Mr. Pianist! I Miss You

Mr. Pianist! I Miss You

Author             : JonghyunsAddict

Genre              : Romance, Sad, Fan Fiction, Oneshot (?)

Gender            : General (?)

Cast                 : YOU, Kim Jonghyun, Choi Minho (Figuran)

Backsound       : In My Room SHINee

Annyeong! Kali ini membawakan FF galau plus sedih versi Jonghyun. Semoga kalian terhibur dan disarankan sambil mendengarkan lagu diatas dengan headset. Okelah langsung saja! Silent readers wajib comment (?) XD

******

Aku merentangkan kedua tanganku keudara. Pegal sekali rasanya sehabis berlatih piano. Kulirik jam tangan yang kupakai di tangan kiriku dan ternyata jam sudah menunjukan pukul sebelas malam. Aku mencoba beranjak dari kursiku namun aku kembali terduduk. Lagi-lagi aku memandangi piano yang berada di depanku, aku tersenyum pilu. Tepat diatas piano terdapat sebuah foto, fotoku dengan seorang namja. Namja yang amat-sangat kucintai. Kupandangi foto tersebut, foto dimana namja itu sedang memelukku dan berusaha mencium pipiku. Kami terlihat bahagia, sangat bahagia. Namun sayang, aku tak bisa lagi melihat tawanya yang indah itu. Aku tak bisa lagi mendengar suaranya yang lembut dan menenangkan. Aku tak bisa lagi berkeluh kesah dan yang paling tidak terlupakan adalah ruangan ini. Ruangan dimana kami berdua mengadu kasih bersama, dimana ia dengan sabar mengajariku bermain piano dan bernyanyi. Aku masih ingat dulu aku sangat membenci dunia musik. Namun ia telah merubahku, menjadi gadis lembut yang sudah cukup matang dan ahli dalam bermain piano. Aku mengambil foto itu dan kuelus lembut wajah namja itu.

Aku merindukanya…

Aku sungguh merindukanya…

Aku ingin ia kembali…

Tak terasa air mata yang sudah terbendung di pelupuk mataku kini tumpah dan membasahi foto tersebut tepat di wajahnya. Aku langsung membasuhnya dengan ibu jariku. Aku mendekap foto itu di dalam pelukanku. Rasanya aku tidak ingin melepaskanya.

“Oppa, kau disini kan?” Aku tertawa dalam tangisanku. Berharap ia bahagia disana. Namun itu percuma. Tawaku bukan tawa bahagia, tawaku adalah tawa kesedihan oppa. Aku sungguh merindukanmu.

“Oppa, bicaralah padaku…” Aku kembali terisak. Kulepaskan foto tersebut dari dekapanku dan kembali kuletakkan di dinding. Tepat diatas piano tercintaku.

“Oppa, selagi kau disini. Aku akan memainkan sebuah lagu untukmu.” Aku tersenyum sembari menghapus air mataku. Seperti biasa, setiap malam aku selalu memainkan lagu yang sama untuknya. Lagu dimana dulu ia dan aku selalu menyanyikanya bersama. Dimana ia duduk disebelahku, kami berdua memainkan piano bersama. Terkadang aku hanya diam memandangnya, suaranya yang lembut dan khas masih kukenang sampai saat ini. Suara yang sudah tidak mungkin akan kudengar lagi. Aku ingin ia benyanyi lagi denganku, jangan… ia mendengarnya saja aku sudah cukup senang.

Sebelum memulai laguku aku kembali memandang foto tersebut dengan senyuman. Aku mencoba tersenyum walaupun perih.

“Oppa, dengar ya…” kataku sambil menatap foto itu.

Jamdeuljee anhnun bameh nuneul gamah geunyeorul ddeoohlreendah

ahmugeotdo muhlrahtdeon naegah neomu meewoseo

buhleul keegoh bangeul duhlreobundah…” Aku mencoba menahan air mataku yang sudah mulai jatuh.

“Oppa, apa kau ingat?” Aku kembali berbicara sendiri. Namun aku tau, ia disini. Ia sedang memandangiku dengan senyumanya, senyuman yang tidak akan pernah bisa kulupakan. Senyuman manis yang tersungging dari bibirnya.

Hweemeehageh bahlahooneun duh nunee meomchun goht

beoreejee mothaetdeon saengsheelseonmuhl keureego neo

keu mohdeun geot…

“Oppa, aku sudah lancar loh!” Aku mencoba tersenyum dalam tangisanku. Hatiku mengerang sakit. Tuhan, kenapa kau ambil dia secepat itu? Mengapa kau ambil namja yang sangat kucintai semudah itu? Tuhan, sekali saja biarkan waktu berpihak padaku. Tiap malam aku mendoakanya. Namun tiap malam juga aku menangisinya. Aku tau aku bodoh, aku tau ia tidak akan tenang jika aku terus menangisinya. Aku sakit, Tuhan. Aku merindukanya.

Cause you were my sun, the moon

nae jeonbuyeotdeon neo

nae bangeh eetneun modeun geotdeulee neol keureeweohanabwa

neol weehae chatdah jeechyeoseo neol jamshee eejeodoh

sumgyeonoheun uhreeye chueogee

gadeuk namah cause you’re still in my room…

“Oppa, neomu guliwo…”

Tak terasa aku mengakhiri akhir bait lagu tersebut dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipiku. Tiap hari, bahkan tiap malam aku selalu begini. Setelah berlatih piano selalu saja aku mengakhirinya dengan tangisan, berharap ia akan datang. Berharap ia akan memelukku dan mengatakan ia selalu mencintaiku. Tuhan, tidakkah kau mendengar doaku tiap malam? Sekali saja, Tuhan. Kirim dia kesini untuk menjagaku.

“…aku rindu suaramu…” air mataku semakin membanjiri wajahku. Aku tidak berhenti terisak, aku tidak ingin berhenti menangis. Biarkan air mataku habis, aku ingin menangisimu oppa. Aku tahu ini salah, aku tahu kau mengkhawatirkanku disana. Maafkan aku, oppa. Aku terlalu egois.

“…apa kau mendengarku oppa?”

“Oppa, aku merindukanmu!” Aku mulai berteriak. Aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku, membiarkan seluruh air mataku tumpah, menghabiskan air mataku.

“Aku masih ingin mendengarmu oppa!” Aku kembali berteriak. Suaraku terdengar sangat serak.

“Oppa! Babo, babo, babo! Kenapa kau tak menjawabku?!” Aku memukul kedua pahaku lalu menenggelamkan wajahku di kedua tanganku. Sungguh aku tidak tahu setan apa yang merasukiku malam ini. Aku sungguh ingin bertemu denganya. Air mataku masih mengalir deras, sungguh aku tidak bisa berhenti menangis. Tuhan, biarkan air mataku habis karena menangisinya.

“Kumohon…” Aku kembali berbicara dalam tangisanku. Aku menutupi wajahku dengan kedua tanganku masih sambil terisak. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang hangat mengelilingi pundakku. Aku langsung membalikkan tubuhku.

“Oppa?!!” Senyum yang telah mengembang di wajahku tiba-tiba langsung memudar. Ini Minho oppa yang sedang memelukku, bukan Jonghyun oppa. Sadar,____!

“____…” Panggil Minho oppa lembut sambil mengusap punggungku pelan.

“Ayo tidur. Tidak baik jika kau mengingatnya terus. Oppa khawatir, tiap malam kau selalu begini.” Minho oppa menarikku kedalam pelukanya. Tubuhnya yang besar dan hangat mampu menenangkanku. Namun tetap saja, ia bukan Jonghyun oppa.

“Matamu sangat sembap.” Minho oppa menghapus air mataku dengan ibu jarinya sambil mengusap pipiku pelan.

Dia bukan Jonghyun oppa…

Minho oppa berbeda denganya…

“Mianhaeyo, oppa.” Aku masih terisak di dalam pelukan Minho oppa. Namun ia dengan sabar mengelus rambutku lalu ia makin memelukku erat.

“Kau tahu? Aku hanya ingin melihatmu bahagia,____. Tidak peduli kau mencintaiku atau tidak aku akan terus disisimu. Aku akan jadi orang pertama yang akan selalu ada untukmu, menjagamu, menjadi lengan di saat kau butuh kehangatan. Aku, namja yang selalu mencintaimu…”

Aku tersentuh mendengar isi hati Minho oppa. Sebesar itukah ia mencintaiku? Setulus itukah? Apa ia tidak akan meninggalkanku? Sudah beribu kali aku mencoba melupakan Jonghyun oppa, mencoba membuka lembaran bersama namja baru. Namun hasilnya selalu nihil, aku selalu ditinggalkan karena aku selalu menangisi Jonghyun oppa tiap malam. Apakah Minho oppa seperti itu? Apakah ia akan bosan dengan gadis cengeng sepertiku?

“____, sudah kubilang ratusan kali. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, bagaimana aku akan meninggalkanmu? Sedetik pun aku tidak pernah memikirkan hal itu. Aku akan berusaha membuatmu tersenyum ketika memandang foto Jonghyun, bukan lagi menangis. Aku akan menjagamu,____.”

Minho oppa semakin mempererat pelukanya. Aku tersenyum, berusaha menghapus air mataku.

“Oppa…” Panggilku pelan.

“Hmm…”

“Gomawoyo.”

Tiba-tiba Minho oppa melepaskan pelukanya dari tubuhku dan memandangku. Ia tersenyum dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya. Mata Minho oppa yang besar dan bulat menatapku dalam. Dapat kurasakan wajahku mulai memanas.

“Saranghae.” Aku hanya bisa tersenyum tulus pada Minho oppa.

Setengah hatiku masih mencintai Jonghyun oppa.

“Gomawo, oppa.” Aku hanya bisa memeluk Minho oppa. Kuyakin ia mengerti.

******

Sekarang aku percaya, gadisku memang ditakdirkan denganya. Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Aku berusaha merelakanya dengan namja lain. Walaupun aku adalah makhluk abadi sekarang, namun selamanya aku akan tetap mencintainya. Apapun yang terjadi aku akan selalu menjaganya dari atas sini. Berdoa untuknya, untuk gadisku yang paling kucintai. Kadang aku merasa tersentuh ketika ia memainkan lagu yang sama tiap malam untukku. Aku sempat menangis, aku ingin memeluknya, membalas lagunya dengan cintaku. Tapi apa daya aku hanya bisa melihatnya dari atas sini. Kuharap namja itu akan menjaganya dengan baik. Saranghae,____…

-THE END-

Hehe gimana? Sedih atau gaje nih? Mianhae ya hehe ini buatnya tengah malem pas lagi galau sih. Maaf kalau judulnya ga nyambung juga sama ceritanya -digantung reader- hehe yaudah waktunya comment nih! Sekali lagi maaf soalnya ini juga no edit hehe. Gomawo J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Mr. Pianist! I Miss You”

  1. Lumayan lah thor bwat nemenin makan siang, hehehe.
    Waw, minho oppa baik bnget.huhu. Thu cewek hruznya beruntung dpet minho oppa xD

  2. yaah.. kasian jjong dong (‘A`)

    feel sedihnya emang kurang, tapi feel galaunya dapet ko :’D

  3. .Hyaaaa…
    Ojoong?? kau knpa mninggalkanku sndiri brsama ksepian ini??
    *ktanya sndiri?
    kok ‘brsama’?
    kelainan ni org,,
    .eh, ak kok ingetny mlah ROMANTIC y?
    bkanny IN MY ROOM.
    *keinginan tk sjlan dg pikiran.
    kerenn! kerenn! kerenn!!

  4. huaaaa…. sedihnya kurang tapi bagus kok…
    ya aku juga mau ketemu ama nenek ku … >< *gxnyambung*
    keren…. iya aku juga ingetnya romantic.. huahahaha…

    top…

  5. Pas baca judulnya kirain main castnya Minho. Jadi inget yg minho main drama pianist itu loh hehe

  6. emang sih, feel nya kurang dapet, thor… Tapi aku ntah ngapa nangis baca ne efef, mungkin karena sambil dengerin lagunya no min woo, first snow, kale ya, jadinya ngangisss…. Huhuhu, untung bukan Key *Author : Ya iyalah, reader bego, baca castnya dong…BOW, pletak…*

  7. Bagus thor ^^ tapi feel sedihnya kurang greget gmana gitu. hehehe.. tapi aku suka bgt karakter minho. kekeke q^o^p

  8. knapa Minho Oppa disbut pmeran figuran? slah sbutanny, hrusny Minho Oppa disbut pmeran tritagonis (pmeran tmbahan)…. figuran mah bda lgi…. klau bsa Minho Oppa yg jdi pmeran utama, heuheu ^__^

    tpi bgus nich, thor…. feel-ny krang dpet sichh…. tpi lumayanlah, bgus…. (aku g bsa blang jlek, soalny aku aj blum tentu bsa bkin sebgus ini, heuheu)
    siapa sich, nmany peran ‘aku’ dsini? pnasaran nich, jdiny…. BTW, hrusny dia gausa nangisin Jonghyun trus, kan udh namja bru tuchh…. Minho Oppa, bruntung tuch dia cpet 2 cwok cakep yg mencintainy….. 😀

  9. nice FF thor…. but, sbnerny Jonghyun blum bneran meninggal kn??
    ~~~orang bdoh bertanya, mhon dijwab~~~

  10. Sedih n nyesek banget rasanya waktu baca FF.
    Sedih banget ngebayangi posisi 2 lovey-dovey yang berakhir tragis seperti itu.
    Subuh-subuh baca FF terus nangis seperti ‘……’, ga mau d sebut ngeri.
    Ga lebay kok ceritanya, keren lagi.
    Semangat thor buat FF yang seperti ini lagi.
    Maaf klu belum tahu aturan d forum ini, soalnya anak baru.
    Hiks hiks

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s