Our Promise 2 – Part 2 [END]

Title: Our Promise 2 part 2_2 – U still keep it, ne?

Author(*) : elji

Main Cast(*) (Tokoh Utama) :

Minji: pacar Kibum

Kibum: pacar Minji

Minho: ketua OSIS, sahabat Minji, Kibum, Jonghyun di sekolah

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) :

Jonghyun: sahabat Jinki, sahabat Minji dan Kibum, numpang tinggal di rumah Jinki.

Jinki: kakak Minji, sahabat Jonghyun.

Taemin: hobae sekaligus sahabat Minji, Kibum, Jonghyun, Minho di sekolah

Song Hyuna: fans Kibum yang akhirnya menjadi ‘selingkuhan’ Kibum

Length(*) : twoshoot

Genre(*) : Romance, Friendship

Rating(*) : General

Summary :

Cerita sebelumnya:

Kim Kibum secara sepihak memutuskan Lee Minji dan mulai berpacaran dengan Hyuna.  Minji yang sakit hati tetap tidak bisa membenci Kibum dan tetap mencintainya.  Seseorang yang sempat suka Minji tidak tahan melihat Minji sedih dan perasaan sukanya mulai berkembang ke arah yang lebih serius, apakah yang akan terjadi??

***

Minho dan Taemin bertamu ke rumah Minji dan Jong, hari ini libur tapi kebetulan Jinki sedang berada di luar kota.  Mereka berempat membahas persoalan Minji-Kibum-Hyuna yang sedang menjadi bahan perbincangan di sekolah.

“Aku nggak ngerti sama kata-kata Kibum, ‘kamu bilang cinta aja sikap kamu udah gini apalagi kalau kamu nggak cinta sama aku’.  Maksudnya apa sih?” Jong mengeluarkan pendapat.

Minji menggeleng, “na do molla.  Aku juga nggak tau apa yang ada dipikiran dia.  Aku nggak habis ngerti kenapa dia tiba-tiba berubah.”

“Apa mungkin memang Key selama ini nggak serius?” tambahnya.

“Nggak mungkin, Kibum hyung bukan orang kayak gitu.  Aku nggak pernah liat Kibum hyung sayang sama cewek lain seperti hyung sayang sama noona,” sergah Taemin.

“Tapi buat orang lain yang nggak kenal baik sama Kibum, sikap dia itu bukan hal yang aneh.  Orang-orang pasti ngira kalau playboy itu sifat alami dia,” kata Jong lagi.

Minji duduk di sofa sambil memeluk lututnya, dibenamkan kepalanya ke arah lututnya.

“Jangan khawatir Minji ah, semua akan baik-baik saja,” Minho mengulang janjinya yang pernah diucapkan dulu kepada Minji.

Ne, aku percaya kamu..” jawab Minji tanpa mengangkat kepalanya.

“Mungkin ini saatnya kamu lupain dia..” saran Jong.

“Mungkin..” seru Minji lesu.

***

“Minji ah, kau akan baik-baik saja kan di kelas?  Sepertinya hari inipun Kibum nggak masuk kelas pagi, kalaupun dia masuk bersikaplah seolah nggak ada apa-apa, ne?” pesan Minho saat mengantar Minji masuk ke kelas.

Minji mengangguk dan melihat dengan tatapan kerinduan ke arah bangku Kibum yang kosong, “neomu bogoshippo,” katanya pelan.

Minho meninggalkan kelas Minji dengan perasaan yang berat, di koridor dia berpapasan dengan Kibum, “Kibum ah, tolong jangan buat hati Minji lebih sakit lagi.  Kumohon, ya?” katanya.

Kibum hanya melempar senyum sinis padanya seraya berjalan ke kelas.  Di depan pintu kelas dilihatnya Jong melambai ke arah Minji dan memberinya semangat, tanpa menyapa Kibum hanya melewatinya.

Ya ima!! Kau benar ingin persahabatan kita berakhir begini saja?  Kalau begitu lihat saja..” ancam Jong.

Kibum duduk di bangkunya dan langsung memasang posisi tidur.  Kibum sudah tidak peduli lagi berapa kali dia dipanggil guru untuk menghadap karena membolos ataupun tertidur dikelas, dia hanya ingin menghabiskan sisa masa SMA seenak hatinya, ini membuat Minji khawatir.

Setiap bel istirahat berbunyi pasti Hyuna sudah menunggu Kibum di depan kelas, bahkan saat Kibum membolospun kabarnya Hyuna ikut membolos.  Makin lama Hyuna makin berani menggandeng tangan Kibum di depan umum, walaupun Kibum nampak tidak berminat tapi dia tak pernah terlihat menolak digandeng Hyuna.  Pemandangan ini sudah menjadi pemandangan biasa bagi Minji, untungnya ketika Minho ada di dekatnya, Minho sebisa mungkin menghalangi arah pandangan Minji dari kelakuan Hyuna yang seperti sengaja menyulut api itu.

Suatu hari saat Minji terpaksa sendirian tanpa kawalan Jong ataupun Minho, dia bertemu dengan Hyuna yang juga tidak biasanya sendirian tanpa Kibum.

“Hei kau, maaf ya karena Kibum lebih memilih aku,” pancing Hyuna.

“Apa maumu? Aku tak pernah memintamu untuk meminta maaf.  Mendengarmu berkata maaf sama sekali tidak terasa ada maknanya,” jawab Minji.

“Hah, dengar itu.  Itu adalah kata-kata seseorang yang mengaku kalah,” ejek Hyuna.

“Entah darimana kau belajar bahasa, apa menurutmu ini kedengaran seperti pernyataan kalah?” kata Minji sambil menggertakkan giginya.

“Ha ha ha, sudahlah mengaku saja kalau kau kesal karena Kibum oppa sekarang bersamaku,” pancing Hyuna lagi.

“Aku senang akhirnya Oppa menyadari kalau kau ini nggak pantas untuknya dan memutuskan untuk membuatmu menderita,” tambahnya.

“Kau ini!  Kesabaranku itu ada batasnya tau, jangan pikir aku nggak akan berani melakukan sesuatu padamu,” ancam Minji.

“Bagus, memang itu yang aku harapkan.  Ayo kalau kau berani pukul aku!” jawab Hyuna.

Tanpa bicara Minji menampar Hyuna, dan merekapun bertengkar di taman sekolah yang agak jarang dilewati orang itu.  Minji berhasil membuat kerusakan yang lebih banyak pada Hyuna dibandingkan yang Hyuna perbuat padanya.

Orang-orang mulai berkumpul melerai mereka, termasuk Minho.  “Kau tidak apa-apa kan?” tanyanya panik sambil memeriksa Minji.

“Aku nggak apa-apa”

Saat itu Kibum datang dan Hyuna langsung menjatuhkan dirinya ke tanah, “Oppa, sakit sekali..” katanya sambil terisak.

Mian Hyuna ah, gara-gara aku meninggalkanmu sebentar sekarang kau seperti ini..” Kibum mengangkat Hyuna ke pangkuannya.

“Ini bukan apa-apa dibandingkan aku harus mendengar wanita ini menjelek-jelekkan Oppa,” jawab Hyuna.  Mata Minji membelalak mendengar pengakuan Hyuna.

“Perkelahian ini, siapa yang memulainya?  Siapa yang mulai memukul?” tanya Kibum sambil menatap tajam ke Minji.

“Aku yang menampar dia duluan, kenapa?  Kau keberatan pacarmu yang cantik itu aku tampar?” teriak Minji.

“Harusnya aku sudah mengira jawabannya, kau kan memang wanita seperti itu,” kata Kibum dingin.

“Apa maksudmu Kibum ah?” giliran Minho yang bertanya.

“Jangan pura-pura tidak mengerti Minho ssi, kau pasti sangat mengerti Minji kan?” ejek Kibum.

“Yang kau katakan, semua tidak masuk akal!  Kau ini sudah gila ya?” bentak Minho.

“Ya, kau boleh sebut aku gila, aku tak peduli tentang pendapatmu.  Sekarang ketua OSIS yang terhormat, apa kita akan melaporkan kejadian ini pada guru?” kata Kibum dengan nada mengejek.

“Ehm.. teman-teman semua, aku rasa tak ada pentingnya peristiwa ini sampai ke telinga guru, aku mohon kerjasamanya.  Terimakasih..” Minho berkata pada anak-anak yang melihat peristiwa itu.

“Tentu guru harus tidak mendengar, apa kabar pada Minji ssi kalau guru sampai tahu,” ejek Kibum.

“Kau.. kalau kau punya masalah jangan selalu bawa-bawa Minji, kalau kau kesal tak perlu membuat Minji sedih, ARA!” teriak Minho emosi.

“Baiklah ketua OSIS yang terhormat,” kata Kibum sambil tertawa mengejek. “Ayo Hyuna, sebaiknya kau kuantar pulang.” Tambahnya.

“Minji ah, kau mau kuantar pulang?” tanya Minho.

“Ya, kalau kamu nggak keberatan tolong buat ijin untuk pulang sekarang juga.  Tapi.. aku nggak mau pulang ke rumah, aku nggak mau Jong yang lagi sakit ikut-ikutan khawatir,” jawab Minji.

“Kau ini, selalu mengkhawatirkan orang lain..” kata Minho sambil memaksakan diri tersenyum.

Di mobil, telepon Minho berbunyi, panggilan masuk dari Taemin.

“Hyung, aku dengar Minji tadi berkelahi?” Taemin bertanya tanpa basa-basi.

Oh..” jawab Minho pendek.

“Sekarang kalian dimana?  Apa keadaan noona parah sampai harus pulang segala?” tanya Tae lagi.

“Tidak usah khawatir, Minji pulang agar tidak ada guru yang bertanya macam-macam soal lukanya.  Wajahnya yang cantik lumayan biru-biru gara-gara peristiwa tadi,” jawab Minho sambil tertawa.

“Ah arasho, hati-hati ya di jalan hyung..” kata Taemin.

Ne, kamsamida..

Annyeong hyung..”

Annyeong..” Minho menutup teleponnya.

“Dari Taeminnie?” tanya Minji.

“Iya, dia khawatir.  Lihat kan Minji ah, kau tak perlu khawatir, banyak orang yang peduli padamu.  Sekarang kita mau kemana?” tanya Minho.

Ice cream?” saran Minji.

Ice cream? Cua…” dan mobil yang mereka tumpangipun melaju ke arah toko es krim yang terkenal di Seoul.

Sehabis mengantarkan Minji pulang, Minho menelepon Kibum dan mengajaknya bertemu.

Uae? Kenapa kita harus bertemu?” tanya Kibum saat mereka betemu di lapangan basket tempat mereka biasa bermain bersama.

Neo, benar-benar sudah tidak mencintai Minji?” Minho to the point.

“Kenapa, kau khawatir aku akan merebut Minji kembali?  Tenang saja, aku tidak berminat dengan milik teman sendiri,” jawab Kibum.

“Apa maksudmu?” tanya Minho lagi.

“Kau menyukai Minji kan?  Aku tidak berminat untuk merebut Minji darimu, aku yakin dia bisa bahagia denganmu,” kata Kibum sambil tertawa.

“Kau! benar-benar.. biar kuberitahu ya, Minji bisa tahan dengan semua gangguan dara para fans gilamu itu, dia bisa tahan sakit hati karena mereka.  Kalau alasanmu meninggalkan Minji karena tak inginn dia terluka oleh semua itu, hentikan sekarang juga!  Dia tak akan peduli dengan semua makian maupun perlakuan mereka, yang dia pedulikan kalau kau sudah tak lagi menyukainya.  Dia tak akan bisa tahan…” kata Minho panjang lebar.

“Tahu apa kau soal kenapa aku meninggalkannya, kau pikir hanya karena masalah sesepele itu aku akan begitu saja meninggalkannya?” kata Kibum emosi.

“Lalu kenapa kau meninggalkannya, kenapa kau melukai perasaan Minji? Benar kau sudah tidak peduli padanya?” tanya Minho.

Kibum mengontrol emosinya, “ya benar, aku sudah tak peduli lagi padanya.  Bukankah sekarang ada kau yang ada untuknya?”

“Maksudmu?  Maksudmu kau meninggalkan Minji gara-gara aku?” Minho terkejut.

“Tentu saja bukan, aku tidak peduli bagaimana perasaanmu padanya.  Aku tahu kau menyukai Minji dan berusaha menghilangkan rasa itu selama aku pacaran dengannya, tapi.. aku peduli pada perasaan MINJI padamu.. itu alasan yang cukup untuk meninggalkannya,” jawab Kibum meringis.

“Apa maksudmu perasaannya padaku?” tanya Minho heran.

“Bukankah dia menyukaimu?  Jauh menyukaimu daripada dia menyukai aku,” jawab Kibum.  “Aku tahu waktu dia bilang sakit dan ijin pulang, kau yang mengantarnya dan Jong menutup-nutupinya dariku.  Aku tahu sebelumnya kalian berbicara berdua di belakang sekolah bahkan kalian berpelukan, apa aku salah?” tanya Kibum sinis.

Minho mendadak mengerti apa yang Kibum bicarakan, “kau pikir kami bermain di belakangmu, begitu?” tanya Minho sambil memaksakan diri tertawa.

“Apa yang lucu??” bentak Kibum, “kau pikir rasanya enak ditikam dari belakang oleh sahabat sendiri?  Kau pikir mudah untuk melupakan orang yang sudah kau sayangi selama 10 tahun lebih?” tambah Kibum penuh emosi.

Minho tertawa, “bodoh sekali kau ini, kau pasti tak tahu apa yang selama ini Hyuna dkk lakukan pada Minji?  Minji tidak pernah ingin kau tahu, dia tidak ingin kau merasa bersalah untuk apa yang terjadi padanya GARA-GARA berpacaran denganMU!!”

“Kau juga bodoh karena tidak punya kepekaan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pacarmu,” tambahnya.

“Kau pikir aku akan termakan ucapanmu?” Kibum terkekeh, “Hyuna mengatakan apa yang pernah dia perbuat pada Minji dan itu karena dia benci melihat KALIAN mempermainkan aku di belakang,” lanjutnya.

Minho tersentak, “Aku tak menyangka kalau kau bodoh hingga ke tulang-tulang.  Kau bahkan tidak bisa membedakan mana bohong dan benar.  Cua, mulai sekarang tak usah peduli pada Minji, biar aku yang menjaga Minji.  Benar yang kau bilang, kalau aku suka Minji dan sekarang aku tak akan sungkan lagi,” kata Minho sambil pergi meninggalkan Kibum.

Besoknya Minho membahas perilah Kibum dengan Minji, “Minji ah, kalau aku bilang aku menyukaimu dan aku minta kau melupakan Kibum apakah kau bisa melakukannya?” tanyanya.

“Ah.. aku.. nggak.. ah aku nggak tau, aku nggak bisa lupa sama Key nggak peduli sekejam apa kata-kata dia padaku.  Aku minta maaf Minho ah,” jawab Minji tertunduk.

“Sudah kuduga jawabannya akan begitu.  Walaupun Kibum benar seorang idiot kau akan menerimanya kalau dia kembali?” tanya Minho lagi.

“Aku.. aku.. sepertinya iya,” jawab Minji.

“Aahhh, ohtokke??” gumam Minho.

***

Suatu hari di hari yang cerah.

“Kibum ah, tunggu sebentar..” Minho menarik Kibum ke koridor kosong.

“Walaupun aku memutuskan tak akan mencampuri urusanmu dengan Minji lagi tapi rasanya tak adil kalau aku tak memberitahumu,” Minho memulai pembicaraan.

“Aku tak peduli,” jawab Kibum sambil melenggang pergi.

“Tunggu dulu, dengar dulu, baru putuskan apa yang akan kau lakukan setelahnya,” desak Minho sambil menarik Kibum.  “Minji dan Jinki Hyung ke bandara hari ini, menunggu pesawat US pukul 9 pagi, sekarang sudah jam 8, mungkin mereka sudah berada di Bandara.  Kau tahu kan kalau tahun depan Minji tidak akan meneruskan sekolahnya disini?”  tanya Minho.

“Apa maksudmu?” Kibum memicingkan mata.

“Kau ini benar-benar bodoh ya!  Terserahlah, kau artikan sendiri saja kata-kataku barusan,” sergah Minho seraya pergi.

Kibum yang kebingungan segera mencari Jong di kelas sebelah, ketika melakukan kontak mata Kibum memberi tanda agar Jong keluar.

“Kenapa? Setelah sekian lama nggak bicara sekarang tiba-tiba kamu ada perlu?” tanya Jong ketus.

“Kenapa Minji nggak masuk hari ini?  Dimana Minji sekarang?  Kau pasti tahu..” kata Kibum.

“Tiba-tiba peduli sama Minji sekarang?  Terlambat.. percuma, nggak akan ada yang berubah..” jawab Jong.

“Apa maksudmu?  Kau sama saja saja dengan Minho, berharap aku mengerti tanpa menjelaskan dengan jelas,” kata Kibum frustasi.

“Bukannya kau yang begitu?  Selama ini kau membuat kami bingung dengan sikapmu yang aneh..” kata Jong sinis.

“Iya aku mengaku salah, aku minta maaf.  Tapi bukan itu yang penting sekarang ini, kenapa Minji tidak masuk hari ini?” tanya Kibum lagi.

“Kupikir Minho yang akan memberitahumu.  Hari ini adalah hari mereka ke bandara, menunggu pesawat jam 9,” jawab Jong sekenanya.

“Maksudmu mereka benar akan berangkat ke Amerika jam 9 ini?” Kibum menegaskan.

Jong mengangkat bahu, “aku pikir nggak penting juga aku kasih tau kamu,” jawabnya.

“Sial!  Tinggal 45 menit lagi sebelum jam 9,” gerutu Kibum.

“Kenapa, ada masalah dengan jam 9?  Memangnya 45 menit lagi langit akan runtuh?” ejek Jong.

“Ya.. kurasa tak akan beda rasanya dengan langit runtuh,” gumam Kibum.

Sambil tersenyum Jong kembali ke dalam kelas.  Kibum kembali bertemu Minho di koridor sekolah, “Kau masih disini?  Kau yakin tak akan bertemu Minji?” tanya Minho.

“Minho ah, maafkan sikapku selama ini.  Aku benar-benar menyesal dan terimakasih sudah memberitahuku, sampai jumpa..” kata Kibum sambil berlari ke tempat parkir.

“Kuberi saran sebaiknya kau pergi menggunakan mobil!!” teriak Minho kearah Kibum yang sudah berlari menjauh, “ah, sekarang kan dia memang memakai mobil,” Minho bergumam sendiri.

***

Kibum mati-matian berlari mencari Minji di bandara, dalam sisa waktu yang kurang dari 15 menit lagi itu Kibum terus mencari.  Sudah dicoba menghubungi nomor Minji namun tidak diangkat, saat itu teleponnya berdering, dari Minji.

“Kau dimana Minji ah?” tanya Kibum ngos-ngosan.

“Aku.. di bandara,” jawab Minji bingung.

“Aku di bandara sekarang, beritahu posisi tepatmu,” perintah Kibum.

Dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan Minji, Kibum berhasil bertemu dengannya.

“Minji ah.. kajima.. Aku.. aku.. rasanya tidak bisa tanpa kamu..” kata Kibum masih terengah-engah.

Minji kaget mendengar penyataan Kibum, “Kumohon Minji ah, jangan pergi..” kata Kibum lagi.

Saranghae..” akhirnya Kibum berhasil mengatakan perasaannya pada Minji.

Minji tersenyum dan memeluknya, “aku tak akan pergi, aku harap kamu juga nggak akan pernah pergi, na do saranghae..” ucapnya.

Mianhae, buat semua hal yang bikin kamu sakit hati, aku minta maaf.. sekarang belum terlambat untuk meminta kau tidak pergi kan?” tanya Kibum sambil tersenyum.

“Aku memang tidak akan pergi,” jawab Minji heran.

“Lalu.. lalu kenapa kau disini?” tanya Kibum sama herannya.

“Aku menjemput ibu, kau pikir aku akan pergi?” tanya Minji sambil tertawa.

Kibum salah tingkah dan mulai mengutuki Minho dan Jong, “ah jadi begitu..” gumam Kibum.

Saat itu Jinki memanggil Minji karena orangtua mereka sudah tiba, “kau juga disini Key ah?” sapanya sambil tersenyum.

Nugu ya?” tanya ibu Minji.

Annyeong hasimika omoni, saya Kim Kibum,” Kibum memperkenalkan diri.

“Ini Key-ku ibu,” kata Minji tersenyum.

“Jadi ini ‘kunci’ mu?  Pangapsemida Key ah, terimakasih sudah ikut menjemput ibu,” kata ibu Minji ramah.

“Sama-sama ibu, eh, ibu mertua, eh, tante..” kata Kibum gugup.

Muka Minji bersemu merah mendengar Kibum memanggil ibunya dengan sebutan ibu mertua.

“Kau boleh memanggil ibu ibu mertua, nak,” kata ibu Minji seolah mengiyakan.  Sekarang giliran Kibum yang malu.

“Ah iya.. kalau tidak keberatan aku bisa mengantar Anda sampai ke rumah dengan mobilku,” tawar Kibum.

“Nggak perlu Key ah, biar hyung yang mengantar ibu pulang.  Kau antar Minji pulang saja,” goda Jinki.

Ne hyung..”

Di mobil Kibum menelepon Minho, “Ya ima!” sapanya segera setelah Minho mengangkat teleponnya.

Uae?  Kau tidak bertemu Minji?” tanya Minho.

“Minji tidak pergi dan tak akan pernah pergi.  Apa maksudmu membohongiku?” tanya Kibum.

Minho tertawa, “kapan aku berbohong, aku kan hanya bilang dia menunggu pesawat US pukul 9, apa aku salah?” katanya.

“Tapi kau berbohong soal dia akan pindah sekolah,” desak Kibum.

“Ya ya, hanya itu kebohonganku, benar kan?” lagi-lagi Minho tertawa.

Anyway gomawoyo..  nanti kutelepon lagi, bye..” kata Kibum seraya memutuskan sambungan.

“Minji ah, kau benar memaafkanku kan?” tiba-tiba Kibum mengajak Minji bicara.

“Tentu saja..” jawab Minji sambil tersenyum.

“Aku tak bisa tanpamu, karna itu.. karna itu.. maukah kau menikah denganku?” tanya Kibum gugup, “ah apa yang aku katakan,” Kibum mengutuk pelan.

Cigeum?” tanya Minji kaget.

“Ah, tentu tidak, kita masih sekolah, bagaimana kalau segera setelah lulus?” kata Kibum masih dengan gugup.

“Bagaimana kalau 3 taun lagi, waktu aku 21 taun, mau kan kamu menunggu?” Minji balik bertanya.

“Benar?” kata Kibum kegirangan.

Ne~ berjanjilah kau akan melamarku 3 taun dari sekarang,” kata Minji lembut.

“Tenanglah, hanya 3 tahun.  Bukankah janjiku selama 10tahun pun aku tepati?” kata Kibum serius.

Saranghae Key ah..” bisik Minji.

Na do saranghae..” balas Kimbum.

FIN

Huwaaa.. akhirnya tamat juga nih cerita..  semoga suka sama ceritanya.. ^^

Seperti biasa feedbacknya ditunggu ya chingu deul.. =)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

18 thoughts on “Our Promise 2 – Part 2 [END]”

  1. Wakakakakkakakakak
    Rasain sikey ditipu
    Lagian siii jadi orang nyebelin
    Sama hyuna aja percaya
    Jelas jelas dia itu jahat
    Mana key bisa sampe ngomong nyesek kaya gitu lagi
    Kerennnn happy ending ❤

  2. pertamanya ngenes jadi minji, aku kira key bener2 dah gak mikirin minji..
    untung aja happy ending, tp lbh happy lg ngliat ekspressi hyuna yg tau key balik lg ama minji..haha
    keren lah ^^

  3. keyen !!!! huaaaaa…… terus si hyuna gimna kabarnya tuh … ahahah minho ma jjong bisaan … tuh key .. rasain !! *pletak!!*
    huahahaha….. ngakak… key di buat malu …

  4. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan dll yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor.
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://lowonganterbaik2011.blogspot.com/

  5. Hyaaaa…
    Ojong kerenn! kerenn! kerenn!
    “mmangnya 45 menit lg langit akan runtuh?”
    Hhahaha…
    Jrang2 Ojong dpt dialog yg keren.
    Oiya,,Key jg kerenn!
    Minho jg!
    Trus ff.nya jg kerenn!

  6. waaahh….
    udahan nih author..? 😀
    yahh…bagus-bagus. Akhirnya key nya balikan lagi sm Minji..

  7. annyeong..reader baru nich….
    daebakkkk thor ff nya….
    buat lagi dong ff tentang key yang romance and happy ending….
    hehe…

  8. ooh jadi key mutusin minji karena itu ._. haduuuh key mikir dr 1 sudut pandang doang sih jadi’y ya begitu ._.

    syukur deh tapi’y lgsg baikan. mana lgsg dilamar XD how lucky she is!

    ngakak wktu key trnyata diboongin toh sm keroro haha XD ada2 aja dah!

    suka jln cerita’y :’)

  9. Iii so sweet bgt c!bneran de kerend ni ff! Like it bgt dee. Q ngekek asli ama sikap minho en jjong yg ngerjain key.apa lgi jjong..pantez dy senyum” paz masux klz ny!hha..author bikin ff yg cast ny taem donk?kekeke..d tunggu sangad

  10. akhirnya Happy ending. yey 🙂
    hahaha 😀
    suka suka suka^^
    btw, nasibnya hyuna gimna tuh? pergi ngilang kelaut yah tuh orang. wkwkwk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s