Bad Boy Sitter – Part 6

Bad Boy Sitter – Part 6

Author : Firdha a.k.a Park Yeorin

Main Cast : Park Jiyeon, Lee Taemin, Lee Jinki (Onew), Choi Minho, Park Yeorin, Yoo Seung Ho

Support Cast: Other SHINee members, Cho In Su, etc.

Length: Sequel

Genre : Friendship, Romance

Rating : PG-13

Jiyeon POV

Aku sedang duduk di sofa jendela, memandangi langit malam yang sedang dipenuhi bintang. Terhitung sudah empat hari Taeyoon halmeonie koma, dan Taemin sunbae pun tidak pulang ke rumah dan tidak masuk sekolah. Sungguh, aku tidak habis pikir kalau ternyata sikapnya separah itu. Bagaimana bisa ia melakukan semua itu pada neneknya sendiri?

“Malam, Agassi.” Sapa seorang pelayan yang bernama Yoojin ahjumma.

“Ah, Ahjumma. Malam.” Balasku pelan. Aku benar-benar tidak bersemangat saat ini.

“Sedang memikirkan nyonya besar?” Tanyanya hati-hati.

“Ne. Aku sangat khawatir dengan keadaannya.” Jawabku jujur.

“Ini memang keadaan terparah nyonya besar, sebelumnya, nyonya tidak pernah separah ini. Tapi, sebaiknya Agassi jangan terlalu memikirkannya, itu hanya akan membuat Agassi sakit. Lagipula, nyonya besar adalah orang yang tegar dan kuat.” Ucap Yoojin ahjumma tulus.

“Gamsahamnida, ahjumma.” Ucapku pelan. Lalu, terpikir sesuatu di benakku. “Ahjumma, sebenarnya dulu tuan muda itu orangnya seperti apa?” Tanyaku antusias.

“Huh? Maksud Agassi tuan Taemin?”

“Ne. Kata Kangho ahjussi, dulu Taemin sunbae itu anak yang ramah dan ceria.” Ujarku yang membuat air muka Yoojin ahjumma seketika berubah. “Ahjumma! Waeyo?”

“Anni, keunyang… saya tidak berhak menceritakan ini pada siapapun. Mianhae, Agassi.” Jawab ahjumma jujur.

“Eum… gwenchana. Aku memang tidak seharusnya ikut campur.”

“Ah! Geurae. Agassi, saya permisi dulu.” Ucap Yoo Jin ahjumma. Aku membalasnya dengan senyuman sebelum akhirnya ia pun membungkuk dan pergi.

Aishhh… Membosankan sekali. Tidak ada yang bisa aku kerjakan. Membaca buku? Buku apa lagi? Mengerjakan PR? Semuanya sudah kukerjakan. Membersihkan rumah? Itu tidak mungkin, apa lagi yang harus kubersihkan jika di rumah ini ada lebih dari 20 pekerja?

“Huuffffttt…”Kuhembuskan napas panjang. Aku menyerah. Kuputuskan untuk tidur saja, walaupun sebenarnya aku tidak mengantuk. Segera kulangkahkan kakiku menuju kamar. Namun, saat aku telah sampai di depan pintu, terlintas sebuah ide.

Kamarnya! Ya! Orangnya kan sedang tidak ada, sepertinya akan mengasyikan melihat-lihat isi kamarnya.

Lalu, segera kulangkahkan kakiku menuju kamarnya. Kupegang kenop pintunya, tapi…

Ini tidak sopan! Mana boleh masuk ke kamar tanpa seizin pemiliknya, kamar namja lagi. Tapi, dia juga bersikap tidak sopan padaku. Jadi, untuk apa aku harus bersikap sopan padanya?

Kupegang kenop pintunya lagi, namun…

Ya! Mana boleh seperti itu? Air tuba dibalas air tuba. Kesannya jadi seperti pendendam. Tapi, aku bosan dan aku juga sangat penasaran dengan isi kamarnya… Biarlah! Hanya sekali ini saja kok…

Dan akhirnya rasa penasaranku pun berhasil mengalahkan kesopananku. Kupegang kenop pintu kamarnya dan…

KLEK

Kubuka pintunya. Dengan hati-hati kunyalakan lampu kamarnya dan kututup kembali pintunya lalu melangkahkan kakiku pelan. Kuperhatikan setiap sudut kamarnya, walaupun aku sudah pernah masuk saat membangunkannya yang sedang tidur, namun aku sama sekali tidak memperhatikan isi kamarnya. Aku tidak menyadari bahwa di dalam kamar yang didominasi warna hitam dan putih ini terdapat banyak DVD, mulai dari Michael Jackson, Justin Timberlake, hingga Usher, sepertinya ia menyukai musik bergenre RnB. Selain itu, ada foto berukuran besar di atas tempat tidurnya, fotonya, dengan ekspresi dingin. Memang terlihat keren, tapi, tidak bisakah ia tersenyum? Aku heran…

KLEK

Aku benar-benar terkejut saat kudengar pintu terbuka. ‘Aigo! Siapa yang membuka pintu? Eotteokhae?’ Aku pun segera berlari, mencari tempat persembunyian. Meja belajar. Ya. Sepertinya aku tidak akan terlihat jika bersembunyi di sana. Aku pun langsung berlari dan bersembunyi di bawah meja belajar. Kudengar seseorang melangkah.

“Kenapa lampunya menyala?” Ucap orang itu yang langsung membuatku membeku. Suaranya, aku kenal sekali suara angkuhnya itu. Kuangkat kepalaku, berusaha melihat wajahnya. Ternyata benar, Taemin sunbae. Sial! Kemarin-kemarin ia tidak pulang-pulang. Tapi sekarang, disaat aku dengan tidak sopannya masuk ke dalam kamarnya, ia malah pulang.

Kulihat ia sedang membuka jaketnya hingga tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia pun segera mengangkatnya.

“Ada apa?” Ucapnya datar.

“Aku tidak bisa… aku sedang malas ke bar, aku ingin tidur… kan masih ada Minho dan yang lain… ne…” Ia pun mengakhiri panggilan. Bar? Ternyata benar dia suka ke bar? Jincha! Padahal dia kan masih di bawah umur.

Kulihat dia berjalan ke kamar mandi. Tidak berapa lama kemudian, ia kembali lagi dengan wajah yang basah. Sepertinya ia habis mencuci muka. Setelah itu, ia menyalakan tape yang memutar lagu OMG-nya Usher, setelah itu tangannya mulai bergerak membuka kaos yang ia pakai hingga ia pun topless.

“KYA…” Segera kubungkam mulutku yang refleks menjerit saat melihat pemandangan di hadapanku. Kulihat ia terdiam, lalu melirik ke belakang sekilas, ke arahku. ‘Aigo! Apa ia sudah melihatku?’ Aku benar-benar cemas. Namun, ia pun segera mengalihkan pandangannya dan berjalan menuju pintu, tidak berapa lama, ia kembali lagi dan langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur.

Ia memejamkan matanya, sepertinya ia tidur. Kutunggu beberapa menit, memastikan ia benar-benar sudah tertidur. Setelah yakin, aku keluar dari persembunyianku dengan hati-hati. Kulangkahkan kakiku perlahan agar tidak menimbulkan suara. Akhirnya aku sampai di depan pintu kamarnya, segera kupegang dan kuputar kenop pintunya. Tapi… terkunci! Eotteokhae? Jadi, tadi dia berjalan ke arah pintu untuk mengunci pintunya.

“Mau ke mana kau?”

DEG

Kini detak jantungku sudah tidak terkontrol lagi. Suaranya datar, namun terdengar seperti petir yang menyambarku. Skakmat! Bagus! Sekarang kau sudah tidak bisa kemana-mana lagi Jiyeon. Kudengar langkah kakinya yang semakin lama semakin dekat. Aigooo! Aku hanya bisa menundukkan kepalaku. Membalikkan badanku saja aku tidak berani, apalagi melihat matanya. Bisa-bisa aku mati di tempat.

“Kenapa diam saja? Kau belum menjawab pertanyaanku.” Ucapnya dengan nada yang masih sama.

“Eum… aku…”

“Balikkan badanmu!” Kini nadanya sudah naik, membuat jantungku benar-benar akan meledak. Kubalikkan badanku perlahan dengan wajah yang menunduk dalam, menghindari tatapannya. Namun, tiba-tiba tangannya bergerak dan menyentuh daguku, memaksaku untuk menatapnya. Tapi aku tetap memjamkan mataku, tidak berani menatapnya, hingga tiba-tiba…

KLEK

Suara apa itu?

“Sekarang buka matamu. Kau tidak mau manatap mataku, bukan? Tenang saja, sekarang kau tidak akan bisa menatap mataku.” Ujarnya dengan nada yang datar. Tapi, perasaanku sungguh tidak enak. Kuberanikan diriku. Kubuka mataku perlahan dan…

“KYAAAAAAA!!!!!”

Taemin POV

“KYAAAAAAA!!!!!” Tiba- tiba ia menjerit dan menjatuhkan tubuhnya. Dasar penakut!

Kubiarkan saja dia, yeoja penakut. Masa hanya karena gelap ia menjerit seperti itu. Namun. tidak lama kemudian, aku mendengar isakan, awalnya kecil, namun lama-kelamaan semakin keras. Kenapa dia?

“ANDWAE!! HAJIMA! Jangan sakiti mereka!” Ia berteriak di sela-sela isakannya. Tidak tau kenapa, kini, rasa takut dan cemas mulai menghampiriku.

Aku berjongkok perlahan. Berusaha menyamai posisinya.

“Ya! Kau kenapa?” Tanyaku cemas.

“HAJIMA!!! Jangan sakiti mereka! Jebaaall…” Kini isakannya semakin keras.

Karena bingung dan cemas, aku pun segera menyalakan lampu. Kulihat ia sedang menjenggut rambutnya hingga keluar dari ikatannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia masih memejamkan matanya dan terisak. Perlahan kugerakkan tanganku, mencoba meraih tangannya yang terus menjenggut rambut hitamnya itu. Ini adalah pertama kalinya aku mencoba memegang tangan seorang yeoja, karena biasanya mereka lah yang tiba-tiba saja memegang tanganku, jadi, aku agak ragu melakukannya. Saat tanganku berhasil meraih tangannya, OMO! Tangannya benar-benar dingin dan gemetar. Ia masih saja terisak, napasnya pun mulai tersengal karena ia menangis hebat, aku takut ia akan kehabisan napas. Aku bingung. Apa yang harus aku lakukan? Tanpa banyak berpikir lagi, kudekatkan tubuhku padanya, lalu memeluknya. Ya, mungkin ini bisa menenangkannya. Selama beberapa menit, aku tetap dalam posisi seperti ini, memeluknya dengan canggung. Hingga akhirnya tangisnya parlahan berhenti, suara isakannya pun sudah tidak terdengar lagi. Kulepaskan pelukanku perlahan. Kuperhatikan wajahnya, matanya terpejam. Apa dia tertidur? Atau… pingsan. Karena bingung, segera kugerakkan tanganku ke leher dan kakinya, lalu kubawa dia menuju tempat tidurku dan membaringkannya di sana, lalu menyelimutinya.

“Huuffftt…” Aku menghela napasku. Jincha! Ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal itu. Memegang tangannya, memeluknya, dan menggendongnya. Sebelumnya, aku tidak pernah melakukannya pada siapapun. Kuperhatikan wajahnya yang sedang tertidur. Sebenarnya, dia itu kenapa? Tiba-tiba menangis dan berteriak seperti itu? Jangan sakiti mereka? Mereka itu siapa? Apa dia takut gelap? Hah! Terlalu banyak pertanyaan di kepalaku. Kubaringkan tubuhku di sofa. Karena sangat lelah, aku pun tertidur dengan sendirinya.

Jiyeon POV

Kubuka mataku perlahan, rasanya mataku benar-benar berat. Kukucek dan kukerjap-kerjapkan mataku, berusaha menyesuaikan dengan cahaya. Setelah bisa melihat jelas, kuperhatikan sekitarku. Di mana ini? Ini kan bukan kamarku. Sepertinya ini adalah kamar…

“HUA!” Refleks aku menjerit dan terduduk saat menyadari kejadian itu. Saat phobiaku kambuh karena berada dalam kegelapan. Peristiwa itu kembali berkelebat di pikiranku, membuat kepalaku sakit.

“Kau sudah bangun?” Suara seseorang membuatku terkejut. Kualihkan pandanganku ke arah suara itu. Taemin sunbae. Ia sedang menatapku, tapi dengan tatapan yang berbeda. Bukan tatapan dingin dan angkuh, entah seperti apa tatapannya, tapi yang pasti, itu membuatku nyaman. Tapi, dia masih topless.

“Ne.” Jawabku seraya memalingkan wajahku.

“Wae? Baru pertama kali melihat namja bertelanjang dada?” Tanyanya datar.

“A… anniya. Aku hanya…”

“Sudahlah! Lupakan!” Ucapnya tiba-tiba. “Tadi itu, kau kenapa?” Tanyanya lagi yang sontak membuatku tergagap. Sebenarnya, aku tidak ingin membahas ini.

“Aku… emph…”

“Tidak usah kau jawab. Aku juga tidak mau tau.” Lalu ia pun langsung berdiri dan beranjak menuju kamar mandi.

Aishh! Sebenarnya apa sih maunya? Untuk apa bertanya kalau kenyataannya dia tidak ingin tau jawabannya?! Eeeerrrrgggghhhh… Dasar namja menyebalkan!

Karena kesal, aku pun segera bangun dan beranjak pergi dari kamarnya. Tapi, baru saja aku melangkahkan kakiku, tiba-tiba kurasakan sakit di kepalaku. Kepalaku terasa berputar. Saat aku mulai terhuyung dan hampir mengenai dinding, kurasakan tangan seseorang memegang bahuku, mencegahku jatuh. Kudongakkan kepalaku. Dan ternyata… Taemin sunbae. Aku sangat terkejut saat menyadari wajah kami yang hanya berjarak beberapa senti. Kurasakan pipiku memanas.

“Ya! Kau itu ceroboh sekali, sih? Untung saja kepalamu itu tidak terbentur.” Hardiknya kesal seraya membantuku menyeimbangkan posisiku.

“Emph… mi… mianhae, sunbae.” Ucapku pelan seraya menundukkan kepalaku, tidak berani menatapnya.

“Sebaiknya kau duduk dulu. Biar kupanggilkan pelayan untuk membantumu pergi ke kamarmu.” Ujarnya masih dengan nada kesal.

“Tidak usah. Kamarku kan hanya…”

“Jangan membantah! Aku tidak mau direpotkan hanya karena kepalamu terbentur. Jadi, sebaiknya kau menurut saja.” Ujarnya tanpa mengalihkan pandangan dari telponnya.

Menyebalkan sekali. ‘Aku tidak mau direpotkan karena kepalamu terbentur’ Aku mencibir kesal. Dasar belagu!

Tidak berapa lama kemudian, masuk seorang pelayan ke kamar, Yoojin ahjumma. Ia membungkukkan badannya pada Taemin sunbae, lalu segera menuju ke arahku setelah Taemin sunbae mengangguk dan menunjuk ke arahku dengan tatapan matanya.

“Agassi, mari saya antar.” Ucap Yoojin ahjumma sopan. Lalu, aku pun keluar dengan dibantu oleh Yoojin ahjumma.

***

Author POV

“MWO? Taeyoon halmeonie menjalani pengobatan di Jepang? Ahjussi bercanda, bukan?” Ucap Jiyeon tidak percaya.

“Berapa lama?” Tanya Taemin datar.

“Saya tidak tau. Tapi mungkin akan lumayan lama.” Jawab pengacara Choi. “Jadi, mengenai perusahaan sementara akan dipegang oleh orang kepercayaan Nyonya Lee. Dan, selama Nyonya besar tidak ada, Jiyeon-ssi harus melakukan tugas-tugasnya sebagai pengasuh tuan Taemin.” Jelas Pengacara Choi yang sontak membuat Jiyeon dan Taemin saling berpandangan.

“Saya akan membacakan tugas agassi.” Pengacara Choi mengeluarkan selembar kertas. “Pertama, sebagai pengasuh, Jiyeon-ssi akan menggantikan tugas pelayan untuk membangunkan tuan Taemin. Kedua, mengawasi segala kegiatan yang dilakukan tuan Taemin, entah itu kegiatan sekolah atau pun kegiatan lainnya. Ketiga, menemani tuan Taemin belajar dan mengerjakan tugas sekolah. Keempat, menyediakan semua kebutuhan tuan Taemin. Dan kelima, mematuhi perintah tuan Taemin namun boleh membantahnya jika itu memang tidak perlu untuk dipatuhi. Jika salah satu dari kelima poin tersebut dilanggar oleh saudara Jiyeon, maka Jiyeon-ssi akan mendapatkan hukuman.”

Kini mulut Jiyeon ternganga lebar karena terkejut. Sedangkan Taemin memasang ekspresi sinis.

“Apa-apaan ini? Sungguh tidak masuk akal. Aku keberatan dengan itu.” Ucap Taemin dingin.

“Maaf Taemin-ssi, tapi anda tidak bisa menolaknya.”

“Kanapa tidak?”

“Karena jika anda menolaknya, semua uang saku anda termasuk kartu kredit anda akan ditarik.” Kali ini Taemin terbelalak mendengar penyataan Pengacara Choi.

“Apa kalian sedang mempermainkanku?” Seru Taemin berteriak.

“Terserah pada anda tuan. Tapi silahkan menandatangani ini bila kalian setuju.”

Jiyeon hanya terlihat pasrah. Ia memiliki hutang budi pada halmeonie yang memaksanya untuk setuju. Dengan ragu, Jiyeon pun mengambil bolpoin bermaksud menuliskan tanda tangannya, tapi Taemin mencegahnya.

“Ya! Apa kau sudah gila? Kau setuju begitu saja dengan hal konyol itu?” Bantaknya pada Jiyeon.

“Aku bisa melakukan apa lagi, hah? Aku ke sini memang untuk melaksanakan tugasku itu, walaupun keberatan, tapi aku memang harus menyetujuinya.” Jawab Jiyeon tegas lalu segera menyoretkan tanda tangannya.

“Nona Jiyeon sudah setuju. Bagaimana dengan anda tuan muda?”

“Aarrrrggghhhh” Taemin pun segera mengambil bolpoin dan menyoretkan tanda tangannya dengan kasar. “Puas kau?” Ucapnya sengit.

“Baiklah. Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Dan, Jiyeon-ssi, saya harap anda tidak melupakan janji anda pada Nyonya Lee saat di rumah sakit dan tugas anda sebagai pengasuh Tuan Taemin. Kalau begitu, saya permisi dulu.” Ucap Pengacara Lee seraya bangkit dari duduknya, lalu membungkuk dan pergi meninggalkan Taemin dan Jiyeon.

Taemin pun segera berdiri lalu beranjak menuju kamarnya dengan kesal. Sementara Jiyeon masih saja terdiam, memikirkan kata-kata Pengacara Choi tadi.

Janjiku? Janji menjaga Taemin sunbae? Sungguh terdengar konyol, seharusnya aku yang dijaga karena harus tinggal satu rumah dengan es batu seperti dia. Tapi tunggu! Dari mana Pengacara Choi itu tau aku berjanji pada Taeyoon halmeonie saat di rumah sakit? Oh, mungkin halmeonie yang mengatakannya. Tapi, berarti halmeonie sudah sadar dong? Lalu, kenapa harus pergi ke Jepang segala? Aisshh… ini tidak masuk akal. Membuatku semakin pusing saja. Lupakan! Lupakan! Batin Jiyeon

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Bad Boy Sitter – Part 6”

  1. Jiaaah author qo dkit bgt c???bneran apa ga trlalu dkit??cz q nungguin bgt ni ff.lmyan lma jg kan d post ny.pi qo dkit bgt c?..ahh pkonya lanjutan ny kilat y author.pnasaran tingkat akut ni.bner” pengen cpet tau paz jiyeon mulei ngejalanin tgs pngasuh ny..okeh!

    1. dikit bgt ya? mian…
      part 6 emang yg paling dikit sih…
      mohon bersabar ya… karna ni ff tuh pnjang sangat & konflik utamanya bru muncul di part 9
      jdi… jgn bosen ya ya ya!
      gomawo… 🙂

  2. this ff is cheerng me up..gomawoyo.
    Author y baik,dtunggu kelanjutnny y.
    Critany makin seru,easy to understnd n really joyfull.

    1. tau aja klo author.a baik, hehe… *penyakit narsis kambuh*
      chonmaneyo…
      ga nyangka ff abal2 kyk gini bisa bkin cheer up org…
      gomawo dah mo bca n komen!

  3. Wah ff yg kutunggu~
    makin seru~
    si taem tsundere ya u,u
    btw, part ini dikit banget ._.
    lanjutannya asap ya chingu 🙂

  4. huahahahaha..
    makin seru ajj nih…xD
    tapi koq pendek???-o-“..
    nanti lebih panjang yah,, 😀
    aigo aigo..sih taem2 koq dingin banget????
    jadi gg sabar nih mo baca next part.a,, jangan lama2 yah.. 😉

  5. tambah seru … hwaa aku mulai curiga thor sma taeyon halmonnie ?? di bgian terakhir itu lloh… hwaa jangan-jangan…… eh itu jiyeon kenapa ?? phobia kenapa thor?? kasian… hyaaa aku bener2 suka karakter taemin disini .. 🙂 jauh dri kata2 baby!!!
    ahahah nice ff .. ^^

  6. daebak…
    cingu, diperpanjang dunk untuk stiap ff nya. crita or adegan ji yeon-taemin…
    gamsahammida..

  7. Ceritanya makin seru! next partnya jangan lama-lama ya thor, saya penasaran~~ hehehe

    author daebak! q^o^p (っ˘з˘)っ *pelukauthor*

  8. wahh makin seru aja ceritanya thor,tapi ko part ini dikit bgt ya??padahal aku udh nunggu lama loh n penasaran ama ceritanya … emm tapi ya udh lah.aku tunggu part selanjutnya ya thor … jangan lama-lama ya ^_^

  9. huaaaa…. makin seru aja ceritanya thor … aku penasaran ama part selanjutnya,dan seperti biasa harapan reader yg satu ini part selanjutnya jangan lama-lama

  10. waah.. Halmoenie sengaja ya tinggalin taemin sm jiyeon..
    Penasaran sm kelanjutan ceritanya.. Ditunggu ya thor..

  11. Aduuuh .. aku nungguin kelanjutannya 😦
    kok masih belon ada 😦
    Penasaran bangeeeettt 😮
    Ditunggu ya thor ^^

  12. jangan2 halmonie cuma akting lagi,pura2 sakit n brobat k jepang.
    Hmm,menarik. Awal yg bgus buat Taem ma Jiyeon.

  13. aah, jadi makin penasaran sama latar belakang merek berdua ..
    tapi, taemin tadi keren banget 😀

  14. Q pnasarn sama phobiany jiyeon apa ada sangkut pautny sama ortunya yg udh mninggl
    Gk papa critany kpendkan,mkasi author udh ttp post ff ini q bruntung dpt nemu ff sbgus ini

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s