tumblr_lh6cyta7wy1qf4yfko1_500_c2b8c2b1c2b1c2bea1

Guardian Angel

Author : Yuyu

Cast :

  • Minho
  • Onew
  • Hyoin (Ocs)
  • Younji (Ocs)

Length : Oneshot

Genre : Angst, Fantasy, Sad, Romance

Rating : PG 13


GUARDIAN ANGEL


Apakah kalian pernah mendengar tentang malaikat pelindung? Ketika kalian kecil, kalian diberitaukan tentang adanya malaikat pelindung. Kalian bersikap baik dan percaya bahwa malaikat pelindung akan selalu menjaga kalian. Namun ketika beranjak remaja, perlahan-lahan kalian mulai tidak mempercayai adanya malaikat pelindung. Dan setelah dewasa, kalian melupakan dongeng indah yang dulu pernah kalian yakini.

Tapi, di tempat yang sangat jauh ada sebuah kehidupan lain yang tak pernah kalian bayangkan sebelumnya. Mereka tidak tau dari mana mereka berasal, bagaimana mereka bisa tercipta. Tapi satu hal yang mereka tau pasti, jumlah mereka semakin bertambah banyak meskipun mereka tidak pernah bisa mati—kecuali musnah. Mereka bukanlah makhluk seperti kalian yang memiliki kehidupan lain setelah meninggal—entah itu alam surga, tumimbal lahir ataupun reinkarnasi, mereka hanyalah makhluk suci yang akan musnah menjadi udara dalam dunia yang hampa. Mereka, kaum yang kalian sebut sebagai ‘Malaikat’ diam-diam selalu melindungi kalian.

Yah, malaikat pelindung itu benar-benar ada. Setiap malaikat melindungi satu orang yang terikat dengannya.

***

Younji memegang sebuah buku yang berukuran 20 x 18 yang tak henti-hentinya membuat ia hatinya meringis. Di kulit buku itu tertuliskan:

Name : Park Hyoin

DOB : Seoul, 27 September 1995

End : Seoul, 17 April 2015

Tangannya terangkat diudara, ragu untuk membuka halaman buku itu.

Buku yang mengukir tentang kehidupan manusia yang biasanya ia lindungi sekarang terlihat mengerikan. Younji membuka halaman 146, halaman yang menceritakan kejadian 4 tahun yang lalu—atau 4 hari yang lalu di dunia Younji.

Hyoin membuka matanya perlahan dan menyipit. Ia bisa melihat cahaya keemasan matahari yang hampir tenggelam. Ia mencium bau-bau obat-obatan dan menyadari ia tengah berada di ruang kesehatan di sekolahnya.

“Kau sudah sadar? Apakah ada yang sakit?” Choi Minho, namja yang dengan setia menemani Hyoin hingga ia terbangun langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Hyoin. Hyoin menggeleng pelan dan mencoba menutupi wajahnya yang memerah.

“Syukurlah. Kau agak membuatku khawatir.” Minho menghembuskan nafas lega.

“Mianhae, aku juga tidak tau mengapa. Dan aku masih merasa lelah meski telah tidur selama itu.” Protes Hyoin yang memang masih merasa sekujur tubuhnya terasa lelah.

Minho meletakkan telapak tangannya di kening Hyoin, mengukur suhu tubuh yeoja bertubuh mungil itu.

“Suhu tubuhmu baik-baik saja, kau tidak demam. Ayo, kuantar kau pulang sebelum langit berubah menjadi gelap.” Minho mengambil tas Hyoin, menyandangkannya di pundaknya sembari membantu Hyoin turun dari ranjang di ruang kesehatan.

Sepanjang perjalanan Minho tak bisa melepaskan matanya dari Hyoin. Dia benar-benar terlihat lelah dan pucat.

“Istirahatlah. Bukankah besok hasil laporan dari rumah sakit sudah keluar?” Minho menyodorkan tas Hyoin sesampainya mereka di depan rumah Hyoin. Hyoin mengangguk pelan.

“Ne, aku sungguh penasaran apa yang terjadi pada diriku sendiri. Akhir pekan kemarin aku bahkan tidur selama 2 hari penuh.” Hyoin menggelengkan kepalanya dengan pelan.

“Geogjonghajima. Kurasa kau hanya mengalami gangguan tidur saja. Masuklah, dan istirahat.”

Hyoin tersenyum lemah dan kembali mengangguk. Minho menatap Hyoin selama beberapa saat dan menghela nafas pelan.

“Waeyo?” Tanya Hyoin penasaran.

“Aku sangat berharap kalau kami belum pindah dan kita masih bertetangga, dengan begitu aku bisa menjagamu dengan baik.” Minho mengelus puncak kepala Hyoin dengan lembut, membuat wajah yeoja itu merona di keremangan cahaya lampu.

“Aku akan baik-baik saja.” Ucap Hyoin mencoba menyembunyikan ekspresi wajahnya.

“Kabari aku setelah kau mendapatkan laporannya, ya? Aku juga ingin tau ada apa.” Minho memegangi kedua pundak Hyoin, menatap kedua mata Hyoin dengan dalam dan lama. “Masuklah, aku tidak ingin kau kelelahan.”

Minho mendorong tubuh Hyoin ke arah gerbang rumah dan melangkah pergi. Meski merasa sangat berat untuk meninggalkan Hyoin begitu saja, tapi Minho tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga harus segera pulang.

Minho melambaikan tangannya pada Hyoin, menunggu hingga Hyoin masuk ke dalam rumah baru berjalan pulang.

Meski ia terus menyemangati Hyoin untuk tidak berpikiran yang tidak-tidak tentang kebiasaannya waktu tidurnya yang lebih panjang belakang ini, tak bisa ia pungkiri bahwa di dalam hatinya ia juga merasa resah. Minho hanya bisa berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi, dan berharap seperti dugaannya, Hyoin hanya mengalami gangguan tidur.


Younji menutup buku itu dan menghembuskan nafasnya yang tanpa ia sadari telah ia tahan sejak ia membawa buku itu.

“Ini tidak adil… Mengapa harus dia yang mengalami semua ini? Dia.. terlalu rapuh untuk menerima penderitaan ini..” Sebuah suara terngiang di benak Younji. Younji menarik nafas dalam-dalam, memberanikan dirinya untuk kembali membuka buku itu lagi menuju lembar selanjutnya.

Nyonya Park masuk ke dalam ruangan dokter Hwang, membiarkan Hyoin menunggu di luar ruangan.

“Bagaimana dengan hasil laporan Hyoin?” Tanya Nyonya Park agak panik.

“Menuruk diagnosa kami, Hyoin hanya mengalami hypersomnia—tidur yang berlebihan. Tapi kami juga belum bisa memastikannya karena ada beberapa penyakit yang memilik gejala yang sama dengan hypersomnia. Apakah selain waktu tidurnya yang lebih panjang, Hyoin mengalami sesuatu yang tidak biasa?” Dokter Hwang menautkan tangannya diatas meja dan menatap Nyonya Park.

“Dia selalu terlihat lelah meskipun ia telah tidur lama. Dan tadi pagi, ia mengatakan sesuatu yang aneh, sesuatu yang tidak bisa saya mengerti.” Terang Nyonya Park sambil mengingat-ingat kejadian aneh lainnya.

Alis dokter Hwang saling bertautan. Wajahnya berubah menjadi cemas dan ragu.

“Apakah… anak anda juga mengalami disorientasi?”
”Ya, dia memang terlihat tidak fokus akhir-akhir ini. Ada apa dok?”

Dokter Hwang menundukkan kepalanya, sebuah helaan nafas berat dikeluarkannya dan memandang Nyonya Park. Banyak sekali yang ingin disampaikan oleh Dokter Park, tapi kata-katanya tercekat di tenggorakannya.

“Saat ini, saya memiliki sebuah dugaan tentang penyakit yang dialami Hyoin, tapi belum ada bukti kuat. Karenanya, kita harus membawa Hyoin untuk menjalani rangkaian tes lainnya sebelum saya bisa mengatakan kepada anda kemungkinan penyakit yang dialami oleh putri anda.”

***

Nyonya Park kembali berada di dalam ruangan dokter Hwang, menantikan hasil serangkaian pemeriksaan yang dilakukan Hyoin minggu lalu.

“Apakah Hyoin tidak datang bersama anda?” Dokter Hwang melihat kedatangan Nyonya Park seorang diri.

“Ya, saya mengatakan padanya kalau saya yang akan mengambil hasil pemeriksaannya sendirian.”
Dokter Hwang mengangguk menyetujui, “Memang lebih baik kalau dia tidak melihat hasilnya sekarang.”
Rasa cemas Nyonya Park semakin bertambah melihat nada suara serius yang dikeluarkan oleh dokter dihadapannya.

Dokter Hwang mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari dalam laci kerjanya dan membukanya. Ia mengeluarkan beberapa kertas dari dalam amplop itu dan memperlihatkannya pada Nyonya Park.
”Ini adalah hasil dari rekam otak (EEG), CT-scan dan MRI minggu lalu. Menurut hasil penelitiannya, tidak ada yang bermasalah pada struktur otak Hyoin. Sementara pemeriksaan hormonalnya juga menunjukkan bahwa hormonnya masih dalam jumlah yang wajar.”
Nyonya Park menghembuskan nafas lega, ia sudah takut kalau hasil pemeriksaan minggu lalu akan menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Dokter memperhatikan ekspresi lega di wajah Nyonya Park dan membuat ia merasa bersalah serta semakin sulit untuk mem-vonis penyakit yang diderita Hyoin.
”Apakah akhir-akhir ini Hyoin masih menunjukkan tingkah aneh? Bagaimana dengan waktu tidurnya?” Tanya dokter Hwang.
”Dia masih terlihat tidak fokus dan omongannya kadang suka ngelantur. Beberapa hari yang lalu ia tertidur sampai 3 hari penuh. Dan sikapnya berubah dengan sangat cepat, lalu—“
”Sleeping beaty syndrome.” Potong dokter Hwang.

“Ne?” Nyonya Park bersuara setelah terdiam selama beberapa detik. Dokter Hwang menarik nafas dalam-dalam.

“Sulit bagi saya untuk menjatuhkan vonis ini, tapi dari semua gejala yang anda ceritakan, saya hanya bisa mengatakan bahwa Hyoin mengalami Sleeping beauty syndrome atau yang lebih dikenal sebagai Sindrom Klein-Levin..”


“Younji-ya, tolonglah dia. Bukankah kau adalah malaikat pelindungnya? Lakukan apapun untuk menolong nyawa-nya!!” Suara itu kembali menggema ditelinga Younji. Younji menutup kedua telinganya hingga suara samar-sama itu menghilang dari pendengarannya. Tangannya bergetar hebat tapi ia tetap mencengkram buku itu dengan erat.

“M-mwo?” Suara Hyoin bergetar pelan. Ia duduk di ruang nonton rumahnya, melihat kedua orangtuanya duduk dihadapannya. Suara isakan Nyonya Park membuat Hyoin semakin takut untuk mendengar kelanjutannya.
”Sindrom Klein-Levin. Itulah yang dikatakan dokter Hwang tentang penyakitmu.” Nyonya Park menghentikan kata-katanya. Ia mendongak dan melihat sorot mata putri kesayangannya yang membuat ia semakin sulit untuk mengatakan yang sebenarnya tentang penyakit itu. Tapi nyonya Park memberanikan dirinya. Hyoin berhak tau tentang penyakit yang ia derita dan akan terus menghantuinya entah sampai berapa tahun.

“Sindrom ini jarang terjadi dan kebanyakan menyerang pria. Gejalanya persis seperti yang kau alami. Waktu tidur yang sangat panjang, untuk satu episode bisa berhari-hari, berbulan-bulan… bahkan bertahun-tahun. Terkadang kau bahkan bisa bertingkah seperti anak kecil begitu kau terbangun karena beberapa memorimu akan menghilang. Kau bisa saja mengalami disorientasi, berbicara yang tidak normal, berhalusinasi bahkan depresi.”
Hyoin menatap Nyonya Park tanpa berkedip karena ia tau jika ia berkedip maka airmatanya akan jatuh saat itu juga.

Tuan Park merangkul nyonya Park, memberikan kekuatan kasat mata kepada istrinya, ibu dari anak yang sangat ia cintai.

“Apakah penyakit ini mematikan?” Tanya Hyoin akhirnya. Hanya itulah yang ia ketahui tentang penyakitnya. Apakah penyakit aneh ini akan menyeretnya pada kematian atau tidak.

Nyonya Park menggeleng pelan dan mengusap airmatanya.

“Tidak mematikan, tapi juga tidak bisa disembuhkan melalui terapi. Satu-satunya cara untuk mengasi penyakit ini dengan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter Hwang. Obat ini hanya bisa menghilangkan rasa kantukmu dan mengatur interval setiap episodenya. Untuk masa pemulihan, tidak ada yang bisa memastikannya. Mungkin 1 tahun, 5 tahun atau bahkan lebih dari 10 tahun.”

***

Hyoin duduk di ayunan taman dekat rumahnya dan menggoyang-goyangkan ayunan tersebut. Ia berusaha sangat keras untuk tetap terjaga meskipun matanya sudah terasa sangat berat. Amphetamines, methylphenidate, dan modafinil yang diberikan dokter Hwang berhasil membantunya untuk tetap terjaga lebih lama dari yang ia bisa bayangkan.
”Mian, apakah aku terlambat?” Minho berlari kecil menghampiri Hyoin dan mengatu nafasnya yang tersengal-sengal.

“Mian aku memanggilmu malam-malam seperti ini.”
”Gwaenchana. Jadi, bagaimana dengan hasil pemeriksaannya?” Minho duduk di ayunan di sebelah Hyoin dan memandang Hyoin.

“Katanya, aku harus beristirahat total. Mulai besok aku tidak akan ke sekolah lagi ataupun ke studio balet tempatku biasa berlatih.”

“Apakah penyakitnya … sangat parah?”
”Ani, bukan penyakit mematikan. Hanya saja… Aku benar-benar harus beristirahat dalam waktu yang cukup lama. Aku hanya ingin memberitaukan hal itu saja. Mulai besok, jangan menungguku di halte bus lagi. Aku tidak akan bisa berangkat dan pulang sekolah bersamamu. Aku pasti akan merindukan saat-saat seperti itu. Hyoin beranjak dari tempatnya dan segera berjalan pergi tanpa menoleh ke arah Minho. Ia mungkin akan langsung menangis begitu ia melihat Minho. Ia tidak akan tau berapa lama ia akan tertidur kali ini. Dan ia tidak tau apa saja yang mungkin akan ia lupakan.
”Hyoin!” Teriak Minho. Minho berlari mengejar Hyoin, menarik tangannya agak kuat dan memaksa Hyoin untuk menoleh padanya. Hyoin menundukkan wajahnya yang sekarang telah dibasahi oleh airmata. Tatapan Minho melembut. Minho mengarahkan telunjuknya ke dagu Hyoin dan mengangkatnya. Hyoin memandang Minho dengan penuh tanda tanya sementara Minho hanya tersenyum kecil dan semakin mendekat ke arah Hyoin.

Minho mengecup bibir Hyoin dengan lembut. Awalnya Hyoin terbelalak kaget, tapi perlahan-lahan ia memejamkan matanya, menikmati kedekatan mereka. Minho menghentikan ciuman mereka dan menatap Hyoin yang masih terlihat bingung.
”Kau seperti sedang mengucapkan perpisahan padaku dan itu membuatku takut. Apalagi aku tidak akan pernah bisa melihatmu lagi disekolah. Aku benar-benar takut kau akan menghilang dari pandanganku. Park Hyoin, aku menyukaimu. Aku telah menyukaimu jauh sejak kita masih kecil dan perasaan itu terus berkembang sampai sekarang.”
”Aku tidak bisa… Aku hanya akan menjadi beban untukmu kalau aku menerima perasaanmu.” Wajah Hyoin kembali dibasahi oleh tetesan airmatanya.


“Berikan buku kehidupanmu padaku! Aku harus melihatnya, aku harus tau sampai kapan ia bisa bertahan hidup! Aku tidak bisa membiarkan dia mati begitu saja!! Kumohon mengertilah perasaanku, Younji-ya..”

“Dia memang sudah ditakdirkan untuk meninggal hari ini. Ia melukai dirinya sendiri karena depresi yamg diakibatkan oleh sindrom itu, itu memang sudah jalan hidupnya dan bahkan aku sebagai malaikat pelindungnya pun tak bisa berbuat apa-apa tentang takdir itu… Jadi, berhentilah memohon padaku…” Bisik Younji lirih menjawab teriakan-teriakan yang masih ditangkap oleh pendengarannya.

Minho duduk di samping tempat tidur Hyoin, menatap wajah tenang Hyoin yang tertidur pulas.

“Ia benar-benat terlihat seperti Sleeping beauty..” Ucap Minho lirih. Minho menyingkirkan beberapa helai rambut Hyoin yang tertempel diwajahnya.

Nyonya Park menyentuh pundak Minho, meremasnya dengan pelan. Ia tau saat ini Minho pasti sangat terpukul setelah ia menceritakan penyakit yang dialami Hyoin.

“Dia seharusnya mengatakan semuanya padaku hari itu…”
”Hari itu, setelah pulang dari menemuimu, dia menangis semalaman sebelum akhirnya dia tertidur—sampai sekarang.”

Minho terisak pelan. Memang tidak mematikan, tapi melihat Hyoin harus menderita seperti ini sungguh membuat hati Minho hancur. Minho menggenggam tangan Hyoin dengan erat dan membenamkan wajahnya.

Nyonya Park tersenyum tipis, ia bersyukur selain dirinya dan tuan Park ada orang lain yang bisa membagikan kekuatannya untuk Hyoin. Nyonya Park keluar dari kamar Hyoin, membiarkan Minho berduaan dengan Hyoin.

“Park Hyoin, kau sangat bodoh. Tidak seharusnya kau menderita seorang diri saat kau bisa berbagi padaku. Aku… tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi.. Meski aku harus menunggu selamanya hingga kau sembuh…”

***

“Apakah tidak ada terapi yang bisa kita lakukan untuk mempercepat pemulihannya?” Tanya Minho pada orangtua Hyoin. Sudah dua tahun lebih Hyoin harus berperang dengan penyakitnya. Keadaannya semakin parah. Episode nya semakin lama dan intervalnya semakin memendek. Setiap hari mereka harus membangunkan Hyoin untuk ke kamar mandi dan makan. Selebihnya Hyoin akan terus tertidur.

“Tidak ada.. Kita hanya bisa menunggu hingga sindrom itu memulih dengan sendirinya. Dan tidak ada yang tau sampai kapan.”

“Arrrrrgh!” Teriak Hyoin dengan sangat keras dari kamar tidurnya. Minho dan orangtua Hyoin berlari dengan cepat ke kamar Hyoin untuk melihat keadaannya. Hyoin duduk di sudut ruangan, sebuah gunting terangkat tinggi ditangan kanannya.

“Hyoin, apa yang kau lakukan!?” Minho menghambur ke sisi Hyoin, menahan kedua tangan Hyoin sementara Tuan Park mengambil gunting itu dan menjauhkannya dari Hyoin. Dihadapan Hyoin, sepatu balet kesayangannya sudah tercabik-cabik tak berbentuk lagi.

“Kau.. menggunting sepatu baletmu?” Tanya Minho pada Hyoin. Hyoin memutar tubuhnya ke samping dan menatap Minho.

“Sepatu itu ingin memakanku …” Ucap Hyoin dengan matanya yang terlihat tidak fokus. Orangtua Hyoin dan Minho saling berpandangan.

“Aku akan megambilkan obatnya.” Nyonya Park keluar dari kamar Hyoin diikuti dengan Tuan Park. Minho mengangkat tubuh Hyoin, mengendongnya ke atas tempat tidur dan menyandarkan tubuh Hyoin.

“Apa yang kau rasakan saat ini, Hyoin-ah?” Tanya Minho meski ia tau Hyoin tidak menjawab pertanyaannya.
”Aku melihat malaikat yang sangat cantik sedang menangis di sana …”

Minho menghembuskan nafas pelan.

“Aku sangat merindukanmu, Hyoin. Melihatmu menderita seperti ini, sungguh membuatku hancur berkeping-keping. Kalau saja, kalau saja aku bisa menggantikanmu menerima semua penderitaan ini.” Airmatanya menggenang di pelupuk matanya, siap meluncur turun kapan saja. Sebuah tangan terulur padanya, Minho mendongak dan melihat Hyoin menatapnya—dengan sorot mata yang sedih jika itu mungkin saja terjadi. Minho mengusap airmatanya dan tersenyum manis pada Hyoin lalu meraih tangan Hyoin dan menggenggamnya.

“Kemarin upacara kelulusan. Teman-teman masih mengingatmu dan berharap bisa lulus bersamamu.” Minho mengelus menggerakan ibu jarinya, mengelus permukaan kulit telapak tangan Hyoin. Mata Minho beralih pada guratan disekitar pergelangan tangan Hyoin yang pucat. Karena depresi dan halusinasi yang dialaminya, tak jarang Hyoin melukai dirinya sendiri. Minho menyapukan jari-jarinya diatas guratan tersebut, membuat hatinya semakin perih.

Hyoin kembali menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Kelopak mata Hyoin perlahan-lahan tertutup, ia kembali ke dunianya sebagai Putri Tidur.

“Andwae! Kau baru saja bangun 4 hari yang lalu, kau tidak boleh meninggalkanku lagi secepat ini…” Isak Minho. Ia sangat merindukan Hyoin. Sudah berbulan-bulan berlalu sejak ia mendengar suara Hyoin, sejak Hyoin menyebutkan namanya.

Hyoin seperti orang yang bipolar, sikapnya berubah-ubah dengan drastis. Ketika ia terbangun bisa saja ia mengingat semuanya, bisa saja ia bersikap sangat ceriat. Tapi sering juga ia terbangun dengan melupakan memorinya, tak pernah mengeluarkan sepatah katapun.

“Berapa lama kau akan tidur kali ini? Kau tidak boleh tidur terlalu lama atau kau akan membuatku kesepian, Hyoin-ah…”
Minho berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke arah Hyoin. Ia mengecup bibir Hyoin dengan lembut.
”Kenapa dongeng harus begitu indah? Kenapa kau tidak terbangun meskipun aku menciummu berkali-kali?” Minho menggepalkan tangannya dengan erat.


“Younji-ya, aku harus menolongnya apapun yang terjadi. Aku… tidak bisa melihat dia menderita lebih lama lagi… Nae maeumi apayo…”

“Maeum…” Younji meletakkan telapak tangannya di dada dan menunduk memperhatikan tangannya, “Kita tidak memiliki hal itu…”

“Hyoin! Hentikan!” Teriakan tuan Park dari pintu kamar Hyoin.
”Hyoin letakkan pisau itu…” Ucap Minho. Wajah Hyoin berubah menjadi ketakutan. Hyoin menatap sekeliling ruangan kamarnya dan matanya menyipit seolah-olah ada orang lain yang ingin melukainya.

Nyonya Han mendekap mulutnya sendiri, menahan dirinya agar tidak berteriak histeris.

“Hyoin-ah, jebal. Apakah kau tidak mengenaliku? Aku Minho, Choi Minho. Berikan pisau itu padaku.” Bujuk Minho. Minho mengulurkan tangannya, mengarahkannya pada Hyoin.

Hyoin terus memperhatikan Minho yang mendekat ke arahanya, Hyoin berhenti berteriak dan tak bergerak sama sekali. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa sangat tenang saat mendengar suara Minho. Hyoin mengulurkan tangannya yang memegang pisau dan mendekati Minho.

Tiba-tiba saja sebuah suara menganggu pikiran Hyoin. Pisau yang ia genggam semakin ia eratkan ditangannya. Hyoin mendongak dan melihat sesuatu yang tak akan pernah bisa dilihat oleh ketiga orang yang ada diruangan itu bersama dengannya.

Minho menegang saat Hyoin menarik dirinya, melihat pisau itu masih berada di tangan Hyoin sungguh membuatnya takut kalau saja Hyoin akan melukai dirinya lebih parah lagi.

Hyoin terus memandangi sesuatu yang tidak Minho ketahui tanpa berkedip. Hyoin seolah tenggelam dalam dunianya sendiri, ia bahkan tidak melawan saat ia mengambil pisau dari tangannya. Minho menyerahkan pisau itu pada Nyonya Park yang segera membawanya kembali ke dapur. Minho menghembuskan nafas lega.

“Hyoin-ah…” Minho meraih pundak Hyoin, memutar tubuhnya agar menatap Minho. Untuk sedetik Minho bisa melihat tatapan Hyoin yang sudah lama ia rindukan. Hyoin memejamkan matanya, kembali jatuh tertidur.


“Kau mungkin akan berpikir aku bodoh. Tapi sungguh, aku tidak menyesali apa yang telah kulakukan. Ini adalah hal yang paling membahagiakan yang pernah kurasakan selama eksistensiku. Tolong, jaga dia dengan lebih baik lagi karena kelak aku tidak akan bisa membantumu menjaganya …”

“Sejak awal dia adalah tanggungjawabku… Sementara kau seharusnya melindungi pria yang seharusnya menjadi jodoh dia. Kau, telah melakukan sesuatu yang bodoh, sungguh bodoh.. Dia seharusnya meninggal saat itu, tidak seharusnya kau merubah takdir…”

Younji melompati beberapa lembaran ke lembaran kosong. Rangkaian tinta hitam menari-nari diatas kertas tersebut merangkai kehidupan yang dialami si pemilik buku.

Younji memperhatikannya dengan seksama, ingin tau apa yang terjadi selanjutnya pada manusia yang ia lindungi.

Minho bersimpuh dihadapan Hyoin. Semua pasang mata di restoran mewah itu tertuju pada mereka. Wajah Hyoin memerah.

“Minho, apa yang kau lakukan?” Bisik Hyoin. Minho tertawa pelan dan mengeluarkan kotak beledu hitam dari saku jas nya. Minho membuka kotak itu dan mengarahkannya ke hadapan Hyoin.

Hyoin terkesiap pelan. Sebuah cincin berlian yang paling indah yang pernah ia lihat berada di depannya.

“Park Hyoin, would you marry me?” Pinta Minho. Mata Hyoin berair ketika itu juga.

“Kau pikir, setelah apa yang kau lakukan untukku selama bertahun-tahun, aku bisa mengatakan tidak pada lamaranmu?”
Minho tersenyum lebar dan menyematkan cincin itu di jari manis Hyoin.

“Cincin ini sangat cantik…” Gumam Hyoin.

“Tapi kau jauh lebih cantik, my sleeping beauty.” Balas Minho dengan cepat. Hyoin terkekeh pelan dan melingkarkan lengannya di leher Minho.


Younji menutup buku itu dan meletakkannya di tempat ia mengambil buku itu tadi. Younji berjalan dengan perlahan dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur di dalam kamarnya yang serba putih.

“Kau tidak seharusnya memiliki perasaan seperti itu kepada manusia—itu adalah perasaan yang paling dilarang. Kau berkorban untuk dia dan sekarang kau harus berbaur dengan udara yang dia hirup—itu adalah hukumanmu karena memiliki perasaan terlarang itu.” Younji memejamkan matanya, mencari ketenangan untuk dirinya sendiri.

“Sementara aku juga melakukan kesalahan yang tak termaafkan. Hatiku yang seharusnya tak ada justru berdebar kencang. Dan sebagai hukumannya, aku harus menderita karena kehilangan dirimu..” Setetes cairan bening melesat turun dari sudut mata Younji.

“Kau tidak akan mengerti, karena kau tak merasakannya. Aku sangat mencintainya melebihi diriku sendiri.” Itu adalah kata-kata terakhir yang Younji dengar dari suara yang selalu membuatnya meleleh. Dan sekarang, semua suara itu hanya tinggal menjadi kenangan yang akan terus berputar-putar di benak dan telinga Younji seperti tape recorder yang dinyalakan berulang-ulang.

“Arayo, neo ttaemune.. Aku tau bagaimana mencintai… Saranghae, Onew..” Bisik Younji pada dirinya sendiri.

EPILOG

Hyoin terus memperhatikan Minho yang mendekat ke arahanya, Hyoin berhenti berteriak dan tak bergerak sama sekali. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa sangat tenang saat mendengar suara Minho. Hyoin mengulurkan tangannya yang memegang pisau dan mendekati Minho.

“Park Hyoin …”

Tiba-tiba saja sebuah suara menganggu pikiran Hyoin. Pisau yang ia genggam semakin ia eratkan ditangannya. Hyoin mendongak dan melihat sesuatu yang sangat indah tengah melayang bebas diudara.

“Akhirnya kau bisa melihatku, menyadari keberadaanku.” Onew terkekeh pelan.

“Setelah tidur panjangmu kali ini, kau tidak akan pernah mengalaminya lagi. Kau, sudah terbebas dari mimpi buruk ini. Dan jagalah aku tetap hidup dalam ingatanmu. Aku tak akan bisa menjagamu lagi, karena aku akan segera bergabung bersama oksigen yang kau hirup. Tapi aku tidak menyesalinya, karena mengetahui kau hidup dengan baik dan bahagia adalah segala-galanya bagiku.” Lanjut Onew.

Hyoin terus memandangi sesuatu yang tidak Minho ketahui tanpa berkedip.

“Hyoin-ah…” Minho meraih pundak Hyoin, memutar tubuhnya agar menatap Minho. Untuk sedetik Minho bisa melihat tatapan Hyoin yang sudah lama ia rindukan. Hyoin memejamkan matanya, kembali jatuh tertidur.

Onew tersenyum tipis, “Kelak kau tidak akan memiliki malaikat pelindung lagi setelah aku musnah, Choi Minho. Tapi aku yakin kau tidak akan membutuhkanku karena ada Hyoin yang akan menjadi malaikat pelindungmu. Jagalah dia dengan baik, Park Hyoin, gadis yang kucintai..”

Onew menyentuh kening Hyoin, sinar keperakan memancar di seluruh ruangan meskipun tak ada yang menyadarinya kecuali Onew. Onew baru saja memberikan kehidupannya untuk Hyoin, sebuah kehidupan baru.
”Aku telah merubah takdirmu Hyoin, jadi hiduplah dengan baik…”

Cahaya di tubuh Onew perlahan-lahan menghilang. Tubuhnya semakin memudar dan sebentar lagi tak akan kasat mata.

“Apa yang kau lakukan!? Tidak seharusnya kau melakukan ini!” Teriak Younji. Onew menoleh dan melihat Younji tiba-tiba saja ada disampingnya.

“Kau tidak akan mengerti karena kau tidak merasakannya. Aku sangat mencintainya melebihi diriku sendiri..” Onew tersenyum untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya ia benar-benar menghilang. Tak peduli bagaimanapun Younji berteriak memanggil namanya, Onew tak pernah menyahutnya, Onew tak lagi menampakka dirinya.

THE END

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

75 thoughts on “Guardian Angel

  1. HUAAAAAAAAAAAAAAA :'((
    SEDIIIIH! I’M CRYING NOW ><

    bagus sih hyoin akhir'y sembuh. dilamar minho jd mereka happy end. nah tp onew hiks😦 onew'y meninggal? uhuhuuu~

    bener2 cinta sejati nih!
    DAEBAK AUTHOR YOYOUNJI.. saia selalu suka ffmu ;D

  2. Aku kurang mudeng sm ceritanya hhe tp bagus kok, bahasa sm pilihan katanya jd bacanya jg enak.. Ditunggu karya selanjutnya author😀

  3. huaaaaaaa!!!!! onew rela berkorban emi org yg dia cintai !!!
    hiks… nangis dah …
    ya ampun bener2 terharu sma critanya …
    younji cinta ma onew, tpi onew cinta sma hyoin, hyoin cintanya sma minho dan minho juga cinta am hyo in ..
    saking cintanya onew sma hyoin dy rela .. berkorban .. hiks…. nice ff author !!!

  4. huwe…..ToT sad_sad_sad st0ry. Bner_bner dah bkin trharu_nangis+miris mnyayat ati *lebay dah* hikshiks 0new ku mlang skali kau. Ampun dah DAEBAK th0r !! ff_mu kren kren. trus bkin ff kren ya HWAITING !!

  5. DAEBAK!!!!!!!!!!!! ni salah satu FF paling DAEBAK yang pernah aku baca ^^B #4 THUMBS #

    KASIAN onew T^T #nangis dipojokkan bareng key#

  6. yaaa….
    daebak!!!!
    sedih banget baca nih ff
    awalnya aq ga ngerti dgn jln critanya*otakku aja yg konslet*
    tapi pas uda baca sepenuhnya daebak bener deh
    kasihan liat onew relainn dirinya utk gadis yg dia cintai

  7. Huaaaa~
    ini mengharukan banget TT.TT
    speechless, keren banget >.<
    suka sama cara penyampaian ceritanya
    daebak!😀

  8. Huwaaaaaa pengen nangis bca ini
    . Sedih bgt,huwaaa
    .
    Sedihnya , feelnya dpt bgt , wakt bc epilognya langsung sesek rasanya,huhuhu dtggu karya.2 lain.nya

  9. Aku baru aja mo baca ini di blognya eonn, eh pas aku buka’ blog ini, ni FF publish di sini,,

    Kasian Onew, tapi kasian Younji juga’,, sama-sama mendem perasaan,,
    Btw, penyakit sleeping beauty beneran ada ya?? Keren tuhh,, tapi jangan sampe’ ngalamin deh,,
    Nice FF eonn,😀

  10. O_O
    sleeping beauty syndrome?
    kirain itu judul film, tapi itu nama penyakit juga yah…
    ooooo~
    wah, outstanding! thornim pinter deh, hehe ^^d
    ceritanya sad, tapi happy ending :,)
    bacanya sambil dengerin Only Hopenya mandy moore…
    daebak!!
    hwaiting thor! ff yg lain ditunggu ya ^^

  11. .Aaaaaa….
    So saaaadd…
    keren! keren! keren!!
    .walaupun ga bgitu mdeng tp kereeeennn!!btuh knsentrasi tingkat tinggi ni ak,,
    eh, jd inget Ring Ding Dong….

  12. .Aaaaaa….
    So saaaadd…
    keren! keren! keren!!
    .walaupun ga bgitu mdeng tp kereeeennn!
    btuh knsentrasi tingkat tinggi ni ak,,
    eh, jd inget Ring Ding Dong….

  13. author..sedih bacanya😥 bagus baaangeet!!! aku suka, walaupun onew harus mati. tapi gak papalah, fanfic nya kereeeen baaaanget! ^^

  14. Tentang sleeping beauty juga ya..

    pernah denger sih tentang syndrom ini. Orang yang terkena syndromi ni bahkan bisa tidur sangat lama dan saat bangun akan kehilangan sebagian memorynya.

    Onew ya guardian Angelnya.Unyu ^^

  15. whaaa… Daebak ^^b
    tata bahasanya, pemilihan kata2nya, jalan ceritanya, alurnya keren…
    padahal alur maju-mundur itu susah lho. tapi author nya bisa bikin dgn baik, ga ngebingungin pula.
    Top dah !!
    tapi banyak ksalahan ketik lho… mending sblum dipublish, dibaca dulu biar ga ada salah2 ketik. hehehh, kan sayang bgt kalo gara2 salah2 ketik bisa ngilangin feel story nya😉
    overall , keren bgt.

    eh, sindrom sleeping beauty itu bener ada ya?

    1. iya, akhir-akhir ini emang rada males buat nge-cek ulang ==”
      makanya lagi mikir2 buat nyari beta reader
      hehe, iya untuk ff selanjutnya pasti bakal aku cek lagi dah =D

      en, sindrom nya emang ada~
      cewek barat umur 15 tahun ada yang kena tuh sindrom~

  16. huwaa! Ini Excelent banget!

    Dapet banget perasaannya, bahasanya sama sekali ngga membingungkan.
    So sweet lagi ceritanya :3 Unyuu ku! aa~

    FF eonie bagus-bagus ya! Aku menyatakan diri menjadi penggemarnya Yuyu eonie! Yeay!

    Keren abis, selalu bungkam deh untuk FF eonie ngga bisa berkata-kata.
    Buat yang banyak eonie!

  17. Author.. cerita na bagus bngt…
    aq suka bgt ma cerita na..
    andaikan aja klo msh bisa d terusin.. hehehe.. #maunya..

    sekali lgy, cerita na bagus bgt.. I like it..

  18. oh my,, aku ga nyangka critanya kaya gini..
    kok ONEW ga ada,, padahal di pengenalan cast.nya ada onew..

    tapi sediiiiihhh..
    onew…..ngapain juga kudu mati.huhuhu..
    keren chingu,, uda lama ga baca ff yang sedih kaya gini…

  19. annyeong, aku reader baru disini😀
    huwaaa~ keren bangeet>< minhonya keren onewnya keren ceritanya keren authornya jga pasti kerenXD
    awalnya gangerti tapi di epolig dijalsin jadi ngerti \(^o^)/
    sukaaaaaaa bangeeeeeeeet athooooor~ seruu, sediiih, kereen, sukaaa~

  20. Thor, endingnya ga disangka lho sama aku T_T
    Daebak banget!!🙂 lanjutkan thor,
    Oiya, kenalin aku reader baru disini🙂 Hasri imnida 14 y.o~
    Bangapseumnida ^^

  21. Aaaaa gilagila banget onewwww
    Onewnya baik sumpahhhhh
    Aisss onewwww:3:3:3:*:*
    minho juga baik bgttt
    Bertaun2 rela setia nungguin hyoin
    Tapi gila onew
    Rela ngasih hidupnya buat hyoin
    Daebak(Y)(Y)!!!
    Pertamanya ngira hyoin bakal mati
    Ternyata……gak ketebak
    Onewwww<3<3<3

  22. sangat suuuu— apaaaa???

    suuu…..

    suuuuuu…… *PLAKK! udehan ah ‘suuu’-nya!*

    SUUUUUUUUU…………………………………..KA😀

    mantep thorrr… aku fans kamuuu~ *tium tium author* hihi~~

  23. wah……(mgkn karena Onew bias aku, jdi menggebu2 gini komen-nya)….

    Hebat…..hebat…… sering2 cerita oneshoot gini yah…. apalgi klo tentang Onew….
    Mulanya g ngerti, tp biz baca 2 kali, lgs…OMOMOMOMOMOMOMOMO…..

    speecless…^^
    Gomawo bwt ceritax…(klo boleh request ceritanya tentang SHINee aj, tp fokusnya ama Leader mereka….hehehe……) GB ^^

  24. DAEBAK….

    sayang aku bcanya pas dikantor sih..coba pas malem2 and sendirian..aku pst bsa sampe nangis…minho yg tulus bngt cinta sama hyoin…and onew yg tak diduga2 malaikat itu juga cinta banget terlalu cinta malah sampe rela dirinya jadi oksigen…

    aku awalnya juga bingung sih…ko di cast ada onew py nama onew ga muncul…py aga tengah2 mulai nebak sih klau bisikan yg didenger younji itu onew walau tadinya smpet mikir itu minho…py tnyta bnr tebakan awal ku kalau tnyta itu onew…

    mau deh onew jdi malaikat pelindung ku dalam arti pelindung dalam keluarga ku a.k.a suami…kekeke ngayal bngt

  25. Keren, jadi ternyata punya 2 malaikat pelindung.
    Pengorbana Onew keren sekali, manly banget.
    MinHo juga keren, seperti pangeran.
    Pagi yang indah dan disambut dengan cerita yang indah.

  26. Keren
    Onew yang mengorbankan diri dengan car yang manly banget.
    MinHo yang berkarisma pangeran.
    Keren banget.
    Seperti baca fairy tale.
    Keren
    Motjo
    Cool

  27. Keren
    Onew yang mengorbankan diri dengan cara yang manly banget.
    MinHo yang berkarisma pangeran.
    Keren banget.
    Seperti baca fairy tale.
    Keren
    Motjo
    Cool

  28. d’awal2 ak krng ngerti,
    td ny ak kira suara2 yg ddgr younji it suara ny minho,
    tp pas dtngah2 crita, ak bru sdr klo onew gk muncul2, dst ak tw klo it onew..

    huwaaaa~
    kren bgt ni FF, kren bgt, ak gk tau mo blg ap lg pkoknya daebak dech..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s