TENGGARING – Part 5

TENGGARING – Part 5

Author             : yen

Main Cast        : Ara, SHINee

Support Cast    : Ayah Ara, Bunda Ara, April, Galang, Yoora

Length : Sequel (5/9)

Rating              : General

Genre              : Friendship, Supernatural

Inspired           : Bioskop Indonesia TransTV : Aku Cinta Dia (tayang 15 Februari 2011) dan  semua novel Tere-Liye

 

“Wah….untung saja ada Key. Hidupku terselamatkan!” Seru Kak April girang.

Ini memang hari terakhir pengumpulan tugas TIK dari Pak Alfiansyah. Celakanya, DVD yang berisi  program aplikasi karya Kak April justru terkunci di dalam lokernya, lengkap dengan laptopnya. Celaka dua belas-nya, kunci lokernya hilang entah ke mana. Celaka tiga belas-nya, kunci duplikatnya juga hilang entah ke mana. Celaka secelakanya, Pak Alfiansyah tidak mau tahu, apapun alasan Kak April.

Untungnya, Key bisa membuka loker Kak April. Kabar gembira buat Kak April, kabar menjanjikan buatku dan Kak Onew. Apalagi saat Kak Yoora dengan bangganya bilang bahwa Key pernah berhasil menghidupkan Jeep Wrangler Kak Jonghyun. Biasa saja? Tentu tidak, karena Key menghidupkannya tanpa kunci! Seperti menemukan oase di tengah gurun, karena sudah seminggu ini rencana penyusupanku menemui jalan buntu. Ternyata oh ternyata, kunci semua masalah ini ada pada kunci itu sendiri. Key!

Tapi harapan itu memudar dengan cepat, secepat dia datang. Key tidak mau membantu! Padahal aku sudah memohon, menghiba, menyembah…. Ah, tidak sampai segitunya juga sih! Tapi aku benar-benar sudah mengeluarkan semua jurusku. Gagal.

Satu minggu berlalu dalam kebuntuan, lagi. Key tetap tidak berubah pikiran ‘Jelaskan semua detailnya, kenapa kau sampai harus melakukan ini. Nanti aku pertimbangkan lagi, mungkin aku mau membantumu!’ Benar-benar keras hati.

“Key. Ayolah, ini penting sekali. Masalah hidup mati!” Aku mencoba membujuk Key lagi. Bukan Ara namanya kalau dia mudah menyerah. Ganbatte!

“Kalau tidak penting, aku nggak akan memohon-mohon kayak gini,” lanjutku.

“Cerita dulu. Titik,”  tuntut Key.

“Nggak bisa. Tanda seru,” jawabku ngaco. Key melotot garang.

“Nanti kalau sudah waktunya, aku janji bakal cerita semuanya. Tapi nanti, nggak sekarang,” rayuku lagi. Key bergeming, mengabaikanku.

“Key. Ayolah…. Kak Minho aja nggak banyak nanya kok,” pintaku menghiba.

“Aku bukan Minho,” sahut Key ketus.

“Iya deh…. Key emang lebih baik hati dan lebih keren di banding Kak Minho,” rayuku sembari celingak-celinguk, memastikan Kak Minho nggak ada disekitar sini dan mendengar apa yang barusan aku katakan. Key malah menatapku dingin. Susah banget sih mbujuk orang ini.

***

“Maaf Kak, tapi Key keras kepala, nggak mau mbantuin. Ara juga nggak ada ide lain lagi,” laporku pada Kak Onew, ditengah-tengah pelajaran tensesku di atas menara air.

“Kamu ceritakan aja semuanya pada mereka,” sahut Kak Onew.

“WHAT??” Seruku kaget, sok keinggris-inggrisan.

“Katanya mereka sahabatmu, jadi ku rasa nggak pa-pa kalaupun kamu jujur. Mereka pasti ngerti,” jawab Kak Onew kalem.

“Ini masalah hantu Kak! Siapa yang bakal ngerti? Siapa yang bisa percaya?” Semburku kesal. Bisa-bisa Kak Minho dan Key menganggap aku gila sungguhan. No way!

“Tapi sepertinya memang ini satu-satunya cara. Tolonglah! Aku nggak tahu mesti minta tolong siapa lagi. Cuma kamu satu-satunya orang yang bisa aku ajak komunikasi. Satu-satunya yang bisa ku mintai tolong,” ujar Kak Onew, kali ini dia yang memohon padaku. Aku menatapnya iba. Pasti nggak enak hidup sendirian begitu, tanpa badan, tanpa ingatan. Benar-benar sendirian.

“Iya deh. Nanti Ara coba lagi,” janjiku, ragu-ragu.

***

Ganbatte!! Semangat!!

Aku berusaha meneguhkan hati, berjalan menghampiri meja Kak Minho dan Key di pojok timur kantin, bawah pohon ceremai. Bagaimanapun, masalah ini harus selesai siang ini juga.

“Kalau Ara cerita, kalian janji mau mbantuin kan?” Tanyaku tanpa basa-basi. Mulai menceritakan semuanya, lengkap dari awal hingga akhir, semua info yang ku ketahui tentang Kak Onew.

“Kau bercanda,” tuduh Key setelah penjelasanku selesai. Kak Minho menggeleng pelan, tidak percaya dengan apa yang dia dengar, menatapku tajam.

“Aku serius,” jawabku setegas mungkin, memasang wajah serius.

“ Itu hanya khayalanmu, halusinasi,” ucap Key ketus.

“Aku masih waras, bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang imajinasi,” bantahku.

“Tidak ada orang mati yang bisa kembali lagi!  Kebanyakan nonton film horor,” seru Key.

“Justru itu, dia belum mati. Jadi kita harus membantunya,” sahutku ngotot. Key menatapku dongkol.

“Mungkin dia bukan manusia. Hantu, jin atau apalah. Kenapa kamu ngotot sekali mencari badannya?” Tanya Kak Minho, membuat Key melotot padanya, seolah-olah berkata ‘Kau sama gilanya dengan Ara!’.

“Dia manusia, bukan hantu. Aku yakin. Baunya beda,” bantahku tanpa berpikir panjang, membuat Kak Minho dan Key berjengit ngeri.

“Eh, maksudku auranya berbeda dari hantu atau mahkluk halus lainnya,” tambahku, namun justru menambah parah reaksi mereka.

“ARA!” Seru mereka serempak, membuat beberapa pasang mata menoleh ke arah kami.

“Baiklah. Setidaknya ajari aku caranya memecahkan password dan membuka kunci. Kalian tidak perlu ikut. Akan ku selesaikan sendiri,” pintaku setelah semua orang kembali sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Key dan Kak Minho bergeming. Aku menghela nafas panjang, frustasi.

“Ok. Buktikan kalau aku salah. Buktikan kalau Kak Jinki itu tidak nyata. Buktikan kalau dia tidak pernah terdaftar di sekolah ini!” Seruku menantang, berusaha menggunakan logika terbalik. Tidak mempan, Kak Minho tidak acuh. Key justru menyeringai lebar.

“Maaf Kak, aku sudah berusaha. Sekarang terserah Kakak, mau bagaimana,” kataku pada kursi kosong didepanku. Tidak, tidak kosong. Sejak tadi Kak Onew duduk di sana, melihat usahaku membujuk Kak Minho dan Key. Lagi-lagi Kak Minho dan Key berjengit ngeri.

Kak Onew memandangku lurus-lurus, sepertinya dia sedang mempertimbangkan sesuatu. Tiba-tiba Kak Onew meraih gelas minum-ku. Mengangkatnya. Tunggu… bukankah dia tidak bisa memegang apapun? Perlahan-lahan gelas itu melayang di atas meja. Aku, Kak Minho dan Key terpaku menatapnya.

“KAK!” Panggilku panik, bertepatan dengan gelas yang terhempas ke atas meja, menumpahkan isinya yang tinggal separuh. Kak Onew terlihat sangat lemah, kelelahan, pucat pasi. Dia sempat tersenyum padaku sebelum akhirnya menghilang.

Aku, Kak Minho dan Key bergeming. Shock, walaupun dengan alasan yang berbeda.

“Jadi? Mau membantuku?” Tanyaku memecah keheningan yang mengambang selama hampir 10 menit.

“Aku ikut,” jawab Kak Minho singkat.

Syukurlah…. Aku memandang Key.

“Baik. Tapi jangan pernah melakukan hal-hal seperti tadi didepanku,” sahut Key, memandang gamang kursi kosong disebelahnya.

***

“Cepat masuk! Aku berjaga disini,” perintah Key padaku dan Kak Minho. Luar biasa! Key bisa membuka pintu ruang kesiswaan hanya dalam waktu 10 detik. Key memang Key! Kak Minho buru-buru mendorong bahuku, masuk ke dalam. Sigap menghidupkan komputer, menderas tuts keyboard. Entah apa yang dia ketikkan.

“Wah, minta password ya? Duh….kira-kira apa ya? Tanggal lahir, nama suami, nama anak, bunga kesayangan…. Waduh… banyak banget Kak Minho. Kalau salah 3 kali, nanti kekunci lho!” Seruku panik saat melihat kolom permintaan password di layar komputer.

“Korban film,” ucap Kak Minho datar. Dia malah memasukkan kepingan CD kedalam CD-ROM. Kembali menderas tuts keyboard. Layar menjadi hitam total, hanya ada kursor kecil berkedip-kedip di pojok kiri atas. Kak Minho kembali menderas tuts keyboard, sekarang layar dipenuhi angka 1 dan 0 yang tidak berpola. Kode biner, bahasa pemrogaman komputer. Ah…. sudahlah, serahkan saja urusan ini pada ahlinya.

“Kak Onew-mu itu laki-laki kan?” Tegas Kak Minho kemudian. Aku mengangguk mantap.

“Nih! Data semua murid cowok, 3 tahun di atas kita,” kata Kak Minho, menunjuk layar komputer.

“Banyak banget Kak. Bisa dilihat satu-satukan? Ada fotonya?” Tanyaku antusias. Kak Minho mengetikkan sesuatu. Layar komputer menampilkan data seseorang, lengkap dengan fotonya. Berganti setiap Kak Minho menekan tuts enter.

“Nggak ada?” Tanya Kak Minho saat layar komputer kembali menampilkan foto yang pertama kami lihat.

“Heeee…. Ulangi deh Kak. Pelan-pelan aja. Aku kan bingung,” sahutku sembari berusaha lebih konsentrasi menatap foto-foto itu.

“Stop! Balik Kak! Yang tadi!” Seruku tertahan. Kak Minho menekan salah satu tuts. Aku meneliti foto yang sekarang terpampang di layar. Tidak persis sama, Kak Onew yang di foto ini berkacamata dengan rambut sedikit panjang, poni belah tengah. Lebih keren dari hantunya. Apalah….

“Iya Kak. Ini dia. Lee Jinki.” Aku membaca nama yang tertera di layar. Menyodorkan flashdisk pada Kak Minho.

“Memang kamu punya software yang bisa mbaca program ini?” Tanya Kak Minho geli. Aku mencengir.

“Nggak bisa di convert? Ke word, pdf atau jpeg gitu?” Tanyaku. Berusaha menutupi kebegoanku sendiri. Kak Minho menggeleng pelan.

“Di print aja ya?” Usul Kak Minho, kalem.

***

“ARGH!!!” Lagi-lagi aku berteriak frustasi. Untung saja ini di pinggir lapangan basket, bukan laboratorium.

Data hasil penyusupan tidak seperti yang ku harapkan. Hanya biodata umum dan semua nomor kontak yang tercantum sudah tidak aktif. Ada juga daftar panjang prestasi Kak Jinki, sayangnya info ini sama sekali tidak membantu. Yah, setidaknya aku tahu nama aslinya sekarang.

“Kenapa?” Tanya Kak Jonghyun, menghampiriku. Aku malah mencengir malu pada Kak Minho dan Key yang mendelik kesal kearahku.

“Hehehe…nggak pa-pa kok Kak,” sahutku pada Kak Jonghyun yang sekarang duduk disebelahku.

“Bosan tingkat akut lagi? Main paintball yuk,” ajak Kak Jonghyun. Menggiurkan, tapi….

“Enggak ah, masih trauma diomelin Kak April,” jawabku mencengir.

“Eh, Kak Jonghyun. Kak kenal nggak dengan Kak Jinki?” Tanyaku sembari menyodorkan foto yang berhasil didapat dari misi penyusupan kemarin.

“Oh, ini Jinki-sunbae kan? Dari mana kamu kenal dia?” Sahut Kak Jonghyun setelah mengamati foto itu beberapa saat.

“Kak Jonghyun tahu alamatnya sekarang?” Tanyaku langsung kesasaran.

“Hmmmm…?” Kak Jonghyun bergumam sembari menatapku lekat-lekat.

“Tahu?” Desakku.

“Kabar terakhir yang ku dengar, dia kecelakaan dan dibawa kerumah sakit di Singapura. Tapi beberapa bulan kemudian dokter menyatakan menyerah dan mencabut semua alat yang mendukung hidupnya,” jelas Kak Jonghyun.

“Tapi dia belum meninggal kan?” Seruku cemas.

“Aku tidak tahu pasti. Yang ku tahu keluarganya pindah ke Seoul,” jawab Kak Jonghyun.

Seoul? Pantas saja semua nomor yang ku hubungi tidak aktif, kan semuanya nomor Indonesia.

“Kakak tahu alamatnya di Seoul?” Desakku antusias.

“Tidak.” Kak Jonghyun menatapku penasaran.

“Ngapain kamu nanya-nanya soal Jinki-sunbae? Naksir ya? Wah…. Aku masih ada kesempatan nggak nih? Ara, daripada naksir dengan orang yang alamatnya aja kamu nggak tahu, mendingan dengan aku. Bagaimana?” Lagi-lagi Kak Jonghyun mengedipkan matanya, lengkap dengan ekspresi jahil dan menggigit bibir bawahnya. Ganjen.

Bukkk…

“ARGH!!” Kali ini Kak Jonghyun yang berteriak, passing Key nyasar ke kepalanya.

***

“Pulang sekolah Neng?” Sapa Pak Dadang, satpam komplek, saat BMX-ku melintas kencang di depan pos penjagaan. Aku tersenyum lebar, mengangguk, tanpa mengurangi kecepatan.

Eiitttt…. Lupa….

Nge-rem mendadak, mbalik mendadak, istilah kerennya U-Turn. Iya nggak sih? Enggak penting deh.

“Kenapa Neng? Kok balik?” Tanya Pak Dadang heran.

“Hehehe… enggak Pak. Iseng aja, pengen maen catur dulu ama Pak Dadang,” jawabku nyari-nyari alasan.

“Hayuk atuh, kebetulan si Tonar lagi patroli keliling kompleks, Bapak sendirian. Tapi nanti di cari ibu nggak neng? Pan baru pulang sekolah,” sambut Pak Dadang ramah. Aku menggeleng.

“Nggak apa-apa Pak. Bentar doang kok,” jawabku, mencengir.

“Aduh, bentar ya Neng. Ada yang mau lewat tu,” pamit Pak Dadang di tengah-tengah permainan catur. Buru-buru memencet tombol pembuka portal. Mengangguk ramah pada jeep wrangler yang lewat. Kak Jonghyun. Pengin ku timpuk pake pion rasanya tu mobil, nggak sopan banget, mbuka kaca pun enggak.

“Sombong,” umpatku gondok.

“Nggak pa-pa Neng. Udah biasa. Anak sini yang mau ngobrol ama Bapak kan ya emang cuman neng Ara,” sahut Pak Dadang geli.

“Eh, Bapak kenal anak kompleks sini yang namanya Kak Onew?” Tanyaku, akhirnya sampai pada tujuan utama.

“Onew? Enggak tu neng,” jawab Pak Dadang setelah kelihatan mengingat-ingat sejenak.

“Kalau Kak Jinki? Lee Jinki?” Tanyaku lagi, mungkin Kak Jinki pakai nama aslinya.

“Enggak. Aduh neng, Bapak mah enggak kenal ama anak-anak kompleks sini,” jawab Pak Dadang.

“Nah, kalau nama tuan-tuannya Bapak hapal. Kalau nggak hapal mah berabe, bisa nyasar nanti tamu yang kemari,” lanjut Pak Dadang. Betul juga ya…. Hehehe…. Ara telmi nih.

“Berarti Pak Dadang tau dong rumahnya Pak Lee Chun Bae?” Tanyaku, menyebut nama Ayah-nya Kak Jinki.

“Pak Lee Chun Bae ya? Hmmm…. Lho bukannya Pak Lee udah pindah ya Neng? Pan rumahnya sekarang sudah ditempati Neng Ara?” Pak Dadang justru balik bertanya.

“Hahhh…?”

“Aduh, bentar ya Neng. Ada yang mau lewat lagi,” seru Pak Dadang, tidak memperdulikan wajah begoku. Kali ini sebuah Range Rover Sport, Key dan Kak Minho. Keduanya membalas senyuman dan anggukan Pak Dadang, menatap heran padaku yang masih terbengong-bengong kaget.

To be continued

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “TENGGARING – Part 5”

  1. aduh_aduh Key mau gak jdi Key htiku#plakk*abaikan# seru….ni crtanya mulai muncul. Lanz0o0t th0r_ASAP ya, pnasaran nh.

  2. Key emank kunci dr sgala kunci (?) hahaha..aah author kurang panjang.kekeke..bneran dee lanjut ny kilat express y!seru ni..q dah nebax wkt jjong bilang kluarga jinki pindah k seoul..pazti tu rmh ara dlu ny rmh jinki.bnerr de.ujung”ny ad hbungan ny jg lgi ama kamar yg d larang ama umma ny ara dlu. Aduh author makin pnasaran jd ny! Good job lah!lanjuut

    1. Ahhh… Yoora pinter deh, bisa nebak-nebak gitu…
      Kamar terlarang?? Wuih… keren nih istilahnya, aku aja ga kepikiran buat bikin istilah kayak gini, hehehe…
      Ada dong, pasti ada hubungannya, semuanya bakal terhubung.

  3. aaaah! mulai seru! ara ara ara, tidak sadarkah dirimu?
    Ayo cepetan pulang trus dobrak pintu kamar terlarang di rumahmu! Bolos juga gapapa deh! ^^
    #plakkk

    1. Wah…!! Rani!! Anarkis nih sarannya, ntar klo Ara digorok Bunda-nya gara2 ngedobrak pintu, gmn dong? Hehehe…

  4. Pasti ada hubungannya sama ruangan terlarang!!!!!
    Wah wah wah parahhhh
    Buruan pulang!!!!!!!
    Liat disana ada apa
    Ato minimal suruh jinki yang masuk
    Aish aish mwoyak igeee

    1. Pasti, pasti ada hubungannya!! (author ikutan rusuh sendiri)
      Ada apa?? Emang di sana ada apa Nikita?? Hah?? (author mulai ngaco)
      Hehehe…

  5. hwaaaa!! jdi tempat tinggal ara yg sekarang dulunya tempat tinggal onew ??!! hwaaa… makin di tunggu lanjutannya !!
    et dah si jonghyun !!! tadi mah pak ngaksah dibukain portalnya !!
    hwaaa ayoo nih cepet pulang .. ara !!
    ishhh author !! lgi seru nih .. malah tbc !!
    huuuu nasib…nasib… penasaran .. 😦 ?

    1. hwaaa!! (author ikut2an teriak)
      Heh?? Gak dibukain portal?? Wah, bisa gawat tuh, pasti portalnya bakan ditabrak begitu aja ama si Jonghyun… kacau deh… hehehe…

  6. Kebiasaan jelek! mutus cerita di tengah2! aku doain jonghyun jadian sama april (loh?) #abaikan!

    oh! krn itu ara bsa liat onew..krn bhubungan lgsg y??

    singapura?seoul?kamar terlarang?

    jinki terakhir di rawat di Spore (dokter nyerah) –> Lee’s r in Seoul now –> ruangan terlarang ada di Indonesia,kamar Ara.. hmm *garuk2kepala*
    itu jasad ga mungkin di ruang terlarang itu kan Yen?? ah! g sabar nunggu part 6!

    1. Kebiasaan jelek?? Kayak Storm enggak aja, kamu kan juga gitu…
      Jonghyun sama April?? Hahaha… itu pasti HOA ya??
      Storm kebanyakan mikir ah! Masak keluarganya Jinki tega ninggalin jasadnya begitu aja, hehehe….

  7. Ah makin penasaraaaaaaaan, ayo part selanjutnya hhe kok gak ada taemin author? Aku penasaran bgt (•̯͡.•̯͡)

    1. Sungguh mati aku jadi penasaraaaaaaaan… (ketahuan deh aslinya author, hehehe…)
      Nuri!! Next part, Taemin muncul… kya….!! (abaikan)

  8. Kyaa~
    Key kerenn! Key kerenn! kereennn!!
    #dari dlu kali.
    Jgn2 tngannya Key adl kunci??
    #abaikan2.
    Tbuhnya Jinki ad ddlem kmar trlarang y?? Ga busuk??
    dtunggu bgt ni lnjutnya,,

    1. Eh, Key keren?? Aku justru ngerasa dia mirip maling, hehehe… *PLAK!!*
      Jinki: Loela!! Ga mungkin jasad gue busuk! Gue kan blom mati! Sembarangan!!
      Author: Eh, siapa bilang loe belom mati? Terserah gue dong mau bikin loe masih idup or dah mati!
      Kan yg bikin cerita gue! *PLAK* -abaikan-

  9. wahhh…penasaran.. penasaran bangeeet!!!!
    kasian onew…kasiannn…kasiaaaan….!!
    aku ga tega, beneran asli ga tega,, 😦
    aku ngebayangin onew mati beneran… TIDAAAKKK..!

    maaf reader heboh..hehe 😀

    1. wahhh… kasian… kasian… kasian… (versi upin ipin)
      gapapa kok onit, silahkan heboh, authornya jg suka heboh sendiri, hehehe…

  10. aaaaah penasaraaan~

    gile keren bgt tuh key ama minho, ngebobol komputer kesiswaan secepet itu?
    jenius deh kalian *tepuk tangan*
    pake bilangan biner lg, duh sumpah deh itu kan agak susah?!

    wuaah kamar terlarang itu ada hubungannya kah?

    ayo part 6-nya lanjuuut!

  11. Weeeeehh hudah publish sampe part 5 nih ya??
    Hohohoho aku suka yang part 6 deh begitu ketawan, sama yg Taemin dateng (ops.. keceplosan)
    Hwohohohoho

    Aku cuma mau formalitas aja komen 🙂
    Soalnya aku udah baca sampe tamat kan jahat kalau gak komen … hohohohoh~
    Aku suka FF iniiiii
    berharap bisa di bukuin deh ff ni 😀

    1. Kya…. founder Lana!!
      Yah… spoiler dah!! Gak Lana, gak Zika, suka bgt bikin spoiler… hehehe…

      Kok cuma formalitas sih? Kasih kritik dan saran dung… (ato kripik jg boleh, ga nolak, hehehe…)
      Udah baca ampe tamat?? Ampe END apa ampe FIN?? CURANG…!!

      BTW, Lana!
      Aku mau protes! Kenapa di MPF Chapter 2 ada tulisan STOPPED-nya? Kenapa tuh??

  12. Kok aku makin suka sama karakter Ara ya? Kesannya cerewet gimanaaaaa gitu
    Terus terus Key juga kesannya kereeeenn aaaaahhhh~
    Minho nyaaaaaaaa… Jonghyunnyaaaaaa~
    Pokoknya aku suka FF nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    authornya kereeeeeeeeeennnn
    Kapan ya aku bisa bikin ff kayak gini??? .___.a

    aku tunggu next part gegegege~

    1. Suka Ara? Hehehe… ge-er saya (ga nyambung)
      Key emang keren sih, aku aja sampe nge-fans ama karakter dia disini, hehehe….
      Tapi, parahnya, itu bikin aku jd bingung sendiri buat ngegambarin karakternya Key.

      Zika!! Ga usah formalitas kayak Lana deh. Nunggu next part apanya? Kamu kan udah baca semua!
      Eh, sampe END apa sampe FIN?? Kekeke…

      Puuuufff, justru aku yg mikir ‘kapan aku bisa bikin ff kayak SMEW?’

  13. hwaaaa , keren ..
    Kan onew ingat kamar tdurnya , jgan2 itu ruangan yg d kunci itu lg .?
    Wah ., lanjut ya

  14. Kyaaa !~
    aku sempet bngung ma koment2 diatas
    Kamar terlarang, kamar terlarang ??
    ohya ! aku inget ..
    ish gak bisa byangin lau Badan Onew da dikamar itu ..
    Lanjut onnie !~ sumpah penasaran.. kok jadi horor begini ya ??

  15. Jadi berasa baca novel Tere-liye sungguhan nih, thor! Keren! Daebak!! 🙂
    makin menegangkan, si Onew dulu nempatin rumah ara? Jangan2 kamar kosong yg dikunci d rumah ara it kamarnya Onew??

    Setdah, Jjong pengen aku jitakin disini,, wkwkwk
    #digaplok blingers

  16. Tuh kan bener dugaan saya… 😮 😀
    berarti yang dikamar yang gak boleh dibuka ituuu… Kyyyaaaaaaa…. >,< *teriak*kemudian.di.sumpal.pake.sendal*

  17. Tu kan bner, rumah onew tu rumahnya ara..
    Makin seru nih..
    kekeke~ gak nahan waktu baca bagian key bisa buka semua pintu,, bener2 master key 🙂
    suka suka ada kocaknya juga ^^
    lanjut

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s