Sorry Speak’s Love Like Easy

Title: Sorry Speak’s Love Like Easy

Author : PH Minnie999

Main Cast :

Lee Seungra

Lee Jinki

Support Cast :

Lee Taemin as Umma

Lee Joon as Appa

Kim JongHyun as Dokter Kim

Shin Se Kyung

Length : Oneshoot

Genre : Romance

Rating : General / PG-13

NB: Remember hanya fiktif belaka semua kesamaan nama hanya keisengan pembuat semata.

Semoga ff ku ini di posting yo…

# Np

Song Ji Eun – Going Crazy

Se7en – I’m Going Crazy

SM the Ballad – Miss You

The Virgin – Cinta Terlarang

Shinee – Romeo+Julitte

“ Cinta itu melumpuhkan fikiran. Tak mengenal batas waktu dan ruang. Tak menyisahkan sedikit ruang bagi para pecandunya. Mengontrol seluruh kehidupan pecandunya hingga bertekuk lutut di bawah penguasa CINTA…”

“ Semoga kelak jika kita terlahir kembali. Kita bisa bersama tanpa satu darah…”

Author Pov…

“ Dengan rahmat Tuhan, bersedia anda Lee Jinki mencintai Shin Se Kyung sehidup semati baik dalam suka maupun duka?” Pastur.

“ Ya, saya bersedia.” Jinki menjawab mantap.

“ Dan anda saudari Shin Se Kyung bersediakah anda mendampingi suami anda sehidup semati baik dalam keadaan senang maupun susah?” Pastur.

“ Ya saya bersedia…” Se Kyung menjawab riang sambil tersenyum memegang erat booklet bunganya.

“ Dengan rahmat Tuhan kalian sekarang resmi menjadi suami istri, silahkan bertukar cincin…”

Kedua mempelai itupun bertukar cincin lalu sang pria mencium kening istrinya. Disudut gereja seorang gadis mungil memegang erat kalung bintangnya dan terus mengeluarkan butiran air mata menyaksikan perjanjian sakral itu.

Seungra pov…

Tuhan adakah Kau disini sekarang? Aku merasa begitu menderita sekarang. Kau lihat di depan sana? Di altarMu. Seorang namja yang kuncintai tengah bersanding dan mengikat janji dengan perempuan lain yang baru dikenalnya seminggu yang lalu.

Aku merasa hidupku tidak adil sama sekali. Jinki, kakak sekaligus teman sekaligus pacarku satu – satunya sekarang meninggalkan hidupku secara perlahan – perlahan. Seharusnya aku yang ada disana mendampinginya sekarang. Yang tersenyum disampingnya setelah dia mengecupku.

Flasback…

“ Oppa, yay tunggu aku…” Aku berlari mengejar sepedanya yang dikendalikan cepat olehnya.

“ Kau ini lama dosaeng. Kajja, lebih cepat lagi.” Dia tersenyum meninggalkan segaris tipis matanya sambil melebarkan senyum.

“ Auw…” Entah karena kurang konsentrasi atau apa, aku pun terjatuh.

“ Seungra, are you okay? Mian, aku tidak sengaja…” Dia membantuku berdiri.

“ Argh, sakit oppa. Aku tidak bisa jalan.”

“ Kau ini payah sekali!” Jinki mengambil tas sekolahku.

“ Oppa kau mau apa?” Aku masih bingung.

“ Mau pulanglah, kajja.” Dia menggendongku tanpa malu – malu di depan semua umum bahkan meninggalkan sepeda barunya yang amat dia banggakan.

“ Oppa sepedamu?”

“ Aish, kau ini berisik. Nanti kuambil lagi. Kau lebih penting sekarang.” Dia terus konsen membawaku pulang.

Flashback off.

Itulah kali pertamanya kami melakukan skinship yang lama sekali. Waktu itu oppa baru kelas 1 SMP dan aku masih kelas 5 SD. Saat itu aku mulai merasakan hatiku berdegup kencang dan tidak teratur setiap melihat oppaku.

Flashback…

“ Oppa, aku tidak beli kado, mian ya…” Aku masuk ke dalam kamarnya saat pesta ulang tahun 17annya berakhir.

“ Ne, it’s okay dosaeng.” Oppa tersenyum hangat.

“ Tapi aku punya sesuatu untuk oppa.”

“ Apa?”

“ Saranghe oppa…” Aku tersenyum dan mengecup pipi kanannya lalu berlari masuk ke kamarku.

Belum sampai 5 menit dentuman pintu kamar pun berbunyi.

“ Seungra, buka…”

“ Ne, masuk saja oppa tidak dikunci kok.”

“ Seungra, aku ingin bicara.”

“ Bicara saja oppa.” Aku tidak menoleh dan sibuk menyiapkan pelajaranku.

“ Kau tidak boleh menyukaiku.” Oppa menggenggam pundakku hingga aku sekarang menatapnya.

“ Aku tidak suka aku kan bilangnya saranghe.” Aku terkekeh.

“ Aku serius Seungra.”

“ Waeyo oppa? Kau sudah punya yeojachingu? Aku akan menunggu kok oppa.” Aku tersenyum.

“ Bukan itu. Kita ini saudara kandung dan sedarah pula jadi tidak boleh saling mencintai.”

“ Apa sich oppa lebay deh. Sekarang jamannya kan udah berubah oppa.”

“ Seungra.. Aku peringatkan kau. Jangan berusaha untuk mencintaiku lebih dari kakak adik!” Dia membentakku marah dan berjalan keluar.

“ Lagipula aku tidak menyukaimu…” Dia mengakhiri dengan begitu sakit dan meninggalkanku.

Flashbackoff…

Dan sekarang kalian lihat yeoja yang di depan itu? Dia yeoja yang sama yang selalu menunggu Jinki oppa. Sekarang dia tersenyum lega mendapat kebahagiaannya. I Really Hate You Se Kyung…

Flashback…

Semenjak itu oppa sering pulang bareng dengan yeoja yang kukenal sebagai teman sekelasnya. Dan yang paling mengagetkan adalah dia mengumumkan dia pacarang dengan yeoja itu saat pesta natal dirumahku. Semenjak itu aku tidak pernah mau mengenalnya. Dan tidak lagi check up ke dokter tidak lagi meminum obat. Kubiarkan penyakitku terus merambat menggerogoti seluruh paru – paruku mempercepat kematianku. Sampai suatu hari di kamarku…

“ Aigo, Seungra… Bangun nak… Bangun… Appa….” Kurasakan tangan umma memapahku dan berusaha membangunkanku.

Aku tersadar di atas ranjang rumah sakit. Merasakan hangatnya sinar matahari pagi menyusup masuk tubuh dinginku menukarkan semangatku. Disampingku oppa sedang duduk tertidur dengan muka cemasnya. Imut dan lucu seperti biasa walau sedikit berantakkan mungkin karena lelah semalaman menjagaku.

“ Ah, Se… Seungra kau sudah bangun…” Perlahan seperti kontak batin atau apa dia bangun dan melihatku tengah memandanginya dalam – dalam.

Aku yang melihatnya tersadar kembali merasa sakit dengan hubungan barunya bersama yeoja itu. Aku memalingkan wajahku tak ingin menatapnya.

“ Yay, jangan seperti itu dosaeng babo! Kami semua mencemaskanmu. Tunggu akan kutelp appa dan umma.”

Dia bersiap – siap menelp saat aku menahannya.

“ Jangan oppa. Aku hanya ingin bersama oppa.” Aku melingkarkan tanganku memeluknya dengan posisikku yang masih duduk sementara dia berdiri.

“ Jangan seperti itu Seungra, orang yang melihat akan salah paham!”

“ Biarkan, biar semua orang tahu aku mencintai kakakku sendiri.”

“ Aish, lepas Seungra…” Dia melepaskan tanganku dengan kasar dan keluar dari ruanganku.

Saat itu dokter Kim yang baru magang masuk dan menghampiriku untuk memeriksa keadaan.

“ Well, semuanya baik tapi kurangi tangisanmu magnae yeopo.” Dia tersenyum ramah sementara aku berdecak kesal.

“ Kau ini kenapa? Mukamu ditekuk berlipat – lipat. Terlihat banyak keriput.” Dia masih sibuk dengan senyum ramahnya

“ Bukan urusanmu!”

“ Ya sudah dokter keluar dulu. Kalau butuh apa – apa tinggal hubungi saja nanti dokter bantu.”

“ Eh, tunggu dok. Dokter mau membantu?” Aku bertanya penuh semangat.

“ Ne, kau butuh bantuan apa?”

“ Tunggu, kulihat – lihat dulu.” Aku mengamati dia secara seksama tingginya sama dengan oppa. Kulitnya juga seputih oppa. Bedanya muka oppa lebih manis kalau dokter ini lebih maskulin dengan rambut kuning nyentriknya.

“ Bolehlah,” Aku bergumam asal.

“ Boleh apa?”

“ Dokter mau tidak jadi namjachinguku?”

“ Huh? Hahaha…” Dia tertawa hingga nyaris menangis.

“ Jangan kegeeran dulu dok. Hanya pura – pura. Mau ya…”

“ Kau menembakku untuk menjadi pacarmu? Memangnya untuk apa?”

“ Aku ingin memanas – manasi pria itu siapa tahu dia mau jadi pacarku setelah itu.”

“ Berarti kau memanfaatkanku dong?”

“ Kan dokter bilang mau membantuku.” Aku menggembungkan pipi chubbyku kesal dengan dokter yang terlalu bawel ini.

“ Ok, bolehlah. Memang kau ingin memanas – manasi siapa?”

“ Dia.” Aku menunjuk oppa yang tengah berjalan kemari sambil memeriksa obat – obatan yang baru ditebusnya di apotik.

“ Oppa kandungmu sendiri?” Dokter Kim menatapku tidak percaya.

Aku mengangguk meyakinkan.

“ Kau menyukainya?”

“ Aku tidak suka. Aku cinta dia.” Aku tersenyum sambil menahan wajahku yang mungkin akan memerah lagi tiap kali memikirkannya.

“ Lebih baik kau bersamaku saja.”

“ Yay, dok aku butuh bantuanmu bukan cintamu.” Aku tersenyum.

“Well, tapi syaratnya kau janji tetap minum obat dan check up ya?”

“ Fine, kita sepakat.” Aku menjabat tangannya yang sudah mengacung untuk diajak berkerjasama.

Flashback off…

Aku hanya bisa tersenyum pahit mengingatnya. Padahal saat itu awal yang bagus dimana aku mengetahui perasaan oppa yang terbalaskan untukku.

Flashback…

“ Jagiya, bagaimana keadaanku?” Aku mulai melancarkan aksiku. Meminta oppa mengantarku check up untuk melihatku berduan dengan dokterku.

“ Membaik jagiya tapi tetap harus jaga kesehatan. Pola makan diatur dan jangan lupa minum obat dan istirahat.”

“ Ne, aku sudah melakukan semua itu. Gomawo nasihatnya aku pulang dulu ya. Nanti aku telepon jagiya. Annyeong…” Aku memelukknya asal dan mengandeng oppa yang masih melihatku tidak percaya.

“ Kajja oppa, kau kenapa?” Aku menariknya masuk kedalam mobil.

Dia masih diam seribu kata dan membisu saat mesin mobil mulai menderu dan mobil pun berjalan menghantar kami pulang. Lalu sampai dikamarku…

“ Thanks oppa sudah menghantarku…”Aku tersenyum hendak menutup pintu lalu dia masuk dan duduk diranjangku.

“ Kau kenapa oppa?”

“ Kau berpacaran dengan dokter itu?” Dia menatapku marah. Aigo, aku senang sekali berarti akan berhasil.

“ Ne, waeyo oppa? Kau tidak percaya?”

“ Aniyo, aku percaya. Sejak kapan?”

“ Sejak oppa menolakku.” Aku berusaha menjawab setenang mungkin padahal hatiku sudah melompat girang.

“ Kau benar – benar mencintainya?”

“ Ne, dia pintar. Baik juga, dan yang terpenting dia membalas cintaku.”

“ Oh…” Dia menjawab singkat lalu tersenyum pahit.

“ Kau tahu, aku dengan Se Kyung sudah putus.”

“ Putus? Waeyo oppa?”

“ Aku mencintai orang lain.” Seketika mendengar kata itu aku takut setengah mati. Aku takut dia mencintai orang lain selain aku.

“ Oh, siapa itu oppa? Kenapa kau tidak mendekatinya?” Aku menjawab berusaha tida gugup.

“ Sayangnya dia sudah punya orang lain.”

“ Kau tidak boleh menyerah oppa. Kau harus mengejarnya. Hwaiting!” Aku mengepalkan tanganku ke udara memberinya semangat.

“ Haruskah?” Dia bertanya tak yakin.

“ Tentu. Cinta itu tidak bisa dibiarkan begitu saja oppa.” Aku tersenyum berusaha tenang.

“ Baiklah kalau begitu.” Dia tersenyum dan berdiri yang kukira akan meninggalkan kamarku tapi ternyata…

Dia memelukku…

“ Saranghe dosaeng…” Dia membisikkan kata yang amat kunanti – nanti dengan lembut.

“ Oppa tapi….”

“ Aku berbohong saat itu. Aku juga mencintaimu.” Dia mempererat pelukannya.

“ Oppa sebenarnya aku…”

“ Apa? Kau tidak bisa meninggalkan dokter Kim? Kumohon jangan buatku semakin gila.”

“ Aniyo, aku dengan dokter Kim, kami hanya pura – pura.” Dia seakan kaget dan melepas pelukannya.

“ Huh? Kau serius?”

“ Ne oppa, aku yang meminta bantuannya untuk melihat apa kau benar tidak mencintaiku atau tidak.” Aku tersenyum membalas tatapan bingungnya.

“ …”

Dia tersenyum lega dan mengacak – ngacak rambutku.

“ Baguslah kalau begitu. Jadi mulai sekarang Lee Seungra hanya punya Lee Jinki dan Lee Jinki hanya punya Lee Seungra seorang.”

Flashback off.

Bagaimana perjuanganku? Bagus bukan? Setelah semuanya berhasil kalian pasti berpikir harusnya aku yang sekarang berdiri disitu mendampinginya bukan? Tapi sayangnya hubungan yang baru kami akui itu ditentang keras oleh umma dan appa…

“ Umma appa, aku ingin bicara.”

“ Ne ada apa Seungra?” Umma sibuk memotong buah apel.

“ Aku dan Jinki oppa, kami berpacaran loch…” Aku terkekeh pelan senang sekali memberi tahunya.

“ Apa yang kau katakan nak?” Appa langsung menatap kaget.

“ Kami berpacaran.” Aku mendecak sebal harus mengulanginya.

“ Kalian? Bagaimana bisa?” Umma juga ikut – ikutan kaget hingga pisaunya terjatuh.

“ Lee Jinki…” Appa berteriak kencang hingga oppa turun dari kamarnya di lantai atas.

“ Ne, appa. Aku disini.” Oppa langsung menghampiri appa.

“ Apa yang kau lakukan pada Seungra?”

“ Aku, tidak.. Eh ada apa ini sebenarnya?” Oppa bertanya tidak mengerti

“ Aku hanya bilang hubungan kita oppa.” Aku terdiam tanpa ekspresi melihat sepertinya keadaan ini mulai memanas.

“ Itu, appa aku bisa jelaskan… Kami….”

“ Yay, appa tidak mau mendengar. Mau ditaruh dimana muka keluarga kita jika appa merestui kalian!” Appa mulai memaki kami.

“ Tapi appa, kami saling cinta.” Aku membantu oppa.

“ Apa itu cinta huh? Hanya kau lebih sering bersama Jinki kau bilang itu cinta? Tidak, itu bukan cinta.”

“ Bukan appa, aku yakin ini cinta appa.” Aku mulai menangis.

“ Yay! Lee Seungra!” Appa sekali lagi berteriak marah dan aku mulai di dekap umma.

“ Appa, sudahlah kita bisa bicara baik – baik.” Umma coba membantu.

“ Tidak bisa seperti ini!” Appa kembali berteriak.

Tiba – tiba kurasakan paru – paruku sesak dan sulit menghirup udara sampai semuanya gelap gulita….

Flashback off…

Dan begitulah kisah cintaku yang masih ingin kubina. Saat aku tersadar beberapa jam lalu. Disampingku tergeletak sebuah undangan pernikahan berwarna merah yang terbungkus rapi dengan nama mempelainya yang membuat paru – paruku kembali sesak.

Lee Jinki

&

Shin Se Kyung

Aku memandangi kedua mempelai yang mulai keluar dari gereja. Se Kyung mengapit mesra lengan oppa. Dan oppa berusaha tersenyum dipaksakan. Sampai mereka lewat di depanku.

“ Seungra… Kau sudah sadar?” Oppa langsung melepas tangan Se Kyung dan memeriksa keadaanku.

“ Ne, sudah oppa.” Aku tersenyum berusaha membendung tangisku.

“ Selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga oppa dan dia bahagia.” Aku tersenyum semanis mungkin sebelum berbalik dan berlari meninggalkan keduanya.

“ Seungra… Tunggu…”

Itu kata – kata terakhir yang bisa kudengar bersamaan dengan aku berlari menjauhi gereja mungil di dekat pantai ini. Setelah yakin tidak akan ada yang mengetahui aku berada. Aku tersenyum memandang laut biru yang membentang luas hingga tak pernah memperlihatkan ujungnya.

“ Oppa, cintaku kepadamu seluas laut ini bahkan melebihnya.”

Aku tersenyum getir dan perlahan melangkahkan kakiku terus ke arah laut. Awalnya mata kaki merasakan dinginnya air. Perlahan semua tubuhku sudah hilang ditelan air hingga terakhir ubun – ubun dengan ujung rambut yang terakhir. Sekarang kuserahkan semua nyawaku di dalam Tuhan membiarkan air ini membawaku ke dalam kehidupan baru menemukkan oppa menjadi orang lain yang tidak akan sedarah denganku.

“ Sarangheyo Oppa…”

Lee Jinki Pov..

Wajah itu, tatapan sendu itu semuanya bertumpu memancarkan aura kesedihan pada wajah orang yang paling kucintai itu. Dia kembali dan benar – benar dalam keadaan yang rapuh. Hanya menggunakan sweater tipis dia mengucapkan selamat dengan tampang yang aku tahu tidak ikhlas dan senyum dipaksakan lalu berlari keluar sebelum aku sempat mengejarnya…

Aku mengcheck di rumah sakit tentang keberadaannya tapi belum juga tanda – tanda keadaannya. Lalu aku bersama yang lain masih dengan pakaian lengkap pesta mencarinya di sekitar gereja. Sementara dokter dan suster dirumah sakit mencari di sekeliling rumah sakit.

Kususuri pesisir pantai yang sunyi dengan desiran angin menghantam sekujur tubuhku seperti sebuah pertanda. Aku melihat sesosok perempuan yang tergeletak dengan kaku di atas pasir pantai…

“ Seungra… Seungra… bangun seungra….” Gadis yang kucintai tengah berbaring lemah. Aku tidak bisa merasakan denyut nadinya lagi. Detak jantungnya seakan berhenti memompa darah.

Aku berusaha memberikan pertolonga utama untuk menyadarkannya…

Author Pov…

“ Semuanya sudah siap?” Dokter Kim menyapa perempuan disebelahnya.

“ Ne, oppa terlihat lebih bahagia sekarang.” Wanita itu tersenyum pelan.

“ Kau yeoja yang baik merelakannya bersama orang yang dicintainya.”

“ Ne, aku memang baik. Hehehe, kapan – kapan aku akan berkunjung ke rumah sakitmu.”

“ Waeyo? Kau sakit Se Kyung-shi?”

“ Ne, aku sakit parah.”

“ Sakit apa?”

“ Lovesickness.” Yeoja itu tersenyum dan merebahkan kepalanya di bahu dokter tersebut.

Mereka menyaksikan seorang pria tampan tengah memegang sebuah guci putih dan berjalan masuk ke dalam gereja dengan jas hitamnya. Gereja kosong dan hanya dihuni pastur, dokter Kim dan Se Kyung. Di luar taman gereja sepasang orangtua tersenyum pahit menerima kenyataan. Di dalam gereja…

“ Apa kau menerima istrimu baik dalam keadaan suka maupun duka?”

“ Ya, aku menerimanya.” Pria itu tersenyum bahagia sambil meneteskan air mata.

“ Berkat rahmat Tuhan sekarang kalian resmi menjadi suami istri.”

“ Terima kasih pastur.” Pria itu membungkuk dan memegang guci itu keluar.”

“ Hari ini aku menetapi perkataanku Seungra. Kau tak perlu takut, karena aku hanya akan tetap mencintaimu selamanya. Tenanglah disana dan tunggu aku sebentar lagi.” Pria itu menepuk – nepuk guci putihnya dengan penuh sayang sambil berjalan menuju pantai yang sebelumnya sudah meminta restu dari kedua orangtuanya…

“ Gomawo umma, gomawo appa. Mianhe, aku tidak bisa menjadi anak yang baik.” Pria itu membungkuk kepada orangtuanya.

“ Andwae bagi kami kalianlah yang terbaik yang kami punya.” Umma mencium kening pria itu.

“ Ne, appa bangga terhadapmu.” Gantian appa yang memeluk anaknya.

“ Gomawo.” Pria itu berjalan menjauh dan tiba di taman rumah sakit.

“ Hari ini aku Lee Jinki adalah milik Lee Seungra dan Lee Seungra juga tetap menjadi milik Lee Jinki seorang.” Pria itu tersenyum dan mengeratkan pegangan gucinya dan meminum cairan pada botol kecil yang kemudia membuatnya terbaring lemas di depan pintu rumah sakit.

Beberapa hari kemudian…

Satu kotak kaca transparan bening dan rapi mulai ditempatkan 2 guci dengan kedua foto sepasang kekasih. Kaca itu dipajang diruang tengah sebuah keluarga…

“ Aku kembali lagi di sisimu satu – satunya. Maaf jika dengan mudah aku merusak hidupmu karena memang cinta itu mudah dikatakan bila ada di dekatmu. Dan suatu hari nanti kami akan kembali dan memulai kisah cinta kami dengan lebih baik…” Jinki

“ Yang kubutuhkan adalah sebuah pembuktian cinta berserta cintamu bukan kata maaf karena mencintai dan dicintai. Karena ketika kita mencintai dan dicintai itu bukanlah sebuah kesalahan…” Seungra…

The End… ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “Sorry Speak’s Love Like Easy”

  1. bgus, thor!

    eeengg itu mereka beneran saudara kandung kan ya?? O.o waw…aq syok awalnya hehe

    tapi keren! daebak!

    oh ya thor itu endingnya kan jin ki mati juga ya? dy mati kenapa??

    trus dua kalimat terakhir dr jinki dan seungra itu apa, thor? tulisan di foto mereka gitu maksudnya?

  2. Cinta sedarah ya?
    Itu kan terlarang.
    Akhirnya jinki bunuh diri menyusul seungra yg udah lebih dulu d alam sana.

  3. hwaa cinta yg sangat membuat org kaget .. ad gitu ya ?? ada noh buktinya.. jinki seungra . wkwkwkwk
    ckckck segitu kuat cinta mereka…
    sampe rela mati… hwaa kata2 jinki sma seungra di terakhir bener2 buat aku gx bisa berkata apa2…
    i need tissue now … daebbak !!!

  4. beneran shock, ada yg kaya gitu? *terbengong-bengong*
    yampun, i’m speechless :O
    share more yaa 🙂

  5. tragis…sumpah…tragis……TT

    ga bsa ngomong,, ni komen jga ssh nulisnya,, krna mang mo komen,, maav klo kemnnya dkit,, keke
    ga tau musti ngomong apa??

  6. ujung”nya aku kok ga ngrti ya thor, jd’a jinki oppa itu ama seungra, jjongpa ma se kyung?

  7. Annyeong..
    Empunya datang
    wkwkwk…

    ga nyadar udah di post.. Gomawo admin…

    Aku mau kirim yang lain hehehe…

    Ehm, all chingu gomawo komennya hehehe

    ph terharu…

    ph imnida yo.. 15 tahun…

    salam kenal…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s