

“GOMAWOOOO HYUNGGGGG!!”

***

“Ingat apa yang kukatakan semalam?”

“Yang mana? Kau kan berkata banyak sekali.” Jawabku seraya memperhatikan orang yang sedang mondar-mandir di depan kafe. Ada yang kerepotan dengan file-file yang menumpuk di tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya memegang tas hitamnya. Atau ada lagi yang sedang berlari kecil sambil menelfon. Dan yang lucu ada yang sedang rebutan taxi. Wah..Seoul di pagi hari memang selalu sibuk.

“Aku tidak akan melepasmu. Kita akan bertahan.” Minho menjawabnya sambil menyenderkan tubuhnya di badan kursi dan meletakkan kaki kanannya di atas kaki kirinya.

“Dan sudah kubilang juga semalam kan kalau aku akan berhenti menjadi artist dalam cerita drama ini. Kalau kau tetap bertahan silahkan cari artis lain.” Jawabku masih dengan pandangan menatap jalan raya melalui kaca kafe ini.

“Han Yoora, bisa kau menatapku? Karena kalau kau bicara tanpa menatapku, bisa kupastikan kau masih menyayangiku. Bukan begitu, gadis cantik?” Mataku langsung menatapnya tanpa emosi.

“Puas?” Tanyaku sinis padanya. Tapi Minho malah tersenyum menjawabnya. Aku rasa ia sudah mati rasa!

“Sekarang dengar baik-baik gadisku yang cantik ^^. Aku tidak butuh persetujuan darimu untuk mempertahankan hubungan yang menurutmu sangat drama ini.” Ucapnya sambil mendekatkan dirinya. Menarik dagu-ku lembut, dan

*CUP*

“Cetakan bibirku di atas bibirmu ini adalah stempel perjanjian kita bahwa drama ini akan berakhir dengan happy ending. Dimana aku dan kau akan menikah pada akhirnya.” Aku hanya bisa mengerjabkan mataku. Masih shocked atas aksi kilatnya barusan.

“Dan seperti pesan yang kukirimkan tadi pagi, the victory is mine! Tidak akan kubiarkan orang lain mengambil tempatku. Karena aku sudah siap untuk berdarah. Berdarah untukmu gadis cantik ^^” Masih dengan jarak wajah yang sangat dekat, 2 atau 3 cm kurasa. Dan masih dengan tangan yang memegang daguku. Ia mengakhiri percakapan ini tegas dengan kerlingan matanya.

*CUP*

Oh..salah, bukan kerlingan mata. Dessert sebenarnya dalam percakapan ini adalah kecupan kilat lembut, yang sekali lagi dirasakan bibirku. Dan itu cukup membuatku terdiam. Karena aku tidak bisa mengontrol kecepatan jantungku yang kurasa kali ini sudah mencapai 1000km/jam.

Catch you later, sweetheart.” Pamitnya sambil berdiri. Aku sudah hampir menarik nafas lega karena kepergiannya, tetapi pria ini kembali membuat jantungku berhenti berdetak ketika membisikkan sesuatu tepat ditelingaku,

“Aku suka melihat wajahmu yang merah seperti ini. Kurasa aku akan sering-sering memberimu kecupan dadakan ;]”

“Opppppppaaaaaaaaa >/////////<,” teriakku dalam hati sambil menutup wajahku. Aku tidak tau kalau wajahku memerah. Aku tidak tauuuuuu…. >///////////<

***

“Aish! Jinjja! Namja itu!! Hohhh!!” Aku masih menarik nafas berat dan mengibas-ngibaskan wajahku yang menurut Minho memerah. Tetapi jantungku sudah mulai berdetak lagi, walau masih belum normal detakannya, tapi sudah lumayan ehm..bagiku.

Serius aku tidak bisa menahan perasaan ini. Kurasa pipiku ini masih merah. Dan yang pasti, bibirku ini tak berhenti tersenyum. Ehm.. Kecupannya yang pertama itu..ehm..apa yang bisa kukatakan? Ahhh…Hohh..sudah. Sudah. Lupakan Yoora. Lupakan. Ingat kau tidak akan mempertahankan hubungan kalian ini. Tapi..kecupannya yang terakhir tadi juga..ehm..kurasa aku masih bisa merasakannya. >//<

Drrtt..ddrrtt..

From: Pacar keras kepala

Sayang, sudah jangan tersenyum terus.
Nanti disangka orang gila =p

Heh?? Namja ini. Masih di sekitar sini? Eh??

To: Pacar keras kepala

SOK TAU!!
Dalam mimpimu aku tersenyum!! Wekkk!!

Mataku langsung menjelajahi seluruh penjuru kafe ini mencari keberadaannya. Ehm.. Tidak ada. Apa dia di seberang jalan?

From: Pacar keras kepala

Loh, aku ga sok tau sayang.
Karena aku juga ga bisa berhenti senyum kok.
Kekekeke. Sayang Yoora…mmuachh =*

Dasar playboy! Ckckckck selalu saja seperti ini. Membuatku selalu ingin ter..se..nyum.. Jong-Jonghyun? I-itu Jonghyun? Mataku segera menangkap keberadaan seseorang di seberang jalan ini, di shelter bus tepatnya. Duduk dengan kedua tangan menumpu kedua pahanya. Membuatnya sedikit membungkuk. Dan mata melihat langsung padaku.

*GLEK

Apakah Jonghyun melihatnya? Apa dia melihat adegan tadi? Tiba-tiba saja aku merasa panik. Bagaimana ini? Arghhh!! Seharusnya aku bisa bersikap tegas dengan Minho tadi! Menolak semua perlakuannya itu!

Ddrrtt..ddrrtt..

From: Best friend ever

Jangan panik Yoora ^^
Bahagialah bersama Minho.
Aku akan bertahan agar tidak jatuh.
Sayang Yoora selalu *beary hugs

*GLEK

A-apa ini? Jonghyun kau? Kutatap dirinya dari kejauhan dengan wajah panik. Wajah bersalah.

Ddrrtt..ddrrtt..

From: Best friend ever

Dan jangan tunjukkan wajah itu!
Kau jelek jika panik.
Kau juga jelek jika menangis.
Tersenyumlah sepertiku =D
Sayang Yoora ^^

Mata ini segera mengarah padanya lagi. Melihatnya yang kali ini sudah berdiri di depan bus shelter. Bersiap melangkahkan kakinya. Ia benar. Ia tersenyum. Tapi haruskah aku ikut tersenyum ketika aku tau hatinya sedang terluka? Masihkah aku punya hati untuk melanjutkan hubungan ini?

Mata ini masih mengawasi dirinya yang sekarang tengah berjalan. Meninggalkan bus shelter. Meninggalkanku dengan rasa bersalah. Meninggalkanku dengan kebingungan bagaimana harus bersikap.

***

“Ia bilang ia akan bertahan. Ia akan tersenyum. Dan ia memintaku untuk berbahagia. Tapi di setiap akhir pesannya, ia selalu menulis ‘sayang Yoora’. Sangat kontras kan? Itu beberapa hari yang lalu oppa. Belum lagi kemarin dan pagi ini.”

“Ada apa dengan pagi ini?” tanya oppa sambil merebahkan kepalanya di atas pangkuanku.

“Minho! Ih! Jangan mengacak rambutku! Dan jauhkan wajahmu itu dari kepalaku!” Aku memintanya seperti itu karena pertama, ia selalu bermain dengan rambutku. Lalu ia juga menciumi rambutku. Belum lagi tangannya yang selalu menggenggam tanganku.

“Tidak! Aku tidak akan menjauh se-centi-pun!”

“Ck! Menjauh! Atau tidak akan kubalas semua pesanmu!”

“Bagaimana bisa menjauh? Salahkan sampoo-mu itu. Kenapa bisa membuat rambutmu begitu wangi?” Minho menjawabnya dengan kesal. Tapi tetap tidak menjauhkan dirinya dari rambutku.

“Mwahahaha..jadi itu saja?” Tanya oppaku ini sambil menahan tawanya yang semakin membesar. Entah apa yang membuatnya tertawa -_-! “Bukan. Bukan itu inti ceritanya.”

“Lalu?”

“Lalu Jonghyun datang. Dan dia melihat adegan Minho yang sedang bermain dengan rambutku. Reflek kujauhkan Minho dariku dong.”

“Lalu? Jonghyun memukul Minho lagi?”

“Bukann.. Makanya dengerin sampai habis. Jangan dipotong-dipotong.” Ujarku sambil mengetuk pelan kening oppa-ku ini. Yesung oppa langsung mengangguk mengerti, memintaku untuk meneruskan ceritaku.

“Yoora, kalo rambutku dikriwil-kriwil, kayak So Ji Seob hyung di MV-nya itu, aku jadi seksi ga?”

“Uhuk! Uhuk! Dikriwil-kriwil?” Tanyaku meyakinkan. Minho mengangguk. “Di-kri-wil? Kri-wil?” Ku ulang lagi pertanyaanku dengan terbata-bata. Dan kali ini telunjuk-ku ikut berputar di depan wajahnya. Seolah menunjukkan kriwilannya.

“Iya. Kayak kamu nih. Cuma kan kamu agak ombak. Nah aku dikriwil. Gimana?” Minho malah menjawabnya dengan pertanyaan lagi. Tangannya kembali bermain di rambutku. Dan aku masih SHOCKED!! Every night is a shock! Every day is a shock! =p

“JANGAN!!”

“Kenapa? Ji Seob hyung aja kamu bilang lucu. Kenapa aku ga?” Tanyanya yang kini mulai menempalkan wajahnya di rambutku. Menghirup rambutku yang katanya wangi ini. Hadeuh.. ini kan sampoo nya Yesung oppa =p

“Ji Seob oppa itu, aura cowoknya udah pasti keluar dimodel apa aja. Kamu??”

“Aku kenapa??” Aku hanya menjawabnya dengan tatapanku. Ayolah aku yakin para biased-biased mu di luar sana langsung mengundurkan diri. “Ya! Katakan kena-” pertanyaannya terhenti karena…

“Yoora, Minho” Karena seseorang memanggil kami. Aku langsung menoleh ke arah datangnya suara.  “Jonghyun?” Ia tersenyum.

“Duduk Jjong. Ayo gabung.” Kukatakan itu sambil mendorong Minho agar menjauh dariku. Tapi entah kenapa. Entah kesambet setan dimana, anak ini malah makin bertindak tidak normal. Masa dia tiba-tiba melingkarkan tangannya di pundakku? Dia ini tidak mengerti apa?Bisakan dia menjauh sedikit?Aku ini ingin sekali menjaga perasaan Jonghyun, kenapa anak ini tidak mengerti?? -_-!

“Jjong, duduk samping aku. Aku kangen. Sini.” Jonghyun tersenyum dan mengambil tempatnya di sampingku. Dan Minho semakin mengeratkan lingkaran tangannya di pundakku. Sedangkan aku terjebak di antara dua namja. Dan hanya bisa menatap meja bundar di depanku ini. Meja dimana terdapat dua cangkir teh, dua piring berisi sandwich yang baru saja datang. Dan kedua ta..ngan.. Jong-hyun?

“Jonghyun?”

“Ehm? Aku pesan coke dan burger saja.” Jawabnya. Mungkin ia berfikir kalau aku akan bertanya tentang pesanannya. Tapi bukan itu maksud pertanyaanku,

“Jonghyun, kenapa tanganmu?”

“De? Tangan?” Aku mengangguk dan tiba-tiba saja Jonghyun menarik tangannya dari meja dan menaruhnya di atas pangkuannya.

“Tanganmu kenapa?” Tanyaku sambil menarik lagi tangannya. “Gwenchana” Jawabnya.

“Gwenchana darimana? Ini kenapa diperban?”

***

Author POV

“A-Aku tidak bisa melihatnya. Tidak bisa. Tidak bisa. Bagaimana ini? Aku. Aku. Aku tidak bisa melihatnya huhuhu.. Apa yang harus kulakukan?” Seorang namja tampak panik. Takut. Dan terlihat sangat labil. Rambutnya acak-acakan. Mungkin karena ia terlalu sering mengacak dan menarik rambutnya frustasi.

“A-apa yang harus kulakukan?” Matanya menelisik setiap sudut ruangan kamarnya.

*SREK. SREK

*SREK. SREK

*SREK. SREK

Membuka tutup laci-laci di kamarnya dengan cepatnya. Seolah mencari sesuatu. Tapi ia tidak tau apa yang dicarinya.

*SREK. SRE-

Hingga akhirnya menemukan sebuah benda kecil, tipis, dan tajam. Bibirnya tertarik ke atas dengan sempurna.

“Berbahagialah Yoora..” Senyumnya memang tertarik ke atas dengan sempurna. Tapi ada roman miris di sana.

*SRET

Benda kecil, tipis, dan tajam itu kini menyentuh kulit di pergelangan tangannya. “Aku tidak mungkin mati. Aku akan bertahan. Dan inilah caraku bertahan.”

*SRET

***

TBC

Storm said:

Maafff lamaaa..mmaaffff.. Aku benar- benar lagi ngejar deadlines. Maaf juga belum bisa balas komen di part sebelumnya. Tapi nanti ku balas. Thank you for those who read and left me comments in the previous parts. Jeongmal, thank you. ^^

*Deep bow

xoxoxo

-Storm-

Picture credit   :

http://3.bp.blogspot.com/_YgnE8Cm0YxE/TTrdXx7Th1I/AAAAAAAAAO0/OqkIa3L1k0A/s1600/crying.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “What If – Part 7”

  1. mwo?! Jonghyun coba bunuh diri atau nyakitin diri sendiri pake silet gitu?

    awalnya aku lebih suka kalo Yoora sama Minho,,
    tapi makin kesini makin kasian sama Jonghyun,,

  2. Jooooonggggg
    Jangan gitu dong
    Hiks hiks sedihhhh
    Jangan nyakitin diri sendiri
    Cari cewe lain ajaaa!!! Lagian kan jong oppa yang nyuruh yoora sama minooo
    Jangan sedih gitu
    Minhooo apa apain jail banget deh
    Bisa biki yoora senyam senyum sambil jalan ekekekkee
    Eh ternyata minho juga senyum padahal yoora ngirain minho stalkerin dia hahahahhahaa
    Tapi selalu miris pas liat jong
    Tapi sekarang aku emang dukung yoora sama minho si
    Abis jong kan udah ngelepasin yoora dulu
    Lanjutttttt

    1. Ahahaha,, Iya, minhonya jail..
      aku malah bikinnya jadi ilfil sendiri hakakak

      Thank you for reading and leaving comment yaaaa ^^

  3. Ih jjong suamiku kasihan banget, sini jjong balik ke aku aja *dibuangkelautsamablingerlain

    Yoora ama minho aja, yoora keliatan lebih bahagia ama minho.
    Biarin jjong nanti aku pungut ke rumah, wkww
    lanjutannya jangan lama2 thor! Ku tunggu!!!!
    Fighting!!!!

    1. Jonghyun: Pungut! pungut! emang aku anak kucing dipungut! kekeke
      Storm: Ga apa-apa sih Jjong daripada nanti merana #plak! #ditambarjonghyun hahaha

      Thank you ya Gabbb for reading and leaving me commenttt ^^

  4. Aihhhhh itu jjong kan?
    Dia ngapain mainan pisoo sih?
    Trs itu tangan diperban bekas luka piso itu?
    Ais minho genittttt wkwkwkwk
    Minho gombal bgt disini hahahahahahh
    Coba kayak gitu sama aku kekekeke:p
    Kasian tapi jjongnyaaaa
    Kenapa jjongnya jadi baik gini ais
    Tapi jjong ketemuin sama siapa kek cewe
    Jadi yoora sama minho bisa bahagia tapi jjongnya juga bahagia hehehehe
    Lanjutt!

    1. Tau tuh Jonghyun, ngapain main piso segala.
      piso itu buat motong ayam Jjongg..bukan buat mainan!

      Jonghyun: #bagbugbagbugbagbug

      Tenangggg happy ending kok nanti akhirnya..
      anyway, thank you for reading and leaving comment ya.. ^^

  5. hwaaa…. aku lupa crita ini .. *kebnyakanff *
    hwaaa jgn bunuh diri jjong !!! kasian … masa gitu ajah bunuh diri !! et si minho !! iya dah tau klo oppa tuh ganteng tpi gx segitunya juga klo !! terlalu gimana gitu ….

    1. Mwahahahaaa..
      emang dasarnya Minho itu gombal Ell..
      #ditamparminho hakakk

      thx you for reading and leaving comment ya Ellaaa ^^

  6. jjong!!!!itu jjong hmpir bnh diri kan????
    si minho koq gitu sih???>.<,,ja'at~!
    minho~mengapa dirimu sangat gombal di ff ini??
    omo,,,-____-",,
    suka thor!!nanti next part.a jangan lama lama yah,,aq gg suka nunggu t'll lama!!huhhuu

    1. Ga apa-apaaaa sekali-kali dibikin gombaaalll
      hehehe..
      aku lagi bosan sama karakter Minho yang selalu heroic.
      jadi kubikin gombal deh Minho di sini kekeke

      Thnk you for reading and leaving comment ya Vanyaaaa ^^

  7. uuhh..strom sibuk ya??banyak deadlines.hehehe

    penasaran nih ama part selanjutnya.semoga ga ada yang mati dan berakhir bahagia. ehm.. maksudnya akhirnya ama minho gitu.hehehehe

    kalut membayangkan jjong oppa kalut 😦

    1. CHOTTTTTTAAAAA!!!
      Aku kangen sama kamu!! *benerakugagombal hehehe

      Tenang Vitaa (Vita kan ya?) semuanya nanti happy ending kok..

      Seriously, jeongmal gomawo for reading and leaving comment in my FF Vit *deep bow
      *pelukcium
      *pelukcium
      *pelukcium

      XOXOXOXOXO

    1. Ahhhhahahaha ketuker ya?
      *ketauan ga kenal karakter Shinee hakakak
      #plak! #tamparbolakbalik
      ehehehe..

      Thank you for reading and leaving comment ya miitaaaa ^^

    1. Dilllooooooo ^^
      Nice to see you againn..

      Iya yah? posesif banget? kekeke..
      tak apeu lahh..sekali-kali karakternya dibikin seperti itu hahaha

      thank you for reading and leaving comment ya Dilloo ^^

    1. Iyaaaa Minhonya gomballl
      aku aja jadi ilfil bacanya hehehe

      Ga sampe bunuh diri kok Michelle..
      Tenang aja ekekeke

      thank you for reading and leaving comment ya Michelleeee ^^

  8. Aigoo , siapa yg bkal d pilih ?
    Tetap minho ?
    Ckck ., yg mw bunuh diri itu jjong kah ?
    Andwae , jgan mati dong ..

    1. Ehmm..aku juga masih agak bingung nih mo dipasangin sama siapa hehe
      tapi kupastiin happy ending kok..

      thx you for reading and leaving comment ya Tae-ah.. ^^

    1. Minhooo emang pada dasarnya agresif onnn..
      #ditamparminho ahahahaha..

      Thank you for reading and leaving comment ya.. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s