Our Promise 2 – Part 1

Title: Our Promise 2 part 1_2 – Will u break it just like this?

Author(*) : elji

Main Cast(*) (Tokoh Utama) :

Minji: pacar Kibum

Kibum: pacar Minji

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) :

Jonghyun: sahabat Jinki, sahabat Minji dan Kibum, numpang tinggal di rumah Jinki.

Jinki: kakak Minji, sahabat Jonghyun.

Minho: ketua OSIS, sahabat Minji, Kibum, Jonghyun di sekolah

Taemin: hobae sekaligus sahabat Minji, Kibum, Jonghyun, Minho di sekolah

Length(*) : twoshoot

Genre(*) : Romance, Friendship

Rating(*) : General

Summary :

Cerita sebelumnya (dalam dunia auth =D):

Lee Minji bertemu Kim Kibum, pacar masa kecilnya, setelah terpisah selama 10 tahun.  Akhirnya mereka berdua mendapat akhir yang (seharusnya) bahagia karena masing-masing telah dengan sabar menjaga cintanya hanya untuk dia yang tercinta seorang, namun ternyata dunia tidak selalu berjalan sesuai yang diinginkan kan?

***

Beberapa bulan kemudian

“Jong, hari ini lagi-lagi Minji tidak sekolah.  Memangnya dia sakit apa?” tanya Kibum.

Bukannya menjawab Jong hanya termenung.

“Jong..” kata Kibum sambil menggoyangkan tubuh sabahatnya itu.

“Aku juga nggak tau pasti tapi rasanya ada yang aneh..” jawab Jong.

“Kenapa? Apa sakitnya parah?” tanya Kibum cemas.

Jong tersenyum, “Aku senang kamu ketemu Minji, sekarang kamu keliatan lebih ‘manusia’” katanya sambil tertawa.

Kibum menonjok Jong pelan, “katakan, apa sakit Minji parah?” Kibum mengulang pertanyaannya.

“Nggak, malah kupikir Minji nggak sakit.  Itu yang aneh..” jawab Jong.

“Maksudmu? Apa dia pura-pura sakit untuk menghindariku?” kerut muncul di dahi Kibum.

Jong menggeleng kemudian berdiri, dirapihkan kemeja seragamnya dan diliriknya Kibum, “udahlah, lupain aja apa yang aku bilang, nggak usah khawatir, mungkin Minji lagi nggak enak badan,” katanya.

“Jong!”

Tiba-tiba pintu markas mereka, sebuah ruangan tidak terpakai di gymnasium, menjeblak terbuka, Taemin masuk terburu-buru.

“Hyung, gawat!!!” seru Taemin.

“Apa lagi Taeminnie?  Kalau ini soal imajinasi-tingkat-tinggimu lagi, hyung lagi nggak mood dengerin,” seru Jong.

“Bu.. bu.. kan hyung.. ini berita penting!! Soal Minji noona!” jawab Taemin.

“Kenapa dengan Minji ah?” giliran Kibum yang bicara.

“Liat ini, hyung!” kata Taemin sambil menyodorkan kameranya.

Tulisan LEE MINJI enyah kau!! terlihat di layar kamera Taemin.

“Apa ini? Dimana kau menemukan tulisan ini?” tanya Kibum panik.

“Toilet wanita!” jawaban Taemin benar-benar membuat Jong dan Kibum terkejut.

“Kamu.. masuk ke toilet anak cewek, Taemin ah?” tanya Jong hati-hati.

“Aku.. eh.. iya.. nggak.. ah.. aku.. nggak Hyung, bukan gitu!! Ini aku foto dari luar..” jawab Tae gugup, “aku cuma mau mastiin apa bener cerita tentang hantu yang muncul di kamar mandi cewek itu asli, tapi aku malah nggak sengaja liat tulisan ini..” tanbahnya cepat.

“Masih penasaran soal cerita hantu gentayangan itu rupanya kau ini, Taeminnie..” kata Jong.

“Kau yakin tulisan ini ada di toilet wanita?” tanya Kibum, tidak mengindahkan jawaban Tae sebelumnya.

“Iya Hyung, mungkin ini penyebab noona nggak masuk sekolah.. ah, kangen sekali sama noona..”

Kibum bergegas keluar dari ruangan dan pergi menuju toilet wanita, Jong yang mencium adanya bahaya mengikuti dari belakang sedangkan Tae yang bingung hanya ikut-ikutan pergi.

Anak-anak cewek yang ada di sekitaran toilet merasa melihat keajaiban di depan mereka – Kibum, Jong, dan Tae ada di depan toilet wanita.

“Keluar kalian semua..” kata Kibum dingin.

Anak-anak cewek yang semula girang dengan keberadaan mereka tiba-tiba memasang muka heran, beberapa panik.  Tanpa berkata-kata lagi Kibum masuk ke dalam toilet tersebut dan mencari-cari tulisan bermasalah tadi.  Betapa kagetnya Kibum saat dilihatnya bukan hanya tulisan itu yang memojokkan Minji, masih banyak pesan benci lainnya untuk Minji.  Kibum keluar dari toilet dengan kemarahan yang bukan main.

“Siapa – yang – berani – mengganggu – Minjiku?!” teriaknya murka.

“Sabar Kibum, berteriak-teriak disini tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Jong.

“Ada apa ini?” tanya Minho yang tiba-tiba datang karena dipanggil anak-anak.  “kenapa kau teriak-teriak, Kibum ah?”

Kibum tidak menjawab dan pergi begitu saja.  Masih dengan kemarahan yang amat sangat Kibum kabur dari sekolah, dipacunya motor kesayangannya itu dengan kecepatan yang hanya cocok berada di arena balap.  Di depan rumah Minji dia berhenti, lama dipandanginya jendela kamar Minji sebelum diputar nomor Minji di handphonenya.

“Minji ah, bogoshippo.. bisa ketemu hari ini?” suara Kibum terdengar sendu.

Uae kapcagi?  Key ah, kamu nggak apa-apa kan?” terdengar jawaban dari seberang telepon.

“Nggak apa-apa, harusnya aku yang tanya kamu baik-baik aja kan?” terdengar suara Kibum hampir menangis.

“Key ah, kamu kenapa?  Baiklah, pulang sekolah nanti main saja ke rumah,” jawab Minji.

“Aku sekarang ada di depan rumahmu,” balas Kibum.

Hening sejenak, terlihat wajah Minji dari balik jendela kamarnya, tersenyum, kemudian memberi kode untuk menunggu, dan sambungan teleponpun terputus.  Semenit kemudian Minji membuka pagar rumahnya.

“Masuk Key ah, ada apa ini?” tanya Minji sambil tersenyum.

Mianhae..” hanya itu yang Kibum katakan sambil memeluk Minji.

Minji tertawa gugup, “Ada apa ini, kau membuatku takut.  Ayo masuk dulu ke dalam..” ajaknya.

Kibum mengikuti sambil melemparkan senyum terpaksa ke arah Minji.

“Mau minum apa? Kau keliatan capek sekali..” kata Minji.

“Apa saja, kalau tidak merepotkan.”

“Kalau begitu aku nggak akan bawa minum buat kamu,” kata Minji sambil tertawa.

“Begitupun tak apa, kesini Minji ah, rasanya aku ingin terus memelukmu..” kata Kibum.

Minji mendekat tapi bukan ke posisi untuk dipeluk, dia berlutut di depan Kibum, tanyannya memegang kedua pipi Kibum. “Kau, baik-baik saja kan?” tanyanya cemas.

Kibum memaksakan tertawa, “Sungguh, aku  baik-baik saja.  Apa kau sudah sehat?” tanyanya sambil membawa Minji untuk duduk di sebelahnya.

“Tentu, kayaknya proses penyembuhan berjalan 4x lebih cepat karna aku ketemu kamu,” jawab Minji ceria.

“Kalau begitu, besok aku jemput kamu berangkat sekolah?” Kibum membuat pernyataannya seperti pertanyaan.

“Ah itu, aku nggak yakin besok aku bisa sekolah,” jawab Minji ragu.

“Apa itu karena ada yang mengganggumu di sekolah?” tanya Kibum.

Sedetik wajah Minji menunjukkan keterkejutan tapi itu saja sudah bisa membuat Kibum yakin kalau selama ini Minji diganggu oleh para cewek yang mengaku fansnya.

Mianhae Minji ah, karna aku kau tak bisa sekolah dengan tenang.”

“Ah, bukan begitu!  Besok aku sekolah kok, semua baik-baik saja, kamu percaya aku kan?” tanya Minji.

Kibum hanya memandangnya dengan mata sedih, namun lagi-lagi dipaksakan dirinya untuk tersenyum, “baiklah, aku pulang dulu, salam untuk Jinki hyung.  Besok pagi aku akan menjemputmu.”

Minji dibuat bingung oleh kedatangan Kibum yang tiba-tiba, bahkan masih dijam sekolah, ditambah sekarang dengan kepulangan Kibum yang tiba-tiba pula, namun Minji hanya bisa diam, termenung.

***

“Kibum ah, kayaknya hari ini lebih baik Minji pergi sekolah bersamaku,” kata Jong.

Ketika pagi itu Kibum menjemput Minji, Jonglah yang menemuinya di luar rumah.

Uae? Minji yang bilang ingin pergi denganmu?” tanya Kibum, saat itu Jinki keluar untuk berangkat kerja.

“Key ah, kau sudah datang?  Pagi sekali.. tunggulah di dalam, Minji baru saja selesai sarapan, mungkin agak lama dia baru akan siap,” sapanya.

Ne.. kamsamida hyung, aku tunggu disini saja..” jawab Kibum sopan.

“Baiklah, hyung berangkat dulu kalau begitu..”

Ne.. hati-hati di jalan hyung..” kata Kibum dan Jong bersamaan.

Ne Jong, Minji yang bilang ingin pergi denganmu?” Kibum mengulang pertanyaannya.

“Ani.. keunde coba liat situasinya, Minji dapat banyak masalah dari fans-fans mu itu, aku pikir nggak bijaksana kalau kalian pergi bersama,” Jong memberi alasan.

“Jangan khawatir, aku akan menjaga Minji.  Kau urus urusanmu sendiri saja.” Tiba-tiba suara Kibum berubah ketus.

“Ada apa ini, kalian kenapa?  Ayo Key ah kita berangkat, kau juga Jongie ah cepet berangkat kalau nggak mau telat,” kata Minji yang baru saja keluar dari rumah.

Jong mengangkat bahu dan segera mengayuh sepedanya, “sampai jumpa lagi, hati-hati ya kalian,” katanya.

“Kau juga..” jawab Minji, dan merekapun berangkat ke sekolah.

Karena Minji dan Kibum mengendarai motor, mereka sampai jauh lebih cepat dari Jong.  Ketika mereka sampai di tempat parkir, sudut mata Kibum melihat anak-anak cewe yang memperhatikan gerak-gerik mereka.  Sebelumnya Kibum tidak pernah memedulikan mereka, namun sekarang dia tahu kalau diantara mereka ada yang bermaksud buruk pada Minji.  Kibum berjengit.

Uae keure Key ah?  Kwencanha?” tanya Minji.

Kibum tersenyum, “Aku baik-baik saja, kau juga akan baik-baik saja kan?” Kibum balik bertanya.

Minji tertawa, “tentu, kamu kenapa sih hari ini..”

Kibum masuk ke kelas yang sama dengan Minji, dan mulai hari ini Kibum memaksa untuk duduk tepat di belakang Minji, anak lelaki yang seharusnya duduk di belakang Minji tidak berani untuk melawan Kibum yang terkenal ‘jagoan’ di sekolah.

Dan begitulah hari-hari berikutnya berlanjut.

***

“Minho ah, rasanya aku benar-benar ingin menangis.. aku nggak kuat, ditambah lagi aku nggak mau terlihat sedih di depan Key dan hal ini tidak membuat semua lebih mudah..” Minji menumpahkan semua perasaannya di depan Minho.

“Kupikir mungkin sebaiknya kamu bicara dengan Kibum soal ini, mengangis sendiri seperti ini rasanya akan lebih menyakitlkan..” saran Minho.

Minji dan Minho bertemu secara sembunyi-sembunyi di belakang sekolah karena Minji tak mau Kibum tahu tentang keadaannya yang sebenarnya.  Minji basah dari rambut hingga sepatu akibat siraman para fans Kibum yang tambah menggila.

“Aku nggak mau Key merasa bersalah gara-gara ini, aku nggak mau dia sedih..  Aku nggak berani minta tolong Jong karena kelas kami terlalu berdekatan, ada kemungkinan Key akan melihat.  Kamu mau kan nganter aku pulang, pliss..” isak Minji.

“tolong bilang kalau aku nggak enak badan..” tambahnya.

“tapi Minji ah.. apa Kibum tidak akan curiga?” Minho mencoba menolak.

“kalau kamu nggak mau, bisa tolong panggil Jongie?” pinta Minji.

“Baiklah, biar aku yang mengantarmu..” akhirnya Minho menyerah melihat tangis Minji yang hampir pecah.

“makasih..”

“sebelumnya.. bajumu basah, aku pinjamkan baju olahragaku, kau sebaiknya ganti baju dulu..” ucap Minho.

Bukannya menjawab Minji malah menangis sambil mengangguk.  “Jangan menangis lagi, kumohon..” pinta Minho.

Minho meninta Tae untuk memberitahukan pada petugas absen kalau Minji ijin sakit pulang, dan meminta Jong untuk membawa tas Minji pulang, semua dilakukan di belakang punggung Kibum.

“Jong, Minji kenapa?  Kenapa dia pulang bahkan tanpa membawa tasnya?  Dengan apa dia pulang kalau bahkan dompetnyapun tidak dia bawa?” tanya Kibum curiga ketika Jong mengambil tas Minji.

“Entahlah..” Jong berdusta.

“Kau bohong, pasti kau tahu..” desak Kibum.

“Baiklah aku mengaku, tadi aku ijin sebentar untuk mengantarnya pulang.  Kau puas?” jawab Jong.

“Kau pasti bercanda! Rasanya aku melihat kau masuk kelas tadi,” kata Kibum curiga.

“Terserah kau mau percaya atau nggak, aku ini temanmu, Minji pacarmu, itu pilihanmu mau percaya kami atau nggak..  kamu nggak bisa ya percaya sama apa yang Minji bilang atau apa yang nggak dia bilang sama kamu, kalau dia punya rahasia pasti dia punya penilaian sendiri..” kata Jong panjang lebar.

“Apa maksudmu?” Kibum memicingkan mata.

“Sudahlah, aku harus cepat pulang.  Kau tidak khawatir Minji sendirian di rumah?” kata Jong sambil meninggalkan Kibum yang masih kebingungan di kelas.

Kibum berpikir kalau semua ini pasti ada hubungannya dengan para fans gilanya itu, dan diapun mencari mereka.

***

Besoknya Kibum tidak datang untuk menjemput Minji.  Jong berbaik hati mengajak Minji berangkat bersama menggunakan sepedanya seperti cara lama sebelum Minji berpacaran dengan Kibum, namun tak disangka Minho menjemput Minji dengan mobilnya.

“Jong, kita berangkat bersama saja.  Simpan sepedamu itu,” seru Minho dari dalam mobil.

“Minho ah!  Nggak nyangka kamu bakal kesini, untung saja Kibum nggak datang hari ini..” cerocosnya.  “ok, ayo Minji, kita berangkat sama Minho saja..” tambahnya.

Minho tertawa, “sebenarnya aku sudah datang dari tadi, aku menunggu Kibum datang dan ternyata dia nggak datang.”

Sesampainya di sekolah, Jong dengan baik hati mengawal Minji hingga ke kelas, “jangan pernah jalan sendirian lagi di sekolah ya! Ajak Kibum kemanapun kau pergi, kalau nggak aku, Minho, dan Taeminnie juga nggak apa-apa, arasho?” pesannya.

Ne, jongmal gomawoyo..

Jong mengucek rambut Minji dan berlalu ke kelasnya yang bersebelahan dengan kelas Minji.  Pagi itu Kibum tidak masuk kelas, baru setelah istirahat Kibum masuk dan duduk di tempatnya yang dulu, bukan di belakang Minji.

Yugeun yang bingung dengan sikap Kibum yang seenaknya memindah-mindah posisi duduknya bertanya pada Minji, “apa kalian bertengkar?”

Minji hanya menggeleng karena guru ilmu alam sudah masuk dan mulai mengajar, diliriknya Kibum yang dengan sengaja membuang muka ke jendela.

Saat istirahat kedua muncul segerombolan anak cewe yang merupakan fans Kibum di depan kelas mereka, “Oppa!! Ayo kita makan bersama, kami khusus membuat bento untuk oppa!!” seru mereka.

Minji memandang mereka dengan heran, lebih heran lagi ketika Kibum tanpa bicara mengikuti mereka.

Sejak saat itu sikap Kibum mulai dingin pada Minji dan menjauh, bahkan tersebar berita bahawa Kibum sekarang berpacaran dengan Hyuna dari kelas 11f.  Minji tak tahu harus berbuat apa, untuk memastikan berita itu saja susah karena sekarang Kibum tidak pernah menjawab teleponnya maupun sahabat-sahabatnya.

Lebih buruk lagi sekarang Kibum seperti menganggap Minji tidak ada, tapi sisi positifnya adalah Minji tidak lagi diganggu para fans Kibum.

Sudah hampir dua bulan berlalu sejak perubahan sikap Kibum, sekarang Minji menangis ditemani Jong di ‘markas’ mereka.  Tak lama Taemin datang disusul kemudian Minho, saat itu juga Minji menghapus air matanya.

“Menangis saja kalau kau mau,” kata Minho sambil mengambil posisi duduk di sebelah Minji.

“Iya noona, nggak baik nahan nangis..  aku saja yang melihat noona rasanya ingin ikut menangis,” kata Taemin.

“Kau ini, harusnya kau menghibur noona bukannya malah ikut nangis,” sergah Jong.

“Aku.. nggak tahu.. harus gimana.. aku.. nggak ngerti.. Key..” Minji kembali terisak.

“Pasti ada yang salah sama otak si ‘bukan manusia’ itu!” kata Jong.

“Jangan.. cepat.. menyimpulkan.. pasti dia.. punya alasannya sendiri..” kata Minji masih terisak.

Minho yang tak kuat melihat Minji menangis meraih Minji dalam peluknya dan tangis Minjipun makin menjadi, “semua akan baik-baik saja, aku janji,” katanya.

Pulang sekolah Minji nekat menunggu Kibum di dekat motornya.  Jong dan yang lain melihat dari kejauhan.

“Ngapain kau?” tanya Kibum yang muncul diikuti Hyuna.

“Song Hyuna..” kata Minji terpaku.

“Song Hyuna aniya, sekarang aku ini Kim Hyuna,” jawab Hyuna genit.

Kibum hanya nyengir mendengar perkataan Hyuna, “ngapain kamu disini?” Kibum mengulangi pertanyaanya.

“Aku cuma mau tau kebenaran kabar kalian pacaran langsung dari mulut Key,” jawab Minji melihat tajam ke mata Hyuna.

“Key nugu? Tanpa bertanyapun kayaknya kamu udah bisa nyimpulin sendiri,” jawab Hyuna dengan nada mengejek.  “Iya kan oppa~” tambahnya genit.

“Masih ada perlu lain?” tanya Kibum dingin.

“Aku nggak akan pergi sebelum denger langsung dari mulut kamu, Key ah,” jawab Minji.

“Kamu ini bener-bener orang keras kepala ya? Atau kamu ini pabo sampai nggak bisa nyimpulin sendiri?”  jawab Kibum.

Ne, Na neun pabo ya di depan kamu,” jawab Minji ketus.

“Kamu pikir kata-kata manis kamu ini bisa ngubah pendirian aku, hah?   Ya, sekarang ini Hyuna pacarku, aku nggak perlu kata-kata manis kamu, aku nggak akan balik ke sisi kamu,” kata Kibum dingin.

Minji hampir mengangis karna marah dan komplotan Hyuna mendekat dari kejauhan, Jong dkk yang melihat situasi mulai memburuk ikut mendekat.

“Kibum ah, apa sih yang kau pikirkan?” tanya Jong.

Minho menarik Minji untuk menjauh namun Minji tetap bergeming.

“Kau tau, na jinja pabo ya! Nggak peduli segimana kamu bikin aku sakit hati, aku nggak bisa nggak cinta sama kamu!!  Ne, jinja pabo.. Mian kalau selama ini ketololan aku udah bikin kamu susah,” Minji berkata dengan air mata mengalir dari matanya.

“Haha, kamu bilang cinta aja sikap kamu udah gini apalagi kalau kamu nggak cinta sama aku,”  kata Kibum, Hyuna tertawa.  Tepat saat itu komplotan Hyuna tiba.

Minji bingung dengan jawaban Kibum, “apa maksudmu?”

“Heh jelek, kamu kira selama ini uri wangja Kibum serius sama kamu?  Kamu pikir kamu pantes buat dia?” seloroh salah seorang dari komplotan itu.

“Ngaca dong, Kibum tuh too perfect buat kamu!” kata yang lain.

“Udahlah, nggak usah diperpanjang lagi.  Minho ssi, cepat bawa Minji pulang sebelum dia dipermalukan lebih jauh, ayo Hyuna kita pergi,” Kibum menaiki motornya disusul Hyuna dan meninggalkan mereka begitu saja.

Tangis Minji pecah, tangis duka bercampur dengan kemarahan.

TBC

LOL, ohtokke?? ^^ sebenernya ini kelanjutan cerita Our Promise yang pernah dipublish di sini bulan feb. 2011.. tapi sekarang lanjutannya dibuat twoshoot biar plotnya nggak kecepetan.. =)

Feedbacknya ditunggu ya chingudeul.. ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

16 thoughts on “Our Promise 2 – Part 1”

  1. Emm, ada yg aneh ama key, aku rasa key masi cinta ama minji.. #soktau
    ahaha, lanjuut jgn lama2 penasaran tingkat tinggi, bacanya nyesek, key jahat tp kayanya si ga jahat, minho unyuu deh..haha

  2. Keyyyy tegaaaaaa!!!!!!
    Jahatjahatjahattttt *lempar sendal ke key
    Ngomongnya gitu banget nyesek jadi minji
    Jongmintae omelin kibumm dongg
    Biar sadarrr dia jahat banget
    Pake si hyuna lagi dia ngomongnya nyesekkin banget
    Aishhhh keyyy ngeselin banget siii
    Jahattt!!!
    Lanjut thor

  3. .Ampuuuuunn…
    Ak setuju ma Jjong,
    kalo Key itu ‘bkan mnusia’,,
    iya ga, Jjong??-Jjong: hu.uh2! bner2!,,
    Hhahaha….
    masa tega gitu ama Minji,.
    .trus..trus ‘Kim Hyuna’??
    Apaan?? Ga jelas..
    *kayaknya yg ga jlas komen.ku deh,,
    hhe,, tak apalah..tak apa..
    .dtunggu lnjutnyaaa,

  4. huwwwaaaaaaaa,kesel deh sma key!tega banget siiiiihhh…kan kasian minjinyaaa ..
    next part thor,jgn lama2 yaa 😀

  5. ya ampun … padahal aku mau tau akhirnya … ya deh terserah author nya ajah .. yang penting ada lanjutannya …
    key …. ini semua rencana key … ngak mungkin key tiba2 pergi kayak itu !!
    hwaaa minji uljiman … cup..cup…cup…. sinih2 peluk.. *hugminji*
    hyuna !! sinih2 gampar!! huaaaaaa endnya nanti ya …

  6. huwa….ga tau m0 k0men ap !! itu suamiku Key npa ? Pk0knya seru_daebak. Lanz0o0t…Jngan lma_lma ya.

  7. nah lho…
    kok Ke gituu?? yakin deh sebenarnya dia ga jahat.. dia pasti nutupin sesuatu dari Minji kan??
    Jangan-jangan Key punya penyakit ya? jadi mau mati gitu? jadi sengaja jahat ke Minji,,, *reader sotoy
    lanjuttt chingu~~

  8. before storynya yg cerita lukisan itu kah?
    yg key ngelukis cewe masa lalunya itu? *mian kalo salah*
    pasti key maunya minji ga di bully lg ya *soktau* tp kok malah kejem amat gitu ya? ckckck

  9. key, kejam amat >.<
    yah walopn aku tahu itu bukan bener2 dari key nya sendiri yang mau tapi buat neglindungi minji 🙂
    hehehe, banyak typo + salah penulisan katanya.. but it's okay 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s