Incomplete Marriagea

Incomplete Marriage – Part 1

Author : Yuyu

Main Cast :

  • Kim Jonghyun
  • Lee Hyunji

Support Cast :

  • Onew
  • Lee Taemin
  • Han Younji

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Family

Rating : PG 16

Warning : Bukan yaoi !!

INCOMPLETE MARRIAGE

“Menyingkirlah, Kim Jonghyun!” seseorang berteriak dihadapan namja yang ia sebut sebagai Kim Jonghyun sambil memegang tali tasnya dengan erat, takut kalau ia tidak memegang sesuatu tangannya akan mengepal dan melayang ke wajah namja yang ia anggap menyebalkan. Jonghyun menyeringai pelan, menikmati ekspresi yang ditampilkan oleh orang dihadapannya.

“Kenapa kau tidak bersikap baik padaku sekali saja, huh?” tanya Jonghyun dengan tawanya yang semakin membuat orang dihadapannya sebal.

“kau mau menyingkir dengan kakimu sendiri atau aku perlu membantumu menyingkir dari sana?” ancam orang itu. Jonghyun lagi-lagi terkekeh, ia menyingkir dari pintu kelas, memberi akses pada orang itu untuk masuk ke dalam dan melampiaskan kekesalannya, bukan karena ia takut dengan ancaman yang tidak berarti apa-apa baginya, hanya saja Jonghyun ingin membuat orang itu lebih kesal lagi nanti, tidak sekarang.

Jonghyun ikut masuk ke dalam, dan duduk di tempat duduknya—tepat dibelakang orang itu dan diam-diam mengamatinya.

Pria bertubuh mungil yang tingginya hanya 170 cm itu sibuk mengeluarkan buku-buku dari dalam tasnya tanpa mempedulikan tatapan Jonghyun yang serasa menusuk kulitnya.

Jonghyun selalu heran bagaimana bisa namja itu memiliki kulit yang putih mulus, serta rambut yang halus dan suara yang cukup tinggi. Meski ia memiliki sahabat yang juga memiliki suara tinggi, tapi namja yang ada di depannya terlihat berbeda, baginya, karena sepertinya tidak ada orang lain yang ambil pusing tentang fisik namja satu itu.

Banyak yeoja yang sibuk berebut perhatian dari namja itu, juga sibuk berebut perhatian Jonghyun tentunya.

Lee Hyunji, nama namja yang duduk di depan Jonghyun. Entah takdir apa yang mempertemukan mereka, mereka berada di kelas yang sama sejak kelas satu hingga tahun ketiga mereka di High School. Selama itu pula mereka berdua tidak pernah akur. Jonghyun selalu saja suka mengganggu Hyunji hingga membuatnya kesal, dan itu sangat menyenangkan bagi Jonghyun.

Jonghyun sendiri bukan tipe orang yang mudah bergaul, dia tidak suka didekati oleh orang asing. Dengan latar belakang keluarga serta wajah tampannya, tidak heran kalau dia sering gonta-ganti yeoja meski tidak ada satupun diantara yeoja iu yang pernah berstatus sebagai yeojachingunya.

Jonghyun mengeluarkan jari telunjuknya dan menyentuh pundak Hyunji.

Satu kali.

Dua kali.

Tiga kali.

Tidak ada respon baik dari Hyunji. Hyunji sebisa mungkin mencoba untuk mengabaikan segala tindak tanduk Jonghyun, seolah-olah tidak ada namja seperti dia dikelasnya—dibelakangnya.

“yaaaa, Lee Hyunji.” Panggil Jonghyun tanpa putus asa, kali ini menggunakan telapak tangannya untuk menggoyangkan tubuh Hyunji. Dalam hitungan detik Hyunji membalikkan tubuhnya, menatap Jonghyun dengan tatapan mautnya yang disambut dengan cengiran oleh Jonghyun.

“nanti kau mau ikut? Aku dan Onew diajak untuk berkumpul dengan siswi dari sekolah puteri.” Ajak Jonghyun dengan penuh harap.

“tidak, terimakasih.” Jawab Hyunji tegas, lalu kembali menghadap ke depan.

“wae? Kau selalu tidak mau ikut kalau aku mengajakmu kumpul-kumpul. Kau takut kalau para yeoja tidak akan memilihmu karena aku lebih tampan? Tenang saja, aku kusisakan untukmu.” Oceh Jonghyun tanpa henti.

“sudah kubilang tidak, kan? Aku harus bekerja sepulang sekolah.” Jawab Hyunji tanpa menoleh untuk menatap Jonghyun.

“shift-mu selesai jam 7 kan? Jadwalnya bisa kumundurkan kalau kau mau.” Bujuk Jonghyun.

“sekali lagi, tidak. Sehabis bekerja aku harus langsung pulang dan mengajari Taemin.”

“astaga, memangnya berapa umur Taemin? Dia itu sudah dewasa, dia tidak perlu lagi kau sebagai babysitter-nya.”

“aku ini kakaknya, melakukan hal-hal seperti itu sudah seharusnya kulakukan. Urgh, orang sepertimu tidak akan bisa mengerti. Berhentilah membuatku kesal.” Hyunji sedikit memutar badannya ke belakang.

“tapi kau juga butuh waktu pribadi untuk bersenang-senang, kau juga perlu—“ Jonghyun tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Hyunji menatapnya dengan tajam dan berkata, “aku tidak tertarik pada acara kumpul-kumpul kalian. Jadi jawabanku selamanya akan tetap sama, TIDAK, TERIMAKASIH.” Tegas Hyunji.

Jonghyun tidak ingin menyerah, ia tidak yakin setelah beratus-ratus kali ia mengajak Hyunji untuk ikut acara kumpul-kumpul bersamanya ia tetap saja tidak berhasil. Jonghyun membuka mulutnya, hendak membujuk Hyunji lagi, tapi Hwang Songsaenim masuk ke kelas dan memulai pelajaran.

***

Hyunji mendelik kesal.

Kim Jonghyun, kenapa kau suka sekali membuatku kesal, batin Hyunji sambil meremas kertas yang ada ditangannya hingga remuk.

Hyunji menatap Jonghyun dari kejauhan, sebisa mungkin tidak ingin Jonghyun melihatnya. Tapi ia tau itu pikiran yang bodoh. Jelas Jonghyun tau ia pasti ada di sini, bukankah itu sebabnya Jonghyun datang ke cafe tempatnya bekerja sambilan?

“Hyunnie-ya, apa yang kau lakukan? Cepat layani tamu itu. Mereka sudah menunggu dari tadi.” Panggil salah seorang teman kerja Hyunji.

“urgh, Younji-ya, tidak bisakah kau gantikan aku untuk melayani tamu itu?” tanya Hyunji sambil menunjuk ke arah tempat duduk Jonghyun dan rombongannya.

“kau tau kalau aku juga sedang sibuk, jadi jangan mengulur-ulur waktu dan cepat layani para tamu sebelum bos datang dan marah-marah. Aku tidak mau dimarahi lagi.” Younji memutar bola matanya sementara Hyunji mendesah pasrah.

Dengan langkah super berat, dipaksanya kedua kakinya untuk melangkah ke tempat Jonghyun berada. Jonghyun melihat Hyunji yang akhirnya menampakkan diri dan senyumnya merekah.

“mau pesan apa?” tanya Hyunji tanpa basa-basi. Pena ditangannya telah siap siaga menulis pesanan mereka hingga Hyunji bisa dengan cepat meninggalkan Jonghyun setelah mereka memesan.

“begini caramu melayani tamu? Tidak profesional sekali.” Ejek Jonghyun sambil tertawa kecil.

Beberapa yeoja disamping Jonghyun berbisik-bisik sambil melirik Hyunji yang wajahnya yang tidak bersahabat.

“oppa annyeong, kau mau bergabung bersama kami?” tawar salah seorang yeoja dengan suaranya yang centil.

“uh, oh. Tidak, terimakasih. Pesanannya?” tanya Hyunji lagi.

Jonghyun tidak mampu berkata-kata karena sibuk tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi Hyunji, jadinya, Onew yang mengambil alih dan memesan untuk mereka semua.

***

“Hyunnie-ya, hati-hati dijalan ya.” Younji menjulurkan kepalanya dari balik pintu cafe.

“kau yakin tidak ingin pulang sekarang?” Hyunji berdiri tepat di depan pintu sambil menatap wajah Younji lekat-lekat. Younji mengangguk yakin.

“ne, aku akan bantu-bantu bos membersihkan cafe. Aku akan pulang agak malam. Kau tau kan, aku tidak suka berada terlalu lama di rumah.” Jawab Younji. Hyunji masih terus menatap Hyunji tidak bergerak.

“araseo, kalau ada apa-apa langsung telpon aku.” Pinta Hyunji sambil mengacak rambut Younji yang disambut dengan senyuman. Hyunji berjalan menjauhi pintu cafe lalu menoleh ke belakang untuk melihat Younji terakhir kalinya sebelum ia benar-benar beranjak pulang.

“BOOOOOO!” suara teriakan dihadapannya membuat Hyunji terlonjak kaget. Ia kembali menoleh ke depan dan mendapati seorang namja berdiri dihadapannya sambil mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kepala dan berpura-pura menakuti Hyunji.

Hyunji memukul lengan namja itu dan meninggalkannya begitu saja tanpa berkata-kata.

“yaaaa, kau sangat membosankan.” Jonghyun mengikuti langkah demi langkah Hyunji. Hyunji membalikkan badannya dengan cepat, Jonghyun sedikit terkejut dan berhenti melangkah.

“sedang apa kau? Membuntutiku?” tanya Hyunji galak.

“aniya, aku sedang mengantarmu pulang.” Jonghyun tersenyum dengan wajah innocentnya yang semakin membuat Hyunji kesal.

Tidak ada gunanya berdebat dengan Jonghyun, pikir Hyunji yang kemudian melanjutkan langkahnya tanpa mempedulikan Jonghyun yang melebarkan langkahnya lalu berjalan sejajar dengan Hyunji.

“kau tau, tadi siang kau bersikap berlebihan. Para yeoja itu sangat tertarik padamu, tapi kau justru menolak mereka mentah-mentah. Kau pasti tidak tau berapa banyak namja yang akan rela melakukan apapun hanya untuk berbicara dengan mereka.” Cerocos Jonghyun.

“i don’t care…”

“tsk, seriously, are you gay?” tanya Jonghyun tanpa basa-basi sedikit pun. Lagi-lagi Hyunji berhenti melangkah dan menatap Jonghyun dengan tajam.

“jangan salahkan aku kalau aku berpikir seperti itu. Kau sendiri yang tidak pernah dekat-dekat dengan yeoja. Yah, kecuali si Younji itu, teman kerjamu.” Jonghyun kembali memasang wajah innocentnya.

“so what? Aku hanya bisa merasa nyaman di dekat Younji, and i don’t freaking care about those bitches.”

“uh-uh, jangan katakan padaku kalau kau menyukai Younji?” Jonghyun menatap Hyunji tidak percaya sementara Hyunji hanya bisa memutar bola matanya mendengar pertanyaan Jonghyun yang malas sekali untuk dijawabnya.

***

Jonghyun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur ukuran king size miliknya. Ia memandang langit-langit kamarnya sambil mengulang-ulang percakapan yang terjadi antara ia dan Hyunji beberapa waktu lalu.

Meski Hyunji tidak mau mengakuinya, tapi bagaimanapun mereka telah saling mengenal sejak tiga tahun lalu dan sejak itu pula mereka selalu bersama, meski keadaannya adalah Hyunji selalu dibuat kesal oleh Jonghyun. Tapi bagi Jonghyun, itu tidak hanya sekedar perkenalan selama tiga tahun.

Orang-orang mungkin mengenal dirinya sebagai seorang casanova yang ceria. Tapi itu hanyalah topengnya, ia tidak pernah benar-benar bisa menganggap orang-orang yang berada disekitarnya merupakan teman.

Teman, kata-kata itu sendiri terdengar sangat mengerikan bagi Jonghyun. Kalau saja ia tidak memiliki Onew di sisinya, ia tidak akan percaya pada kata ‘teman’. Dan sekarang, ia mulai menganggap Hyunji sebagai temannya meski Hyunji selalu menolak status yang diberikan Jonghyun untuknya.

Jonghyun tersenyum kecil pada dirinya sendiri mengingat setiap kata-kata dan gerak-gerik yang dilakukan oleh Hyunji. Lalu, kejadian itu ikut menggema dipikirannya.

Senyuman diwajahnya menghilang. Ia mengingat bagaimana Hyunji begitu perhatian pada Younji dan mengacak rambutnya. Tidak diragukan lagi, hubungan kedua orang itu—atau setidaknya perasaan mereka—tidak seperti teman biasa.

Jonghyun tidak pernah melihat Hyunji begitu perhatian pada siapapun, kecuali pada Taemin dan Younji. Hyunji bahkan tidak pernah memperhatikan Jonghyun, Onew bahkan dirinya sendiri.

Ia selalu memprioritaskan Taemin sebagai nomor satu, dan sepertinya Younji berada diurutan nomor dua dalam daftar prioritasnya, membuat Jonghyun sedikit kesal.

Dihembuskan nafasnya dengan kuat hingga melebur bersama udara disekitarnya, mencoba menghilangkan kekesalannya.

Jonghyun bangkit dengan cepat, memposisikan dirinya duduk diatas tempat tidur. Kedua tangannya meremas rambutnya dengan geram diikuti dengan erangan frustasi yang meluncur dari mulutnya.

“what the hell is wrong with me!?”

Jonghyun merasa dirinya menjadi aneh, ia merasa seperti sedang… cemburu…

Sesuatu yang tidak pernah ada dalam kamusnya, terlebih lagi ia cemburu untuk Hyunji… seorang namja.

“i’m not a gay…” bisiknya pelan, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Jonghyun menarik dan menghembuskan nafasnya berkali-kali, metode yang digunakannya untuk menenangkan pikirannya, tapi tidak berhasil. Di saat seperti ini, ia tau apa yang harus dilakukannya. Diraihnya hp yang diletakkan di meja disamping tempat tidurnya dan menelpon Onew.

“bisa temani aku ke club?” ajak Jonghyun begitu Onew mengangkat telponnya.

“uh, sekarang? Geure. Kita bertemu ditempat biasa.” Onew menyanggupi.

***

“Lee Taemin! Apa yang sedang kau lakukan?” Teriak Hyunji begitu melihat Taemin duduk di depan tv sambil mengunyah beberapa keping keripik kentang ditangan.

“uh, kau sudah pulang?” tanya Taemin cuek.

”yaaaaa! Jangan menonton terus, kau harus belajar.” Hyunji meraih remote tv dan mematikannya. Taemin dengan cepat merebut remote dan kembali menyalakan tv.

“berhentilah memperlakukanku seperti anak kecil. Aku sudah 17 tahun sekarang, dan aku tau apa yang harus kulakukan.” Cibir Taemin. Hyunji hanya bisa berkacak pinggang melihat tingkah Taemin yang semakin membangkang setiap harinya. Ia merindukan dongsaengnya yang manis dan penurut.

“aku tidak berubah, kalau itu yang kau pikirkan. Aku hanya tidak ingin kau selalu menganggapku seperti anak kecil dan terus-terusan menjagaku. Sekarang aku sudah dewasa dan akan bisa menjaga diriku dengan baik, aku bahkan juga bisa menjagamu.” Taemin menoleh dan membalas tatapan Hyunji seolah tau apa yang dipikirkannya.

“huh, kau bilang kau sudah dewasa sekarang? Tapi sepertinya kau lupa bagaimana caranya menerapkan sopan santun pada orang yang lebih tua. Sekarang kau tidak memanggil aku ‘hyung’ lagi?”

“kau tau aku tidak suka memanggilmu seperti itu, Lee Hyunji.”

Hyunji dan Taemin sama-sama terdiam, saling melancarkan tatapan maut mereka. Mereka berdua sangat keras kepala, tidak ada seorang pun yang mau mengalah.

“OMO~! Aku merasa sangat aneh dengan kata-kataku sendiri.” Taemin yang pertama kali menyerah dan menghentikan kontak mata mereka. Taemin menghempaskan dirinya diatas sofa sambil menutupi wajahnya, malu dengan apa yang baru saja dikatakannya tadi. Hyunji tersenyum, yakin bahwa adiknya sama sekali tidak bisa berubah. Hyunji menepuk pundak Taemin untuk menenangkannya.

“kau selamanya akan menjadi dongsaengku yang manis, araseo?”

”aaaaaaah~ kenapa aku tidak bisa menjadi sepertimu hyung? Kau sangat cool! Semua yeoja dikelasku selalu saja memuja kalian bertiga—Hyunji, Jonghyun & Onew.”

“tidak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain, jadilah dirimu sendiri.”

”tapi aku benci ketika orang-orang mengatakan bahwa aku imut dan manis, shireoyo.” Bibir Taemin mengerucut. Sejak kecil, orang-orang memang selalu mengira ia sebagai anak perempuan karena wajahnya yang sangat manis.

”tapi aku suka Lee Taemin yang manis dan innocent ini.” Hyunji memeluk Taemin, mengelus rambut jamurnya.

”aish, jinja hyung. Pokoknya aku harus berlatih lagi supaya aku bisa terlihat keren dan seperti namja.”

Hyunji terkekeh pelan. Tak lama kemudian, hp Hyunji berdering. Karena penasaran, Taemin mendekat dan melihat caller id yang tertera dilayar hp.

“Seojung noona?” sahut Taemin dan Hyunji berbarengan. Hyunji membersihkan kerongkongannya dengan gugup sebelum mengangkat telpon.

“Yeoboseyo noona?” sahut Seojung.

“aigooo, Hyunji-ya! Kau belum berubah juga?” tanya Seojung setengah geram.

“Noona pikir aku apa, bisa berubah wujud seperti power ranger?” ejek Hyunji.

“aissh, kita akan bahas masalah itu lain kali. Aku hanya ingin memberitaukan hal penting padamu. Neo, Lee Hyunji, akan segera menikah, arayo?” tegas Seojung.

Hyunji terdiam untuk mencerna kata-kata yang baru saja didengarnya. Ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. Tapi akal sehatnya meyakinkan bahwa apa yang ia dengar barusan tidak salah.

“ya, ya, ya! Jamkanman! Naega? Menikah? Noona, kau sedang bercandakan?”

“aniya, aku serius.” Hyunji dan Taemin bisa mendengar suara Seojung yang terdengar antusias. Hyunji menggeleng-geleng kepalanya, masih tidak cukup yakin.

“aku akan ke rumah kalian besok dan menjelaskan semuanya.”

”mwo? Geundae—“ kata-kata Hyunji terputus setelah Taemin merebut hpnya.

“araseo noona, kami akan menunggumu, bye!” dengan cepat Taemin memutuskan saluran telpon agar Hyunji tidak bisa protes lebih lanjut.

“YAAAAA, LEE TAEMIN!!! Micheoso????” teriak Hyunji.

“hyung, tenanglah dulu. Menikah adalah hal yang bagus, kenapa kau tidak mau menikah?” tanya Taemin berusaha meredam amarah Hyunji.

“aku tidak mau menikah, tidak sebelum aku yakin kau bisa hidup tanpaku! Dan lagi, Seojung noona tidak bisa memaksaku menikah begitu saja meski dia adalah wali kita. Lee Seojung-ssi, lihat saja besok kalau kau berani datang, akan kuhancurkan kau berkeping-keping! AAAAAAARGH!” Hyunji mengacak rambutnya sendiri dan beranjak masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Taemin.

“hyung! Pikirkan baik-baik, jangan buat Seojung noona mengalami kesulitan gara-gara sifat keras kepalamu itu!” teriak Taemin yang disambut dengan dentuman keras dari pintu kamar Hyunji yang tertutup.

***

Hyunji menatap ke sekelilingnya. Tidak ada tanda-tanda kehadiran Jonghyun disekitarnya. Sudah waktunya pulang sekolah dan Jonghyun langsung pulang begitu saja—tanpa menganggu Hyunji terlebih dahulu. Selama jam pelajaran berlangsung pun, Jonghyun sama sekali tidak bicara dengan Hyunji, seperti ada banyak hal yang sedang dipikirkannya.

“mencari Jonghyun?” tanya Onew mengangetkan Hyunji.

“ne? A—aniya..”

Onew memandang kursi Jonghyun yang sudah kosong sekarang, “ada sedikit masalah dirumahnya. Berharap saja bukan hal yang besar.” Sahut Onew tanpa mengalihkan pandangannya.

Onew menepuk pundak Hyunji, kemudian berlalu keluar dari kelas.

Bocah sepertinya bisa punya masalah juga? Pikir Hyunji.

Hari ini adalah hari off Hyunji, ia langsung melenggang pulang ke rumahnya dan mendapati sebuah mobil Porsche Carrera GT Red terparkir manis didepan pagar rumahnya. Ia tau siapa pemilik mobil Porsche itu, dengan cepat Hyunji berlari masuk, mendapati Taemin dan Seojung tengah asyik bercanda.

“noona, kau datang?” panggil Hyunji. Taemin dan Seojung berhenti berbicara untuk menatap Hyunji.

“aigooo! Aigooo! Hyunji-ya, apa yang kau lakukan pada dirimu sendiri? Sudah berapa lama kita tidak bertemu dan lihat dirimu sekarang? Seharusnya aku tidak pergi ke Paris dan meninggalkan kalian begitu saja.” Cerocos Seojung yang tidak tahan melihat penampilan Hyunji.

“noona, tentang pernikahan itu—“ Hyunji bermaksud menolak hal itu secepat mungkin sebelum Seojung bisa berbuat sesuatu yang aneh, tapi kata-katanya langsung dipotong oleh Seojung.

”kau tidak boleh menolaknya. Hyunji-ya, calon mertuamu itu adalah sahabat orangtuamu. Mereka sudah menyiapkan hal ini bahkan jauh sebelum kau lahir. Kau tidak ingin membuat mereka sedihkan?” Seojung memasang wajah memelas dengan harapan Hyunji akan segera luluh dan tidak memperpanjang masalah ini.

“andwae! Apapun alasannya aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak kukenal, apalagi perjodohan!” teriak Hyunji bersikeras.

Taemin melihat Seojung yang menghela nafas pasrah dan berusaha untuk membantu Seojung.

”benar apa kata Seo noona, itu adalah keinginan orangtua kita, apa kau tidak ingin melihat mereka bahagia, hyu—noona?” Taemin sudah terbiasa memanggil Hyunji dengan sebutan ‘hyung’, tapi begitu mendapat tatapan maut dari Seojung, Taemin dengan cepat mengubahnya menjadi ‘noona’.

“YAAAA, LEE TAEMIN PENGHIANAT !! Masuk ke kamarmu!” teriak Hyunji gusar. Taemin bergidik ngeri mendengar suara Hyunji dan memutuskan untuk mengikuti perintah Hyunji sebelum ia habis dipukuli.

Hyunji dan Seojung tetap diam bahkan setelah Taemin menghilang dibalik pintu kamarnya.

“Hyunji-ya, dengarkan aku. Kalau aku punya pilihan lain, aku pasti tidak akan membiarkan kau menikah semuda ini, tapi aku tidak punya pilihan—tidak juga kau. Beberapa hari yang lalu, keluarga Kim datang ke rumah dan bertemu dengan appa untuk membicarakan masalah pernikahan ini. Dan appa sudah setuju, kau pikir aku bisa bagaimana lagi?”

“halaboeji juga setuju? Omo! Omo! Omo!”

Seojung mengangguk sebagai jawaban. “Begini saja, nanti malam mereka mengundangmu untuk makan malam bersama mereka. Ada kemungkinan calon suamimu itu juga tidak menginginkan pernikahan ini, jadi kalian bisa terbebas dari pernikahan ini.”

“jinjja?” Hyunji memandang Seojung setengah tidak percaya. Tapi menurutnya, itu bukan ide yang buruk. Ia juga tau tidak ada jalan lain baginya jika halaboeji-nya sudah membuat keputusan.

Seojung tersenyum penuh kemenangan karena raut wajah Hyunji menyiratkan penyerahan. Seojung menarik tangan Hyunji dan menariknya masuk ke dalam kamarnya, “kajja! Aku harus mendandanimu sekarang.” Kata Seojung dengan berbinar-binar.

“Dandan? Shireoyo!” tolak Hyunji. Hyunji mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Seojung, tapi sia-sia.

“Shungmo (Bibi)!!!!” teriak Hyunji lagi. Kali ini Seojung berhenti menariknya, hanya untuk memberikan tatapan maut pada Hyunji.

“sudah kubilang jangan panggil aku Shungmo! Kau membuatku terlihat sangat tua. Dan, aku harus mendandanimu dengan ekstra atau kau akan membuat appa terkena serangan jantung karena melihat cucu perempuannya kini berubah menjadi namja!”

Hyunji menggerutu dibelakang punggung Seojung—adik dari appanya yang hanya terpaut 6 tahun dari Hyunji. Itulah sebabnya Seojung tidak suka jika para keponakannya memanggil ia Shungmo.

***

“aku pulang,” sahut Jonghyun pelan begitu ia sampai di rumah. Kedua orangtuanya—yang seharusnya berada dikantor—duduk di ruang keluarga dan menunggu kedatangan Jonghyun. Jonghyun menghampiri mereka, dilemparnya tas yang daritadi disandangnya di atas sofa sebelum ia menghempaskan dirinya sendiri. Sebuah desahan panjang terlontar dari mulutnya.

“mengenai pernikahan itu, aku—“ belum selesai Jonghyun berbicara, Nyonya Kim menyodorkan selembar foto pada Jonghyun. Jonghyun mengangkat sebelah alisnya dan menerima foto tersebut.

“sebelum kau membuat keputusan, ada baiknya kau melihat foto calon tunanganmu dulu.” Sahut Nyonya Kim.

“Lee Hyunji!?” Jonghyun menatap foto itu tidak percaya, foto orang yang sangat dikenalnya, Lee Hyunji.

“omo! Kau mengenalnya?” Nyonya Kim terlihat antusias.

“ne, aku mengenalnya. Tapi… kalian ingin aku menikah dengan namja?” tanya Jonghyun tidak percaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ani, meski penampilannya seperti itu, dia adalah seorang yeoja. Dia mulai berubah sejak kedua orangtuanya meninggalkan dalam kecelakaan 10 tahun lalu.” Jelas Tuan Kim.

Jonghyun berpikir keras, tidak menyangka kalau Lee Hyunji yang selama ini ia kenal, Lee Hyunji yang selama ini ia anggap sebagai namja, ternyata adalah seorang yeoja. Bahkan lebih dari itu, calon istrinya.

“jadi, apa keputusanmu?” tanya Tuan Kim dengan penuh wibawa.

“aku akan menerimanya.” Jonghyun menyeringai kecil, membayangkan bagaimana reaksi Hyunji nantinya saat rahasianya terbongkar. Tapi seringaiannya bertambah lebar ketika ia membayangkan rencana lain yang dirasanya akan jauh lebih mengasyikkan.

“tapi, tidak semudah itu, jjong. Kalau Hyunji menolak pernikahan ini, maka tidak akan ada pernikahan. Karena sejak awal kami memang tidak ingin pernikahan yang dipaksakan.” Jelas Tuan Kim, sedikit was-was kalau saja Hyunji menolak untuk menjadi menantunya.

“tenang saja, appa. Aku pasti akan membuat dia menerimanya.” Kepercayaan diri Jonghyun kembali meninggi.

Lee Hyunji, sudah cukup membuatnya gila belakangan ini karena dipikirnya ia adalah gay karena terus memikirkan Hyunji. Tapi, setelah tau Hyunji adalah yeoja, Jonghyun tidak ingin dan tidak bisa melepaskannya begitu saja. Ia ingin mencari tau, apa yang membuat Hyunji hingga menyamar menjadi namja, dan ia ingin agar Hyunji menjadi miliknya seorang.

TO BE CONTINUE . . .

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF



150 thoughts on “Incomplete Marriage – Part 1

  1. Ah….daebak……
    Ojong…ojong…knp penyakit jailmu tak pernah sembuh?hiks
    hyunji cew??aigoo…udah ketebak!
    Tp….knp tinggi bgt yak??170???aigoo…jong aja cm 176..
    Good job author…:)

  2. Annyeong *bow*
    saya new reader disini ^^

    sumpah saya suka banget sama cara nulis yuyu eonni🙂
    karakter tokohnya juga kuat, dan alur ceritanya juga menarik.

    Yuyu eonni jjang!!!

  3. Anyeong, aku reader baru. ceritanya keren banget. Sukses bikin aku suka sama jjong. jujur, asalnya aku ga suka jjong, tapi sekarang mulai suka.. hihihihih..🙂
    Eonni, makasih ffnya kerenn..

  4. huwaaaa….
    omo omo omo omo …..
    jadi??? hyunji itu yeoj????
    omo….
    Hehe, mian eon aku baru baca sekarang….. *bow*
    seperti biasa eonn, daebak!!!
    lanjuttt!!!!

  5. Wuihh, aku kira awalnya Hyunji tuh cewek, tapi pas diceritain cowok aku jadi kaget, tapi ternyata cewek, haha. Si Jjong ada-ada aja, jailnya kok minta ampun sih, dasar! Untung aja Hyunji beneran cewek, kalo gak si Jjong pasti frustasi kenapa bisa suka sama cowok, hihi. Nice FF~!!

  6. Aku reader bru nih thor , seru bgt cerita na , pngen lnjutin baca part na ampe end ,
    Aku bru tau im ini saat author sebut” d mba , hehehee
    Jd penasaraan , mski awal na bingung .. Heheheee
    Semangat lanjutin cerita na yahh thor ..

  7. awalnya smpat ngira ini FF yaoi. abis, si Hyunji kan namja. trus si taemin jg manggilnya hyung. tp, pas baca trus, trnyta si Hyunji itu yeoja! wkwk author jago bnget nyusun kata2! jempol deh buat author^^ (y)

  8. Gara-gara namanya Hyunji, aku kira dia cewek, tapi di penjelasannya ternyata dia cowok. Eh, di akhirnya ternyata cewek lagi. Hadeeh, kepala saya muter 180 derajat jadinya *lebeh😀

    Yak, apakah yang akan terjadi pada Hyunji? Kita lihat di part selanjutnyaa~ >>>>>>

  9. Baru baca sekarang xD
    Dilihat dari kata “warning” di awal, udah langsung bisa kutebak kalo Lee Hyunji itu pasti bukan cowok. Ciri-ciri dan caranya bicara kayaknya terlalu maksa kalo dia jadi seorang cowok. Dan ternyata aku benar!! #bangga

    Lanjut baca~

  10. Ehm ehm sebelumnya salam kenal..
    Annyeong rie imnida, readers baru..
    Awalnya nemu ff ini waktu searching di kakek kita tercinta *mbah google*..
    Pas baca bagian awal langsung keinget sama Hana Kimi, tapi ternyata beda jauh u,u..hahha
    suka banget sama karakternya Jjong disini..jail jail minta ditabok..ahaha
    okee lanjut ke part berikutnya

  11. Kereeeen >_< aku awalnya takut kalo ini yaoi. Eh untungnya gak, hyunji itu cewek. Abis taemin bilang hyung ke dy. Trus dy manggil soojung noona. Hehee.. Good job eonnie~ aku suka. Dan akan baca lanjutannya..

  12. waaahhhh bener deh tebakan ku dari awal Hyunji itu yeoja yang pura2 jd namja. hmm …. kira2 cara apa ya yg bakal di pke Jonghyun agar Hyunji menerima perjodohan ini????

    next chap —->>>>

  13. “so what? Aku hanya bisa merasa nyaman di
    dekat Younji, and i don’t freaking care about
    those bitches.” Wkwkwkwkwkwk~ sumpah awalnya gue pikir “Namja” Lee Hyunji ternyata Yeoja…..Astajong bener bgt kata temen gue. kalau mirip ama karakter gue si cewek.

    Buat admin saran dikit ya
    penggunaan kata depan di tulis huruf kapital
    Kata asing cetak miring ya admin

    Overall aku suka bgt ama Epep ini. apalagi Jjong

    Aiseteru

  14. what? lee heunji yeoja? omooo padahal udah hampir ga mood baca ff ini karena ku kira kisah namja2 gay. ternyata aku salah
    .. hahaha daebak thor!

  15. Haha..gak yakin Jonghyun bisa dengan mudah membuat Hyunji menerima pernikahan itu,ditambah lagi sifatnya Jjong yang menyebalkan.😀😛

  16. Comment first before full reading~ ^^

    Sempat shock karena dialog” awalnya agak menjurus ke homo-an gitu.
    Eh tp aku berfikir barusan aku baca genre nya ga ada nyebut”in yg berbau” gitu kok, n…. ternyata memang benar! Terdapat warning pula yg menyebutkan ff ini bukan YAOI!!
    So, aku berfikir u/ kembali membacanya lg deh hihihi

  17. Annyeong.. Aq reader baru disini…
    Kekeke, ngeri bnget klw memang bnr HyunJi cwok dn Jong Hyun ska ma dy.. Tpi untng’y Hyun Ji cwe..😀

  18. DAEBAAAKKK!
    Awalnya bingung sih, katanya bukan yaoi, kok lama2 jadinya kayak yaoi o.O
    Ternyata eeh ternyata, si hyunji itu yeoja xD
    Bener2 ga nyangka😉 heheh

  19. Aigooo~ kayak nya menarik nihh.. Tebakan ku betul pasti hyunji tu cewek.nama ja udah cewek banget..
    Jadi pensaran nihh ama si jahil jjong,. Lanjut dulu ya authorr😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s