Because Of Dream [2.2]

Author : Shinbidechuw

Title : Because of dream

Length : twoshoot

Genre : romance, humor(gatot)

Rating : PG + 17

Cast : Choi Minho (SHINee), Kim HyeSoo, Daniel Chae (Drama Dalmatian Vokal)

Support Cast : Onew (SHINee)

Nb : hehe ini terinspirasi dari mimpiku semalem, gila aja lagi galau-galaunya mau ujian sekolah Fisika sempet-sempetnya mimpi aneh kayak gini. Tapi karena itu juga, fanfic ini ada. Kakakaka. Ya udah jangat banyak bacot lagi, happy reading!!

Seperti biasa setiap pagi aku selalu menyiapkan sarapan dan capuccino panas untuk suamiku. Hmm~ tidak terasa sudah 2 minggu kami menikah. Aku sangat menikmati masa-masa menjadi istri dari seorang Choi minho. Seorang namja tampan dan tajir. Bukan, bukan karena tajir aku mau menikah dengannya. Tapi karena kami memang saling mencintai. Dan itu sudah terbukti dari usahanya mencari izin menikahiku dari orang tuanya dan juga orang tuaku yang terkenal kolot soal anak perempuannya ini. Bahagianya aku karena tepat setelah acara pernikahan selesai kami mendapatkan hadiah pernikahan yang sangat luar biasa. Sebuah rumah lengkap dengan perabotan yang letaknya hanya berjarak 1 km dari kantor Minho. Rumah yang berdesain minimalis yang didominasi dengan warna putih dan hitam. Warna favorit kami berdua. Dan semua kenangan yang teringat tadi terhenti karena ada seseorang yang sudah melingkarkan tangannya ke pinggangku.

“Morning jagi” katanya sambil menenggelamkan kepalanya di pundakku. Aku tersenyum dan mengacak lembut rambutnya. “ya, ada apa dengan mukamu pagi ini? Kenapa kacau sekali?” tanyaku yang keheranan melihatnya yang kusut pagi ini.

“ya, kau tahu? Aku mimpi buruk semalam” aku mengerutkan alisku bingung. Suamiku ini jarang sekali bermimpi saat tidur. “aneh memang, tapi aku bermimpi kau sedang dibawa kabur oleh seekor orang hutan ganas yang siap menerkamku kapan saja” lanjutnya. Hmmpf, aku menahan tawaku yang hampir saja meledak. Aku kira mimpi apa, ternyata malah orang hutan. Kkekkekekeke.

“Ya, kau menertawakanku? Aku ketakutan kehilanganmu semalam dan sekarang kau malah mengejekku” katanya sambil mengeratkan pelukannya. Aku sudah tidak bisa menahan tawaku kali ini. Aku membalikkan tubuhku dan menatapnya.

“keke, jagi kau hanya bermimpi, lagi pula mana ada orang hutan di tempat kita? Jarang sekali ada orang hutan di korea, paling banyak itu di negara tropis, sudah sekarang cepat mandi dan sarapan, kau sudah bau” kataku dengan tangan kiri memegang hidung dan tangan kananku mendorongnya masuk kekamar mandi sebelah dapur. Sebenarnya dikamar kami juga ada kamar mandi. Tapi karena posisi kami masih ada didapur, so aku jorokin aja minho ke kamar mandi yang paling deket. Kekekekeke.

Selesai mandi minho langsung menghabiskan sarapannya dan duduk di halaman belakan sambil sesekali menyeruput (?) capuccino kesukannya. Kulihat sekarang sudah jam 8 pagi. Aku menghampirinya perlahan. “ya! Kau tidak kekantor? Sekarang sudah masuk jam kerja!” kataku sambil menyodorkan jam tanganku padanya.

“aish, jagi, aku sedang malas bekerja. Kau tahu mimpi semalam telah sukses membuat moodku down” katanya dengan frustasi.

“jangan kira karena kau adalah direktur dan pemilik saham terbesar jadi seenaknya saja tidak masuk kerja tuan choi, kau sudah diberi cuti oleh abeonim 1 minggu dan sekarang malah pengen bolos kerja? Tidak akan kubiarkan” kataku cepat sambil menariknya menuju kamar. “aku sudah menyiapkan baju untukmu” lanjutku yang sekarang sedang sibuk memilihkan dasi yang pas untuknya.

“jagi…”

“hmm”

“aku masih kepikiran mimpi semalam, kira-kira apa yang akan terjadi? Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini?”

“aigo, sejak kapan kau jadi paranoid karena mimpi seperti ini? Itu hanya bunga tidur yeobo, sudah sekarang..cha..julbal~!” kataku menirukan gayanya jika dia akan berangkat kerja. Kulihat dia mulai tersenyum, minho segera berbalik menuju ke mobil. Tapi sesaat kemudian berhenti dan menatapku kesal, astaga cepat sekali moodnya berubah.

“w..wae? Ada yang ketinggalan” jawabku gugup karena melihat tatapannya yang tidak biasa.

“kau melupakan sesuatu”

“apa?”

“morning kiss”

(-.-”) aigo, aku kira apa. Kuhampiri dia dan mengecupnya sekilas dan melepaskan bibirku. Tapi belum sempat terlepas dia malah melingkarkan tangannya erat kepingganku membuat ciuman kami semakin dalam.

“Emmph, minho-ya sekarang sudah siang!” kataku disela-sela ciumannya. Akhirnya dia melepaskan juga. Aku masih berusaha mengatur nafasku. Dia malah mengerling jahil. Dasar.

Aish, bosan sekali hari ini. Inilah resikonya menjadi istri seorang direktur. Tidak boleh kerja terlalu keras. Sebenarnya minho tidak seperti orang tuanya yang mengharuskan istri harus menjadi ibu rumah tangga yang baik. Dia tahu aku akan mati bosan dirumah. Dan sebagai gantinya, dia memberiku ijin untuk menjalankan bisnis on-line.. bisa dibilang seperti net-shop. Aku dan bawahanku lainnya bekerja

dengan cara mempromosikan bisnis jual beli on-line baju dari butik-butik terkenal dan memiliki cabang terbesar di seoul. Meskipun hanya kerja dihadapan laptop tapi hal itu juga sangat menguras otak dan pikiran. Aku harus mengendalikan nilai tukar barang dan kurs mata uang yang berpengaruh pada harga barang tiap harinya. Belum lagi laba minim yang harus terus kami perhitungkan agar tidak rugi. Meskipun aku mempunyai tenaga ahli dibidangnya tetap saja aku harus memantau semuanya dan itu sangat melelahkan.

Kulihat jam sudah menunjukkan 14.00 KST. Kuputuskan untuk istirahat sebentar sambil makan, kebetulan hari ini aku tidak ke kantorku karena aku memiliki bawahan yang sangat bisa dipercaya. Mereka biasanya akan menelponku bila ada masalah tapi jika keadaan tenang aku kan mengontrol mereka hanya lewat internet, dan itu sangat mudah kulakukan dirumah. Kekekeke.

Ah, iya, aku lupa jika hari ini akan ada siaran tentang fan meeting dan fan signing Dalmatian yang diadakan di kota kecilku ini. Chang woon city. Aku sangat suka dengan boy band baru ini. Meskipun mereka baru saja debut tapi wajah mereka sudah tidak asing lagi didepan publik. Kya!! >.<” aku sangat menantikan hari ini apalagi Daniel Chae atau biasa dipanggil dengan stage name Drama. Astaga, aku benar-benar luluh dibuatnya. Aku harus nonton konser mereka 5 hari lagi. Dan hebohnya lagi, kudengar mereka ber 6 akan liburan di kota kami yang terkenal karena udara bersih dan pemandangannya yang indah. Kya!! >.<” aku berharap bisa bertemu dengan mereka disini.

“Yeobo” kataku sambil mendekatkan dudukku disebelahnya. “Mwo? Kenapa jadi genit begini? Pasti ada maunya, nah sekarang ada apa my lovely yeobo?” katanya sambil mengalihkan perhatiannya dari laptop dan beralih memelukku dari samping. Hehe, dia selalu saja tahu apa yang aku pikirkan. “kau tahu Dalmatian?” Minho mengerutkan keningnya bingung. “Hmm, kalau tidak salah itu nama salah satu jenis anjing kan? Aku suka melihat filmnya, lucu” katanya panjang lebar. Aku menghela nafas. Huft, -.-” “bukan itu yeobo, itu boy band baru yang sedang naik daun” kataku sambil mengedip-ngedikpkan mataku. Tatapan minho selanjutnya seperti tersadar akan sesuatu. “waeyo? Kau mau minta tanda tangan mereka? Tenang saja, besok aku akan menyuruh onew hyung untuk mendapatkan tanda tangan mereka” katanya datar dan santai. Huft, memang mudah bagi minho untuk mendapatkan segalanya. Tapi bukan itu yang aku inginkan. Kalau yang meminta orang lain sih sama aja bo’ong. Feelnya gak dapet.

“aigo, ani~ aku pengen nonton konsernya yeobo, kita nonton yah? Kan mereka mau konser di Chang Woon. Ini kesempatan langka yeobo. Lagi pula konsernya masih 5 hari lagi. Aku akan minta See Ra untuk mencari tiket VIPnya untuk kita, yah..yah mau yah” kataku sambil mengeluarkan jurus puppy eyesku. Kulihat minho menghela nafas kemudian menatapku lembut. “as you wish yeobo” katanya sambil mengeluarkan senyum kharismanya. Ah, ini dia yang membuatku jatuh cinta padanya, selalu bisa membuatku luluh dengan senyumnya. Aku tertawa girang dan mengecupnya sekilas. “Gomawo yeobo~”.

Minho POV.

Apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa membahagiakan istriku. Karena senyumnya adalah senyumku. Karena bahagianya adalah bahagiaku. Karena hidupnya adalah hidupku. Aku sangat mencintainya. Melihatnya bermanja seperti itu sangat membuatku gemas dan tidak bisa menolaknya. Dialah satu-satunya wanita yang bisa merubah hidupku. Padahal dulu aku adalah anak pembangkang yang sama sekali tidak tertarik pada pekerjaan appa. Bahkan terkenal dengan sifat play boy yang sudah tingkat akut. Tapi kenyataannya? aku memang tidak bisa mengelak untuk tetap mencintainya. Satu-satunya orang yang bisa mencuri seluruh hatiku. Kim hye soo. (Gombal mode on/plakk) Tapi yang mengganjal pikiranku saat ini bukanlah hal itu. Entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu setelah ini. Aku bersikap seperti ini karena memang instingku sangat kuat. Hmm, mungkin ini karena pengaruh feel preman kampus dulu, hahaha. Kembali aku teringat mimpiku semalam, sekali ingat, ingin rasanya aku menyembelih orang hutan yang sudah seenaknya menculik istriku. Ukh, tatapannya benar-benar mengerikan. Untung itu hanya mimpi. Huft,

TING TONG

Hmm~ siapa yang bertamu malam-malam begini? hye soo sedang ada didapur menyiapkan makan malam. Tapi aku malas berjalan kearah pintu. Hehhhh. “yeobo! Bisakah kau membuka pintunya? Aku masih memotong sayur” teriaknya dari arah dapur. Hhh. Kuhembuskan nafasku pelan dan beranjak ke arah pintu. Kulihat di interkom depan pintu sebelum aku membukanya. Kupencet tombol untuk berbicara. “ne, nuguseyeo?” kataku. Kulihat dilayar interkom ada seseorang yang menutupi seluruh tubuh bagian atasnya dengan hoodie yang dia pakai . Siapa orang ini? Kenapa mencurigakan sekali? “oh, mianhae ahjussi. Bolehkah aku menginap dirumahmu? Aku sedang tersesat dan lupa tidak membawa hape serta dompetku untuk menyewa losmen atau hotel” katanya. Dilihat dari suaranya pasti seorang namja. Karena aku iba maka aku memutuskan untuk membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk. Dia kusuruh duduk di ruang tamu dan segera kuhampiri hye soo didapur. “jagi, ada orang ingin menginap” hye soo terlihat mengerutkan keningnya heran. “dia tersesat dan tidak membawa hape juga dompetnya, gimana boleh nggak?” lanjutku. “nugu?” tanyanya. Aku hanya menggeleng tidak tahu karena aku sendiri belum sempat menanyakan namanya. “hmm, kau ajak dia ngobrol dulu, aku akan buatkan dia minuman hangat dan setelah itu kita makan bersama” katanya lagi sambil sesekali melongok keluar mencoba mengintip tamu tak diundang itu. Meskipun aku yakin hye soo tidak akan bisa melihat karena letak dapur kami yang jauh dibelakang.

Hye Soo POV

Siapa? Kenapa mendadak ada tamu begini? Untung saja aku sudah masak, sangat memalukan jika aku tidak memberi makan tamuku. Setelah menyiapkan makanan di meja dan meletakkan tiga piring diatasnya aku mulai membuat teh ginseng untuk penghangat badan. Kuhampiri ruang tamu dan terlihat minho sedang berbincang dengan tamuku. Aku tidak bisa melihatnya karena dia membelakangiku dan masih tetap menggunakan hoodie “Ah, yeobo ini tamu kita, namanya Daniel, aneh memang awalnya aku juga tanya soal namanya yang asing, tapi ternyata itu adalah…” kata-kata minho terhenti saat melihatku yang terkejut melihat tamu istimewaku saat ini. Yah, dia Drama. Personel dalmatian yang sangat aku idolakan. “wa..waeyo jagi” kata minho heran dengan ekspresiku.

“omo..aku tidak bermimpi kan? Kau Daniel Chae? DRAMA-Dalmatian Vokal?!?” teriakku sambil berusaha menahan emosiku yang membludak karena terlalu senang. Kulihat dia panik dan hanya mengangguk sambil memberikan senyum datar.

“KYAAA!!!!! >.<” aku langsung berlari memeluknya dan loncat-loncat gaje. Akh, akhirnya doaku dikabulkan juga. Ternyata tuhan sangat menyayangiku. Baru saja tadi sore aku berharap ingin bertemu dengannya dan malam ini aku sudah melihatnya didepan mataku sendiri dan, oh ya tuhan aku baru sadar bahwa aku sekarang memeluknya. Kyaaaa! “Ya! YA! Yeobo kau ini kenapa? Suamimu itu aku, kenapa malah memeluknya?!?” Minho berteriak disampingku tapi tidak kuhiraukan aku malah sibuk senyam senyum sambil terus memandangi wajah idolaku yang sangan tampan ini. Drama, Daniel. Aduh, aku melting.

“aigo, aku seperti mimpi saja dapat bertemu denganmu Daniel-ssi” aku berbicara dengan cepat saat gugup. Maklum ketemu artis. Kakakakak. Kulihat minho malah cemberut dipojokan sofa. Oh ya tuhan aku melupakan suamiku. “ah, mainhae yeobo, aku terlewat senang ketemu idola pujaanku. Kau sudah tau kan aku ngefan berat sama Dalmatian” kataku sambil menggamit tangan minho berusaha agar dia tidak ngambek lagi padaku. Kakakak. Suamiku ini manis sekali jika cemburu. “ya, tapi bisakah kau tidak memeluknya? di depanku pula!” lanjutnya sambil tetap memasang wajah bete. “mianhae minho-ssi, aku…”Daniel mencoba berbicara mengenai hal tadi. Tapi belum sempat dia selesai sudah kupotong duluan. “ani, kau tidak salah Daniel-ssi, aku yang memelukmu karena terlalu senang, mianhae” kataku cepat. Daniel hanya tersenyum sedangkan minho? “yah, terus saja bela idolamu itu” katanya sambil manyun. Aduh aku ingin menciummu saja suamiku tercinta. Tapi kutahan karena ada Daniel didepan kami. “ah iya bagaimana kalu kita makan sambil ngobrol tentang..yah..tentang kenapa kau bisa sampai tersesat didaerah kami?” kataku menengahi keadaan. Daniel mengangguk setuju, atau mungkin karena dia kelaparan? Ah entahlah aku sendiri juga tidak tahu. Dan minho malah memasang death glarenya pada Daniel yang tidak bersalah. Seketika itu juga aku mencubit pinggangnya agar menghentikan aksi menjijikkannya itu.

“jadi kau tersesat karena dikejar fans dan tidak tahu jalan kembali ke hotel?” tanyaku padanya. Dia hanya mengangguk karena masih mengunyah kimchi dan bibimbap yang kuhidangkan. Kulihat dia nafsu sekali makan malamnya. Minho hanya menggeleng melihat cara makan drama. Minho mendekat kearahku dan berbisik “tidak kusangka seorang idola cara makannya buruk juga”. Kekekeke. Aku menahan tawaku dan sekali lagi kucubit pinggang suamiku yang jahil ini. Dia terlihat mengaduh kesakitan. “ya namanya juga lapar, idola kan juga manusia” balasku berbisik kearahnya sambil mengusap-usap daerah dimana aku mencubitnya tadi. Tetap saja aku tidak tega pada minho. Haha mianhae jagi.

“Daniel-ssi, kau tahu istriku ini sangat ngefan denganmu. Tadi sore saja dia merayuku agar bisa nonton konsermu lima hari lagi” kata minho, aku hanya tersenyum menanggapinya, yah setidaknya dia tidak cemburu lagi sekarang. Daniel tampak berbinar-binar mendengar ucapan minho.

“jeongmalyeo? Aigo kamsahamnida” kata Daniel. Minho mengangguk “maka dari itu jangan terlalu dekat dengan istriku, aku cemburu tahu, arraseo!” minho berkata dengan PDnya. Aku membelalakkan mataku mendengar ucapannya barusan. Seketika itu juga kudaratkan jitakanku mulus dikepalanya. “ya! Kenapa kau bilang seperti itu, dia tamu kita! Kau yang bilang sendiri padaku bahwa tamu itu raja, sekarang kau malah seenaknya sendiri terhadap tamu kita” kataku marah. Minho hanya mengusap kepalanya sambil mengaduh kesakitan. “Mianhae Daniel-ssi, suamiku sedang cemburu tingkat akut, makannya jadi out of mind gini, dasi hanbon mianhae” kataku sambil membunggkuk minta maaf. “ani, hye soo-ssi, aku yang salah karena merepotkan kalian berdua, tapi tenang saja minho-ssi kau bisa percaya padaku” katanya sambil menatap minho mantap. Minho balas mentapnya mantap, mereka terus melakukan adegan itu lama tanpa bicara dan berkedip sekalipun. Malas menunggu mereka selesai bertatapan, aku putuskan untuk membereskan meja makan dan menyiapkan kamar untuk Daniel. Kulihat minho mengajak Daniel untuk duduk dibalkon belakang. Aku segera membuatkan dua cup capuccino karena aku tahu minho sangat nyaman jika duduk dibalkon belakang sambil menyesap capuccino favoritnya.

“aku cemburu” kata minho yang sekarang sedang memelukku diatas kasur. Saai ini aku sedang memakai masker, jadi susah untuk berbicara. “wae? Ken sudeh kebeleng diae ite idoleku” jawabku sambil tertahan karena masker yang kupakai. Minho semakin mengeratkan pelukannya di pinggangku. “iya, tapi kau itu malah terus memperhatikannya dari pada aku, aku kan cemburu. Huft, aku sudah merasa akan ada sesuatu yang tidak enak dari pagi tadi, apa mimpiku semalam adalah pertanda datangnya Daniel dirumah? Heh, enak saja tidak akan kubiarkan Daniel si orang hutan itu menculikmu yeobo” cerocosnya panjang lebar. Aku terkekeh pelan mendengarnya dan tetap menahan maskerku. Setelah cukup lama maka kuputuskan melepas dan membasuh mukakau dengan air hangat. Rasanya benar-benar nyaman.

Aku kembali ke kasur. Kulihat minho sedang melamun menghadap ke atap dan kedua tangannya diletakkan di bawah kepalanya. “ya, apa yang sedang kau pikirkan?” tanyaku sambil meletakkan kepalaku dilengannya. Minho meluruskan tangannya agar aku lebih nyaman dan dia merubah posisi miring mengahadap kearahku. Diam, minho sama sekali tidak menjawab pertanyaanku dan tetap menatapku dalam. Aku balik menatapnya, mencari sesuatu apa yang sedang dipikirkannya.

“aku mencintaimu” kata minho tiba-tiba, aku menghela nafas lega kemudian menatapnya. “nado, tapi kau ini seperti orang frustasi saja, apa masih karena Daniel? Sudah kubilang aku hanya mencintaimu, dan dia idolaku, tamu kita yang kebetulan sedang kesasar, dan beruntungnya aku karena aku adalah fansnya, masa begitu saja sampai membuatmu cemburu tingkat akut seperti ini?” kataku sambil mengelus pipinya. Seperti yang dia lakuakan padaku jika aku sedang ngambek. “haah~ aku masih tidak percaya, masak aku tanya dimana hotel mereka menginap dia tidak tahu, tanya nomer hape manager juga tidak tahu, nomer member yang lain tidak ingat dan lebih parahnya lagi dia itu tidak bisa menghafal nomor hapenya sendiri! Terus bagaimana aku membantunya kembali pada grupnya itu? Masak aku harus memberi tahu natizen bahwa ada seorang artis nyasar kerumahku karena tidak ingat nomor hapenya sendiri?!?” kata minho meluap-luap. Aku tertawa melihatnya seperti itu. “sudahlah, besok kita suruh onew oppa yang menghubungi manager Dalmatian, dia kan tahu segala hal, koneksinya banyak, baru setelah itu kita pikirkan apa selanjutnya” aku berusaha memperbaiki mood suamiku yang sedang tidak baik ini. Minho menatapku dalam dan datar. Kan? Sudah kubilang, repot sekali memiliki nampyeon yang cepat sekali moodnya berubah-ubah. “wae?” kataku menatapnya heran. “kau harus membuat moodku kembali baik, sebagai hukuman karena kau sudah memeluk namja lain didepanku” aku terkekeh kecil. “hemm~ apa yang harus kulakukan?” tanyaku kembali. Dia menyeringai kecil lalu berguling menghimpit badanku dan tersenyum jahil kemudian berkata “malayaniku” bisiknya tepat ditelingaku. Aku membelalakkan mata kaget. “Mwo?!? kau tidak ingat dirumah ada tamu? Kalau Daniel mendengar bagaimana?” kataku sambil terus tanganku menahan badannya yang semakin menekan tubuhku. “aku tidak peduli, sudah cukup aku kepanasan melihatmu selalu tersenyum manis jika melihatnya” katanya cuek. Aku semakin panik, bukan karena minho. Tapi jika Daniel mendengar suara aneh dari kamar kami, aku akan sangat malu. “ya! Yeobo, kau ini, eemmph, ingat diluar masi ada tamu, ini namanya pemaksaan, oh tidak ini sama saja dengan eemmphh…pemerkosaan” kataku semakin bingung dan gelagapan karena minho sudah mulai mendaratkan bibirnya di seluruh wajahku dan kemudian menyeringai sambil menatapku. “biar saja, tidak masalah bukan jika memperkosa istriku sendiri, lagi pula apa kau tidak ingat bahwa kamar kita memiliki pengedap suara?” kata minho yang sudah menyadarkanku. Aku menghela nafas lega. Saking gugupnya hingga aku melupakan hal itu. “ah iya aku lupa” jawabku sambil memegang leher minho. Dia menyeringai.

“so, should we?” tanya minho yang telah berhasil membuat pipiku memblushing. Aish namja satu ini selalu saja membuat jantungku tidak karuan. “hemm” jawabku singkat. Minho mendekatkan wajahnya padaku. Seketika aku menutup mataku. Siap menerima perlakuan minho malam ini. Setelah lama menunggu aku malah merasa nafas di telingaku dan mendengar suaranya. “kau yang harus memulainya” desah minho ditelingaku. “MWO?!!” teriakku seketika tersadar. “nde, ini hukuman karena kau sudah memeluknya didepanku” katanya cuek. Tapi aku tidak biasa memulainya, aku selalu membiarkan minho yang menyentuhku pertama. Tapi kalau harus aku duluan rasanya aneh. “ha…hajiman” jawabku gugup. Minho menarik leherku dan mengecupku sekilas. “lakukan apa yang ingin kau lakukan. Sama seperti biasanya, kau hanya gugup jagi” katanya lagi yang sangat sukses membuat wajahku mendidih. Aku mendekatkan tanganku ke lehernya dan mendekatkan wajahku, tapi belum sempat aku menciumnya kuurungkan kembali niatku. Aku sangat malu. Memulainya saja sudah membuatku panas singin, ditambah lagi melihat absnya yang membuatku tergoda, tanganku sampai mati rasa saja rasanya. “KYAA!!!” aku berteriak karena minho tiba-tiba saja menarikku dan menghimpit tubuhku. Aku menatapnya heran, katanya tadi aku yang disuruh memulai, kenapa sekarang malah dia yang menyerang? “kau kelamaan jagi, aku sudah tidak tahan” katanya kemudian yang langsung menyerbu bibirku.

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt—–sensor yah, jangan ganggu dua sejoli diatas, ntar minho marah lagi, kekekekeke.

SKIP-SKIP-SKIP

“MWO?!?” kudengar Minho berteriak dengan telephone yang masih menempel ditelinganya. Kulihat Daniel memegang dadanya karena kaget. Akupun seperti itu, tapi hanya menatap minho datar karena sudah biasa melihatnya berteriak-teriak dengan semua bawahannya. Daniel memandangku seraya berkata -kenapa suamimu?- dan aku hanya menghendikkan bahuku seperti berkata -entahlah, sudah biasa- dia hanya manggut-manggut mengiyakan. “ada apa?” tanyaku setelah minho duduk manis dimeja makan. Dia menatap Daniel dan menatapku bergantian kemudian menghela napas. “onew hyung bilang, managermu tidak bisa menjemput karena jadwal yang padat hingga nanti malam” kata minho menjelaskan pada daniel. “mwo? Apa maksudnya tidak bisa? Apa mereka tidak khawatir padaku?” kata drama frustasi. Minho hanya menghendikkan bahunya dan menyesap capuccino favoritnya. “tenang saja, aku akan mengantarmu ke SMD Radio nanti malam, karena hyungku bilang kalian akan ada acara disana” Drama terlihat gusar. Minho hanya menggeleng heran dan sesekali terus meminum capuccino nya itu. Dasar maniak capuccino. -.-”

“Hmm~ kalian kesini untuk liburan kan?” kataku disela mereka makan. Drama hanya menganggukkan kepalanya. “bagaimana kalau kau liburan sendiri bersama kami?” “Uhuk..uhuk” kulihat minho tersedak dan kemudian menatapku tidak percara dan geram. “Mwo? Kan aku hanya mengusulkan, dari pada dia hanya menunggu manager yang kuyakini sedang bersenang-senang dengan member lain, lebih baik kita liburan sendiri, bagaimana drama-ssi?” aku mulai menjelaskan maksudku. Mata daniel langsung bersinar-sinar mendengar ucapanku barusan.

“JEONGMALYO?? keure! Aku mau!” kata daniel sangat antusias.

“ANDWE!! aku yang akan memutuskan kita liburan atau tidak, aku kan kepala rumah tangga disini” kata minho menentang habis-habisan. Aku langsung mengeluarkan jurus mautku. “eh, ayolah yeobo, aku ingin ke kebun teh, sekaliyan refresing, ya, ya??” ucapku sambil mengeluarkan puppy eyes andalanku.

Minho POV.

“ANDWE!! aku yang akan memutuskan kita liburan atau tidak, aku kan kepala rumah tangga disini” teriakku didepan mereka. Enak saja mau liburan dengan istriku, tidak akan kubiarkan. “eh, ayolah yeobo, aku ingin ke kebun teh, sekaliyan refresing, ya, ya??” kata hye soo dengan puppy eyesnya itu. Aku menelan ludah karena hampir saja imanku tergoda (?). kulirik Drama yang juga berusaha mengeluarkan puppy eyesnya. Cuih, apaan itu? Tatapannya malah membuatku makin ingin muntah saja. Kumantapkan hatiku. “shiro! Sekali tidak tetap tidak” kataku mantap. Hye soo langsung menegakkan duduknya dan memasang muka jutek. “oke, kalau kau tidak mau pergi, biar aku dan daniel-ssi saja yang pergi berdua, kau ke kantor saja urusi perusaahmu itu” katanya ngambek. Hah?! “Mworago?? berdua?!! tidak bisa, oke! Kalau begitu aku ikut” kataku reflek, mungkin karena tidak rela jika mereka berdua saja. Posisiku bisa terancam punah (?).

-tbc-

tunggu part selanjutnya yah, Kyaa!!!! >.< itu adegan minho sama hyesoo kalau diterusin bisa jadi nc tuh, untung aku orangnya polos. Kekekekeke

gimana mau bikin nc, bayangin aja udah ketir-ketir/ plakk

Ditunggu Comentnya ya^^

hmmm~ sedikit pengakuan yah

ini adalah ff pertama yang akupublish disini

entah kenapa aku juga pengen ngisi pagenya sf3si

hmm aku dah jadi ssf sejak kira-kira 9 bulanan lah

terhitung sejak aku kelas 2, kekekekeke

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Because Of Dream [2.2]”

  1. aq ga ngerti sama koment2 di atas karena aq belum baca part 1 hehe.; tp emang aneh sih. judulnya 2.2 aq pikir itu maksudnya apa???

    heeumm…terinspirasi dr mimpi?? bagusss hahaha. btw author, kalo boleh tw terinspirasi dr mimpinya yg bagian mana?? bukan bagian morning kissnya kan?? hehehehe *candaaa*

  2. Pertamanya aku bingung yg salah sebenarnya bb ku atau memang part 2 nya isinya part 1, dan ternyata emang part 1 =.=a

    Author, ini kan part 1 bukan 2, part 2 nya mana? :O

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s