COINCIDENT LOVE – PART 2 (END)

COINCIDENT LOVE PART 2 (END)

Author : MonicOnew

Main Cast : Taemin aka Taemin

Hye Ra aka Hye Ra

Minho aka Minho

Genre : Romance

Rating : General

Annyeong! Mian ya kalo misalnya lanjutannya lama. Kekeke. Happy reading!!

“Aku capek. Aku duduk disini saja tidak apa-apa kan?” Dia duduk di salah satu kursi didekat kami. Mukanya memang pucat. Sepertinya masih shock dengan kuntilanak tadi. Aku hanya mengangguk mengiakan.

Hye Ra POV

Hah, aku benar-benar shock. Kepalaku sakit sekali. Huuh. Taemin datang dengan dua es krim ditangannya. Satu es krim cokelat satunya lagi es krim stroberi.

Dia datang padaku lalu menyodorkan es krim cokelat itu padaku. Haah, kenapa yang dia kasih harus yang rasa cokelat. Aku kan alergi cokelat. Aku akan mual kalau makan cokelat. Tidak mungkin juga aku minta dia menukarnya. Dia sudah membelinya. Ottoke?

Aku mengambil es krim itu dengan senyum yang agak kupaksakan. Oke, Hye Ra, makan ini. Ini tidak akan begitu buruk. Makan. Aku mencium baunya dan baunya saja sudah membuatku ingin muntah.

Makan saja Hye Ra. Ayolah. Aku menggigit es itu sedikit dan meringis pelan. Aku mual sekali. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?

Taemin POV

Aku datang dengan es krim cokelat dan stroberry. Biasanya yeoja suka makan es krim cokelat. Jadi aku memberikan itu pada Hye Ra. Dia menerimanya dengan senyum yang dipaksakan menurutku.

Kenapa dengannya? Dia tidak suka? Mungkin cuma perasaanku saja. Kulihat dia menatap es krim itu dengan tatapan yang aneh. Lalu menciumnya. Ada apa dengannya? Dia mulai menggigit es krim itu.

Mukanya berubah menjadi aneh. “Taemin. Aku mau ketoilet dulu ya.” Dia berlari kearah toilet. Ada apa dengannya? Apa dia tidak suka dengan es krimnya?

Dia kembali tanpa es krim itu ditangannya. Dia menatapku dengan tatapan bersalah.

“Mianhae Taemin. Es krimnya tadi kubuang. Aku, sebenarnya alergi cokelat.” Dia tersenyum tipis. Sepertinya dia sangat merasa bersalah.

“Tapi kan aku udah beliin es krimnya?” Aku mengerucutkan bibirku pura-pura marah dengannya.

“Taemin-ah, mianhae.” Ucapnya lirih. Omo, segitu merasa bersalah kah dia?

“Hahahaha! Aku.. Aaku.. Cuma bercanda” Tawaku meledak. Dia memukul bahuku.

“Taemin! Itu tidak lucu!” Dia berjalan pergi.

“Yaaaak!” Panggilku sambil masih tertawa pelan. Dia tidak menggubrisku. Tetap berjalan. Aku jadi merasa bersalah.

Aku berjalan mendekatinya. “Hye Ra-yah.” Dia terus berjalan. Aku menarik tangannya. Dia menatapku lekat-lekat dan tertawa terbahak-bahak.

“Yaaaak! Hentikan.” Huuuh benar-benar menyebalkan. Dia masih saja tertawa. Aku merengut sebal. “Hentikan Hye Ra!!” Dia masih saja tertawa! Menyebalkan!!

“Ayo pulang saja!” Aku langsung menarik tangannya pergi. Dia terdiam sesaat.

“Yaaa! Kita baru mencoba 2 wahana saja. Masa harus pulang?”

“Biar saja” Akhirnya dia mengikutiku dan tawanya meledak lagi. Huuh

*****

Still Taemin POV

Kenapa 2 minggu terakhir ini aku masih terus memikirkannya? Apa aku jatuh cinta? Aku segera membuka laptopku. Kubuka google dan kuketik “CIRI CIRI ORANG JATUH CINTA”

Setelah kuklik tombol enter, ada satu artikel yang menarik. Tulisannya begini

“Jatuh cinta? Liat saja ciri-cirinya :

– yang paling menonjol, jantungmu berdebar kencang saat dekat dengannya.

-kau selalu merindukannya.

-kau sedih jika melihatnya sedih dan kau selalu ingin membuatnya bahagia.”

Kenapa semuanya tertulis dengan jelas? Seperti orang itu bisa merasakan apa yang kurasakan sekarang. Berarti,, ya. I’m falling in love with her.

Aku memakai jaketku dan pergi ke taman biasa. Bagaimanapun caranya aku harus bisa mengungkapkan perasaanku. Fighting Taemin!

Hanya dengan waktu 10 menit aku sudah ada disana. Aku turun dari motorku. Tunggu, itu kan Hye Ra. Dia disini juga rupanya.

Aku berjalan mendekat. Omo, dia tidur lagi. Dasar raja tidur. Aku ikut berbaring disampingnya dan memperhatikan wajahnya dari dekat. Entah kenapa, aku membawa wajahku lebih dekat dengannya.

3cm..1cm..
Aku mencium bibirnya dan segera menjauh. Omo! Dia bangun !

“Yaaak! Apa yang kau lakukan??” Dia kelihatannya marah sekali. Ayolah Taemin. Mungkin ini saat yang tepat untuk mengungkapkan semuanya.

“Hye Ra-yah, saranghae.” Aku berkata sangat pelan. Tapi, aku yakin dia bisa mendengarnya. Aku benar-benar khawatir sekarang. Bagaimana ini?

“Hye Ra-yah saranghae. Bagaimana denganmu?” Dia hanya terpaku di tempat dan mengatakan “Nado saranghae Taemin”

“Jeongmal?” Dia hanya mengangguk pelan. Aku langsung memeluknya. Aku benar-benar tidak bisa menggambarkan perasaanku saat ini.

*****

Hye Ra POV

Hubunganku dengan Taemin dalam 1 minggu ini semakin dekat. Kami sering jalan bersama. Aku juga semakin mencintainya.

Aku memakai jaketku. Sekarang sudah jam 6 sore. Aku ingin pergi ke taman yang waktu itu Taemin tunjukkan padaku. Itu menjadi tempat favoritku sekarang.

Aku datang kesana dan terpaku dengan apa yang kulihat. Taemin bersama seorang yeoja! Mereka berpelukan. Apa yang Taemin lakukan? Aku meninggalkan mereka disitu.

Rasanya sakit sekali melihat semuanya. Aku berjalan tanpa arah. Aku juga tidak tau apa yang orang pikir terhadapku menangis sendiri ditengah jalan. Tapi, rasanya sakit sekali.

Aku tidak tau ini sudah jam berapa. Langit sudah berwarna hitam pekat. Aku melihat beberapa namja yang sedang mabuk-mabukan disana.

Meskipun begini, aku tidak mungkin berjalan kesana. Aku memutar balik arahku tapi, aku merasa tanganku dipegang oleh seseorang. Dan orang itu membekap mulutku. Tuhan! Siapa ini??

Aku merasa tidak bisa bernafas. Pandanganku semakin kabur. Dan semuanya gelap. Aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi.

*****

Kepalaku sakit. Dimana aku? Aku ada di sebuah ruangan yang tidak kukenal sama sekali. Aku berjalan tertatih-tatih kearah pintu. Mencoba membukanya, tapi terkunci.

Aku melihat keluar jendela. Ini kan? Tempat main judi yang sudah terbakar waktu itu? Aku tau tempat ini. Aku pernah lewat sini waktu itu. Haaaah. Tuhan, apa yang terjadi.

Aku mulai panik. Satu hal yang terbesit dipikiranku adalah Taemin. Aku mengeluarkan HPku dan cepat-cepat menelepon Taemin.  Diangkat!

“Taemin?? Taemin-ah. Tolong aku.. Aku.. A.. Aku diculik. Aku berada di tempat judi yang terbakar waktu itu dekat halte bus. Aku yakin kau bisa melihatnya. Tae…”

“Apa yang kau lakukan??” Seorang preman masuk kedalam dan membanting HPku. Dia meninju perutku. Rasanya nyeri sekali.

“TAEMIIIIN! TAEMIIIIN!” Aku terus memanggil namanya. Berharap dia masuk dan menyelamatkanku. Tapi, semuanya sia-sia. Preman itu terus menyiksaku. Pandanganku semuanya kabur. Aku benar-benar tidak bertenaga. Dadaku sesak. Lalu semuanya gelap.

Taemin POV

Aku benar-benar shock mendengar Hye Ra diculik. Apa yang terjadi dengannya? Aku sudah menulis surat untuk hyungs. Mereka semua lagi pergi. Aku titip pesan untuk menelepon polisi.

Aku mengendarai motorku dengan kecepatan full. Tak sampai 10 menit, aku sudah sampai. Aku langsung turun dari motorku. Mataku mencari-cari tempat yang dimaksud Hye Ra. Aku melihat rumah kosong. Dia mungkin ada disitu.

Aku berlari masuk. Aku dapat melihat Hye Ra pingsan dan terus disiksa oleh preman. Aku masuk kedalam dan preman itu melihatku.Mereka datang kepadaku, memukulku dan melempar sebuah kursi kayu padaku. Dan hal terakhir yang kuingat adalah hyungs ada disitu dengan segerombolan polisi.

*****

Hye Ra POV

Seluruh badanku sakit sekali. Aku benar-benar tidak bertenaga. Aku tau ini rumah sakit. Siapa yang menyelamatkanku? Taemin kah?

“Kau sadar??” Aku samar-samar mendengar suara Minho. Aku hanya mengangguk kecil.

Pintu terbuka dan aku mendengar suara Jonghyun “KAU PUAS? KAU PUAS TELAH MEMBUAT TAEMIN BEGINI?? INI SEMUA KARENA KAMU! TAEMIN SEKARANG MENDERITA KARENA KAMU!” Jonghyun mengguncang-guncangkan tubuhku membuat badanku sakit sekali.

“Sudahlah hyung. Ini bukan sepenuhnya salah Hye Ra.” Minho membelaku. Ada apa dengan Taemin sebenarnya??

“Terus saja membelanya!” Aku melihat Jonghyun keluar dan membanting pintu.

“Minho-ah, ada apa dengan Taemin??”

“Kau benar-benar ingin mengetahuinya?” Aku mengangguk. “Dokter bilang, kedua matanya terkena pukulan keras. Dan.. Dia buta. Kecuali ada donor kornea mata. Semuanya akan normal kembali.” Minho menjelaskan semuanya.

Dadaku sesak. Apa ini semua terjadi karena aku? Air mataku jatuh lagi. Apa yang terjadi?! “Taemin,,, mana dia?” Aku menatap penuh harap Padanya.

“Dia ada dikamarnya sekarang. Ayo kuantar kesana.” Minho memapahu naik kursi roda dan terus mendorongku hingga kesebuah ruangan.

Tanganku membuka gagang pintunya dan aku melihat Taemin berbaring menghadap ke jendela. Taemin buta? Apa yang bisa kulakukan? Hanya ada satu hal…

Aku menyuruh Minho untuk meninggalkanku berdua saja dengan Taemin. Aku mendorong kursi rodaku sendiri kesamping tempat tidur Taemin. Dia masih membelakangiku.

Taemin POV

“Taemin-ah. Aku datang membawa kabar gembira untukmu. Kau mendapatkan donor mata Taemin-ah.” Aku tau jelas itu suara Hye Ra. Aku sangat merindukannya.

Tapi aku benar-benar belum siap menemuinya. Bagaimana kalau dia meninggalkan aku karena aku buta?

“Taemin-ah. Kumohon, berbaliklah.”Aku dapat merasa dia menangis. Aku berbalik menghadapnya. Itu sama sekali tidak membantu. Aku tidak dapat melihat apa-apa.

“Jangan menangis.” Kataku sambil menyentuh pundaknya.

Aku menatap kosong kedepan. Meyakinkan diriku dia tidak akan meninggalkanku. Tapi kenapa daritadi perasaanku tidak enak?

“Benarkah aku akan mendapatkan donor mata??” Aku tersenyum. Mencoba untuk tersenyum tulus. Aku merindukanmu.

“Ya. Itu kabar baik kan?” Katanya. Aku hanya tertawa.

*****

3 Months Later

Minho POV

Sampai kapan Hye Ra? Sampai kapan kau akan menunggu Taemin? Cobalah membuka hatimu untukku. Kumohon.

Hye Ra masih saja menangis. Dia selalu teringat dengan Taemin. Taemin, kau benar-benar bodoh telah menyia-nyiakan Hye Ra

Hye Ra POV

Aku sangat sedih. Aku merindukannya. Aku sangat merindukan Taemin. Aku ingin melihat bagaimana mukanya sekarang. Tapi aku tau itu adalah hal yang mustahil.

Aku masih menangis di pundak Minho. Dia adalah sahabat terbaikku. Satu-satunya orang yang masih menemaniku. Dia selalu ada untukku. Aku benar-benar berterimakasih padanya.

“Hye Ra-yah” Suara itu.. Suara yang sangat kurindukan. Taemin?? Sedang apa dia disini? Aku terus menunduk dan tidak berani menatapnya. Aku tidak mau kalau dia tahu.

Taemin POV

Sejak hari itu, Hye Ra menghilang tanpa jejak. Aku tidak tahu lagi mau mencarinya kemana. Aku sudah bisa melihat kembali. Tapi kenapa dia malah pergi???

Hingga saat ini aku terus mencarinya. Aku berjalan dan terus berjalan. Aku melihat seorang yeoja yang mirip sekali dengan Hye Ra. Aku berjalan mendekat. Minho?! Aku melihat Minho memeluk Hye Ra. Aku tau pasti dia sedang menangis. Minho bersama Hye Ra??

Kenapa Minho hyung merahasiakan ini semua dariku? Dia tau betapa aku merindukan Hye Ra. Aku berjalan mendekat. Minho masih tidak menyadari keberadaanku.

“Hye Ra-yah” ucapku lirih. Dia masih menunduk dan terus menunduk. Apa yang terjadi padanya? Aku merindukannya. Aku ingin sekali mmelihat mukanya.

“Kenapa Hye Ra? Kenapa selama ini kau pergi? Jawab aku! Kenapa?!” Hye Ra masih diam. Aku dapat melihat Minho hyung menatapku tajam. Aku benar-benar emosi.

Aku berjalan pergi. Aku tau Minho hyung mengejarku. Dan, aku juga dapat mendengar isakan Hye Ra. Maafkan aku Hye Ra.

“Taemin! Apa kau gila?!” Minho hyung sekarang tepat berada didepanku.

“Minggir hyung.” Kataku dingin. Aku benar-benar jengkel. Kenapa dia tidak pernah memberitahuku tentang Hye Ra?!

“Tidak. Minta maaflah padanya.” Minho hyung masih saja berada didepanku.

“Kau tau?? Dia bahkan tidak menatapku? Apa dia sudah melupakanku? Jaga dia baik-baik mulai dari sekarang hyung.”

“Jaga omonganmu Taemin. Kau tau kenapa dia tidak mau menatapmu? Dia tidak mau kau tau kalau dia…” Omongan Minho hyung terhenti.

“Dia kenapa? Menikah denganmu? Berhubungan denganmu hyung?” Minho hyung tetap diam. Aku mengguncang tubuh Minho hyung.

“Dia buta taemin. Yang mendonorkan kornea mata untukmu adalah Hye Ra.” Minho hyung terisak pelan tapi dia masih menatapku tajam

Deg! Jantungku serasa berhenti. Hye Ra buta? Karena aku? Kornea mataku adalah miliknya? Kenapa selama ini aku tidak tau? Sejuta perasaan bersalah menghampiriku (bahasanya -_-).

“Kenapa harus dia? Kenapa kau membiarkannya?” Aku berteriak seperti orang gila.

“Mian Taemin. Dia sudah bersikeras. Dia terus menangis. Aku tidak tega.”

“Tidak tega?! Apa ini yang disebut tidak tega?!”

“Tapi, kau puas sekarang hah? Kau puas sudah membuatnya seperti ini? Dia tersiksa selama ini Taemin-ah. Jangan pernah bebicara kasar padanya lagi atau aku tidak akan pernah melepasmu.”

“Hyung, beri aku kesempatan sekali lagi..” Bujukku padanya. Tapi, dia hanya diam.

“Aku berjanji tidak akan pernah membuat air mata jatuh dari matanya, tidak akan pernah membuat wajahnya memancarkan kesedihan, tidak akan membiarkan otaknya dipenuhi bayangan masa lalunya yang menyedihkan.” Lanjutku

“Aku memegang kata-katamu Taemin-ah. Kalau kau tidak memegang omonganmu. Aku tidak akan segan-segan merebutnya darimu. Pergilah, minta maaf padanya.”

“Gomawoyo hyung.” Aku memeluk hyungku itu erat. Dia membalasnya dan akupun pergi dari situ.

Hye Ra POV

Taemin membenciku?? Maafkan aku Taemin. Aku tau semuanya pasti akan terbongkar. Taemin pasti akan mengetahuinya cepat atau lambat.

“Hye Ra-yah!” Aku dapat mendengar Taemin memanggilku. Untuk apa lagi dia kesini? Maafkan aku Taemin, tapi kalau kau kesini untuk memarahiku. Aku belum siap.

Aku segera mengambil tongkatku (yang nuntun orang buta ituloh) dan berjalan pergi. “Hye Ra-yah!” Dia masih saja memanggilku.

Aku dapat merasakan tanganku ditarik olehnya. Dia memelukku. Ya, Taemin memelukku. Apa ini pelukan perpisahan? Aku merindukanmu Taemin.

“Mianhae Hye Ra-yah.” Aku mendengar isakan tangisnya samar. Dia menangis? Kenapa dia minta maaf?

“Mianhae, aku terlalu asik dengan sepupuku waktu itu. Aku tidak bisa menjagamu. Mianhae.” Jadi, waktu itu adalah sepupunya? Hye Ra, kau benar-benar pabo.

Taemin POV

“Mianhae, aku terlalu asik dengan sepupuku waktu itu. Aku tidak bisa menjagamu. Mianhae.” kataku. Ya Tuhan, kenapa bisa seperti ini?

Aku mempererat pelukanku padanya. Boggoshipposso Hye Ra-yah. “Saranghae.” Kataku padanya. Aku melepaskan pelukanku.

Dia menatap kedepan. Aku tau sekarang dia tidak bisa melihat apa-apa. Aku mendekatkan mukaku dengannya. Dan menyium bibirnya pelan.

Aku memperjauh mukaku dengannya dan memeluknya lagi. “Nado saranghae.” Katanya.

Saranghaeyo Hye Ra. Aku akan membuatmu bahagia. I promise.

Epilog

Taemin POV

Aku tidak pernah menyesal telah memilih dia sebagai pasangan hatiku. Aku juga senang dia sudah bisa menerima keadaannya sekarang. Dia bahkan sudah bisa tersenyum seperti dulu lagi. Tapi, aku berjanji akan menemukan donor kornea mata untuknya. Percayalah aku akan dan pasti menemukannya.

Sedangkan Minho hyung, dia sudah menemukan seorang yeoja yang bisa merebut hatinya. Tapi, tetap saja menurutku Hye Ra adalah yang terbaik.

“Hye Ra-yah, sudah lama menunggu?” Kataku sambil duduk disampingnya.

“Tentu saja! Kau selalu saja terlambat Taemin. Mana es krim yang kau janjikan padaku?” Dia menoleh kearahku sambil mengulurkan tangannya.

Aku hanya menaruh sebuah es krim ditangannya. Kulihat dia tersenyum senang. Tapi, tiba-tiba raut mukanya berubah “Kau tidak akan membuatku mual  seperti waktu itu lagi kan?”

“Tentu saja, kau tidak percaya padaku?” Aku bertanya lalu menyubit kedua pipinya. Lucunya.

“Anii, aku tidak percaya padamu.”

“Mwo?? Yasudah, tidak usah dimakan.” Aku mengambil es krim itu dari tangannya. Kulihat dia mengerucutkan bibirnya jengkel.

“Yaaa! Kembalikan es krimku!” Dia memukul pundakku dan tambah mengerucutkan bibirnya. CUP! Aku menciumnya. Itu hanya sekedar ppopo

“Yaa! Taemin, apa yang kau lakukan?!” Dia setengah berteriak padaku.

“Hehehehe” Aku hanya nyengir tidak jelas.

“Mana es krim ku?” Dia mengulurkan tangannya kembali.

“Katanya kau tidak percaya padaku.” Aku menggodanya.

“Baiklah Lee Taemin ssi. Aku percaya padamu. Sekarang, kembalikan es krimku!” Dia masih saja mengulurkan tangannya.

“Ini.” Aku mengembalikan es krim itu.

“Gumowo Taemin” Dia tersenyum manis kearahku.

Terima kasih karena kau sudah hadir di hidupku. Terima kasih atas pengorbananmu. Terima kasih Hye Ra-yah. Saranghae.

THE END !

P.S : Soriii banget kalo endingnya mengecawakan dan tidak sesuai harapan kalian. Hehehe. Aku juga soalnya FF ini yang pertama. Jadi, sori kalo ceritanya aneh dan gaje *bow*

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

29 thoughts on “COINCIDENT LOVE – PART 2 (END)”

  1. kekekeke…daebak…btw aq blm sempet baca part 1 nya
    jg agak lucu aj diawal” tiba” ad kata” kuntilanak
    kekekeke

  2. gag aneh kok thor, tp bkin sediiiiih… hiks, hiks, hiks,,,,
    hweeeee nangis bcaX….
    q ska happy ending…

    nice thor!!,,

  3. i like !! sumpah aku suka kata-kata ini
    “Aku tidak pernah menyesal telah memilih dia sebagai pasangan hatiku”
    hohoho….. daebak thor. ditunggu FF selanjutnya

  4. i like !! sumpah aku suka kata-kata ini
    aku tidak pernah menyesal telah memilih dia sebagai pasangan hatiku”
    hohoho….. daebak thor. ditunggu FF selanjutnya

  5. Aaaaaaa
    Donorin mata
    Taemin!!! Awas bikin hyera nangis
    Ga cuma minho oppa
    Aku juga turun tangan (?)
    Daebak bangett!!
    Seru sedih semua campur jadi 1
    Itu preman maunya apaaan si
    Bikin emosi aja
    Coba gaada preman
    Semua tidak akan seperti ini

    1. makasih udah mau baca^^
      iya! awas aja bikin HyeRa nangis lagi :p
      tapi tenang aja, nasib Hye ra ditangan aku xD
      *plakk

  6. hwaa… mian telat baca …
    ya endingnya gantung .. tapi tak apa yg penting mereka bahagia ..
    ya aku mau eskrim !!!
    hyera sma taemin tanggung jawab aku jdi ngidam eskrim .. *kmaren ngidam capucino* ahahahah
    nice ff …

  7. bgs thor q ska . . pek q nngs *dsr q cengeng bgt* . . ok thor q menunggu ff author yg akn dtg . . .

  8. Aaa! Bagus banget cerita nya !
    Ending nya jg bikin terharu ehehehe
    lanjut ff nya yg lebih daebak lg yaaa^^

  9. apa-apaan ini?!! aarrh, beneran nangis pas baca chapter ini!
    kenapa harus ada yang buta segala sih?! emang sih ntar bakal ada yang donorin. tapi.. tapi kaan .___.”
    tapi keren idenya! walaupun bukan penggemar angst, tapi tetep aja keren ^^

    share more, yah~ 😀

    1. kkkk~ aku juga gatau depet ide buta darimana x3
      tiba-tiba pengen aja xDD
      makasih yaaa udah mau baca 🙂

  10. Emm…
    Ak tnya! Ak tnya!
    di ending.nya Hyera dah dpet donor mata blum sih?,,
    ak bcanya cpet2 ni,
    soalnya mau ngepel.
    *ga ada yg tnya!!.
    Hhe,,
    tp kerrreeeennn..nn..nn..

    1. hahaa, terakhir dia masih belum dapat. mungkin nanti kali y dapatnya xDD
      makasih udah mau baca ^^

  11. laaah?
    Sudah ending ? O.o
    Tpi kok ga ada tulisan complete pas td d page sequel ny ==’
    Dan shrusnya ini msuk k bgian twoshoot .
    Ehehehheheheheh.
    Bkn author lupa ksh tag twoshoot ==’
    Jd admin ny ga tau =3=)/

    Cerita ny??
    Singkat bgt ==’
    Hiiks.
    Tp great.xD
    Wkwkwkka.
    Kirain msh ada chapt. slnjut ny , ga tau ny pas buka yg Chapt. ini , udh ending ==’
    Wkwkka.xD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s