The Pervert Nerd OS1

The Pervert Nerd – Glasses 4

TITLE : The Pervert Nerd (Glasses 4)

Sub-Title : This is the way we are

AUTHOR : Yuyu a.k.a Younji

Main Cast :

  • Key
  • Ryeoshibum21 as Il Sora

Support Cast :

  • Choi Minho
  • Onew
  • Kim Jonghyun
  • Key
  • Lee Taemin
  • Yoo-moogeun as Lee Seorin
  • Fairuz Kim as Kim Rinhae
  • Lana Carter’s Han Yuna
  • Minniemint as Park Minji

Length : Sequel

Genre : Romance, Angst, Sad, Humour, Friendship

Rating : PG – 16

a/n ::: 26/04/11 – 27/04/2011

The very first oneshot of TPN’s Support Cast^^~

Dan pasangan pertamanya adalah Key & Sora =DD
Sebenarnya kemarin2 sempet ngalamin masa-masa jenuh =”=

Makanya TPN Glasses 3 nya rada lama banget~~

Tapi setelah baca komen2 dari chingudeul semuanya

& waktu buat oneshot couple-nya Key-Sora rasanya jadi fresh lagi =DD

Nah, gonna write the next chapter now^^~

Semoga bisa selesai dalam dua hari untuk Glasses 5 nya =)

Thanks for the support ~~

Happy reading guys ~

 THIS IS THE WAY WE ARE

 

“Bukankah sudah kukatakan berkali-kali, pakai rumus yang ini!” Omel Key hampir berteriak. Dihentakkannya penggaris panjang yang ia pegang dari tadi di dekat jari-jari Sora, membuat yeoja itu terlonjak pelan.
”Yaaa! Kau tidak perlu memukulku, kan!?” Gerutu Sora meremas jarinya yang hampir saja menjadi sasaran amukan Key.

“Kalau begitu gunakan otakmu sekali saja. Astaga sudah hampir 3 jam aku mengajarimu dan tidak ada satupun yang menyangkut di kepalamu. Apa sih isi kepalamu itu, heh?” Ejek Key dengan nada mencemooh.

Sora menarik nafas dalam-dalam dan menggigiti bibir bawahnya untuk menahan dirinya sendiri berteriak pada Key. Sora memalingkan wajahnya pada Key yang asyik berbaring di tempat tidurnya dan membolak-balikkan majalah.
”Aku tau aku sangat tampan, tapi tetaplah fokus pada soal-soal dihadapanmu.” Tukas Key tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah. Sora menjulurkan lidahnya, berpura-pura muntah mendengar kata-kata Key.

“Yaaa, aku melihat apa yang kau lakukan.” Key menepukkan majalahnya ke kepala Sora.

“Ouch! Kau melakukan kekerasan pada muridmu! Aku mau ganti tutor!” Sora merengek pelan. Hidupnya benar-benar bagai di neraka sejak hari pertama Key menjadi tutornya. Masih sambil mengelus puncak kepalanya yang sakit dengan satu tangan, Sora meraih kamus bahasa inggris di sudut meja belajarnya dan memukulkannya ke kepala Key. Sontak Key berteriak keras begitu kamus tebal itu menghantam kepalanya.

“Il Sora, you’re so dead!” Ancam Key dengan tatapan tajam. Key beranjak dari tempat tidur dan mendekati Sora yang terlihat waspada dan ikut beranjak dari tempat duduknya. Sora memperhatikan setiap gerak-gerik Key, setiap langkah yang Key ambil tidak luput dari pandangan Sora. Begitu Key mulai berlari, Sora ikut berlari untuk menghindari amukan Key.

Sora meraih pegangan pintu dalam hitungan detik dan berlari keluar. Ia tidak tau kenapa ia harus lari, tapi yang pasti ia sedang tidak ingin main-main dengan Key yang marah.

Sora tak lagi mempedulikan suara gaduh yang mereka berdua timbulkan, yang pasti ia tidak boleh sampai tertangkap oleh Key, atau dia benar-benar akan mati seperti kata Key.

Il Donghyun, namdongsaeng Sora yang akan berumur 11 tahun dua bulan lagi memandangi Sora dengan bingung.

Detik selanjutnya, Donghyun melihat Key yang hampir kehabisan nafas karena berlari. Key mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tapi tak kunjung menemukan Sora. Key mendengus kesal dan berkacak pinggang.

“Kau mencari noona?” Tanya Donghyun santai. Key menoleh pada Donghyun dan mengangguk. Donghyun mengarahkan jari telunjuknya ke arah toilet tempat Sora mengurung diri.

Key menyeringai pelan dan menghampiri tempat persembunyian Sora. Suara gedoran di pintu toilet membuat Sora terhenyak.

“Aku tau kau di dalam, cepatlah keluar selagi aku berbaik hati padamu.” Ucap Key. Tidak ada reaksi dari Sora. Dering hp Key membuat dia mengalihkan perhatiannya dari pintu yang tertutup rapat. Key membaca pesan masuk yang dikirimkan Taemin dan berdecak pelan.

“Il Sora, sampai bertemu besok.” Nada suara Key penuh dengan ancaman. Key mengambil tas nya yang ia letakkan di samping Donghyun dan mengacak rambut Donghyun. Donghyun memelototi Key dan menghempaskan tangan Key dari rambutnya. Ia tidak suka jika ada orang yang menyentuh rambutnya. Key tertawa pelan.

“Terima kasih sudah memberitaukan tempat persembunyian makhluk jadi-jadian itu.” Ucap Key sambil mencubit pipi Donghyun. Lagi-lagi Donghyun memelototi Key dan menghempaskan tangannya, ia lebih tidak suka jika ada orang yang menyubit pipinya karena Sora selalu melakukan hal itu setiap hari dan membuat Donghyun kesakitan.
Setelah mendengar pintu utama tertutup, Sora menyembulkan kepalanya untuk memastikan Key benar-benar sudah pulang.

“Dia sudah pulang?” Tanya Sora pada Donghyun yang tak beranjak sedikit pun dari sofa. Donghyun mengangguk pelan, tak mengalihkan pandangannya dari layar televisi.

“Aigoo! Donghyun-ah, lain kali jangan beritaukan tempat persembunyianku padanya. Dia bisa membunuhku! Araseo?” Sora mengacak rambut Donghyun dan mendapatkan reaksi yang sama seperti Key. Bukannya gentar, Sora justru tersenyum bodoh dan mencubit pipi Donghyun.

“Kau benar-benar imut!” Jerit Sora lalu memeluk Donghyun dengan erat.

“Ugh! Apayo noona!” Protes Donghyun.

***

“Oh My! Rasanya kepalaku mau pecah..” Gumam Taemin pelan. Kepalanya tertunduk sementara telapak tangannya mendarat di keningnya.

“Bukankah aku sudah melarangmu minum di hari sekolah? Kuharap lain kali telingamu itu tidak menjadi hiasan saja. For god’ sake, kau harus mendengarkan kata-kataku lebih sering lagi, Taemin. Lain kali kau minum di hari sekolah dan mabuk, jangan harap aku mau menampungmu di rumahku lagi. Jangan pernah berharap bahkan dalam mimpi sekali pun.” Omel Key panjang lebar.

“Ne, eomma..” Jawab Taemin cuek.

“Sekali lagi kau panggil aku eomma, dan lihat apa yang akan terjadi padamu selanjutnya.” Dengus Key. Taemin tertawa pelan dan menepuk pundak Key.

“Kenapa hari ini kau sensitif sekali hyung? Sepertinya kalau aku melakukan kesalahan sedikit saja, kau sudah siap untuk mematahkan leherku.”
”Kalau saja aku bisa mematahkan lehermu sekarang juga.”

Bukannya takut, Taemin justru terkekeh. Key tidak henti-hentinya memberengut selama ia dan Taemin melewati halaman sekolah. Meski rasa sakit di kepalanya gara-gara kamus milik Sora sudah tidak lagi terasa, tetap saja Key ingin membalas perlakuan Sora. Dan itu membuat dia uring-uringan seharian, bahkan Taemin juga menjadi sasaran amukannya. Meski agak merasa bersalah pada Taemin, tapi Key juga berpikir Taemin memang pantas untuk dimarahi karena tingkahnya yang semakin menjadi-jadi akhir-akhir ini.

“Oh, Onew hyung!” Teriak Taemin dan melambaikan tangannya pada Onew yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah bersama seorang yeoja. Key memicingkan matanya dan berpikir keras, di mana ia pernah melihat yeoja itu sebelumnya. Taemin melangkah dengan bersemangat mendekati Onew diikuti Key yang masih terus mengasah otaknya.
”Ah, Kim Rinhae-ssi, benarkan?” Tanya Key akhirnya setelah ia ingat bahwa ia pernah melihat yeoja itu di rumah Onew, pelayan Onew yang sempat ingin dirayu Jonghyun. Key merinding hanya dengan mengingat hal itu. Hal yang mustahil jika Jonghyun tidak mencoba merayu yeoja yang oke setelah ia melihatnya selama sedetik.

Rinhae membungkukkan tubuhnya dan mundur beberapa langkah, terlihat tidak terlalu nyaman.

“Pelayan yang ingin dirayu Jonghyun hyung waktu itu?” Taemin menoleh pada Key.

“Mulai hari ini dia akan masuk ke kelasku.” Jelas Onew singkat.

“Bersama Jonghyun hyung? Kurasa aku harus mengikat hyung yang satu itu sekarang juga sebelum dia beraksi.” Key menggelengkan kepalanya dengan pelan.
”Berhati-hatilah noona, Jonghyun hyung sangat berbahaya.” Taemin menjulurkan tangannya bermaksud untuk menepuk pundak Rinhae. Onew ikut menjulurkan tangannya, menahan tangan Taemin diudara.
”Kami harus ke kelas sekarang. Sampai bertemu nanti.” Tukas Onew singkat dan mengisyaratkan pada Rinhae untuk mengikutinya.

“Apa? Memangnya aku seberbahaya Jonghyun hyung? Pfft! Aku tidak mungkin berbuat macam-macam pada pelayan itu.” Gerutu Taemin dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ne, tentu saja kau tidak akan berbuat macam-macam padanya. Kau kan hanya tertarik pada Minji.” Goda Key. Taemin memutar bola matanya meski ia tau yang Key katakan memang benar.

“Ah, aku harus ke kelas sekarang, sampai jumpa!” Key langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari Taemin begitu ia melihat Sora berjalan ke kelas mereka.

Key mendahului Sora dan merentangkan tangannya di pintu kelas untuk menghalangi jalan Sora. Sora mengernyit, lupa tentang pertengkaran kecil mereka semalam.

“Menyingkirlah sebelum aku menendangmu.” Ucap Sora sinis. Key menyeringai pelan, menyingkirkan tangannya dari pintu. Sora melangkah maju untuk memasuki ruang kelas, dengan cepat Key melingkarkan lengannya di leher Sora, hampir-hampir menyekiknya kalau saja Key menambahkan sedikit lagi tenaganya. Tapi tentu saja, Key tidak mungkin tega melakukan hal itu meskipun ia pikir Sora adalah makhluk yang aneh.
”Omo! Kau mau membunuhku?” Pekik Sora.

Key melepaskan Sora yang sekarang terbatuk pelan. “Pfft! Andai saja aku bisa membunuhmu, pasti sudah kulakukan.” Tukas Key.

“Rasakan ini, dasar orang jahat!” Sora meraih rambut Key dan menariknya dengan kuat membuat kepala Key ikut tertarik.

“Kau menarik rambutku? Kau berani menarik rambut yang sudah ku tata selama satu jam? Il Sora, kau benar-benar menantangku ya, huh?” Tanya Key yang terbelalak.

Sora berkacak pinggang dan tersenyum lebar merasakan kemenangannya yang terasa manis, atau setidaknya untuk saat ini. Key tersenyum licik dan mengelus dagunya.

“Harusnya kutunjukkan padamu bagaimana neraka itu, ya?”

Sora menaikkan sebelah alisnya, ia tidak benar-benar bisa mengerti kata-kata Key tapi membiarkannya berlalu begitu saja.

***
”Oh, tidak! Aku tidak mau hidup lagi!!” Pekik Sora. Sora menenggelamkan wajahnya diatas meja di dalam toko es krim langganan mereka. Yuna dan Seorin saling bertatapan. Meski mereka tau ini pasti ada hubungannya dengan Key tapi mereka tidak benar-benar tau apa yang sebenarnya terjadi karena Sora dan Key sepertinya punya segudang cerita yang berbeda hanya dalam sehari.
”Ada apa lagi? Ceritakan saja pada kami.” Tanya Yuna prihatin. Seorin menyendokkan es krim cokelat ke dalam mulutnya dan mengangguk menyetujui kata-kata Yuna.

“Kim Kibum itu benar-benar iblis! Dia menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengerjaiku habis-habisan!” Pekik Sora lagi, kali ini mengangkat wajahnya untuk menatap kedua sahabatnya.
”Ne? Kekuasaan apa?” Tanya Yuna semakin bingung.

“Dia menjadi tutor yang kejam! Dia menyuruhku mengerjakan 100 soal dalam waktu 30 menit dan dia selalu memukul tanganku kalau aku tidak bisa menyelesaikannya. Apa dia gila? Dia pikir otakku ini kalkulator hidup? Dia benar-benar iblis yang mengerikan.” Rengek Sora pasrah.

“Kalau menurutmu Key itu iblis, kau harusnya bertemu iblis sesungguhnya yang tidur di seberang kamarku.” Gumam Seorin sangat pelan hingga membuat Yuna dan Sora mengernyit padanya karena tidak mendengar apa yang Seorin ucapkan. Seorin tersenyum lebar dan kembali menyendokkan es krim ke dalam mulutnya, tidak mempedulikan teman-temannya yang masih menatapnya.

“Mungkin karena masalah beberapa hari yang lalu? Saat kau menarik rambutnya, ingat?” Ucap Seorin. Yuna terkesiap pelan.

“Kau menarik rambut Key? Kau benar-benar gawat..” Ejek Yuna yang terkekeh pelan.
”Dia dulu yang mencekikku. Lagipula itu kan hanya rambut, apa peduliku.”

“Itulah masalahmu..” Gumam Seorin. “Kenapa kau tidak mencoba untuk berdamai saja dengan Key? Kau tau, menurutku dia tidak sejahat yang kau pikir.”
”Yuna! Lihat? Key sudah mencuci otak Seorin, sekarang Seorin bahkan berada di pihaknya!” Jerit Sora dibuat-buat. Yuna dan Seorin memutar bola mata mereka dan tertawa bersama.

“Oh, shit! Aku hampir terlambat, dan dia akan menambahkan soalnya kalau aku terlambat sedetik saja. Aku harus pergi sekarang, annyeong!” Teriak Sora yang sudah berlari keluar dari toko.

“Apa menurutmu mereka akan baik-baik saja?” Tanya Yuna pada Seorin. Seorin mengangkat pundaknya.

“Kuharap ada hasil yang baik selama sebulan ini. Aku sudah capek melihat mereka terus bertengkar di kelas. Kepalaku rasanya mau pecah melihat tingkah mereka.”

***

“Tinggal satu menit lagi…” Key memperingati Sora yang sedang mengerjakan lembar soal untuk keenam kalinya hari ini. Dan tak perlu ditanya, 5 lembaran soal sebelumnya membuat ia mendapatkan pukulan dari Key dan sekarang tangan Sora terasa panas, tapi ia terus mengerjakan soalnya, karena ia tidak mau dipukul lagi oleh Key. Yang terpenting, ia tidak mau Key bersenang-senang diatas penderitaannya.

“5…4..3..2..—“

“Selesai!” Sora menjerit senang, akhirnya ia bisa menyelesaikannya tepat waktu. Key menatap Sora dengan tidak percaya. Sesungguhnya ia tidak pernah menyangka Sora akan bisa menyelesaikan semua soal dalam 30 menit, tapi sekarang dia melakukannya. Key menarik lembaran soal dari tangan Sora dan memperhatikan jawabannya satu per satu.

“hmm, not bad. Kurasa kau masih bisa dapat 8 atau7, yang pasti kalau kau terus mempertahankan semua rumus itu di dalam otakmu selama satu minggu ke depan, kau pasti bisa lulus tes.” Ujar Key santai.
”Yeah, aku tau aku memang jenius.”
”Please, kalau kau jenius, aku tidak akan di sini sekarang.” Cemooh Key.
Sora dan Key memalingkan wajah mereka ketika mendengar suara pintu kamar yang diketuk. Donghyun menyembulkan kepalanya di sela-sela pintu yang terbuka kecil.
”Hyung, kau tidak bisa pulang. Diluar sedang hujan deras.”
”Jinja?” Key berjalan mendekati jendela dan mengintip keluar. Hujan memang turun dengan derasnya dan ia tidak menyadarinya dari tadi.

Sora menggigiti bibir bawahnya dan berpikir keras. Sesekali ia menatap punggung Key yang masih memandang keluar jendela. Haruskah Sora bersikap baik pada Key kali ini saja? Bagaimanapun juga, suka tidak suka, Key sudah membantunya cukup banyak selama hampir satu minggu ini.

“Hmm, kau mau makan malam di sini sampai menunggu hujannya berhenti?” Tanya Sora tanpa melihat ke arah Key, justru sibuk memberesi buku-bukunya.

“Tentu, kalau kau yang meminta.” Jawab Key juga terlihat agak ragu dan kaget karena Sora menawarinya. “Siapa yang memasak makan malam?” Lanjut Key.

Donghyun menunjuk Sora menggunakan jari telunjuknya, lagi-lagi membuat Key terkejut.
”Kau bisa memasak?”

Sora tertawa sinis dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk memasak nasi dan memanaskan sup.

“Benarkah dia bisa memasak?” Tanya Key lagi pada Donghyun. Donghyun mengangguk pelan.

“Keajaiban..” Desis Key yang beranjak dari kamar Sora. Sora tengah asyik di dapur dan tidak mendengar suara langkah kaki Key yang mendekat.

“Hmm, galbitang?” Key berdiri di belakang Sora dan menghirup aroma sup iga sapi yang menyeruak masuk ke hidungnya dan menggugah seleranya. Sora terkesiap pelan, kehadiran Key yang tiba-tiba membuatnya terlonjak pelan.

“Kau membuatku kaget.” Gerutu Sora masih terus mengaduk sup yang sedang ia panaskan.
Key melihat ke sekeliling dapur, terlihat bersih dan tidak berantakan. Diam-diam Key merasa takjub, ia tidak menyangka yeoja seperti Sora bisa memasak dan bahkan tau bagaimana caranya untuk menjaga kebersihan dapur.

Key sangat suka memasak, jadi baginya kebersihan dapur sangatlah penting. Key membuka lemari es dan melihat-lihat isinya.

“Akan kau apakan kimchi ini?” Key mengeluarkan sekotak kimchi yang dibuat oleh Sora kemarin. Sora menoleh sekilas untuk melihat apa yang sedang Key lakukan.
”Hanya untuk cemilan saja.”

“Apa kau punya tahu?” Key meletakkan kotak kimchi diatas meja dan menunggu Sora yang sedang mencari tahu di dalam lemari es nya.

Setelah menemukannya, Sora menyerahkannya pada Key dan terpaku di tempatnya, penasaran apa yang ingin dilakukan Key.
”Apa yang mau kau buat?” Sora berdiri di samping Key yang dengan cekatan melipat lengan bajunya hingga ke siku dan mengambil mangkuk serta memasukkan air masak ke dalamnya dan merendam tahu yang baru saja diberikan Sora.

“Pernah makan dubu-kimchi?” Sora menggelengkan kepalanya, “ Akan kubuatkan untukmu.”

Key merebus tahu yang telah ia rendam dan menambahkan sedikit garam untuk perasa.

“Bisa tolong potong kimchinya?” Pinta Key tanpa mengalihkan pandangannya dari tahu yang masih ia rebus. Sora tidak menjawab pertanyaan Key, sebagai gantinya ia memotong kimchi sesuai permintaan Key.

Key membawa tahu yang telah ia rebus ke atas meja dan memotongnya menjadi setengah bagian lalu mengirisnya setebal setengah inci.

“Apa lagi yang harus kulakukan pada kimchinya?” Tanya Sora.

“Hmm, tambahkan bubuk cabai dan kecap, lalu rebus dan tambahkan minyak wijen.”

Sora mengangguk dan menjalankan instruksi Key.

“Kurasa kimchinya sudah selesai?” Sora membawa panci berisi kimchi ke meja sementara Key masih belum selesai memotong tahu. Key menolehkan kepalanya ke samping, pandangannya tertuju pada tahu yang ia iris karena ia tidak ingin salah mengiris dan justru mengiris jari-jarinya sendiri.
”Aaaah…” Key membuka mulutnya, mengisyaratkan Sora untuk menyuapkan kimchi itu padanya. Tanpa pikir panjang, Sora mengambil sumpit dan menyuapkan sepotong kimchi ke dalam mulut Key. Key mengunyah dengan perlahan.

“Kau tidak menambahkan racun ke dalamnya kan?”
”MWOO!?” Sora berdecak pelan, mengedarkan pandangannya dan menggenggam tepung yang memang ia biarkan bertengger di ujung meja. Sora melemparkan tepung dalam genggamannya ke wajah Key, membuat dia terbatuk pelan ketika bubuk tepung masuk ke dalam mulutnya.

“Yaaaa!” Teriak Key setelah batuknya terhenti. Tidak mau kalah, Key balas melempari Sora dengan tepung dan dalam hitungan menit tubuh mereka hampir tertutup tepung. Dapur yang tadinya bersih menjadi benar-benar kacau sekarang.

“Kyaaaaaaa!” Teriak Sora saat Key menangkapnya. Key melingkarkan satu lengannya di perut Sora dari belakang dan menariknya hingga punggung Sora menabrak tubuhnya. Tangan Key yang lain masih menggenggam tepung dan bersiap untuk meluncurkannya ke wajah Sora. Sora menggeliat pelan dan menunduk untuk melindungi wajahnya.
”Ayolah, angkat wajahmu.” Ucap Key girang.

“Hei, kapan makan malamnya— Ugh! Apa saja yang kalian lakukan?” Donghyun terbelalak begitu ia menginjakkan kakinya di dapur yang sudah tak bisa ia kenali lagi. Baik Key maupun Sora menghentikan kegiatan mereka dan menoleh pada Donghyun disaat yang bersamaan.

“Terserahlah, tapi aku sudah kelaparan.” Omel Donghyun sambil berlalu.

Menyadari tingkah konyol mereka, Key dan Sora tertawa bersamaan. Sora memalingkan wajahnya untuk melihat reaksi Key. Tawa Sora langsung terhenti begitu ia melihat wajah Key yang masih tertawa tepat berada satu inci disampingnya. Key menyadari perubahan ekspresi Sora dan tawanya ikut menghilang. Selama beberapa detik Key dan Sora tidak bergerak sedikitpun, masih terus menatap satu sama lain.

“AKU LAPAR!!!!” Teriak Donghyun dari ruang nonton.

Key melepaskan lengannya yang melingkari Sora, ia bergeser satu langkah ke samping dan berdeham pelan untuk menghilangkan kecanggungannya. Sora memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan, merasakan panas yang membara di kedua pipinya.

***

“Sora-ya, kau siap untuk melihat hasil tes kemarin?” Panggil Seorin pada Sora yang masih tak bergeming dari tempat duduknya meskipun bel istirahat telah berbunyi.
”Aku pasti gagal lagi…” Rengek Sora.

“Ayolah, kau kan belum lihat hasilnya. Lagipula kau sudah belajar dengan keras akhir-akhir ini.” Bujuk Seorin yang merasa tidak tega melihat Sora yang tidak bersemangat. Setelah bujukan berkali-kali dari Seorin, Sora melangkah dengan lunglai ke halaman sekolah tempat papan pengumuman yang ditempeli hasil tes berada. Murid-murid yang juga ingin mengetahui hasil tes mereka berkerumun di depan papan pengumuman, membuat Seorin dan Sora agak kesulitan bahkan untuk melihat papannya saja dari kejauhan.

Key dan Jonghyun keluar dari kerumunan manusia itu. Jonghyun mengeluh karena kerumunan manusia itu tidak membiarkannya keluar dengan mudah.
”Kenapa kau penasaran sekali dengan hasil tes kali ini, huh?” Omel Jonghyun sambil merapikan pakaiannya.

“Memangnya hyung tidak penasaran dengan hasil tes?” Tanya Key.

“Tidak, sama sekali tidak! Untuk apa aku harus berdesak-desakkan seperti itu kalau aku sudah yakin aku pasti akan lulus. Pfft! Dan kau juga tidak biasanya begitu penasaran dengan hasil tes. Ada apa?” Cerca Jonghyun yang memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah Key. Key memutar bola matanya dan mendorong wajah Jonghyun menggunakan telapak tangannya membuat Jonghyun kembali mengeluh.

“Yaaa, apa kau sudah lihat hasil tes mu?” Tanya Key saat Sora melewatinya. Sora menoleh dan butuh beberapa detik baginya untuk mengenali Key karena otaknya yang dipenuhi rasa gugup.

“Uh, oh…” Jawab Sora tidak jelas membuat Key berdecak pelan. Key mendorong pundak Sora ke arah papan pengumunan, “Lihatlah hasil kerja kerasmu.” Ucap Key.

Dengan susah payah Sora berhasil maju ke depan dan melihat hasil tes. Seperti yang ia duga, Yuna dan Seorin lulus tes dengan nilai tinggi. Bahkan Key pun nyaris mendekati nilai sempurna. Jika kalian bertanya siapa yang mendapat nilai sempurna, sudah pasti Minho dan Onew yang hanya kalah satu poin.

“Sora, lihat di nomor 48, kau lulus tes!” Teriak Seorin histeris dan terus menunjuk angka 48. Dengan tidak percaya Sora melihat nama yang tertera di nomor 48, Il Sora (81)

“Arrrrgh! Aku lulus!” Teriak Sora dengan senang. Wajah Key tiba-tiba saja terlintas dibenak Sora dan membuatnya tersenyum kecil.

Sora keluar dari kerumunan itu, ia melihat Key masih berdiri di tempat ia berdiri tadi dan menyeringai kecil pada Sora.

“Gomawo! Kau tutor yang hebat!” Sora melompat girang dan melingkarkan lengannya dileher Key dengan erat. Tidak banyak yang ia pikirkan saat ini, ia hanya senang karena akhirnya ia lulus tes tanpa perlu mengulang seperti biasanya. Dan ia sadar, orang yang berjasa kali ini adalah Key walau Sora agak enggan mengakuinya.

Seringaian di wajah Key menghilang, matanya terbelalak lebar. Tidak pernah ia menyangka Sora akan memeluknya seperti ini. Ekspresi kaget tidak hanya dimiliki Key,  tapi juga Seorin dan Jonghyun serta beberapa siswa lainnya. Mereka berbisik-bisik, jelas sekali kalau pasangan Key-Sora terkenal karena perdebatan mereka yang tidak ada habisnya, bukannya karena ‘kemesraan’ mereka.

Sora melihat sekelilingnya, keningnya berkerut heran, kenapa semua orang melihatnya dengan tatapan aneh? Dan barulah ia sadar dengan apa yang sedang ia lakukan.

Sora melepaskan diri dengan cepat dan tidak berani menatap mata Key, ia terlalu merasa canggung.
”Uh, itu saja, gomawo..” Ucap Sora tidak jelas. Wajahnya lagi-lagi memanas seperti waktu mereka bermain di dapur Sora seminggu yang lalu. Tanpa banyak bicara, Sora menarik tangan Seorin dan meninggalkan tempat yang hampir membuatnya sesak.

Key masih mematung di tempatnya, perasaannya campur aduk. Jonghyun menyikut lengan Key dengan pelan dan menyeringai.

“Akhirnya kau dan dia ada kemajuan, huh?” Goda Jonghyun. Mendengar tidak ada jawaban dari Key, Jonghyun melanjutkan kata-katanya, “Ayolah, katakan padaku, apakah kalian sudah melakukan first kiss? French kiss? Atau jangan-jangan kalian sudah—“
”Oh, shut the fuck up, hyung. Urus saja yeoja mu!” Ujar Key garang. Ia tidak ingin menjadi bahan ejekan SHINee nantinya kalau Jonghyun tidak segera menutup mulutnya. Key melangkah dengan cepat menuju ruang OSIS milik Minho diikuti Jonghyun.
”Huh?” Tanya Jonghyun bingung dan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
”Yeoja yang ‘bermain’ denganmu beberapa hari yang lalu di bar ku. Dia terus-terusan mencarimu.” Key memutar bola matanya. Jonghyun terlalu cepat menggoda yeoja dan secepat itu juga dia melupakannya.

“Shit! Kenapa para yeoja harus terus menempel seperti permen karet, huh?” Gerutu Jonghyun yang mulai gusar.

“Hyung!” Taemin melambai dengan girang setelah Key dan Jonghyun sampai ke ruang OSIS. Tidak ada siapapun di ruangan itu kecuali SHINee. Key menggelengkan kepalanya, melihat Taemin yang girang seperti itu, ia tau alasannya. Hanya ada dua, kalau bukan karena Park Minji, pasti karena …
”Jangan katakan padaku kalau kita akan duel dengan sekolah lain lagi?” Tebak Key was-was. Senyuman di wajah Taemin semakin melebar.

“Tidak bolehkah kalau Taemin tidak ikut? Dia mengerikan.” Omel Key yang mendapat gerutuan dari Taemin.

“Jadi, geng mana yang harus kita lawan kali ini?” Jonghyun merebahkan tubuhnya di samping Taemin dan menatap Onew yang terlihat agak panik serta Minho secara bergantian.
”MBLAQ dari J.Tune High School.” Jawab Minho singkat. Mata Taemin kembali berbinar-binar begitu tau lawan mereka adalah lawan yang tangguh.

“Tapi, dengarlah. Ini agak berbahaya karena kalian tau bahwa  J.Tune High School adalah kekuasaan JYP High School. Jadi, kalian mengerti maksudku kan?” Onew menyipitkan matanya. Tidak ada yang ia takuti, ia yakin teman-temannya pasti tidak akan dikalahkan begitu saja, tapi ia juga ingin mengurangi kemungkinan teman-temannya terluka parah.
”Itu berarti, jika kita mengalahkan MBLAQ, 2PM tidak akan tinggal diam?” Terka Key. Onew mengangguk pelan.

“Aku tidak keberatan, siapapun lawannya, kita pasti akan menang.” Ucap Jonghyun dengan penuh percaya diri.
”Yah, mau JYP High School ataupun SM High School, aku tidak akan takut.” Taemin melompat pelan ditempat duduknya. Key mengangkat pundaknya, menyetujui kata-kata Jonghyun dan Taemin.

“Jadi, sepulang sekolah?” Tanya Onew. Ketiga orang itu mengangguk.
”Minho-ya, apa kau akan ikut kali ini?” Jonghyun memiringkan kepalanya untuk melihat Minho yang duduk di samping jendela. Minho menggeleng pelan dan menatap keluar jendela.
”Sekarang dia sudah menjadi pecinta damai sepertiku, jangan membujuknya untuk memulai kebiasaan lamanya, atau kalian tidak akan bisa menghindari pertempuran berdarah.” Kekeh Onew.

“Sebenarnya, aku agak merindukan pertempuran berdarah itu. Rasanya menyenangkan ketika Minho masih ikut beraksi bersama.” Key tersenyum kecil.
”Kau mau melihat pertempuran berdarah lagi, hyung? Aku bisa melakukannya!” Pekik Taemin bersemangat.
”Uh, no. Kau masih di bawah umur, Taemin.” Tolak Key mentah-mentah.

***

Sora berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ibu jarinya tersangkut di sela-sela giginya. Kejadian memalukan saat ia tanpa sadar memeluk Key tadi siang terus terputar berulang kali bagai kaset rusak yang tidak bisa dihentikan.

“AAAAAAARGH!!” Teriak Sora yang melompat ke atas tempat tidurnya dan membenamkan wajahnya ke bantal lalu berteriak sekeras mungkin.
”Kenapa aku melakukan hal itu? Dia pasti akan mengejekku habis-habisan! Neo jeongmal paboya Il Sora!” Maki Sora tanpa henti pada dirinya sendiri. Sora melirik ke jam kecil yang diletakkannya diatas meja belajar dan menghembuskan nafas pelan.
”Dia terlambat. Apa mungkin dia tidak akan menjadi tutorku lagi karena yang tadi itu? Aigoo, bukankah aku harusnya senang?”

Sora tidak henti-hentinya beradu argumen pada dirinya sendiri. Setelah lelah berdebat, Sora beranjak ke ruang nonton dan menyalakan televisi meski ia tidak benar-benar menontonnya. Sora terus menajamkan telinganya siapa tau saja bel rumahnya berbunyi. Bagaimana pun Key dan Sora selalu bertengkar setiap harinya, Key tidak pernah sekalipun telat apalagi membolos sebagai tutor Sora. Ini adalah kali pertama, makanya Sora agak was-was. Pikirannya di penuhi hal-hal yang tidak masuk akal dan mengerikan. Mungkinkah Key mengalami kecelakaan? Atau mungkinkah Key diculik?
Sora menggelengkan kepalanya, mengusir jauh-jauh pemikiran yang justru membuat ia merinding. Sora terlonjak kaget ketika bel rumahnya berbunyi. Sora berlari dengan cepat untuk membukakan pintu. Key berdiri di hadapannya, lengannya menyangga di sisi pintu agar dia bisa berdiri tegak, dan ada beberapa goresan luka di tangan dan wajahnya.
”Ka-kau tidak apa-apa?” Tanya Sora kaget begitu melihat kondisi Key. Key tersenyum lemah dan menjulurkan tangannya ke arah Sora tanpa berkata apapun. Sora meraih tangan Key, melingkarkannya di leher putih miliknya lalu memapah Key untuk duduk di ruang tamu.

“Tunggu di sini, akan kuambilkan kotak p3k.” Perintah Sora. Sora masuk ke kamarnya, melihat ke sekeliling ruangan. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih dan mengingat di mana ia meletakkan kotak p3k nya. Butuh waktu lama hingga akhirnya ia ingat dimana biasanya ia meletakkan kotak p3k nya dan menghampiri Key.

Key menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, menatap langit-langit dengan mata terpejam. Sora duduk di samping Key dengan sangat perlahan, takut mengejutkan Key, tapi nyatanya Key tetap tau kehadiran Sora dan membuka matanya lalu meluruskan tubuhnya.
”Maaf, aku terlambat hari ini..” Gumam Key pelan. Sora tidak menjawab pernyataan Key, justru mengeluarkan kapas dan alkohol untuk membersihkan luka Key.

Sora mengolesinya dengan perlahan di telapak tangan Key yang tergores paling parah. Rasa pedih dari alkohol yang menyapu daerah lukanya membuat Key mau tidak mau menggigiti bibirnya sendiri untuk menahan rasa sakitnya.

Sora bergeming sedikitpun selama membersihkan luka Key. Tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulut Sora. Agak penasaran, Key memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Sora dengan lebih jelas.

“Hei, kau marah karena aku datang terlambat?” Key menyenggol lengan Sora dengan pelan. Sora menggeleng sebagai jawaban.

“Huh?”  Ucap Key akhirnya setelah ia benar-benar tidak tau apa yang terjadi pada Sora. Ia terlihat sangat aneh.

“YAAAA! Apa kau tidak punya mulut untuk menjawabku!?” Teriak Key lima menit kemudian saat ia masih saja tidak mendapat jawaban dari Sora.

“Ouch! It’s hurt!” Ringis Key karena Sora menekan luka di telapak tangannya.

“Jangan berteriak padaku, you jerk!” Teriak Sora akhirnya bersuara.

“Yaaa, kenapa tiba-tiba kau memarahiku? Apa salahku? Dasar yeoja aneh!” Rutuk Key.

Sora kembali tidak menggubris kata-kata Key. Sora mengambil kapas yang baru dan meneteskan alkohol ke atasnya lalu mengoleskannya dengan pelan ke luka di dekat mata Key yang tidak henti-hentinya memberengut sejak Sora tiba-tiba saja memakinya tanpa alasan. Terakhir kali mereka bertemu hari ini adalah ketika melihat hasil tes. Dan jelas, saat itu Key tidak melakukan apapun yang bisa membuat Sora marah. Jadi kenapa sekarang Sora justru marah-marah tidak jelas padanya?

Key mendongakkan wajahnya ketika sesuatu yang dingin berhembus diwajahnya. Sora telah selesai mengolesi alkohol ke luka Key dan sekarang tengah meniup-niupkannya.

Tidak sekalipun Key bisa melepaskan pandangannya dari Sora. Dengan cepat, kejadian saat mereka berada di dapur dan saat di halaman sekolah tadi kembali terngiang dibenak Key, membuatnya menelan air liurnya dengan susah payah.

Sora kembali meluruskan duduknya setelah meniup luka Key tanpa menyadari perubahan raut wajah Key. Sora mendesah pelan.
”Ada apa denganmu? Apakah kau dipukuli orang?” Tanya Sora sambil memberesi kotak p3k nya.
Key mengangkat pundaknya, “Kurang lebih seperti itu.”

“Jangan katakan padaku kalau kalian baru saja berduel dan menguasai sekolah lain?” Sora menyipitkan matanya pada Key yang tersenyum kecil.
”Astaga! Apa kalian tidak bisa lebih bodoh lagi, huh? Untuk apa kalian harus melukai diri kalian sendiri, mengorbankan diri kalian sendiri hanya untuk menguasai sekolah orang lain? It’s so useless..” Gumam Sora.

Key mengangkat sebelah alisnya dan menyeringai pelan setelah ia mulai menyadari apa yang membuat Sora tiba-tiba menjadi sewot tidak karuan.
”Jangan katakan… kalau kau mengkhawatirkanku?” Seringaian Key bertambah lebar.

“M-mwo? Tentu saja tidak.” Sora tergagap. Ia memalingkan wajahnya ke arah yang berlawanan dari Key karena ia tidak ingin Key melihat wajahnya yang bersemu merah, itu sangat memalukan baginya.

“Mengakulah. I know I’m gorgeous.” Key terkekeh pelan membuat Sora semakin bersemu merah. Sora mengomeli dirinya sendiri. Kenapa wajahnya harus merona merah karena kata-kata Key?

“Huh, tidak ada yang menarik dari banci sepertimu.” Sora berkata tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

“Mwo? Kau memanggilku apa?” Key menarik tangan Sora dengan kuat dan mendorongnya hingga terbaring diatas sofa. Key menjulang diatas Sora dan mengapitkan kakinya di sisi Sora.

“Aku sudah pernah memperingatkanmu untuk tidak mengatakan hal itu padaku lagi, atau kau akan benar-benar menyesalinya.” Ancam Key sungguh-sungguh.

“Uh, lepaskan aku!” Sora memekik tertahan dan terus meronta agar terbebas dari Key.

“Why should I?” Key menyeringai, menundukkan wajahnya dan berbisik di telinga Sora. “I need to teach you a lesson..”

Suara Key menggelitik Sora hingga ke tulang punggungnya. Sora menatap mata Key yang balas menatapnya. Ekspresi marah diwajah Key perlahan-lahan mencair seiring dengan berjalannya waktu saat mereka bertatapan. Wajah Key melembut. Ia menundukkan wajahnya, menyatukan bibirnya dan Sora dengan lembut dan perlahan. Sora memejamkan matanya saat ia merasakan bibir hangat Key melumat bibirnya. Ada sensasi aneh yang belum pernah Sora rasakan sebelumnya. Semakin Key melumat bibirnya dengan ganas, semakin sensasi aneh itu mengambil alih kesadaran Sora. Tanpa disadarinya, tangannya bergerak mulus dan mendarat dileher Key, memainkan rambut cokelat tua miliknya dengan perlahan.

Key mengerahkan tenaganya, menarik Sora hingga kini punggungnya tak lagi menyentuh sofa dan justru duduk dipangkuannya yang hangat membuat Sora terkesiap pelan. Key mengambil kesempatan itu untuk menyusupkan lidahnya, menjelajahi setiap rongga mulut Sora, menggoda lidah Sora untuk ikut bermain dengannya.

***

“Oh, ayolah! Akui saja kalau kau memang menikmatinya, iyakan?” Key terus melangkah mundur dihadapan Sora yang memalingkan wajahnya dan terus berjalan maju tanpa mempedulikan Key.

“Pfft! Setelah kemarin kau membalas ciumanku, sekarang kau justru berpura-pura tidak ada yang terjadi, huh?” Protes Key tidak menyerah. Sora membekap mulut Key menggunakan tangannya yang langsung dihempaskan oleh Key.

“Apa?” Tanya Key bingung.

“Neo micheoso? Kenapa kau harus mengatakan hal itu dengan keras?” Omel Sora sambil memukul lengan Key. Key tertawa pelan dan mengacak rambut Sora.
”Kau malu? Astaga, kau tidak perlu malu kalau kau berciuman dengan pacarmu sendiri.” Ucap Key lembut.
”M-mwo? Pacar?” Wajah Sora memanas hanya dengan mendengar kata-kata sederhana dari Key.
”Ne. Kau pikir aku ini apa? Meskipun teman-temanku adalah namja brengsek—terumata Jonghyun hyung—tapi aku tidak sama dengan mereka. Aku tidak akan sembarangan mencium perempuan dan pergi begitu saja.” Ucap Key lagi, kali ini lebih serius dan ekspresi wajahnya lebih lembut.

Sora terpaku ditempatnya, terlalu bingung untuk mengatakan sesuatu. Key tersenyum kecil, sejak kapan ia menganggap Sora imut? Yang pasti sekarang ia merasakannya.

“Haruskah kukatakan lebih jelas lagi? I love you, Il Sora..” Bisik Key di bibir Sora sebelum ia mengecup bibir Sora dengan cepat. Key tersenyum senang saat Sora tak lagi membantah kata-katanya. Key meraih tangan Sora, menautkannya jari-jari mereka yang terasa hangat satu sama lain.

“Ada apa di sana?” Tanya Sora yang menatap ke arah papan pengumuman. “Mungkinkah hasil tes kemarin salah? Bagaimana kalau ternyata aku tidak lulus?” Tanya Sora panik.

“Tenanglah, aku yakin ini tidak ada hubungannya dengan hasil tes. Ayo kita lihat ke sana.” Key menarik tangan Sora dengan pelan menuju kerumunan yang hampir semuanya yeoja.

“Seorin!” Teriak Sora terkesiap begitu melihat sahabatnya lah yang menjadi pusat perhatian, dan sebuah foto yang terpasang di papan pengumunan, foto Minho dan Seorin yang berjalan berdua. Dengan panik Sora menghambur ke kerumunan itu, langsung menghampiri Seorin bersama Key. Disaat yang bersamaan Yuna dan Jonghyun juga menghampiri Seorin.

“Ada apa?” Tanya Sora pada Seorin yang hanya bisa menundukkan wajahnya.
”Kami hanya minta penjelasan tentang foto ini. Apa yang sedang dia lakukan bersama Minho-ssi sepulang sekolah kemarin?” Ujar salah seorang yeoja yang berdiri paling depan di kerumunan itu, jelas sekali kalau dialah dalang dari semua kehebohan ini.

“Seorin-ah, katakan saja pada mereka agar mereka tidak lagi mengganggumu.” Yuna terlihat panik karena yeoja lainnya terlihat sangat marah. Bagaimana tidak, bagi mereka Minho adalah idola dan mereka tidak suka jika idola mereka didekati yeoja lain selain diri mereka sendiri. Dan alasan utama yang membuat mereka marah adalah kareana tidak ada satupun diantara mereka—kecuali Seorin—yang pernah berada di dekat-dekat Minho.

“Pasti kau menggoda Minho kan?” Tukas yeoja lainnya. Sora menghembuskan nafasnya dengan kasar, kesabarannya tidak pernah cukup jika harus menghadapi yeoja-yeoja besar kepala seperti mereka.
”Can you shut up, bitch?” Cerca Sora.

“Mwo?” Teriak yeoja itu. Merasa kesal dengan kata-kata Sora, yeoja itu mengangkat tangannya bersiap untuk memukul Sora. Sora melangkah maju bersiap untuk memukul balik yeoja itu, tapi Key berdiri di tengah-tengah mereka dan menahan tangan yeoja itu dan menatapnya dengant tajam.
”Touch my girl, and you’ll go to the hell…” Ancam Key yang berhasil membuat yeoja itu terbelalak. Bisik-bisik kembali terdengar setelah mereka mendengar kata-kata Key dengan sangat jelas. Yuna, Jonghyun dan Seorin menatap pasangan baru itu tak kalah kagetnya. Menyadari semua perhatian justru tertuju padanya, Sora menutupi wajahnya dengan satu tangan dan memukul lengan punggung Key.
”Ouch, berhentilah memukulku! Kau membuat badanku remuk!” Omel Key pada Sora.

“Kalau begitu berhentilah mempermalukanku!” Balas Sora sengit.

“Ada apa di sini?” Suara Minho membuat semua orang terutama Seorin terkesiap. Kerumuman itu membelah dan memberikan jalan bagi Minho dan Taemin yang baru saja datang untuk lewat dengan mudah. Minho berdiri di samping Seorin, melihat foto yang tertempel di papan pengumuman dan mendesah pelan lalu merobeknya menjadi dua bagian sementara Taemin memandang Key dan Sora dengan aneh.

“Seorin-ah, kurasa kita harus memberitaukan semuanya pada mereka.” Ucap Minho pelan. Seorin terbelalak ngeri. Baru ketauan pulang bareng saja fans fanatik Minho sudah mengamuk seperti ini, apalagi kalau sampai mereka tau mereka tinggal bersama. Minho maju selangkah, Seorin menarik lengan Minho dan menggeleng. Minho tersenyum kecil dan menepuk tangan Seorin, seolah menenangkannya dan memberitaukan semuanya akan baik-baik saja. Semua tidak akan baik-baik saja kalau fans Minho sampai mencabik-cabik seluruh tubuh Seorin.

“Sebenarnya kami—“ Ucap Minho dengan agak keras agar semua orang bisa mendengarnya. Seorin menarik tangan Minho dengan lebih erat, memaksanya untuk berhenti mengucapkan kata-kata selanjutnya. Lagi-lagi Minho tersenyum manis pada Seorin. Ia melepaskan tangan Seorin yang menggantung di lengannya, mengangkatnya ke udara dan menggenggamnya dengan erat “—kami sudah berpacaran hampir setahun.” Ucap Minho yang bahkan membuat Seorin sangat kaget. Seorin memelototi Minho yang terlihat tidak peduli sedikitpun pada ancaman yang diberikan Seorin melalui sorot matanya.

“Jadi kumohon kalian tidak menganggunya lagi karena itu akan menyakitiku juga.” Minho tersenyum tipis, membuat hati para yeoja itu berdebar tidak karuan.

“Jadi kalau kalian mengizinkan, kami harus pergi ke suatu tempat dulu.” Minho menarik Seorin pergi secepat mungkin, tidak mempedulikan apakah teman-temannya akan mengikutinya atau tidak.

Dengan banyak keluhan kekecewaan, satu per satu yeoja pergi dan bahkan ada beberapa yang menangis karena ternyata Minho sudah terikat pada seorang yeoja.

“Hyung, sampai kapan kalian mau berpegangan tangan?” Taemin memandang Sora dan Key bergantian lalu ke tangan mereka yang saling terpaut erat. Lagi-lagi wajah Sora merona, ia mencoba untuk melepaskan tangannya, tapi Key tidak mengizinkan dan menggenggamnya lebih erat lagi.

“Sudah kuduga, kalian memang saling jatuh cinta! Jadi sudah sampai di mana tahap kalian? Kalian bisa berguru padaku!” Teriak Jonghyun histeris, berdiri di tengah-tengah Key dan Sora lalu merangkul mereka.

Key mengernyit, menarik tangan Jonghyun agar turun dari pundak Sora.

“Jangan biarkan dia menyentuhmu, kau bisa hamil kalau dia sampai menyentuhmu.” Key memperingati Sora dan mendapatkan pukulan dari Jonghyun di kepalanya.

“Yaaa, jangan merusak citra ku.” Tukas Jonghyun yang melirik ke arah Yuna sekilas.

“Jonghyun hyung, tadi Onew hyung mencarimu. Kurasa ada hubungannya dengan Kim Rinhae.” Ucap Taemin setelah ia mengingat pesan Onew tadi pagi.

“Apa lagi sih? Aku kan tidak menyentuhnya sama sekali, huh!” Gerutu Jonghyun sambil berlalu pergi.

“Sepertinya ada yang harus kau dan Seorin ceritakan padaku. Sampai jumpa saat makan siang nanti.” Yuna tersenyum penuh arti dan melambai pada Sora.

Sora menundukkan wajahnya, memikirkan apa yang harus ia katakan pada kedua sahabatnya nanti. Tapi setidaknya bukan dia seorang yang berhutang penjelasan.

“Bukankah itu Minji? Siapa namja yang ada di sampingnya?” Key memicingkan matanya saat melihat Minji berjalan dari gerbang sekolah. Taemin menoleh dengan cepat, rahangnya terkatup rapat begitu melihat Minji berjalan bersama namja seperti yang Key katakan.
”That L.Joe guy again!” Erang Taemin yang menghentakkan langkahnya ke tempat Minji.
”Kajja, sebaiknya kita segera masuk ke kelas.” Key menarik tangan Sora, membimbingnya ke kelas mereka.

“Gawat! Aku belum buat tugas bahasa inggris!” Teriak Sora. Key memutar bola matanya dan melangkah lebih lebar agar segera sampai ke kelas.

“Boleh aku lihat apa yang ada di dalam kepalamu? Kenapa kau bisa lupa membuat tugas sepenting itu, huh?” Cemooh Key. Sora menatapnya dengan tajam dan menginjak kaki Key yang menjerit tertahan.
”Memangnya gara-gara siapa aku tidak membuat tugasku kemarin malam?” Oceh Sora.

“Jadi kau menyalahkanku? Salahkan dirimu sendiri yang terlalu terpesona padaku!” Balas Key masih memegangi kakinya yang sakit.

“Ingatkan aku untuk membuang majalahmu nanti siang!” Sora melongos masuk ke kelas dan langsung mengeluarkan buku tugasnya untuk dikerjakan.
”Yaaa, kalau kau membuangnya aku tidak akan memaafkanmu!”

THE END of THIS IS THE WAY WE ARE

 TO BE CONTINUE …

©2011 SF3SI, Yuyu.

This post/FF has written by Yuyu, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

231 thoughts on “The Pervert Nerd – Glasses 4

  1. Astaga astaga astaga apa-apaan ini eonniiiiiiiiiiiiiiiiiiii………
    Key astaga Sora astaga akhirnya mereka bersatu(?)
    I ship Key + Sora = OTP!!! ^0^
    Huahahahaha bagus deh akhirnya mereka bisa akur…pacaran malah! Tapi tetep aja mereka ngga bisa berenti jail satu sama lain ;w;
    Ahhhhh harus berapa kali aku bilang!!! Baru Glasses 4 aja udah bikin aku ngga bisa berenti baca gara-gara penasaran!! Seruuuu….

  2. author, mau ralat dikit. masak key menatap langit-langit sambil menutup matanya? hehehe… mian sok-sok koreksi.

    by the way, PART INI DAEBAK BANGET!!!!! huah, suka banget adegan demi adegan. benci jadi cinta, seru banget ini!

  3. ”Touch my girl, and you’ll go to the hell…”
    Omaigatt key!! suka bgt pas dia ngomong ini >(///)<
    Key-Sora unyuu2 gmanaaaa gt ♡(*´θ`)ノ dari benci jadi cinta. dari musuh akhirnya jd pacar *aseekkk xD

    “Jangan biarkan dia menyentuhmu, kau bisa
    hamil kalau dia sampai menyentuhmu.” <- ngakak gelindingan xD
    Bang dino segitunya pervertnya kh dirimu? nyentuh aj bisa langsung hamil wkwkwkkkk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s